Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




KEHIDUPAN YANG LUAR BIASA DARI HENOKH
(KHOTBAH #39 DARI KITAB KEJADIAN)

(THE REMARKABLE LIFE OF THE PATRIARCH ENOCH)
(SERMON #39 ON THE BOOK OF GENESIS)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan Dr. Eddy Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 9 Maret 2008

“Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah” (Kejadian 5:21-24).


Ini adalah khotbah yang ketiga puluh sembilan yang saya telah persiapkan untuk dikhotbahkan kepada Anda dari Kitab Kejadian. Malam nanti saya akan menyampaikan khotbah ke empat puluh. Itu akan berpusat pada waktu sepuluh patriakh berkhotbah sebelum Air Bah yang dahsyat itu. Ketika saya masih kanak-kanak saya heran mengapa manusia dapat memiliki umur sepanjang mereka. Namun kemudian saya belajar bahwa dunia sama sekali berbeda pada zaman sebelum Air Bah. Dr. Henry M. Morris berkata,

Dari bagian [Kitab Suci] ini menjelaskan kepada kita bahwa manusia pernah dapat hidup sampai hampir seribu tahun, sehingga kita menyimpulkan bahwa alam dari lingkungan dunia mula-mula masih sangat baik sekali (Henry M. Morris, Ph.D., The Genesis Record, Baker Book House, 1986 edition, hal. 151).

Dr. John MacArthur, walaupun salah ketika berbicara tentang Darah Kristus, memberikan catatan yang sangat berguna tentang ini,

Umur panjang yang tidak pada umumnya yang diceritakan oleh lingkungan sebelum zaman Air Bah disebabkan oleh bumi yang berada di bawah langit-langit (canopy) air, yang menyaring sinar ultraviolet matahari dan menghasilkan kondisi yang begitu sejuk... sehingga dapat memperpanjang hidup (The MacArthur Study Bible, Word Bibles, 1997 edition, catatan untuk Kejadian 5:5 dan Kejadian 1:7).

Dan di sini, dalam catatan Kejadian, kita membaca tentang kehidupan yang luar biasa dari seorang patriakh yaitu Henokh.

Seperti yang akan saya tekankan malam nanti, zaman itu adalah zaman yang jahat. Tidak ada penyembahan berhala, namun manusia melupakan Tuhan, dan membiarkan Tuhan berada di luar kehidupan mereka. Humanisme sekuler dan pasca-modernisme yang begitu merajalela di dunia modern ini (khususnya di sekolah-sekolah negeri dan perguruan tinggi sekuler) sungguh mirip dengan bagaimana cara berpikir orang-orang sebelum zaman Air Bah. Anak Henokh Metusalah hidup benar sepanjang masa kehidupan Nuh. Kristus berkata,

“Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia” (Matius 24:37-39).

Kita sepertinya hidup seperti zaman itu sekarang ini, dan oleh sebab itu tidak mengherankan bagi kita bila banyak orang telah berpaling dari Tuhan, seperti yang mereka pernah lakukan pada zaman sebelum Air Bah, ketika Henokh hidup.

Namun Henokh berbeda dengan orang-orang di sekitar dia. Seperti puisi yang dikarang oleh Robert Frost yang pernah memenangkan Pulitzer Prize mengatakan,

Aku akan menceritakan ini dengan menghela nafas,
Suatu tempat dari zaman ke zaman;
Dua jalan persimpangan dalam hutan, dan aku,
Aku memilih satu untuk kuikuti,
Dan itu telah membuat semuanya berbeda.
   (Robert Frost, “The Road Not Taken,” in Robert Frost’s Poems,
      Washington Square Press, 1971 edition, hal. 223).

Henokh memilih berjalan di jalan yang berbeda dari kebanyakan orang pada zamannya. Kita belajar dari Kitab Suci tiga hal utama tentang kehidupan Henokh, khotbahnya dan bagaimana ia meninggalkan dunia ini.

I. Pertama, Henokh hidup bergaul dengan Tuhan.

Dua kali kita diberitahu ini. Dalam ayat 22, “Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah.” Dalam ayat 24, “Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah.” Walaupun mungkin banyak orang lain yang dapat dijelaskan dengan cara ini, namun hanya ada dua orang dalam Kitab Suci yang tentangnya dikatakan persis seperti itu. Yang satunya adalah Nuh. Dalam Kejadian 6:9 kita diberitahu bahwa “Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.” Kedua orang itu hidup sebelum zaman Air Bah. Kedua orang itu hidup bergaul dengan Tuhan. Puisi Robert Frost benar bagi kedua orang itu – mereka memilih jalan untuk diikuti, yaitu jalan iman.

“Henokh hidup bergaul dengan Allah.” Frase ini berarti bahwa ia adalah orang yang beriman, pada zaman ketika kebanyakan orang tidak memiliki iman. Kita membaca dalam Perjanjian Baru,

“Karena iman Henokh terangkat… ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah. 6Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” (Ibrani 11:5-6).

Sementara orang lain hanya berpikir tentang hidup ini, mencari uang dan menimbun harta materi,

“makan dan minum, kawin dan mengawinkan” (Matius 24:38),

hanya memikirkan tentang dunia ini – di tengah budaya materialistik itu, Henokh hidup bergaul dengan Tuhan.

Anda tidak dapat berkenan di hadapan Tuhan jika Anda tidak percaya “Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” (Ibrani 11:6). Henokh mencari Tuhan dengan sepenuh hatinya. Ia berdoa kepada Tuhan. Ia hidup untuk Tuhan. Ia berbicara untuk Tuhan. Itulah apa yang Alkitab maksudkan dengan berkata bahwa, “Henokh hidup bergaul dengan Allah” (Kejadain 5:22, 24). Iman di dalam Tuhan bukanlah suatu superstisi atau tahyul. Iman adalah karunia, dan orang yang memperoleh karunia iman yang menyelematkan diselamatkan oleh Kristus dari dosa dan kematian, dan api yang kekal.

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah” (Efesus 2:8).

Itulah doa kami agar kiranya Tuhan mau memberikan kepada Anda karunia iman di dalam Yesus Kristus, sehingga Anda dapat hidup bergaul dengan Tuhan, dan hidup selamanya bersama Tuhan dalam Kerajaan-Nya yang akan datang.

II. Kedua, Henokh menerima wahyu-wahyu yang luar biasa.

Kita melihat yang pertama dari wahyu-wahyu ini dalam ayat dua puluh satu,

“Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah” (Kejadian 5:21).

Dalam bukunya, Gleanings in Genesis, Arthur W. Pink menekankan bahwa nama yang Henokh berikan kepada anaknya yaitu Metusalah adalah kunci menuju wahyu Tuhan berhubungan dengan Air Bah yang segera datang. Arthur W. Pink berkata,

Nama Metusalah memiliki implikasi yang kuat bahwa Henokh telah menerima wahyu dari Tuhan. Nama Metusalah menandakan “Ketika ia mati inilah yang akan datang; yaitu, air bah (Newberry). Kemungkinan besar kemudian wahyu ilahi itu diabadikan dalam namanya. Ini sepertinya Tuhan mau berkata kepada Henokh demikian, “Apakah engkau melihat bayi itu? Dunia akan bertahan selama ia hidup dan kemudian tidak lagi demikian! Ketika anak itu diambil, Aku akan menghukum dunia ini. Tingkap-tingkap langit akan terbuka. Hujan lebat akan menghancurkan dan menenggelamkannya dan umat manusia akan binasa” (Arthur W. Pink, Gleanings in Genesis, Moody Bible Institute, 1922, hal. 78).

Wahyu ini membuat kesan yang mendalam bagi Henokh. Ia tidak tahu berapa lama bayi itu akan hidup. Namun ia tahu bahwa pada saat kelahiran bayi itu bahwa “Ketika ia mati sesuatu akan datang.” Saya sepenuhnya dapat memahami pengalamannya karena saya diselamatkan ketika masih muda dalam suatu konferensi propetik. Dr. Charles J. Woodbridge sedang berkhotbah tentang akhir dari dunia ini dari II Petrus, pasal tiga. Ketika ia berbicara saya tahu itu benar – penghukuman akan datang atas dunia ini, dan satu-satunya harapan saya hanyalah Yesus Kristus. Itu adalah kebenaran yang sungguh luar biasa yang dapat kita lihat di dalam Alkitab! Ketika seseorang melihat itu, ia akan lari kepada Kristus, seperti Lot yang lari dari Sodom, dan seperti Nuh yang lari masuk ke dalam bahtera itu! Ini akan memimpin Anda untuk hidup bergaul dengan Tuhan seperti yang telah dilakukan oleh Henokh. Sudahkah Anda melihat kebenaran tentang penghakiman yang akan datang?

“Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya”
      (I Yohanes 2:17).

Henokh melihat itu melalui karunia iman. Saya ingin agar Anda memiliki karunia iman itu, pengertian yang mendalam yang bukan berdasarkan kepala dari kebanyakan orang, namun pengetahuan batiniah yang menghubungkan Anda dengan Tuhan dan menunjukkan kepada Anda bahwa Ia akan menghakimi dunia ini dengan api, sebagaimana Ia pernah melakukannya dengan air yaitu Air Bah.

Namun Henokh menerima pewahyuan yang kedua. Tuhan menunjukkan kepadanya bahwa Air Bah akan segera melanda, dan Tuhan juga menunjukkan kepadanya penghakiman akhir, yaitu ketika Kristus datang untuk menghakimi pada akhir zaman. Kita diberitahu dalam Perjanjian Baru yairu Surat Yudas,

“Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: ‘Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan’” (Yudas 14-15).

Henokh keliling di dunia ini untuk memberitakan tentang penghakiman akhir. Apa yang ia katakan dengan teliti diteruskan melalui para pengajar dan rabi dan disatukan dalam kitab aprokipa. Namun Yudas, saudara Yakobus, dengan pimpinan Roh Kudus mengutip kata-kata itu dalam Kitab Suci. Secara otentik itu adalah kata-kata yang pernah diucapkan oleh Henokh, yang dipelihara dalam kitab apokripa yang menyebutkan namanya. Kata-kata itu memiliki imprimatur rasuli dari Roh Kudus. Jadi kita tahu hari ini bahwa Henokh adalah seorang pengkhotbah yang berapi-api. Ia pernah berkhotbah tentang akan datangnya Air Bah

“…dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, hendak menghakimi”
      (Yudas 14-15)

atas dunia yang jahat, dunia yang fasik ini. Ia pernah berkhotbah tentang Sorga dan Neraka, dan tentang keselamatan oleh Darah pra-inkarnasi Kristus. Ia tidak mendapatkan banyak petobat. Hanya sedikit yang percaya dengan apa yang ia sampaikan. Namun Nuh mendengar anaknya Henokh, yaitu Metusalah, yang mengulangi khotbah ayahnya. Tidak dapat diragukan lagi bahwa Metusalah memberitahukan kepada Nuh apa yang ayahnya pernah khotbahkan. Ia harus menjelaskan kepada Nuh, “Ayahku Henokh berkata bahwa Tuhan akan menghakimi dunia ini dengan Air Bah pada tahun ketika aku mati. Ketika aku mati, kemudian itu akan datang. Itulah apa yang Tuhan tunjukkan kepada ayahku Henokh, dan itulah sebabnya ia memberikan nama itu kepadaku.” Sebagai seorang muda Nuh sangat tergerak hatinya ketika Metusalah memberikan kutipan panjang dari khotbah-khotbah Henokh ayahnya. Dan saya percaya itu adalah keseluruhan dari khotbah Henokh, yang pertama kali Nuh dengar dari Metusalah, bahwa Tuhan berbicara kepadanya dan ia

“dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya” (Ibranu 11:7).

Orang lain berpikir bahwa itu hanyalah khotbah dari orang tua yang gila saja. Namun Nuh percaya apa yang pernah dikhotbahkan oleh Henokh, dan ia diselamatkan. Banyak orang pernah digerakkan dan goncangkan oleh khotbah tua dari zaman yang lebih awal. Nenek moyang Baptis kita John Bunyan dipimpin kepada Kristus dengan membaca buku tua karangan Luther yang berjudul Commentary on Galatians dengan cover buku yang telah rusak, karena buku itu sudah sangat tua. Bunyan berkata,

Setelah begitu banyak keinginan dalam pikiranku, Tuhan melalui tangan seseorang melemparkan ke tanganku, suatu hari, sebuah buku karya Martin Luther, yaitu buku tafsirannya atas Galatia – itupun sudah begitu usang dan bila aku memutar-mutarnya buku itu akan rontok karena sudah tua. Sekarang aku sangat bahagia karena buku tua itu jatuh ke tanganku; yang mana, ketika aku membacanya dengan teliti, aku menemukan keadaanku, dalam pengangalamannya, seakan bukunya itu telah dituliskan dari hatiku. Ini membuatku sangat terkesan. Sebenarnya orang ini tidak dapat mengetahui apapun tentang keadan orang-orang Kristen sekarang, karena ia menulis dan berbicara pengalaman zaman dulu… Selain Alkitab, saya sangat menyukai buku Martin Luther tentang tafsiran Galatia ini, dari semua buku yang pernah saya baca sebelumnya, inilah yang paling cocok untuk melukai hati nuraniku (John Bunyan, “Grace Abounding to the Chief of Sinners,” The Works of John Bunyan, The Banner of Truth Trust, 1991 reprint, volume I, sections 129-130, p. 22).

Betapa saya mau kiranya generasi Anda ini mau mendengar para patriakh dan nabi-nabi, dan para Rasul, dan Kristus sendiri. Betapa saya mau kiranya Anda mau mendengarkan orang-orang tua ini, dan mendengarkan Luther dan para Reformator lainnya, dan para pengkhotbah Puritan, dan para penginjil besar dari Kebangunan Rohani Pertama, seperti Edwards dan Whitefield dan John Wesley. Betapa saya berdoa kiranya Anda mau mendengarkan John Bunyan dan Spurgeon yang agung. Oh, ya, saya tahu, mereka hidup jauh sebelum zaman kita ini, namun mereka, melalui tulisan-tulisan mereka, dapat menjelaskan kepada Anda banyak hal tentang Tuhan dan pertobatan dari pada siapapun yang saya kenal yang hidup di zaman kita ini. Jadilah bijaksana seperti Nuh, yang mau mendengarkan khotbah seorang tua Henokh dan membuatnya gemetar sehingga dengan taat ia membangun bahtera, jika tidak ia dan keluarganya akan ditenggelamkan dalam Air Bah. Dengarkanlah orang-orang tua dari zaman dulu ini, orang-orang yang telah hidup bergaul dengan Tuhan, dan yang telah berkhotbah tentang penghakiman yang akan datang, yang mengkhotbahkan tentang Neraka, dan keselamatan melalui iman di dalam Darah Kristus yang suci. Itu adalah jenis khotbah yang sangat kita butuhkan hari ini di gereja-gereja kita dan di negara kita – namun yang secara tragis khotbah-khotbah seperti itu telah menghilang! Kiranya Anda mau mendengarkan para pengkhotbah masa lalu, seperti yang dilakukan oleh Nuh. Kiranya Anda mau membaca tulisan-tulisan Dr. Martyn Lloyd-Jones, dan Thomas Hooker, dan Joseph Alleine dan Richard Baxter, dan khususnya Jonathan Edwards, psikolog Alkitabiah yang agung yang berbicara tentang roh manusia dalam keadaannya yang belum bertobat. Kiranya Anda bergerak dengan ketakutan dan lari kepada Kristus ketika Anda membaca tulisan-tulisan orang-orang dari zaman dulu itu. Sebagaimana Rasul Petrus berkata,

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kisah Rasul 4:12).

III. Ketiga, Henokh terangkat sehingga ia tidak harus mengalami kematian.

Mari kita berdiri dan membaca Kejadian 5:24.

“Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah” (Kejadian 5:24).

Anda dipersilahkan duduk kembali. Martin Luther adalah sarjana bahasa Ibrani Perjanjian Lama. Komentarnya tentang kata-kata, “ia telah diangkat oleh Allah,” Luther berkata,

Kata Ibrani lakach berarti bahwa Tuhan mengangkat dia demi dirinya sendiri (Martin Luther, Th.D., Luther’s Commentary on Genesis, Zondervan Publishing House, 1958, volume 1, page 123).

“Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah [demi dirinya sendiri]” (Kejadian 5:24).

Dan Perjanjian Baru mengisi peristiwa itu, dengan memberikan komentar berikut ini,

“Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah” (Ibrani 11:5).

“Ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah” (Kejadian 5:24). “Karena iman Henokh terangkat [dalam KJV “translated”, “diterjemahkan”] supaya ia tidak mengalami kematian” (Ibrani 11:5). Menerjemahkan kata berarti menempatkan kata itu ke dalam kata bahasa lain yang memiliki arti yang sama. Menerjemahkan manusia berarti menempatkan dia ke dalam dunia lain tanpa melalui kematian. Mengangkat dia dalam keadaan masih hidup masuk ke Sorga, ke dalam dimensi lain yang kita tidak dapat memahami dengan pikiran alamiah kita.

Jadi Henokh adalah orang pertama yang diangkat ke Sorga tanpa melalui kematian. Elia adalah orang yang lain yang langsung diangkat ke Sorga tanpa melalui kematian. Elia naik ke Sorga dalam angin badai. Baik Henokh maupun Elia adalah suatu tipe, gambaran tentang hari pengangkatan atau raptur yang akan datang, ketika

“Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan” (I Tesalonika 4:16-17).

Betapa agungnya janji bagi orang-orang yang telah diselamatkan! Namun tidak semua orang akan diangkat dalam keadaan masih hidup untuk berjumpa dengan Kristus di angkasa pada hari itu. Hanya orang-orang yang telah bertobat, hanya orang-orang yang hidup bergaul dengan Tuhan, seperti Henokh, yang akan tiba-tiba diangkat, dalam awan, berjumpa dengan Kristus di udara.


Alangkah senangnya bila tak menderia,

Tak sakit, tak takut, tak duka

Kita diangkat ke dalam mulia-Nya

Penebus menyambut umat-Nya

O bila kiranya kita

Bersorak gembira

Kristus datang! Haleluya!

Haleluya, amin! Haleluya, amin!

   (“Christ Returneth” by H. L. Turner, 1878/

      Terjemahan Nyanyian Pujian No. 82).


Apakah Anda sudah diselamatkan? Sudahkah Anda disatukan dengan Kristus? Apakah dosa-dosa Anda telah disucikan oleh Darah-Nya? Apakah Anda telah menjadi orang Kristen sejati? Apakah Anda ada di gereja setiap pintu gereja ini terbuka? Jika Anda bukan orang Kristen sejati, Anda akan ditinggalkan dan tidak mengalami kemuliaan yang telah dipersiapkan bagi orang-orang yang mengenal Kristus dengan mengalami perjumpaan pribadi dengan Dia. Anda tidak akan mengalami kemuliaan yang telah dipersiapkan untuk orang-orang yang mana dosa-dosa mereka telah disucikan oleh Darah Kristus yang suci. Oh, datanglah kepada Kristus! Siap sedialah menyambut hari pengangkatan. Siap sedialah ketika Ia datang untuk mengangkat para pengikutnya untuk masuk ke dalam kemulian Kerajaan-Nya untuk hidup selama-lamanya!

Jika Anda ada di sini di gereja ini untuk pertama kalinya pada pagi ini, kiranya Anda mau berkata, bersama dengan orang-orang yang telah melihat mujizat Yesus, “Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan” (Lukas 5:26). Kami telah mendengar hal-hal yang sangat mengherankan hari ini! Namun hal-hal yang Anda telah lihat dalam Kitab Suci dan dengar dalam khotbah ini tidak benar-benar mengherankan, dalam arti kata konvensional. Semua itu adalah hal yang benar-benar terjadi, dituliskan dalam Alkitab untuk membantu Anda menemukan keselamatan melalui iman di dalam Kristus. Kiranya Anda pulang dan memikirkan semua yang telah saya khotbahkan ini, dan kemudian kembali untuk mendengarkan lebih banyak lagi minggu depan. Ini dapat menjadi titik balik dalam hidup Anda. Ini dapat memimpin Anda untuk mencari Kristus, yang berkata,

“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”
      (Yohanes 11:25-26). Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on “Manuskrip-Manuskrip Khotbah.”

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @ www.sttip.com

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Kejadian 5:18-24.
Lagu Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Christ Returneth” (by H. L. Turner, 1878).


GARIS BESAR KHOTBAH

KEHIDUPAN YANG LUAR BIASA DARI HENOKH
(KHOTBAH #39 DARI KITAB KEJADIAN)

(THE REMARKABLE LIFE OF THE PATRIARCH ENOCH)
(SERMON #39 ON THE BOOK OF GENESIS)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan Dr. Eddy Purwanto

“Setelah Henokh hidup enam puluh lima tahun, ia memperanakkan Metusalah. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun lagi, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Jadi Henokh mencapai umur tiga ratus enam puluh lima tahun. Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah” (Kejadian 5:21-24).

(Matius 24:37-39)

I.   Pertama, Henokh hidup bergaul dengan Tuhan, Kejadian 5:22,
24; 6:9; Ibrani 11:5-6; Matius 24:38; Efesus 2:8.

II.  Kedua, Henokh menerima wahyu-wahyu yang luar biasa,
Kejadian 5:21; I Yohanes 2:17; Yudas 14-15; Ibrani 11:7;
Kisah Rasul 4:12.

III. Ketiga, Henokh terangkat sehingga ia tidak harus melihat kematian,
Kejadian 5:24; Ibrani 11:5; I Tesalonika 4:16-17; Lukas 5:26;
Yohanes 11:25-26.