Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




APAKAH YANG PRESIDEN OBAMA PERCAYA
TENTANG YESUS KRISTUS?

(WHAT DOES PRESIDENT OBAMA BELIEVE
ABOUT JESUS CHRIST?)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan oleh Dr. Eddy Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Kebaktian Minggu Pagi, 9 Nopember 2008
di Baptist Tabernacle of Los Angeles


Ibu saya memiliki pengaruh terbesar dalam hidup saya. Ia dulunya seorang liberal, pendukung kesetaraan ras, pendukung Demokrat model lama Franklin D. Roosevelt, yang mengajarkan kepada saya sejak kanak-kanak untuk mempercayai bahwa semua ras harus dihargai dan diberikan hak yang sama atau setara. Saya masih mempercayai itu – dalam seluruh keberadaan saya, saya mendukung itu. Itulah sebabnya mengapa saya telah menghabiskan lima puluh tahun untuk melayani orang-orang dari berbagai latar belakang ras di pusat kota Los Angeles. Jemaat kami terdiri dari lima kelompok etnis yang berbeda. Khotbah-khotbah saya ditampilkan di Internet untuk orang-orang yang berbicara dalam sembilan bahasa, termasuk Arab, Indonesia, Tagalog (Filipina), Spanyol, China, Korea, Jepang, Rusia dan Inggris. Khotbah-khotbah saya dibaca oleh orang-orang dari enam benua – termasuk beberapa bangsa Afrika. Pengaruh ibu saya telah membuat semua itu menjadi sangat natural bagi saya untuk mendukung masyarakat kulit hitam sepintar dan secerdas Barack Obama untuk menjadi Presiden. Sesungguhnya saya meneteskan air mata ketika ia menyampaikan pidatonya pada Selasa malam itu. Ketika saya berdoa agar Tuhan melindungi beliau, saya merasa bangga bahwa akhirnya kita memiliki seorang Presiden kulit hitam. Abraham Lincoln akan sangat senang mendengar pidatonya pada Selasa malam yang lalu itu.

TV menunjukkan Jesse Jackson berdiri di tengah kerumunan orang banyak menanggis terharu. Ketika saya melihat itu, saya benar-benar tersentuh. Pada momen itu saya berdoa kiranya kita semua akan bersatu, tidak ada lagi Amerika kulit putih (white-Americans) dan orang Amerika Afrika (African-Americans) dan orang Amerika Asia (Asian-Americans) dan orang Amerika Hispanic/Spanyol-Mexico (Hispanic-Americans). Tidak! Hanya ada satu orang Amerika! Satu bangsa di bawah perlindungan Tuhan! Marilah kita berdiri untuk Ikrar Kesetiaan (Pledge of Allegiance).

Saya bersumpah demi bendera Amerika Serikat, dan demi Republik ini yang karenanya berdiri: satu Bangsa di bawah Tuhan, tidak ada pemisahan, Dengan Kebebasan dan Keadilan bagi semua rakyat.

Ya, saya berdoa bagi Presiden Obama – walaupun saya tidak memberikan suara pemilihan saya kepadanya. Alasan saya tidak memberikan suara saya untuknya sama sekali bukan karena masalah isu ras. Namun saya tidak memilih beliau karena saya tidak setuju dengan beliau pada isu-isu yang saya pertimbangkan bahkan lebih penting dari pada kesetaraan rasial. Kepercayaan Presiden Obama untuk mendukung aborsi membuat itu tidak mungkin bagi saya untuk mendukung beliau. Mengapa, karena saya percaya bahwa hak untuk hidup berada di atas kesetaraan ras. Mengapa? Karena kesetaraan ras tidak akan ada artinya kecuali kita percaya pada kesucian hidup seluruh umat manusia. Proklamasi Kemerdekaan (the Declaration of Independence) masihlah benar.

Kami memegang kebenaran-kebanaran ini menjadi bukti itu sendiri bahwa semua manusia diciptakan setara, bahwa mereka diberkati oleh sang Pencipta mereka dengan hak-hak tertentu yang tidak dapat rampas, bahwa di antara semua ini adalah kebebasan untuk hidup, kebebasan dan mengejar kebahagiaan.

Kesetaraan rasial tidak akan ada artinya kecuali kita percaya bahwa hak untuk hidup itu sendiri “tidak dapat dirampas,” tidak dapat diubah, tidak dapat dipungkiri bagi setiap orang Amerika, termasuk bayi-bayi Amerika yang ada dalam kandungan ibu mereka!

Bersama dengan kemutlakan hak untuk hidup, saya menempatkan Yesus Kristus di atas kesetaraan ras, karena pengajaran-pengajaran dari Kristus-lah yang membuat kesetaraan ras itu mungkin. Tanpa Kristus tidak akan ada demokrasi – dan tanpa demokrasi tidak akan ada hal seperti kesetaraan ras. Kita semua dibuat setara oleh Kristus. Oleh sebab itu Kristus datang demi kesetaraan ras, karena kesetaraan ras datang dari Dia dan dari pengajaran-pengajaran-Nya.

Kristus lebih penting dari pada semua yang lain – termasuk lebih penting dari Amerika itu senditi. Ia juga Tuhan bagi semua, atau Ia bukan Tuhan sama sekali. Dan itu karena saya menilai Kristus lebih dari saya menilai Negara saya, ras saya, atau apapun yang lain dalam hidup ini, bahwa saya bebas untuk mempertahankan dan memberitakan Dia, tidak perduli apa akibat kritik ini terhadap diri pribadi saya. Kesetiaan saya kepada Kristus membebaskan saya mengkritisi gereja di mana Barack Obama pernah menjadi anggotanya selama lebih dari dua puluh tahun. Dan kesetiaan saya kepada Kritus membuat mungkin bagi saya untuk mengkritisi pandangan sesat dari mantan pendetanya Obama, Dr. Jeremiah Wright.

Orang yang paling dekat dengan saya akan tahu bahwa khotbah berikut ini tidak lahir dari sentimen rasisme, namun lahir dari kesetiaan saya terhadap Yesus Kristus, Tuhan dari sejarah dan Juruselamat umat manusia. Mari kita membaca ayat kita, dalam Matius 22:41-42 dan mari kita berdiri bersama untuk membacakan Firman Allah ini.

“Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus bertanya kepada mereka, kata-Nya: ‘Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?’ Kata mereka kepada-Nya: Anak Daud” (Matius 22:41-42).

Anda dipersilahkan duduk kembali.

Orang-orang Farisi adalah orang-orang Yahudi Orthodoks pada zaman Yesus. Mereka percaya Alkitab. Mereka percaya Tuhan. Mereka percaya Mesias yang akan datang. Ketika Yesus bertanya kepada mereka, “Apakah pendapatmu tentang Mesias [Kristus]? Anak siapakah Dia?” mereka memberikan jawaban yang tidak sepenuhnya benar. Kata “Kristus” dalam teks ini adalah kata Yunani yang equivalen dengan kata “Mesias,” sang penebus yang akan datang. Yesus bertanya kepada mereka apakah yang mereka pikirkan tentang Mesias, dan “Anak siapakah Dia?” Jawaban mereka tidak sepenuhnya benar, karena mereka berkata bahwa Mesias adalah “Anak Daud.” Ini adalah ungkapan lama untuk menyatakan bahwa Kristus akan datang dari keturunan Daud. Jadi, orang-orang Farisi ini separuh benar, karena Kristus adalah keturunan Daud, seperti yang kita lihat dalam silsilah Yesus dalam Matius 1:1-17. Namun jawaban mereka hanya separuh benar, karena mereka tidak melihat Dia sebagai Anak Allah.

Yesus dari Alkitab adalah manusia dan juga Allah. Secara fisikal, Ia adalah seorang Yahudi, “Anak Daud.” Namun Ia lebih dari itu. Ia juga adalah Anak Allah. Jadi, Kristus dari Kitab Suci adalah jelmaan Allah yang datang ke dunia menjadi manusia, seorang Yahudi, sebagai anak Daud. Kristus adalah Anak Allah dan Anak manusia, keduanya dalam satu pribadi. Itulah Kristus dari Alkitab! Ia adalah manusia dan Allah dalam satu pribadi. Itulah Kristus dari sejarah dan Kitab Suci.

Namun ada banyak pengkhotbah hari ini yang mana beberapa menyebut gereja-gereja “Kristen” yang lebih jauh dari kebenaran tentang Kristus dari pada orang-orang Farisi itu. Mereka tidak melihat kebenaran berhubungan dengan ras Kristus. Saya tahu kita tidak suka mendengar kata “ras” hari ini. Namun kadang-kadang kita perlu mendengar kata itu, khususnya ketika itu diterapkan kepada Tuhan Yesus Kristus.

Yesus memperingatkan kita bahwa “Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul” di penutupan sejarah ini (Matius 24:24). Salah satu dari “Mesias-Mesias palsu” dari zaman kita ini adalah Kristus palsunya Dr. Jeremiah Wright, pengkhotbah kontroversial yang pernah menjadi pendetanya Presiden terpilih Barack Obama selama lebih dari dua puluh tahun. Tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa Kristus dalam pandangan Dr. Wright adalah salah satu dari “Mesias-Mesias palsu” itu, yang mana Yesus telah memperingatkannya kepada kita bahwa itu akan muncul di akhir zaman ini.

Saya pernah mendengarkan sebagian dari salah satu khotbah Dr. Wright yang diputar di televisi beberapa waktu sebelum pemilihan. Media mengambil beberapa pernyataan yang ia buat tentang keberadaan orang-orang kulit putih yang jahat. Bukan bagian itu yang secara khusus mengganggu saya. Setelah menjadi pendeta lebih dari lima puluh tahun, saya harus mengatakan bahwa paling tidak sebagian yang ia katakan itu benar, karena banyak orang kulit putih sangat jahat hari ini. Dr. Wright juga mengatakan beberapa hal tentang Allah yang sedang menghakimi Amerika. Itu juga tidak secara khusus mengganggu saya karena saya sendiri percaya bahwa Allah sedang menghakimi Amerika karena dosa-dosanya. Dr. John R. Rice pernah mengkhotbahkan khotbah terkenal pada tahun 1943, pada masa Perang Dunia II, yang berjudul, “America Gets Back Her Scrap Iron” [“Amerika Mendapat Balasannya”]. Dr. Rice berkata bahwa Amerika sedang dihukum karena dosa-dosanya. Banyak pengkhotbah telah berbicara tentang tema-tema ini lintas tahun.

Poin Dr. Jeremiah Wright yang membuat saya sangat terganggu bukan apa yang ia katakan tentang banyak orang kulit putih Amerika yang penuh dosa. Apa yang mengganggu saya adalah pandangannya tentang Kristus sendiri. Saya pernah mendengar Dr. Wright berkata bahwa Yesus adalah orang kulit hitam yang dianiaya oleh orang-orang Roma Eropa (European Romans). Ketika saya mendengar dia mengatakan itu di TV saya berkata dengan keras, “Itu tidak benar! Itu bukanlah Yesus yang sesungguhnya!” Saya berkata begitu karena Kristus bukanlah orang kulit hitam yang dianiaya dan dibunuh oleh orang-orang kulit putih Eropa. Itu sama sekali bukanlah apa yang Alkitab ajarkan tentang Kristus yang sesungguhnya! Tidak ada tempat di Perjanjian Baru yang memberitahukan kepada kita bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah orang kulit hitam. Itu tidak ada dalam Alkitab!

Masyarakat media menggambarkan Dr. Wright sebagai “orang aneh.” Namun mereka salah. Ia bukan hanya “aneh.” Apa yang ia khotbahkan tentang Kristus diajarkan oleh apa yang disebut seminari-seminari teologi “arus utama” [liberal], dari mana Dr. Wright memperoleh pendidikannya.

Dr. Wright belajar di seminari sayap kiri, namun “arus utama,” untuk pendidikan teologinya. Ia belajar dari tulisan-tulisan teolog-teolog “Black Liberation” seperti Dr. James H. Cone, yang lama menjadi professor di Union Theological Seminary di New York. Itu adalah bagaimana Dr. Wright belajar bahwa “Yesus adalah orang kulit hitam yang dianiaya atau dibunuh oleh orang kulit putih Eropa.” Margaret Talev menulis artikel untuk McClatchy Newspapers dan mengatakan:

      Yesus adalah orang kulit hitam. Gabungan antara [Komunisme] Marxisme dengan Injil Kristen mungkin menunjukkan jalan yang lebih baik untuk hari esok. Gereja kulit putih di Amerika adalah Antikristus…
       Itu adalah beberapa doktrin yang lebih propokatif yang menghidupkan teologi di inti dari gereja Trinity United Church of Christ di Chicago, gerejanya Barack Obama...
       Wright pernah berkata bahwa dasar dari filosofi[nya] adalah karya James Cone, yang mendirikan gerakan teologi pembebasan kulit hitam modern yang memperjuangkan hak-hak sipil pada tahun 1960-an. Pengaruh khususnya adalah buku Cone [yang terbit] tahun 1969, “Black Theology & Black Power” [“Teologi Kulit Hitam dan Kekuatan Kulit Hitam”]...
       Jemaat [Wright] mempertahankan gagasan bahwa Yesus adalah orang kulit hitam. Itu secara historis didukung oleh kebijakan-kebijakan sosial dan luar negeri sayap kiri, dari Afrika Utara sampai Amerika Latin sampai ke Timur Tengah…
       Obama...menjadi anggota gereja Trinity selama dua puluh tahun ketika ia bekerja sebagai organisator suatu (“Obama's Church Pushes Controversial Doctrines,” by Margaret Talev, for the McClatchy Newspapers, March 20, 2008; www.http://www.mcclatchydc.com/227/story/31079.html ).

Namun Dr. Jeremiah Wright bukan hanya orang “aneh” seperti yang dijelaskan kepada kita oleh media sekuler. Ia memperoleh gelar Sarjana pada tahun 1968 dan Master dalam bidang bahasa Inggris pada tahun 1969 di Howard University. Ia juga memperoleh gelar Master dari University of Chicago Divinity School. Ia memperoleh gelar Doktor Ministri (1990) dari United Theological Seminary di Dayton, Ohio. Dr. Wright juga menerima Rockefeller Fellowship bergengsi, dan mendapatkan tujuh gelar doctor kehormatan dari sekolah-sekolah seperti Colgate University, Valparaiso University, United Theological Seminary dan Chicago Theological Seminary. Ia juga dianugerahi Carver Medal oleh Simpson College pada January 2008, yang mengakui Dr. Wright sebagai “individu terkemuka.” Dr. Wright juga menjadi professor di Chicago Theological Seminary, di Garrett Evangelical Theological Seminary dan banyak lembaga pendidikan lainnya. Ia juga menduduki beberapa jabatan bergengsi sebagai anggota dan komite dari beberapa lembaga keagamaan dan kemasyarakatan.

Media sekuler, baik konservatif maupun liberal, memberikan label orang “aneh” kepadanya. Namun mereka salah. Ia adalah orang yang sangat terdidik dan pendeta yang sangat disegani. Itulah yang nampak bagi saya bahwa deskripsi media tentang dia sebagai “orang aneh” sepenuhnya tidak beralasan, dipandang dari banyaknya kelebihannya dalam hidup.

Namun saya harus setia kepada Alkitab, dari pada pengajaran tidak alkitabiah yang ia pelajari dari teolog pembebasan kulit hitam seperti Dr. James O. Cone, sayap kiri Union Theological Seminary di New York, pengajaran-pengajaran yang disebarkan melalui khotbah-khotbah Dr. Wright pada hari ini. Buku Dr. Cone mengajarkan Jeremiah Wright teologi pembebasan kulit hitam yang masih ia percaya dan khotbahkan. Namun Alkitab membuat ini sangat jelas bahwa Yesus bukanlah orang kulit hitam seperti yang buku Dr. Cone ajarkan kepada Jeremiah Wright yang ia percayai. Pada poin itu orang-orang Farisi benar ketika mereka berkata bahwa Kristus adalah “Anak Daud” (Matius 22:42). Dan Dr. Jeremiah Wright salah ketika ia berkata bahwa Kristus adalah orang kulit hitam. Kristus bukan orang kulit hitam atau kulit putih Eropa. Ia adalah orang Yahudi “menurut daging” (Roma 1:3).

“Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat [sebagai orang Yahudi]. Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak” (Galatia 4:4-5).

Masyarakat media tidak mengangkat kesalahan teologis karena kebanyakan mereka sungguh tidak tahu tentang Alkitab dan teologi Protestan liberal. Itulah sebabnya mengapa berbagai surat kabar difokuskan kepada komentar-komentarnya tentang dosa-dosa orang Amerika kulit putih, dari pada topik yang jauh lebih penting tentang siapa Kristus. Yesus berkata,

“Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia? Kata mereka kepada-Nya: Anak Daud.” (Matius 22:41-42).

Kepercayaan Dr. Wright bahwa Yesus adalah orang kulit hitam yang menunjukkan bahwa ia lebih tidak jelas lagi tentang siapa Kristus yang sesungguhnya dari pada orang-orang Farisi itu yang berpaling dari Dia dan akhirnya mendukung penyaliban-Nya.

Juga, saya sedih karena Presiden kita sekarang adalah anggota dari gereja Dr. Wright, dan telah mendengarkan dia mengkhotbahkan pengajaran sesat tentang Kristus ini lebih dari dua puluh tahun. Dua puluh tahun Presiden Barack Obama telah mendengar khotbah yang berkata, “Yesus Kristus adalah orang kulit hitam, yang dianiaya atau dibunuh oleh orang-orang kulit putih Romawi Eropa.” Jadi, berdasarkan Alkitab, saya harus mengatakan bahwa Barack Obama telah mendengar khotbah-khotbah tentang “Kristus yang palsu” sejak masa remajanya di gereja Dr. Wright. Obama bukan hanya sekedar pengunjung di gereja Wright. Ia dan keluarganya adalah anggota dari gereja itu, yang berada di sana di banyak hari Minggu lebih dari dua puluh tahun. Presiden dan Mrs. Obama menikah dan diberkati oleh Dr. Wright. Anak-anak Obama dibaptis oleh Dr. Wright. Dan Dr. Wright sering mengunjungi rumah Obama, dan diakui sebagai sahabat keluarganya. Dan suatu laporan menunjukkan bahwa Presiden Obama telah mendengarkan banyak khotbah dari Wright tentang “Kristus si kulit hitam.”

Saya tahu beberapa orang akan mengkritik saya karena menjelaskan masalah ini, namun ini adalah kebenaran – dan Allah memanggil saya untuk berkhotbah tentang Yesus Kristus. Oleh sebab itu, walaupun banyak kritik mungkin saya terima, saya harus mengatakan, setelah mendengar khotbah Dr. Wright selama dua puluh tahun, tidak perlu diragukan lagi Barack Obama percaya kepada “Kristus palsu” dari Teologi Pembebasan Kulit Hitam yang Dr. Wright telah pelajari dari teolog Teologi Pembebasan Kulit Hitam, Dr. James H. Cone dari Union Seminary di New York. Oleh sebab itu, saya harus mengatakan, setegas mungkin, bahwa sudah tentu Barack Obama percaya kepada Kristus palsu berkulit hitam itu, dari pada Kristus yang sesungguhnya, yang adalah orang Yahudi, keturunan Daud! Apa yang Barack Obama percaya tentang Yesus Kristus?

Mengapa tidak ada orang yang bertanya apakah Presiden Obama masih setuju dengan Dr. Wright bahwa Kristus adalah seorang kulit hitam? Mengapa tidak ada seorangpun di berita media yang meminta Obama untuk menjawab apakah ia percaya Kristus kulit hitam dari “Teologi Pembebasan” radikal yang ia pelajari dari Dr. Wright, dan yang Dr. Wright terus khotbahkan sampai hari ini? Beliau dapat memberikan jawaban mudah “ya” dan “tidak”, bukan? Tampaknya media berhutang investigasi kepada masyarakat Amerika tentang kepercayaan Obama tentang Kristus, dan perlu menyampaikannya kepada publik.

Selanjutnya, Alkitab mengatakan lagi dan lagi, dengan berbagai macam cara dan di banyak perikop, bahwa Yesus Kristus adalah seorang Yahudi, Anak Daud, bukan orang kulit hitam. Mari bersama saya membuka Roma 1:1-4. Mari kita berdiri dan membaca empat ayat ini dengan lantang.

“Dari Paulus, hamba Kristus Yesus, yang dipanggil menjadi rasul dan dikuduskan untuk memberitakan Injil Allah. Injil itu telah dijanjikan-Nya sebelumnya dengan perantaraan nabi-nabi-Nya dalam kitab-kitab suci, tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita” (Roma 1:1-4).

Anda dipersilahkan duduk.

I. Pertama, Kristus secara fisikal adalah keturunan Daud, dan oleh sebab itu
Ia adalah seorang Yahudi, dan bukan orang kulit hitam.

Perikop Kitab Suci dalam Roma ini menjelaskan kepada kita tentang dua fakta tentang Yesus Kristus. Pertama, kita diberitahu pada ayat tiga bahwa Ia “menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud” (Roma 1:3). 1599 Geneva Bible menjelaskan ayat ini bahwa Kristus, “ketika menyentuh kemanusiaan-Nya, Ia adalah keturunan Daud.” Dalam natur manusiawi-Nya, Kristus adalah keturunan Daud – dan oleh sebab itu Ia adalah orang Yahudi.

Ketika Yesus berkeliling Samaria, Ia berhenti di sumur Yakub. Seorang wanita Samaria datang ke sumur itu untuk mengambil air. Orang Samaria bukan orang Yahudi asli. Karena alasan ini ia terkejut ketika Yesus berkata kepadanya, “Berilah Aku minum “ (Yohanes 4:7). Orang-orang Yahudi pada zaman Yesus tidak bergaul dengan orang-orang Samaria, dan khususnya juga tidak dengan perempuan Samaria. Wanita itu sangat terkejut ketika Yesus meminta air kepadanya yang ia ambil dari sumur itu. Ia berkata kepada-Nya,

“Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria? Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria” (Yohanes 4:9).

Ia membuat ini sangat jelas bahwa Yesus adalah dan masih adalah orang Yahudi “ketika menyentuh kemanusiawian-Nya.”

Pendeta Presiden Obama adalah orang yang sangat pintar dan berpendidikan. Ia tahu ayat-ayat ini. Namun mengapa ia berkata bahwa Yesus adalah orang kulit hitam? Jawabannya sederhana. “Teologi pembebasan” yang Jeremiah Wright pelajari dari teolog “Pembebasan Kulit Hitam,” Dr. James H. Cone dari Union Theological Seminary tidak mengajarkan Yesus dari sejarah. Mereka mengajarkan bahwa Yesus dari sejarah tidak penting, sesungguhnya mereka percaya bahwa Yesus dari sejarah adalah mitos. Jadi, Yesus “mitos” ini dapat dikhotbahkan seperti mitos, seperti dongeng. “Mitos” tentang Yesus dapat diaplikasikan kepada berbagai ras yang berbeda, untuk membebaskan mereka dari tekanan. Hitler percaya Kristus kulit putih, bangsa Aryan, bukan orang Yahudi. Gereja-gereja liberal “Three-Self” di Cina mengajarkan bahwa Kristus adalah orang China. Teolog-teolog pembebasan dari dunia Hispanik (orang-orang Spanyol/Mexico) mengkhotbahkan Kristus berkulit coklat. Dan beberapa gereja kulit hitam liberal mengkhotbahkan Kristus berkulit hitam, sama seperti yang dilakukan oleh Dr. Jeremiah Wright.

Namun Alkitab sendiri tidak mengajarkan Kristus “mitos” itu, yang dapat ditransform ke dalam mode-mode ekspresi ras yang berbeda. Yesus dari Kitab Suci dan sejarah adalah pribadi yang riil, yang secara nyata pernah hidup di Israel, yang secara nyata adalah seorang Yahudi menurut daging, yang secara nyata pernah disalibkan untuk membayar dosa-dosa riil dari seluruh umat manusia! Itulah Yesus yang diberitakan dalam catatan Perjanjian Baru.

“Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” (Yohanes 4:9).

“Jawab perempuan itu kepada-Nya: Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus…” (Yohanes 4:25).

“Yesus kepadanya: Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau” (Yohanes 4:26).

Yesus adalah orang Yahudi. Yesus adalah Mesias. Ia adalah Kristus. Ia adalah Kristus yang riil yang dilahirkan seorang wanita Yahudi, yang sungguh telah mati disalibkan dan sungguh mencurahkan darah-Nya, untuk menebus dosa semua umat manusia, membuat mungkin keselamatan bagi setiap ras di muka bumi ini!

“Kristus Yesus Tuhan kita… yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud” (Roma 1:3).

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."” (Kisah Rasul 4:12).

Pujilah Yesus yang mulia!
   Berkuasa nama-Nya!
Sujudlah, hai malak Surga
   Nobatkan Rajamu!
Sujudlah, hai malak surga,
   Nobatkan Rajamu!

Segala bangsa di dunia,
   Setiap makhluk-Nya,
Gemakan puji kuasa-Nya,
   Nobatkan Rajamu!
Gemakan pujian pada-Nya,
   Nobatkan Rajamu!
(“All Hail the Power” by Edward Perronet, 1726-1792/
       Terjemahan Nyanyian Pujian No. 22).

II. Kedua, Kristus dinyatakan sebagai Anak Allah melalui kebangkitan-Nya
dari antara orang mati.

Mari kita membaca Roma 1:3-4 dengan lantang.

“Tentang Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita
      (Roma 1:3-4).

Dalam menjelaskan Roma 1:3, 1599 Geneva Bible mengatakan,

Kristus (yang merupakan seluruh unsur dan kesimpulan dari Injil) adalah Anak tunggal Allah Bapa, yang ketika menyentuh kemanusiaan-Nya, diperanakan dari keturunan Daud, namun menyentuh keilahian dan natur rohani-Nya… adalah anak tunggal Bapa dari kekekalan, seperti dinyatakan oleh penyataan kebangkitannya yang mulia (note on Romans 1:3).

Ia “diperanakan” dari keturunan Daud, namun Ia selalu adalah Anak Allah. Oleh sebab itu, ayat ini tidak mengatakan Ia “dibuat” menjadi Anak Allah, namun lebih “dinyatakan [ditandai, dibuktikan] sebagai Anak Allah… oleh kebangkitan dari antara orang mati” (Roma 1:4).

Kebangkitan tubuh Kristus dari antara orang mati menandai Dia, membuktikan Dia sebagai Anak tunggal Allah. Kebangkitan tubuh-Nya dari antara orang mati menekankan Dia, dan menyatakan Dia sebagai Anak Allah yang kekal! Ini adalah fondasi iman Kristen.

“Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci”
      (I Korintus 15:3-4).

“Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi” (Kisah Rasul 2:32).

“Allah telah membuat Yesus, yang kamu [orang Yahudi] salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus” (Kisah Rasul 2:36).

Dr. McGee berkata,

Ia dinyatakan sebagai Anak Allah “oleh kebangkitan dari antara orang mati.” Kebangkitan itu membuktikan segalanya. Itu adalah Kebangkitan yang menyatakan Dia sebagai Anak Allah… Ia telah kembali dari kematian kepada kuasa yang agung… dibangkitkan dan duduk di sebelah kanan Allah di sorga (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, Thomas Nelson Publishers, 1983, volume IV, hal. 647).

Itu adalah Kristus yang riil! Itu adalah Allah-manusia,

“Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita” (Roma 1:3-4).

Datanglah kepada Yesus. Berilah dosa-dosamu disucikan oleh darah-Nya. Datanglah kepada Anak Allah dan Ia akan menyelamatkan Anda. “Namun,” seseorang berkata, “ada banyak yang menyerah bila saya datang kepada Dia.” Saya ingin mengingatkan Anda tentang misionaris muda, Jim Elliot. Ia mati sebagai martir bagi Kristus pada usia dua puluh delapan tahun. Dan inilah Jim Elliot yang dengan sangat baik berkata, “Ia bukan orang bodoh yang menyerahkan apa yang ia tidak dapat jaga untuk memperoleh apa yang tidak dapat hilang.” Datanglah dan hempaskan diri Anda sendiri, hidup Anda, seluruh diri Anda – ke atas

“Anak-Nya, yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud, dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita” (Roma 1:3-4).

Segala bangsa di dunia,
   Setiap makhluk-Nya,
Gemakan puji kuasa-Nya,
   Nobatkan Rajamu!
Gemakan pujian pada-Nya,
   Nobatkan Rajamu!
(“All Hail the Power” by Edward Perronet, 1726-1792/
       Terjemahan Nyanyian Pujian No. 22).

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on “Manuskrip-Manuskrip Khotbah.”

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: I Timotius 2:1-3.
Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Nobody Loves You Like Jesus Does” (as sung by George Beverly Shea, 1909-).


GARIS BESAR KHOTBAH

APAKAH YANG PRESIDEN OBAMA PERCAYA
TENTANG YESUS KRISTUS?

(WHAT DOES PRESIDENT OBAMA BELIEVE
ABOUT JESUS CHRIST?)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan oleh Dr. Eddy Purwanto

“Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus bertanya kepada mereka, kata-Nya: ‘Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?’ Kata mereka kepada-Nya: Anak Daud” (Matius 22:41-42).

(Matius 24:24; Galatia 4:4-5; Roma 1:1-4)

I.   Pertama, Kristus secara fisikal adalah keturunan Daud, dan
oleh sebab itu Ia adalah seorang Yahudi, dan bukan orang kulit
hitam, Roma 1:3; Yohanes 4:7, 9, 25, 26; Kisah Rasul 4:12.

II.  Kedua, Kristus dinyatakan sebagai Anak Allah melalui
kebangkitan-Nya dari antara orang mati, Roma 1:3-4; I
Korintus 15:3-4; Kisah Rasul 2:32, 36.