Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




PEKERJAAN ROH YANG MENGERINGKAN

(THE WITHERING WORK OF THE SPIRIT)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada kebaktian Minggu Pagi, 14 Maret 2010

“Ada suara yang berkata: "Berserulah!" Jawabku: "Apakah yang harus kuserukan?" "Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya” (Yesaya 40:6-8).


“Ada suara yang berkata: Berserulah!” Suara apa yang dibicarakan nabi di sini? Itu adalah suara dari “mulut Tuhan,” yang dibicarakan dalam ayat lima. Suara Allah berkata kepada Yesaya dan berkata, “Berserulah.” Dr. Gill menafsirkan “Itu adalah suara Tuhan kepada sang nabi, atau lebih tepatnya untuk setiap pelayan Injil, yang memberikan perintah kepada mereka untuk bernubuat dan berkhotbah” (John Gill, D.D., An Exposition of the Old Testament in Six Volumes, The Baptist Standard Bearer, 1989 reprint, volume 5, hal. 222).

Kemudian Yesaya berkata, “Apakah yang harus kuserukan?” Itu adalah pertanyaan yang datang ke hadapan pikiran seorang pendeta saat ia mempersiapkan khotbah-khotbah yang ia akan sampaikan setiap hari Minggu - “Apakah yang harus kuserukan?” Kata Ibrani untuk “berseru” di sini adalah Qara. Ini membawa ide “berseru-seru memanggil,” “menegor orang yang dijumpai” (Strong #7121). Ini adalah kata Ibrani yang sama dengan yang digunakan dalam Yesaya 58:1,

“Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka” (Yesaya 58:1).

Jadi setiap pemberita Injil diperintahkan untuk menggunakan metode dan gaya itu dalam khotbahnya. Yang menyedihkan, ini bukan metode dan gaya yang digunakan di zaman kita. Tetapi itu adalah metode dan gaya Yesaya, dan semua nabi Perjanjian Lama. Itu adalah metode dan gaya Yohanes Pembaptis, perintis jalan bagi Kristus yang luar biasa. Yohanes Pembaptis merujuk ayat-ayat dalam Yesaya ini ketika ia berkata, “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun” (Yohanes 1:23). Yohanes Pembaptis adalah juru bicara Allah, dan itu berarti Allah yang sedang berseru melalui dia, seperti yang Tuhan lakukan melalui nabi Yesaya, yang Yohanes kutip di sini,

“Jawab [Yohanes], Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya.” (Yohanes 1:23).

Kata Yunani yang diterjemahkan “berseru-seru” dalam Yohanes 1:23 ini adalah bǒaō. Itu berarti “halloo; yaitu suatu teriakan ... seruan" (Strong, # 994). Jadi, dari kata Ibrani yang berarti berseru-seru, kita belajar bahwa itu adalah suatu “seruan yang lantang” (Yesaya 58:1). Ini berarti bahwa pengkhotbah harus berbicara keras atau lantang sebagai juru bicara Allah. Kata Yunani lebih jauh, memberitahu pendeta untuk berseru dengan lantang seperti seseorang yang sedang berteriak “halloo,” “berteriak dan dan berseru-seru” untuk memanggil orang-orang berdosa yang terhilang di padang gurun dunia ini!

Metode khotbah yang keras dan lantang ini digunakan oleh para nabi, yang menyerukan pesan dari Allah, seperti yang dilakukan Yesaya dan Yohanes Pembaptis, “berseru-seru memanggil” mereka, “menegor” para pendengar mereka dengan Firman yang Allah telah singkapkan untuk hati mereka. Tetapi, seperti yang sebelumnya saya katakan, itu bukan gaya khotbah yang populer di zaman kita. Saat ini telah ada ketidak-taatan fundamental terhadap Alkitab dalam cara dan gaya berkhotbah, karena kita telah diberitahu melalui nubuatan

Beritakanlah firman… Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya” (II Timotius 4:2-3).

Saya tidak bisa berpikir tentang ayat nubuatan dalam Alkitab yang menggambarkan lebih baik tentang kebanyakan khotbah modern. Ada “pengajaran” yang bersifat konstan pada zaman kita, tapi sangat sedikit “khotbah” – “mengajar” tanpa urgensi dan semangat berapi-api – karena khotbah-khotbah modern tidak mempunyai model seperti model Dia yang berkata kepada Yesaya, “Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan,” atau sumber dari khotbah-khotbah modern tidak seperti suara Allah yang berbicara kepada Yesaya, “Berserulah,” juga bukan seperti suara Tuhan yang berbicara melalui Yesus dalam Yohanes pasal ketujuh, ketika Tuhan “di Bait Allah, Ia berseru” (Yohanes 7:28); juga bukan seperti Kristus dalam pasal yang sama, ketika Dia “berdiri dan berseru” (Yohanes 7:37). Juga tidak seperti gaya khotbah Petrus, pada hari Pentakosta, yang berseru dan “menegor” para pendengarnya, menyerukan firman yang Tuhan telah berikan kepadanya, sebagaimana kita diberitahu dalam Kisah Rasul 2:14,

“Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka…”
       (Kisah Rasul 2:14).

Dr Gill berkata, “'dan dengan suara nyaring ia berkata,’ bahwa ia mungkin dapat didengar oleh seluruh orang banyak itu ... ketika ia menunjukkan semangatnya dan rohnya yang berapi-api, dan pikiran yang teguh; karena setiap orang yang memiliki Roh dari atas, ia tak kenal takut di hadapan manusia (John Gill, D.D., An Exposition of the New Testament, The Baptist Standard Bearer, 1989 reprint, vol. II, hal. 153-154; catatan atas Kisah Rasul 2:14). Jadi, saya harus ulangi, ada ketidaktaatan fundamental kepada Allah pada banyak mimbar kita hari ini, ketidaktaatan yang mengerikan pada cara dan gaya kebanyakan khotbah!

Kita tidak boleh gagal untuk menyadari bahwa para hamba Tuhan modern ini (terutama di Amerika dan Eropa) telah mengabaikan fakta bahwa harus benar-benar ada “seruan” dan “teguran” terhadap para pendengarnya dengan pesan “suara” Tuhan, khotbah alkitabiah. “Ada suara yang berkata: ‘Berserulah!’” Itu adalah gaya khotbah pemberitaan Injil yang nyata! Tidak ada khotbah seperti itu sekarang yang dapat digunakan Allah untuk menggerakan hati yang telah mati dan pikiran yang degil! Tidak ada yang bisa melakukannya! Tidak heran ada begitu sedikit pertobatan sejati pada zaman kita di dunia Barat! Brian H. Edwards berkata, “Khotbah kebangunan rohani memiliki kuasa dan otoritas yang membawa Firman Tuhan seperti palu ke jantung dan hati nurani. Inilah yang tidak ada dari sebagian besar khotbah kita hari ini. Orang-orang yang berkhotbah dalam kebangunan rohani selalu melakukannya tanpa gentar dan melihat itu sebagai sesuatu yang bersifar urgen (Brian H. Edwards, Revival! A People Saturated with God, Evangelical Press, 1997 edition, hal. 103).

Kemudian Yesaya bertanya, “Apakah yang harus kuserukan?” Seperti yang pernah saya katakan, itu adalah dilema pendeta ketika ia mempersiapkan khotbah-khotbahnya untuk hari Minggu: “Apakah yang harus kuserukan?” Seorang pemuda mendengar seorang profesor seminari mengatakan bahwa enam bulan rencana khotbah harus disiapkan terlebih dahulu. Saya benar-benar membenci gagasan orang yang melakukan hal semacam itu! Orang itu tidak memiliki khotbah-khotbah yang riil dan pesan yang diberikan oleh Allah! Hal ini tidak mungkin! Spurgeon, yang terbesar di antara semua pendeta Baptis, tidak pernah melakukan itu. Ia menunggu Tuhan untuk memberinya pesan yang harus ia sampaikan setiap minggu. Dengan demikian, pengkhotbah harus meminta Tuhan untuk memberikan pesan yang akan ia khotbahkan, dan menanti Tuhan memberikannya kepada dia!

“Apakah yang harus kuserukan?” Dr. Lloyd-Jones berkata,

“Apakah yang harus kuserukan?” Itu adalah “apa yang kupunyai” (Kisah Rasul 3:6), Itu hanya terbatas untuk itu. Itu adalah apa yang telah saya terima… Saya telah menerima ini, ini yang telah ada dalam genggaman tangan saya. Saya tidak menyampaikan pikiran saya sendiri. Saya telah diberi, dan kemudian saya memberikan itu kepada mereka. Saya hanyalah alat, saya hanyalah saluran, saya hanyalah instrumen, saya hanyalah representatif (D. Martyn Lloyd-Jones, M.D., Preaching and Preachers, Zondervan Publishing House, 1971, hal. 61).

Gembala, guru dan mentor saya Dr. Timothy Lin berkata,

Di antara semua tugas-tugas pastoral, tugas yang paling sulit dan paling penting adalah untuk mengetahui, tanpa keraguan, pesan Allah yang harus ia khotbahkan setiap hari Tuhan (Timothy Lin, Ph.D., The Secret of Church Growth, FCBC, 1992, hal. 23).

Itulah apa yang kita miliki di sini dalam Yesaya empat puluh, ayat enam: “Ada suara yang berkata: "Berserulah!" Jawabku: "Apakah yang harus kuserukan?"” Itu seharusnya cara seorang pendeta menerima dan menyampaikan khotbah-khotbahnya. Ayat ini dapat dibagi ke dalam tiga poin utama.

I. Pertama, kita harus menyerukan kehidupan yang singkat ini.

“Ada suara yang berkata: "Berserulah!" Jawabku: "Apakah yang harus kuserukan?" "Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang” (Yesaya 40:6).

“Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya [semua keindahan dan kemuliaannya] seperti bunga di padang. Itu adalah hal yang penting untuk dikhotbahkan! Kami harus mengatakan kepada Anda bahwa Anda seperti rumput, atau seperti bunga di ladang setelah hujan di musim semi. Kehidupan segera lenyap. Betapa hal itu terjadi dengan begitu sangat cepat! Itu tampak seperti kemudaan Anda yang seakan akan bertahan selamanya, namun dengan begitu cepat kemudaan Anda akan segera berlalu. Saya mengingat kehidupan saya sendiri, tujuh dekade kurang satu tahun, dan tampaknya telah berlalu dalam tujuh bulan! Demikian jugalah halnya dengan Anda. Matahari musim panas muncul. Rumput berubah menjadi cokelat. Bunga-bunga layu dan mati. Hidup ini adalah fana, singkat, sementara, dan pendek. Rasul Yakobus merujuk ayat dalam Yesaya ini untuk menunjukkan kebodohan yang memfokuskan hidup seseorang hanya pada kemajuan karir dan akumulasi materi.

“Dan orang kaya karena kedudukannya yang rendah sebab ia akan lenyap seperti bunga rumput. Karena matahari terbit dengan panasnya yang terik dan melayukan rumput itu, sehingga gugurlah bunganya dan hilanglah semaraknya. Demikian jugalah halnya dengan orang kaya; di tengah-tengah segala usahanya ia akan lenyap” (Yakobus 1:10-11).

Sangat sedikit orang yang pernah menyadarinya. Mereka berusaha terus untuk mencapai kemajuan di dunia ini, tanpa dipukul oleh apa yang nampak seperti fakta yang jelas – bahwa semua itu akan berakhir lebih cepat dari yang Anda pikirkan! C. T. Studd (1860-1931) adalah salah satu orang kaya pada zamannya untuk melihat itu. Ia mewarisi kekayaan yang sangat berlimpah, namun ia meninggalkan semua itu dan pergi menjadi seorang misionaris – pertama pergi ke Cina dan kemudian ke Afrika. Dan itu adalah C. T. Studd yang berkata,

Hanya satu kehidupan,
   Yang akan segera berlalu
Hanya apa yang dilakukan bagi Kristus
   Akan terus berlangsung.

Betapa saya ingin agar setiap anak muda mau membaca tentang C. T. Studd, dan berusaha meneladani hidupnya! Dan mengapa tidak, karena “Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang”? Ah, seandainya saja Anda mau melihat kebenaran tentang itu!

Hanya satu kehidupan,
   Yang akan segera berlalu
Hanya apa yang dilakukan bagi Kristus
   Akan terus berlangsung.

Segera Anda akan lenyap dari dunia ini dan jiwa Anda akan berdiri di hadapan Tahta Pengadilan Allah. Anda tidak akan membawa apa-apa selain jiwa Anda. Namun Anda bahkan tidak akan dapat mempertahankan jiwa Anda jika Anda belum bertobat! Dengan kata-kata yang mungkin paling jelas, Yesus berkata,

“Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah” (Yohanes 3:3).

Ini menunjukkan bahwa Anda benar-benar harus dilahir-barukan. Jika tidak Anda pasti akan kehilangan jiwa Anda – untuk selama-lamanya, dan selama-lamanya. “Namun,” seseorang berkata, “ada banyak hal penting yang harus saya lakukan.” Seperti seorang gadis mengatakan ini, “Hidup adalah panggilan.” Bagi Anda saya mengutip dua pertanyaan Kristus yang luar biasa:

“Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?” (Markus 8:36-37).

“Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang” (Yesaya 40:6).

Oleh sebab itu kita harus menyerukan dan mengkhotbahkan secara terus menerus tentang singkatnya hidup ini!

II. Kedua, kita harus menyerukan pekerjaan Roh Allah yang mengeringkan.

Mari membaca ayat tujuh dengan lantang.

“Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput” (Yesaya 40:7).

Dr. Gill berkata,

Pada konversi Roh Tuhan menerbangkan atau meledakan semua kebaikan seseorang... dan ini menyebabkan kebaikan orang-orang itu menjadi layu; Roh Allah menunjukkan kepada [mereka] bahwa kesucian mereka tidak benar-benar suci; bahwa mereka hanya kelihatannya saja memiliki kebenaran... di hadapan manusia; dan agama dan kebaikan mereka hanyalah bersifat lahiriah; dan perbuatan baik mereka tidak cukup untuk membenarkan dan menyelematkan, dan membawa [mereka] ke surga; sehingga mereka berangsur hilang dan mati dalam kesombongan diri [sendiri], yang [ketika mereka bertobat] mereka sadar bahwa mereka terhilang dan kotor (Gill, ibid., hal. 223).

Inilah apa yang Spurgeon sebut “Pekerjaan Roh yang Mengeringkan” (C. H. Spurgeon, The Metropolitan Tabernacle Pulpit, Pilgrim Publications, 1971 reprint, volume XVII, hal. 373-384). Seperti yang pernah dilakukan oleh pendahulunya, yaitu Dr. Gill, Spurgeon berkata bahwa Yesaya 40:7 berbicara tentang Roh Kudus yang mengeringkan atau melayukan Anda, sehingga jiwa Anda menjadi kering dan melihat tidak adanya pengharapan, dosa dan tanpa pengharapan tanpa Juruselamat.

“Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput” (Yesaya 40:7).

Spurgeon berkata,

Roh Allah, seperti angin, harus berhembus di atas ladang jiwa-jiwa Anda, dan [menyebabkan] keindahan Anda nampak seperti bunga layu. Dia harus menginsafkan [Anda] akan dosa… agar [Anda] melihat natur [Anda] yang telah jatuh itu telah rusak (Spurgeon, ibid., hal. 375).

Itu adalah pekerjaan Roh Kudus yang mengeringkan! Itu adalah pekerjaan Roh Allah, yang mengeringkan pengharapan-pengharapan palsu Anda, menunjukkan Anda kematian dan kerusakan yang mengerikan dari natur yang Anda miliki, mengeringkan semua pengharapan dari pikiran Anda, dan membuat Anda melihat satu-satunya pengharapan riil Anda yang ada di dalam Kristus, yang menjadi korban penebusan bagi Anda.

Ketika Roh Kudus “mengeringkan” jiwa Anda, Anda akan melihat bahwa apa yang Anda sebut “kebaikan” tidak lain selain kain kotor. Anda akan melihat bahwa semua hal-hal religius yang Anda lakukan hanyalah kemunafikan; bahwa tak satu pun dari hal-hal “baik” yang Anda lakukan yang dapat membuat Anda diterima di hadapan Allah; bahwa kepercayaan Anda hanyalah persetujuan mental Anda terhadap ayat-ayat Alkitab; bahwa tak satu pun hal-hal ini yang dapat membenarkan Anda dalam pemandangan Allah; bahwa semua yang telah Anda lakukan, dan coba lakukan, tidak dapat menyelamatkan Anda dari api penghakiman pada hari murka Allah!

Hal-hal ini akan menjadi jelas bagi Anda ketika Anda melalui pekerjaan Roh Kudus yang mengeringkan. Seorang gadis berkata, “Saya merasa sangat jijik dengan diri saya sendiri.” Tidak lama kemudian ia bertobat. Seorang gadis yang lain berkata, “Saya tidak menyukai diri saya sendiri.” Ia tidak memperoleh tempat. Dr. Cagan dan saya membimbing dia sehingga ia merasa lebih “tidak menyukai”dirinya sendiri. Seperti gadis yang telah bertobat itu, ia harus merasa “jijik.” Kecuali ia merasakan, sampai kedalaman hatinya, bahwa ia benar-benar jijik dengan dirinya sendiri, ia tidak akan mengalami kekeringan dan kekacauan batin yang sangat umum terjadi pada orang yang benar-benar bertobat.

Kata “layu” ini sangatlah penting. Anda harus tahu apa artinya itu jika Anda ingin memahami apa yang sedang mulai terjadi pada beberapa dari Anda. Kata yang diterjemahkan “kering” dalam Yesaya 40:7 berasal dari kata Ibrani yang berarti, “dipermalukan… kering (seperti air) atau layu (seperti dedaunan)… dipermalukan… terkutuk… layu” (Strong’s Concordance #3001).

“Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput” (Yesaya 40:7).

Itulah yang harus terjadi di dalam hati Anda. Roh Allah harus mengeringkan atau melayukan pengharapan-pengharapan palsu Anda dan kepercayaan diri yang Anda miliki di dalam diri Anda sendiri. Roh Allah harus melayukan, mengeringkan kepercayaan Anda pada diri sendiri, sampai hati Anda layu seperti bunga yang akan segera mati – sampai Anda merasa “terkutuk,” bingung, tidak punya pegangan, dan “dipermalukan” karena natur Anda yang telah rusak. Seperti gadis yang berkata sebelum ia bertobat, “Saya merasa begitu jijik dengan diri saya sendiri.” Itu adalah pekerjaan Roh Kudus yang mengeringkan, bukan bahwa ia “tidak menyukai” dirinya sendiri, tetapi bahkan ia “jijik” dengan dirinya sendiri. Itu adalah apa yang terjadi dalam kebangunan rohani yang sejati, dalam keinsafan yang sejati.

“Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya…” (Yesaya 40:7).

Iain H. Murray berkata,

Berususan dengan hari nurani harus didahulukan, ‘supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah’ (Roma 3:19). Ini benar, kesimpulan dari J. H. Thornwell harus mengikuti, “Metode khotbah yang paling sukses adalah yang berusaha menginsafkan dosa secara menyeluruh dan radikal’ (Iain H. Murray, The Old Evangelicalism: Old Truths for a New Awakening, The Banner of Truth Trust, 2005, hal. 7).

“Apakah yang harus kuserukan?” Apa yang harus saya khotbahkan? Saya harus berkhotbah tentang singkatnya kehidupan. Saya harus berkhotbah tentang pekerjaan Roh Kudus yang mengeringkan. Itu adalah pekerjaan seoerang penginjil! Itu adalah pekerjaan seorang pengkhotbah! Namun ada satu poin lagi, yang saya hanya dapat sentuh secara singkat saja.

III. Ketiga, kita harus menyerukan Injil Kristus.

Mari kita berdiri dan membaca ayat terakhir dari teks kita, Yesaya 40:8.

“Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya” (Yesaya 40:8).

Anda dipersilahkan duduk kembali.

Rasul Petrus mengutip ayat itu. Ia berkata,

“Tetapi firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya. Inilah firman yang disampaikan Injil kepada kamu” (I Petrus 1:25).

Firman Allah yang kekal, Kitab Suci yang diinspirasikan oleh Allah, mengarahkan orang berdosa yang telah layu, oleh Injil – kepada Tuhan kita Yesus Kristus. Yesus mati demi membayar penghukuman atas dosa Anda. Ia bangkit dari anatra orang mati untuk memberikan hidup kepada Anda. Darah-Nya dapat menyucikan setiap dosa Anda!

Ketika Anda jijik dengan diri Anda sendiri, kemudian kami harus mengarahkan Anda kepada sang Juruselamat! Kemudian Anda mungkin bertobat. Kemudian Anda diangkat-Nya dan dikeluarkan dari dosa Anda kepada Dia. Ketika itu terjadi, Yesus akan berkata kepada Anda,

“Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya”
       (Yohanes 10:28).

Berpalinglah kepada Yesus! Anda akan diselamatkan oleh Dia untuk selama-lamanya dan selama-lamanya. Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on “Khotbah Indonesia.”

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: I Petrus 1:18-25.
Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Come, Holy Spirit, Heavenly Dove” (by Dr. Isaac Watts, 1674-1748;
to the tune of “O Set Ye Open Unto Me”).


GARIS BESAR KHOTBAH

PEKERJAAN ROH YANG MENGERINGKAN

(THE WITHERING WORK OF THE SPIRIT)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Ada suara yang berkata: "Berserulah!" Jawabku: "Apakah yang harus kuserukan?" "Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya” (Yesaya 40:6-8).

(Yesaya 40:5; 58:1; Yohanes 1:23; II Timotius 4:2-3;
Yohanes 7:28, 37; Kisah Rasul 2:14; 3:6)

I.   Pertama, kita harus menyerukan kehidupan yang singkat ini,
Yesaya 40:6; Yakobus 1:10-11; Yohanes 3:3; Markus 8:36-37.

II.  Kedua, kita harus menyerukan pekerjaan Roh Allah yang
mengeringkan, Yesaya 40:7; Roma 3:19.

III. Ketiga, kita harus menyerukan Injil Kristus, Yesaya 40:8;
I Petrus 1:25; Yohanes 10:28.