Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




BUKAN EMOSI! ITU SUNGGUH MENGAGUMKAN!
(KHOTBAH #1 TENTANG KHOTBAH PENGINJILAN)

(NO EMOTION! IT’S MARVELOUS!)
(SERMON #1 ON EVANGELISTIC PREACHING)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan Dr. Eddy Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 11 Mei 2008

“Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa”
(Yohanes 16:8).


Dr. Charles C. Ryrie adalah seorang sarjana yang baik. Saya sering mengutip dia. Namun catatannya untuk Yohanes 16:8 ini tidaklah benar. Ia berkata,

Menginsafkan berarti menyatakan kebenarn Injil dengan seterang mungkin bahwa manusia dapat menerima atau menolaknya secara itelegensia; misalnya, meyakinkan manusia akan kebenaran Injil (The Ryrie Study Bible, Moody Press, 1978 edition, note on John 16:8).

Itu semua kedengarannya sangat baik, namun ini bukanlah apa yang dikatakan Yohanes 16:8. Ayat ini tidak mengatakan bahwa Roh Kudus akan “menyatakan kebenaran Injil.” Ayat ini tidak mengatakan bahwa Ia akan “meyakinkan manusia akan kebenaran Injil.” Tidak, namun ayat ini mengatakan bahwa Ia akan “menginsafkan dunia akan dosa.” Oleh sebab itu, pekerjaan Roh Kudus yang pertama adalah untuk “menginsafkan” seseorang akan dosanya.

“Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa” (Yohanes 16:8).

Selanjutnya, ayat ini menunjukkan dua poin utama kepada kita.

I. Pertama, masalah manusia bukanlah masalah intelektual.

Sejak karya pertama Roh Allah adalah untuk “menginsafkan” akan dosa, dan bukan “menyatakan kebenaran Injil,” ini adalah bukti bahwa masalah manusia yang utama bukanlah masalah intelektual. Dan di poin ini banyak pendapat yang menyimpang. Mereka berpikir bahwa mereka dapat mempelajari kebenaran-kebenaran Injil, percaya akan kebenaran-kebenaran tersebut, dan bahwa itulah yang harus dilakukan. Sedangkan yang lain berkata bahwa keselamatan datang melalui percaya akan kebenaran-kebenaran tersebut ditambah dengan membuat suatu komitmen. Namun keduanya secara esensial adalah sama. Bagi mereka, pekerjaan Roh Kudus adalah untuk “menyatakan kebenaran Injil dengan seterang mungkin bahwa manusia dapat menerima atau menolaknya secara intelegensia.”

Jadi, ini adalah gagasan yang salah karena ini berfokus pada pikiran manusia. Idenya adalah bahwa jika Injil menjadi cukup jelas atau terang, kemudian manusia dapat, dengan kehendak bebasnya, untuk menerima atau menolaknya. Namun itu bukanlah tradisi Protesatanisme, dan itu juga bukan iman Baptis tradisional. Jelas itu adalah bentuk dari synergisme, dan dalam banyak kasus konsep itu berdampingan dengan Pelagianisme. Roh Kudus membuat Injil menjadi jelas. Kemudian manusia mampu menerima atau menolaknya – “secara intelegensia”! Namun itu bukanlah apa yang dikatakan oleh ayat kita ini,

“Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa” (Yohanes 16:8).

Saya sedang berkata bahwa ayat kita ini tidak berhubungan dengan pikiran, namun berhubungan dengan hati, dengan perasaan, dengan emosi utama dari keberadaan manusia.

“Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa” (Yohanes 16:8).

Dr. Martyn Lloyd-Jones memberikan khotbah penting tentang masalah ini, yang ia sebut dengan “Sandemanianisme” (D. Martyn Lloyd-Jones, M.D., The Puritans and Their Successors, The Banner of Truth Trust, 1996 edition, hal. 170-190). Pasal tersebut seharusnya benar-benar dipelajari dengan sangat hati-hati dan perenungan yang mendalam untuk hari ini, karena “Sandemanian” secara salah telah mengubah penginjilan dari apa yang telah membawanya ke dalam tiga Kebangunan Rohani Agung (Great Awakenings). Robert Sandeman (1718-1771) menulis bahwa “Setiap orang yang memahami [Injil] menjadi benar… dibenarkan” (Lloyd-Jones, hal. 174). Itu adalah definisi yang sangat baik tentang kesalahan Sandemanian. Dan itu menemukan ekspresi modernnya dalam catatan Dr. Ryrie terhadap ayat kita ini, dan dalam hampir semua penginjilan di zaman modern ini.

Dr. Lloyd-Jones merekam percakapan yang ia lakukan dengan seorang pemimpin injili pada salah satu pelayanan penginjilan (crusade) Billy Graham di London tahun 1950-an. Orang itu meminta kepada Dr. Lloyd-Jones agar ia menghadiri acara kebaktian penginjilan (crusade) itu:

Saya berkata, “Tidak, sejauh ini saya belum memiliki waktu.” Ia berkata, “Sungguh mengagumkan, sungguh luar biasa. Banyak sekali orang yang maju ke depan. Bukan emosi! Itu sungguh mengagumkan! Sungguh luar biasa – bukan emosi!” Ia memuji fakta itu bahwa orang-orang yang maju ke depan mengambil keputusan mereka tidak menunjukkan emosi sama sekali; itu adalah sesuatu yang patut dipuji. Hanya saja itu menunjukkan bahwa pengajaran dari [Sandemanianism] menjadi begitu serius. Dapatkah Anda memperoleh iman yang menyelamatkan tanpa suatu emosi? Dapatkah Anda menjadi orang Kristen tanpa suatu emosi? (Lloyd-Jones, hal. 186).

Itu telah menjadi pengalaman saya sendiri dalam kebaktian penginjilan dengan menggunakan tipe ini. Saya pernah menghadiri KKR Billy Graham di Los Angeles, San Francisco, Orange County, Fresno, dan Pasadena, California. Dalam lima kebaktian penginjilan tersebut banyak orang “maju ke depan” dengan tanpa suatu emosi. Mr. Graham menjelaskan Injil, dan mereka membuat keputusan untuk mempercayainya. Tidak ada emosi yang terlibat di dalamnya. Itu lebih merupakan suatu transaksi bisnis dari pada suatu pertobatan. “Bukan emosi! Itu sungguh mengagumkan!” Namun apakah mereka bertobat? Sekarang saya berpikir bahwa mungkin seluruh pelayanan kebaktian penginjilan Billy Graham mungkin berlalu tanpa ada yang bertobat. Tak seorangpun.

“Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa” (Yohanes 16:8).

Di mana tidak ada penginsafan lagi akan dosa, tidak ada pertobatan yang riil, hanya “decisionisme” yang mati. Suatu kali ada seorang muda yang dengan bangga berkata, “Apakah Anda ingin saya menangis?” Dalam kasusnya itu akan menjadi tempat memulai yang baik. Tipe penginjilan tanpa emosi ini telah membuat gereja-gereja kita dipenuhi dengan orang-orang yang belum diselamatkan yang mana jumlahnya jutaan.

“Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa” (Yohanes 16:8).

Apa yang Anda perlukan adalah Roh Kudus yang menginsafkan akan dosa, yang menusuk hati Anda dan membuat Anda menangis,

“Apakah yang harus kami [saya] perbuat, saudara-saudara?” (Kisah Rasul 2:37).

Jadi, kita melihat bahwa masalah manusia bukanlah masalah intelektual. Roh Allah tidak datang untuk “meyakinkan manusia akan kebenaran Injil.” Seseorang dapat dengan sepenuhnya yakin akan kebenaran Injil namun ia masih terhilang! Sepanjang pelayananan saya, saya telah mengetahui orang-orang yang tidak terhitung jumlahnya yang percaya akan fakta atau kebenaran-kebenaran Injil tanpa mengalami pertobatan, yang memimpin kita kepada poin kedua dari khotbah ini.

II. Kedua, masalah manusia adalah dosa.

“Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa” (Yohanes 16:8).

Kata Yunani yang diterjemahkan “menginsafkan” di sini berarti “menginsafkan, menegur, menyingkapkan (“to convict, rebuke, expose,” W. E. Vine).

Ketika Roh Allah berhubungan dengan orang terhilang Ia menginsafkan dia akan dosa. Roh itu menegur dosanya. Roh itu menyingkapkan dosanya kepadanya. Hanya oleh pekerjaan Roh Allah saja seseorang diinsafkan akan dosanya. Catatan Geneva Bible untuk ayat kita ini mengatakan, “Roh Allah bekerja dengan begitu kuat melalui pemberitaan Firman, bahwa Ia menginsafkan dunia… untuk mengakui akan ketiada-kebenarannya sendiri” (The 1599 Geneva Bible, Tolle Lege Press, 2006 reprint, catatan untuk Yohanes 16:8). Dengan kata lain, “Untuk mengakui dosanya sendiri” – itulah teguran yang memimpin kepada keinsafan. Itu menyebabkan Anda mengakui, menyetujui, dan merasa bahwa Anda benar-benar orang berdosa dalam pemandangan Tuhan. Pendeta mengkhotbahkan Alkitab. Namun Roh Allah harus mengaplikasikan Firman Allah kepada hati Anda, sehingga hati dan hidup Anda yang penuh dosa itu dinyatakan kepada Anda, dan Anda merasa bahwa Anda penuh dosa.

“Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa” (Yohanes 16:8).

Namun hati Anda yang telah rusak menentang peringatan dan teguran itu. Kata Yunani yang sama, yang diterjemahkan “menginsafkkan” dalam ayat ini, digunakan dalam Yohanes 3:20,

“Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak [tidak dinyatakan/ be reproved -- KJV] (Yohanes 3:20).

Dr. Gill berkata, “‘supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;’ atau disingkapkan, dan dinyatakan, dan ia akan dipermalukan” (John Gill, D.D., An Exposition of the Old and New Testament, The Baptist Standard Bearer, 1989 reprint, volume 7, catatan untuk Yohanes 3:20). Jadi, ketika Firman Tuhan dikhotbahkan, dan Roh Tuhan menginsfakan dan mengekspos dosa Anda, Anda “membenci terang” dan melawannya. Anda akan berusaha mencari pemakluman akan dosa Anda. Anda memaafkan diri Anda sendiri dengan berkata bahwa Anda tidak seburuk orang lain. Itu mungkin benar, namun tetap dosa Anda tetap harus dihakimi karena

“seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat”
      (I Yohanes 5:19).

Pertanyaan yang riil adalah apakah Anda mau diselamatkan dari dunia yang

“jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka” (Efesus 4:18).

Satu-satunya cara bagi Anda untuk keluar dan bebas dari dunia yang jahat ini adalah dengan diinsafkan akan dosa, sehingga hati dan hidup Anda yang penuh dosa itu ditunjukkan kepada Anda, dan itu menyiksa Anda. Sebelum Anda disiksa oleh dosa Anda, Anda tidak akan pernah menjadi orang Kristen yang sejati. Hati Anda harus disiksa dan disusahkan oleh dosa Anda. Anda harus dibuat merasa bahwa Anda adalah orang yang penuh dengan dosa. Jika Anda tidak disiksa oleh dosa Anda, Anda tidak akan merasakan kebutuhan Anda akan Yesus Kristus! Jadi, kami berdoa kiranya Roh Tuhan datang dan menyingkapkan dosa Anda, dan menginsafkan Anda akan dosa Anda, dan menegur Anda karena dosa Anda, dan membuat Anda merasakan betapa jahatnya dosa Anda.

“Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa” (Yohanes 16:8).

Saya berpikir Dr. Lenski benar ketika ia berkata,

Pekerjaan Roh dalam hubunganya dengan dosa adalah mengkonfrontasi dunia dengan fakta yang sangat mengerikan oleh karena ketidak-percayaannya di dalam Yesus, yang berarti… bahwa ketidak-percayaan ini membawanya ke dalam penghukuman dosa, neraka dan penghukuman untuk selama-lamanya…. Keinsafan dalam hubungannya dengan dosa ini secara alami dilakukan dalam dua cara. Itu akan meremukkan hati sehingga mereka menjadi sangat ketakutan akan ketidak-percayaan mereka dan mereka berseru seperti 3,000 orang ada hari Pentakosta, “Saudara, apa yang harus kami lakukan?”... atau itu justru akan mengeraskan hati orang-orang yang menolak penginsafan ini; walaupun mereka telah dihakimi oleh dosa mereka, mereka akan terus hidup di dalamnya, dan bahkan mungkin menjadi lebih keras lagi dari pada sebelumnya, berjuang melawan teguran tersebut sampai mereka binasa (R. C. H. Lenski, Ph.D., The Interpretation of St. John’s Gospel, Augsburg Publishing House, 1961 reprint, hal. 1083).

“Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa” (Yohanes 16:8).

Apapun maksud dari ayat ini, ini bukan berarti bahwa Roh Tuhan akan menyakinkan manusia “akan kebenaran Injil.” Apapaun maksudnya, yang jelas dari ayat ini adalah bahwa,

“kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa” (Yohanes 16:8).

Saya ingin Anda insaf akan dosa Anda, kiranya dosa Anda disingkapkan, kiranya Anda diyakinkan tentang itu, dan diinsafkan olehnya, kiranya dosa Anda membuat Anda merasakan kejahatan Anda. Saya mau hati Anda disiksa oleh dosa Anda.

Betapa kami berdoa agar Roh Tuhan mau datang dan menginsafkan Anda akan dosa. Betapa kami berdoa agar Anda merasakan keadaan Anda sendiri yang penuh dengan dosa dan sedih karenanya. Hanya ketika dosa Anda menyiksa Anda yang akan membuat Anda siap untuk menerima sang Juruselamat. Hanya ketika dosa Anda merasakan keadaan Anda yang penuh dosa yang akan membuat Anda memahami mengapa Yesus dicambuk, disesah sampai Darah mengalir deras dari punggung-Nya, “oleh bilur-bilurnya kami menjadi sembuh” (I Petrus 2:24). Hanya ketika dosa Anda disingkapkan dan Anda melihat kejahatan Anda yang akan membuat Anda memahami kasih Kristus, yang menanggung dosa Anda, dipakukan di kayu Salib, demi membayar penghukuman karena dosa-dosa Anda, sebagai korban penebusan bagi Anda, menggantikan posisi Anda. Hanya ketika Anda diinsafkan akan dosa oleh Roh Kudus yang akan membuat Anda melihat bahwa Anda harus pergi ke Neraka, jika Kristus tidak pergi ke kayu Salib menggantikan tempat Anda, untuk membayar dosa Anda. Bagaimana mungkin Anda dapat menolak sang Juruselamat jika Anda telah diinsafkan akan dosa Anda? Bagaimana mungkin Anda dapat ragu untuk menemukan jalan “kebenaran” untuk datang kepada Dia jika Anda telah merasa bahwa hati Anda begitu penuh dengan dosa yang tidak dapat melakukan “kebenaran” apapun?

Jika Anda merasa disiksa dan tidak damai dalam dosa, maka datanglah kepada Yesus. Bukan “cara yang benar” yang akan menyelamatkan Anda. Oh, tidak! Yesus sendirilah yang menyelamatkan! Datang kepada Dia dengan cara yang salah, atau cara apapun, dan Ia akan menerima Anda dan mengampuni dosa-dosa Anda!

Seorang wanita yang tercatat dalam Injil merangkak di bawah meja dan mencium kaki-Nya. Orang Farisi marah karena ia tidak datang kepada Yesus dengan cara yang “benar” atau yang seharusnya. Namun Yesus tidak peduli tentang semua itu. Ia datang kepada Yesus dengan cara yang “salah”, namun Yesus berkata kepadanya,

“Dosamu telah diampuni” (Lukas 7:48).

Datanglah kepada Yesus dengan cara apapun yang Anda dapat. Hanya datang saja kepada Dia, tidak peduli bagaimana caranya! Benar atau salah, hanya datang saja kepada Dia, dan Dia juga akan berkata kepada Anda,

“Dosamu telah diampuni” (Lukas 7:48).

Ku dengar suara Almasih: “Marilah pada-Ku;
   Damai sentosa Ku berikan
Bagimu yang lesu.”
   Ku datang pada Tuhanku;
Aku lesu, resah;
   Di dalam Yesus, hatiku
Senang sejahtera.
   (“I Heard the Voice of Jesus Say” by Horatius Bonar, 1808-1899/
      Terjemahan Nyanyian Pujian No. 278).

Mari kita berdoa untuk orang-orang yang memerlukan Yesus akan pengampunan akan dosa-dosa mereka.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on “Manuskrip-Manuskrip Khotbah.”

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Yohanes 16:7-11.
Lagu Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“I Heard the Voice of Jesus Say” (by Horatius Bonar, 1808-1889).


GARIS BESAR KHOTBAH

BUKAN EMOSI! ITU SUNGGUH MENGAGUMKAN!
(KHOTBAH #1 TENTANG KHOTBAH PENGINJILAN)

(NO EMOTION! IT’S MARVELOUS!)
(SERMON #1 ON EVANGELISTIC PREACHING)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan Dr. Eddy Purwanto

“Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa”
(Yohanes 16:8).

I.   Pertama, masalah manusia bukanlah masalah intelektual,
Yohanes 16:8; Kisah Rasul 2:37.

II.  Kedua, masalah manusia adalah dosa, Yohanes 3:20;
I Yohanes 5:19; Efesus 4:18; I Petrus 2:24; Lukas 7:48.