Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




JANTUNG DARI INJIL

(THE HEART OF THE GOSPEL)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan Dr. Eddy Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 22 Maret 2009

“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah”
(II Korintus 5:21).


Jantung Injil adalah korban penebusan Kristus di kayu Salib. Orang-orang yang mengkhotbahkan kebenaran ini mengkhotbahkan Injil – tidak peduli apakah ada kesalahan-kesalahan lain yang mereka buat. Namun orang-orang yang tidak mengkhotbahkan korban penebusan Kristus di kayu Salib telah menghilangkan berita sentral dari Perjanjian baru – tidak peduli apakah ada kebenaran-kebenaran lain yang mereka beritakan. Pada tahun 1880-an Spurgeon mengkhotbahkan khotbah-khotbah yang sarat dengan doktrin penggantian penebusan Kristus, karena doktrin ini sedang diingkari oleh liberalisme yang sedang bertumbuh pada waktu itu di Baptist Union di Inggris. Hari ini masalahnya agak sedikit berbeda. Beberapa pengkhotbah TV Amerika sedang mengajarkan bahwa Kristus menebus dosa kita di Neraka. Itu kesalahan yang sangat mengerikan! Itu tidak Alkitabiah! Namun, di kebanyakan gereja evangelikal, tidak begitu banyak yang menolak doktrin itu sebanyak penolakan terhadap doktrin tentang korban penebusan Kristus – yang secara menyedihkan dan aneh ditolak. Kematian Yesus di kayu Salib sebagai korban penebusan hampir tidak pernah lagi dikhotbahkan di mimbar-mimbar evangelikal modern. Pada kenyataannya, sangat sedikit penekanan pemberitaan tentang kematian Kristus di kebanyakan gereja evangelikal hari ini. Mungkin ada beberapa kata disinggung dalam khotbah, namun sangat jarang hamba Tuhan menyampaikan khotbah secara menyeluruh tentang doktrin yang krusial ini. Saya pikir ini adalah salah satu alasan mengapa banyak orang meninggalkan gereja-gereja evangelikal dan bergabung dengan gereja Katolik Roma dan Ortodoks Timur, di mana setiap ibadah dibangun di sekitar kematian Kristus. Walaupun penerapan liturgi-liturgi ini tidak menyelamatkan, namun penyaliban merupakan hal yang sangat penting dalam misa-misa mereka. Namun banyak gereja evangelikal memiliki anggapan bahwa jemaat sudah sangat memahami tentang semua doktrin penting tentang korban penebusan Kristus. Dan oleh sebab itu, doktrin ini hanya disinggung sepintas lalu saja, jika bukan tidak sama sekali.

Saya menghabiskan beberapa waktu menghadiri gereja Baptis di mana penekanan utamanya adalah pelatihan orang-orang Kristen. Salah satu dari para wanita yang pernah ada di gereja itu selama seperempat abad datang ke gereja kita di sini. Saya bertanya kepada wanita itu bagaimana ia dulu berharap diselamatkan. Ia berkata, “Dengan mengakui dosa-dosa saya dan mengambil Perjamuan Tuhan.” Satu-satunya waktu kapan pendetanya menekankan doktrin tentang penebusan adalah setelah jemaat mengakui dosa-dosa mereka dalam doa sebelum pelayanan Perjamuan Tuhan setiap bulan. Sebagai hasilnya, ibu ini, sudah lama menjadi orang Baptis, belum memiliki pemahaman yang lebih baik tentang korban penebusan Kristus dari pada orang Katolik Roma yang masih terhilang. Pendeta dari gereja wanita itu telah menghabiskan lebih dari dua puluh lima tahun mengajar jemaat untuk menghidupi kehidupan Kristen – dan selama waktu itu orang masih terhilang – sedang pergi ke Neraka!

Saya takut bahwa berbagai macam kesalahan tentang penebusan ada dalam pikiran kebanyakan orang Baptis dan evangelikal hari ini – karena penolakan secara umum tentang semua subyek penting di mimbar-mimbar kita. Rata-rata pendeta berpikir, “Mengapa saya tidak perlu mengkhotbahkan itu! Subyek itu terlalu sederhana! Saya harus mengajar mereka sesuatu yang akan menolong mereka untuk menghidupi kehidupan Kristen ini!” Oleh sebab itu, pendeta-pendeta ini menghabiskan seluruh pelayanan mereka untuk “melempar mutiara kepada babi” (untuk hal yang sia-sia). Karena orang-orang yang mereka “ajar” tidak pernah benar-benar menjadi orang Kristen sejati, kebanyakan dari pelayanan mereka sia-sia. Penebusan harus menjadi sentral – namun ini jarang ditekankan pada zaman kesesatan hari ini di kebanyakan gereja evangelikal.

Kita tahu ini dengan mendengarkan orang-orang di ruang pemeriksaan. Kebanyakan pendeta terlalu banyak bicara, dan tidak pernah bertanya, atau mendengarkan jawaban. Oleh sebab itu pendeta-pendeta ini tidak memiliki ide tentang apa yang jemaat mereka pikirkan! Itulah sebabnya mengapa mereka tidak menyadari bahwa subyek tentang penggantian penebusan Kristus – jauh dari hal yang “terlalu sederhana” – bahkan tidak difahami dan diterima oleh jemaat mereka! Ini akan mengejutkan hari ini di gereja-gereja evangelikal ketika mendengar khotbah yang keras dan tegas tentang penggantian penebusan Kristus. Saya berketetapan selama sebulan untuk mengkhotbahkan subyek ini agar mereka mendengar khotbah membakar dari ayat kita ini,

“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah”
       (II Korintus 5:21).

Saya tahu ini melalui pengalaman setelah berkhotbah selama lima puluh tahun.

Tidak heran bila banyak orang evangelikal yang belum pernah bertobat! Tidak heran bila gereja-gereja kita banyak yang tutup! Tidak heran bila kesesatan dari “emerging church” sedang mengikis masa depan eksistensi kita! Tidak heran bila orang-orang sekarang sedang memprediksikan kejatuhan evangelikalisme sebagai suatu gerakan! Saya setuju dengan Spurgeon,

Doktrin tentang penyaliban Kristus selalu bersama dengan saya. Seperti tentara Roma di Pompeii berdiri di posnya bahkan ketika kota dibinasakan, demikian juga saya tetap berdiri [oleh] kebenaran tentang penebusan walaupun gereja sedang dikubur oleh lumpur panas penyesatan. Semua yang lainnnya dapat menunggu, namun satu kebenaran ini harus diberitakan dengan suara yang lantang. Orang lain boleh mengkhotbahkan apa yang mereka mau, namun untuk mimbar ini, akan selalu bergema dengan pemberitaan tentang penggantian penebusan Kristus. “Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus,” (C. H. Spurgeon, “The Blood Shed For Many,” The Metropolitan Tabernacle Pulpit, Pilgrim Publications, 1974 reprint, volume XXXIII, hal. 374).

“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah”
       (II Korintus 5:21).

Dr. Ryrie berkata,

Ini adalah jantung dari Injil: Juruselamat yang tidak ada dosa telah mengambil dosa-dosa kita agar kita memiliki kebenaran Allah (Charles C. Ryrie, Ph.D., The Ryrie Study Bible, Moody Press, 1978, p. 1759; catatan untuk II Korintus 5:21).

Ini adalah doktrin sentral dari Injil – jantung dari Injil – Kristus sebagai pengganti atau penebus orang berdosa. Ini adalah doktrin yang paling penting dan paling agung dari semua doktrin, karena manusia terhilang dalam dosa, namun Allah mengambil dosa mereka dan meletakkannya di atas Anak-Nya yang tunggal, menjadikan dia korban penebusan dosa bagi kita, agar barangsiapa datang kepada Kristus dijadikan benar dalam pemandangan Allah. Ini adalah doktrin tentang penggantian penebusan Kristus yang menggantikan tempat orang-orang berdosa. Sudahkah Kristus menjadi penebus Anda? Jika belum, Anda tidak memiliki pengharapan untuk dapat lari dari api Nereka.

“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah”
       (II Korintus 5:21).

I. Pertama, siapa Orang yang dibuat menjadi dosa oleh karena kita?

“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita…” (II Korintus 5:21).

Itu adalah Kristus “yang tidak mengenal dosa.” Sepanjang seluruh hidup-Nya di bumi ini Yesus tidak mengenal dosa. Ia adalah satu-satunya manusia yang pernah hidup yang tanpa dosa. Ketika Ia berkata, “Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa?” mereka tidak dapat menjawab Dia (Yohanes 8:46). Bahkan wali negeri Romawi, Pontius Pilatus, mengakui ini. Ketika mereka berseru, “Ia harus disalibkan,” Pilatus berkata, “Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?” (Mat. 27:23). Mereka tidak dapat menemukan dosa di dalam Dia, dan oleh sebab itu mereka mengutip secara salah dari apa yang Ia katakan, dan memutar-balikannya, karena mereka tidak dapat menemukan kesalahan di dalam Dia sama sekali,

“Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya”
       (I Petrus 2:22).

“…di dalam Dia tidak ada dosa” (I Yoh. 3:5).

Ini adalah perkataan Petrus dan Yohanes, dua murid terdekat-Nya, orang yang paling mengenal Dia. Petrus berkata, “Ia tidak berbuat dosa” (I Petrus 2:22). Yohanes berkata, “di dalam Dia tidak ada dosa” (I Yoh. 3:5). Siapa yang mengetahui ini lebih baik dari pada mereka? Ia adalah Anak Domba Allah, yang tidak bercacat dan tanpa sedikitpun dosa!

Kristus dapat mengambil tempat orang-orang berdosa di kayu Salib karena Ia tidak memiliki dosa dalam diri-Nya sendiri. Bahkan pencuri yang disalibkan di samping Kristus berkata, “Orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah” (Lukas 23:41).

II. Kedua, apa yang Allah lakukan kepada-Nya yang tidak mengenal dosa itu?

“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita…” (II Korintus 5:21).

Maksudnya adalah bahwa dosa telah diangkat dari orang berdosa dan diletakkan atas Kristus yang tanpa dosa. Kitab Suci berkata,

“TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.” (Yesaya 53:6).

“Kejahatan mereka dia pikul” (Yesaya 53:11).

Itu bahasa yang sederhana. Namun jika sesuatu dapat dibuat lebih sederhana, inilah itu – “Dia dibuat-Nya menjadi dosa karena kita.”

Allah meletakkan semua beban dosa manusia ke atas Yesus. Spurgeon berkata,

Doa dengan begitu dahsyatnya menekan Penebus kita [Yesus]. Ia merasakan beban itu di Taman Getsemenai, di mana “Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.” Tekanan penuh dari [dosa kita] datang atas-Nya ketika Ia dipakukan di kayu [Salib] terkutuk itu. Pada jam-jam kegelapan itu Ia menanggung dengan tanpa batas lebih dari apa yang dapat kita cerikatakan… kita tahu bahwa Ia menanggung malu kerena kita… “Lalu mereka meludahi muka-Nya.” Itu adalah penghinaan yang amat kejam… Kita tahu bahwa Ia menanggung sakit yang tak dapat dihitung atas tubuh dan pikiran-Nya: Ia kehausan, Ia berseru dalam penderitaan oleh karena ditinggalkan [Bapa], Ia mencurahkan darah-Nya, Ia mati. Kita tahu bahwa Ia menyerahkan nyawa-Nya kepada kematian… Namun di balik itu, dan melampaui semua ini, ada jurang neraka penderitaan yang tak terkira… “Penderitaan Mu yang tak terpahami”… penderitaan yang tak dapat dipahami. Ia… memikul sejumlah kesedihan yang tak dapat kita bayangkan. Saya tidak akan berkata lagi: itu adalah hikmat untuk menyelubungi apa yang tidak mungkin dijelaskan. Ayat ini menunjukkan selubung dan penyingkapan dari penderitaan-Nya, seperti dikatakan, “Dia telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita”… Tuhan membuat Dia yang secara sempurna tanpa dosa menjadi dosa karena kita: Itu berarti lebih rendah, lebih gelap, lebih menderita, dan lebih dari sekedar mati dari apa yang dapat Anda bayangkan… Salib dalam banyak aspek adalah pewahyuan penuh tentang murka Allah terhadap manusia berdosa bahkan dari pada [Neraka], dan api penyiksaan kekal. Orang yang mau memahami kebencian Allah terhadap dosa harus melihat Anak yang Tunggal [Yesus] berdarah baik tubuh maupun jiwa-Nya bahkan sampai mati… Ini lebih dari “ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah”; itu lebih dari “Allah telah meninggalkan dia”; itu lebih dari “ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya” : itu lebih dari semua deskripsi yang paling sugestif – “Dia telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita.” Oh betapa dalamnya terror itu, namun juga betapa tingginya kasih itu! (C. H. Spurgeon, “The Heart of the Gospel,” The Metropolitan Tabernacle Pulpit, Pilgrim Publications, 1974 reprint, volume XXXII,hal. 390-391).

III. Ketiga, apa yang mungkin terjadi pada Anda sebagi hasilnya?

“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah
       (II Korintus 5:21).

Setiap orang yang datang kepada Yesus, dan bersandar di dalam Dia dibenarkan dalam pemandangan Allah melalui korban penebusan Kristus. Kita dibenarkan melalui iman di dalam Yesus Kristus – dan tidak dengan cara yang lain.

“Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus” (Roma 5:1).

Dibenarkan, diperhitungkan sebagai orang benar, oleh iman di dalam Yesus,

“…bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.” (Roma 3:26).

Datanglah langsung kepada Yesus dan Ia akan mengangkat dosa Anda dan mengenakan kebenaran-Nya sendiri kepada Anda!

Berpakaikan kebenaran-Nya,
Dibenarkan berdiri di depan tahta itu
   (“The Solid Rock” by Edward Mote, 1797-1874).

“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah”
       (II Korintus 5:21).

Seorang pendeta Baptis menerangkan semua ini kepada seorang Mormon. Kemudian pendeta itu bertanya, “Apakah Anda memahami ini?” Orang itu menjawab, “Saya memahami itu, namun saya tidak percaya itu.” Sobat, Anda harus percaya itu, namun Anda harus melangkah lebih dari itu – Anda harus benar-benar datang kepada Yesus dan beristirahat di dalam Dia! Maka

“… dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah” (II Korintus 5:21).

Anda harus ada “di dalam Dia” – di dalam Yesus Kristus! Datanglah kepada Dia, beristirahatlah di dalam Dia! Masuklah di dalam Dia. “Dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah!”

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on “Manuskrip-Manuskrip Khotbah.”

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: II Korintus 5:17-21.
Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Jesus Died For Sinners” (by Dr. John R. Rice, 1895-1980).


GARIS BESAR KHOTBAH

JANTUNG DARI INJIL

(THE HEART OF THE GOSPEL)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah”
(II Korintus 5:21).

I.   Pertama, siapa orang yang dibuat menjadi dosa oleh karena kita? Yoh. 8:46; Matius 27:23; I Petrus 2:22; I Yohanes 3:5; Lukas 23:41.

II.  Kedua, apa yang Allah lakukan kepada-Nya yang tidak mengenal dosa itu? Yesaya 53:6, 11.

III. Ketiga, apa yang mungkin terjadi pada Anda sebagi hasilnya? Roma 5:21; 3:26.