Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




PENGHORMATAN UNTUK DR. TIMOTHY LIN

(A TRIBUTE TO DR. TIMOTHY LIN)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 18 Oktober 2009

“Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus” (Filipi 1:6).


Dr. Timothy Lin (林道亮) adalah sarjana Perjanjian Lama kelahiran China, seorang ahli bahasa-bahasa Alkitab, professor seminari, pendeta, dan rektor China Evangelical Seminary di Taipei, Taiwan.

Dr. Lin dilahirkan dalam keluarga pendeta Episcopal di Chekiang, China, pada 18 Januari 1911. Beliau pulang ke sorga pada hari Minggu pagi, 11 Oktober 2009.

Timothy Lin telah diajar untuk membaca Alkitab ketika ia masih berumur enam tahun. Ayahnya sering mendudukkan dia di atas meja untuk berkhotbah bahkan sebelum ia berumur enam tahun. Bagaimanapun, Dr. Lin baru dilahir-barukan pada waktu ia berumur sembilan belas tahun. Pada saat itu ia mengalami konviksi/ keinsafan dan mengakui dosa-dosanya secara mendetail, bahkan menuliskannya dan terus mengulanginya, sampai ia menyadari bahwa darah Yesus Kristus telah menyucikan dia “dari segala dosa” (I Yoh. 1:7). Ia tidak mau masuk ke dalam pelayanan, namun suatu hari seorang pendeta tua memintanya, dengan derai air mata, kemudian ia melakukannya. Lin memahami ini sebagai panggilan Allah dan kemudian ia masuk ke seminari di Nanking untuk mempersiapkan diri bagi pelayanan. Bagaimanapun, ia mengetaui bahwa seminari itu mengajarkan faham liberalisme, menggunakan “metode kritik historis” untuk mendiskreditkan Alkitab. Ia adalah mahasiswa yang paling berprestasi. Ketika ia memprotes menentang kritik-kritik Alkitab ini, rektor seminari itu berkata kepada dia, “Diamlah, Timothy, dan kami akan mengirim kamu ke Oxford.” Namun Lin tidak mau kompromi. Ia meninggalkan seminari tersebut pada tahun 1934 oleh karena tidak setuju dengan pengajaran modernistik seminari tersebut.

Ia menjadi pendeta di Jubilee Church di Shanghai sampai tahun 1937. Dari tahun 1938 sampai 1939 ia menjadi rektor Christian and Missionary Alliance Bible Institute of Kwangsi. Pada tahun 1940 ia datang ke Amerika Serikat untuk pertama kalinya belajar bahasa Ibrani dan Yunani di Concordia Theological Seminary dan Washington University.

Pada waktu Perang Dunia II, Timothy Lin adalah penanggung jawab Panti Asuhan Bethel (Bethel Orphanage) dan menjadi kepala sekolah Bethel High School. Di sinilah istri pertamanya dibunuh dengan tembakan tentara Kekaisaran Jepang, dan Timothy Lin mengalami patah leher ketika memimpin para siswa di panti asuhan itu untuk menyelamatkan diri dari serangan tersebut. Setelah perang itu ia diundang untuk menjadi rektor East China Theological College di Hangchow, yang berafiliasi dengan China Inland Mission.

Pada tahun 1940 Dr. Lin menikahi Gracie Wu. Mereka memiliki seorang anak laki-laki yang lahir pada tahun 1945, yaitu Dr. Samuel Lin, yang adalah seorang dokter ahli bedah di Maryland. Gracie Lin pulang ke sorga pada tanggal 13 September 1967. pada Pebruari 1969 Dr. Kin menikahi Miss Lily Wong.

Tahun 1948 ia kembali ke Amerika Serikat untuk melanjutkan kuliah, kemudian menerima B.D. (hari ini M.Div.) dan S.T.M. (Master of Sacred Theology) dari Faith Theological Seminary, yang kemudian berlokasi di Wilmington, Delaware. Ia memperoleh Ph.D. dalam bahasa Ibrani dan bahasa Serumpunnya dari Dropsie University of Philadelphia, Pennsylvania (sekarang telah merger dengan University of Pennsylvania dan dikenal sebagai Center for Advanced Judaic Studies). Selain memperoleh Ph.D. dalam bahasa Ibrani dan bahasa Serumpunnya, Dr. Lin juga dianugerahi beberapa gelar kehormatan.

Pada tahun 1950-an Dr. Lin menjadi professor di Sekolah Pascasarjana Bob Jones University di South Carolina, di mana ia mengajar Teologi Sistematika, Teologi Biblika, Bahasa Ibrani Perjanjian Lama, Bahasa Aramik Alkitab, Bahasa Arab Klasik, dan Bahasa Peshitta Syria. Kemudian ia mengajar di Talbot School of Theology, La Mirada, California; dan di Trinity Evangelical Seminary, Deerfield, Illinois. Dr. Lin juga menjadi salah satu penerjemah untuk porsi Perjanjian lama dari Alkitab New American Standard Bible. Mulai tahun 1980 ia menggantikan Dr. James Hudson Taylor III menjadi rektor China Evangelical Seminary di Taiwan. Ketika ia mengundurkan diri pada tahun 1991, “Timothy Lin Chair of Biblical Interpretation and Church Growth” dibentuk di China Evangelical Seminary.

Pada tahun 1961 ia menjadi pendeta sementara di First Chinese Baptist Church of Los Angeles, suatu gereja yang masih kecil dan masih susah dengan anggota jemaat sekitar 80 orang. Pada tahun 1962 ia menjadi pendeta tetap. Pada akhir tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an gereja ini mengalami kebangunan rohani, dalam beberapa tahun, telah memiliki lebih dari 2,000 kehadiran rutin jemaat pada hari Minggu. Di bawah bimbingan Dr. Lin, jemaat di Los Angeles memulai misi mendirikan beberapa gereja di Crenshaw (bagian dari Los Angeles), Sacramento, Calexico, Fountain Valley, Walnut, dan Monterey Park. Setiap gereja yang didirikan melalui misi ini kini memiliki lebih dari 300 jemaat.

Dr. Lin juga adalah seorang pembicara konferensi Alkitab, ia diminta oleh banyak pendeta, dosen dan para pemimpin gereja untuk memberikan pelajaran metode tafsir alkitabiah dan pertumbuhan gereja. Ia telah melakukan perjalanan secara ekstensif untuk berbicara di berbagai belahan Asia, Amerika Utara, Australia dan Eropa.

Dr. Timothy Lin meninggal di Monterey Park, California, pada tanggal 11 Oktober 2009, tiga bulan sebelum hari ulang tahunnya yang ke 999. (Sketsa ini diadaptasi dari riwayat hidup Dr. Timothy Lin di http://en.wikipedia.org/wiki/Timothy_Lin).

Istri saya, Ileana, deaken kami Dr. Chan, dan penerjemah Mandarin kami Mr. Winston Song pergi bersama saya untuk menjenguk Dr. Lin di rumah sakit sehari sebelum beliau meninggal (11 Oktober 2009). Saya membacakan ayat hidupnya dengan lantang, Filipi 1:6, dan Mr. Song menerjemahkannya ke dalam bahasa Mandarin. Dr. Lin membuka matanya dan masih mengenali saya dengan memberi isyarat dengan menaikkan alis matanya.

“Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus” (Filipi 1:6).

Allah mengasihi Dr. Lin sepanjang hidupnya yang panjang yang mencapai umur 98 tahun sembilan bulan. Allah membawa dia di bawah keinsafan akan dosa pada waktu ia berumur sembilan belas tahun dan ia menghabiskan sepanjang malamnya untuk mengakui dosanya, bahkan menuliskannya dalam sebuah kertas, dan menangis karena dosa-dosanya, sampai paginya ia datang kepada Kristus dan memberikan dosa-dosanya disucikan oleh Darah-Nya yang telah Ia curahkan di kayu Salib. Itu adalah permulaan dari kehidupan Kristen Dr. Lin. Kiranya Anda juga mau datang kepada Yesus Kristus dan memberikan diri Anda disucikan oleh Darah-Nya yang mahal. Itu adalah doa kami untuk Anda! Amin!

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on “Khotbah Indonesia.”

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Filipi 1:1-6.
Lagu Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Amazing Grace” (by John Newton, 1725-1807).