Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




GETSEMANI – TEMPAT PENGIRIKAN ANGGUR

(GETHSEMANE – THE WINEPRESS)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan Dr. Eddy Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Kebaktian Sabtu Malam, 4 April 2009

“Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan, dan dari antara umat-Ku tidak ada yang menemani Aku!” (Yesaya 63:3).


Dalam khotbahnya yang berjudul, “The Single-Handed Conquest,” Spurgeon mengajak kita untuk memikirkan lebih dalam tentang Pemeras anggur yang mulia, Yang menderita demi membayar dosa-dosa kita, mulai di Taman Getsemani.

Dosa-dosa itu yang seharusnya menghancurkan Anda berkeping-keping, namun Ia telah menginjak-injak dengan kaki-Nya. Betapa remuknya tumit-Nya untuk menginjak-injak dosa-dosa itu! Oh betapa kuatnya Ia harus menginjak-injak kejahatan-kejahatan Anda itu, mematahkan kejahatan-kejahatan itu! Betapa keras Ia melakukan pengirikan, sampai tidak mengeluarkan peluh seperti kita, namun tetesan-tetesan darah, sehingga Ia dapat berkata… “Aku telah melakukannya; pekerjaan agung sepenuhnya telah selesai, ‘Sudah selesai’; ‘Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan.’” Ingatlah Dia pada waktu Ia mulai mencurahkan darah-Nya… di Taman Getsemani!... Jadi, datanglah, engkau orang yang paling berdosa di antara semua orang berdosa, di sana dosa-dosa Anda ditaruh, di sana dosa-dosa saya ditaruh, semuanya dicampur dalam satu tumpukan tinggi! Namun; sang Pemeras [Pengirik] anggur masuk, dan menginjak-injak dosa-dosa itu dengan kaki-Nya. Oh! Renungkanlah bagaimana Ia menginjak-injaknya; Apakah engkau melihat Dia di Getsemani, terluka oleh karena menginjak-injak dosa-dosa Anda? (C. H. Spurgeon, “The Single-Handed Conquest,” April 24, 1898, The Metropolitan Tabernacle Pulpit, Pilgrim Publications, 1976 reprint, volume xliv, hal. 183).

“Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan, dan dari antara umat-Ku tidak ada yang menemani Aku” (Yesaya 63:3).

Malam itu sudah larut. Pada sorenya Yesus bersama murid-murid-Nya telah berkumpul untuk makan Paskah, “Perjamuan Tuhan.” Kemudian, setelah tengah malam, Ia membawa murid-murid-Nya untuk keluar dari rumah itu. Dalam kegelapan mereka menyeberangi anak sungai Kedron dan naik ke sisi Bukit Zaitun, dan masuk ke Taman Getsemani. Mereka masuk ke dalam Taman yang gelap itu, dan Yesus meminta delapan murid-Nya

“Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa”
       (Matius 26:36).

Dr. John R. Rice menjelaskan kepada kita bahwa

Ia membawa tiga murid lainnya, yaitu Peterus, Yakobus, dan Yohanes, bersama Dia sedikit lebih jauh ke dalam taman itu. Semua murid kelelahan dan mengantuk. Mereka tertekan dan sedih. Para murid itu tidak dalam kondisi hati yang sedang berdoa. Bahkan Petrus, dan… Yakobus dan Yohanes… tertidur. Yesus sendiri “maju sedikit” dari tempat mereka dan segera berdoa dalam kesendirian. Tak seorangpun yang dapat maju sejauh Yesus. Walaupun jiwa-Nya membutuhkan teman, penguatan dan pertolongan dalam doa, Yesus berdoa sendirian… Saya percaya bahwa Allah menginginkan kita bersekutu dengan Kristus dalam pergumulan-Nya di Getsemani dan dalam kematian-Nya di kayu salib dan mencoba untuk lebih memahami penderitaan-Nya (Dr. John R. Rice, The Gospel According to Matthew, Sword of the Lord, 1980, hal. 439-440).

Para murid itu kemudian tertidur. Yesus berdoa sendirian di Taman itu, dalam penderitaan batin dan Darah.

“Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan, dan dari antara umat-Ku tidak ada yang menemani Aku” (Yesaya 63:3).

Nama “Getsemani” berarti “tempat pemerasan zaitun.” Malam itu tempat pemerasan zaitun menjadi tempat pemerasan anggur. Kristus seperti mengirik zaitun untuk mengeluarkan minyaknya. Namun Kristus tidak berpeluhkan minyak di Taman itu. Namun berpeluhkan darah. Dan oleh sebab itu tempat dimana zaitun-zaitun itu digirik menjadi tempat pengirikan anggur Anak Allah.

Getsemani, tempat pengirikan zaitun!
(Dan biarlah orang Kristen menerka)
Nama yang tepat, tempat yang tepat, di mana pembalasan berjuang
Dan digenggam erat dengan kasih.
   (“Gethsemane, the Olive Press!” by Joseph Hart, 1712-1768).

Ketika pengirikan zaitun menjadi pengirikan anggur bagi Kristus, Ia masuk ke dalam penderitaan yang tak terlukiskan. Pikiran manusia kita tidak dapat sepenuhnya memahami penderitaan yang dialami Kristus di tempat pengirikan anggur itu.

Pandanglah penderitaan Anak Allah
Rintihan, erangan, peluh darah!
Tentang penderitaan-Nya, yang begitu berat
Para malaikatpun tak sepenuhnya mengerti.

Siapa yang dapat memahaminya dengan benar
Dari awal sampai akhirnya?
Hanya Tuhan dan Tuhan sendiri
Yang sepenuhnya memahami beban itu.
   (“Thine Unknown Sufferings” by Joseph Hart, 1712-1768).

I. Pertama, itu adalah tempat pengirikan anggur kegentaran luar besar.

Ketika Kristus masuk ke dalam Getsemani, Markus menjelaskan kepada kita bahwa Ia “begitu takut dan gentar” (Markus 14:33). Ekthambeisthai berarti “sangat luar biasa,” sangat takut, tertekan dan diperingatkan tentang adanya bahaya. Apa yang menyebabkan sang Juruselamat begitu takut dan gentar? Tentu ini bukan karena Ia memikirkan tentang penyaliban yang akan Ia hadapi. Ketakutan-Nya yang luar biasa itu datang, menurut saya, ketika “TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian” (Yesaya 53:6). Di sini di tempat pengirikan anggur Getsemani Tuhan kita “‘mulai diremukkan karena dosa-dosa kita’… ‘dan mulai menjadi begitu takut dan gentar’; menjadi begitu tertekan dan gentar; pada saat memandang semua dosa dari umat-Nya ditimpakan atas-Nya…tidak disangkal itu harus ditambahkan dan ditambahkan, ‘dan menjadi begitu berat’, baik dengan dosa maupun penderitaan” (Dr. John Gill).

Ketakutan yang luar biasa yang Yesus rasakan disebabkan oleh karena ngerinya dosa Anda yang ditimpakan ke atas Dia. Di sini Kristus menggenapi suatu type, yang diberikan dalam Kitab Imamat, dan benar-benar menjadi kambing hitam karena kita.

“Dan Harun harus meletakkan kedua tangannya ke atas kepala kambing jantan yang hidup itu dan mengakui di atas kepala kambing itu segala kesalahan orang Israel dan segala pelanggaran mereka, apapun juga dosa mereka; ia harus menanggungkan semuanya itu ke atas kepala kambing jantan itu dan kemudian melepaskannya ke padang gurun dengan perantaraan seseorang yang sudah siap sedia untuk itu. Demikianlah kambing jantan itu harus mengangkut segala kesalahan Israel ke tanah yang tandus, dan kambing itu harus dilepaskan di padang gurun” (Imamat 16:21-22).

Kambing jantang itu adalah gambaran dari Kristus, dibiarkan sendirian di Taman Getsemani pada malam itu. Kambing itu adalah kambing piaraan, yang dipelihara di rumah petani. Namun kemudan ia harus menanggung dosa-dosa umat di atas pundaknya, dan ia dilepaskan sendiri, di padang gurun itu. Betapa sedih dan ketakutannya kambing kecil yang harus merasa sendirian malam itu, di padang gurun, dan ini adalah gambaran akan ketakutan yang Yesus rasakan ketika Ia masuk ke tempat pemerasan anggur Getsemani karena dosa–dosa kita.

Di sana Allahku menanggung semua kesalahanku;
Ini anugerah yang dapat dipercaya;
Namun penderitaan yang Ia rasakan
Terlalu luas untuk dipahami.
Tak seorangpun dapat menyelami Engkau,
Penderitaan-Mu, dalam Getsemani yang gelap!
Tak seorangpun dapat menyelami Engkau,
Penderitaan-Mu, dalam Getsemani yang gelap!
   (“Many Woes Had He Endured” by Joseph Hart, 1712-1768).

“Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan, dan dari antara umat-Ku tidak ada yang menemani Aku” (Yesaya 63:3).

II. Kedua, itu adalah tempat pengirikan anggur korban penebusan.

Lukas menjelaskan kepada kita bahwa, di sana di Taman itu,

“Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah” (Lukas 22:44).

“Sangat ketakutan” – en agōniai, konflik penderitaan batin yang luar biasa.

Ada dua kambing yang digunakan oleh Harun pada Hari Raya Pendamaian. Yang pertama dilepaskan di padang gurun. Dan yang satunya lagi disembelih menjadi korbah pengapus dosa.

“Lalu ia harus menyembelih domba jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa bagi bangsa itu dan membawa darahnya masuk ke belakang tabir… ia harus memercikkannya ke atas tutup pendamaian dan ke depan tutup pendamaian itu”
       (Imamat 16:15).

Kambing yang kedua mengalami ketakutan karena lehernya segera disembelih sebagai korban penghapus dosa. Ketakutan dan penderitaan yang dirasakan oleh binatang kecil ini hanyalah suatua gambaran, type dari Kristus. Yesus dalam penderitaan-Nya adalah antitype-nya, penggenapannya.

“Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah” (Lukas 22:44).

Nabi Yesya berkata,

“Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah” (Yesaya 53:10).

Tentunya in mulai di tempat pengirikan anggur Getsemani!

Ya, pada malam harilah, Juruselemat sendirian
   Di Getsemani berdoa, Menanggung penderitaan
Ya, pada malam harilah, Juruselamat digempur
   Oleh gentar serta duka; murid kekasih pun tertidur.
(“‘Tis Midnight; And on Olive’s Brow” by William B. Tappan, 1794-1849/
    Terjemahan Nyanyian Pujian No. 67.).

Yesus berjalan di tempat pengirikan anggur itu sebagai korban penganti Anda dan saya. Kita seharusnya yang ada di sana, merasakan takut dan gentar karena dosa-dosa kita. Dan Anda akan merasakan ketakutan dan penderitaan yang luar biasa, di Neraka, kecuali jika Anda mau berbalik kepada Kristus, dan memeluk Dia sebagai Juruselamat Anda. Ketika Anda percaya di dalam Kristus, ketakutan dan penderitaan Anda menjadi penderitaan-Nya. Ini adalah penebusan. Orang lain, Kristus sendiri, mengambil tempat Anda untuk mengalami penderitaan yang seharusnya Anda rasakan. Penebusan Kristus bagi dosa-dosa Anda mulai di tempat pengirikan anggur Getsemani.

Ya, pada malam harilah, Juruselemat sendirian
   Di Getsemani berdoa, Menanggung penderitaan.

Ketika saya meminta Anda untuk menjelaskan kepada saya apa yang telah Yesus lakukan bagi Anda, dapatkah Anda berkata,

“Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah?” (Yesaya 53:10).

Jika Anda tidak dapat berkata apapun tentang penderitaan Kristus menggantikan Anda demi menyelamatkan Anda, mengapa Anda harus menyebut diri Anda sendiri orang Kristen? Buanglah ketidak-percayaan Anda dan datanglah kepada Juruselamat yang telah bermandikan darah!

Dosa dapat dihapus
Hanya oleh darah Yesus.
   (“Nothing But the Blood” by Robert Lowry, 1826-1899/
     Terjemahan Nyanyian Pujian No. 109).

“Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah” (Lukas 22:44).

Ya, pada malam harilah, Juruselemat sendirian
   Di Getsemani berdoa, Menanggung penderitaan.

“Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan, dan dari antara umat-Ku tidak ada yang menemani Aku” (Yesaya 63:3).

III. Ketiga, itu adalah tempat pengirikan anggur kesendirian.

Matius menjelaskan kepapa kita bahwa Ia

“Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar” (Matius 26:37).

Spurgeon memberikan komentar ini untuk kata “merasa sedih dan gentar”:

Atas kata adēmonein yang diterjemahkan “merasa sedih dan gentar,” Goodwin menjelaskan bahwa ada suatu kegelisahan di dalam penderitaan batin sang Juruselamat sejak akar kata ini menandakan “dipisahkan dari umat – orang ada dalam kegelisahan, ketika dipisahkan dari umat manusia.” (C. H. Spurgeon, “Gethsemane,” number 493, The Metropolitan Tabernacle Pulpit, Pilgrim Publications, 1979, volume xix, hal. 74).

“Ia harus mengirik anggur itu sendirian, dan tidak ada satupun umat-Nya yang berada di sana bersama dengan Dia” (Spurgeon, ibid,. hal. 73). Juruselamat dipisahkan dari umat manusia, masuk ke dalam penderitaan-Nya sendirian demi dosa kita.

Ia ditinggalkan oleh murid-murid-Nya, yang tertidur lelap ketika Ia merasa “sangat takut dan gentar” oleh karena dosa-dosa mereka – dan dosa-dosa kita.

“Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar” (Matius 26:37).

Dr. Gill berkata,

Ia diremukkan, dan diserahkan kepada kesengsaraan oleh Bapa-Nya; penderitaan-Nya barulah mulai, karena penderitaan itu tidak berakhir di sini, namun di kayu salib, atau bahwa ini hanyalah permulaan dari penderitaan-Nya, atau bahwa penderitaan-penderitaan ini lebih ringan dibandingkan dengan penderitaan yang akan datang; karena penderitaan-penderitaan yang akan datang itu begitu berat, dan benar-benar paling berat dari antara semuanya, seperti yang nampak dari apa yang Ia sendiri perkirakan; tangis-Nya kepada Bapa-Nya, peluh darah-Nya dan ketakutan-Nya; dan bagaimana Ia memerlukan malaikat yang menguatkan Dia untuk tetap bertahan; dan penghiburan serta penguatan yang Ia terima dari malaikat dalam natur manusiawi-Nya: Semua itu menunjukkan bagian dari berbagai penderitaan-Nya: dan menjadi sangat berat; dengan beban dosa umat-Nya, dan murka Allah, yang olehnya Ia sangat tertekan, sehingga Ia hampir mati; Ia telah menjadi lemah, dan hampir mati; hati-Nya telah hancur… di hadapan murka Allah… jiwa-Nya tertutup oleh tumpukan dosa umat-Nya; dosa-dosa itu ditumpukkan atas-Nya, dan menyelimuti Dia… penderitaan akan kematian dan neraka mengelilingi Dia di setiap sisi, tak ada penghiburan sedikitpun yang dapat Ia rasakan; atau tidak ada jalan terbuka sedikitpun untuk itu, sehingga jiwa-Nya diselimuti dengan dukacita; hati-Nya telah hancur; bahkan seperti Ia dibawa ke debu kematian; atau dukacita itu tidak akan meninggalkan Dia, Ia diharuskan mengalami semua itu, sampai jiwa dan tubuh-Nya terpisah satu dengan yang lainnya (Dr. John Gill, An Exposition of the New Testament, The Baptist Standard Bearer, 1989 reprint, vol. I, p. 334).

Sendiri Juruselamat berdoa
Dalam gelapnya Getsemani;
Sendiri Ia menerima cawan pahit-Nya,
Dan menderita di sana bagi saya;
Sendiri, sendiri, Ia menanggung semuanya sendiri;
Ia menyerahkan hidup-Nya ‘tuk selamatkan milik-Nya;
Ia menderita, berdarah dan mati, sendiri, sendirian.
   (“Alone” by Ben H. Price, 1914).

“Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan, dan dari antara umat-Ku tidak ada yang menemani Aku” (Yesaya 63:3).

Jadi, kita melihat apa yang Yesus telah lakukan untuk menyelamatkan kita. Penderitaan-Nya menggantikan kita mulai di Getsemani, di mana Ia menanggung dosa-dosa kita, dan kemudian membawanya ke kayu Salib.

“TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian”
       (Yesaya 53:6).

Kristus menanggung dosa-dosa kita mulai dari Getsemani sampai ke kayu Salib, di mana Ia “telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci” (I Korintus 15:3).

Jika Anda adalah orang Kristen, pandanglah kembali dan lagi penderitaan-Nya, dan Anda akan dikuatkan pada saat menghadapi masa-masa pencobaan, dan dihiburkan pada saat mengalami masa-masa pencobaan. Jika Anda masih belum diselamatkan, hempaskanlah diri Anda sendiri kepada Kristus, dan Ia akan menyucikan dosa-dosa Anda dengan darah-Nya.

Di sinilah klaimku, dan hanya di sini;
Tak ada Juruselamat lain yang aku perlukan;
Tak ada kebajikan yang aku miliki;
Tidak, tidak ada satu pun perbuatan baik untuk menyelamatkanku:
Tidak ada pangharapan lain bagiku,
Hanya di Getsemani!
   (“Many Woes Had He Endured” by Joseph Hart, 1712-1768).

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on “Manuskrip-Manuskrip Khotbah.”


GARIS BESAR KHOTBAH

GETSEMANI – TEMPAT PENGIRIKAN ANGGUR

(GETHSEMANE – THE WINEPRESS)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Aku seorang dirilah yang melakukan pengirikan, dan dari antara umat-Ku tidak ada yang menemani Aku!” (Yesaya 63:3).

(Matius 26:36)

I.   Pertama, itu adalah tempat pengirikan anggur kegentaran luar besar, Markus 14:33; Yesaya 53:6; Imamat 16:21-22.

II.  Kedua, itu adalah tempat pengirikan anggur korban penebusan, Lukas 22:44; Imamat 16:15; Yesaya 53:10.

III. Ketiga, itu adalah tempat pengirikan anggur kesendirian, Matius 26:37; Yesaya 53:6; I Korintus 15:3.