Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




ORANG TUA DARI RAS KITA YANG TELAH RUSAK

(KHOTBAH #32 DARI KITAB KEJADIAN)

THE PARENTS OF OUR RUINED RACE
(SERMON #32 ON THE BOOK OF GENESIS)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan Dr. Eddy Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
pada Sabtu Malam, 24 November 2007

“Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup” (Kejadian 3:20).


Beberapa tahun yang lalu majalah Time menampilkan wajah seorang perempuan muda pada cover-nya. Tulisan yang tertulis di bawah gambar wanita itu mengatakan seperti ini: “Apakah ini adalah wanita pertama, dari mana umat manusia berasal?” [“Is this the first woman, from whom the human race came?”]. Artikel tersebut didasarkan pada penemuan saintifik belakangan ini berhubungan dengan genetika manusia. Ketika para ilmuwan ini mengamati dengan menggunakan microscopes canggih atas bagian-bagian dari gen manusia, mereka menemukan bahwa ada suatu pola, dan bahwa semua gen manusia nampaknya datang dari satu wanita yang hidup pada zaman dulu kala, di daerah yang subur atau “Fertile Crescent” [daerah sekitar sungai Tigris dan Efrat] di mana para teolog melihat bahwa Taman Eden seharusnya terletak di sana.

Saya tidak mendasarkan kepercayaan saya pada dugaan dan hasil uji coba para ilmuwan tersebut, namun bagaimanapun nampaknya mereka menyetujui apa yang telah tertulis dalam Alkitab. Kepercayaan saya berpusat pada Firman Allah yang tertulis, yang dengan jelas mengatakan,

“Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup” (Kejadian 3:20).

Pernyataan ini diberikan melalui wahyu langsung dari Tuhan. Ini tidak memerlukan spekulasi saintifik untuk membuktikan validitasnya. Tuhan mengatakan itu dalam banyak halaman dari Kitab Suci, dan itu adalah dasar kepercayaan saya.

“Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup” (Kejadian 3:20).

Entah nenek moyang Anda berasal dari China, atau dari Afrika, atau dari Eropa, atau dari suku bangsa lainnya, ilmuwan yang menggeluti masalah genetika sekarang mengatakan bahwa umat manusia berasal dari satu perempuan. Namun bukankah persis seperti itukah apa yang Alkitab sudah katakan jauh sebelumnya? Tentu benar demikian! Dalam khotbah agungnya di Puncak Aeropagus, di Atena, Yunani, Rasul Paulus berkata bahwa,

“Dari satu orang saja Ia [Tuhan] telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi” (Kisah Rasul 17:26).

Dan melalui satu orang [atau dalam KJV one blood], seluruh ras dan suku bangsa “dijadikan,” yaitu darah Hawa, istri Adam, “ibu” biologis pertama dari setiap laki-laki, wanita dan anak di muka bumi ini! Itulah apa yang disebut oleh para teolog sebagai “kesatuan ras manusia,” bahwa semua darah kita dapat, dan adalah, dapat dicampur melalui transfusi darah modern ini. Darah anak kecil di Afrika dapat diberikan kepada gadis rambut pirang di Norwegia, dan jika jenis darahnya sama dengan jenis darah anak itu, maka darah anak kecil dari Afrika itu akan diterima dan menyatu dengan darah gadis dari Norwegia tersebut. Mengapa? Karena

“Dari satu orang saja Ia [Tuhan] telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi” (Kisah Rasul 17:26).

Saya dapat memberikan darah saya untuk Dr. Kreighton Chan, dan tubuhnya sebagai orang China akan menerima darah saya yang adalah orang Inggris. Ini bisa demikian oleh karena kita memiliki nenek moyang yang sama. Bila ditarik ke zaman purbakala, Dr. Chan dan saya memiliki nenek moyang yang sama, ibu yang pertama, Hawa istri Adam. Ini menunjukkan validitas dan keakuratan ayat kita ini,

“Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup” (Kejadian 3:20).

Nama “Hawa” berarti “ibu semua yang hidup,” dan sesungguhnya semua manusia yang hidup berasal dari keturunannya.

Namun kita harus mencatat bahwa Adam lah yang menamakan dia demikian. “Manusia itu [Adam] memberi nama Hawa kepada isterinya…” Sebagai kepala ras manusia itu adalah tugas Adam untuk memberi nama istrinya, sebagaimana Tuhan pernah berfirman kepadanya untuk memberi nama setiap binatang dan burung-burung (Kejadian 2:18-20). Hal tersebut menunjukkan kepemimpinan Adam. Dan juga karena pelanggarannyalah, bukan karena pelanggaran Hawa, yang mana kutuk turun atas ciptaan. Adalah bagi Adam Tuhan berfirman, “maka terkutuklah tanah karena engkau” (Kejadian 3:17).

Sebagai kepala semua ras manusia, Adam dipersalahkan atas Kejatuhan manusia. Rasul Paulus menulis,

“Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam” (I Korintus 15:22).

Lagi Rasul itu berkata,

“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang” (Roma 5:12).

Jadi, semua manusia jatuh oleh karena kejatuhan Adam, semua anak-cucunya. Sejak semua umat manusia diturunkan dari dia, dan dosa ada di dalamnya, kutuk dijatuhkan atas semua umat manusia ketika Adam berdosa. Kejatuhan umat manusia di dalam Adam menunjukkan bahwa dosa itu menjalar kepada setiap manusia dari Adam.

“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang” (Roma 5:12).

Jadi, setiap manusia dilahirkan dalam keadaan berdosa. Daud berkata,

“Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku” (Mazmur 51:5).

Itu berarti bahwa setiap anak dilahirkan sebagai orang berdosa melalui natur yang mereka terima dari Adam, termasuk kesalahan yang mereka terima sebagai warisan dari dia. Anak-anak tidak dilahirkan dalam keadaan tidak berdosa [innocent]. Mereka dilahirkan sebagai bayi yang berdosa. Setiap orang tua mengetahui hal itu. Bahkan ketika masih bayi, anak itu sudah suka memberontak dan menendang dan melawan otoritas orang tuanya, yang merefleksikan pemberontakan kepada Tuhan, yang diwariskan dari nenek moyangnya yaitu Adam.

Juga, semua anak-anak mewarisi kerusakan natur Adam yang telah Jatuh. Jadi, mereka semua tidak sehat, lemah, dan menentang semua hal yang rohani, dan terus menerus ditundukkan pada kejahatan. Evaluasi atau tafsiran dari Westminster Larger Catechism, adalah gambaran yang pas tentang manusia seperti dipresentasikan dalam Roma 3:9-20. Mari kita berdiri dan membaca perikop ini dengan lantang.

“Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa, seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa. Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah, kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah. Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka, dan jalan damai tidak mereka kenal; rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu." Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah. Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa” (Roma 3:9-20).

Anda dipersilahkan duduk kembali. Ayat sembilan menjelaskan kepada kita bahwa semua manusia, baik orang Yahudi maupun Yunani “ada di bawah kuasa dosa” (Roma 3:9); yang berarti bahwa seluruh umat manusia berada di bawah kekuasaan dosa. Dan semua manusia berada di bawah dosa, dan menjadi budak dosa, karena dosa Adam, pada saat Kejatuhan, yang mana semua umat manusia mewarisi itu dari Adam, dan natur mereka.

Jadi, ketika Hawa adalah ibu biologis semua umat manusia, Adam adalah bapa biologis semua manusia, dan dari dialah setiap orang mewarisi natur yang telah rusak total. The Westminster Larger Catechism menjelaskan,

Dosa asal diturunkan dari orang tua kita yang pertama atas semua anak-cucu mereka melalui kelahiran alamiah, sehingga semua yang lahir dari mereka dalam cara yang sama [melalui kelahiran alamiah] dikandung dan dilahirkan dalam dosa (Westminster Larger Catechism #26).

Kemudian the Larger Catechism menjelaskan,

Apakah kesengsaraan yang disebabkan oleh karena kejatuhan atas umat manusia? Kejatuhan membawa umat manusia kehilangan persekutuan dengan Tuhan [Kejadian 3:8, 10-12], murka dan kutukan-Nya; sehingga kita secara natur adalah anak-anak yang patut dimurkai [Efesus 2:2-3], terbelenggu dalam perbudakan Setan [II Tomotius 2:26], dan layak untuk menerima semua penghukuman di dunia ini dan dunia yang akan datang (Westminster Larger Catechism #27).

Itu persis seperti apa yang dikatakan Kejadian 3:8, 10-12, Efesus 2:2-3, dan II Timotius 2:26 tentang umat manusia. Dan itu bukanlah gambaran yang menyenangkan. Dari Kejatuhan manusia di Taman Eden melahirkan manusia baik laki-laki maupun perempuan yang jahat di bumi ini, yang secara alami selalu menolak apa yang baik. Gambaran kesuraman dari umat manusia itu setiap hari terpampang dalam setiap surat kabar, yang setiap hari melaporkan bahwa banyak laki-laki dan perempuan adalah orang-orang berdosa secara natur, hidup di bawah kutuk yang diumumkan atas umat manusia dalam Kejadian pasal tiga. Seperti yang Dr. Watts letakkan dalam salah satu lagu ciptaannya,


Tuhan, betapa hinanya diriku, terhakimi dalam dosa

Lahir dalam dosa dan kesalahan;

Lahir dari manusia yang telah jatuh ke dalam dosa

Merusak umat manusia, dan menodai kami semua


Pertama ku bernafas ketika dilahirkan,

Benih dosa bertumbuh menuju kematian;

Hukummu menawarkan kesempurnaan hati,

Namun ku kotori semuanya.


Lihatlah, aku yang tersungkur di depan-Mu,

Satu-satunya tempat perlindunganku hanyalah rahmat-Mu;

Tiada hal lahiriah yang dapat membuatku bersih;

Kusta itu terletak dalam kedalaman hati

   (“Lord, I Am Vile, Conceived in Sin” from Psalm 51,

      by Dr. Isaac Watts, 1674-1748).


Poin ini jelas menunjukkan bahwa “decisionism” modern salah. Para “decisionist” tidak cukup serius melihat Kejatuhan manusia dan kutuk kerusakan total yang disebabkan oleh karena Kejatuhan yang diwariskan kepada semua manusia. Karena mereka meremehkan efek-efek dari dosa asal Adam, sehingga mereka berpikir bahwa hanya dengan sekedar “mengambil keputusan bagi Kristus” saja, itu akan menyelamatkan mereka. Mereka berpikir bahwa hanya dengan sekedar setuju dengan fakta-fakta Injil akan mengubah statusnya dari orang terhilang menjadi orang yang telah diselamatkan. Namun para “decisionist” tidak memahami natur dosa yang radikal itu – yang diturunkan kepada semua manusia dari pemberontakan Adam. Sehingga, ketika mereka berkhotbah mereka tidak menyadari bahwa mereka sedang berbicara kepada orang-orang yang memberontak melawan Tuhan dalam natur meraka yang sesungguhnya.

Saya setuju dengan George Whitefield, seorang penginjil tersohor, bahwa kecuali manusia itu menyadari kerusakan totalnya, ia tidak memiliki harapan untuk lari darinya. Ia harus merasa bahwa ia adalah orang berdosa yang celaka dan harus dihukum, atau ia tidak akan benar-benar melihat kebutuhannya akan penebusan oleh Kristus Yesus.

Anda bisa saja senang melayani di dalam maupun di luar gereja tanpa pernah khotbah ini menyentuh hati Anda, dan itu adalah oleh karena Anda tidak memiliki kesadaran hati bahwa natur Anda sesungguhnya penuh dosa dan memberontak melawan Tuhan. Namun Yesus berkata, tentang Roh Allah,

“Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman” (Yohanes 16:8).

Ketika seorang muda berada diinsafkan oleh Roh Allah, ia akan mulai berkata tentang dirinya sendiri, “Semua itu benar. Sesungguhnya secara natur, aku adalah orang yang penuh dosa dan memberontak melawan Tuhan yang telah menciptakan aku.” Ketika pikiran itu datang ke dalam hati Anda, itu akan membuat Anda putus-asa, mengetahui bahwa Anda tidak dapat melakukan apapun, atau katakanlah, adakah yang dapat mengubah hati Anda yang telah rusak. Sebelum waktu itu, Anda secara rohani sedang tertidur, berpikir sedikit atau bahkan tidak sama sekali tentang hati Anda yang kotor dan rusak. Namun ketika Tuhan mulai menerangi Anda untuk melihat kondisi batiniah Anda yang benar-benar menyedihkan, Anda akan menjerit, mungkin dalam keterdiaman, mungkin benar-benar berteriak, atau bahkan mungkin Anda meraung-raung (seperti pada zaman kebangunan rohani sejati),

“Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?” (Roma 7:24).

Kemudian Anda mengalami ketakutan dengan berpikir bahwa mungkin Tuhan akan mengabaikan dan meninggalkan Anda dalam kondisi hati Anda yang sudah rusak dan mati. Kemudian takut akan Tuhan dan murka dan penghakiman-Nya kiranya memimpin Anda keluar dari mengandalkan kekuatan diri Anda sendiri dan datang kepada Kristus sebab,

“Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan” (Amsal 1:7).

Kiranya percikan ketakutan mulai membakar di dalam hati Anda. Kiranya ketakutan akan kondisi Anda yang telah rusak memimpin Anda kepada Yesus, yang datang “untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Lukas 19:10). Kemudian kiranya Anda mengalami pertobatan sejati!

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on “Manuskrip-Manuskrip Khotbah.”

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @ www.sttip.com

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Kejadian 3:16-20.
Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Lord, I Am Vile, Conceived in Sin” (by Dr. Isaac Watts, 1674-1748).