Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




KE MANA ORANG-ORANG KRISTEN AKAN PERGI KETIKA
MEREKA DIANGKAT?

(WHERE WILL CHRISTIANS GO WHEN THEY ARE RAPTURED?)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan Dr. Eddy Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Kebaktian Minggu Malam, 16 Nopember 2008
di Baptist Tabernacle of Los Angeles

“Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada” (Yohanes 14:2-3).


Alkitab mengajarkan bahwa orang-orang Kristen sejati akan diangkat menyongsong Kristus di angkasa. Yesus akan turun ke atmosfir di atas bumi, dan orang-orang Kristen sejati, baik yang masih hidup maupun yang telah mati akan diubahkan, diubahkan pada saat itu untuk berjumpa Dia dalam awan. Ini dijelaskan dalam ayat kita.

“Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada” (Yohanes 14:2-3).

Alkitab menjelaskan kepada kita banyak tentang peristiwa ini dalam I Tesalonika 4:16-17. Mari kita membacanya.

“Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan”
       (I Tesalonika 4:16-17).

Orang-orang Kristen sejati akan diangkat untuk bersama Kristus di angkasa, baik mereka yang masih hidup maupun yang sudah mati.

Gambaran lebih lanjut tentang Hari Pengangkatan (Rapture) diberikan dalam I Korintus 15:51-52. Mari kita membuka perikop itu.

“Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tetapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah” (I Korintus 15:51-52).

Dalam ayat ini kita diberitahu tentang suatu musterion, suatu rahasia, tentang Hari Pengangkatan (Rapture). Tubuh kita akan diubahkan dalam sekejab dan diangkat, bersama dengan orang-orang Kristen yang telah mati dan dibangkitkan. Semua ini akan terjadi “dalam sekejap mata” (I Korintus 15:52).

Itu membawa kita kembali ke perkataan-perkataan dari ayat kita, di mana Yesus berkata,

“Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada” (Yohanes 14:3).

Kita tahu dari banyak ayat dalam Kitab Suci bahwa Yesus sekarang ada di Sorga, duduk di sebelah kanan Allah, dalam dimensi lain yang disebut Sorga. Jadi, ketika Yesus berkata,

“Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada” (Yohanes 14:3).

Ia bermaksud mengatakan bahwa orang-orang Kristen sejati akan diangkat ke Sorga dalam tubuh mereka yang telah diubahkan menjadi seperti tubuh kebangkitan Kristus, tubuh yang telah dimuliakan.

Namun tempat seperti apa di Sorga itu? Orang-orang Kristen akan diangkat, diubahkan dan diangkat ke Sorga untuk bersama Kristus, namun tempat seperti apa di Sorga itu ketika mereka telah sampai di sana?

Untuk pemandangan sekilas tentang Sorga tempat kita akan masuk pada saat Hari Pengangkatan, kita harus membaca Wahyu 7:9-15. Mari kita berdiri dan membaca ayat ini dengan lantang.

“Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru: ‘Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!’ Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, sambil berkata: ‘Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!’ Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: ‘Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?’ Maka kataku kepadanya: ‘Tuanku, tuan mengetahuinya.’ Lalu ia berkata kepadaku: Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya. Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka” (Wahyu 7:9-15).

Anda dipersilahkan duduk kembali. Betapa ini merupakan gambaran yang luar biasa tentang Sorga! Namun ini bukanlah gambaran lengkap tentang tempat yang mulia itu. Rasul Paulus berkata,

“Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia” (I Korintus 2:9).

Kita tidak dapat memahaminya secara menyeluruh atau sepenuhnya tentang kemuliaan Sorga, tempat ke mana tubuh kita yang telah diubahkan akan masuk pada waktu diangkat pada Hari Pengangkatan. Kita akan memandang Kristus muka dengan muka.

Seringkali hari terasa panjang, pencobaan kita terlalu berat untuk ditanggung,
   Kita dicobai untuk bersungut-sungut, mengeluh dan putus asa;
Namun Kristus akan segara datang menjemput Pengantin-Nya,
   Semua air mata dihapuskan pada hari Tuhan yang kekal.
Kita akan berbahagia ketika melihat Yesus,
   Penderitaan hidup akan nampak begitu kecil ketika kita melihat Kristus;
Dalam sekejab semua duka akan dihapuskan dari wajah kekasih-Nya,
   Dengan berani melangkah hingga kita melihat Kristus.

Hari kehidupan kita akan segera berlalu, semua badai berlalu selamanya,
   Kita akan menyeberangi jurang besar, menuju kemulian, selamat pada akhirnya;
Kita akan berbagi sukacita sorga – suatu harpa, rumah, dan mahkota,
   Penggoda akan dilenyapkan, kita akan menurunkan beban kita.
Kita akan berbahagia ketika melihat Yesus,
   Penderitaan hidup akan nampak begitu kecil ketika kita melihat Kristus;
Dalam sekejab semua duka akan dihapuskan dari wajah kekasih-Nya,
   Dengan berani melangkah hingga kita melihat Kristus.
(“When We See Christ” by Esther Kerr Ruskoi, 1909-1962).

Itulah sebabnya mengapa kita perlu mendengarkan khotbah malam ini dengan sangat hati-hati. Khotbah ini akan menjelaskan kepada Anda dengan jelas apa yang Alkitab ajarkan tentang Sorga, tempat di mana orang-orang Kristen akan pergi, pada Hari Pengangkatan, pada waktu tubuh kebangkitan mereka dimuliakan. Saya akan memberikan tiga hal tentang tempat ke mana orang-orang Kristen akan pergi pada hari pengangkatan ketika mereka “diangkat menyongsong Kristus di angkasa.”

I. Pertama, mereka akan pergi ke tempat riil yang disebut “Sorga.”

Lihatlah ayat kita kembali:

“Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada” (Yohanes 14:2-3).

Mengenai ayat ini, Dr. W. A. Criswell berkata:

Dua kali Yesus menyebut sorga topos (Yunani), yang berarti “suatu tempat.” Di sini (dalam Yohanes 14:2-3) sorga dijelaskan sebagai suatu tempat yang riil… Ada beberapa orang yang berkata bahwa sorga adalah “sikap pandang,” “suatu mimpi,” “kebijaksanaan,” “suatu perasaan.” Namun, Alkitab menyaksikan bahwa Sorga adalah rumah yang akan Anda tinggali dan sebagai kota yang Anda diami (W. A. Criswell, Ph.D., Heaven, Tyndale House, 1991, hal. 5-6).

Sorga adalah suatu tempat – suatu tempat riil. Kristus berkata, “Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu.” Ia tidak hanya sekali berkata. Kristus mengatakan itu dua kali dalam ayat kita:

“Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu.”

Sorga adalah suatu tempat – suatu tempat yang riil.

Ada banyak “tempat tinggal” di sana. Kata Yunani untuk “tempat tinggal” di sini adalah “monai.” Seorang Nee-evangelikal John MacArthur menekankan bahwa ini dapat menjelaskan “apartments (dalam istilah modern). Semua ada di ‘rumah Bapa’” (MacArthur Study Bible, catatan untuk Yohanes 14:2).

Kita dapat menjelaskan apa yang Yesus katakan dalam istilah-istilah modern ini:

“Di Hotel Allah ada banyak apartments.”

Itu bukan terjemahan. Itu tafsiran, namun itu memberikan ide tentang apa yang Yesus sedang katakan. Sorga adalah suatu tempat. Itu adalah suatu tempat di mana Allah berada – dan di sana ada tempat tinggal bagi setiap orang yang menjadi orang Kristen.

Dr. Criswell berkata:

Kata “tempat tinggal” (monai, Yunani) ditemukan di sini dan pada ayat 23 dan berarti “tempat tinggal” atau “tempat tinggal permanen.” Dengan jelas, Yesus mengetahui bahwa para murid ingin tahu tempat tinggal seperti apakah sorga itu. Ia menyakinkan mereka bahwa Ia tidak akan mengatakan itu jika itu tidak benar. Tempat di mana orang-orang Kristen akan tinggal (hidup) adalah suatu tempat yang telah “dipersiapkan” (Criswell Study Bible, catatan untuk Yohanes 14:2).

Kita tahu bahwa Sorga adalah tempat yang pasti karena itu adalah ke mana Yesus pergi ketika Ia naik. Para malaikat berkata:

“Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga” (Kisah Rasul 1:11).

Yesus “terangkat ke” Sorga! Juga, kita diberitahu dalam Markus 16:19,

“Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah” (Markus 16:19).

Ia telah “terangkat ke sorga.” Ia “duduk di sebelah kanan Allah.” Ini membuktikan bahwa Sorga adalah suatu tempat.

Dalam Ibrani 10:12 kita membaca,

“Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah” (Ibrani 10:12).

Ia duduk di suatu tempat – di Sorga. Dan kita diberitahu untuk memiliki kasih dan pikiran yang berfokus kepada hal-hal yang ada di tempat yang disebut sorga ini:

“Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi” (Kolose 3:1-2).

Kita harus mengarahkan pikiran dan hati kita kepada tempat ini.

Ketika saya masih kanak-kanak, bibi saya Myrtle berjanji untuk membawa saya bersama anak lelakinya, Johnny, untuk melihat hutan redwoods di California utara. Saya kira-kira berumur enam tahun, namun saya mengingat dengan jelas sepupuku Johnny menceritakan kepada saya tentang hutan redwoods itu. Ia berkata, “Robert, hutan itu dipenuhi dengan kayu-kayu terbesar di dunia ini. Tidak ada tempat di manapun di dunia ini setua atau sebesar pohon-pohon ini.” Hati saya begitu ingin melihatnya. Kemudian, ketika saya tahu ternyata bibi dan paman saya pergi tanpa mengajak saya untuk melihat pohon-pohon itu, hati saya begitu hancur. Mereka membawakan saya sepotong kayu kecil dari hutan itu, daun-daunnya akan tumbuh jika Anda menaruhnya di air. Apa yang mengecewakan! Saya berharap melihat pohon terbesar di dunia. Apa yang saya peroleh hanya sepotong ranting kecil dengan daunnya. Itu kira-kira dua puluh delapan tahun sebelum saya akhirnya melihat pohon-pohon besar ini sendirian.

Ingatkah gadis muda yang mengikat dirinya sendiri di puncak salah satu dari pohon-pohon ini? Pohon yang berumur lebih dari seribu tahun. Perusahaan kayu melestarikan pohon itu. Namun saya membaca dalam surat kabar minggu lalu bahwa beberapa maniak menggergaji dan memotong seluruh pohon ini. Mereka telah merusaknya… untuk suatu yang sia-sia. Oh, betapa gila dan jahatnya hati manusia! Oh, betapa liarnya, dan rakusnya sifat manusia!

Saya menunggu dua puluh tahun, dan akhirnya baru bisa melihat pohon-pohon ini – seribu, lima ratus tahun, beberapa ada yang dua ribu tahun umurnya! Saya berdiri dan memandang puncak pohon-pohon ini dengan air mata mengalir di kening saya karena terharu. Saya berpikir, “Saya harus menunggu dua puluh delapan tahun untuk sampai di sini dan melihat kamu, kamu yang begitu indah, pohon-pohon yang begitu tua. Namun kamu telah ada di sini di sepanjang masa. Kamu telah lama ada di tempat ini – menunggu saya.”

Dan seperti itulah kerinduaan untuk bersama dengan Yesus Kristus. Ia ada di sana, di tempat itu, di Sorga, menunggu Anda – “mereka sedang menunggu Anda sejak zaman dulu.” Jangan kecewakan Kristus. Pastikan bahwa Anda akan sampai di sana – ke tempat itu – ke Sorga.

II. Kedua, mereka akan pergi ke Yerusalem Baru.

Lagu pujian karya Isaac Watts, “Tentara Salib Akukah?” Kemudian refren Sekolah Minggu ditambahkan oleh seorang penyanyi Amerika. Saya tidak biasa menyukai refren itu, namun ini sungguh mengesankan:

Dan ketika pertempuran usai kita akan mengenakan mahkota.
Ya, kita akan mengenakan mahkota! Ya, kita akan mengenakan mahkota!
Dan ketika pertempuran usai, kita akan mengenakan mahkota
Di Yerusalem Baru
   (Arranged by William B. Blake).

Itu benar! Orang Kristen sejati akan mengenakan mahkota – di Yerusalem Baru!

Sorga berada di Yerusalem Baru. Kita tahu tentang ini melalui membaca kitab Wahyu, pasal dua puluh dan dua puluh satu, dalam Perjanjian Baru:

“Dan aku [Yohanes] melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari Allah” (Wahyu 21:2).

Abraham menunggu untuk melihat kota sorgawi ini:

“Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah” (Ibrani 11:10).

“Dan kalau sekiranya dalam hal itu mereka ingat akan tanah asal, yang telah mereka tinggalkan, maka mereka cukup mempunyai kesempatan untuk pulang ke situ. Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka” (Ibrani 11:15-16).

Betapa agungnya janji itu! Ia telah mempersiapkan bagi kita sebuah kota! (Ibrani 11:16). Jadi, Yerusalem Baru, kota yang Allah telah persiapkan, adalah tempat di mana Allah berada sekarang, di mana Kristus duduk di sebelah kanan Allah sekarang, di mana orang-orang Kristen akan pergi ketika mereka diangkat – menuju kota Allah yang mulia itu!

Ibu saya pernah memberikan banyak uang kepada saya sebelum beliau meninggal. Saya menggunakan uang itu untuk membeli sebuah rumah yang indah untuk keluarga saya. Namun saya ingin ibu saya tinggal bersama dengan kami. Istri saya memintanya untuk datang dan tinggal bersama dengan kami dan kami telah mempersiapkan satu kamar di rumah kami. Suatu hari ia tiba-tiba datang dan membawa barang-barangnya bersamanya. Saya sangat bahagia ibu saya mau tinggal bersama dengan saya. Kami mengobrol setiap hari. Ia bersama saya selama tujuh hari seminggu. Kami memiliki masa-masa yang sangat indah bersamanya, ibu saya dan saya.

Kemudian suatu hari ibu saya berkata, “Robert, aku harus pindah keluar dari rumah ini. Saya tidak dapat tinggal di sini lagi.” Saya berkata, “Oh, tolong jangan pergi.” Ia meminta dengan tegas bahwa ia harus pergi. Ia berkata, “Aku senang tinggal bersama dengan kamu, namun aku harus pergi.” Saya berusaha meminta dengan sangat agar ia tetap mau tinggal bersama dengan saya. Ia mendengarkan saya dan ia tidak mengatakan apapun tentang masalah itu setelah itu. Kira-kira beberapa bulan kemudian tiba-tiba ia pergi ke rumah sakit, di mana akhirnya ia meninggal dunia beberapa minggu kemudian.

Menengok ke belakang, saya berpikir ibu saya secara intuitif telah mengetahui bahwa ia harus pergi. “Robert, aku harus pindah keluar dari rumah ini. Aku tidak dapat tinggal di sini lagi.” Saya pikir ia tahu bahwa ia harus segera pindah ke rumah barunya di Sorga!

“Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya” (Mazmur 27:4).

Adalah hal yang sungguh luar biasa ada di gereja setiap Minggu, bersama dengan teman-teman yang telah kita kenal dan kasihi selama bertahun-tahun. Saya berharap Anda akan kembali dan membuat persahabatan ini abadi. Tidak ada yang lebih baik dari pada tinggal di gereja setiap Minggu. Saya tahu ini bukanlah kebiasaan Anda ada di gereja, namun ini adalah kebiasaan yang baik untuk Anda buat!

Orang-orang sering berkata, “Apa yang harus saya perbuat untuk menjadi orang Kristen?” Hal pertama Anda harus selalu ada di gereja ini setiap saat pintu gereja terbuka. Anda dapat mempelajari semua macam pengajaran dan ayat-ayat Alkitab, namun jika Anda tidak belajar untuk senantiasa rindu berada di gereja lokal Anda, Anda tidak akan menjadi orang Kristen riil, atau orang Kristen Alkitabiah. Dan apapun yang Anda lakukan, jangan sampai lupa datang pada Minggu Natal, Perayaan Natal dan Tahun Baru. Di sini di gereja ini di semua acara kebaktian, tidak peduli apapun harga yang secara pribadi harus Anda bayar.

Sorga adalah tempat seperti persekutuan di gereja ini untuk selama-lamanya! Jika Anda tidak suka berada di gereja kita setiap Minggu di sini di dunia ini, Anda tidak dapat mengharapkan akan suka berada dalam persekutuan selamanya di Sorga!

Ketika Anda datang ke gereja setiap Minggu, Anda sedang mencicipi rasanya saling mengasihi para sahabat, para martir di sepanjang masa, para misionaris yang luar biasa dan sahabat-sahabat Kristen seumur hidup.

Walau di surga berjumpa teman,
Sobat, kekasih di dalam Tuhan,
Namun melihat Tuhan berkenan,
Itu bagiku bahagia baka.
Ku selamanya bahagia,
Bahagia, bahagia;
Diperkenankan memandang Tuhan
Itu bagiku bahagia baka.
   (“O That Will Be Glory,” by Charles H. Gabriel, 1856-1932/
      Terjemahan Nyanyin Pujian No. 336.).

III. Ketiga, mereka yang akan pergi ke sana hanya jika mereka adalah orang-orang Kristen yang telah bertobat.

Anda tahu, orang-orang yang tidak dilahir-barukan bahkan tidak akan dapat melihat Sorga, apalagi pergi ke sana! Yesus berkata:

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah” (Yohanes 3:3).

Simon Petrus sedang memikirkan tentang itu ketika ia menulis bahwa kita dilahir-barukan kepada suatu hidup yang penuh pengharapan (I Petrus 1:3),

“Untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu” (I Petrus 1:4).

Ketika Anda dilahir-barukan, Anda memiliki pengharapan baru, Anda melihat Sorga dengan iman. Itu menjadi tempat yang riil, tempat ke mana sesungguhnya Anda akan pergi. Sungguh mulia!

Alasan mengapa Sorga tidak riil bagi Anda adalah karena Anda masih terhilang. Anda tidak pernah dilahir-barukan.

“Tetapi manusia duniawi (orang yang belum bertobat) tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani” (I Korintus 2:14).

Itu nampak sesuatu yang bodoh dan tidak riil bagi Anda ketika kami berbicara tentang Sorga, karena Anda secara rohani buta. Dosa-dosa Anda telah membuat mata rohani Anda menjadi buta. Pemahaman rohani Anda dibutakan oleh dosa-dosa Anda. Itu seperti ada orang yang melemparkan kotoran ke mata Anda. Yang membuat mata Anda terluka! Membuat mata Anda terbakar! Membuat Anda tidak dapat melihat! Itulah apa yang dilakukan oleh dosa. Dosa membutakan Anda sehingga tidak dapat melihat realita Sorga!

Setiap kali Anda memikirkan sesuatu yang kotor itu adalah dosa. Setiap kali Anda berbohong itu adalah dosa. Setiap kali Anda tidak hadir ke gereja itu adalah dosa. Natur Anda adalah penuh dosa. Semua dosa yang ada dalam hati Anda ini membuat Anda buta untuk melihat hal-hal rohani. Anda terlalu dibutakan oleh dosa sehingga tidak menyadari bahwa ada Sorga yang mana sebenarnya Anda dapat pergi ke sana – jika Anda mau datang kepada Yesus Kristus dan membiarkan dosa-dosa Anda disucikan oleh Darah-Nya! Jika Anda mau datang kepada Yesus Kristus dan disucikan dari dosa, maka Sorga akan menjadi riil – oleh iman. Mengapa? Karena,

“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal. Karena kami tahu, bahwa… Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia” (II Korintus 4:18-5:1).

Apakah Anda ingin diangkat dan pergi ke Sorga? Maka Anda harus kembali ke gereja. Apakah Anda ingin ke Sorga? Maka Anda harus mau ke gereja. Apakah Anda ingin berada di Sorga selama-lamanya? Maka Anda harus ada di gereja setiap saat pintu gereja terbuka.

Pertama, Anda harus rajin datang ke gereja lokal. Kemudian Anda datang kepada Yesus Kristus. Ia telah mati di kayu Salib untuk membayar penghukuman dosa-dosa Anda. Ia telah bangkit dari antara orang mati dan duduk di sebelah kanan Allah di Sorga. Datanglah ke gereja. Datanglah kepada Yesus Kristus. Biarkan Anda disucikan oleh Darah yang Ia curahkan di kayu Salib itu! Maka Anda akan siap ke Sorga!

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on “Manuskrip-Manuskrip Khotbah.”

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Wahyu 7:11-15.
Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“When We See Christ” (by Esther Kerr Rusthoi, 1909-1962).


GARIS BESAR KHOTBAH

KE MANA ORANG-ORANG KRISTEN AKAN PERGI KETIKA
MEREKA DIANGKAT?

(WHERE WILL CHRISTIANS GO WHEN THEY ARE RAPTURED?)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada” (Yohanes 14:2-3).

(I Tesalonika 4:16-17; I Korintus 15:51-52;
Wahyu 7:9-15; I Korintus 2:9)

I.   Pertama, mereka akan pergi ke tempat riil yang disebut “Sorga.”
Yohanes 14:2-3; Kisah Rasul 1:11; Markus 16:19; Ibrani 10:12;
Kolose 3:1-2.

II.  Kedua, mereka akan pergi ke Yerusalem Baru, Wahyu 21:2; Ibrani
11:10, 15-16; Mazmur 27:4.

III. Ketiga, mereka yang akan pergi ke sana hanya jika mereka adalah
orang-orang Kristen yang telah bertobat, Yohanes 3:3; I Petrus 1:4;
I Korintus 2:14; II Korintus 4:18-5:1.