Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




PARA PENGKHOTBAH YANG SECARA UNIK BERBEDA!

(PREACHERS WHO WERE STRANGELY DIFFERENT!)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan oleh Dr. Eddy Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 1 Maret 2009

“Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus”(Kisah Rasul 5:41).


Dengan cara yang unik beberapa pengkhotbah terbesar yang pernah saya dengar bukan benar-benar pembicara yang baik – tidak sama sekali! Tidak semua dari mereka mempertahankan semua poin dari teologi Reformed. Namun mereka lebih dekat dengan semangat Reformasi lebih dari pada yang mereka sadari. Dr. A. W. Tozer memiliki siulan melalui gigi palsunya ketika ia berbicara. Pastor Richard Wurmbrand harus membuka sepatunya terlebih dahulu dan duduk di suatu kursi – karena luka-luka pada telapak kakinya yang merupakan bekas-bekas siksaan yang dilakukan oleh para sipir penjara Komunis ketika ia berada di penjara Romania. Ia berbicara dengan aksen yang berat, seringkali sulit untuk dimengerti. Dr. John R. Rice adalah orang kecil yang unik dengan “suara sengo” (atau suara hidung) dalam berkhotbahnya sehingga membuat dia sungguh sulit untuk dimengerti, khususnya ketika ia semakin menua. Tidak satupun dari tiga orang ini yang akan Anda sebut pengkhotbah yang “luar biasa” atau bahkan “baik.” Namun beribu-ribu orang masih membaca buku mereka, sampai beberapa dekade setelah kematian mereka. Kebanyakan dari mereka yang menulis dan tulisan mereka masih dicetak sampai hari ini, dan generasi yang sekarang masih hidup, yang tidak pernah mendengar mereka berkhotbah secara langsung, namun masih antusias untuk membaca khotbah-khotbah mereka. Dan ketika mereka masih hidup, bahkan ketika mereka sudah lanjut usia, mereka semua dapat menarik perhatian beberapa ribu orang pada saat kebaktian kebangunan rohani. Saya berkata ini adalah fakta yang aneh, namun benar demikianlah kenyataannya. Apakah rahasia mereka?

Saya berpikir mereka adalah para pengkhotbah penting yang penuh kuasa oleh karena dua alasan (1) mereka melakukannya dengan sepenuh hati ketika mereka berkhotbah. Tidak ada yang pernah berbicara ngelantur, atau membuat lelucon untuk “memanaskan” suasana menarik pendengar mereka. Orang-orang dapat mengatakan, “Apa yang dikatakan oleh orang ini sungguh bermakna.” Itulah yang menarik perhatian pendengar mereka. Tozer, Rice dan Wurmbrand, mereka semua memiliki kualitas seperti itu. Mereka begitu serius sehingga itu membuat Anda hampir ketakutan untuk tidak memberikan perhatian penuh Anda mendengar khotbah mereka. (2) Mereka adalah orang-orang yang tekun berdoa, dan Anda dapat merasakan beban Allah (Saya punya tujuan menggunakan kata “beban” ini) ketika mereka berbicara. Saya harus menambahkan bahwa Dr. Lloyd-Jones memiliki kualitas yang sama baiknya dengan ini. Ini jelas nyata bahwa mereka memiliki hidup yang tekun di dalam doa, dan asap dari “dupa harum” begitu nyata ketika mereka meninggalkan ruang doa untuk naik ke mimbar. Mereka memiliki kualitas dari dunia lain. Sehingga tidak peduli bahwa Tozer, Rice dan Wurmbrand adalah para pembicara publik yang miskin, namun mereka adalah para pengkhotbah yang diurapi Tuhan. Kuasa Roh Allah menyingkirkan kelemahan manusiawi mereka dan, secara unik, menggunakan orang-orang yang lemah ini untuk membuat mereka bahkan lebih menarik – para pengkhotbah Injil yang penuh kuasa.

Mereka memiliki perasaan rasuli, dan tidak ada yang perlu dipertanyakan bahwa para Rasul menerima panggilan dan kuasa mereka di Sekolah Penderitaan (Seminary of Suffering), sekolah yang sama di mana Tozer, Rice dan Wurmbrand belajar seni mereka. Seperti para Rasul, tiga orang pengkhotbah abad dua puluh satu ini, dalam cara mereka sendiri, adalah para martir – sebagaimana Wurmbrand harus menyebut mereka “para martir hidup” (“living martyrs”). Ernest Hemingway berkata bahwa penulis Rusia “Dostoyevsky dibuat untuk dikirim ke Siberia”… sebagai tawanan di sel isolasi (L. W. Phillips, Ernest Hemingway on Writing, Scribner, 2004, hal. 20). Persis seperti itu! Para pengkhotbah rasuli ditempa seperti pedang – ditempa dengan dimasukkan ke dalam api yang membara. Api yang menempa pengkhotbah rasuli adalah nyala api penganiayaan.

Ya, Tozer sering disebut “nabi abad dua puluh satu” oleh orang-orang yang menghiasi kuburannya, khususnya setelah kematiannya. Namun ada banyak orang yang juga tidak menyukai dia karena ia sangat berkualitas ketika ia hidup. Ia memiliki tendensi untuk menunjukkan kesalahan-kesalahan dalam gerakan Evangelikalisme yang membuat mereka merasa gelisah dengan kehadirannya. Mereka menyebutnya “mistik,” dan seringkali mereka tidak bersikap ramah kepadanya. Seorang penulis Inggris Peter Jeffrey berbicara tentang dia,

Tozer tidak mempedulikan ketenaran dan tidak takut berdiri sendiri. Ia pernah berkata bahwa ia harus batal berkhotbah di setiap konfereni utama Alkitab di negeri itu…Seperti Thoreau, yang ia hormati, Tozer bergerak untuk menjadi penabuh genderang yang berbeda; dan untuk alasan ini, ia biasanya keluar dari barisan pawai banyak [pemimpin] religius (Peter Jeffrey, Preachers Who Made a Difference, Evangelical Press, 2004, hal. 91).

Berikut ini adalah beberapa kutipan dari Dr. Tozer, jenis khotbah yang membuat dia tidak disukai banyak pemimpin gereja.

Keseluruhan dunia injili adalah tempat luas yang kurang baik bagi kesehatan Kekristenan. Dan saya juga tidak berpikir tentang modernisme… Dari pada mengatakan ini adalah kumpulan orang-orang yang percaya Alkitab agaknya lebih baik saya mengatakan bahwa ini hanya memiliki sedikit kemiripan dengan Perjanjian Baru. Rata-rata apa yang disebut dengan Kristen Alkitabiah di zaman kita ini tidak lain dari suatu parodi menyedihkan (A. W. Tozer, D.D., Of God and Men, Christian Publications, 1960, hal. 12-13).

Macam kebangunan rohani Kekristenan yang menyebar luas yang kita tahu di Amerika hari ini mungkin membuktikan adanya suatu tragedi moral dari yang kita tidak akan dapatkan kembali selama seratus tahun (A. W. Tozer, D.D., Keys to the Deeper Life, Zondervan Publishing House, 1957, hal. 12).

Kita harus memiliki reformasi baru. Harus ada gempuran keras yang datang bersama dengan agama palsu yang tidak bertanggung jawab, hiburan gila, penyembahan berhala yang melewati hari ini bagi iman kepada Kristus (A. W. Tozer, D.D., We Travel an Appointed Way, Christian Publications, 1988, hal. 118).

Ini adalah pertanyaan terbuka iya atau tidak bahwa gerakan injili telah terlalu lama berdosa dan sudah terlalu jauh dari Allah untuk kembali kepada kemurnian rohani…Kita telah melihat dengan jelas suatu pergeseran utama di dalam kepercayaan dan praktik dari gerakan injili…gereja begitu radikal seperti jumlah habis terjual semua… dan bagi seorang pengkhotbah atau penulis menantang penyesatan ini berarti mengundang ejekan dan perlakuan menyakitkan dari setiap sudut (A. W. Tozer, D.D., Of God and Men, hal. 18-19).

Dr. John R. Rice sepaham sekali dengan penilaian keras Tozer tentang kaum injili hari ini. Dr. Rice telah melalui banyak pengalaman menyakitkan untuk menerima “jubah kenabian.” Ia “ditolak menjadi anggota” dari Baylor University karena mempertahankan ketiada-salahan (inerrancy) Kitab Suci. Ia disebut sebagai “ekstrimis” oleh para pemimpin gereja Baptis Selatan dan pintu-pintu dari kebanyakan gereja mereka tertutup baginya. Kemudian ia “ditolak menjadi anggota” oleh Dr. J. Frank Norris, yang berkata bahwa ia dipengaruhi oleh Aimee Semple McPherson, seorang “pengkhotbah” Pentakosta pada tahun 1930-an karena penekanannya tentang perlunya Roh Kudus dalam penginjilan. Kemudian dalam hidupnya ia kembali “ditolak menjadi anggota” oleh kelompok Fundamentalis tertentu karena bukunya yang berjudul, Why Our Churches Do Not Win Souls (Mengapa Gereja Kita Tidak Memenangkan Jiwa, Sword of the Lord Publishers, 1966). Dr. Rice telah melalui banyak pencobaan dan kehilangan banyak teman untuk berdiri di atas Alkitab dan iman Fundamentalis. Sampai hari ini beberapa pengkhotbah secara terbuka mengejek lagu-lagu gubahannya dan pendirian yang ia ambil bagi Kristus. Tidak heran bait terakhir dari lagu gubahannya yang berjudul, “All My Heart’s Love,” yang tadi dinyanyikan oleh Mr. Griffith, mengatakan,

Mengapa ku harus berbisik, Menahan duka cita,
   Takut kehilangan uang atau teman dalam nama-Nya?
Oh, haruskah aku menyambut penjara atau cambukan,
   Jika aku mungkin memiliki bagian dalam diriku yang mempermalukan-Nya!
Dengan kasih segenap hatiku, dengan segenap kasih yang ku impikan –
   Buatlah semuanya, Tuhan Yesus, Hanya untuk Engkau.
Segala yang ada padaku, segala yang dapat aku lakukan –
   Ambillah dari padaku, Tuhan Yesus, jadikan semuanya milik-Mu.
(“All My Heart’s Love” by John R. Rice, D.D., 1895-1980;
   Songs of John R. Rice, Sword of the Lord Publishers, 1976, hal. 46).

Siapakah di antara orang yang telah mengenal dia yang berani berkata bahwa ia tidak memiliki maksud tertentu dengan apa yang ia telah tuliskan dalam lagu itu?

Mengapa ku harus berbisik, Menahan duka cita,
   Takut kehilangan uang atau teman dalam nama-Nya?
Oh, haruskah aku menyambut penjara atau cambukan,
   Jika aku mungkin memiliki bagian dalam diriku yang mempermalukan-Nya!

Bait itu adalah kebenaran yang dialami para Rasul dan, tentu saja itu juga akan menjadi kebenaran yang dialami oleh Dr. Rice.

“Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus” (Kisah Rasul 5:41).

Para Rasul dan orang Kristen mula-mula begitu menderita. Namun hari ini sangat sedikit orang injili yang mau menderita bagi Kristus di Amerika dan Eropa. Mengapa? Jawabannya sederhana saja – banyak orang injili hanyalah orang-orang Kristen KTP (nominal) saja. Kamus mengartikan “nominal” (bahasa Inggris) sebagai “hanya namanya, bukan faktanya,” bukan dalam realitasnya (catatan dari Dr. Purwanto, Kristen “nominal” yang dimaksud di sini sama dengan orang Kristen di Indonesia yang kita sebut Kristen KTP atau Kristen Tanpa Pertobatan). Jutaan orang injili ini hanya orang-orang Kristen KTP – orang-orang Kristen yang hanya namanya saja, bukan dalam realitasnya. Orang-orang Kristen KTP dijelaskan dalam Alkitab:

“Engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati!” (Wahyu 3:1).

Kristen KTP berarti “hanya namanya saja” (hanya di KTP saja tertulis agamanya Kristen). Orang-orang injili seperti ini memiliki “nama” bahwa mereka benar-benar orang Kristen, namun pada kenyataannya mereka hanya

“secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka”
       (II Timotius 3:5).

Kita kadang-kadang cenderung berpikir bahwa semua “orang percaya” negara-negara Muslim atau negara Komunis adalah orang Kristen sejati. Namun bahkan di tempat-tempat tersebut banyak yang hanyalah orang Kristen KTP, bukan Kristen sejati. Pastor Richard Wurmbrand menjelaskan kepada kita apa yang terjadi ketika Komunis mengambil alih Romania:

      Para pemimpin gereja Protestan saling bersaing mencari muka kepada Komunisme… Rapp, wakil uskup gereja Lutheran di Romania, mulai mengajar di seminari teologi yang Allah pernah berikan tiga pewahyuan: Satu melalui Musa, satu melalui Yesus, dan yang ketiga melalui Stalin, yang terakhir menggantikan satu yang sebelumnya! [Namun Stalin adalah pembunuh masa yang mana ribuan di antara mereka adalah orang-orang Kristen sejati.]
       Saya menghadiri Kongress Baptis di kota Resita – kongres di bawah pendera Merah, di mana lagu nasional Uni Soviet dinyanyikan bersama dan setiap orang berdiri. Pimpinan orang-orang Baptis itu memuji Stalin sebagai guru Alkitab yang agung dan memproklamirkan bahwa yang dilakukan Stalin tidak lain dari pada demi memenuhi perintah Allah!
       Harus diketahui bahwa orang-orang Baptis sejati, yang saya kasihi sangat banyak, tidak menyetujui itu dan setia kepada Kristus, banyak menderita… Orang-orang yang menjadi para hamba komunis dari pada hamba Kristus mulai menuduh [orang-orang] yang tidak bergabung dengan mereka (Richard Wurmbrand, Tortured for Christ, Living Sacrifice Book Company, 1998 edition, p. 16).

Perhatikan bahwa Wurmbrand berkata, “Orang-orang Baptis yang sejati… yang setia kepada Kristus, banyak menderita.” Orang-orang Baptis “nominal” menjadi Komunis, atau simpatisan Komunis, namun orang-orang Baptis “sejati” sangat menderita dan bergabung dengan “gereja bawah tanah” (ibid). Demikian juga di China dan negara-negara Komunis lainnya. Orang-orang Kristen KTP bergabung dengan gereja Komunis yang disponsori oleh pemerintah, namun orang-orang Kristen “sejati” bergabung dengan “gereja bawah tanah” atau “gereja rumah,” sebagaimana mereka disebut demikian di China, dan dianiaya karena menjadi orang-orang Kristen sejati. Untuk membaca lebih banyak tentang penganiayaan di berbagai belahan dunia tertentu, kunjungilah www.persecution.com.

Tom White, direktor Voice of the Martyrs, berkata,

Orang-orang Kristen Barat yang secara pribadi bepergian ke China dibuat terkesan dengan bangunan-bangunan gereja yang besar, jubah paduan suara yang luar biasa, lagu pujian yang begitu indah dan akses mudah ke gereja [Komunis] Three Self Patriotic Church, yang didirikan oleh pemerintah atheis. Para pelancong kembali ke negaranya dan mengabaikan 100 juta orang Kristen yang dianiaya yang melakukan ibadah di luar hukum Komunis. Pada 29 Oktober 2008, orang-orang kami menemukan 32 tambahan pemimpin gereja rumah yang ditemukan di satu sistem penjara tersendiri! Beberapa wanita ada di Penjara Wanita No. 1 di Kota Zhengzhou. Lebih dari 20 laki-laki dan perempuan yang masih berada di Penjara No. 3 di Provinsi Henan yang dihukum oleh pengadilan dengan tuduhan sebagai “anggota bidat yang jahat” yang berpartisipasi dalam “perkumpulan-perkumpulan agama illegal” (Tom White, The Voice of the Martyrs, March 2009, p. 2).

Di Provinsi Hubei pada 1 Nopember 2008, orang-orang Kristen gereja rumah… yang sedang berdiri di platform Stasiun Kereta Api Jingmen dipukuli oleh segerombolan para pejabat Kantor Keamanan Negara (Bureau of State Security) yang berpakaian preman. Mereka ditangkap dan diborgol di hotel seberang jalan. Yang berwajib mengambil Alkitab mereka sambil berkata, “Kami menganiaya kalian, menyita Alkitab kalian dan tujuan kami bukan untuk mengijinkan kalian percaya Yesus… Penganiayaan atas kalian ini adalah untuk menghancurkan gereja kalian secara menyeluruh, termasuk para misionaris dan membubarkan orang-orang percaya seperti kalian” (ibid.).

Orang-orang Kristen “sejati” akan bertahan menghadapi penganiayaan, seperti halnya para Rasul dan orang Kristen mula-mula,

“Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus” (Kisah Rasul 5:41).

Siapapun dapat menjadi orang Kristen “KTP”, hanya namanya saja, dengan menaikan “doa orang berdosa” (“doa menerima Tuhan Yesus”), atau melalui mempercayai doktrin-doktrin yang benar. Namun Anda hanya dapat menjadi orang Kristen sejati melalui pertobatan sejati. Anda harus merasakan beban berat dari dosa Anda dan kematian jiwa Anda. Hanya ketika Anda merasa terhilang di dalam dosa, tidak dapat melakukan apapun untuk memperoleh keselamatan, Anda akan melihat kebutuhan Anda akan Kristus untuk menebus Anda dengan Darah dan kebangkitan-Nya dari antara orang mati.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on “Manuskrip-Manuskrip Khotbah.”

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Kisah Rasul 5:40-42.
Lagu Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“All My Heart’s Love” (by Dr. John R. Rice, 1895-1980).