Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




PADA HARI ITU MANUSIA MATI

(KHOTBAH #30 DARI KITAB KEJADIAN)

THE DAY MAN DIED
(SERMON #30 ON THE BOOK OF GENESIS)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan Dr. Eddy Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Kebaktian Malam, 28 Oktober 2007
di Baptist Tabernacle of Los Angeles

“Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati” (Kejadian 2:17).


Perhatikan ayat kita yang berkata, “pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” Saya pikir Arthur W. Pink memiliki suatu pemahaman yang mendalam ketika ia berkata,

Tidak ada sesuatu di dalam Adam yang mati, kecuali Adam sendiri – dalam hubungannya dengan Tuhan. Begitu juga dengan keturunannya. Mereka sungguh “sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa” [Efesus 2:1] kepada Tuhan, dari permulaan keberadaan mereka, namun tidak sesuatupun di dalam mereka yang secara positif mati dalam arti yang menyangkut kata itu. Dalam pengertian alkitabiah tentang istilah ini, “mati” tidak pernah menunjukkan pembinasaan [annihilation], namun suatu perpisahan. Pada kematian fisik bukan berarti jiwa dipadamkan namun dipisahkan dari tubuh ini; dan pada kematian rohani Adam ini bukanlah pemusnahan sebagian dari keberadaanya namun ini merupakan pemisahan persekutuannya dengan Tuhan yang suci. Begitu juga dengan semua keturunannya (Arthur W. Pink, Gleanings from the Scriptures: Man’s Total Depravity, Moody Press, 1991 reprint, hal. 82-83).

pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati”
      (Kejadian 2:17).

Orang tua kita yang pertama telah makan buah terlarang. Pada hari itu juga mereka mati. Mereka bukan dimusnahkan. Mereka bukan dilenyapkan. Namun kematian itu telah diaktifkan di dalam tubuh mereka, dan jiwa mereka mati – mereka dipisahkan dari sumber kehidupan, yaitu Tuhan sendiri. Ini disebut sebagai “Kejatuhan manusia,” karena seluruh umat manusia jatuh ke dalam kebinasaan di dalam Adam, dan secara alami kematiannya diwariskan kepada setiap manusia. Seperti Alkitab mengajarkan, “sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang” (Roma 5:12). Catatan pada Geneva Bible untuk ayat ini mengatakan, “Dari Adam, di dalam dia semua orang telah berdosa, baik dosa maupun kematian telah datang atas semua manusia” (The Geneva Bible, 1599, note on Romans 5:12).

Bukti tentang doktrin ini ditemukan di dalam kenyataan bahwa anak pertama yang lahir bagi Adam adalah Kain, manusia dari dunia ini, manusia terhilang yang menolak untuk diselamatkan. Sehingga dapat dikatakan tentang semua keturunan Adam, “Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain” (Yudas 11).

“Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak” (Roma 3:12).

“Mereka semua ada di bawah kuasa dosa” (Roma 3:9).

“Pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati”
      (Kejadian 2:17).

Dan mereka telah mati, dan semua umat manusia mati bersama dengan mereka, racun Kejatuhan itu tidak dapat dikeluarkan dari dalam jiwa dan tubuh mereka. Jadi bagaimana, apakah Kejatuhan Adam berefek kepada Anda? Ada banyak efek jahat dari Kejatuhan, namun saya hanya akan menekankan dua konsekwensi rohani malam ini.

I. Pertama, umat manusia terpisah dari Tuhan.

Itu terjadi seketika ketika Adam berdosa. Sebelumnya ia memiliki persekutuan penuh dengan Tuhan. Namun pada saat ia berdosa, pada saat itu juga ia terpisah dari Tuhan.

“Bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman” (Kejadian 3:8).

Putusnya hubungan itu, keterpisahan itu, alinasi itu, ada di dalam pikiran dan hati setiap manusia.

Ia mungkin saja tumbuh dalam gereja yang sangat ketat. Ia mungkin dibesarkan dan dididik dalam keluarga Kristen dan sekolah Kristen, namun ia masih bersembunyi “dari hadapan Tuhan Allah.” Ia masih

“jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka” (Efesus 4:18).

Alienasi itu, keterpisahan itu, ada di dalam setiap keturunan Adam. Itulah apa yang dimaksudkan dengan “mati di dalam dosa” (Efesus 2:5). Arthur W. Pink berkata,

Ketika Kristus menceritakan seorang bapa yang berkata, “Sebab anakku ini telah mati…” (Lukas 15:24), Ia tentu tidak memaksudkan bahwa [anak] durhaka itu telah tiada, namun bahwa ia [telah] berada “di negeri yang jauh”… terpisah dari bapanya (Pink, ibid., hal. 83).

Saya mengingat seorang “decisionist” yang mengatakan kepada saya bahwa anak durhaka itu tidak mati. Saya membuka Alkitab dan membacanya di dalam Lukas 15:24, di mana dengan jelas bapa itu berkata,

“Sebab anakku ini telah mati…” (Lukas 15:24),

Itu adalah Firman Tuhan. Jika Anda tidak bertobat jangan membiarkan seorangpun mengatakan kepada Anda bahwa Anda tidak mati, karena Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa Anda telah “mati di dalam dosa” (Efesus 2:5). Itu dijelaskan oleh catatan dari Efesus 2:1 dalam Geneva Bible 1599, “Jadi kemudian ia mengatakan bahwa mereka telah mati, yaitu mereka yang tidak dilahirkan-kembali… bukan hanya lahir setengah mati, namun seluruhnya dan sepenuhnya telah mati.” Itu menunjukkan, bahwa Anda secara keseluruhan dan sepenuhnya telah mati, sama seperti anak durhaka yang sepenuhnya terpisah dari bapanya, dan oleh sebab itu, dikatakan “mati” (Lukas 15:24). Itulah sebabnya mengapa Tuhan nampak tidak nyata dan jauh sekali dari Anda – karena Anda telah “mati dalam dosa” (Efesus 2:5). Dan Anda akan selalu mati di hadapan Tuhan di dalam dosa kecuali Kristus datang kepada Anda, dari luar diri Anda, dan menyelamatkan Anda darinya. Anda telah mati, dan Anda akan tetap mati, kecuali Kristus datang kepada Anda, dari luar diri Anda dan menyelamatkan Anda darinya, karena Tuhan berfirman kepada Adam,

“Pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati”
      (Kejadian 2:17).

Dan, di dalam Adam, Anda mati atau terpisah dari Tuhan, terasing dari Dia sekarang dan selamanya – kecuali Kristus datang, dari luar, untuk menyelamatkan Anda darinya.

II. Kedua, umat manusia masuk ke dalam perbudakan.

Itu juga terjadi seketika pada saat Adam berdosa.

Pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati”
      (Kejadian 2:17).

Pada hari itu juga, pada jam itu juga, Adam masuk ke dalam perbudakan, dan kondisinya sebagai budak itu diwariskan kepada semua keturunannya. Umat manusia menjadi “orang-orang yang harus dimurkai” (Efesus 2:3), yang sepenuhnya tidak mampu melakukan apapun untuk membawa keselamatan bagi diri mereka sendiri,

“Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah”
      (Roma 8:7).

Manusia secara terus-menerus menjadi berseteru dengan Tuhan. Manusia menjadi “mati di dalam dosa” (Efesus 2:5). Pink berkata, “Kehendak orang berdosa sama seperti [rantai] nara pidana di dalam sel [penjara]. Semua geraknya dihambat oleh rantainya, dan ia dihalangi oleh tembok yang mengurungnya. Ia bebas berjalan, namun dibatasi oleh ruang dan kebebasannya hanyalah kebebasan sebagai budak – budak dosa” (ibid. hal. 85).

Ini persis pada poin ini bahwa “decisionism” modern meninggalkan sejarah doktrin Baptis dan Protestan. Para “decisionis” mengatakan bahwa kehendak manusia, kemampuannya untuk memilih Kristus, adalah cuma-cuma pada segala waktu; bahwa kita dapat memilih Kristus kapan saja kita mau. Dr. A. W. Tozer bukan pembela lima pokok Calvinis, namun ia benar ketika berkata,

Ada kejahatan yang lain dan lebih buruk… itu adalah kebiasaan… “menerima” keselamatan seolah-olah itu adalah sesuatu yang kecil dan dapat digenggam dengan tangan kita. Orang-orang didorong untuk memikirkan hal-hal di atas dan “mengambil keputusan” untuk Kristus, dan pada “Zaman Decision” ini… orang-orang diharapkan merendakan diri untuk menerima dari Kristus hak agar Ia menyelamatkan mereka, dan hak yang mereka miliki untuk menolak Kristus sampai waktu tertentu. Jadi Kristus dibuat… menunggu sementara individu itu bersenang-senang dan setelah lama menunggu dengan sabar mungkin kemudian orang itu mau berbalik dan bertobat… [Namun] masihlah benar bahwa orang-orang menjadi [orang-orang Kristen] bukan oleh karena usaha dirinya sendiri melainkan oleh panggilan yang berdaulat. Bukankah Tuhan memberikan kepada kita kata-kata berikut ini sebagai pilihan akhir?... Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku (A. W. Tozer, D.D,. The Divine Conquest, Christian Publications, 1950, hal. 48).

Tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa George Whitefield adalah penginjil terbesar di segala zaman dalam masyarakat berbahasa Inggris. Dalam khotbah-khotbah penginjilannya Whitefield berulang-ulang mengatakan kepada orang berdosa yang terhilang bahwa mereka harus merasakan kerusakan dari hati mereka sendiri, kehendak mereka sendiri yang telah mati, keadaan mereka yang secara alami tidak berdaya untuk datang kepada Kristus, bahwa jika mereka dilahirkan kembali semata-mata itu adalah pekarjaan Tuhan,

“Orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah” (Yohanes 1:13).

Pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati”
      (Kejadian 2:17).

Sebelum Kejatuhan, manusia memiliki kebebasan untuk memilih antara makan atau tidak makan, namun setelah ia makan, ia dan semua keturunannya kehilangan kebebasan itu. Sekarang “mereka semua telah berada di bawah dosa” (Roma 3:9). Sekarang mereka semua “takluk juga kepada roh-roh dunia” (Galatia 4:3). Sekarang mereka semua “mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa” (Efesus 2:1).

“Pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati”
      (Kejadian 2:17).

Bacalah Kejadian pasal tiga dengan hati-hati. Dan, ketika Anda telah membacanya dengan hati-hati, tanyalah kepada diri Anda sendiri di mana Adam membuat suatu “keputusan” untuk diselamatkan. Tanyalah kepada diri Anda sendiri di mana ia memanjatkan “doa orang berdosa” – atau bahkan di mana ia “meminta” Tuhan untuk menyelamatkan dirinya. Anda tidak akan menemukan jejak “decisionisme” di dalam Kejadian pasal tiga. Anda semua akan menemukan penghukuman dan kutuk atas manusia “di dalam dosa,” kecuali Tuhan, oleh keputusan-Nya, mengenakan pakaian dari kulit kepada Adam – kecuali Tuhan sendiri memilih untuk memberikan kepada mereka apa yang seperti dijelaskan dalam the Scofield Study Bible “type tentang ‘Kristus, yang menjadikan kita benar’ – pakaian ilahi yang disediakan bagi orang berdosa pertama untuk dapat menghampiri Tuhan” (The Scofield Study Bible, note on Genesis 3:21). Orang berdosa di Eden ini tidak mengenakan pakaian itu sendiri. Tuhanlah yang memakaikan pakaian itu kepada mereka di dalam kebenaran dan Darah pra-inkarnasi Kristus.

“Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka” (Kejadian 3:21).

Jadi, malam ini, saya bertanya kepada Anda, sudahkah Anda memahami keadaan Adam secara menadalam? Apakah Anda melihat bahwa Anda sedang terpisah dari Tuhan oleh karena natur Anda yang rusak? Apakah Anda merasa diperbudak oleh dosa? Seseorang berkata, “Saya tidak dapat berhenti berdosa.” Sudahkah Anda merasakan itu – kehendak Anda diperbudak “di bawah dosa” (Roma 3:9)? Apakah Kristus sedang menarik Anda kepada Diri-Nya sendiri untuk menyucikan dosa Anda dengan Darah-Nya – ataukah Anda ditinggalkan “mati di dalam pelanggaran-pelanggaran dan dosa” (Efesus 2:1) sambil menanti penghukuman kekal, menanti untuk “dilemparkan ke dalam lautan api itu” (Wahyu 20:15)?

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Click on “Sermon Manuscripts.”

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @ www.sttip.com

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Kejadian 3:6-21.
Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Lord, I Am Vile, Conceived in Sin” (by Dr. Isaac Watts, 1674-1748).


GARIS BESAR KHOTBAH

PADA HARI ITU MANUSIA MATI

(KHOTBAH #30 DARI KITAB KEJADIAN)

THE DAY MAN DIED
(SERMON #30 ON THE BOOK OF GENESIS)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati” (Kejadian 2:17).

(Efesus 2:1; Roma 5:12; Yudas 11; Roma 3:12, 9)

I.   Pertama, umat manusia terpisah dari Tuhan, Kejadian 3:8;
Efesus 4:18; 2:5; Lukas 15:24.

II.  Kedua, umat manusia masuk ke dalam perbudakan, Efesus 2:3;
Roma 8:7; Yohanes1:13; Roma 3:9; Galatia 4:3; Efesus 2:1;
Wahyu 20:15.