Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




KESUSAHAN BESAR DAN KEBANGUNAN ROHANI

(TRIBULATION AND REVIVAL)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Eddy Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Malam, 23 Augustus 2009

“Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus” (Wahyu12:17).


Kitab Wahyu mempresentasikan gambaran yang sangat menyeramkan dari peristiwa masa depan yang akan segera datang. Kebanyakan dari kitab ini berbicara tentang Kesusahan Besar, masa tujuh tahun yang akan mengakhiri zaman ini. Umat manusia akan diperintah oleh Antikristus, dan Allah akan mencurahkan penghakiman-penghakiman-Nya atas dunia ini.

Namun ada secercah sinar dalam kegelapan dan zaman yang sangat mengerikan ini. Deaken kami, Dr. Chan, membaca nubuatan dari peristiwa ini dalam Wahyu 7:1-14 beberapa menit yang lalu. Secercah sinar dalam periode Kesusahan besar itu adalah kebangunan rohani terbesar dari Kekristenan sejati yang dunia pernah saksikan!

Kebangunan-kebangunan rohani sering dikirim oleh Tuhan pada masa kesusahan dan kesesatan besar. Kebangunan-kebangunan rohani yang tercatat dalam Kisah Para Rasul terjadi di tengah penganiayaan para kaisar Romawi, dan bidat-bidat yang memiliki pengaruh besar ada di tengah gereja-gereja. Banyak orang Kristen dipenggal kepalanya, disiksa dan dilemparkan kepada singa-singa pada abad pertama. Banyak gereja dipenuhi pengajaran-pengajaran bidat pada zaman itu. Namun, di tengah-tengah semua kesusahan dan penyesatan ini, Roh Tuhan dicurahkan, dan puluhan ribu orang bertobat. Mereka membanjiri gereja-gereja dalam Kisah Para Rasul! Pada abad enam belas, pada masa penganiayaan yang sangat mengerikan yang dilakukan oleh Inquisi dan masa kegelapan rohani yang besar, kebangunan Reformasi yang agung dikirim oleh Tuhan sehingga jutaan orang berbalik kepada Kristus. Abad delapan belas adalah masa penyesatan besar, kematian rohani dan masa revolusi. Namun, lagi, pada masa periode gelap ini, Tuhan mengirimkan kebangunan rohani pada First Great Awakening (Kebangunan Rohani Agung Pertama). Sepanjang masa kekacauan, kebingungan dan munculnya banyak penyesatan, sebelum terjadinya Perang Saudara (the Civil War), Tuhan mengirimkan kebangunan rohani pada Third Great Awakening (Kebangunan Rohani Agung Ketiga). Kebangunan rohani, yang belum pernah terjadi dalam sejarah China, sekarang sedang terjadi, seperti yang saya katakan, di RRC, dan Asia Tenggara, di bawah penganiayaan Komunisme, dan di tengah munculnya banyak bidat dan penyesatan yang sedang berkembang di sana, tak satupun dari semua ini yang dapat menghentikan kebangunan rohani di China!

Walaupun benar bahwa Tuhan kadang-kadang mengirimkan kebangunan rohani di tengah masa damai dan makmur, Ia sering juga melakukannya pada masa-masa kesusahan dan keputusasaan. Dan ini juga benar akan terjadi pada masa tujuh tahun Kesusahan Besar, pada akhir zaman ini.

Kita tidak seharusnya berpikir bahwa penyesatan dari zaman kita ini adalah apa yang menghentikan kebangunan rohani. Petrus berkata kepada orang-orang yang bertobat pada hari Pentakosta bahwa kuasa kebangunan rohani dari Roh Kudus bukan hanya untuk mereka, namun

“Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita” (Kisah Rasul 2:39).

Sehingga, kita melihat kebangunan rohani terbesar dalam seluruh sejarah China sedang terjadi sekarang. Janji itu benar-benar untuk “sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita” (Kisah Rasul 2:39).

Iblis selalu aktif, khususnya pada masa-masa kebangunan rohani. Kita menemukan dalam ayat kita bahwa

“Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus” (Wahyu 12:17).

“Naga” di sini adalah Setan. Ayat sembilan menjelaskan kepada kita bahwa:

“Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia…” (Wahyu 12:9).

“Wanita” dalam ayat kita mengacu kepada Israel, dan orang-orang Yahudi. Israel dibicarakan secara figuratif sebagai “perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu” (Wahyu 12:13).

Di sini dalam Kitab Wahyu ini kita akan mempelajari tiga kebenaran penting tentang kebangunan rohani pada masa Kesusahan besar.

I. Hal pertama kita belajar dari kebangunan rohani agung pada akhir zaman dalam Kitab Wahyu berhubungan dengan 144,000 penginjil Yahudi.

Mereka dijelaskan secara detail dalam Wahyu 7:1-8. Kita diberitahu bahwa Tuhan akan “memeteraikan” mereka “pada dahi mereka” (Wahyu 7:3). Tidak ragukan bahwa ini mengacu kepada “meterai” dari Roh Kudus pada waktu pertobatan. Rasul Paulus berkata,

“Di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu” (Efesus 1:13).

Oleh sebab itu, orang-orang Yahudi yang telah bertobat itu juga akan dimeteraikan, hati mereka dipelihara oleh kuasa Tuhan. Oh, Tuhan sendiri yang mendatangkan kebangunan rohani bagi orang-orang Yahudi itu!

Kita secara spesifik diberitahu bahwa akan ada 144,000 dari antara mereka. Dr. Harry Ironside berkata, “seratus empat puluh empat ribu merupakan gabungan dari masing-masing dua belas ribu dari setiap suku Israel. Tidak ada orang non Yahudi di antara mereka” (dikutuip dari James O. Combs, Rainbows From Revelation, Tribune Publishers, 1994, hal. 79). Orang-orang Yahudi hari ini tidak tahu dari suku mana mereka lahir, namun Tuhan tahu. Dan Ia akan memeteraikan mereka dengan Roh Kudus 12,000 orang dari masing-masing suku, sehingga menjadi 144,000. sebagaimana ayat kita mengindikasikan, 144,000 orang Yahudi yang bertobat ini akan “memiliki kesaksian Yesus” (Wahyu 12:17). Itu berarti mereka akan memberitakan Injil Kristus. Dr. Tim LaHaye dengan tepat berkata, “144,000 saksi itu akan memberitakan berita yang sama seperti yang Rasul Paulus atau Rasul Petrus pernah khotbahkan, berita yang sama seperti yang kita beritakan” (dikutip oleh James O. Combs, ibid., hal. 80).

Dalam Wahyu 14:4, 144,000 penginjil Yahudi ini dijelaskan:

“Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu” (Wahyu 14:4).

Kristus menjelaskan pekerjaan pemberitaan injil mereka ketika Ia berkata,

“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya” (Matius 24:14).

Ini akan menjadi berita Injil yang sama dengan yang Rasul Paulus beritakan, menurut Kisah Rasul 28:31. Kita diberitahu tentang Paulus

“…dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus…” (Kisah Rasul 28:31).

Jadi, hal pertama yang kita pelajari tentang kebangunan rohani agung di akhir zaman ada dalam Kitab Wahyu berhubungan dengan 144,000 penginjil Yahudi, yang akan memberitakan Injil ke seluruh dunia pada waktu itu.

II. Hal kedua kita belajar dari kebangunan rohani agung di akhir zaman dalam Kitab Wahyu adalah bahwa kita akan menyaksikan jumlah yang belum pernah terjadi dari antara bangsa non Yahudi yang akan bertobat.

Deaken kami, Dr. Chan, membaca dari Wahyu, pasal tujuh, beberapa menit yang lalu, inilah perkataan-perkataan itu,

“Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta… Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba” (Wahyu 7:9, 14).

Dr. Arnold Fruchtenbaum, seorang sarjana Alkitab terhormat, berkata,

Mengikuti penglihatan tentang 144,000 orang Yahudi ini, Yohanes melihat banyak orang-orang non Yahudi dari berbagai bangsa dan bahasa berdiri di depan tahta Tuhan. Ekspresi ini [“setelah ini” dalam ayat 9] berarti bahwa keselamatan dari begitu banyaknya orang-orang non Yahudi yang secara kronologis mengikuti 144,000 orang Yahudi ini, dan ada sebab dan akibat hubungan ini… Orang-orang non-Yahudi ini diidentifikasi sebagai orang yang telah keluar dari Kesusahan Besar. Mereka adalah orang-orang non Yahudi yang telah mencuci jubah mereka di dalam darah Anak Domba. Sejak secara kronologi mereka mengikuti pelayanan dari 144,000 orang Yahudi, implikasinya adalah bahwa mereka adalah orang-orang non Yahudi yang menjadi percaya sebagai hasil dari khotbah 144,000 orang Yahudi itu (Arnold G. Fruchtenbaum, Israelology, Ariel Ministries, 1993, hal. 768).

Memang kelihatannya sulit untuk mempercayai bahwa 144,000 orang Yahudi akan dipertobatkan kepada Kristus dalam periode waktu yang singkat itu. Mungkin kelihatannya bahkan lebih sulit untuk mempercayai bahwa jumlah dari bangsa non Yahudi yang tak terhitung jumlahnya di seluruh dunia akan dipertobatkan melalui khotbah mereka. Namun ini persis seperti apa yang Alkitab nubuatkan yang akan terjadi pada masa Kesusahan Besar itu. Ini adalah nubuatan tentang kebangunan rohani di akhir zaman yang luar biasa di dalam Kitab Suci. Ini akan menjadi penggenapan dari janji yang diberikan oleh nabi Yoel:

“Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas” (Yoel 2:28-32).

III. Hal ketiga kita belajar dari kebangunan rohani agung di akhir zaman dalam Kitab Wahyu adalah bahwa tidak ada penyesatan ataupun penganiayaan yang dapat menghentikan Tuhan mengirimkan kebangunan rohani.

Antikristus akan menjadi diktator anti Tuhan yang memerintah dunia pada masa kesesatan yang akan datang ini.

“Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya… Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa. Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih” (Wahyu 13:6-8).

Alkitab menjelaskan kepada kita bahwa orang-orang Kristen akan “dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah” (Wahyu 20:4). Mereka akan “dibunuh oleh karena firman Allah dan oleh karena kesaksian yang mereka miliki” (Wahyu 6:9).

Namun, bahkan pada masa penganiayaan mengerikan dan penyesatan yang akan datang, Tuhan akan mendatangkan kebangunan rohani. Ini seharusnya sungguh tidak mengejutkan kita. Tuhan mendatangkan kebangunan rohani bagi gereja-gereja pada abad pertama dan kedua pada saat mereka berada di bawah penganiayaan para kaisar Romawi seperti Caligula, Nero, Hadrian dan Trajan. Namun, semakin mereka menyiksa dan membunuh orang-orang Kristen, semakin Tuhan mendatangkan kebangunan rohani – dan beribu-ribu orang bahkan tak terhitung jumlahnya yang dipertobatkan. Tidak ada penyesatan, paganisme, ataupun penganiayaan yang dapat menghentikan datangnya kebangunan rohani – dan tidak ada penganiayaan atau agama palsu yang dapat menghentikan kebangunan rohani hari ini – jika Tuhan memilih untuk mendatangkannya! Malam ini, sementara saya sedang berbicara, kebangunan rohani terbesar dalam sepanjang sejarah China dan Asia Tenggara sedang terjadi. Jutaan orang China dan Asia lainnya, telah bertobat kepada Kristus pada beberapa tahun terakhir ini, di bawah penganiayaan Komunis. Dr. Eddie Wang berkata,

Kita telah menerima banyak bukti dari Voice of the Martyrs, salah satu organisasi yang paling terhormat di dunia, bahwa orang-orang Kristen di China sungguh masih teraniaya. Pada Februari 2003, Voice of the Martyrs memperoleh dokumen yang sangat rahasia yang membuktikan bahwa pemerintah China secara sistematis berkampanye untuk mengekspos dan menghancurkan gereja-gereja Protestan yang tidak terdaftar. [Mereka] telah dikutuk sebagai bidat-bidat jahat oleh rezim Komunis. Kebanyakan dari gereja-gereja rumah ini memiliki ribuan anggota. Banyak pengkhotbah dan orang-orang Kristen yang ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara atau ke camp-camp kerja paksa, beberapa disiksa, dipukuli sampai mati atau dihukum mati... Diperkirakan sejak permulaan 1980-an dari 60 juta anggota gereja rumah: 2,7 juta ditangkap; 440,000 dipenjarakan; lebih dari 10,000 disiksa sampai mati; 20,000 menjadi pincang oleh karena siksaan; 200,000 hilang; 750 orang di-black list; dan 1,3 juta didenda. Paling sedikit 52 pemimpin kunci gereja rumah dan ratusan orang Kristen ditangkap pada empat bulan pertama tahun 2003. Demi Tuhan beberapa dari rekan kerja kami masih menderita di kamp-kamp kerja paksa (Dr. Eddie Wang, Christian Way Missions, Inc., Greenville, South Carolina, newsletter, September 2003).

Bagaimana mungkin dapat terjadi kebangunan rohani yang luar biasa di China di tengah-tengah penganiayaan seperti itu? Bagaimana mungkin dapat terjadi kebangunan rohani yang luar biasa terjadi di bawah penganiayaan para kaisar Romawi? Bagaimana mungkin dapat terjadi kebangunan rohani yang paling luar biasa dari semua yang pernah terjadi di bawah penganiayaan dan penyesatan Antikristus yang begitu mengerikan? Jawabannya hanya ini: Kebangunan-kebangunan rohani adalah mujizat, didatangkan oleh Tuhan. Tanpa mujizat kebangunan rohani tidak akan ada Kekristenan yang hidup dan kuat di dunia ini.

Dapatkah gereja-gereja di dunia Barat mengalami kebangunan rohani? Saya tidak yakin. Saya ragu mereka akan melihat itu. Namun kita harus menetapkan diri kita sendiri untuk berdoa demi kebangunan rohani setiap hari di gereja kita ini. Dan kita harus memberitakan Injil kepada orang-orang terhilang dengan segera. Yang lain mungkin terus tidur, namun kita harus menyalakan lampu kita dan siap sedia!

Kesimpulan

Kitab Yunus diberikan kepada kita terutama untuk menunjukkan bahwa Tuhan dapat mendatangkan kebangunan rohani di tempat-tempat yang paling sulit, di bawah kondisi-kondisi yang paling tidak bersahabat. Orang-orang Ninewe menyembah dewa ikan. Mereka penyembah berhala yang fanatik. Yunus pertama-tama lari dari panggilan untuk berkhotbah kepada mereka. Kemudian ia sadar,

“Keselamatan datangnya dari Tuhan” (Yunus 2:9).

Kesadaran bahwa ”keselamatan datangnya dari Tuhan” memimpin dia untuk mentaati Tuhan. Ia pergi ke Ninewe dan mengkhotbahkan berita yang membangunkan tentang penghakiman. Hampir 600,000 orang bertobat dan meratap di hadapan Tuhan. Itu adalah kebangunan rohani!

Tujuan satu-satunya dari khotbah ini adalah mendorong Anda untuk percaya bahwa kebangunan rohani mungkin saja terjadi pada hari yang sepertinya mustahil ini. Berdoalah untuk itu dengan segenap hati Anda setiap hari. Berita Injil masih sama:

“Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci”
     (I Korintus 15:3-4).

“Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu” (Kisah Rasul 16:31).

Beberapa orang berkata bahwa II Tesalonika 2:3-12 mengajarkan bahwa tidak ada kebangunan rohani pada masa Kesusahan Besar – namun mereka salah. Memang, “Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta” (II Tesalonika 2:11). Namun ini mengacu kepada orang-orang yang menolak kebangunan rohani pada masa Kesusahan Besar. Sama seperti hari ini, orang-orang yang menolak untuk bertobat dan menolak Kristus pada saat itu akan melakukan dosa yang tak terampunkan dan tidak akan diampuni Tuhan (band. Roma 1:28). Pastikan bahwa Anda tidak melakukan dosa yang tak terampunkan. Bertobatlah dari kehidupan Anda yang hina dan penuh dosa. Datanglah kepada Yesus dan berilah dosa Anda disucikan oleh Darah-Nya yang mahal!

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on “Khotbah Indonesia.”

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Wahyu 7:1-14.
Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Old-Time Power” (by Paul Rader, 1878-1938).


GARIS BESAR KHOTBAH

KESUSAHAN BESAR DAN KEBANGUNAN ROHANI

(TRIBULATION AND REVIVAL)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus” (Wahyu 12:17).

(Kisah Rasul 2:39; Wahyu 12:9, 13)

I.   Hal pertama kita belajar dari kebangunan rohani agung pada akhir zaman dalam Kitab Wahyu berhubungan dengan 144,000 penginjil Yahudi, Wahyu 7:1-8; Efesus 1:13; Wahyu 14:4; Matius 24:14; Kisah Rasul 28:31.

II.  Hal kedua kita belajar dari kebangunan rohani agung di akhir zaman dalam Kitab Wahyu adalah bahwa kita akan menyaksikan jumlah yang belum pernah terjadi dari antara bangsa non Yahudi yang akan bertobat, Wahyu 7:9, 14; Yoel 2:28-32.

III. Hal ketiga kita belajar dari kebangunan rohani agung di akhir zaman dalam Kitab Wahyu adalah bahwa tidak ada penyesatan ataupun penganiayaan yang dapat menghentikan Tuhan mengirimkan kebangunan rohani, Wahyu 13:6-8; Wahyu 20:4; 6:9; Yunus 2:9; I Korintus 15:3-4;
Kisah Rasul 16:31; II Tesalonika 2:11; Roma 1:28.