Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




DIBERI PAKAIAN NAMUN TERUSIR

(KHOTBAH #33 DARI KITAB KEJADIAN)

CLOTHED BUT BANISHED
(SERMON #33 ON THE BOOK OF GENESIS)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan Dr. Eddy Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Sabtu Malam, 8 Desember 2007

“Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka. Berfirmanlah TUHAN Allah: ‘Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.’ Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan” (Kejadian 3:21-24).


Adam telah berdosa oleh karena memakan buah dari Pohon Pengetahuan tentang yang Baik dan yang Jahat yang dilarang untuk dimakan. Selanjutnya Adam dan Hawa menerima kutuk yang diumumkan Tuhan kepada mereka, dan diusir keluar dari Taman Eden. Ini mungkin nampak seperti suatu penghukuman yang kejam bagi pikiran orang modern, karena apa yang mereka pikirkan bahwa ini hanyalah dosa “kecil.” Namun Yesus berkata,

“dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut” (Lukas 12:48).

Kepada Adam banyak dipercayakan. Ia diberi firdaus yang sempurna sebagai rumahnya. Ia diberi semua makanan yang ia perlukan dari pohon-pohon di Taman Eden. Ia diberi Pohon Kehidupan – yang mana, tatkala ia memakannya, ia akan hidup selama-lamanya di bumi ini. Namun kelimpahan yang luar biasa ini disia-siakannya ketika ia dengan kebebasannya tidak mentaati Tuhan dan makan buah dari satu-satunya pohon yang dilarang.

Kasus Adam hampir mirip seperti bayi yang dilahirkan dalam sebuah keluarga Kristen, dan tumbuh menjadi anak-anak dalam gereja yang sangat mempedulikan kerohaniannya – yang mempertahankannya agar ia tidak terhilang – namun ia melangkah keluar dari keluarga Kristennya, gerejanya, dan dari maksud anugerah, menjauh dari pemberitaan Injil, dan doa-doa orang tuanya dan orang-orang Kristen yang baik di dalam gerejanya.

Kita diberitahu dari hasil polling yang dilakukan oleh George Barna, bahwa 88% dari anak muda di gereja injili, yang tumbuh di gereja, melakukan persis seperti itu – delapan puluh delapan persen dari mereka meninggalkan gereja mereka, seperti yang dikatakan Barna, “tidak pernah kembali lagi.” Dengan demikian anak-anak muda dari gereja “injili” ini mengikhtisarkan apa yang Adam telah lakukan di Taman Eden. Mereka melakukan hal yang sama, dan menyebabkan tragedi besar bagi diri mereka sendiri, sama seperti yang dilakukan oleh leluhur mereka yaitu Adam. Paralel yang begitu dekat ini seringkali tidak diperhatikan.

“dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut” (Lukas 12:48).

Yang, “lebih banyak lagi dituntut” dari Adam adalah kejatuhannya dari kebenaran ke dalam dosa, dan kehinaan, kebinasaan.

Namun Tuhan, dalam rahmat-Nya yang tak terbatas masih menunjukkan anugerah kepada Adam dan Hawa. Dan tema khotbah malam ini adalah anugerah Tuhan bagi orang-orang yang telah jatuh ke dalam dosa ini. Kendatipun dosa Adam bergitu mengerikan,

“Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita--oleh kasih karunia kamu diselamatkan” (Efesus 2:4-5).

Dan inilah betapa kayanya anugerah Tuhan yang kita lihat dalam teks kita ini.

I. Pertama, Tuhan membuat pakaian kulit bagi mereka.

Mari kita berdiri dan membaca ayat dua puluh satu dengan lantang.

“Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka” (Kejadian 3:21).

Anda dipersilahkan duduk kembali.

Cawat yang mereka buat sendiri dari daun-daun pohon ara itu tidak cukup. Tuhan sendiri membuatkan pakaian kulit untuk mereka. Dengan demikian mereka belajar bahwa dosa mereka tidak dapat ditutupi dengan apapun kecuali pencurahan darah. Ini adalah untuk yang pertama kalinya mereka belajar,

“Karena darah yang membuat penebusan bagi jiwa”
      (Imamat 17:11) – terjemahan KJV.

Kata Ibrani yang diterjemahkan “atonement” [atau “penebusan” dalam KJV] dalam ayat ini adalah “kaphar.” Ini berarti “menutupi” (Strong, number 3722). Jadi mereka ditutupi, dalam pemandangan Tuhan, pada saat penebusan darah pendamaian itu. Ini adalah gambaran yang jelas bagi mereka tentang Darah Kristus yang akan dicurahkan di kayu Salib oleh karena,

“tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan”
      (Ibrani 9:22).

Darah dicurahkan ketika Tuhan membuat pakaian dari kulit binatang ini adalah type dan nubuatan tentang

“Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya” (Wahyu 1:5).

Pakaian dari kulit ini mengacu kepada Darah Kristus, bahwa harus ada penumpahan darah untuk menyucikan manusia dari dosa. Namun pakaian dari kulit ini juga berbicara tentang “penutup” dosa. Rasul Paulus berkata, di dalam Kitab Roma,

“Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya” (Roma 4:7).

Yang harus diperhatikan bahwa kata Ibrani untuk kulit di sini bentuknya tunggal (singular), bukan jamak (plural) seperti yang dengan tepat diterjemahkan demikian oleh KJV. Kata Ibrani untuk “kulit” dan bukan “kulit-kulit,” dan dengan tepat diterjemahkan sebagai “kulit” oleh Keil dan Delitzsch, dan oleh Leupold. Ini berbicara tentang pengorbanan tunggal Kristus di kayu Salib. Kitab Ibrani berkata,

“Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri. Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya” (Ibrani 9:25-26).

Berbicara tentang ayat dalam Kitab Ibrani ini, Dr. Gill berkata bahwa ayat tersebut menjawab Roma Katolik,

…yang menekankan persembahan tubuh Kristus setiap hari… namun Kristus masuk ke dalam Sorga dengan darah-Nya sendiri… Kristus telah masuk ke sorga sekali untuk selamanya, di mana ia duduk dan terus begitu, [karena Dia] telah menyelesaikan karya-Nya dengan efektual (John Gill, D.D., An Exposition of the New Testament, The Baptist Standard Bearer, 1989 reprint, volume III, hal. 441).

Jadi, kulit tunggal yang digunakan untuk pakaian Adam dan Hawa menggambarkan tindakan tunggal Kristus di kayu Salib untuk menebus dosa kita. Dan kulit tunggal itu juga berbicara tentang hanya satu jalan keselamatan. Bukan banyak kulit yang digunakan, namun hanya satu kulit,

“Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kisah Rasul 4:12).

“Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan”
       (I Timotius 2:5-6).

“Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka” (Kejadian 3:21).

Kulit yang Tuhan kenakan kepada mereka sebagai pakaian adalah suatu peringatan yang berkesinambungan bahwa pencurahan darah harus dilakukan sebagai penggantian penebusan. Setelah genap waktunya Kristus datang dan menggenapi type itu, dan mati menggantikan kita, menderita karena dosa kita, dan mencurahkan darah-Nya untuk menutupi dosa kita, dan menyucikannya dalam pemandangan Tuhan. Tidak ada cara lain untuk diselamatkan. Anda harus datang kepada Yesus melalui iman; Anda harus disucikan di dalam darah-Nya; Anda harus mengenakan pakaian kebenaran-Nya. A. W. Pink berkata,

Betapa cantik dan sempurnanya type itu! Tuhan Allah lah yang telah merajut [kulit] itu, membuatnya menjadi pakaian dan mengenakannya kepada orang tua kita yang pertama. Mereka tidak melakukan apapun. Tuhanlah yang melakukan semua itu. Mereka pasif. Kebenaran agung yang sama diilustrasikan dalam perumpamaan tentang anak yang hilang. Ketika berada di perantauan [ia melihat dirinya sendiri sebagai orang berdosa yang terhilang], kasih yang tulus dari hati bapanya ditunjukkan. “Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya” (Lukas 15:22). Anak yang hilang itu tidak membuat jubah itu atau mengenakan sendiri jubah itu, semua dilakukan untuknya. Dan begitu juga halnya dengan setiap orang berdosa [yang diselamatkan]. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah” (Efesus 2:8). Yah mari kita menyanyi, “Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran,” Yesaya 61:10 (A. W. Pink, Gleanings in Genesis, Moody Press, 1981 reprint, hal. 44-45).

II. Kedua, Tuhan mengusir mereka dari Taman itu.

Mari kita berdiri dan membaca ayat dua puluh dua dengan lantang.

“Berfirmanlah TUHAN Allah: Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya” (Kejadian 3:22).

Anda dipersilahkan duduk kembali. Luther berkata,

Dari bacaan ini kita harus… menyimpulkan bahwa di sana kita melihat Tuhan dalam bentuk jamak (lebih dari satu pribadi), sama seperti yang kita baca dalam 1:26, “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita.” Kedua perikop tersebut sama-sama menunjukkan keesaan esensi Allah… dan pluralitas pribadi-Nya, atau itu adalah apa yang kita [sebut] Trinitas Kudus. Misteri dari (Trinitas) ini lebih jelas diterangkan dalam Perjanjian Baru… Jadi, di dalam (satu) esensi Allah ada tiga pribadi, dan misteri ini… telah diumumkan pada permulaan dunia ini. Kemudian itu dijelaskan (lebih penuh) oleh para nabi, dan akhirnya diperjelas lebih lengkap (dalam Perjanjian Baru)… Oleh sebab itu khotbah ini dimaksudkan untuk mendukung pengakuan iman (Kristen) berhubungan dengan Trinitas Kudus, yaitu, bahwa Allah adalah satu (secara esensi) namun dalam tiga pribadi (Martin Luther, Th.D., Luther’s Commentary on Genesis, Zondervan Publishing House, 1958 reprint, volume I, hal. 87).

Saya setuju sepenuhnya dengan Reformator ini pada poin ini.

Jadi kita melihat tiga Pribadi dari Trinitas yang saling berbicara satu dengan yang lainnya tentang Kejatuhan manusia. Namun kalimat itu tidak lengkap. Para penerjemah menerjemahkan ayat dua puluh dua ini dengan akhiran titik dua. Sepertinya ketiga Pribadi dari Trinitas itu begitu sedih melihat manusia yang telah jatuh sehingga ketiga-Nya tidak melanjutkan pembicaraan-Nya. Leupold menggunakan “kata ‘kesedihan’ sebagai deskriptif dari sikap Tuhan” (H. C. Leupold, D.D., Exposition of Genesis, Baker Book House, 1984 reprint, volume I, hal. 180).

Jadi, dengan kesedihan, Tuhan mengusir Adam dan Hawa dari Taman itu,

“Maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya” (Kejadian 3:22).

Selanjutnya, setelah kejatuhan itu, jika manusia makan dari Pohon Kehidupan ia akan memiliki hidup kekal dalam tubuhnya yang terkutuk oleh dosa. C. F. Keil berkata, “Karena keabadian dalam keadaan berdosa bukanlah [kehidupan kekal bagi jiwa], yang Tuhan telah tetapkan bagi manusia, namun kesengsaraan yang tiada akhir… Oleh sebab itu, pengusiran dari Taman Eden adalah suatu penghukuman yang dijatuhkan demi kebaikan manusia, diharapkan, dengan menyerahkan dia kepada kematian sementara, menyelamatkan dia dari kematian kekal” (C. F. Keil, Ph.D., Commentary on the Old Testament, William B. Eerdmans Publishing Company, 1973 reprint, volume I, hal. 107). Dan Dr. Leupold berkata,

Bagi mansia yang berada dalam keadaannya yang telah jatuh dan sangat menyedihkan kekekalan tubuh yang telah rusak dan ternodai dosa ini akan menjadi bencana yang sangat menyedihkan. Ia tidak akan pernah dapat “meninggal dunia.” Pekerjaan pembaharuan Kristus [kebangkitan tubuh] akan terhalangi (H. C. Leupold, ibid., hal. 181-182).

Jika Adam makan buah dari Pohon Kehidupan dalam keadaannya yang telah jatuh, ia akan hidup selamanyanya dalam “tubuh yang telah ternodai oleh dosa” – Seperti monster Drakula, tidak pernah mati dalam tubuh yang “ternodai dosa.”

Sekarang perhatikan beberapa kata permulaan dari ayat dua puluh tiga, “Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden.” Kata-kata di sini adalah, “mengusir dia.” Kemudian lihat ayat dua puluh empat, “Ia menghalau manusia itu.” Dr. Unger berkata, “Kata Ibrani yang pertama berarti, ‘membubarkan… atau mengeluarkan’ (‘to dismiss…or eject’). Kata kerja kedua, lebih keras, yang berarti ‘menghalau atau mengusir’” (Merrill F. Unger, Ph.D., Unger’s Commentary on the Old Testament, Moody Press, 1981, volume I, hal. 21). Ini menunjukkan bahwa Adam dan Hawa tidak mau, tidak ingin meninggalkan Taman firdaus itu untuk keluar ke dunia yang keras. Namun mereka diusir dari Taman itu, beberapa Kerup dikirim untuk menghalau mereka keluar, dan untuk menjaga jalan menuju Pohon Kehidupan itu. Taman Eden masih ada sampai taman itu dibinasakan oleh Air Bah, namun sebelumnya pada saat itu manusia tidak dapat masuk. Seorang ahli tafsir Puritan John Trapp berkata,

Kristus… telah, dengan kerelaan-Nya terbuang, untuk membawa kembali semua orang percaya ke rumah sorgawi mereka… dan untuk “[mem]beri makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah” (Wahyu 2:7). Seluruh kehidupan kita di sini tidak lebih dari pada sebagai orang buangan… sampai Kristus, yang telah pergi untuk mempersiapkan tempat bagi kita, kembali dan berkata, “sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus” (John Trapp, A Commentary on the Old and New Testaments, Transki Publications, 1997 reprint, vol. I, hal. 22).

Kristus berkata,

“Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yohanes 16:33).

Sebagai orang-orang Kristen, kita terus hidup di dunia yang telah dirusak oleh dosa. Walaupun kita telah diselamatkan, kita hidup dalam dunia yang tidak sempurna. Seperti Adam dan Hawa, kita diberi pakaian (dalam kebenaran Kristus) namun kita hidup dalam keadaan di pembuangan, di dunia yang telah jatuh, sampai suatu hari nanti Tuhan akan mengambil kita dan membawa kita ke firdaus yang sempurna di sorga. Itulah sebabnya mengapa kita diminta untuk datang kepada Yesus, yang ada di Sorga, di sebelah kanan Allah.

“Carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi” (Kolose 3:1-2).

Datanglah kepada Kristus. Engkau akan disucikan oleh Darah-Nya. “Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi.”

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Click on “Manuskrip-Manuskrip Khotbah.”

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @ www.sttip.com

GARIS BESAR KHOTBAH

DIBERI PAKAIAN NAMUN TERUSIR

(KHOTBAH #33 DARI KITAB KEJADIAN)

CLOTHED BUT BANISHED
(SERMON #33 ON THE BOOK OF GENESIS)

“Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka. Berfirmanlah TUHAN Allah: ‘Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.’ Lalu TUHAN Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil. Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyala beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan” (Kejadian 3:21-24).

(Lukas 12:48; Efesus 2:4-5)

I.   Pertama, Tuhan membuat pakaian kulit bagi mereka,
Kejadian 3:21; Imamat 17:11; Ibrani 9:22; Wahyu 1:5;
Roma 4:7; Ibrani 9:25-26; Kisah Rasul 4:12; I Timotius 2:5-6;
Lukas 15:22; Efesus 2:8; Yesaya 61:10.

II.  Kedua, Tuhan mengusir mereka dari Taman itu, Kejadian 3:22;
Kejadian 1:26; 3:23-24; Wahyu 2:7; Yohanes 16:33;
Kolose 3:1-2.