Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




LUKA-LUKA KRISTUS

(THE WOUNDS OF CHRIST)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Kebaktian Minggu Pagi, 13 Desember 2009

“Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka”
(Lukas 24:40).


Kristus dipakukan di kayu salib. Ia mati di sana dalam penderitaan dan mencurahkan Darah-Nya. Setelah Ia mati, “seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air” (Yohanes 19:34). Rasul Yohanes ada di sana di dekat Salib itu pada waktu itu. Ia melihat paku-paku yang menembus tangan dan kaki Kristus. Ia melihat ketika Yesus mati. Ia melihat ketika tentara itu menikam lambung Kristus dengan tombak. Yohanes melihat sendiri darah dan air yang mengalir dari luka tikaman di lambung-Nya itu. Yohanes berkata bahwa ia “melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian” apa yang telah terjadi itu (Yohanes 19:35). Ia melihat sendiri ketika para tentara Romawi menguburkan mayat Yesus di “suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang” (Yohanes 19:41).

Pada pagi-pagi benar Maria Magdalena berlari dan memberitahukan kepada Petrus dan Yohanes bahwa batu besar yang menutupi kubur Yesus telah “diambil dari kubur” (Yohanes 20:1). Petrus dan Yohanes berlari menuju kubur kosong itu. Yohanes sampai di sana lebih dulu. Ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan “melihat kain kapan [yang membungkus mayat Yesus yang penuh luka] terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam” (Yohanes 20:5). Petrus juga menyusul Yohanes “dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung” (Yohanes 20:6-7). Kemudian Yohanes mengikuti Petrus masuk ke dalam kubur itu dan melihat kain kapan dan kubur yang kosong itu. Mereka bingung, “Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati” (Yohanes 20:9). Ini semua terjadi pada pagi-pagi benar Minggu itu.

Kemudian “pada hari yang sama” para Murid berkumpul di suatu ruangan “karena takut” akan para pemimpin Yahudi yang telah menuntut penyaliban Yesus (Yohanes 20:19). Tiba-tiba Yesus ada di sana, Yesus yang telah bangkit dari antara orang mati! Ia berkata kepada mereka, “Damai sejahtera bagi kamu” (Yohanes 20:19).

“Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka” (Lukas 24:37-40).

“Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka”
       (Lukas 24:40).

Luka-luka bekas paku pada tangan dan kaki-Nya ada di sana dan Ia menunjukkannya kepada mereka dalam tubuh kebangkitan-Nya. Mereka dapat melihat luka bekas tikaman di lambung-Nya, luka besar bekas tikaman tombak prajurit itu. Yesus berkata kepada Tomas,

“Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah”
       (Yohanes 20:27).

“Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka”
      (Lukas 24:40).

Kristus dapat dengan mudah menghapus luka-luka itu dari tubuh-Nya. Ia dapat menghapus semua tanda-tanda penderitaan-Nya ketika Ia bangkit dari antara orang mati. Namun Ia tidak melakukannya. Sebaliknya, Ia biarkan luka-luka bekas paku di tangan dan kaki-Nya, dan bekas tikaman tombak di lambung-Nya tetap ada di sana. Apakah alasan untuk melakukan ini? Mengapa Ia menunjukkan luka-luka-Nya kepada mereka? Saya akan memberikan tiga alasan mengapa,

“Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka”
       (Lukas 24:40).

I. Pertama, Yesus menunjukkan luka-luka-Nya kepada mereka agar kita tahu bahwa Ia adalah pribadi yang sama yang telah disalibkan di kayu Salib.

Bidat gnostik berkata bahwa Yesus tidak benar-benar mati di kayu Salib. Qur’an orang Muslim berkata bahwa Yesus tidak mati di kayu Salib. Ada banyak orang hari ini yang tidak percaya bahwa Allah membiarkan Anak-Nya mati dengan cara yang sangat mengerikan itu. Yesus tahu bahwa akan ada orang-orang yang tidak percaya berhubungan dengan penyaliban-Nya. Itulah alasan pertama mengapa,

“Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka”
       (Lukas 24:40).

Yesus ingin setiap orang tahu bahwa Ia sungguh-sungguh telah menderita dan mati di kayu Salib. Jadi, Ia membiarkan para Murid melihat luka-luka-Nya itu, dan bahkan menyentuhnya. Rasul Yohanes, yang adalah saksi mata, berbicara tentang “yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba” (I Yohanes 1:1). Dr. Watts berkata,

Dengan duri menusuk dan melukai kepala-Nya
   Mengalir darah dari setiap luka itu;
Punggung-Nya yang penuh dengan luka cambukan,
   Namun cambuk yang lebih tajam menusuk jantung-Nya.
(“When I Survey the Wondrous Cross” by Isaac Watts, D.D., 1674-1748).

Salib-Mu, salib-Mu,
   Yang ku muliakan,
Hingga dalam surga k’lak
   Ada perhentian.
(“Near the Cross” by Fanny J. Crosby, 1820-1915/
   Terjemahan Nyanyian Pujian No. 235).

“Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka”
       (Lukas 24:40).

II. Kedua, Yesus menunjukkan luka-luka-Nya kepada mereka agar kita tahu bahwa Ia sedang menderita menanggung dosa-dosa kita.

Yohanes Pembaptis sebelumnya berkata,

“Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia”
       (Yohanes 1:29).

Namun ia tidak menyatakan dengan jelas bagaimana Yesus akan menghapus dosa-dosa kita. Itu belum jelas sebelum Yesus bangkit dari antara orang mati sehingga para Murid mengerti bahwa Yesus,

“…sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib” (I Petrus 2:24).

Itu menjadi jelas setelah mereka melihat bekas paku pada tangan dan kaki-Nya sehingga mereka tahu,

“Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah” (I Petrus 3:18).

Itu adalah alasan kedua mengapa,

“Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka”
       (Lukas 24:40).

Ia ingin kita tahu dengan yakin bahwa Ia menderita dan mati di kayu Salib untuk membayar penghukuman dosa kita, agar kita dapat diselamatkan dari dosa dan Neraka. Ia ingin kita melihat bekas paku pada tangan dan kaki-Nya agar kita tahu murka Allah telah dijatuhkan atas Dia di kayu Salib, agar kita tahu

“…penebusan dalam Kristus Yesus. 25Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya” (Roma 3:24-25).

Itulah sebabnya mengapa,

“Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka”
       (Lukas 24:40).

Nyanyikan lagu Dr. Watts ini!

Dengan duri menusuk dan melukai kepala-Nya
   Mengalir darah dari setiap luka itu;
Punggung-Nya yang penuh dengan luka cambukan,
   Namun cambuk yang lebih tajam menusuk jantung-Nya.

“Pada Kaki Salib-Mu.” Nyanyikan lagu ini!

Salib-Mu, salib-Mu,
   Yang ku muliakan,
Hingga dalam surga k’lak
   Ada perhentian.

“Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka”
       (Lukas 24:40).

III. Ketiga, Yesus menunjukkan luka-luka-Nya kepada mereka agar kita tahu bahwa Ia adalah Juruselamat sepanjang masa.

Kristus membawa bersama Dia luka-luka dan darah-Nya ke Sorga untuk menyediakan penebusan kekal bagi kita.

“Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, --artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, -- dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal”
       (Ibrani 9:11-12).

“Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita” (Ibrani 9:24).

Duduk di sebelah kanan Allah di Sorga, luka-luka Yesus selalu dan selamanya mengingatkan Allah dan para malaikat bahwa,

“Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia”
       (I Yohanes 2:2).

Namun banyak orang di dunia hari ini menolak Yesus. Banyak orang ingin diselamatkan melalui usaha perbuatan mereka sendiri dan melalui kepercayaan-kepercayaan agama mereka sendiri. Sehingga mereka menolak Yesus, yang Allah tetapkan untuk keselamatan. Bukan saya yang mengatakan ini. Yesus sendiri yang mengatakan ini,

“Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6).

Yesus adalah satu-satunya jalan kepada Allah karena Ia adalah satu-satunya yang telah menderita dan mati untuk membayar dosa-dosa kita. Tidak ada pemimpin agama lain yang telah melakukan itu – entah Konfusius, Budha, Mohamad, Joseph Smith, atau pun yang lainnya! Hanya Yesus Kristus yang dapat dikatakan,

“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” (Yesaya 53:5).

Hanya Yesus yang dapat dikatakan,

“Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa” (I Timotius 1:15).

Hanya Yesus yang dapat dikatakan,

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah”
       (Roma 5:8-9).

Itulah sebabnya mengapa,

“Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka”
       (Lukas 24:40).

Nyanyikan kembali lagu Dr. Watts ini!

Dengan duri menusuk dan melukai kepala-Nya
   Mengalir darah dari setiap luka itu;
Punggung-Nya yang penuh dengan luka cambukan,
   Namun cambuk yang lebih tajam menusuk jantung-Nya.

“Pada Kaki Salib-Mu.” Nyanyikan lagu ini kembali!

Salib-Mu, salib-Mu,
   Yang ku muliakan,
Hingga dalam surga k’lak
   Ada perhentian

Bahkan ketika Yesus datang kembali, Ia masih akan membawa tanda-tanda penyaliban itu di tangan dan kaki-Nya. Kristus berkata, melalui nabi Zakharia,

“Dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia” (Zakharia 12:10).

Orang-orang yang tidak mau berbalik kepada Kristus semasa hidup mereka, akan meratap dalam kesengsaraan selama-lamanya di Neraka. Spurgeon yang agung berkata, “Orang yang akan membuka tangan-Nya dan menunjukkan tanggan-Nya yang terluka bekas paku itu akan bersaksi melawan Anda, bahkan melawan Anda, jika Anda mati dengan menolak Dia, dan menjadi musuh-musuh kekal Kristus dengan perbuatan-perbuatan jahat Anda” (C. H. Spurgeon, “The Wounds of Jesus,” The New Park Street Pulpit, Pilgrim Publications, volume V, hal. 237).

“Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka”
       (Lukas 24:40).

Namun lagi, Spurgeon berkata,

Orang berdosa yang miskin… Apakah Anda takut untuk datang [kepada Yesus]? Lihatlah tangan-Nya – lihatlah tangan-Nya, apakah itu tidak akan menggerakan Anda?... Lihatlah lambung-Nya, ada jalan masuk yang mudah ke dalam hati-Nya. Lambungnya terbuka. Lambung-Nya terbuka [untuk Anda]… Oh orang berdosa, apakah dengan ini Anda terbantu untuk percaya di dalam luka-luka-Nya! Luka-luka itu tidak akan gagal; luka-luka Kristus akan menyembuhkan orang yang menaruh percaya di dalam Dia (ibid., hal. 240).

“Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka”
      (Lukas 24:40).

Evangeline Booth, dari Bala Keselamatan, berkata demikian,

Bilur-bilur Kristus terbuka,
   Orang berdosa, itu adalah karena mu;
Bilur-bilur Kristus terbuka,
   Ada kelepasan di sana.
(“The Wounds of Christ” by Evangeline Booth, 1865-1950).

(END OF SERMON)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on “Khotbah Indonesia.”

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Yohanes 20:24-29.
Lagu Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“The Wounds of Christ” (by Evangeline Booth, 1865-1950).


GARIS BESAR KHOTBAH

LUKA-LUKA KRISTUS

(THE WOUNDS OF CHRIST)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka”
(Lukas 24:40).

(Yohanes 19:34, 35, 41; 20:1, 5, 6-7, 9, 19;
Lukas 24:37-40; Yohanes 20:27)

I.   Pertama, Yesus menunjukkan luka-luka-Nya kepada mereka agar kita tahu bahwa Ia adalah pribadi yang sama yang telah disalibkan di kayu Salib, I Yohanes 1:1.

II.  Kedua, Yesus menunjukkan luka-luka-Nya kepada mereka agar kita tahu bahwa Ia sedang menderita menanggung dosa-dosa kita, Yohanes 1:29; I Petrus 2:24; 3:18;
Roma 3:24-25.

III. Ketiga, Yesus menunjukkan luka-luka-Nya kepada mereka agar kita tahu bahwa Ia adalah Juruselamat sepanjang masa, Ibrani 9:11-12, 24; I Yohanes 2:2; Yohanes 14:6;
Yesaya 53:5; I Timotius 1:15; Roma 5:8-9; Zakharia 12:10.