Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




KEBANGKITAN KRISTUS DALAM PERJANJIAN LAMA

(THE RESURRECTION OF CHRIST IN THE OLD TESTAMENT)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 2 Mei 2010

“Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi” (Lukas 24:27).


Dua murid itu sedang melakukan perjalanan ke Emaus. Itu adalah hari Minggu sore – pada hari Yesus bangkit dari antara orang mati. Sementara mereka berjalan Yesus berjalan bersama dengan mereka. Namun mulanya mereka tidak mengenali Dia. Ia bertanya kepada mereka apa yang mereka sedang bicarakan dan mengapa mereka begitu sedih. Mereka berkata bahwa mereka pernah berpikir bahwa Kristus akan menebus Israel, namun sebaliknya Dia justru disalibkan dan mati. Mereka juga berkata bahwa para wanita telah pergi ke kubur-Nya pada pagi-pagi benar. Para wanita itu telah mengatakan kepada mereka bahwa Kristus hidup. Dua orang murid ini masih tidak menyadari ketika mereka berbicara kepada Kristus yang telah bangkit itu. Ia menegur mereka karena ketidak-percayaan mereka,

“Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi” (Lukas 24:25-27).

Mereka masih belum sadar bahwa mereka sedang mendengarkan Kristus yang telah bangkit sampai mereka selesai makan malam. Kemudian Yesus,

“…mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia…” (Lukas 24:30-31).

Tepat pada hari ia meninggal dunia, Dr. M. R. DeHaan merekam kata-kata ini untuk siaran Radio Bible Class-nya yang terkenal itu. Inilah kata-kata terakhir yang Dr. DeHaan khotbahkan di radio.

      Ketika Yesus mengambil roti dan memecah-mecahkannya, dan memberikannya kepada mereka, mereka melihat tanda pengenal-Nya – yaitu luka pada kedua tangan-Nya. Ketika Ia mengulurkan roti kepada mereka, mereka melihat kedua tangan-Nya. Luka pada kedua tangan Yesus adalah tanda pengenal-Nya (M. R. DeHaan, M.D., Portraits of Christ in Genesis, Zondervan Publishing House, 1966 edition, hlm. 55).

Saya belum pernah membaca yang lain tentang hal ini, namun ini nampak seperti penjelasan yang masuk akal tentang apa yang telah terjadi. Namun bahkan jika DeHaan benar ada qualitas supranatural dalam fakta itu “Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia” (Lukas 24:31). Adalah kuasa Allah yang membukakan “mata hati [kita]” (Efesus 1:18).

Catatan ini, kemudian, menunjukkan kepada kita bagaimana orang-orang ini datang kepada Dia. Dan ini adalah gambaran tentang bagaimana semua orang Kristen datang kepada Dia untuk mengenal Kristus. Pertama, Ia berkhotbah kepada mereka dari Kitab Suci (Lukas 24:27). Kedua, “terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal” (Lukas 24:31). Namun, sebelum mata mereka terbuka, Yesus berkata kepada mereka,

“…Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi”
       (Lukas 24:25-27).

Yesus mulai dengan tulisan Musa, kemudian seluruh Kitab Suci Perjanjian Lama, “lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci [Perjanjian Lama]” (Lukas 24:27). Ia harus mulai dengan Kitab Kejadian, yang ditulis oleh Musa, kemudian Kitab Suci Perjanjian Lama lainnya, menjelaskan “kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia” (Lukas 24:27). Oleh sebab itu kita akan mempelejari seluruh Perjanjian Lama dan menunjukkan beberapa hal yang Kristus seharusnya ajarkan kepada mereka temtang penyaliban-Nya, dan khususnya tentang kebangkitan-Nya.

I. Pertama, Kebangkitan Kristus terimplikasi dalam karya penciptaan-Nya.

“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi”
       (Kejadian 1:1).

Benar di sana, dalam kata-kata pertama dari Kitab Kejadian, kita melihat Kristus sebagai sang Pencipta langit dan bumi. Perjanjian Baru menjelaskan kepada kita,

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan” (Yohanes 1:1-3).

Pecinpta yang Agung, Firman Allah itu, adalah Yesus Kristus. Ini ditunjukkan dengan jelas dalam Yohanes 1:14,

“Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran” (Yohanes 1:14).

Penciptaan oleh Kristus sangat terkait dengan kebangkitan-Nya dari antara orang mati dalam Kolose 1:16-18.

“Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu” (Kolose 1:16-18).

Ia yang memiliki kuasa untuk menciptakan “segala sesuatu” adalah juga “yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati” (Kolose 1:18). Kemampuan-Nya untuk menciptakan alam semesta ini dengan kuat mengimplikasikan kuasa-Nya untuk bangkit dari antara orang mati. Yesus pastilah menjelaskan hal ini kepada mereka ketika Ia berbicara dengan mereka di jalan menuju Emaus.

“Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi” (Lukas 24:27).

II. Kedua, Kebangkitan Kristus digambarkan dalam Adam.

Kristus, Adam terakhir, tidur di dalam kubur, sementara jemaat diambil dari tulang rusuk-Nya. Ini digambarkan dengan Hawa yang diambil dari tulang rusuk Adam.

“Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu” (Kejadian 2:21-22).

Ini adalah gambaran dari Kristus dan jemaat.

“Karena kita adalah anggota tubuh-Nya. Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat” (Efesus 5:30-32).

Adam dibuat tidur. Allah menciptakan Hawa dari tulang rusuknya. Tafsiran Scofield mengatakan, “Hawa, tipe dari gereja sebagai mempelai perempuan Kristus” (catatan untuk Kejadian 2:23). Kristus tidur dalam kematian selama tiga hari dalam kubur itu. Dr. DeHaan berkata, “Lambung-Nya terbuka, dan air penyucian dan darah pembenaran-Nya mengalir keluar. Jemaat, sama seperti Hawa, adalah ciptaan baru” (DeHaan, ibid., hlm. 33). Juga, Adam bangun setelah Hawa diambil dari rusuknya, yang menggambarkan Kristus, Adam terakhir, bangkit dari antara orang mati.

“Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat” (Efesus 5:32).

III. Ketiga, Kebangkitan Kristus dalam protevangelium.

Semua orang setuju bahwa Kejadian 3:15 adalah protevangelium, penekanan Injil yang pertama. Ini ditujukan kepada Setan. Di sini dikatakan,

“Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya” (Kejadian 3:15).

“Benih” perempuan itu adalah Kristus, karena kata “benih” tidak pernah, dalam bagian lain dalam Perjanjian Lama, mengacu kepada seorang wanita. “Benih” dari perempuan itu adalah Kristus,

“Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel” (Yesaya 7:14).

“Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya” (Kejadian 3:15).

Kemudian, juga, meremukkan tumit Kristus tidak akan menjadi fatal, namun meremukkan kepala Setan adalah fatal. Dr. DeHaan berkata, “Tumit sang Juruselamat diremukkan pada kedatangan-Nya yang pertama, namun kepala Setan akan dihancurkan pada kedatangan-Nya yang kedua” (DeHaan, ibid., hlm. 64). Kemudian, di sini dalam penekanan Injil yang pertama, kita memiliki gambaran tentang kebangkitan Kristus dari antara orang mati.

“Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi” (Lukas 24:27).

IV. Keempat, Kebangkitan Kristus digambarkan dalam Abraham yang mempersembahkan Ishak.

Allah memerintahkan Abraham untuk mengambil putranya Ishak dan mempersembahkan dia sebagai korban bakaran di Gunung Moria. Namun ketika mereka sampai ke tempat pengorbanan,

“… Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya” (Kejadian 22:13).

Perjanjian Baru menjelaskan kepada kita bahwa Ishak yang diselamatkan dari kematian adalah gambaran dari kebangkitan,

“Walaupun kepadanya telah dikatakan: "Keturunan yang berasal dari Ishaklah yang akan disebut keturunanmu. Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali” (Ibrani 11:18-19).

Tentu Yesus menekankan parallel ini dengan kebangkitan-Nya sendiri dari antara orang mati ketika Ia berbicara dengan dua orang yang dalam perjalanan ke Emaus tersebut.

“Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi” (Lukas 24:27).

V. Kelima, Kebangkitan Kristus digambarkan dalam kehidupan Yusuf.

Saudara-saudara Yusuf cemburu kepadanya. Mereka melemparkan dia ke dalam sumur. Kemudian mereka menarik dia keluar dari sumur itu dan menjual dia ke dalam perbudakan di Mesir. Di Mesir Allah membangkitkan Yusuf menjadi orang yang sangat penting. Tahun-tahun kemudian, ketika saudara-saudaranya sedang kelaparan, mereka datang kepada Yusuf. Ia memberi makan kepada mereka dan menyelamatkan hidup mereka. Kemudian Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya,

“Maka Allah telah menyuruh aku mendahului kamu untuk menjamin kelanjutan keturunanmu di bumi ini dan untuk memelihara hidupmu, sehingga sebagian besar dari padamu tertolong. Jadi bukanlah kamu yang menyuruh aku ke sini, tetapi Allah…” (Kejadian 45:7-8).

“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar” (Kejadian 50:20).

Dalam babnya yang berjudul, “The Perfect Antitype,” Dr. DeHaan berkata, “Kisah tentang Yusuf sudah pasti merupakan tipe yang paling jelas tentang… keagungan Kristus yang ditemukan di seluruh Perjanjian Lama” (DeHaan, hlm. 178). Seperti Yusuf diagungkan pada posisi tinggi di Mesir, memberikan hidup kepada saudara-saudaranya, demikian juga Yesus bangkit dari antara orang mati untuk memberikan hidup kepada dunia!

Begitu jauh kita sudah melihat tipe-tipe dan gambaran tentang kebangkitan Yesus dalam tulisan-tulisan Musa, dalam Kitab Kejadian. Kita dapat terus memberikan satu demi satu tipe yang menunjukkan nubuatan kebangkitan Kristus. Dr. John R. Rice berkata, “Perjanjian Lama memiliki banyak nubuatan masa depan tentang kebangkitan Kristus yang mungkin belum diperhatikan oleh rata-rata pembaca” (John R. Rice, D.D., The Resurrection of Jesus Christ, Sword of the Lord Publishers, 1953, hlm. 16). Dalam khotbah ini saya hanya dapat memberikan satu lagi dari tipe-tipe ini, gambaran prophetik tentang Yesus yang bangkit secara jasmani dari kubur ini. Itu adalah gambaran prophetik yang ada di dalam Perjanjian Lama yaitu dalam Kitab Yunus.

VI. Keenam, Kebangkitan Kristus digambarkan oleh Yunus.

Yunus sedang lari dari panggilan Allah atas hidupnya. Ia dilemparkan ke dalam lautan dan ditelan oleh monster samudera. Namun, setelah tiga hari, Allah memerintahkan mahkluk itu “memuntahkan Yunus keluar di atas daratan yang kering” (Yunus 2:10). Saya sepenuhnya setuju dengan apa yang Dr. McGee katakan tentang ini,

…Perut ikan adalah kuburnya, dan kubur adalah tempat untuk orang mati – Anda tidak meletakkan orang hidup di dalam kubur. Yunus menyadari bahwa ia akan mati di dalam perut ikan itu dan bahwa Allah akan mendengar dia dan membangkitkan dia dari antara orang mati (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, Thomas Nelson Publishers, 1982, volume III, hlm. 749; catatan untuk Yunus 2:2).

Dr. DeHaan mengatakan hal yang sama seperti Dr. McGee, demikian juga halnya dengan Dr. Henry M. Morris – dan saya pecaya mereka sungguh benar. Yunus mati di dalam perut monster laut itu, namun Allah membangkitkan dia dari antara orang mati. Kitab Yunus menjelaskan kepada kita bahwa Yunus di dalam perut monster laut itu “tiga hari dan tiga malam” (Yunus 1:17).

Tuhan Yesus Kristus berbicara tentang ini sebagai catatan literal tentang apa yang terjadi pada Yunus. Dan Kristus berbicara tentang apa yang terjadi pada Yunus pada dua kesempatan yang berbeda (Matius 12:39-40; Matius 16:4). Saya akan memberikan kepada Anda yang pertama dari dua kesempatan itu,

“Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam” (Matius 12:39-40).

Hanya satu hal yang ingin saya sampaikan pagi ini, yaitu bahwa kebangkitan Yunus dari antara orang mati, setelah tiga hari di dalam monster laut itu, adalah gambaran prophetik dalam Perjanjian Lama tentang kebangkitan Kristus dari antara orang mati. Tentulah itu adalah salah satu hal yang Yesus sampaikan kepada dua murid di jalan menuju Emaus itu!

“Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi” (Lukas 24:27).

Namun sekarang kita berpindah dari tipe-tipe dan gambaran-gambaran menuju dua pernyataan yang jelas tentang kebangkitan Yesus dalam Mazmur. Dan saya ingin Anda melihatnya. Mari kita membuka Perjanjian Lama dari Mazmur 16:8-10.

VII. Ketujuh, Kebangkitan Kristus dinubuatkan dalam Mazmur 16.

Mari kita berdiri dan membaca Mazmur 16:8-10 dengan lantang.

“Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram; sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan” (Mazmur 16:8-10).

Anda dipersilahkan duduk kembali. “Kata “dunia orang mati” dalam ayat 10 berarti “kubur” dalam konteks ini. Kita dengan jelas diberitahu bahwa Allah tidak meninggalkan “Orang kudus”-Nya – Yesus Mesias, di dalam kubur – dan bahwa Allah tidak akan membiarkan tubuh Yesus “melihat kebinasaan.” Kata-kata ini jelas dan terang pada halaman Kitab Suci. Dan, pada Hari Pentakosta, Rasul Petrus berkhotbah kepada mereka, seperti yang baru Anda baca. Petrus berkata,

“Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram, sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu”
       (Kisah Rasul 2:25-28).

Kemudian Rasul ini berkata,

“Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan” (Kisah Rasul 2:31).

Dr. Rice berkata, “Di sini kita diberitahu sebelumnya dalam Perjanjian Lama perasaan Kristus sendiri, bersukacita karena… tubuh-Nya akan beristirahat dalam pengharapan, mengetahui bahwa [Allah] Bapa tidak akan meninggalkan jiwa-Nya dalam kematian, dan bahwa tubuh-Nya tidak akan melihat kebinasaan, namun akan dibangkitkan dari kubur. Tubuh Yesus tidak akan pernah membusuk, tidak akan pernah kembali menjadi debu. Tubuh [Yesus] itu harus dibangkitkan dari antara orang mati dan kemudian dengan berjaya… naik ke Sorga dan Juruselamat yang sama, dengan tubuh yang sama yang telah dibangkitkan, sekarang ada di [Sorga] menanti kita” (Rice, ibid., hlm. 15). Amin! Sekarang mari membuka Mazmur 110:1.

VIII. Kedelapan, Kebangkitan Kristus dinubuatkan dalam Mazmur 110.

Mari berdiri dan membaca ayat satu dengan lantang.

“Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu” (Mazmur 110:1).

Anda dipersilahkan duduk kembali.

Dr. Henry M. Morris berkata bahwa “Mazmur 101:1 dikutip empat kali dalam Perjanjian Baru (Ibrani 1:13)…Markus 12:36; Lukas 20:42; Kisah Rasul 2:34” (Henry M. Morris, Ph.D., The Defender’s Study Bible, World Publishers, 1995, hlm. 655; catatan untuk Mazmur 110:1). Mazmur 110:1 disinggung banyak kali dalam Perjanjian Baru. Rasul Petrus mengutip Mazmur 110:1 dalam khotbahnya yang luar biasa pada Hari Pentakosta,

“Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu. Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus” (Kisah Rasul 2:34-36).

Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati. Ia sekarang duduk di sebelah kanan Allah di Sorga!

Ada banyak lagi nubuatan tentang kebangkitan Kristus dalam Kitab Suci Perjanjian Lama. Saya hanya dapat memberikan beberapa dari semuanya pada pagi ini. Tidak diragukan bahwa Kristus menyampaikan semua ini kepada dua murid di jalan menuju Emaus pada Minggu Paskah pertama itu,

“Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi” (Lukas 24:25-27).

Betapa kami berdoa kiranya Anda tidak menjadi “lamban hati, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi” tentang kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati! Kristus bukan hanya bangkit dari antara orang mati secara jasmani. Ia telah naik ke Sorga, dan Anda dapat ditarik naik oleh kuasa Allah, dan “memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga” (Efesus 2:6). Saya akan mengkhotbahkan itu malam ini, dalam khotbah yang berjudul, “Kebangkitan Sekarang!” (2 Mei 2010, pukul 6 malam). Kiranya Anda ditarik kepada Kristus. Kiranya Anda dicuci bersih dari dosa Anda oleh Darah-Nya yang mahal. Kiranya Anda dilahirkan kembali. Kiranya Anda datang kepada Yesus dan diselamatkan untuk selama-lamanya! Datanglah kepada Yesus dan terimalah pengampunan akan dosa dan hidup yang kekal! Yesus berkata,

“Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang” (Yohanes 6:37).

Kiranya Anda datang kepada Yesus. Ketika Anda datang kepada Dia, Ia tidak akan membuang Anda!

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

You may email Dr. Hymers at rlhymersjr@sbcglobal.net, (Click Here) – or you may
write to him at P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Or phone him at (818)352-0452.

Doa Sebelum Khotbah oleh Dr Kreighton L. Chan: Lukas 24:13-27.
Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr Benjamin Kincaid Griffith:
“Christ Arose” (by Robert Lowry, 1826-1899).


GARIS BESAR KHOTBAH

KEBANGKITAN KRISTUS DALAM PERJANJIAN LAMA

(THE RESURRECTION OF CHRIST IN THE OLD TESTAMENT)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi” (Lukas 24:27).

(Lukas 24:25-27, 30-31; Efesus 1:18)

I.   Pertama, Kebangkitan Kristus terimplikasi dalam karya penciptaan-Nya,
 Kejadian 1:1; Yohanes 1:1-3, 14; Kolose 1:16-18.

II.  Kedua, Kebangkitan Kristus digambarkan dalam Adam,
Genesis 2:21-22; Efesus 5:30-32.

III. Ketiga, Kebangkitan Kristus dalam protevangelium, Genesis 3:15;
Yesaya 7:14.

IV. Keempat, Kebangkitan Kristus digambarkan dalam Abraham
yang mempersembahkan Ishak, Kejadian 22:13; Ibrani 11:18-19.

V.  Kelima, Kebangkitan Kristus digambarkan dalam kehidupan Yusuf,
Kejadian s 45:7-8; 50:20.

VI. Keenam, Kebangkitan Kristus digambarkan oleh Yunus,
Jonah 2:10; 1:17; Matius 12:39-40.

VII. Ketujuh, Kebangkitan Kristus dinubuatkan dalam Mazmur 16,
Mazmur 16:8-10; Kisah Rasul 2:25-28, 31.

VIII. Kedelapan, Kebangkitan Kristus dinubuatkan dalam Mazmur 110,
Mazmur 110:1; Kisah Rasul 2:34-36; Efesus 2:6; Yohanes 6:37.