Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




IMAM BESAR SENDIRIAN –
DI GETSEMANI DAN DI ATAS KAYU SALIB

(THE HIGH PRIEST ALONE – IN GETHSEMANE AND ON THE CROSS)

Oleh: Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Malam, 22 Pebruari 2004

“Tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun, dan harus dengan darah yang ia persembahkan karena dirinya sendiri dan karena pelanggaran-pelanggaran, yang dibuat oleh umatnya dengan tidak sadar” (Ibrani 9:7).


Malam ini kita kembali ke Taman Getsemani. Kita telah menghabiskan empat minggu malam di sana – karena terlalu banyak malam bagi kebanyakan gereja telah berlalu, karena banyak yang telah menutup kebaktian malam mereka di Minggu malam.

“Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur” (Matius 25:5).

Bahkan banyak yang belum mengunci pintu mereka pada Minggu malam mungkin tidak ingin menghabiskan empat malam untuk merenungkan subyek yang mengerikan seperti ini. Mereka meminta kita untuk memilih subyek-subyek yang “ringan” untuk khotbah-khotbah kita hari ini. Namun Alkitab dipenuhi dengan subyek-subyek yang “berat”, dan kita harus mengkhotbahkannya, atau kita tidak akan dapat berkata bersama dengan Rasul Paulus,

“Sebab aku tidak lalai memberitakan seluruh maksud Allah kepadamu” (Kisah Rasul 20:27).

Ketika Kristus masuk ke dalam kegelapan Getsemani menandai permulaan penderitaan-Nya, Ia masuk ke dalam masa penderitaan-Nya bagi dosa-dosa kita. Jadi, ini agar kita mengingat bahwa Ia masuk ke Getsemani sebagai Imam Besar kita. Dalam Perjanjian Lama, imam besar dikatakan masuk ke dalam Ruang Mahakudus, bagian ruangan yang paling dalam di Bait Suci, sekali setahun, pada Hari Raya Pendamaian, Yom Kippur. Hanya imam besar saja yang dapat masuk ke sana, ke dalam Ruang Mahakudus, untuk mempersembahkan korban penebusan dosa. Imam besar itu masuk ke sana sendirian. Teks kita menunjukkan hal ini.

“Tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun, dan harus dengan darah yang ia persembahkan karena dirinya sendiri dan karena pelanggaran-pelanggaran, yang dibuat oleh umatnya dengan tidak sadar” (Ibrani 9:7).

Dengan begitu Taman Getsemani menjadi pintu masuk ke dalam Ruang Mahakudus bagi Imam Besar kita, yaitu Yesus. Ia telah masuk ke dalam Taman itu dan berdoa, dan meneteskan peluh Darah bagi kita, sendirian.

Sendiri Juruselamat berdoa
   Dalam gelapnya Getsemani;
Sendiri Ia menerima cawan pahit-Nya,
   Dan menderita di sana bagi saya;
Sendiri, sendiri, Ia menanggung semuanya sendiri;
   Ia menyerahkan hidup-Nya ‘tuk selamatkan milik-Nya;
Ia menderita, berdarah dan mati, sendiri, sendirian.
   (“Alone” by Ben H. Price, 1914).

Kesendirian Kristus ini mengajarkan tiga pelajaran agung bagi kita.

I. Pertama, Kristus mulai menjalankan tugas-Nya sebagai Imam Besar,
sendirian di taman Getsemani.

Ayat kita menjelaskan kepada kita bahwa imam besar Perjanjian Lama sekali setahun masuk ke dalam Ruang Mahakudus untuk mempersembahkan darah karena dosa-dosa umatnya “sendirian” (Ibrani 9:7). Ini adalah tipe yang jelas berhubungan dengan Kristus, seperti yang dapat kita lihat dalam ayat sebelas dan dua belas. Mari kita bangkit berdiri dan membaca ayat-ayat ini dengan suara keras.

“Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, --artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, -- dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal bagi kita” – cetak miring dalam KJV. (Ibrani 9:11-12).

Silahkan duduk kembali.

Imam besar Perjanjian Lama, masuk ke dalam Ruang Mahakudus dalam Bait Suci adalah sebuah tipe. Dan Kristus yang masuk ke dalam penderitaan di Taman Getsemani, dan memulai penderitaan-Nya di sana, termasuk penyaliban di hari berikutnya, dan kebangkitan serta kenaikan-Nya ke sorga, adalah antitype-nya.

Kristus lebih dulu masuk sendirian, ke dalam periode doa dengan meneteskan peluh Darah di Getsemani, untuk menggenapi peraturan Perjanjian Lama bagi imam besar pada Hari Raya Pendamaian.

Tolong buka Imamat 16:17 untuk deskripsi tentang pekerjaan imam besar pada masa Perjanjian Lama. Bacalah ayat itu dengan suara keras.

“Seorangpun tidak boleh hadir di dalam Kemah Pertemuan, bila Harun masuk untuk mengadakan pendamaian di tempat kudus, sampai ia keluar…” (Imamat 16:17).

Kristus tidak perlu membuat pendamain bagi diri-Nya sendiri, karena, tidak seperti imam besar Perjanjian Lama, Yesus tidak memiliki dosa. Ia tidak perlu

“seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri”
      (Ibrani 7:27).

Mengapa? Karena Yesus tidak pernah berdosa.

“Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga” (Ibrani 7:26).

Imam besar Perjanjian Lama harus mempersembahkan korban darah “karena dirinya sendiri dan karena pelanggaran-pelanggaran, yang dibuat oleh umatnya dengan tidak sadar” (Ibrani 9:7). Namun Yesus adalah “Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang,” dan korban Darah-Nya adalah korban yang sempurna untuk semua orang, bagi dosa-dosa anda dan saya.

Seperti imam besar, Ia harus masuk sendirian ke dalam Ruang Mahakudus di Taman Getsemani. Namun tidak seperti imam besar Perjanjian Lama. Darah-Nya, mulai dengan peluh Darah yang tercurah bagi dosa-dosa orang lain.

Di sana Allahku menanggung semua kesalahanku;
   Ini anugerah yang dapat dipercaya;
Namun penderitaan yang Ia rasakan
   Terlalu luas untuk dipahami.
Tak seorangpun dapat menyelami Engkau,
   Penderitaan-Mu, dalam Getsemani yang gelap!
(“Many Woes He Had Endured” by Joseph Hart, 1712-1768).

Spurgeon berkata,

Dalam mempersembahkan korban ini tidak boleh ada yang menemani, dan setelah ada di dalam tidak ada orang yang dapat membantu pada waktu itu. Baca Imamat 16:17: “Seorangpun tidak boleh hadir di dalam Kemah Pertemuan, bila Harun masuk untuk mengadakan pendamaian di tempat kudus, sampai ia keluar,…” Bahkan walaupun kita bersimpati kita tidak dapat masuk ke ruang bagian dalam itu di mana ia memberikan korban; di dalam ruangan paling dalam yang mereka tidak dapat dekati. Yesus masuk ke dalam tempat pemerasan anggur itu sendirian. Getsemani – siapa yang dapat berdiri di Taman itu, dan menyaksikan peluh darah, dan mendengar jeritan hati yang mendalam? Bahkan ketiga murid [Petrus, Yakobus, dan Yohanes] tertegun karena dukacita, dan tertidur.

Siapa yang dapat menemani Engkau,
Kesepian, di Getsemani yang gelap?

Namun ketika di [kayu salib] Kalvari, di mana kegelapan masih menyelimuti dari tengah hari sampai tengah malam, sebagai tanda dari apa yang sedang berlangsung; dalam kegelapan yang sangat mengerikan yang tidak dapat kita [lihat]. “Penderitaan-Nya yang tak terselami” masih tinggal menjadi salah satu deskriptif terbaik yang mengekspresikan apa yang tidak pernah dapat dijelaskan. Semua ini, saya katakan, adalah milik-Nya sendiri, dukacita pribadi bagi dosa-dosa, yang mana Ia tidak memiliki teman untuk berbagi: ini adalah ketika Ia masuk untuk mempersembahkan korban diri-Nya sendiri” (C. H. Spurgeon, “Our Lord’s Entrance Within the Veil,” Metropolitan Tabernacle Pulpit, Number 2,075, Pilgrim Publications, 1975 reprint, volume xxxv, pp. 148-149).

Kristus secara tipikal telah menggenapi tugas-Nya sebagai Imam Besar dengan masuk ke dalam Taman Getsemani sendirian. Tak seorangpun dapat menemani Dia ketika Ia menanggung beban dosa seluruh umat manusia yang diletakkan di atas-Nya di sana – yang Ia akan bawa ke kayu Salib pada pagi berikutnya. “Tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja …” (Ibrani 9:7).

II. Kedua, Kristus tidak dapat mengajak orang lain bersama
Dia ketika Ia masuk ke dalam penderitaan-Nya.

Di dalam Perjanjian Lama, Allah telah ditunjukkan terpisah dari umat manusia yang penuh dosa dengan suatu tirai. Spurgeon berkata,

Suatu tirai permadani yang tebal tergantung di depan ruang mahakudus, dan di balik tirai itu ada cahaya yang menyimbolkan kehadiran Allah. Dalam ruangan paling dalam yang mahakudus itu Yehova tinggal, dan tak seorangpun boleh masuk ke tempat suci itu selain satu orang, namun hanya sekali setahun (ibid., p. 143).

Ini adalah tipe atau simbol tentang kesendirian Kristus di dalam penderitaan-Nya, penderitaan untuk membayar penghukuman dosa-dosa kita.

Dari sejak pada waktu para murid meninggalkan Dia sendirian, ketika mereka tertidur, di Taman Getsemani, sampai waktu ketika Ia berseru, “Sudah selesai” (Yohanes 19:30) di kayu Salib pada hari berikutnya, Kristus masih sendirian, ditinggalkan oleh semua sahabat-sahabat-Nya.

Yudas adalah yang pertama meninggalkan Dia.

“Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata: "Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?" Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus”
      (Matius 26:14-16).

Petrus berpikir bahwa ia lebih baik dari pada orang itu. Ia berkata,

“Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak” (Matius 26:33).

Petrus juga berkata,

“Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau” (Lukas 22:33).

Namun tidak lama kemudian Petrus lari terbirit-birit, ketika para prajurit Roma datang untuk menangkap Kristus di Getsemani.

“Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri” (Matius 26:56).

Para prajurit itu membawa Yesus kepada imam besar. Para tua-tua Sanhedrin berkata,

“"Ia harus dihukum mati!" Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia dengan telapak tangan mereka” – cetak miring ada dalam KJV
     
(Matius 26:66-67).

Pada waktu itu Petrus duduk di luar istana. Dan seorang gadis muda menunjuk dia dan berkata, “Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu” (Matius 26:71). Petrus bersumpah dan menyangkalnya, “Aku tidak kenal orang itu” (Matius 26:74).

Yesus sendirian di Getsemani. Yesus masuk sendirian ke dalam pengadilan untuk diri-Nya sendiri, di hadapan Sanhedrin, di hadapan Raja Herodes, dan di hadapan gubernur Roma, Pontius Pilatus. Yesus pergi ke Salib sendirian. Kemudian, di atas kayu salib, Allah Bapa meninggalkan Dia – dan lengkaplah kesendirian-Nya, ditinggalkan baik oleh Allah maupun manusia. Dari atas kayu Salib Ia berseru,

“Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (Matius 27:46).

Ini adalah kutipan dari Mazmur 22:1.

Mengapa Yesus mengucapkan kata itu?... Ia…secara penuh, mengalami keterpisahan dari Allah. Secara penuh Ia mengalami murka Allah, kutukan penuh Allah atas manusia yang penuh dosa… Pada waktu Yesus tergantung di kayu salib, Allah sungguh telah meninggalkan Dia. Dosa-dosa kita ditanggung Yesus; Ia dibuat menjadi dosa oleh karena kita? (2 Korintus 5:21). Namun Allah tidak dapat memandang dosa; oleh sebab itu, Allah memalingkan wajah-Nya dari Yesus. Di Taman Getsemani, malaikat datang untuk menguatkan Yesus (Lukas 22:43). Namun di kayu salib, tidak ada seorangpun yang memberikan dukungan dan kekuatan kepada-Nya. Ini adalah harga yang Yesus bayar untuk menebus kita, menyelamatkan kita dari murka Allah. Ini adalah apa maksudnya Ia memberikan hidup-Nya sebagai tebusan bagi banyak orang (The Applied New Testament Commentary, Kingsway Publications, 1997, p. 300).

Sendiri, sendiri, Ia menanggung semuanya sendiri;
   Ia menyerahkan hidup-Nya ‘tuk selamatkan milik-Nya;
Ia menderita, berdarah dan mati, sendiri, sendirian.
   (“Alone” by Ben H. Price, 1914).

“Tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja …” (Ibrani 9:7).

III. Ketiga, Kristus naik ke sorga dengan membawa Darah-Nya, sendiri, masuk ke Ruang Mahakudus di Sorga.

Kristus membayar dosa-dosa kita di atas kayu Salib. Kemudian mereka menguburkan tubuh-Nya yang telah mati itu di kuburan, yang disegel dengan batu yang sangat besar. Namun pada hari ketiga Ia bangkit secara fisikal dari kematian.

“Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah” (Kisah Rasul 1:3).

Kemudian Kristus naik ke Sorga. Murid-murid

“menatap ke langit waktu Ia naik itu” (Kisah Rasul 1:10).

Apa yang telah Yesus lakukan setelah Ia kembali ke Sorga? Ayat kita memberikan rahasia yang kuat kepada kita. Tolong buka kembali Ibrani 9:7. Marilah kita berdiri dan membaca ayat ini dengan suara keras.

“Tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun, dan harus dengan darah yang ia persembahkan karena dirinya sendiri dan karena pelanggaran-pelanggaran, yang dibuat oleh umatnya dengan tidak sadar” (Ibrani 9:7).

Selanjutnya bacalah ayat dua belas.

“Dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal bagi kita ” – cetak miring ada dalam KJV
    
 (Ibrani 9:12).

Silahkan duduk kembali.

Dr. John R. Rice berkata,

Imam besar adalah tipe dari Kristus, dan darah yang dibawa masuk ke dalam Ruang Mahakudus oleh imam besar itu adalah tipe dari darah Kristus. Ruang Mahakudus merepresentasikan tempat kudus di Sorga yang mana ke sanalah Yesus masuk dengan membawa darah-Nya sendiri menjadi penebusan bagi dosa-dosa dunia (Dr. John R. Rice, The Gospel According to Matthew, Sword of the Lord, 1980, p. 479).

Darah yang Yesus curahkan di kayu Salib dibawa ke Sorga. Dan Kristus membawa Darah-Nya ke dalam Ruang Mahakudus di Sorga. Lihatlah Ibrani 9:24. Bacalah itu dengan suara keras.

“Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita” (Ibrani 9:24).

Selanjutnya lihatlah ayat kita berikutnya, dalam Ibrani 9:7.

“tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun, dan harus dengan darah yang ia persembahkan…” (Ibrani 9:7).

Jadi Kitab Suci menyatakan, melalui tipe yang paling jelas dan penggenapan yang diberikan di manapun dalam Alkitab, bahwa Imam Besar kita, yaitu Yesus, membawa Darah-Nya sendiri ke dalam Ruang Mahakudus di Sorga… ke dalam sorga itu sendiri, sekarang menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita!

Kemudian, Alkitab melalui tipe yang jelas dan spesifik ini untuk menjelaskan kepada kita bahwa Darah Kristus adalah salah satu hal yang ada di Gunung Sion, sebutan lain untuk Sorga.

“Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota Allah yang hidup… dan kepada Yesus, Pengantara perjanjian baru, dan kepada darah pemercikan” (Ibrani 12:22, 24).

Itu mengatasi pertanyaan. Darah Kristus sekarang ada di Sorga. Alkitab mengatakan itu dalam Ibrani 12:24.

Sepanjang sejarah orang-orang Kristen besar telah mengumumkan kebenaran ini. The Scofield Study Bible berkata,

Imam besar masuk ke dalam ruang mahakudus, melambangkan Kristus yang masuk ke dalam “sorga” dengan membawa “darah-Nya sendiri” bagi kita. (note on Leviticus 16:5).

C. H. Spurgeon berkata,

Di mana imam besar hanya dapat masuk sekali setiap tahunnya, namun sekarang kita boleh masuk setiap saat, karena darah itu ada di sana, yang secara terus menerus menjadi perantara kita (C. H. Spurgeon, “The Saviour’s Precious Blood,” Metropolitan Tabernacle Pulpit, Number 3,395).

Andrew Murray berkata,

Roh hidup dan bekerja di dalam darah itu, sehingga ketika darah itu dicurahkan tidak dapat membusuk seperti sesuatu yang mati, namun seperti realitas yang hidup, darah itu dapat dibawa ke sorga, untuk menunjukkan kuasa illahinya (Andrew Murray, The Blood of the Cross, 1935, p. 10).

Dr. J. Vernon McGee berkata,

Darah-Nya bahkan sekarang ada di sorga, dan sampai akhir zaman itu akan tetap ada di sana untuk mengingatkan kita dari pembayaran harga yang sangat mengerikan ketika Kristus membayar penebusan kita (Dr. J. Vernon McGee, Thru the Bible, Thomas Nelson, 1983, volume 5, p. 560).

Darah Kristus, dalam Ruang Mahakudus di Sorga, dapat menghapus dosa-dosa anda dari catatan Allah. Ketika anda datang kepada Kristus, Darah-Nya menghapus setiap dosa yang pernah anda lakukan dalam buku-buku catatan Allah. Itulah sebabnya mengapa Rasul Paulus secara spesifik menjelaskan kepada kita bahwa kita diselamatkan

“karena iman, dalam darah-Nya” (Roma 3:25).

“tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun, dan harus dengan darah yang ia persembahkan…” (Ibrani 9:7).

Sendiri Juruselamat berdoa
   Dalam gelapnya Getsemani;
Sendiri Ia menerima cawan pahit-Nya,
   Dan menderita di sana bagi saya;
Sendiri, sendiri, Ia menanggung semuanya sendiri;
   Ia menyerahkan hidup-Nya ‘tuk selamatkan milik-Nya;
Ia menderita, berdarah dan mati, sendiri, sendirian.

Maukah anda datang kepada Kristus malam ini, dan membiarkan semua dosa anda disucikan oleh darah-Nya? Jika anda mau datang kepada Kristus, silahkan masuk ke ruang belakang pada saat kami menyanyikan lagu pujian nomer tujuh bait terakhir, “Tercurah Darah yang Kudus.” Tolong jangan masuk ke ruangan di belakang terlebih dahulu sebelum bait terakhir. Kemudian kita akan masuk ke kantor saya di mana kita akan mendiskusikan keselamatan anda.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khobah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on "Sermon Manuscripts."

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @
http://www.sttip.com

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Markus 14:32-42.
Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Alone” (by Ben H. Price, 1914).


GARIS BESAR KHOTBAH

IMAM BESAR SENDIRIAN –
DI GETSEMANI DAN DI ATAS KAYU SALIB

Oleh: Dr. R. L. Hymers, Jr.


“Tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun, dan harus dengan darah yang ia persembahkan karena dirinya sendiri dan karena pelanggaran-pelanggaran, yang dibuat oleh umatnya dengan tidak sadar” (Ibrani 9:7).

(Matius 25:5; Kisah Rasul 20:27)

I.   Kristus mulai menjalankan tugas-Nya sebagai Imam Besar, sendirian
di taman Getsemani, Ibrani 9:11-12; Imamat 16:17; Ibrani 7:27, 26.

II.  Kristus tidak dapat mengajak orang lain bersama Dia ketika Ia masuk
ke dalam penderitaan-Nya, Yohanes 19:30; Matius 24:14-16;
Matius26:33; Lukas 22:33; Matius 26:56, 66-67, 71, 74; Matius 27:46.

III. Kristus naik ke sorga dengan membawa Darah-Nya, sendiri, masuk ke
Ruang Mahakudus di Sorga, Kisah Rasul 1:3, 10; Ibrani 9:12, 24;
Ibrani 12:22, 24; Roma 3:25.