Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .



ORANG INI!

(THIS MAN!)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemah oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Kebaktian Minggu Pagi, 27 September 2009

“Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah, dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya, di mana musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya” (Ibrani 10:12-13).


Biarkan Alkitab Anda terbuka pada bagian ini. Ayat ini mulai dengan kata “orang ini” [KJV atau “tetapi Ia” dalam IndTB]. Siapa orang ini yang dibicarakan Rasul di sini? “Orang ini” tidak lain selain Tuhan Yesus Kristus. “Kok bisa,” seseorang berkata, “Saya berpikir Dia adalah roh.” Sungguh, banyak orang berpikir bahwa Ia adalah suatu roh – roh halus. Para murid sendiri pernah berpikir seperti itu ketika mereka melihat Dia. Setelah Ia bangkit dari antara orang mati,

“Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu” (Lukas 24:37).

Namun Kristus berkata kepada mereka,

“Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku” (Lukas 24:39).

Kepada orang-orang hari ini yang berpikir bahwa Yesus adalah roh, kita katakan, dengan kata-kata dalam ayat kita ini, “Tetapi orang ini” (Ibrani 10:12). Ia disebut di dalam Kitab Suci,

“manusia Kristus Yesus” (I Timotius 2:5).

“Tetapi,” Anda mungkin berkata, “Saya telah mendengar bahwa Yesus adalah roh.” Kami menjawab dengan penjelasan Rasul, yang berkata bahwa mereka berbicara tentang

“Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan”
       (II Korintu 11:4).

“Ya,” seseorang lagi berkata, “itulah sepenuhnya Dia. Dia hanyalah manusia. Nabi yang besar, namun hanya manusia biasa.” Itu adalah apa yang dikatakan Mohamad, namun itu bukan apa yang dikatakan oleh Perjanjian Baru, ia salah!

“Tetapi orang ini” (Ibrani 10:12).

“Orang ini” tidak seperti orang lain. ”Orang ini” adalah Allah di dalam daging, melalui penyatuan hypostatic,

“Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan” (Kolose 2:9).

Oleh sebab itu, “orang ini,” tidak seperti orang lain yang pernah hidup – atau akan pernah hidup! “Orang ini” adalah Yesus Kristus – Firman Allah yang menjadi manusia – Pribadi Kedua dari “KeAllahan” (Kolose 2:9).

“Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu”
       (I Yohanes 5:7).

”Orang ini” adalah Yesus Kristus, Pribadi Kedua dari Trinitas Kudus!

“Pada mulanya adalah Firman… dan Firman itu adalah Allah…Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita” (Yohanes 1:1, 14).

Firman Bapa,
   Kini menjadi manusia!
Mari memuji Dia,
   Mari memuji Dia,
Mari memuji Dia,
   Kristus Tuhan!
(“O Come, All Ye Faithful, anonymous;
   translated by Frederick Oakeley, 1802-1880)

.

Orang ini” adalah Dia yang dibicarakan oleh Rasul ini! Nyanyikan lagu ini!

Firman Bapa,
   Kini menjadi manusia!
Mari memuji Dia,
   Mari memuji Dia,
Mari memuji Dia,
   Kristus Tuhan!

Pada masa sekuler kita, para rasionalis sering berbicara tentang tiga agama besar yang percaya Allah. Namun kami harus terus menerus menegaskan bahwa keselamatan hanya datang melalui “orang ini.” “Orang ini” yang berkata,

“Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6).

Mengapa kami setuju dengan ini, seperti yang Ia katakan tentang diri-Nya sendiri? Ayat ini memberikan tiga alasan.

I. Pertama, orang ini mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa!

Ayat ini berkata,

“Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa…” (Ibrani 10:12).

Banyangkan Anda turun bersama Kristus ke taman Getsemani. Di sana dalam kegelapan malam, lihatlah Darah yang mengucur dari peluh-Nya. Yesus, mengapa Engkau begitu menderita? Mengapa Engkau begitu tersiksa? Mengapa Engkau begitu terluka? Belum ada tangan manusia yang menyentuh Engkau. Jadi, mengapa peluh-Mu “seperti tetesan-tetesan darah yang jatuh ke tanah? (Lukas 22:44). Kita hanya dapat berkata bahwa di sini Allah yang benar “telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian” (Yesaya 53:6).

Ikuti Dia sampai ke sidang Pengadilan Pilatus. Lihatlah ketika punggung-Nya dicambuk, tulang-tulang-Nya diremukkan, pakaian-Nya berlumuran darah merah. Kemudian bacalah dengan kekaguman perkataan-perkataan nabi ini, ”dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” (Yesaya 53:5).

Selanjutnya pergilah bersama Dia menuruni Via Dolorosa, memikul salib-Nya ke bukit Kalvari. Dengarkan palu yang menembus kedua tanggan-Nya dan kaki-Nya. Pandanglah wajah-Nya yang hancur, dan dengarkan seruan-Nya, ”Sudah selesai.” Tuhan Yesus, apanya yang sudah selesai? Jawabannya datang kepada kita dari ayat kita – “satu korban saja karena dosa” (Ibrani 10:12). Di sini terletak jurang pemisah yang lebih besar dari Grand Canyon antara “yesus” palsu dari Kitab Suci agama tertentu dengan Yesus yang riil. Kitab Suci agama tertentu mengatakan bahwa Ia tidak mati di kayu Salib. Namun Yesus yang riil “telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci” (I Korintus 15:3).

Yesus bayar semua,
   Kepada Dia semua hutangku
Noda dosa hatiku
   Ia sucikan putih bagai salju
(“Jesus Paid It All” by Elvina M. Hall, 1820-1889).

“Salib-Nya.” Nyanyikan ini!

Salib-Mu, salib-Mu
   Yang ku muliakan,
Hingga dalam sorga k’lak
   Ada perhentian.
(“Jesus, Keep Me Near the Cross” by Fanny J. Crosby, 1820-1915/
   Terjemahan Nyanyian Pujian No. 235).

Nyanyikan ini kembali!

Salib-Mu, salib-Mu
   Yang ku muliakan,
Hingga dalam sorga k’lak
   Ada perhentian.

II. Kedua, orang ini tidak tinggal dalam kematian!

Lihatlah ayat ini.

“Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah” (Ibrani 10:12).

Katakan dengan lantang!

“Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah” (Ibrani 10:12).

Jika Kristus tetap tinggal dalam kematian Ia tidak dapat menjadi orang seperti yang dikatakan Rasul ini – karena “orang ini” bangkit dari antara orang mati, dan naik kembali ke sorga yaitu dari mana Ia datang, dan “duduk di sebalah kanan Allah” (Ibrani 10:12). Ini adalah Kristus Yesus, yang

“dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita” (Roma 1:4).

Ketika Ia bangkit secara fisik dari antara orang mati,

“Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah”
       (Kisah Rasul 1:3).

“Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah” (Markus 16:19).

Haleluya! Haleluya! Haleluya!
   Tiga hari kesedihan cepat berlalu.
Ia bangkit dari antara orang mati dalam kemuliaan;
   Segala kemuliaan bagi sang Kepala kita yang telah bangkit: Haleluya!
   Haleluya! Haleluya! Haleluya!
(“The Strife Is O’er,” authorship uncertain,
   translated by Francis Pott, 1832-1909).

Nyanyikan ini!

Haleluya! Haleluya! Haleluya!
   Tiga hari kesedihan cepat berlalu.
Ia bangkit dari antara orang mati dalam kemuliaan;
   Segala kemuliaan bagi sang Kepala kita yang telah bangkit: Haleluya!
   Haleluya! Haleluya! Haleluya!

Namun masih ada lagi ayat di dalam teks kita, yang memberikan poin ketiga kepada kita.

III. Ketiga, orang ini akan datang kembali!

Tolong bacalah ayat 12 dan 13 dengan lantang.

“Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah, dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya, di mana musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya” (Ibrani 10:12-13).

Kristus akan datang kembali! Dan

“mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya” (Matius 24:30).

Kemudian “musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya” (Ibrani 10:13). Spurgeon yang Agung berkata,

Anak Allah akan menampakkan diri, dan kita ketika Ia menampakkan diri Ia akan menginjak-injak musuh-musuh-Nya, dan memerintah dari kutub ke kutub, dan sungai sampai ujung-ujung dunia (C. H. Spurgeon, “Christ Exalted,” The New Park Street Pulpit, Pilgrim Publications, 1981 reprint, volume II, hal. 303).

Kristus akan turun dari kemuliaan Sorgawi ke Bukit Zaitun, di mana di sanalah dulu Ia naik ke sorga!

Ia akan datang kembali, Ia akan datang kembali,
   Yesus yang sama, yang telah ditolak manusia;
Ia akan datang kembali, Ia akan datang kembali,
   Dengan kuasa dan kemuliaan agung
Ia akan datang kembali!
    (“He Is Coming Again” by Mabel Johnston Camp, 1871-1937).

“…dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya” (Matius 24:30).

Nyanyikan ini!

Ia akan datang kembali, Ia akan datang kembali,
   Yesus yang sama, yang telah ditolak manusia;
Ia akan datang kembali, Ia akan datang kembali,
   Dengan kuasa dan kemuliaan agung
Ia akan datang kembali!

Kristus telah disalibkan untuk membayar dosa-dosa kita. Ia telah mati dan dikuburkan. Namun Ia telah bangkit dari antara orang mati dan naik ke Sorga yang mulia. Ia akan datang kembali dan “musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya” Pastikan bahwa Anda bukanlah salah satu dari antara musuh-musuh-Nya itu. Datanglah kepada Kristus! Berilah dosa-dosa Anda disucikan oleh Darah-Nya! Berilah diri Anda dilahir-barukan oleh anugerah-Nya! Dan pastikan ada di gereja “setiap kali pintu terbuka.” Kiranya Allah menolong Anda dna memberkati Anda! Amin. Nyanyikan refren “Living, He Loved Me”! Lagu nomer 7 pada lembar lagu Anda.

Hidup mati-Nya bagi umat-Nya;
   Dosa-dosaku diampuni-Nya;
Tuhan telah bangkit, ku dibenarkan;
   Datang-Nya kini aku nantikan!
(“One Day” by J. Wilbur Chapman, 1859-1918/
   Terjemahan Nyanyian Pujian No. 86).

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on “Khotbah Indonesia.”

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Ibrani 10:9-14.
Persembahan Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“One Day” (by J. Wilbur Chapman, 1859-1918).

GARIS BESAR KHOTBAH

ORANG INI!

(THIS MAN!)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemah oleh Dr. Edi Purwanto

“Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah, dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya, di mana musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya” (Ibrani 10:12-13).

(Lukas 24:37, 39; I Timotius2:5; II Korintus 11:4; Kolose 2:9;
I Yohanes 5:7; Yohanes 1:1, 14; Yohanes 14:6)

I.   Pertama, orang ini mempersembahkan hanya satu korban saja karena
 dosa! Ibrani 10:12a; Lukas 22:44; Yesaya 53:6, 5; Yohanes 19:30;
 I Korintus 15:3.

II.  Kedua, orang ini tidak tinggal dalam kematian! Ibrani 10:12b; Roma 1:4;
Kisah Rasul 1:3; Markus 16:19.

III.  Ketiga, orang ini akan datang kembali! Ibrani 10:13; Matius 24:30.