Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




BARABAS

(BARABBAS)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Kebaktian Minggu Malam, 21 Pebruari 2010

“Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan” (Matius 27:26).


Alkitab memberitahu kita bahwa sudah menjadi kebiasaan wali negeri Romawi Pontius Pilatus untuk melepaskan seorang tahanan pada Hari Raya Paskah. Hal ini dilakukan oleh Pilatus untuk menyenangkan orang-orang Yahudi. Tidak ada catatan tentang kebiasaan ini yang dapat ditemukan di luar empat Injil. Hal ini dapat dijelaskan dengan mudah. Matius 27:15 menjelaskan kepada kita, “Telah menjadi kebiasaan bagi wali negeri untuk membebaskan satu orang hukuman pada tiap-tiap hari raya itu atas pilihan orang banyak.” Markus 15:8 mengatakan bahwa pembebasan seorang hukuman adalah sesuatu yang Pilatus pernah lakukan bagi mereka – ini adalah apa yang Pilatus telah biasa lakukan. Yohanes 18:39 menjelaskan kepada kita bahwa Pilatus berkata, “Tetapi pada kamu ada kebiasaan, bahwa pada Paskah aku membebaskan seorang bagimu.” Tidak ada kontradiksi di sini, seperti yang beberapa kritikus Alkitab kira. Yang disebut “kesulitan-kesulitan” seperti ini hampir selalu cukup mudah untuk menjawabnya. Adalah kebiasaan Pilatus untuk melepaskan seorang hukuman. Itu juga merupakan kebiasaan di kalangan orang-orang Yahudi untuk menerima satu orang hukuman dibebaskan dari Pilatus pada waktu Paskah. Semua dari tiga perikop ini memberitahu kita bahwa pembebasan orang hukuman ini adalah sesuatu yang Pilatus pernah lakukan. Kemungkinan tidak ada wali negeri Romawi lainnya yang pernah melakukan hal itu - sehingga tidak ada catatan bahwa ini dilakukan oleh semua wali negeri yang lain. Namun sangat tidak mungkin bila Injil akan mencatat sesuatu yang tidak pernah terjadi, sejak awal pembaca Injil tentu tahu apakah Pilatus pernah melakukan itu atau tidak. Mereka adalah para saksi mata, atau mendengar tentang hal ini dari para saksi mata. Dengan demikian, tidak ada kemungkinan bahwa pembebasan Barabas adalah cerita fiksi.

Saya meninggalkan masalah “kritik” Alkitab ini bagi mereka yang mendapatkan gaji mereka “selain untuk mengatakan atau mendengar segala sesuatu yang baru” (Kis 17:21). Tujuan saya adalah untuk memberitakan apa yang Allah telah nyatakan dalam “Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus” (II Timotius 3:15).

Fakta-fakta dari peristiwa ini cukup sederhana. Yesus telah diseret pergi dari tempatnya Ia berdoa di Taman Getsemani. Dia telah menghadapi “pengadilan” di hadapan para imam dan Sanhedrin, pengadilan Yahudi. Mereka telah menyesah Dia, dan telah meludahi wajah-Nya (Matius 26:67). Mereka tidak memiliki kewenangan untuk melaksanakan hukuman atas Dia, sehingga mereka membawa-Nya “dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu” (Matius 27:2). Pilatus memiliki banyak mata-mata yang selalu memberi laporan kepadanya tentang semua hal penting yang terjadi di Yerusalem. Sebelum Pilatus memeriksa Dia, ia tahu bahwa Yesus tidak bersalah dengan berencana melakukan pemberontakan melawan Roma, atau melanggar hukum lainnya. Itulah sebabnya Pilatus berulang kali menyebut Yesus sebagai “orang ini” (Matius 27:24), mengatakan bahwa ia “telah memeriksa-Nya, dan dari kesalahan-kesalahan yang kamu tuduhkan kepada-Nya tidak ada yang kudapati pada-Nya” (Lukas 23:14), dan “Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya Aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya” (Yohanes 18:38).

Sudah lama saya berpikir bahwa Pilatus bukanlah orang baik. Dia tahu benar bahwa Yesus telah memasuki kota Yerusalem diikuti oleh orang banyak sambil meneriakkan “Hosana bagi Anak Daud” hanya beberapa hari sebelumnya. Pilatus seharusnya takut akan munculnya pemberontakan dari para pengikut Yesus. Selain itu, wali negeri itu tahu bahwa karena “iri hati” imam-imam kepala dan tua-tua membawa Yesus kepada-Nya (Markus 15:10). Pilatus berpikir, jika ia menawarkan pilihan melepaskan Yesus atau Barabas, mereka pasti memilih Yesus. Barabas bersalah karena dia adalah seorang pembunuh dan melakukan aktivitas revolusi (Markus 15:7; Lukas 23:25). Barabas adalah juga seorang perampok (Yohanes 18:40). Pilatus tampaknya berpikir bahwa mereka akan meminta Yesus untuk dibebaskan, dari pada seorang “tahanan yang terkenal” sebagai perampok dan pembunuh ini (Matius 27:16). Tapi tidak! Ketika Pilatus berkata, “Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus, yang disebut Kristus?" Mereka semua berseru: "Ia harus disalibkan!” (Matius 27:22).

“Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan” (Matius 27:26)

.

Dari ayat ini kita belajar dua pelajaran utama.

I. Pertama, pilihan mereka terhadap Barabas dari pada Yesus menunjukkan kebutaan hati mereka yang belum mengalami pertobatan.

“Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan” (Matius 27:26).

Orang-orang ini menginginkan Barabas, bukan Yesus. Dan pilihan mereka terhadap Barabas menunjukkan kebutaan dan dosa hati mereka. Dalam khotbah Petrus yang kedua, setelah Pentakosta, ia berkata,

“Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu”
       (Kisah Rasul 3:14).

Yesus berkata,

“Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat” (Yohanes 3:19).

Orang yang belum bertobat bukan hanya menolak Yesus, namun mereka juga menolak orang-orang yang mengikut Dia. Yesus berkata,

“Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu” (Yohanes 15:19).

Pelajaran apa yang kita miliki dalam penolakan mereka terhadap Yesus dan pilihan mereka terhadap Barabas! “Dunia” atau orang-orang yang masih terhilang itu memilih Che Guevara - seorang pembunuh dan seorang ateis - bukan Yesus. Banyak anak muda mengenakan T-shirt dengan wajah pembunuh massal ini pada T-shirt mereka! Universitas-universitas Negeri di California memiliki hari libur bagi orang yang tidak layak ini, yang telah melakukan sedikit hal penting, yang bernama Cesar Chavez, tetapi mereka tidak punya hari libur bagi Abraham Lincoln, presiden kami yang saleh yang terbunuh menjadi martir, yang menyelamatkan Persatuan dan membebaskan para budak! Mereka membungkuk kepada penyembah berhala seperti Dalai Lama, tapi mereka mengejek dan mengolok-olok seorang wanita yang baik seperti Sarah Palin! Mereka memuji kebaikan Charles Darwin, tetapi sampai hari ini mereka membuka mulut besar mereka, memaki dan memfitnah William Jennings Bryan! Mereka memuji aktor Hollywood yang membantu Haiti, tetapi mereka menempatkan banyak orang Baptis dalam penjara karena mencoba membantu beberapa anak yatim di sana! Jangan pernah lupa bahwa Yesus berkata,

“Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu” (Yohanes 15:19).

“Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat” (Yohanes 3:19).

Dan bukankah itu adalah alasan dari beberapa dari Anda yang belum pernah diubahkan atau dipertobatkan? Bukankah Rasul ini benar ketika dia berkata,

“Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah” (Yakobus 4:4)?

“Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan” (Matius 27:26).

Dr. John R. Rice berkata,

Jika kita seperti Kristus dan dipanggil “keluar dari dunia” maka dunia akan tidak menyukai kita (John R. Rice, D.D., The Son of God: A Commentary on the Gospel According to John, Sword of the Lord Publishers, 1976 edition, hal. 308).

Bukankah ini benar berhubungan dengan Anda, bahwa Anda ingin orang-orang “duniawi” “menyukai” Anda? Bukankah ini adalah dosa yang senantiasa menarik Anda kembali - yang membuat keinginan hati Anda untuk menerima Barabas dari pada Yesus - yang membuat Anda tetap dalam cengkeraman setan?

“Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah” (Yakobus 4:4)?

yang mana, seperti Dr. Gill berkata,

… menyenangkan dalam perusahaan dan percakapan dengan orang-orang dunia, dan cocok dengan, dan tunduk dengan, sikap dan kebiasaan berdosa dari dunia ini, begitu banyak deklarasi perang terhadap Allah, dan tindakan permusuhan [melawan] Dia; dan mempertunjukkan permusuhan pikiran terhadap dia, dan sangat tidak menyenangkan bersama Dia (John Gill, D.D., An Exposition of the New Testament, The Baptist Standard Bearer, 1989 reprint, volume III, hal. 515; catatan atas Yakobus 4:4).

Bukankah persahabatan Anda dengan beberapa “Barabas” adalah yang menghalangi Anda untuk datang kepada Yesus? Tinggalkan Barabas! Singkirkan dia, dan semua yang menyukai dia dalam penghinaan mereka terhadap Kristus! Mari keluar dari antara mereka dan datang kepada Juruselamat! Tinggalkan dunia dan hempaskan diri Anda sendiri pada Kristus sebelum terlambat untuk selama-lamanya! Datanglah kepada Kristus – dan datanglah ke gereja! Tinggalkan “Barabas” dan teman-temannya di belakang Anda.

II. Kedua, substitusi Yesus di tempat Barabas menggambarkan penggantian penebusan dari Juruselamat yang mengambil tempat orang-orang berdosa untuk menerima hukuman.

“Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan” (Matius 27:26).

Kata “penggantian” berarti “mengambil tempat orang lain, sesuatu yang dialami atau diderita oleh seseorang menggantikan tempat orang lain” (Webster's Dictionary, Collins World, 1978). Itulah yang Yesus lakukan untuk menyelamatkan orang berdosa. Dia mengambil tempat orang berdosa, dan menanggung hukuman mereka!

“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita” (Yesaya 53:5).

Dari waktu ke waktu kita mendengar orang berdebat tentang siapa yang bertanggung jawab atas penyaliban Yesus. Apakah orang-orang Yahudi yang membenci-Nya dan meminta kepada Pilatus untuk menyalibkan-Nya? Atau apakah itu orang-orang Romawi, yang telah melaksanakan eksekusi terhadap Dia? Ada yang mengatakan bahwa benih-benih anti-Semitisme ada dalam keempat Injil itu sendiri. Yah, saya tidak berpikir begitu. Ijinkan saya menjelaskan kepada Anda apa sebabnya. Saya telah diajarkan oleh ibu saya dari sejak masa kanak-kanak bahwa anti-Semitisme itu adalah dosa. Jadi, ketika saya membaca Injil, saya melihat bahwa ada dua kelompok orang Yahudi - orang-orang yang mengasihi Yesus, dan orang-orang yang membenci-Nya. Kemudian saya menemukan bahwa ada kelompok lain (kaum Eseni) yang netral, karena mereka tidak ada urusan atau tidak bersentuhan dengan Yesus. Namun saya telah menemukan bahwa ada orang yang lain lagi, yang diajar dari sejak usia dini untuk membenci orang Yahudi, menganggap Injil adalah anti-Semitik. Jadi, saya menemukan, orang-orang membaca dalam Injil apa yang mereka sudah pikir.

Sebenarnya Injil, dan seluruh Perjanjian Baru, mengajarkan bahwa yang bersalah atas kematian Yesus tidak secara eksklusif dijatuhkan baik pada orang Yahudi atau pun Romawi. Ketika Yesaya berkata, “Dia tertikam oleh karena pemberontakan kita” (Yesaya 53:5) kami percaya bahwa kata “kita” di sini merujuk kepada seluruh umat manusia,

“Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia”
     
 (I Yohanes 2:2).

Perjanjian Baru mengajarkan bahwa Yesus dengan sukarela pergi ke kayu salib untuk menebus dosa seluruh umat manusia. Tidak peduli bagaimana orang mencoba untuk memutar-balikan pesan ini, dan menyalahkan orang-orang Yahudi atau Romawi, argumen mereka tidak dapat bertahan bila Anda membaca Perjanjian Baru dengan pikiran obyektif. Bukan, bukan orang Yahudi atau orang Romawi yang mengirim Yesus ke kayu Salib. Allah yang telah mengirim Dia ke sana untuk membayar dosa-dosa kita dengan kematian-Nya menggantikan posisi kita - Juruselamat melakukan pembayaran dosa dengan mengambil tempat orang-orang berdosa dan menerima hukuman! “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal...” (Yohanes 3:16).

Sebenarnya catatan tentang Barabas ini dapat digunakan untuk menggambarkan penggantian penebusan, penderitaan Yesus menggantikan kita dengan mengambil tempat orang-orang berdosa. Dalam komentarnya tentang orang-orang Romawi, Dr Donald Grey Barnhouse berbicara tentang Barabas yang ada dalam penjara, menunggu waktu penyalibannya. Tiba-tiba dia mendengar suara-suara teriakan penuh kemarahan “Salibkan Dia! Salibkan Dia!” Seorang sipir penjara membuka pintu selnya. Barabas berpikir bahwa waktu penyalibannya telah datang. Namun sebaliknya, sipir itu mengatakan kepadanya bahwa ia dibebaskan. Barabas pasti berpikir, “Kristus telah mengambil tempatku di salib itu!”

“Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan” (Matius 27:26).

Pada kenyataannya, kita mempunyai alasan untuk berpikir bahwa salib di tengah itu dipersiapkan untuk Barabas. Banyak sarjana percaya bahwa kedua penjahat, yang disalibkan di kedua sisi itu, adalah satu kelompok dengan Barabas, dan bahwa ia adalah pemimpin mereka. Tiga dari mereka ini yang telah diputuskan untuk dibawa ke eksekusi penyaliban pagi itu - namun Yesus mengambil tempat Barabas, yaitu salib yang di tengah itu. Chuck Missler memberikan garis besar khotbah seperti berikut ini:

Injil Menurut Barabas

Chuck Missler

Substitusi dari Barabas atas Yesus di hadapan Pilatus pada hari naas itu memiliki implikasi-implikasi penting bagi setiap kita. (Barabas dalam bahasa Ibrani berarti “anak laki-laki dari seorang ayah”). Hal ini mengiluminasi untuk menguji kontras antara kedua terdakwa ini lebih dekat:

1)  Barabas adalah orang yang tepat untuk menerima ponis hukuman menurut undang-undang.

2)  Barabas tahu bahwa Pribadi yang berada di salib yang seharusnya menjadi tempatnya itu tidak bersalah.

3)  Barabas tahu bahwa Yesus Kristus pengganti/ subsitusi yang benar bagi dia.

4)  Barabas tahu bahwa ia tidak melakukan apapun untuk memperoleh kebebasannya sementara orang lain menggantikan tempatnya.

5)  Barabas tahu bahwa kematian Kristus adalah korban penebusan sempurna bagi dia.

Barabas dan Yesus bertukar tempat! “Hukuman, kutuk, aib, dan penderitaan si pembunuh itu ditransfer kepada Yesus yang adalah orang benar; sementara kebebasan, ketidak-bersalahan, keselamatan, dan kesejahteraan dari Nazaret ini dilimpahkah kepada si pembunuh itu.

“Barabas terinstal dalam semua kebenaran dan hak-hak istimewa Yesus Kristus, sementara Yesus memasuki semua kehinaan dan kengerian yang seharusnya dialami oleh pemberontak itu.”

“Keduanya saling bertukar situasi satu sama lain dan apa yang mereka miliki: Kesalahan dan salib ditimpakan kepada Pribadi itu [Yesus], sementara semua hak sipil dan kekebalan hukum diberikan kepada pribadi kedua yang justru pihak yang bermasalah itu.” (John W. Lawrence, The Six Trials of Jesus, Kregel Publishing Co., Grand Rapids, MI 1996, p.181; http://idolphin.org/barabbas.html).

“Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan” (Matius 27:26).

Hanya satu hal yang salah dengan garis besar Chuck Missler - tidak ada bukti dalam Alkitab atau tradisi bahwa Barabas menjadi orang Kristen! Bahkan ada bukti Alkitabiah bahwa ia tidak bertobat. Lebih dari lima puluh hari setelah Kristus disalibkan, Petrus berkata kepada orang banyak di Yerusalem,

“Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu
       (Kisah Rasul 3:14).

Petrus tidak akan menyebut Barabas sebagai “pembunuh” jika ia telah bertobat. Ini bukan praktik yang biasa dilakukan oleh gereja mula-mula dengan menyebut dosa seseorang setelah ia menjadi orang Kristen. Jika Barabas telah bertobat ia akan menjadi orang penting dalam gereja di Yerusalem. Petrus tidak akan menyebutnya sebagai pembunuh lagi seperti kepada Paulus - yang dulunya juga adalah seorang pembunuh sebelum pertobatannya. Tidak, Barabas dibebaskan secara fisik oleh Yesus yang mati mengambil tempatnya, tapi ia tidak bertobat.

Saya takut bila garis besar Mr Missler ini bisa menyesatkan orang. Pada setiap poin dari empat poin terakhir, ia mengatakan “Barabas tahu” - seolah-olah “mengetahui” fakta-fakta Injil yang membawa kepada keselamatan!

Tetapi Alkitab tidak mengajarkan bahwa keselamatan datang melalui pengetahuan atau percaya fakta-fakta Injil! Gagasan bahwa Anda bisa diselamatkan dengan memberikan persetujuan pada fakta-fakta ini adalah kesalahan yang disebut “Sandemanianisme,” karena pencetusnya adalah Robert Sandeman. Dr Martyn Lloyd-Jones mengatakan bahwa Sandemanianisme adalah “salah satu masalah utama yang kita hadapi pada saat ini” (D. Martyn Lloyd-Jones, M.D., “Sandemanianism,” The Puritans: Their Origins and Successors, The Banner of Truth Trust, 1996 reprint, p. 177). (D. Martyn Lloyd-Jones, M.D., “Sandemanianism,” The Puritans: Their Origins and Successors, The Banner of Truth Trust, 1996 reprint, hal. 177). Sandemanianisme mengajarkan bahwa Anda diselamatkan dengan percaya pada ayat-ayat Alkitab - gagasan itu mengatakan bahwa, jika Anda secara mental menerima ayat-ayat Alkitab tentang keselamatan, Anda akan diselamatkan! Para Sandemanians dari abad ke-18 itu sangat Calvinis, tetapi mereka membenci khotbah Whitefield. Whitefield juga seorang Calvinis, tetapi ia berkhotbah bahwa orang berdosa harus merasakan dosa mereka. Itulah apa yang Katekismus Westminster ajarkan - buku yang paling terkenal berhubungan dengan doktrin Calvinis. Jadi Whitefield benar menurut Katekismus itu ketika ia menyampaikan khotbahnya bahwa orang yang belum bertobat harus mengalami konviksi atas dosanya. Sebelum mereka dapat dikonversi atau dipertobatkan, mereka harus merasakan dosa mereka - dan mereka harus tertekan karenanya dan, biasanya, mereka harus menangisi dosa mereka sebelum mereka dapat mengambil bagian dalam berkat substitusi Kristus! (Lihat Pertanyaan LXXXVII, The Shorter Catechism Explained From Scripture, oleh Thomas Vincent, The Banner of Truth Trust, 1998 reprint, hal. 227-229).

Ya, Barabas tahu bahwa Kristus telah mati di tempatnya - tapi karena ia tidak pernah diinsafkan atau dikonviksi dari dosa, ia tidak pernah bertobat. Saya telah berbicara dengan ratusan orang yang telah memahami doktrin substitusi - tetapi orang-orang itu belum bertobat! Orang ini, Barabas tahu bahwa Kristus telah mati di tempatnya. Sayang sekali ia memilih untuk pergi ke neraka! Mengetahui pengajaran bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita tidak pernah menyelamatkan siapa pun! Anda harus diinsafkan dari dosa, merasakan sungguh-sungguh kesedihan dan kepedihan karena kebejatan hati Anda, dan dosa-dosa dalam hidup Anda! Anda harus mencari perlindungan dari murka Allah, dan penyucian, melalui percaya Kristus saja, bukan ayat Alkitab!

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca Dr Hymers 'khotbah setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on “Khotbah Indonesia.”

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr Kreighton L. Chan: Matius 27:15-26.
Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr Benjamin Kincaid Griffith:
“Charged with the Complicated Load”
(by Charles Wesley, 1762; and Augustus Toplady, 1776).


GARIS BESAR KHOTBAH

BARABAS

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Lalu ia membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya lalu diserahkannya untuk disalibkan” (Matius 27:26).

(Matius 27:15; Markus 15:8; Yohanes 18:39; Kisah Rasul 17:21; II
Timotius 3:15; Matius 26:67; 27:2, 24; Lukas 23:14; Yohanes 18:38;
Markus 15:10, 7; Lukas 23:25; Yohanes 18:40; Matius 27:16, 22)

I.   Pertama, pilihan mereka terhadap Barabas dari pada Yesus menunjukkan kebutaan hati mereka yang belum mengalami pertobatan, Kisah Rasul 3:14; Yohanes 3:19; 15:19.

II.  Kedua, substitusi Yesus di tempat Barabas menggambarkan penggantian penebusan dari Juruselamat yang mengambil tempat orang-orang berdosa untuk menerima hukuman, Yesaya 53:5;
I Yohanes 2:2; Yohanes 3:16; Kisah Rasul 3:14.