Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




BERBAGAI KESALAHAN DARI PENGINJILAN MASA KINI
(KHOTBAH #2 TENTANG KHOTBAH PENGINJILAN)
(ERRORS OF MODERN EVANGELISM)
(SERMON #2 ON EVANGELISTIC PREACHING)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Sabtu Malam, 17 Mei 2008

“Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa olehnya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu” (Yohanes 5:39-40).


Saya pikir ayat-ayat dalam Injil Yohanes ini secara sempurna menjelaskan apa yang salah dengan penginjilan masa kini. Dua kesalahan penginjilan masa kini yang umum adalah sebagai berikut:


1.  Hidup kekal datang melalui percaya apa yang Alkitab katakan.

2.  Hidup kekal datang melalui percaya apa yang Alkitab katakan, ditambah dengan membuat komitmen ketaatan.


Pada umumnya keduanya dikenal dengan dua istilah,


1.  Easy believism (keselamatan hanya melalui cara maju ke depan atau doa terima Yesus).

2.  Lordship salvation (keselamatan hanya dengan mengakui Kristus Tuhan tanpa melibatkan hati).


Kedua kesalahan ini pada umumnya diajarkan pada hari ini. Namun keduanya dikoreksi oleh Yohanes 5:39-40. Dalam khotbah ini saya akan menunjukkan tiga hal: (1) bahwa hidup kekal tidak datang melalui percaya Alkitab; dan bahwa itu tidak datang melalui percaya Alkitab di tambah dengan membuat komitmen untuk mentaatinya (2) bahwa manusia dalam keadaan alamiahnya tidak akan datang kepada Kristus; (3) bahwa semua orang yang datang kepada Kristus menerima hidup.

“Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa olehnya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu” (Yohanes 5:39-40).

I. Pertama, hidup kekal tidak datang melalui percaya Alkitab, atau melalui percaya Alkitab ditambah dengan komitmen.

Di sini jelas bahwa Yesus berbicara bahwa orang-orang ini percaya Alkitab. Namun pada kenyataannya pengharapan mereka akan hidup kekal mereka sandarkan pada kepercayaan mereka pada Kitab Suci ini,

“sebab kamu menyangka bahwa olehnya [Kitab Suci] kamu mempunyai hidup yang” (Yohanes 5:39).

Ini menunjukkan bahwa “iman” mereka tidak lebih besar dari pada iman iblis. Iblis percaya akan keberadaan Tuhan.

“Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar” (Yakobus 2:19).

Namun setan-setan itu bahkan percaya lebih dari pada itu. Mereka juga percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah.

“Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: ‘Engkaulah Anak Allah.’”
      (Markus 3:11).

Iblis juga menyebut Dia,

“Yesus Anak Allah Yang Mahatinggi” (Lukas 8:28).

Dan setan-setan itu juga percaya tentang Neraka, dan mereka percaya Kristus memiliki kuasa untuk melemparkan mereka ke dalam Neraka.

“Dan mereka itupun berteriak, katanya: ‘Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?’” (Matius 8:29).

(Pemikiran-pemikiran ini diambil dari ide khotbah Wayne Jackson yang berjudul “The Demon’s Creed” (Pengakuan Iblis), Pulpit Helps, April 2008, hal. 16-17).

Jadi ini jelas bahwa setan-setan percaya akan keberadaan Tuhan; mereka percaya bahwa Yesus adalah anak Allah, bahkan “Anak Allah yang mahatinggi,” dan bahwa ada tempat yang disebut Neraka, dan bahwa Yesus memiliki kuasa untuk mengirim mereka ke sana. Jadi, ini jelas bahwa seseorang yang percaya seluruh doktrin Alkitabiah tentang Yesus ini, ia masih terhilang sama seperti iblis itu!

“Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa olehnya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu” (Yohanes 5:39-40).

Alternatif lain apakah yang seringkali diberikan pada hari ini? Alternatif lain yang diajarkan agar seseorang percaya apa yang Alkitab katakan, ditambah dengan membuat komitmen untuk mentaatinya. Namun bukankah itu persis sama dengan yang orang-orang Farisi lakukan, yaitu orang-orang yang kepada mereka Yesus berbicara dalam ayat kita ini? Orang-orang Farisi itu tidak hanya percaya Alkitab, namun mereka juga melakukan perintah dalam Alkitab dengan sangat baik dalam mentaati Alkitab!

“Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini” (Lukas 18:11).

Tentu kemudian kita harus menghubungkan ini dengan kesalahan orang masa kini dalam menyalah-artikan Roma 10:9-14, yang mengartikan bahwa keselamatan bergantung pada doa menerima Kristus. Dr. John Gill dengan benar berkata,

Di sini [Roma 10:10] sang rasul menjelaskan natur dan kegunaan dari iman dan pengakuan; yaitu iman yang benar tidak terletak pada kesetujuan pikiran terhadap Injil… juga tidak berdasarkan kecerdasan otak, juga bukan berdasarkan apa yang diucapkan, namun di dalam hati; ini bukan pengetahuan khayalan tentang hal-hal untuk dipercaya; atau juga bukan perkataan yang diucapkan bahwa orang itu percaya; namun itu adalah pekerjaan hati, percaya dengan segenap hati… itu suatu perjalanan keluar dari jiwa kepada Kristus… masuk ke dalam hadirat-Nya, tersungkur di kaki-Nya… berserah dan bersandar pada Dia (John Gill, D.D., And Exposition of the Old and New Testaments, The Baptist Standard Bearer, 1989 reprint, volume 8, ha. 521).

Jadi, kita lihat, bahwa hidup kekal tidak datang melalui percaya Alkitab, atau melalui percaya Alkitab ditambah dengan komitmen untuk mentaatinya, atau dengan mengucapkan kata-kata doa! Semua ini adalah pikiran dan pekerjaan manusia. Tak satupun dari semua itu, atau kombinasi dari keduanya, yang akan menyelamatkan seseorang.

“Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa olehnya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu” (Yohanes 5:39-40).

II. Kedua, manusia dalam keadaan alamiahnya tidak akan datang kepada Kristus.

Ayat ini mengimplikasikan bahwa orang-orang itu mati.

“Namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu” (Yohanes 5:40).

Ini menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki hidup. Kristus tidak mendesak mereka untuk datang kepada Dia. Tidak sama sekali. Ia sedang menjelaskan kondisi mereka. Ia berkata, “Kamu tidak mau datang kepada-Ku.” Itu adalah kondisi manusia duniawi. Manusia duniawi ada dalam keadaan “Aku tidak akan datang kepada Dia.” Dan, sungguh Ia benar dalam mendeskripsikan mereka, dan semua orang dalam keadaan alamiah atau keduniawian mereka, dengan cara ini. Itu adalah kondisi umat manusia. Itu menunjukkan, seperti terimplikasi di sini, bahwa orang itu mati, bahwa ia tidak memiliki hidup. Dan dalam kondisinya yang mati ini manusia tidak akan datang kepada Dia dan, oleh sebab itu, mereka tetap tinggal tanpa kehidupan.

Ada tiga cara untuk menunjukkan bahwa anda mati. Pertama, menurut hukum Anda telah mati. Saya membaca koran yang mengatakan bahwa seseorang telah dieksekusi mati minggu lalu. Namun menurut hukum ia telah mati berbulan-bulan sebelum ia dieksekusi. Hakim telah mengumumkan hukuman mati baginya. Kemudian para pengacara berusaha memberikan pembelaan untuk membebaskannya. Namun mereka tidak dapat mengubah keputusan itu. Sehingga, minggu lalu orang itu dieksekusi. Namun menurut hukum ia telah mati lama sebelum eksekusi dilaksanakan, yaitu ketika kali pertama keputusan hukuman mati atas dia diputuskan. Ia dimasukkan ke dalam sel penjaranya, dan menurut hukum ia telah mati.

Dan itulah kondisi Anda. Itu bukan pada saat Anda akan dihakimi di Pengadilan Terakhir. Oh, tidak! Alkitab berkata bahwa Anda,

“telah berada di bawah hukuman” (Yohanes 3:18).

Anda telah berada di bawah hukuman. Pada saat Anda berdosa nama Anda telah dicatat dalam buku hitam pengadilan. Anda diponis oleh Tuhan untuk mati pada saat itu juga. “Telah berada di bawah hukuman,” Anda sudah di bawah penghukuman dalam hidup ini sekarang ini sampai akhirnya dieksekusi, eksekusi yang tak terelakkan, tanpa ampun, tidak dapat diganggu gugat, eksekusi yang pasti, karena Anda “telah berada di bawah hukuman.” Menurut hukum Anda telah mati. Dan dalam kondisi Anda yang menurut hukum telah mati,

“kamu tidak mau datang kepada-Ku [Kristus] untuk memperoleh hidup itu” (Yohanes 5:40).

Namun secara rohani Anda juga telah mati. Ketika orang tua Anda yang pertama makan buah yang dilarang mereka mati. Dan racun itu menjalar kepada Anda secara genetikal.

“demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang”
      (Roma 5:12).

Spurgeon berkata,

Dan sekarang, setiap manusia, sejauh berhubungan dengan hal-hal rohani, adalah “mati karena pelanggaran dan dosa”… Atau juga setidaknya jiwanya mati dalam manusia kedagingan, dari pada tubuhnya ketika itu dipetikan untuk dikuburkan; ini adalah kematian yang nyata dan sempurna… Anda tidak sempurna; bahwa kata yang mengesankan, “kebinasaan,” tertulis dalam hati Anda, dan kematian telah distempel dalam roh Anda. Jangan terlalu yakin, wahai manusia bermoral, bahwa engkau akan dapat berdiri di hadapan Tuhan dengan moralitasmu, karena engkau menurut hukum hanyalah mayat yang diawetkan, hanyalah mayat yang mengenakan pakaian jubah mewah… Tanpa Roh Tuhan bersama jiwamu, dalam pemandangan Tuhan engkau sama menjijikkannya dengan mayat [dingin dan busuk]. Engkau tidak akan mau hidup bersama dengan [mayat] yang duduk semeja dengan engkau; begitu juga Tuhan tidak ingin engkau ada dalam pandangan-Nya (C. H. Spurgeon, “Free Will – A Slave,” The New Park Street Pulpit, Pilgrim Publications, 1981 reprint, volume I, hal. 396-397).

Anda secara rohani telah mati sama halnya menurut hukum.

“Namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu” (Yohanes 5:40).

Kematian secara rohani dan kematian menurut hukum memimpin kepada apa yang Alkitab sebut dengan “kematian kedua.

“Tetapi orang-orang penakut, orang-orang yang tidak percaya, orang-orang keji, orang-orang pembunuh, orang-orang sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua” (Wahyu 21:8).

“Kematian kedua” identik dengan “latutan api.”

“Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api”
      (Wahyu 20:14).

“Kematian kedua” tidak berarti bahwa Anda akan berhenti untuk ada. Itu berarti bahwa Anda akan sepenuhnya sadar berada di Neraka.

Jiwa Anda akan berada di hadapan Tuhan pada hari Penghakiman Terakhir. Tuhan akan membuka kitab-kitab-Nya. Ia akan membacakan nama Anda. Ia akan membacakan dosa-dosa Anda satu per satu. Namun dosa yang paling besar yang Ia akan bacakan adalah ini,

“Namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu” (Yohanes 5:40).

Pengkhotbah telah bertanya, “Maukah engkau datang kepada Yesus?” Anda menjawab, “Tidak.” Kata-kata ini akan kembali menghantui Anda pada hari Penghakiman Terakhir. “Tidak, saya tidak mau datang kepada Yesus.” Selama ribuan abad, untuk selama-lamanya dalam penghakiman kekal kata-kata ini menyiksa Anda,

“Namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu” (Yohanes 5:40).

Pada saat kehidupan ini berakhir, tidak ada pilihan kedua. Tidak ada pengharapan. Tidak ada jalan untuk melarikan diri. Tidak ada penyelamatan.

“Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa olehnya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu” (Yohanes 5:39-40).

III. Ketiga, orang-orang yang datang kepada Kristus memiliki hidup.

Yesus berkata,

“Namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu” (Yohanes 5:40).

Tidak ada kehidupan di dalam Allah Bapa bagi orang berdosa. Tidak ada kehidupan dalam Roh Kudus bagi orang berdosa. Kehidupan hanyalah di dalam Yesus, Anak Allah. Yesus berkata,

“Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi” (Yohanes 6:35).

“Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang”
      (Yohanes 6:37).

Ada kehidupan legal di dalam Kristus. Menurut hukum Anda telah berdosa di dalam Adam. Dosanya tinggal di dalam Anda. Namun Anda juga memiliki dosa Anda sendiri, dosa demi dosa menumpuk dalam buku catatan dosa Anda. Namun pada saat Anda ada di dalam Kristus, semua hutang menurut hukum itu telah dibayarkan, semua pelanggaran hukum telah dibatalkan, dan Anda diampuni akan semua dosa Anda melalui kematian Kristus yang menggantikan atau memebus Anda, menggantikan tempat Anda, karena dosa-dosa Anda, di kayu Salib di Kalvari, karena Yesus pergi ke kayu Salib,

“untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Markus 10:45).

Di dalam Kristus semua penghukuman karena dosa telah berlalu, dibayar oleh Dia yang menggantikan tempat Anda untuk dihukum, di atas kayu Salib.

“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus” (Roma 8:1).

Ia dicambuk untuk membayar harga dosa-dosa Anda. Yesaya berkata,

“dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh” (Yesaya 53:5).

Ia dipakukan di kayu Salib untuk membayar penghukuman karena dosa-dosa Anda.

“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita;” (Yesaya 53:5).

“Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus” (Roma 8:1).

Ketika Anda ada di dalam Kristus menurut hukum Anda telah memiliki hidup.

Begitu juga, Anda memiliki kehidupan rohani di dalam Kristus. Bahkan walaupun secara rohani Anda telah mati di dalam dosa, Allah memberikan kehidupan rohani kepada Anda di dalam Kristus. Orang berdosa yang mati, mati secara rohani seperti halnya Anda, ada kehidupan di dalam Kristus Yesus.

Mungkin Anda sudah lama sekali, sudah berkali-kali mendengar pemberitaan Injil. Namun tidak ada efek apa-apa. Anda duduk seperti mayat, dan semua khotbah berlalu di depan Anda. Namun tiba-tiba, ketika seolah-olah Kristus membuka telinga Anda dan mengoreknya dengan jari-Nya, kebenaran Injil akhirnya masuk ke dalam hati Anda. Tangan Tuhan menyentuh hati Anda dan kehidupan mengalir melaluinya, menghancurkan kesombongan Anda, membangunkan Anda dari dosa Anda, melebur hati Anda dengan kesedihan dan penghakiman, mengangkat wajah Anda untuk memandang Yesus, menarik Anda untuk datang kepada Dia dalam iman yang sederhana. Banyak dari kita yang ada di sini tadi malam ingat, ketika anugerah Tuhan membangunkan kita dari kematian, itu membuat hati nurani kita menjadi pedih, menangis, sakit dan membuat jiwa kita menderita sehingga akhirnya membawa kita untuk datang kepada sang Juruselamat. Ketika kita melewati kebangkitan dari kematian itu, kita mengalami semuanya itu hanya oleh anugerah, yaitu anugerah Tuhan melalui Kristus yang menarik kita keluar dari kematian rohani kita. Kristus berkata kepada Lazarus, “Keluarlah,”

“Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi” (Yohanes 11:44).

Demikian juga, ketika Kristus memanggil Anda kepada Dia, oleh kuasa supranaturalnya, Anda akan datang kepada Dia, sama seperti Lazarus datang kepada Dia keluar dari kubur itu.

Akhirnya, ada hidup kekal di dalam Kristus. Kematian kekal di Neraka begitu mengerikan dan itu melampaui kemampuan kita untuk menjelaskannya dalam terminologi manusia dengan sempurna. Namun ketika Anda ada di dalam Kristus tidak ada pilihan lagi bagi Anda untuk dapat melihat neraka itu, Anda tidak akan dapat masuk ke sana, ke dalam lautan api yang sangat mengerikan itu, karena

“Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah.” (Ibrani 7:25).

Yesus menyelamatkan orang yang ada di dalam Dia berapapun dosanya, dan berapapun waktu hidupnya. Di dalam Yesus, Anda diselamatkan untuk selama-lamanya, Anda memiliki hidup untuk selama-lamanya, dunia tanpa akhir. Seperti kita sekarang berkata dalam bahasa Inggris modern, “He is able to save [for ever] them that come unto God by him” [Yesus dapat menyelamatkan orang-orang yang datang kepada Allah melalui Dia] (Ibrani 7:25).

Yesus tidak akan memberikan hidup kepada mereka yang ada di dalam Dia, dan kemudian mengambilnya kembali. Sedikit sensitif dan rasial kita harus menyebut orang seperti itu adalah “Indian giver,” yaitu seseorang yang memberi sesuatu kepada Anda dan kemudian memintanya kembali. Saya tidak pernah mengenal orang Amerika asli (Indian) yang melakukan itu, namun itu adalah sebuah pepatah lama. Saya dapat mengatakan kepada Anda dengan pasti, bahwa Yesus bukan “Indian giver.” Ketika Ia menebus dosa Anda dan memberikan kehidupan rohani kepada Anda, Ia tidak akan pernah memintanya kembali – Ia tidak akan pernah mengambil kembali kehidupan yang Ia berikan kepada orang-orang yang ada di dalam Dia, karena Ia berkata,

“Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya”
      (Yohanes 10:28).

Bukan Neraka yang menunggu orang-orang yang ada di dalam Kristus, karena Ia berkata,

“Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya”
      (Yohanes 10:28).

Anda akan menemukan jiwa Anda tidak bebas untuk berpaling kembali dari Dia, ketika Anda datang kepada Yesus. Karena Allah yang memeliharanya di dalam Kristus,

“dipelihara dalam kekuatan Allah” (I Petrus 1:5).

Semua keuntungan luar biasa ini ditemukan di dalam Kristus, dan tidak ada di manapun selain di dalam Dia. Hutang dosa telah dibayar di dalam Yesus. Kehidupan rohani dibangkitkan di dalam Yesus. Semua dosa diampuni dan dihapuskan di dalam Yesus. Neraka tidak lagi menjadi ancaman atau menakutkan dia yang ada di dalam Yesus. Namun pemberontakan hati Anda, kotornya natur Anda, jiwa Anda yang telah mati menghalangi Anda untuk datang kepada Yesus. Pikiran ini yang seharusnya masuk ke dalam hati Anda: “Aku yang begitu penuh dengan dosa secara alamiah aku tidak mungkin mau datang kepada Yesus. Hatiku begitu jahat sehingga aku tidak dapat datang kepada Yesus. Karenanya aku layak dikirim ke Neraka.” Dan jika pikiran itu tidak menghancurkan hati Anda dan menginsafkan Anda dari dosa Anda, saya tidak tahu bagaimana Anda dapat melakukan yang lain. Kiranya Tuhan membuat Anda rendah hati, menginsafkan Anda dari dosa, dan menarik Anda kepada Yesus, itulah doa saya. Dalam nama-Nya, Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on “Manuskrip-Manuskrip Khotbah.”

GARIS BESAR KHOTBAH

BERBAGAI KESALAHAN DARI PENGINJILAN MASA KINI

(KHOTBAH #2 TENTANG KHOTBAH PENGINJILAN)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa olehnya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu” (Yohanes 5:39-40).

I.   Pertama, hidup kekal tidak datang melalui percaya Alkitab,
atau melalui percaya Alkitab ditambah dengan komitmen,
Yohanes 5:39; Yakobus 2:19; Markus 3:11; Lukas 8:28;
Matius 8:29; Lukas 18:11.

II.  Kedua, manusia dalam keadaan alamiahnya tidak akan datang
kepada Kristus, Yohanes 5:40; Yohanes 3:18; Roma 5:12;
Wahyu 21:8; 20:14.

III.  Ketiga, orang-orang yang datang kepada Kristus memiliki hidup,
Yohanes 5:40; 6:35, 37; Markus 10:45; Roma 8:1;
Yesaya 53:5; Yohanes 11:44; Ibrani 7:25; Yohanes 10:28;
I Petrus 1:5.