Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




DUA ORANG – DUA PERSEMBAHAN

(KHOTBAH #36 DARI KITAB KEJADIAN)

TWO MEN – TWO OFFERINGS
(SERMON #36 ON THE BOOK OF GENESIS)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan Dr. Eddy Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Kebaktian Minggu Malam, 16 Desember 2007

“Maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya” (Kejadian 4:4-5).


Baik Kain dan Habel dilahirkan dan tumbuh dalam lingkungan yang sama, dan dari garis keturunan yang sama. Mereka berdua dilahirkan ke dalam dunia yang telah jatuh, di luar Taman Eden. Mereka memiliki orang tua yang persis sama. Sesungguhnya, beberapa ahli tafsir klasik percaya bahwa mereka adalah kembar. Tafsiran ini didasarkan pada penjelasan bahwa Adam bersetubuh dengan Hawa hanya sekali sebelum kedua pemuda ini dilahirkan. Mereka sama-sama memiliki natur yang telah jatuh seperti natur Adam ayah mereka. Mereka dilahirkan dalam keadaan berdosa, dan “adalah orang-orang yang harus dimurkai” (Efesus 2:3).

Namun kita diberitahu dalam ayat kita bahwa “TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya.” Kata Ibrani untuk “mengindahkan” berarti “memandang sebagai kebaikan” (“look upon with favor”) (Strong, number 8159). Dr. Keil berkata, “Alasan untuk penerimaan yang berbeda atas dua persembahan itu adalah sikap pandang terhadap Allah dengan mana dua persembahan itu dibawa… Tidak, sesungguhnya pada kenyataannya adalah bahwa Habel membawa korban yang mencurahkan darah sementara Kain membawa korban yang tidak berdarah” (C. F. Keil, Ph.D., Commentary on the Old Testament, William B. Eerdmans Publishing Company, 1973 reprint, volume I, hal. 110). Ini sebagian benar. “sikap pandang” mereka sungguh berbeda. Namun ada yang lebih dari sekedar itu, karena Allah tidak hanya “mengindahkan Habel,” namun juga, “persembahannya.” Jadi, kita harus berkata bahwa Habel “diindahkan” karena dua alasan (Habel dan persembahannya), dan Kain ditolak karena dua alasan (Kain dan persembahannya). Habel dan persembahannya dipandang dengan respek oleh Allah. Kain dan persembahannya tidak dipandang dengan respek oleh Allah. Saya berpikir bahwa kita harus dengan hati-hati membedakan fakta bahwa ada sesuatu yang membuat Habel dan persembahannya dapat diterima, dan sesuatu yang membuat Kain dan persembahannya tidak dapat diterima. Saya tidak melihat bagaimana kita dapat memahami Kejadian 4:4-5 ini sepenuhnya tanpa membuat perbedaan itu. Jadi, marilah kita melihat kedua orang ini (Kain dan Habel) dan kedua korban persembahan mereka.

I. Pertama, Tuhan mengindahkan Habel dan korban persembahannya.

Kebanyakan ahli tafsir klasik mengomentari bahwa Allah “mengindahkan” (atau “memandangnya sebagai kebaikan”) pertama pada Habel sendiri dan kemudian pada korban persembahannya.

“Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu” (Kejadian 4:4).

Berhubungan dengan Habel ada sesuatu tentang apa, sehingga Allah memandangnya baik? Ini tidak dapat karena karakter Habel sebab ia sama-sama orang berdosa yang telah jatuh seperti halnya saudaranya. Jawabannya terekam dalam Ibrani 11:4,

“Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain” (Ibrani 11:4).

Allah melihat iman Habel. Itulah sebabnya mengapa Allah memandang dia baik. Itu adalah fondasi dasar dari iman Baptis dan Protestan kita – keselamatan hanya oleh iman.

“Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran” (Roma 4:3).

Ayat itu tidak berkata bahwa Abraham percaya “hal-hal tentang” Allah. Ayat itu berkata “percayalah Abraham kepada Tuhan.” W. E. Vine berkata, “Obyek iman Abraham bukan janji Tuhan… imannya bersandar pada Tuhan sendiri” (W. E. Vine, An Expository Dictionary of New Testament Words, Fleming H. Revell Company, 1966 edition, volume II, ha. 71).

Saya selalu suka membaca tulisan-tulisan Dr. M. R. DeHaan. Ia telah membuat hal ini jelas dan sederhana. Dr. DeHaan berkata, “Kain bukanlah atheis. Ia percaya tentang keberadaan Allah sebanyak yang Habel bisa lakukan. Namun sementara Kain percaya tentang suatu Allah, namun ia tidak percaya kepada Allah” (M. R. DeHaan, The Days of Noah, Zondervan Publishing House, 1971 reprint, hal. 22). Seperti kita lihat pertobatan-pertobatan terkenal dalam sejarah, kita melihat bahwa mereka semua percaya tentang Allah sebelum mereka dipertobatkan. Itu adalah kebenaran tentang Rasul Paulus, Agustinus, Luther, Bunyan, Whitefield, Wesley, Spurgeon – mereka semua. Mereka semua percaya tentang keberadaan Allah sebelum mereka memiliki iman yang menyelamatkan – sebelum iman mereka bersandar pada Allah di dalam Kristus. Sebagaimana tertuang dalam himne klasik ini,

Imanku telah menemukan tempat bersandar
   Bukan dalam alat atau syahadat;
Aku pecaya Satu-satunya Pribadi yang hidup,
   Bilur-bilur-Nya menyelamatkanku
(“No Other Plea” by Eliza E. Hewitt, 1851-1920).

Itu adalah hal utama tentang Habel. Ia tidak hanya percaya bahwa Allah ada. Ia tidak bersandar pada “alat” atau “syahadat.” Ia percaya dan bersandar pada Dia “Satu-satunya Pribadi yang hidup.” Sama seperti itulah halnya dengan Abraham, yang “percaya kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran,” demikian juga halnya dengan Habel. Ia diterima berdasarkan imannya, yang bersandar kepada Tuhan sendiri.

“Maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu” (Kejadian 4:4).

Allah mengindahkan Habel, yang percaya kepada Dia denga iman. Namun kemudian Alkitab berkata, “dan korban persembahannya.” Allah mengindahkan persembahan Habel. Ini juga sangat penting. Habel mempersembahkan beberapa dari dombanya yang terbaik. Allah mengindahkan korban persembahan domba-domba ini. Mengapa? Karena persembahan Habel mengingat kembali korban yang pernah diadakan ketika Tuhan membuatkan pakaian dari kulit binatang untuk kedua orang tua Habel (Kejadian 3:21). Jadi, korban Habel memandang ke belakang kepada peristiwa itu. Dan juga, korban Habel memandang ke depan – korban Kristus di kayu Salib, sebagai

“Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia”
      (Yohanes 1:29).

Jadi, korban persembahan Habel yang mencurahkan darah memandang ke belakang yaitu korban demi membuat pakaian orang tuanya, dan memandang ke depan yaitu kepada Kristus di atas kayu Salib.

“Maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu” (Kejadian 4:4).

Diselamatkan oleh darah Dia yang Tersalib!
   Kini ku ditebus dari dosa dan karya baru t’lah dimulai
Nyanyikan pujian bagi Bapa dan pujilah Anak,
   Diselamatkan oleh darah Dia yang Tersalib!
(“Saved by the Blood of the Crucified One” by S. J. Henderson, 1902).

II. Kedua, Tuhan tidak mengindahkan Kain dan korban persembahannya.

Mari kita berdiri dan membaca Kejadian 4:5 dengan suara nyaring, akhiri dengan kata “diindahkan-Nya”

“tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya” (Kejadian 4:5).

Anda dipersilahkan duduk kembali.

Pertama, kita diberitahu bahwa Tuhan tidak mengindahkan Kain. Apa yang salah dengan Kain? Saya berpikir bahwa Ibrani 11:4 membuat itu menjadi jelas.

Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain” (Ibrani 11:4).

Kain percaya keberadaan Tuhan, namun ia tidak memiliki iman di dalam Tuhan. Kita tahu bahwa ia percaya tentang keberadaan Tuhan karena Kejadian 4:3 berkata bahwa ia “mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan.” Kita juga tahu bahwa Kain berbicara dengan Tuhan cukup lama di ayat-ayat berikutnya. Jadi ini jelas bahwa Kain percaya tentang keberadaan Tuhan, namun ia tidak percaya kepada Dia dengan iman.

Kemudian, kedua, Tuhan tidak menerima korban persembahan Kain. Itu jelas dan gamblang dalam ayat lima,

“tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya” (Kejadian 4:5).

Tuhan tidak mengindahkan persembahan Kain “dari hasil tanah itu.” Mengapa tidak? Ini seharusnya jelas bagi orang yang membaca Alkitab bahwa Tuhan tidak mengindahkan persembahan itu karena itu bukan korban yang mencurahkan darah. Dr. DeHaan berkata,

Ingatlah, Kain bukan Atheis… bahkan sampai ketika ia menjadi pembunuh saudaranya, Kain masih sangat religius… Ada banyak alasan yang percaya bahwa korban persembahan yang dibawa oleh Kain adalah persembahan yang baik. Itu terdiri dari “hasil tanah” (Kejadian 4:3). Itu memerlukan banyaknya kasih dan keringat dan kerja keras untuk menghasilkan buah-buahan tersebut… Selanjutnya kontras dengan persembahan Habel. Itu adalah anak domba… korban yang menumpahkan darah – darah anak domba yang terbaik dan tidak bercacat. Korban persembahan Kain, sama baiknya dengan persembahan [Habel] itu, namun tidak berguna dan ditolak Tuhan karena ia mengabaikan darah. Agamanya adalah agama ketidak-percayaan [di dalam Darah] (DeHaan, ibid., hal. 23).

Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain” (Ibrani 11:4).

Oleh iman! Iman di dalam apa? Iman di dalam kedatangan Kristus, yang “telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci” (I Korintus 15:3).

“Dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan”
      (Ibrani 9:22).

Kebenaran pada zaman Kain dan Habel ini sama benarnya dengan zaman ini! Tidak ada yang berubah sama sekali!

“Dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan”
      (Ibrani 9:22).

Mengapa Kain menolak membawa persembahan yang menumpahkan darah? Karena ia tidak percaya itu diperlukan! Apa yang dapat menjadi lebih jelas dari ayat-ayat yang telah kita baca dalam Kejadian pasal empat ini? Kain berpikir bahwa ia tidak membutuhkan korban yang menumpahkan darah! Namun ia salah!

Jika Anda berharap untuk diselamatkan, Anda harus datang kepada Tuhan dengan korban yang menumpahkan darah, yaitu Anak-Nya, Tuhan Yesus Kristus. Anda harus diremukkan dan direndahkan, dan menyadari bahwa apa yang Anda telah dan sedang bawa kepada Tuhan adalah pekerjaan atau usaha Anda sendiri, bahwa Anda sedang mencoba untuk diperkenan Tuhan dengan apa yang Anda lakukan. Sebaliknya, Anda harus percaya Kristus, “Anak domba yang disembelih sejak dunia dijadikan,” dan dinyatakan di bumi ini tepat pada waktunya, “yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya” (Wahyu 13:8; Kisah Rasul 2:23).

Kristus digambarkan dalam korban yang menumpahkan darah yang dibawa oleh Habel. Kebenaran atau hasil usaha manusia sendiri digambarkan di dalam persembahan Kain yang tanpa menumpahkan darah.

Oh, saya meminta kepada Anda malam ini, jangan mengikuti “jalan Kain” (Yudas 11). Jangan mencoba untuk diselamatkan dengan mempelajari hal-hal tentang Allah di dalam Kristus. Jangan mencoba untuk diselamatkan dengan melakukan hal-hal religius. Ya, memang benar bahwa Anda harus pergi ke gereja. Benar, Anda harus membaca Alkitab dan berdoa. Namun tak satupun dari aktivitas religius ini yang dapat menyelamatkan Anda.

Anda harus merendahkan diri Anda sendiri. Anda harus melihat bahwa Anda adalah orang berdosa yang terhilang. Anda harus menyerah untuk melakukan perbuatan baik atau usaha sendiri dan rencana-rencana Anda untuk melakukan hal yang baik bagi Tuhan dan berpikir dengan ini Anda dapat diselamatkan. Semua itu adalah sampah di mata Tuhan. Anda harus dibuat menjadi rendah hati. Anda harus dibawa kepada Yesus. Anda harus bersandar kepada Dia dengan iman. Anda harus dimungkinkan untuk memiliki iman di dalam Dia,

“yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya” (Wahyu 1:5).

Anda harus dimungkinkan untuk menyanyikan lagu ini setulus hati,

Ku datang, Tuhan! Datang pada Mu!
   Basuhlahku, sucikanku dalam darah
Yang tercurah di Kalvari.
   (“I Am Coming, Lord,” by Lewis Hartsough, 1828-1919).

Oh, betapa saya berdoa agar Anda diinsafkan dari dosa Anda, dan kemudian percaya kepada Yesus. Ia mengasihi Anda. Percaya kepada Anda. Ia tidak akan menolak Anda. Anda akan diberi pakaian dalam kebenaran-Nya dan dosa Anda disucikan dengan Darah-Nya. “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat” (Kisah Rasul 16:31). Oh, “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat!” Dan kemudian pastikan tetap di sini bersama kami dalam perayaan Natal pada Minggu malam, 22 Desember. Tuhan memberkati Anda dalam nama Yesus. Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Click on “Manuskrip-Manuskrip Khotbah.”

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Purwanto @ www.sttip.com

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Kejadian 4:1-5.
Lagu Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Saved by the Blood of the Crucified One” (by S. J. Henderson, 1902).


GARIS BESAR KHOTBAH

DUA ORANG – DUA PERSEMBAHAN

(KHOTBAH #36 DARI KITAB KEJADIAN)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya.” (Kejadian 4:4-5).

(Efesus 2:3)

I.   Pertama, Tuhan mengindahkan Habel dan korban persembahannya,
Kejadian 4:4; Ibrani 11:4; Roma 4:3; Kejadian 3:21; Yohanes 1:29.

II.  Kedua, Tuhan tidak mengindahkan Kain dan korban persembahannya,
Kejadian 4:5; Ibrani 11:4; Kejadian 4:3; I Korintus 15:3; Ibrani 9:22;
Wahyu 13:8; Kisah Rasul 2:23; Yudas 11; Wahyu 1:5;
Kisah Rasul 16:31.