Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




PENGAJARAN DR. LIN TENTANG DOA
DAN KEBAKTIAN DOA

(DR. LIN’S TEACHINGS ON PRAYER AND PRAYER MEETINGS)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 1 Nopember 2009

“Jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Lukas 18:8).


Kebanyakan buku tafsiran tidak menafsirkan ayat ini dengan benar. Misalnya, satu buku tafsiran yang terkenal mengatakan, “Kondisi umum di seluruh dunia akan menjadi satu dalam ketidak-percayaan.” Namun ini bukanlah apa yang Yesus sedang bicarakan dalam perikop ini. Di sini Ia tidak sedang berbicara tentang penyesatan umum pada akhir zaman, atau Ia juga tidak bertanya apakah ada orang-orang Kristen sejati ketika Ia datang kembali. Sesungguhnya, Yesus berkata sebaliknya kepada Petrus,

“Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya” (Matius 16:18).

Nyanyikan lagu “Kuasa Duniawi Timbul Tenggelam”!

Kuasa duniawi, Timbul tenggelam,
   Tapi g’reja Tuhan, Tak kan terbenam;
Alam maut tak sanggup Menjatuhkannya:
   Kristus memenuhi, Isi janji-Nya
Maju laskar Kristus, Lawan kuasa g’lap!
   Ikut Salib Yesus, sungguh dan tetap
(“Onward, Christian Soldiers” by Sabine Baring-Gould, 1834-1924/
   Terjemahan Nyanyian Pujian No. 252).

Matius 16:18 menunjukkan kepada kita bahwa, tidak peduli betapa dalam dan mengerikannya Penyesatan Besar akan terjadi, namun masih akan ada banyak orang Kristen dengan iman yang menyelamatkan ketika Ia datang kembali. Banyak orang Kristen sejati akan diangkat, khususnya di China dan berbagai belahan Dunia Ketiga lainnya, di mana ada kebangunan rohani yang benar-benar terjadi di sana hari ini.

“Maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan” (I Tesalonika 4:16-17).

Bahkan pada masa Kesusahan Besar akan ada,

“suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa” (Wahyu 7:9).

“Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba” (Wahyu 7:14).

Jadi, Alkitab membuat ini menjadi sangat jelas bahwa Yesus tidak sedang berbicara tentang tidak adanya iman yang menyelamatkan pada saat kedatangan-Nya kembali, ketika Ia berkata,

“Jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Lukas 18:8).

Gembala saya, Dr. Timothy Lin (1911-2009), memiliki pemahaman yang luar biasa akan Alkitab. Ia memperoleh Ph.D. dalam bahasa Ibrani dan Bahasa serumpunnya. Pada tahun 1950-an, di program pascasarjana Bob Jones Univesity, ia mengajar Teologi Sistematika, Teologi Biblika, Bahasa Ibrani Perjanjian Lama, Bahasa Aramik Alkitab, Bahasa Arab Klasik, dan Bahasa Peshitta Syria. Kemudian ia memimpin China Evangelical Seminary, menggantikan Dr. James Hudson Taylor III sebagai rektor sekolah tersebut.

Dr. Lin memberikan interpretasi yang benar atas ayat kita ini,

“Jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Lukas 18:8).

I. Pertama, pentingnya doa dalam iman.

Dr. Timothy Lin adalah seorang sarjana Alkitab yang luar biasa yang mengajar Bahasa Ibrani Alkitab, teologi sistematika dan mata kuliah lainnya di beberapa seminari di Amerika, dan pernah menjadi rektor China Evangelical Seminary di Taiwan. Dr. Lin adalah gembala saya selama bertahun-tahun. Dr. Lin berkata,

Kata “iman” secara luas telah digunakan di dalam Alkitab. Arti tepat dari kata ini hanya dapat didefinisikan setelah melalui pengujian yang sangat hati-hati menurut konteksnya. Teks sebelum ayat ini adalah suatu perumpamaan, menunjukkan bahwa kita harus berdoa di segala kesempatan dan tidak jemu-jemu [Lukas 18:1-8a], sementara teks selanjutnya [Lukas 18:9-14] adalah perumpamaan tentang doa orang Farisi dan pemungut cukai. Jadi, konteks dari ayat ini [Lukas 18:8] dengan jelas mengindikasikan bahwa kata “iman” di sini mengacu kepada iman di dalam doa. Dan pernyataan Tuhan kita adalah suatu ratapan karena Gereja-Nya akan kehilangan iman ketekunan berdoa menjelang kedatangan-Nya yang kedua (Timothy Lin, Ph.D., The Secret of Church Growth, First Chinese Baptist Church of Los Angeles, 1992, hal. 94-95).

Oleh sebab itu kita dapat menafsirkan ayat ini dengan berkaya,

“Jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman [bertekun dalam doa] di bumi?” (Lukas 18:8).

Dr. Lin lagi berkata,

Kebaktian-kebaktian doa dari banyak gereja hari ini benar-benar telah ditinggalkan [atau digantikan dengan pendalaman Alkitab tengah minggu, dengan hanya menaikan satu atau dua doa]. Keadaan yang sangat menyedihkan ini terjadi di sejumlah gereja yang sepenuhnya telah mengabaikan peringatan penting ini dan dalam kemanjaan kepuasan diri mereka, [seringkali] sepakat membatalkan doa bersama mereka. Ini benar-benar suatu tanda bahwa kedatangan Tuhan sudah dekat! Hari ini, banyak [anggota gereja] lebih menyembah televisi dari pada Tuhan mereka… Ini sungguh menyedihkan!... gereja-gereja di akhir zaman ini menunjukkan… kelesuan mereka yang luar biasa [tidak tertarik] dengan kebaktian doa (Timothy Lin, Ph.D., ibid., hal. 95).

Jadi Lukas 18:8 adalah tanda diabaikannya doa di kebanyakan gereja sebelum Kesusahan Besar mulai, suatu tanda pada masa kita hidup sekarang, suatu tanda diabaikannya doa, bukan tidak adanya iman yang menyelamatkan.

“Jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman [bertekun dalam doa] di bumi?” (Lukas 18:8).

Nyanyikan “Teach Me to Pray.”

Ajarkanku tuk berdoa, Tuhan, ajarkanku tuk berdoa;
   Inilah seruan hatiku, hari lepas hari;
Aku rindu mengenal kehendak dan jalan-Mu;
   Ajarkanku tuk berdoa, Tuhan, ajarkanku tuk berdoa.
(“Teach Me to Pray” by Albert S. Reitz, 1879-1966).

II. Kedua, pentingnya kebaktian doa.

Dr. Lin juga menekankan bahwa doa individu yang dilakukan sendirian tidak memiliki otoritas dan kuasa seperti doa yang dilakukan secara bersama-sama, dalam kebaktian doa. Ia berkata,

Orang-orang sering berkata bahwa tidak ada bedanya apakah Anda berdoa secara individu atau berdoa bersama, atau tidak perduli apakah Anda berdoa sendirian di rumah atau bersama dengan saudara dan saudari di gereja. Pernyataan seperti ini adalah pernyataan untuk memaafkan diri atas kemalasannya, atau penjelasan yang tidak masuk akal tentang kuasa doa! Lihatlah Tuhan kita berkata tentang aspek doa ini:

“Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” (Matius 18:19-20).

      Tuhan kita telah mengingatkan dengan tegas bahwa berkat dari otoritas ilahi ini tidak akan pernah dapat dicapai dengan usaha satu orang secara individu, namun hanya melalui usaha bersama yang dilakukan [oleh] seluruh jemaat. Dengan kata lain, hanya ketika… seluruh jemaat [berdoa] sehati bersama... gereja itu dapat secara efektif memperoleh otoritas ilahi.
      Bagaimanapun, gereja pada akhir zaman tidak dapat melihat realitas kebenaran ini, atau tidak mengingat prosedur utama untuk [memperoleh] kuasa Allah. Betapa hal yang besar ini telah hilang! [Gereja] memiliki otoritas illahi dari sorga, namun tidak tahu bagaimana mengelolanya, namun ia masih ingin mengikat pekerjaan Setan, melepaskan realitas pengalaman hadirat Allah. Menyedihkan, itu tidak dapat dilakukan! (Timothy Lin, Ph.D., ibid., hal. 92-93).

Sehingga, Dr. Lin mengajarkan kepentingan mutlak dari iman doa, kepentingan mutlak dari kebaktian doa di gereja. Mari kita bediri dan menyayikan “Teach Me to Pray.”

Ajarkanku tuk berdoa, Tuhan, ajarkanku tuk berdoa;
   Inilah seruan hatiku, hari lepas hari;
Aku rindu mengenal kehendak dan jalan-Mu;
   Ajarkanku tuk berdoa, Tuhan, ajarkanku tuk berdoa.
(“Teach Me to Pray” by Albert S. Reitz, 1879-1966).

III. Ketiga, pentingnya doa “sehati bersama.”

Mari kita membuka Kisah Rasul 1:14, dan membaca ayat ini dengan lantang.

“Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus” (Kisah Rasul 1:14).

“Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama…”. Dr. Lin berkata,

Alkitab bahasa Mandarin menerjemahkan “sehati dalam doa bersama-sama” sebagai “dengan hati dan pikiran yang sama.” Oleh sebab itu, melakukan doa bersama adalah demi memohon kehadiran Allah, semua anggota jemaat bukan hanya harus mengerti pentingnya realitas dari doa, namun mereka juga harus menghadiri [kebaktian doa] dengan kerinduan yang tulus untuk menaikan doa, permohonan, syafaat dan pengucapan syukur kepada Allah sehati dalam doa bersama-sama. Jika kebaktian doa berhasil, maka pelayanan-pelayanan lain juga akan berhasil (Timothy Lin, Ph.D., ibid., hal. 93-94).

Anda telah mendengarkan pengajaran Dr. Lin tentang pentingnya iman di dalam doa, pentingnya kebaktian doa di gereja, dan pentingnya kesatuan, “sehati dalam doa bersama-sama.” Namun beberapa dari Anda di sini malam ini tidak pernah menghadiri kebaktian doa. Tidak heran bila kehidupan rohani Anda begitu tumpul! Apakah ada dari antara Anda yang ada di sini malam ini yang mau berkata, “Pendeta, mulai sekarang saya akan menghadiri paling tidak salah satu dari acara kebaktian doa”? Jika Anda mau melakukan itu, mari angkat tangan Anda. Mari kita semua berdoa kiranya Allah menolong mereka untuk menetapi janji mereka! (semua berdoa).

Jika Anda masih belum bertobat, saya meminta dengan sangat agar Anda menghadiri kebaktian doa Sabtu malam. Siapa yang ingin berkata, “Ya, pendeta, saya akan mulai menghadiri kebaktian doa setiap Sabtu malam”? Silahkan angkat tangan Anda. Kita semua berdoa agar mereka menetapi janji itu! (semua berdoa).

Kristus telah mati di kayu Salib untuk membayar dosa-dosa Anda. Ia mencurahkan Darah-Nya untuk menyucikan dosa-dosa Anda. Ia mengalami penderitaan yang teramat mengerikan, dipakukan di kayu Salib, untuk menebus dosa-dosa Anda. Ia telah bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga. Sekarang Ia duduk di sebelah kanan Allah. Datanglah kepada Kristus dan Anda akan diselamatkan dari dosa-dosa Anda.

Siapakah di antara Anda malam ini yang belum diselamatkan dan ingin kami mendoakan pertobatan Anda? Silahkan angkat tangan Anda dan kami akan berdoa untuk pertobatan Anda. Mari kita semua berdoa kiranya mereka bertobat dari dosa-dosa mereka dan datang kepada Kristus, agar ia disucikan di dalam Darah-Nya! (semua berdoa). Mari kita nyanyikan pujian nomer 8 pada lembar pujian di tangan Anda, “Teach Me to Pray,” kita nyanyikan semua bait!

Ajarkanku tuk berdoa, Tuhan, ajarkanku tuk berdoa;
   Inilah seruan hatiku, hari lepas hari;
Aku rindu mengenal kehendak dan jalan-Mu;
   Ajarkanku tuk berdoa, Tuhan, ajarkanku tuk berdoa!

Kuasa di dalam doa, Tuhan, kuasa di dalam doa,
   Di sini di tengah dunia yang penuh dosa dan penderitaan
Manusia terhilang dan sekarat, jiwa-jiwa ada dalam keputus-asaan
   Oh berikanku kuasa, kuasa di dalam doa!

Lemahnya kemauanku, Tuhan, Engkau dapat perbaharui’
   Naturku yang penuh dosa Tuhan dapat tundukkan
Penuhi aku sekarang dengan kuasa baru;
   Kuasa tuk berdoa dan kuasa tuk lakukan!
(“Teach Me to Pray” by Albert S. Reitz, 1879-1966).

KLIK DI SINI UNTUK MEMBACA RIWAYAT HIDUP DR. LIN PADA WIKIPEDIA.

(END OF SERMON)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on “Khotbah Indonesia.”

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Luke 18:1-8.
Lagu Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Teach Me to Pray” (by Albert S. Reitz, 1879-1966).


GARIS BESAR KHOTBAH

PENGAJARAN DR. LIN TENTANG DOA
DAN KEBAKTIAN DOA

(DR. LIN’S TEACHINGS ON PRAYER AND PRAYER MEETINGS)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Lukas 18:8).

(Matius 16:18; I Tesalonika 4:16-17; Wahyu 7:9, 14)

I.   Pertama, pentingnya doa dalam iman, Lukas 18:8.

II.  Kedua, pentingnya kebaktian doa, Matius 18:19-20.

III. Ketiga, pentingnya doa “sehati bersama,” Kisah Rasul 1:14.