Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




MUSUH ALLAH!

(ENMITY AGAINST GOD!)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Kebaktian Minggu Malam, 15 Maret 2009

“Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya” (Roma 8:7).


Di sini Alkitab memberikan tuduhan yang jelas terhadap manusia dalam keadaan duniawinya. Keinginan daging adalah keinginan yang dilahirkan bersama dengan kelahiran Anda. Setiap anak dilahirkan bersama dengan pikiran ini. Matthew Henry berkata, bahwa “ini berbicara tentang iblis yang berwujud manusia. [Ia] bukan hanya musuh, namun seteru… oposisi jiwa terhadap Allah; memberontak terhadap otoritas-Nya, [menentang] Dia, meludahi wajah-Nya. Dapatkah ada seteru yang lebih besar dari ini?” Dapatkah ada musuh Allah yang lebih besar dari pada yang Anda lakukan? (Matthew Henry’s Commentary on the Whole Bible, Hendrickson Publishers, 1996 edition, volume 6, hal. 335; catatan untuk Roma 8:7).

“Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah …”
      (Roma 8:7).

Kata Yunani yang diterjemahkan “perseteruan” di sini adalah “echthra.” Ini berarti “musuh” (“hostility”). Ini diterjemahkan dengan tidak tepat dalam NASV dan NIV dengan “is hostile,” namun lebih tepat, “hostility” atau “enmity” Keinginan dari manusia yang telah jatuh bukan hanya suatu perseteruan terhadap Allah; namun ini adalah musuh itu sendiri! Keinginan daging adalah musuh Allah! Dr. Lenski berkata

…[echthra]…berarti dendam pribadi, kebencian, ketidak-sukaan, dan oposisi terhadap Allah (R. C. H. Lenski, D.D., The Interpretation of St. Paul’s Epistle to the Romans, Augsburg Publishing House, 1961 edition, hal. 506; komentar untuk Roma 8:7).

Bagaimana membedakan ini dengan manusia ketika ia baru diciptakan! Pada mulanya,

“Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya”
      (Kejadian 1:27).

Pada mulanya manusia hidup dalam hubungan yang benar-benar harmonis bersama dengan Allah.

“TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu” (Kejadian 2:15).

Namun Adam berdosa melawan Allah, sehingga ini membawa keruntuhan dan dosa kepada semua keturunannya – bagi seluruh umat manusia karena kita semua diturunkan dari dia, dan bukan dari Darwin, walaupun bentuk wajah Darwin mengingatkan saya tentang monyet besar tak berekor. Mungkin ide ini datang dari memandang diri dalam cermin terlalu lama. Namun Firman Allah mengatakan bahwa natur berdosa kita diwariskan dari Adam pada permulaan sejarah manusia.

“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa” (Roma 5:12).

“Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa” (Roma 5:19).

Jadi semua umat manusia menjadi orang berdosa secara natur dan bersalah – di dalam satu orang itu, Adam – “oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa.” Oleh dosa Adam, semua umat manusia jatuh, dan

“keinginan daging adalah [menjadi] perseteruan terhadap Allah…” (Roma 8:7).

Dengan baik Matthew Henry telah menggambarkan manusia yang setelah kejatuhan sebagai “iblis yang berwujud manusia” (ibid). Kata Setan diterjemahkan dari kata Yunani “Satanas,” yang berarti “musuh,” antagonis, seteru. Ketika Lucifer berdosa, ia jatuh dan menjadi Setan, musuh Allah (Yesaya 14:12-15; Yehezkiel 28:13-17). Ketika manusia jatuh, ia juga menjadi “musuh Allah.” Spurgeon menekankan bahwa Rasul Paulus menggunakan kata benda, bukan kata sifat. Jadi, ia tidak berkata bahwa keinginan manusia adalah perseteruan dengan Allah, namun adalah “musuh itu sendiri… bukan suka memberontak, tetapi pemberontak… bukan pada permusuhannya, namun sesungguhnya musuh itu sendiri” (C. H. Spurgeon, “The Carnal Mind Enmity Against God,” The New Park Street Pulpit, Pilgrim Publications, 1981 reprint, volume I, HAL. 150).

“Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah …”
      (Roma 8:7).

Malam ini saya akan menjelaskan tiga kebenaran dari ayat ini.

I. Pertama, keadaan yang sesungguhnya dari manusia kedagingan adalah menjadi musuh Allah.

Jika Anda jujur kepada diri Anda sendiri, suatu hari Anda mungkin melihat bahwa ini benar. Saya tidak melihat bagaimana seseorang dapat benar-benar bertobat tanpa pertama-tama menyadari bahwa ia adalah musuh Allah sebagai mana dinyatakan dalam Alkitab. Namun oleh anugerah Anda mungkin mulai melihat bahwa pikiran Anda yang belum ditobatkan adalah musuh Allah. Mengapa, pikiran Anda bahkan menolak Allah dalam pengalaman Anda setiap hari. Anda dapat membaca seluruh pasal Alkitab, namun hanya sekedar memperoleh arti dari kata-kata, oleh sebab itu apa yang Anda lakukan yaitu membaca Alkitab tidak bernilai apa-apa bagi jiwa Anda. Orang-orang Kristen besar dari masa lalu membaca Alkitab dan “memakannya,” sebagaimana orang-orang Ibrani memakan manna yang turun dari sorga untuk mereka di padang gurun. Dalam Yehezkiel 3:2 nabi berkata, “Maka kubukalah mulutku dan diberikan-Nya gulungan kitab itu kumakan.” Rasul Yohanes berkata, “Lalu aku mengambil kitab itu dari tangan malaikat itu, dan memakannya” (Wahyu 10:10). Dr. McGee berkata, “Memakan kitab itu berarti menerima Firman Allah dengan iman” (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, Thomas Nelson, 1983, volume V, catatan untuk Wahyu 10:10). Nabi Yeremia melakukan hal yang sama. Ia berkata, “Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku” (Yeremia 15:16). Para nabi dan Rasul Yohanes makan Firman Allah dan itu manis bagi mereka. Mereka makan Kitab Suci seperti orang-orang Ibrani makan manna di padang gurun.

Apa yang saya maksudkan ketika saya berkata mereka “makan” Alkitab seperti manna, dan itu adalah makanan yang berasal dari Allah? Apakah maksudnya itu? Itu maksudnya bahwa orang-orang suci pada zaman Alkitab dipuaskan dengan makan Firman Allah, dipuaskan seperti orang-orang Ibrani ketika mereka makan manna di padang gurun. Ketika mereka makan Firman Allah, mereka menemukan itu sebagai mankanan bagi jiwa mereka. Mereka menemukan Allah hadir bersama dengan mereka, memberi makan mereka dari Firman-Nya, ketika mereka membacanya, dan menelan apa yang mereka baca.

Namun Anda, dengan kedagingan Anda, pikiran yang belum dipertobatkan, tidak akan pernah merasa bahwa Allah sedang memberi makan kepada Anda ketika Anda membaca Alkitab. Mengapa? Jawabannya sederhana saja – ada selubung yang menyelubungi hati Anda. Sebagaimana Rasul Paulus berkata,

“Setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka” (II Korintus 3:15).

“Selubung” itu ditempatkan di sana, oleh Setan, untuk menutupi hati Anda, untuk mempertahankan kedagingan Anda, menjaga pikiran yang belum dipertobatkan agar tidak menyadari makanan yang diberikan dalam Alkitab, dan agar tidak menerima berkat rohani dengan membacanya. Dalam pasal berikutnya dari II Korintus kita membaca bahwa Alkitab tidak baik bagi jiwa-jiwa yang belum bertobat, dan kita diberikan alasan untuk ini –

“Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini [Setan]” (II Korintus 4:3-4).

Anda lihat, Iblis meletakkan selubung atas hati Anda, sehingga Anda tidak memperoleh berkat rohani dari membaca Alkitab. Ini amat sangat penting. Jika Anda tidak bertobat, bukankah ini bernar bahwa Anda membaca Alkitab secara mekanis, seperti itu hanyalah tugas yang Anda rasa harus Anda lakukan? Bukankah benar bahwa Allah tidak pernah berbicara secara mendalam bagi hati Anda ketika Anda membaca Alkitab Anda? Bukankah benar bahwa Anda hanya sekedar membacanya karena Anda diminta untuk melakukannya? Bukankah benar bahwa Allah tidak bersama dengan Anda, berbicara kepada hati Anda, ketika Anda membaca Alkitab Anda di rumah? Dan bukankah ini adalah teguran bagi Anda? Bukankah ini mengganggu Anda? Dan bukankah ini bukti riil tentang keinginan daging Anda

“adalah perseteruan terhadap Allah”? (Roma 8:7).

Dengan cara yang sama dapat dikatakan tentang doa. Pernahkah Anda merasakan dengan Allah di dalam doa? Pernahkah Allah hadir dalam kamar Anda dan memenuhi hati Anda dengan sukacita yang terkatakan ketika Anda berdoa? Dan jika ini benar tentang Anda bukankah ini adalah bukti riil dari keinginan kedagingan Anda yang

“adalah perseteruan terhadap Allah”? (Roma 8:7).

Bukankah ini menunjukkan kepada Anda bahwa Anda tidak menikmati Allah, seperti yang dialami oleh orang-orang Kristen sejati? Bukankah ini menunjukkan kepada Anda bahwa Anda berada di tempat yang salah? Bukankah orang Kristen sejati, setidaknya sering, akan menikmati kehadiran Allah di dalam doanya? Namun Anda tidak pernah menikmati sukacita seperti itu, persekutuan yang begitu indah bersama dengan Allah dalam doa, bukan? Pada kenyataannya, bukankah membaca Alkitab secara pribadi dan berdoa nampak kering dan membosankan bagi Anda? Dan apa yang dapat menjadi peyebab dari ini, jika bukan fakta bahwa sesungguhnya Anda tidak suka berdoa? Bukankah Anda berpikir tentang membaca Alkitab dan doa sebagai pekerjaan berat yang sesungguhnya tidak Anda sukai? Dan jika ini benar, bukankah bukti ini menunjukkan bahwa keinginan daging Anda

“adalah perseteruan terhadap Allah”? (Roma 8:7).

Dan ketika Anda pergi memberitakan Injil, bukan hal yang sama yang terjadi? Seorang pemudi meninggalkan gereja ini beberapa waktu yang lalu karena, ia berkata, “Penginjilan adalah pekerjaan sehari-hari,” pekerjaan berat yang di dalamnya ia tidak menemukan kenikmatan apapun. Betapa berbedanya dia dengan orang Kristen mula-mula yang pergi memberitakan Injil, bahkan walaupun mereka harus mengalami penganiayaan berat,

“Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus” (Kisah Rasul 5:41).

Apakah Anda memberitakan Injil “dengan gembira,” seperti yang telah mereka lakukan – atau ini hanya nampak seperti pekerjaan berat yang harus Anda lakukan, dan Anda tidak pernah merasakan sukacita apapun dalam melakukannya? Jika itu benar, bukankah itu bukti yang cukup bahwa keinginan daging Anda

“adalah perseteruan terhadap Allah”? (Roma 8:7).

Dan ketika Anda datang ke gereja pada hari Minggu, apakah Anda gembira mendengar apa yang Allah akan katakan kepada Anda melalui pemberitaan Firman Allah? Atau apakah Anda datang, menunduk melihat lantai, atau tidak jadi masuk, tidak menikmati khotbah-khotbah itu sama sekali – tidak memperoleh makanan rohani dan kenikmatan dari firman itu? Dan jika ini benar tentang Anda, bukankah ini adalah bukti bahwa keinginan daging Anda

“adalah perseteruan terhadap Allah”? (Roma 8:7).

Dan ketika kita makan bersama dan memiliki persekutuan sebelum kebaktian malam dan setelah kebaktian pagi, apakah Anda menikmati persekutuan bersama dengan orang-orang Kristen? Apakah Anda gembira menyambut dan mengajak bicara orang-orang terhilang yang sedang menghadiri kebaktian di gereja kita? Atau Anda memikirkan hal-hal lain, sehingga Anda dengan gelisah menunggu kapan bisa meninggalkan gereja dan melakukan sesuatu yang lebih menyenangkaan bagi keinginan daging Anda? Dan jika itu benar tentang Anda, bukankah itu adalah bukti bahwa keinginan daging Anda

“adalah perseteruan terhadap Allah”? (Roma 8:7).

Dan jika Anda masuk ruang pemeriksaan setelah kebaktian, apakah Anda gembira dan begitu tertarik mendengar apa yang deaken kita Dr. Cagan dan saya harus katakan kepada Anda? Apakah Anda memperhatikan dengan sungguh-sungguh penjelasan kami berhubungan dengan pertobatan Anda? Atau apakah Anda tidak setuju dengan kami dalam pikiran Anda, atau menutup pikiran Anda dan tidak memperhatikan, atau Anda memperhatikan setiap kata yang kami sampaikan dan kemudian Anda segera melupakannya kembali? Dan bukankah semua hal ini adalah bukti bahwa keinginan daging Anda

“adalah perseteruan terhadap Allah”? (Roma 8:7).

Mengapa, jika pikiran Anda bukan musuh Allah Anda akan menikmati khotbah-khotbah dengan gembira, memperhatikannya seakan menggantungkan hidup Anda padanya! Jika pikiran Anda bukan musuh Allah, Anda akan memperhatikan dengan serius apa yang Dr. Cagan dan saya jelaskan kepada Anda ketika kami mengkonseling Anda di ruang pemeriksaan, bukan? – jika keinginan daging Anda bukan “musuh Allah.” Bukankah saya benar? Dalam kehidupan lamban dan malas Anda, bukankah semua ini sifat-sifat yang membuktikan bahwa keinginan daging Anda

“adalah perseteruan terhadap Allah”? (Roma 8:7).

II. Kedua, kesalahan besar dari orang yang memiliki keinginan daging yang adalah musuh Allah.

“Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah …”
      (Roma 8:7).

Kata-kata dari ayat ini adalah gambaran penuh tentang dosa besar dari orang yang memiliki keinginan yang adalah musuh Allah, bukan? Orang-orang Ibrani “bersungut-sungut” melawan Musa ketika mereka dalam perjalanan dari Mesir melalui padang gurun.

“Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa”
      (Keluaran 15:24).

Pertama-tama mereka tidak sampai mengatakan bahwa mereka menentang Musa. Mereka hanya bersungut-sungut karena Musa telah memimpin mereka keluar dari Mesir. Mereka melakukan dosa amat besar karena melakukan ini, karena mereka sesungguhnya sedang bersungut-sungut melawan Allah, yang telah mengutus Musa untuk menyelamatkan mereka.

Sobatku, bukankah Anda memiliki perasaan yang sama dengan yang mereka miliki? Bukankah Anda bersungut-sungut dalam hati Anda karena kerasnya gereja kita ini? Dan semua pekerjaan penginjilan yang Anda rasa Anda harus melakukan bagi gereja ini – bukankah itu membuat Anda bersungut-sunggut kepada Allah dan ingin agar Anda tidak harus melakukan pekerjaan pemberitaan injil ini? Dan bukankah sungut-sungut di dalam hati Anda menunjukkan kepada Anda kesalahan besar yang telah Anda tumpuk dalam catatan Allah, karena keinginan daging Anda

“adalah perseteruan terhadap Allah”? (Roma 8:7).

Bukankah permusuhan Anda melawan Allah begitu mengerikan dan dosa yang amat besar dalam pemandangan Dia? Bukankah Anda bersalah dalam pemandangan Allah karena memiliki hati yang penuh dosa seperti itu? Alkitab berkata,

“TUHAN Allah… tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman” (Keluaran 34:6-7).

“Upah dosa ialah maut” (Roma 6:23).

“Dan Ia akan berkata… Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal”
      (Matius 25:41).

Mengapa penghakiman-penghakiman tersebut akan datang kepada Anda? Mereka akan menghampiri Anda karena keinginan daging Anda

“adalah perseteruan terhadap Allah”? (Roma 8:7).

III. Ketiga, hanya Kristus yang dapat menyelamatkan Anda dari keinginan daging yang adalah musuh Allah.

Ya, Kristus dapat menyelamatkan Anda dari perbudakan Setan dan keinginan daging Anda yang penuh dosa itu. Namun, dalam pelaksanaannya, rantai dosa yang mengikat Anda dan merantai Anda sebagai tawanan harus dipatahkan. Hanya Allah yang dapat melakukan itu.

Cara Allah mematahkan rantai dosa dalam keinginan daging Anda adalah dengan menunjukkan kepada Anda sesungguhnya betapa jahatnya pemberontakan hati Anda dalam pandangan Allah. Itu adalah pekerjaan Roh Allah.

“Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa” (Yohanes 16:8).

Jadi, Roh Allah akan menginsafkan Anda dari hati Anda yang penuh dengan dosa. Allah akan membuat Anda merasa penuh dosa. Ia akan membuat Anda merasa bahwa hati dan pikiran Anda telah menjadi musuh dan pemberontak terhadap Dia. Ia akan membuat Anda melihat diri Anda dalam kengerian – persis seperti “iblis berwujud manusia” – menurut kata-kata dari Matthew Henry.

Baru setelah itu Anda akan melihat diri Anda seperti Setan kecil, menentang Allah dengan keinginan daging Anda, meludahi wajah Kristus karena hati Anda sebagai pemberontak, sebagai kejahatan yang luar biasa, seperti hati imam kepala yang meludahi wajah Yesus, sambil berkata, “Salibkan Dia, salibkan Dia.” Baru setelah itu Anda akan merasa bahwa hati Anda begitu jahat dan Anda layak dihakimi, dihancurkan, dan merasakan apa yang John Owen sebut “kegelapan yang mengerikan,” dan murka Allah yang bergayut di atas kepala Anda. Baru setelah Anda setuju dalam hati Anda bahwa keinginan daging Anda

“adalah perseteruan terhadap Allah”? (Roma 8:7).

Baru setelah itu hati Anda hancur, bahkan menangis, dan berkata,

“Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” (Romans 7:24).

Dan baru setelah itu panggilan Yesus terasa sebagai pembebas yang agung bagi pikiran Anda yang diperbudak oleh dosa, ketika Ia berkata kepada Anda,

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius 11:28).

Hanya jika Anda merasakan betapa ngerinya hubungan Anda dengan dosa yang akan membuat Anda ingin keluar dan menemukan Yesus, datang kepada Dia, dan diselamatkan dari keinginan daging Anda, dan disucikan dari dosa Anda dalam catatan Allah dengan darah-Nya yang mahal. Baru setelah itu Anda akan mengetahui apa artinya diselamatkan oleh Yesus,

“Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia”
      (Yohanes 1:29).

Baru setelah itu Anda akan datang kepada Yesus dan diselamatkan oleh Darah dan Kebenaran-Nya.

Mari kita berdiri dan berdoa. Mari kita berdoa kiranya khotbah ini akan membangunkan dan membangkitkan jiwa-jiwa di sini malam ini.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on “Manuskrip-Manuskrip Khotbah.”

Doa Sebelum Khotbah dipimpin oleh Dr. Kreighton L. Chan: Roma 8:5-9.
Lagu Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“I Am Amazed” (by A. H. Ackley, 1887-1960).


GARIS BESAR KHOTBAH

MUSUH ALLAH!

(ENMITY AGAINST GOD!)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya” (Roma 8:7).

(Kejadian 1:27; 2:15; Roma 5:12, 19)

I.   Pertama, Keadaan yang sesungguhnya dari manusia kedagingan adalah menjadi musuh Allah, Yehezkiel 3:2; Wahyu 10:10; Yeremia 15:16; II Korintus 3:15; 4:3-4.

II.  Kedua, kesalahan besar dari orang yang memiliki keinginan daging yang adalah musuh Allah, Kejadian 15:24; 34:6-7; Roma 6:23; Matius 25:41.

III. Ketiga, hanya Kristus yang dapat menyelamatkan Anda dari keinginan daging yang adalah musuh Allah, Yohanes 16:8; Roma 7:24; Matius 11:28; Yohanes 1:29.