Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




PARA SAKSI SETELAH KEJATUHAN DUNIA

(KHOTBAH #40 DARI KITAB KEJADIAN)

WITNESSES IN A FALLEN WORLD
(SERMON #40 ON THE BOOK OF GENESIS)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan Dr. Eddy Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 9 Maret 2008

“Adam bersetubuh pula dengan isterinya, lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Set, sebab katanya: "Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya." Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN” (Kejadian 4:25-26).


Ayat-ayat di atas menunjukkan bahwa Tuhan memberikan seorang putera lainnya kepada Adam dan Hawa (“seed” atau “benih” [dalam KJV], Kejadian 4:25) untuk menggantikan Habel, “sebab Kain telah membunuhnya” (Kejadian 4:5).

“Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN” (Kejadian 4:26).

Ada beberapa hal yang membingungkan atas kata-kata ini, “Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN” (Kejadian 4:26).” Beberapa orang menejermahkan kalimat tersebut sebagaimana yang diterjemahkan dalam Alkitab King James kita, yang saya percaya bahwa itu adalah terjemahan yang benar. Namun yang lain menerjemahkan demikian “Then began men to call themselves by the name of Jehovah” atau “Kemudian mulailah orang menyebut diri mereka sendiri dengan nama TUHAN” (lihat Scofield Study Bible center note c). Dr. John Gill menekankan pengunaan keduanya, sama seperti yang telah dilakukan oleh para ahli tafsir terkenal lainnya. Penekanan saya menunjukkan bahwa kemungkinan ada beberapa ambiguitas atau kerancuan berhubungan dengan maksud kalimat tersebut. Namun demikian, saya tetap berpegang bahwa KJV benar. Yang pasti adalah sangat jelas dalam Kejadian pasal empat dan lima, ada banyak hal yang mendukung dan menjelaskan terjemahan KJV ini.

I. Pertama, tidak ada penjelasan tentang kelompok garis keturunan yang saleh,
atau “garis keturunan,” dari Set.

Memanggil “nama Tuhan” tidak menjelaskan kembalinya antusiaisme agamawi seperti yang dimaksudkan oleh banyak ahli tafsir Alkitab. Apapun maksudnya itu, saya percaya bahwa ini menunjukkan lemahnya keturunan Set, yang memanggil “nama Tuhan.” Kita perlu mengingat bahwa semua orang yang lahir dari “garis keturunan” Set, kecuali Nuh dan keluarganya, mati tenggelam dalam Air Bah! Saya berpikir kita harus melihat ini kembali dengan cara yang baru. Dan bila kita melakukannya, kita akan melihat bahwa semua keturunan Kain dan semua keturunan Set, yang hidup pada waktu itu binasa dalam Air bah. Jadi, saya pikir ada suatu kesalahan dalam pernyataan Dr. B. H. Carroll bahwa keturunan Set “adalah garis keturunan yang baik” (B. H. Carroll, D.D., An Interpretation of the English Bible, Baker Book House, 1976 edition, volume I, hal. 137). Tidak diragukan lagi bahwa keturunan Set lebih menunjukkan ibadah atau keagaaman lahiriah di antara dua “garis keturuanan tersebut,” sehingga saya ragu bila mereka semua adalah “generasi dari keturunan yang baik” seperti yang dikatakan oleh Dr. Carroll. Dr. Carroll adalah orang yang baik dan seorang pengkhotbah yang agung, namun saya pikir ia salah pada poin ini.

Tidak, ini nampak suatu bukti bagi saya bahwa apa yang disebut dengan garis keturunan yang “baik” atau “saleh” dari Set, dengan beberapa kekecualian, hanyalah sikap agamawi yang bersifat lahiriah dan tidak pernah mengalami apa yang sekarang kita sebut dengan “pertobatan.” Mayoritas keturunan Set kelihatan sedikit lebih baik dari pada orang-orang Farisi pada zaman Kristus. Saya mendasarkan argumentasi ini pada penjelasaan kalimat dari Kejadian 6:5,

“Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata” (Kejadian 6:5).

Itu adalah kondisi manusia, dalam pemandangan Tuhan, baik mereka yang berasal dari “garis keturunan” Kain maupun Set, yang “segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata.” Sesungguhnya saya sangat meragukan bahwa “garis keturunan yang saleh dari Set” ini mengacu kepada lebih dari sedikit orang. “Garis keturunan” ini hanya mengacu kepada sepuluh orang, yang disebutkan dalam Kejadian 5, dan mungkin mengacu kepada sedikit orang lainnya. Gagal memahami ini telah memimpin kepada pemahaman yang salah bahwa semua garis keturunan dari Set adalah orang-orang yang telah bertobat. Sehingga apa yang dikatakan oleh Dr. Carroll kelihatannya ketika ia berkata “Generasi-generasi dari Adam dalam perikop ini terbatas untuk garis keturunan Set. Ini karena semua keturunan Kain telah binasa dalam Air Bah” (ibid, hal. 136). Terimplikasi di sini bahwa Dr. Carroll ingin mengatakan, “Generasi dari garis keturunan yang jahat pertama-tama dijelaskan… dalam pasal empat, dan kemudian garus keturunan yang baik, dalam pasal [5] ini” (Ibid, hal 136-137).

Saya tidak menemukan ini dalam Alkitab itu sendiri. Dr. Carroll berkata, “Generasi-generasi dari Adam dalam perikop ini terbatas untuk garis keturunan Set. Ini karena semua keturunan Kain telah binasa dalam Air Bah” (ibid). Tunggu sebentar! Semua orang di dunia (kecuali Nuh dan keluarganya) binasa karena Air bah! Tidak ada keturunan Set yang diselamatkan kecuali Nuh dan keluarganya! Perjanjian Baru membuat itu menjadi jelas ketika berkata,

“dan jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba [yaitu keturunan Kain dan Set], tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik [yaitu keturunan Kain dan Set]” (II Petrus 2:5).

Jadi, seperti yang kita lihat pada keturunan Set dalam pasal lima, kita tidak menemukan dengan apa yang Dr. Carroll sebut “generasi dari garis keturunan yang baik,” namun sebaliknya kita justru diberi daftar tentang sepuluh orang saleh yang lahir dari garis keturunan Adam dan Set. Orang-orang ini dibangkitkan oleh Tuhan di tengah-tengah kesesatan rohani. Dan saya tidak berpikir bahwa kita menemukan alasan, yang diberikan Alkitab, untuk mendukung bahwa seluruh “garis keturunan” Set adalah orang-orang yang baik, saleh, atau telah bertobat, sejak mereka semua tetap dihukum oleh Air bah karena agama mereka yang dangkal, yang tidak memimpin kepada pertobatan sejati, dan tidak menyelamatkan mereka dari penghukuman Air Bah atas seluruh bumi,

“ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik” (II Petrus 2:5),

yang mana, seperti yang telah saya katakan, itu adalah penghukuman atas semua keturunan Set yang hidup pada zaman itu, begitu juga atas semua keturunan Kain.

II. Kedua, para patriakh sebelum Air Bah adalah orang-orang yang secara khusus
dipanggil Tuhan sebagai para saksi bagi dunia yang telah jatuh ke dalam dosa.

Ada sepuluh orang yang didaftar dalam Kejadian, pasal 5. Nama-nama dan tahun kehidupan mereka diberikan oleh Dr. Henry M. Morris:

Patriakh Tahun Kelahiran Zaman kelahiran
Patriakh
Berikutnya
Tahun kematian
Adam 1 130 930
Set 130 105 1042
Enos 235 90 1140
Kenan 325 70 1235
Mahalaleel 395 65 1290
Yared 460 162 1422
Henokh 622 65 987
Metusalah 687 187 1656
Lamekh 874 182 1651
Nuh 1056 500 2006

(Henry M. Morris, Ph.D., The Genesis Record, Baker Book House, 1986 edition, hal. 154).

Apa yang kita lihat dalam Kejadian pasal 5 bukanlah “generasi-generasi dari garis keturunan yang baik,” namun agaknya, daftar dari orang-orang yang percaya Tuhan dan berdiri sebagai saksi di tengah-tengah dunia yang tersesat, dan binasa. Luther berkata,

(Kejadian) pasal (lima) ini menunjukkan kepada kita suatu gambaran tentang seluruh zaman patriakhal. Di sini disebutkan satu per satu dari sepuluh patriakh dan keturunannya… Musa [orang yang menulis kitab Kejadian] ingin agar kita mengetahui kemuliaan dari dunia yang pertama (karena ia menekankan zaman para patriakh). Adam [mati] tidak lama sebelum kelahiran Nuh. Enos dan patriakh lainnya, kecuali Henokh, masih hidup sampai Nuh hidup. Oleh sebab itu banyak patriakh.. hidup pada masa yang bersamaan… itu adalah kemuliaan yang agung dari dunia pertama di mana banyak orang kudus yang saleh dan bijaksana hidup bersama. Kita tidak harus berpikir bahwa orang-orang ini adalah orang-orang biasa. Agaknya mereka adalah para pahlawan (iman) yang paling agung, di samping Kristus dan Yohanes Pembaptis. Pada hari penghakiman kita akan melihat dan menghormati kemuliaan mereka. Kemudian kita akan diberitahu tentang kehidupan dan perbuatan mereka yang begitu menakjubkan. Pada hari itu kita akan (sepenuhnya) mengetahui apa yang Adam, Set, Metusalah dan yang lainnya, bagaimana mereka menderita karena iman mereka di dalam sang Juruselamat yang dijanjikan… dalam tekanan dan penganiayaan yang mereka alami (Martin Luther, Th.D., Luther’s Commentary on Genesis, Zondervan Publishing House, 1958 reprint, volume I, hal. 119).

Namun, bahkan dengan kesaksian dari Henokh yang mulia, Nuh dan para patriakh lainnya, hanya delapan orang yang diselamatkan ketika Air Bah datang, karena Tuhan

“… tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik” (II Petrus 2:5).

Dan “dunia orang-orang yang fasik” itu termasuk di dalamnya adalah baik keturunan Kain maupun Set, kecuali Nuh dan keluarganya. Kedua “garis keturunan” itu dibinasakan oleh Air Bah, dan kedua “garis keturunan” tersebut disebut “fasik” dalam II Petrus 2:5.

Ini menunjukkan kegagalan dari orang-orang yang memanggil “nama Tuhan” atau “menyebut diri mereka sendiri dengan nama Yehova.” Gerakan “injili” sebelum Air Bah gagal total. Luther berkata,

Namun jika dunia pertama, yang mana adalah dunia terbaik… hanya ada delapan orang yang selamat dari Air Bah, apa yang akan terjadi pada hari penghakiman sejak Injil, sementara pembaharuan menuju terang [melalui Reformasi] begitu diremehkan? Kami kawatir bahwa dalam waktu yang singkat kejahatan akan berkuasa dan akan begitu memenuhi dunia ini dengan kesalahan sehingga Firman (Tuhan) sepenuhnya akan disapu bersih. Kristus dalam Lukas 18:8, memberikan peringatan yang sangat mengerikan kepada kita, “jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” Lagi dalam Matius 24:37-42, Ia membandingkan generasi (yang lalu) yaitu dari zaman Nuh, dan apa yang Ia katakan begitu mengerikan untuk dipertimbangkan (Luther, ibid., hal. 120).

Saya setuju dengan Luther pada poin ini. Terang Reformasi mengenai keselamatan monergistik (keselamatan hanya oleh anugerah Tuhan) telah digantikan oleh injil synergistic dari Charles G. Finney dan “decisionisme” yang telah menelan gereja-gereja pada zaman kita, membuat manusia “memberikan andil” dengan anugerah Tuhan untuk diselamatkan dari pada keselamatan hanya oleh anugerah. Fakta ini dengan jelas ditunjukkan dari sejarah oleh Iain H. Murray dalam bukunya yang luar biasa, Revival and Revivalism: the Making and Marring of American Evangelicalism 1750-1858 (The Banner of Truth Trust, 2002 edition) dan The Old Evangelicalism: Old Truths for a New Awakening (The Banner of Truth Trust, 2005). Buku-buku ini dapat dibeli melalui Internet dari Amazon.com.

III. Ketiga, Kejadian pasal empat sampai enam menunjukkan kerusakan total manusia,
baik keturunan Kain maupun Set, dan perlu untuk mempertimbangkan bahwa
kerusakan manusia dan keselamatan hanya oleh anugerah sebagai isu utama hari ini.

Imputasi dosa Adam ditunjukkan dengan kematian setiap patriakh. Alkitab mengatakan,

“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa” (Roma 5:12).

Jadi imputasi “kematian oleh dosa” ditunjukkan kepada kita berulangkali berhubungan dengan para patriakh itu.

“Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati” (Kejadian 5:5).

“Jadi Set mencapai umur sembilan ratus dua belas tahun, lalu ia mati” (Kejadian 5:8).

“Jadi Enos mencapai umur sembilan ratus lima tahun, lalu ia mati” (Kejadian 5:11).

“Jadi Kenan mencapai umur sembilan ratus sepuluh tahun, lalu ia mati” (Kejadian 5:14).

“Jadi Mahalaleel mencapai umur delapan ratus sembilan puluh lima tahun, lalu ia mati” (Kejadian 5:17).

“Jadi Yared mencapai umur sembilan ratus enam puluh dua tahun, lalu ia mati” (Kejadian 5:20).

“Jadi Metusalah mencapai umur sembilan ratus enam puluh sembilan tahun, lalu ia mati” (Kejadian 5:27).

“Jadi Lamekh mencapai umur tujuh ratus tujuh puluh tujuh tahun, lalu ia mati. (Kejadian 5:31).

Henokh saja yang lepas dari kematian. Lihat ayat 24.

“Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah” (Kejadian 5:24).

Tuhan “mangangkat” Henokh, dan ia menjadi type dari orang-orang Kristen sejati, yang akan “diangkat” pada akhir zaman ini.

“Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah” (Ibrani 11:5).

“Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan” (I Tesalonika 4:16-17).

Jadi, suramnya kematian, bahkan kematian dari orang-orang percaya sejati, tergantung pada seluruh pasal lima ini, yang sedang menunjukkan bahwa “kematian oleh dosa” diimputasikan kepada seluruh umat manusia, sebagai akibat dari Kejatuhan manusia ke dalam dosa.

Demikian juga, kerusakan manusia dinyatakan dalam langkanya orang yang bertobat pada zaman sebelum Air Bah. Walaupun umat manusia memiliki para saksi agung yaitu para patriakh ini, hanya sedikit keturunan Set yang diselamatkan. Kita memiliki referensi tentang baik khotbah Henokh maupun Nuh dalam Yudas 14-15, dan II Petris 2:5. Namun sangat sedikit keturunan Set yang bertobat sehingga Tuhan

“…tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik” (II Petrus 2:5).

Keselamatan hanya oleh anugerah adalah sisi lain dari gambaran ini, dan satu-satunya jawaban bagi kerusakan manusia. Lihatlah Kejadian 6:8. Nuh diselamatkan hanya oleh anugerah, hanya melalui iman.

“Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN” (Kejadian 6:8).

Kita diberi tahu dalam Ibrani 11:2 bahwa semua patriakh diselamatkan hanya oleh iman,

“Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita” (Ibrani 11:2).

Namun Luther memperingatkan bahwa keselamatan hanya oleh anugerah melalui iman saja akan diserang, dan “decisionism” synergistic akan memperoleh “kuasa” dan akan memenuhi “dunia dengan kesalahan.” Hari ini orang-orang berpikir bahwa mereka diselamatkan karena mereka telah “memanggil nama Tuhan” (Kejadianm 4:26), karena mereka telah membuat suatau “keputusan” dan telah menaikan “doa seorang berdosa.” Dan demikian juga kesesatan yang menyedihkan yang sama yang datang sebelum Air Bah telah dibawa masuk kembali ke dalam gereja-gereja melalui Finney dan para penginjil “decisionist” dan para gembala yang mengikutinya. Dengan demikian gereja-gereja kita telah kembali kepada kesalahan synergistic dari Katolikism pra-Reformasi, dan apa yang ditakutkan oleh Luther mulai benar-benar terjadi. Banyak orang akan bersembunyi di balik Roma 10:13, namun mereka tidak memperhatikan Roma 10:14, yang dengan jelas menunjukkan bahwa bukanlah pengucapan doa yang menyelamatkan. Tak seorangpun diselamatkan dengan mengucapkan doa. Itu adalah kesesatan terkutuk yang dibawa oleh Finney dan para pengkhotbah “decisionist’ yang meruntuhkan evangelisme.

“Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia” (Matius 24:37-39).

Kita sepertinya benar-benar hidup dalam kondisi itu hari ini. Hanya ada satu cara untuk lari dari penghakiman yang akan datang.

“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga” (Matius 18:3).

Anda harus diinsafkan dari dosa Anda sendiri, dan kerusakan Anda, dan ketidak-mampuan Anda. Anda harus merendahkan diri dan menghancurkan kesombongan dan pemberontakan Anda. Anda harus ditarik kepada Kristus hanya oleh anugerah Tuhan, karena Yesus berkata,

“Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa” (Yohanes 6:44).

Jadi, keselamatan hanya oleh anugerah, melalui iman hanya di dalam Kristus. Semua yang lainnya hanyalah kayu dan rumput kering. Tidak ada tempat yang membuat lebih jelas dari pada Kejadian pasal empat, lima dan enam ini.

Pada saat seperti ini, engkau membutuhkan Juruselamat,
Pada saat seperti ini, engkau membutuhkan jangkar,
Yakinlah, Yakinlah,
Jangkarmu terkait kokoh pada Batu Karang yang Teguh!
   (“In Times Like These” by Ruth Caye Jones, 1944).

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on “Manuskrip-Manuskrip Khotbah.”

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @ www.sttip.com

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Kejadian 4:25-5:32.
Lagu Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“In Times Like These” (by Ruth Caye Jones, 1944).


GARIS BESAR KHOTBAH

PARA SAKSI SETELAH KEJATUHAN DUNIA

(KHOTBAH #40 DARI KITAB KEJADIAN)

WITNESSES IN A FALLEN WORLD
(SERMON #40 ON THE BOOK OF GENESIS)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Adam bersetubuh pula dengan isterinya, lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Set, sebab katanya: "Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya." Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN” (Kejadian 4:25-26).

I.   Pertama, tidak ada penjelasan tentang kelompok garis keturunan
yang saleh, atau “garis keturunan,” dari Set, Kejadian 6:5;
II Petrus 2:5.

II.  Kedua, para patriakh sebelum Air Bah adalah orang-orang yang
secara khusus dipanggil Tuhan sebagai para saksi bagi duania yang
telah jatuh ke dalam dosa., II Petrus 2:5; Lukas 18:8.

III. Ketiga, Kejadian pasal empat sampai enam menunjukkan kerusakan
total manusia, baik keturunan Kain maupun Set, dan perlu
untuk mempertimbangkan bahwa kerusakan manusia dan
keselamatan hanya oleh anugerah sebagai isu utama hari ini,
Roma 5:12; Kejadian 5:5, 8; 11; Kejadian 5:14, 17, 20, 27, 31, 24;
Ibrani 11:5; I Thessalonians 4:16-17; II Petrus 2:5; Kejadian 6:8;
Ibrani 11:2; Matius 24:37-39; 18:3; Yohanes 6:44.