Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




KESEPIAN DAN PERSEKUTUAN

(KHOTBAH #22 DARI KITAB KEJADIAN)

LONELINESS AND FELLOWSHIP
(SERMON #22 ON THE BOOK OF GENESIS)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan Dr. Eddy Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Kebaktian Pagi, 23 September 2007
di Baptist Tabernacle of Los Angeles

“Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia” (Kejadian 2:18).


Suatu studi dalam American Sociological Review (June, 2006) mengatakan bahwa anak-anak muda memiliki teman jauh lebih sedikit hari ini dibandingkan dengan anak-anak muda dua puluh tahun yang lalu. Laporan ini mengatakan, “Jumlah orang yang mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang mereka [dapat] ajak mendiskusikan hal-hal penting hampir berlipat-tiga… Jika kita berasumsi bahwa [persahabatan] adalah penting (dan kebanyakan sosiolog menyetujuinya), nampak ada perubahan sosial yang begitu besar dalam dua dekade terakhir ini. Jumlah orang-orang yang memiliki teman untuk menceritakan hal-hal yang penting bagi mereka telah merosot secara dramatis” (ibid., hal. 353, 371).

Laporan sosiologis ini menunjukkan bahwa kesepian adalah masalah yang sedang berkembang di zaman kita ini. Dan laporan itu menunjukkan bahwa anak-anak muda, usia 18 sampai 19 tahun, telah kehilangan banyak teman dekat “dari pada kelompok populasi yang lainnya” (ibid. hal. 371).

Oleh sebab itu, pukulan yang paling berat bagi anak-anak muda adalah kesengsaraan karena kesepian. Mengomentari masalah yang sedang berkembang ini, Washington Post berkata, “Kelihatannya orang-orang menonton ‘Teman-teman’ [di TV] namun sesungguhnya tidak memiliki banyak teman” (Washington Post, June 6, 2006). Dan anak-anak muda adalah kelompok yang paling kesepian dari semua golongan umur. Saya berpikir bahwa itulah alasan menjadi populernya lagu Green Day, “Boulevard of Broken Dreams.” Walaupun saya tidak merekomendasikan musik rock ini, saya pikir lirik dari lagu yang sangat popular ini menyatakan kesepian yang mengerikan yang banyak anak muda rasakan hari ini. Lagu ini mengatakan,


Ku berjalan di jalanan yang sepi

Hanya satu yang pernah ku kenal

Tiada tahu kemana pergi

Namun ini rumah bagiku dan ku berjalan sendirian

Ku berjalan di jalanan kosong ini

Di Blvd. mimpi-mimpi yang telah hancur

Di mana kota sedang tertidur

Dan aku hanya seorang diri dan ku berjalan sendirian…

Ku berjalan sendiri. Ku berjalan sendiri. Ku berjalan sendiri.

   (Green Day, “Boulevard of Broken Dreams,” 2004).


Pernahkah Anda merasa seperti itu? Banyak anak muda hari ini telah mengalami perasaan hancur hati karena kesepian seperti yang diekspresikan oleh lagu ini. Itulah sebabnya mengala lagu tersebut menjadi begitu popular di radio hampir selama tiga tahun. Lagu itu merefleksikan sepenuhnya apa yang para sosiolog katakan kepada kita dalam laporan itu. Kesepian adalah salah satu masalah yang paling besar yang sedang dihadapi oleh banyak anak muda hari ini. Pernahkah Anda merasa kesepian? Banyak anak muda telah mengalaminya.

Namun Allah tidak ingin Anda kesepian. Kembali ke permulaan sejarah di mana Allah berfirman,

“Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia” (Kejadian 2:18).

Kita belajar dua kebenaran penting dari ayat Kitab Suci ini.

I. Pertama, Allah berfirman, “Tidak baik, kalau manusia itu
seorang diri saja.”

Pasal pembuka Alkitab mengatakan,

“Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik” (Kejadian 1:31).

Allah melihat segala sesuatu yang Ia telah ciptakan dan berfirman “sungguh amat baik.” Dunia adalah firdaus yang sempurna sebelum Kejatuhan. Dosa belum merusak manusia dan lingkungan. Manusia diciptakan dan ditempatkan di dunia di mana segala sesuatunya “sungguh amat baik.” Namun ada sesuatu yang kurang, bahkan di tempat sempurna yang disebut dengan “Taman Eden” itu. Adam masih sendirian. Dan Allah berfirman,

“Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja…”
      (Kejadian 2:18).

Dr. J. Oswald Sanders berkata, “Catatan Alkitab menyatakan bahwa dalam keadaan aslinya, Adam baik dalam bentuk dan intelegensinya sangat sempurna… namun walaupun ia sempurna dari tangan Allah, Adam masih terbatas dan belum lengkap” (J. Oswald Sanders, D.D., Facing Loneliness, Discovery House Publishers, 1988, hal. 14).

Webster’s Dictionary mendefinisikan loneliness (kesepian) sebagai “suatu keadaan yang kesepian… tidak bahagia dalam kesendirian, merindukan teman-teman.” Sesungguhnya kata “kesepian” bersifat negatif. Kata “kesepian” membuat kita merasa sedih. Kata Ibrani yang diterjemahkan “sendiri” dalam ayat ini berarti “terpisah” (separation) (Strong’s Exhaustive Concordance, number 905). Kata itu datang dari kata Ibrani yang berarti “membagi” (divide) (ibid., number 909).

“Pemisahan” (separation) adalah akar penyebab kesepian. Anak-anak muda hari ini sering mengalami pergolakan emosional yang sangat mengerikan akibat dari berpisahnya orang tua mereka dalam perceraian. Banyak anak muda merasa kesepian karena orang tua mereka berpindah-pindah tempat dan mereka harus berpisah dengan sahabat –sahabatnya. Banyak orang tua cekcok sepanjang waktu. Dan ini menyebabkan anak-anak muda masuk ke dalam kesepian.

Kesepian sering datang ketika Anda tamat dari SMU atau Perguruan Tinggi – dan harus berpisah dengan teman-teman sekelas Anda. Bagaimanapun email-email dan ruang website saya tidak dapat menggantikan teman-teman yang riil. Ini nampak seperti Anda sedang berbicara dengan mesin dari pada orang yang sesungguhnya.

Anda dapat pergi melihat pertandingan olah raga, atau ke bioskop, atau “dugem” atau ke mall di mana ada ratusan orang ada di sana – dan Anda masih merasa sendiri. Ada “keterpisahan,” “jarak” antara Anda dan orang lain. Mungkin ada ratusan orang di sekeliling Anda, namun Anda masih merasa kesepian karena tak seorangpun mengenal Anda dan tak seorangpun peduli. Dr. Sanders berkata,

Dalam masyarakat Barat kita yang makmur dan berkelimpahan, di mana kebanyakan dari setiap keingin mereka terpuaskan, nampaknya tidak dapat dijelaskan mengapa begitu banyak korban cambukan kesepian… Banyak faktor yang secara bersama-sama menyebabkan ini. Perubahan-perubahan yang sedang menyapu dalam struktur sosial masyarakat ini… [gerakan] yang tidak pernah terjadi sebelumnya entah di darat maupun di udara telah mendorong kecenderungan ini. Setiap tahun, dua puluh persen dari masyarakat yang hidup di kota mengubah lokasi mereka. Ini [menyebabkan] retaknya kerjasama kelompok dan menghalangi pembangunan semangat masyarakat dan terbentukkan persahabatan [abadi]… sebaliknya, pergerakan urbanisasi di seluruh dunia terjadi dengan begitu cepat – fenomena modern yang telah menelurkan 300 kota dengan lebih dari satu juta penduduk – yang mendorong orang-orang untuk hidup lebih dekat secara fisikal, justru menyebabkan keterasingan sosial yang lebih besar. Menurut sensus yang dilakukan pada tahun 1982, kira-kira hanya dua puluh persen penduduk di Cina yang tinggal di pusat-pusat kota. Sebelum tahun 1986 proporsinya mencapai tiga puluh tujuh persen… kota-kota [besar] lebih banyak dikarakteristik oleh ketakutan dan saling curiga dari pada persahabatan (J. Oswald Sanders, ibid., hal. 17-18).

Seorang Anak muda, yang meninggalkan desa kecilnya di Afrika untuk masuk ke sebuah universitas di kota besar di Inggris, berkata,

Di kampung, ketika saya berjalan-jalan, mata saya memandang ke depan, mata berjumpa dengan mata orang-orang yang berjalan menuju ke arah saya – para tetangga, keluarga, teman-teman. Kami saling menyapa. Kami saling mengucapkan salam. [Namun] di sini di Inggris ketika berjalan-jalan di jalanan Anda. Mata orang-orang di sini tidak bertemu dengan mata saya. Mereka memalingkan muka, dan menghindari tatapan saya. Tak seorangpun mengucapkan salam untuk saya. Tak seorangpun menyapa saya. Setiap orang nampak sibuk [dan] diam (ibid. hal. 21).

Bukankah kadang-kadang Anda merasa seperti itu di sini di Los Angeles? Namun Allah tidak ingin Anda sendirian. Ayat kita mengatakan,

“Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja…”
      (Kejadian 2:18).

“Pemisahan” dan “perpecahan” tidak baik dalam pemandangan Allah. Ia tidak ingin Anda terisolasi dan sendiri.

II. Kedua, Allah berfirman, “Aku akan menjadikan penolong baginya,
yang sepadan dengan dia.”

Allah tidak ingin Adam sendiri. Silahkan membaca Kejadian 2:18 dengan lantang.

“Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia” (Kejadian 2:18).

Allah tidak ingin manusia pertama itu seorang diri, sehingga Ia menciptakan “penolong baginya.” Dr. John H. Sailhamer berkata bahwa kata Ibrani yang diterjemahkan “penolong baginya” [“an help meet for him” dalam KJV] “memiliki pengertian umum tentang seorang penolong yang pantas [baginya] (John H. Sailhamer, Ph.D., in The Expositor’s Bible Commentary, Dr. Frank E. Gaebelein, general editor, Regency Reference Library, 1990, volume 2, hal. 18). Dr. Sailhamer kemudian berkata, “Implikasi dari naratif ini adalah bahwa… laki-laki sangat membutuhkan bantuan wanita. Tidak baik kalau ia harus seorang diri” (ibid.). Dr. John Gill menekankan bahwa frase, “Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia” berarti,

Seseorang untuk menolong dia dalam seluruh urusan hidup (John Gill, D.D., An Exposition of the Old Testament, The Baptist Standard Bearer, 1989 reprint, volume I, hal. 19).

Selanjutnya, arti yang lebih dalam dari frase ini diberikan dalam Efesus 5:30-32.

“Karena kita adalah anggota tubuh-Nya. Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat” (Efesus 5:30-32).

Ayat 31 dikutip oleh Rasul Paulus dari Kejadian 2:24. The Scofield Study Bible memberikan catatan untuk Kejadian 2:23 demikian, “Hawa, type dari jemaat sebagai mempelai perempuan Kristus… Efesus 5:25-32.” Catatan Scofield untuk Efesus 5:32 mengatakan, “Hawa [adalah] type dari jemaat sebagai mempelai perempuan Kristus.” Dr. Gill berkata,

“Rahasia ini besar.” Ini memiliki rahasia di dalamnya; yaitu figure atau lambang rahasia kesatuan antara Kristus dan umat-Nya (ibid.).

Sekarang, ijinkan saya membuat itu menjadi sesederhana mungkin bagi Anda yang belum mempelajari Alkitab. Kristus datang ke dalam dunia seorang diri. Banyak kali Kristus seorang diri pada masa pelayanan-Nya di bumi. Ia seorang diri ketika berpeluhkan Darah di Taman Getsemani. Ia seorang diri ketika Ia mati di kayu Salib. Ia seorang diri di Taman Kuburan ketika Ia bangkit dari antara orang mati.

Namun, seperti Adam pertama, Allah tidak membiarkan Kristus seorang diri. Allah mempersiapkan mempelai perempuan bagi Dia, dan mempelai perempuan itu adalah jemaat. Setiap jemaat lokal adalah mempelai perempuan Kristus, karena kita dipersatukan dengan Dia ketika kita datang kepada Dia dan dipertobatkan.

Ketika Anda datang kepada Kristus, Anda menjadi bagian dari mempelai perempuan-Nya dalam jemaat lokal. Anda tidak lagi seorang diri karena

“Kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus” (I Yohanes 1:3).

Kesepian sirna ketika Anda datang kepada Kristus, dipertobatkan, dan masuk ke dalam “persekutuan dengan kami… dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus” dalam gereja lokal ini.

Anda tidak lagi seorang diri karena Anda kemudian mengenal Kristus, dan memiliki persekutuan dengan Dia. Anda tidak lagi seorang diri karena Anda memiliki “persekutuan dengan kami” dalam gereja lokal ini.

Untuk membuat ini menjadi sungguh sederhana bagi Anda yang belum pernah datang ke gereja ini sebelumnya, kami katakan, “Mengapa Anda seorang diri? Pulanglah – ke gereja ini! Mengapa Anda terhilang? Pulanglah – kepada Yesus Kristus, Anak Allah!” sebagaimana yang saya tuliskan dalam sebuah lagu pendek yang saya gubah, yang telah kita nyanyikan beberapa saat yang lalu,

Pulanglah kepada Yesus, meja perjamuan telah disiapkan;
Pulanglah untuk perjamuan malam dan marilah memecah-mecah roti.
Yesus bersama dengan kita, jadi biarlah dikatakan,
Pulanglah untuk perjamuan malam dan marilah memecah-mecah roti!
Pulanglah ke gereja ini dan makanlah,
Dalam persekutuan yang indah;
Akan menjadi kenyataan
Ketika kita duduk untuk makan bersama!
   (“Come Home to Dinner” by Dr. R. L. Hymers, Jr.).

Sekarang saya memiliki satu lagi pikiran untuk menutup khotbah ini. Dr. J. Vernon McGee membuat pernyataan tentang ayat kita,

“Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia” (Kejadian 2:18).

Dr. McGee berkata,

Ada tujuan mengapa Allah menempatkan manusia di taman itu seorang diri dalam suatu periode waktu. Itu untuk menunjukkan kepadanya bahwa ia memiliki kebutuhan, bahwa ia membutuhkan seseorang untuk ada bersama dengan dia (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, Thomas Nelson Publishers, 1981, volume I, hal. 21).

Saya pikir bahwa Allah memiliki tujuan yang serupa dengan membiarkan Anda merasa kesepian. Ia ingin kesepian Anda menunjukkan kepada Anda bahwa Anda juga memiliki suatu kebutuhan. Anda tidak akan pernah menyadari bahwa Anda perlu pergi ke gereja, kecuali Allah mulai membangunkan Anda untuk menyadari kesepian Anda dan kebutuhan Anda akan Dia. Agustinus berkata, “Allah menciptakan manusia bagi diri-Nya sendiri dan hati kita resah sebelum menemukan peristirahatan di dalam Dia.” Itulah sebabnya mengata kami mendorong Anda untuk datang kepada Kristus melalui iman. Ia telah mati di kayu Salib untuk mengampuni dosa-dosa Anda, sehingga Anda dapat memiliki persekutuan dengan Allah. Ia bangkit secara fisikal dari antara orang mati, sehingga Anda dapat memiliki hidup melalui Dia, dan menjadi bagian dari gereja ini, dan membuat persaudaraan Kristen yang ajaib seumur hidup kita. Oleh sebab itu, lagi kami berkata, “Mengapa Anda seorang diri? Pulanglah – ke gereja ini! Mengapa Anda masih terhilang? Pulanglah – kepada Yesus Kristus, Anak Allah!”

Mari kita berdiri dan menyanyikan lagu yang saya tulis ini sekali lagi. Itu nomer satu dalam lembaran lagu Anda. Peganglah lembaran lagu ini dan mari kita menyanyikannya dengan merdu dan lantang!


Pulanglah kepada Yesus, meja perjamuan telah disiapkan;
Pulanglah untuk perjamuan malam dan marilah memecah-mecah roti.
Yesus bersama dengan kita, jadi biarlah dikatakan,
Pulanglah untuk perjamuan malam dan marilah memecah-mecah roti!


Indahnya persekutuan dan sahabat-sahabatmu akan hadir di sini;
Kita akan duduk semeja, hati kita dipenuhi sukacita.
Yesus bersama dengan kita, jadi biarlah dikatakan,
Pulanglah untuk perjamuan malam dan marilah memecah-mecah roti!


Orang-orang di kota besar nampak tidak peduli;
Mereka hanya memiliki sedikit peduli dan tiada cinta untuk diberikan.
Namun pulanglah kepada Yesus dan engkau akan sadar,
Ada makanan di meja dan persaudaraan!


Pulanglah kepada Yesus, meja perjamuan telah disiapkan;
Pulanglah untuk perjamuan malam dan marilah memecah-mecah roti.
Sahabat-sahabatmu sedang menunggu, jadi biarlah dikatakan,
Pulanglah untuk perjamuan malam dan marilah memecah-mecah roti!


Chorus:

Pulanglah ke gereja dan makanlah,
Dalam persekutuan yang indah;
Akan menjadi kenyataan
Ketika kita duduk untuk makan bersama!
   (“Come Home to Dinner” by Dr. R. L. Hymers, Jr.,
      to the tune of “On the Wings of a Dove”).


Sobat, pulanglah kepada Yesus! Pulanglah ke gereja! Mengapa tidak kembali datang malam ini pukul 6.00 PM untuk memiliki persekutun Kristen dan sukacita kembali? Sampai jumpa pukul 6.00 malam ini!

(AKHIR KHOTBAH)

Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Click on “Sermon Manuscripts.”

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan:
Kejadian 2:18-24.
Lagu Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Boulevard of Broken Dreams” (by Green Day, 2004).


GARIS BESAR KHOTBAH

KESEPIAN DAN PERSEKUTUAN

(KHOTBAH #22 DARI KITAB KEJADIAN)

LONELINESS AND FELLOWSHIP
(SERMON #22 ON THE BOOK OF GENESIS)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia” (Kejadian 2:18).

I.   Pertama, Allah berfirman, “Tidak baik, kalau manusia itu
seorang diri saja,” Kejadian 2:18a; 1:31.

II.  Kedua, Allah berfirman, “Aku akan menjadikan penolong
baginya, yang sepadan dengan dia” Kejadian 2:18b; Efesus
5:30-32; I Yohanes 1:3.