Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .

HATI NURANI DAN PERTOBATAN

(CONSCIENCE AND CONVERSION)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles

Pada Kebaktian Minggu Malam, 14 Juni 2009

“Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela” (Roma 2:15).

Reformation Study Bible berisi artikel yang baik tentang “Hati Nurani dan Hukum Taurat.” Dalam artikel ini dikatakan,

Hati nurani dibuat-di dalam kuasa…untuk menunjukkan berbagai penghakiman moral atas diri kita sendiri, menyetujui atau menentang setiap tindakan, pikiran, dan rencana kita, dan menjelaskan kepada kita, apakah yang telah kita lakukan adalah… salah, sehingga kita layak untuk menderita karenanya… Paulus berkata bahwa Tuhan telah menulis pengetahuan tertentu tentang Taurat-Nya dalam setiap hati manusia (Rom. 2:14-15) dan pengalaman mengkonfirmasi ini (The Reformation Study Bible, Ligonier Ministries, 2005 edition, hal. 415).

Ayat pembukaan kita mengatakan,

“Suara hati mereka turut bersaksi” (Roma 2:15).

Marilah kita melihat jawaban Alkitab untuk tiga pertanyaan tentang hati nurani manusia.

I. Pertama, dari mana datangnya hati nurani manusia?

Ketika Tuhan menciptakan manusia, kita diberitahu,

“TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup” (Kejadian 2:7).

Sesuatu yang membuat manusia berbeda dengan binatang adalah “nafas hidup” itu. Kata Ibraninya adalah “neshamah.” Di sini kata itu diterjemahkan “nafas hidup.” Strong menekankan bahwa itu berarti “roh” (#5397). “Neshamah” itu menjadi roh manusia, yang dalam fungsinya terpisah dari jiwa (pikiran) dan tubuh. “Nafas hidup” itu memberikan manusia dua hal yang tidak dimiliki oleh binatang – (1) kemampuan untuk mengenal Tuhan dan (2) kemampuan untuk mengenal mana yang benar dan mana yang salah. Atau, saya dapat mengatakan, bahwa “nafas hidup” yang ada di dalam dia memberikan roh manusianya setelah pikirannya (dikenal sebagai jiwa) diaktifkan. Dengan pikiran ini kita dapat berpikir dan mengambil keputusan. Namun binatang tidak memiliki pikiran itu. Roh manusia yang datang dari “nafas hidup,” yang membuat manusia berbeda. “Neshamah,” atau “nafas hidup,” menjadi roh manusia, dan itu membuat manusia menjadi satu-satunya mahkluk yang memiliki kemampuan mengenal Tuhan secara pribadi, dan memiliki kemampuan untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Fungsi dari hati nurani dijelaskan dalam Amsal 20:27,

“Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.”

Kata “roh” dalam ayat ini kembali menggunakan kata Ibrani “neshamah” yang berarti “inspirasi ilahi” atau “roh,” dan kata ini berasal dari kata yang sama yang diterjemahkan “nafas hidup.” Amsal 20:27 menunjukkan kepada kita bahwa “neshamah,” diberikan Tuhan kepada Adam, menjadi “roh manusia” (Amsal 20:27). Ini adalah yang pertama dari tiga elemen di dalam manusia – roh, jiwa, dan tubuh. Jiwa adalah pikiran (mind). Roh adalah hati nurani dan kemampuan untuk mengenal Tuhan. Tubuh adalah daging ini. “Neshamah” itu menjadi roh manusia, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya. Itu adalah hati nurani manusia. Itu adalah bagian dari manusia yang menunjukkan kepadanya ketika ia berbuat suatu kesalahan.

“Tetapi berdebar-debarlah hati Daud, setelah ia menghitung rakyat” (II Samuel 24:10).

Kata “hati” di sini mengacu kepada “neshamah” Daud, fungsi dari hati nuraninya. Hati nuraninyalah yang berdebar-debar karena ia telah melakukan dosa dengan menghitung rakyat. (Saya berhutang pengertian ini kepada Dr. Timothy Lin, gembala saya, yang pernah menjadi professor bahasa Ibrani Perjanjian Lama di sekolah pasca sarjana Bob Jones University dan yang juga pernah menjadi rektor di China Evangelical Seminary di Taipei, Taiwan.)

Kisah klasik Collodi tentang “Pinocchio” menceritakan tentang sebuah boneka yang sangat ingin menjadi seorang anak laki-laki sejati. Selama ia adalah sebuah boneka, ia memiliki kriket sebagai penganti hati nurani. Namun ketika ia menjadi anak laki-laki, ia menerima hati nurani yang sesungguhnya di dalam hatinya, yang menunjukkan kepadanya mana yang benar dan mana yang salah. Orang tua kita yang pertama diciptakan dengan memiliki hati nurani, namun hati nurani mereka kemudan rusak, sehingga mereka tidak dapat dipercaya seperti kriket Pinocchio!

II. Kedua, apa yang terjadi atas hati nurani manusia?

Orang tua kita yang pertama telah berdosa di Taman Eden. Pada waktu Kejatuhan, gambar Allah telah ternoda pada diri manusia, dan hati nurani manusia menjadi cacat. Karena alasan ini, ketika Adam dikonfrontasi oleh Tuhan tentang dosanya, ia membuat berbagai pembelaan diri untuk memaafkan kesalahannya, sama seperti yang dilakukan Hawa (Kejadian 3:11-13). Mereka berdua tidak merasakan penyesalan oleh karena hati nurani mereka berubah bentuk dan telah rusak. Demikian juga halnya dengan anak lelaki pertama mereka, yaitu Kain. Bahkan ketika Tuhan menangkap basah dia sebagai pembunuh adiknya, ia tidak merasa bersalah, dan justru malah mencoba mencari pembenaran dirinya sendiri. Ini menunjukkan bahwa hati nurani manusia tidak lagi dapat dipercaya setelah Kejatuhan di Taman Eden. Demikianlah, hati nurani yang telah ternoda dan tidak dapat dipercaya itu telah diwariskan kepada kita dari Adam.

Namun lebih buruk lagi. Semakin seseorang berbuat dosa semakin bobrok dan rusaklah hati nuraninya. Semakin manusia berdosa semakin gelap dan semakin tidak dapat dipercayalah hati nuraninya. Pada zaman dulu, kita diberitahu, bahwa

“…pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap” (Roma 1:21).

Dan, pada zaman Paulus, manusia dijelaskan seperti berikut ini,

“dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. Perasaan mereka telah tumpul, sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan dengan serakah segala macam kecemaran” (Efesus 4:18-19).

“Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis” (Titus 1:15).

Dan ketika manusia terus hidup di dalam dosa, mereka merusak hati nurani mereka dengan berbuat dosa lagi dan lagi,

“oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka” [dalam KJV] “hati nurani mereka telah dibakar dengan besi panas” (I Timotius 4:2).

Saya sering memberikan ilustrasi tentang ibu saya yang membawa saya untuk melihat suatu “pertunjukan” di Ringling Brothers, Barnum dan Bailey Circus, pada awal tahun 1950-an, ketika itu pertunjukkan masih di adakan di bawah tenda dengan lantai serbuk gergaji. Namun Anda pergi untuk melihat “pertunjukkan” berbagai atraksi aneh, sebelum Anda masuk menonton sirkus. Saya sedih mereka telah menghapus “pertunjukkan” model lama. Adalah hal yang mengesankan bagian dari sirkus klasik di tenda itu.

Pada “pertunjukan” itu saya melihat seorang laki-laki dengan timbangan seperi alligator. Itu sungguh riil. Saya melihat seorang wanita dengan dua kepala. Saya melihat orang yang paling tinggi di dunia. Dan kemudian saya melihat seorang laki-laki yang memasukkan pedang dalam nyala api sampai baja itu terbakar menjadi merah. Kemudian ia menyentuhkan pedang panas itu ke lidahnya. Uap keluar dari mulutnya. Saya sangat dekat dengan dia pada waktu itu. Ini bukan suatu trik. Ia meletakkan pedang baja yang panas membara itu tepat di lidahnya! Orang itu benar-benar menaruh pedang panas membara itu di lidahnya tanpa merasa sakit! Ibu saya menjelaskan kepada saya bahwa ia telah melakukan itu berulang kali, sehinga setelah banyak kali ia berlatih ia tidak lagi dapat merasakan sakit sama sekali! Lidahnya sudah sering dibakar sehingga menjadi kebal, oleh sebab itu tidak merasakan sakit lagi! Betapa ini adalah gambaran tentang orang-orang yang “yang hati nurani mereka telah dibakar dengan besi panas” (I Timotius 4:2)! Dengan perkataan lain, semakin Anda berdosa, semakin keballah hati nurani Anda, sampai ketika itu dibakar oleh nyala api dosa Anda tidak lagi merasakan sakit dalam hati nurani Anda, tidak peduli berapa banyak dosa yang telah Anda lakukan.

Hitler telah berdosa begitu lama, pada Perang Dunia II ia dapat memberikan perintah untuk menyiksa anak-anak Yahudi untuk dilakukan oleh Dr. Mengele, seorang Nazi yang bengis, yang senang membelah perut anak-anak Yahudi untuk melihat berapa lama mereka akan bertahan sampai mati. Hitler dapat memerintahkan untuk membunuh 6 juta orang Yahudi dengan gas beracun, hanya karena mereka adalah orang Yahudi, tanpa merasakan sakit sedikitpun dalam hati nuraninya. Demikian juga, Henry VIII dapat memenggal dua istri mudanya yang tidak bersalah.dan setelah itu, tanpa hati nuraninya tertusuk sedikitpun, ia dapat makan-makan dan pergi tidur, jadi hati nuraninya sudah “terbakar dengan besi panas”!

Dan saya harus mengingatkan anak-anak muda di gereja kita bahwa hati nurani Anda telah ternoda ketika Anda dilahirkan. Anda mewarisi hati nurani yang telah rusak dari nenek moyang Anda yaitu Adam. Jadi Anda telah memiliki hati nurani yang rusak sejak masih anak-anak! Hati nurani itu semakin rusak oleh karena dosa masa kanak-kanak Anda. Setiap kali Anda membohongi ibu Anda, hati nurani Anda semakin rusak. Setiap kali Anda mencuri sesuatu, setiap kali Anda berbuat curang di sekolah, setiap kali Anda memikirkan berbagai hal yang tidak senonoh, hati nurani Anda semakin rusak dan semakin rusak lagi – sampai akhirnya Anda mulai benar-benar membuatnya mati. Seperti dengan besi panas, Anda benar-benar mulai membakar hati nurani Anda. Anda membakarnya dengan senyuman sinis di wajah Anda – senyum dan tertawa sinis ketika Anda disentuh oleh besi panas dari dosa Anda – membakar hati nurani Anda lagi dan lagi dengan dosa-dosa yang lebih dahsyat – yang saya tidak mungkin menyebutkannya di sini di gereja ini. Beberapa dari Anda telah membakar hati nurani Anda dengan liar, dengan semangat melakukan dosa yang semakin merusak atau membakar hati nurani Anda. Saya tidak perlu menyebutnya. Anda sendiri tahu apa itu. Anda tahu betapa semua dosa itu membakar hati nurani Anda. Anda tahu betapa semua dosa itu menumpulkan perasaan Anda dari kesalahan Anda. Anda tahu bagaimana itu hampir menjadi tidak mungkin bagi Anda untuk merasa bersalah atas semua dosa yang Anda lakukan itu. Dan Anda telah memikirkannya, saya yakin sudah banyak kali, sehingga Anda mungkin telah pasrah terhadap perbuatan tercela itu, melakukan dosa yang tak terampunkan, karena Anda dengan sukarela telah membakar dan mematikan hati nurani Anda, dengan sukarela telah mentertawakan Tuhan di hadapan-Nya, seperti Anda dengan terang-terangan melakukan dosa, dan merusak hati nurani Anda sendiri!

Dan sekarang Anda datang kepada saya untuk minta pertolongan untuk merasakan keinsafan! Apa yang dapat saya lakukan untuk Anda? Andalah sebenarnya telah telah merusak diri Anda sendiri. Andalah sebenarnya yang telah membakar dan mematikan hati nurani Anda sendiri. Apa yang dapat saya lakukan untuk menolong orang yang telah mematikan hatinya sendiri, dan membakar hati nuraninya dengan tak terbayangkan? Saya tidak dapat menolong. Saya hanya dapat memandang Anda dengan kasihan – sebagai ciptaan yang telah rusak, dengan tanpa masa depan dan tanpa pengharapan. Saya hanya dapat melihat Anda dengan kasihan. Saya tidak dapat menolong Anda dengan cara apapun – karena Anda telah dihukum. Oh, ya, seseorang dengan hari nuraninya yang terbakar adalah orang yang telah dianggap bersalah dan dihukum. Yesus berkata,

“Barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman” (Yohanes 3:18).

Ini bukan bahwa Anda akan dihukum ketika Anda mati, di masa depan. Oh tidak, saya kasihan melihat Anda karena Anda ”telah berada di bawha hukuman” (Yohanes 3:18). Hati nurani Anda yang telah terbakar, dan rusak tidak dapat diperbaiki lagi, dan oleh sebab itu tidak ada harapan bagi Anda. Anda “telah berada di bawha hukuman” – sama seperti Anda telah benar-benar telah berada di Neraka. Dan saya tidak dapat mengatakan apapun atau melakukan apapun untuk menolong Anda.

III. Ketiga, bagaima cara Tuhan masuk ke dalam gambar itu?

Ini mungkin… catat saya berkata “mungkin.” Jika Anda mencari pertolongan manusia, Anda menerima hukuman ganda. Hal yang paling mengerikan dan berbahaya adalah dengan mencari bantuan manusia, sehingga saya berkata dengan sangat tegas – hanya ini yang mungkin yaitu Tuhan akan membantu Anda untuk insaf. Ia tidak berjanji memberikan keinsafan kepada seseorang. Jika ia telah memberikan beberapa keinsafan sebelumnya, tidak ada jaminan bahwa Ia akan memberikannya lagi kepada Anda. Semakin sering orang yang pernah mengalami beberapa keinsafan tidak akan pernah lagi dikunjungi oleh Roh Tuhan. Namun Ia mungkin, Ia hanya mungkin menginsafkan

“akan dosa, kebenaran dan penghakiman” (Yohanes 16:8).

Setelah semua penolakan dan kesinisan dan penghinaan dan kebodohan yang telah Anda lakukan, Anda tidak layak menerima satu kesempatan lagi untuk insaf -- sehingga jika Tuhan menginsafkan Anda dari dosa, hargai perasaan bersalah Anda itu seperti batu bata yang terbuat dari emas. Jika Anda menghilangkan keinsfan Anda, Anda mungkin tidak akan pernah, tidak akan pernah menerimanya kembali!

Datanglah kepada Tuhan seperti seorang pengemis! Membungkuklah dengan penuh kerendahan hati, ketahuilah bahwa Raja yang mulia tidak berhutang apapun kepada Anda! Anda telah meludahi wajah-Nya di dalam hati Anda sepanjang tahun-tahun dalam hidup Anda. Pikirkanlah itu! Anda telah meludahi wajah Kristus dengan semua sikap Anda. Sekarang Kristus tidak berhutang apapun kepada Anda. Ia hanya berhutuang murka, penghukuman dan api Neraka kepada Anda – dan sekarang, Anda mungkin berkata dalam hati Anda, “Itu benar – Tuhan tidak berhutang apapun kepada saya selain api Neraka. Saya layak untuk menerima itu!” Maka, jika Anda merasa bahwa penghukuman yang teramat mengerikan adalah benar layak bagi Anda, saya meminta Anda untuk datang kepada Yesus seperti seorang perempuan yang telah berdosa yang datang kepada Dia dan mencium kaki-Nya. Datanglah kepada Dia seperti cacing yang menyedihkan karena itulah Anda. Datanglah dalam tangis dan ratapan kepada Dia, seperti John Sung pernah melakukan itu pada suatu malam di kamar asramanya. Seperti Bunyan dan Whitefield yang menggigil sambil menangis mengharapkan anugerah, datanglah kepada Dia dan akuilah dosa-dosa Anda. Namun saya hanya berkata “mungkin,” karena saya tidak tahu apakah kesempatan bagi Anda telah berlalu. Anda mungkin saja telah berdosa dan telah kehilangan hari anugerah itu untuk selamanya. Datanglah dalam ratapan kepada Kristus dan mungkin Ia mau memberikan Anda kesempatan lain – walaupun dalam kasus Anda kita tidak tahu Ia mau melakukan atau tidak. Turunlah ke mimbar ini. Turunlah ke sini, berlututlah, dan mohonkan anugerah dalam ratap tangis, dan Ia kiranya mendengarkan permohonan Anda dan memberikan Anda kesempatan lain untuk menerima anugerah-Nya dan menyucikan Anda dengan Darah-Nya yang suci. Alkitab mengajarkan bahwa hanya “darah Kristus” yang dapat

“menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup” (Ibrani 9:14).

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khobah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on "Sermon Manuscripts."

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @
http://www.sttip.com

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Titus 1:10-16.

Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:

“Search Me, O God” (Psalm 139:23-24).

GARIS BESAR KHOTBAH

TITLE

HATI NURANI DAN PERTOBATAN

(CONSCIENCE AND CONVERSION)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela” (Roma 2:15).

I.   Pertama, dari mana datangnya hati nurani manusia?
Kejadian 2:7; Amsal 20:27; II Samuel 24:10. 

II.  Kedua, apa yang terjadi atas hati nurani manusia?
Kejadian 3:11-13; Roma 1:21; Efesus 4:18-19;
Titus 1:15; I Timotius 4:2; Yohanes 3:18.

III. Ketiga, bagaima cara Tuhan masuk ke dalam gambar itu?
Yohanes 16:8; Ibrani 9:14.