Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




MANUSIA DALAM TIGA STATUS:
DUNIAWI, BANGUN DAN BERTOBAT

(MAN IN THREE STATES: NATURAL, AWAKENED AND CONVERTED)

Oleh: Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto


Judul dua pasal berikutnya ini berjudul:


1.  Manusia dalam Tiga Status: Duniawi, Bangun dan Bertobat

2.  Lokasi Kedatangan Kristus


Bab-bab ini harus dibaca pelan-pelan sambil direnungkan. Itu akan membantu Anda mengalami pertobatan sejati, sehingga Anda tidak akan ditinggalkan.

Hamba Kebenaran

?Dan hamba-Ku itu, sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya, dan kejahatan mereka dia pikul? (Yesaya 53:11).

Fakta bahwa ini berbicara tentang Yesus yang menjadi lebih jelas dalam ayat lima:

"Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh? (Yesaya 53:5).

?Hamba kebenaran? dalam Yesaya 53 ini mengacu kepada Yesus, Juruselamat manusia. Ia diutus oleh Allah Bapa untuk mati menggantikan tempat Anda, untuk menebus dosa-dosa Anda, untuk membayar lunas kesalahan-kesalahan kita.

Namun bagaimana Anda menerima berkat dari kematian Kristus? Yesaya 53:11 berkata, ?oleh hikmatnya.? Dalam bahasa Inggris, ini berarti ?oleh pengetahuan tentang Dia.? Matthew Henry menjelaskan pa yang dimaksud di sini dengan mengartikan ?oleh iman di dalam Dia? (Matthew Henry?s Commentary on the Whole Bible, comment on Isaiah 53:11). Anda harus memiliki iman yang menyelamatkan di dalam Kristus untuk dapat bertobat. Anda harus memiliki pengenalan secara pribadi dengan Kristus sendiri untuk dapat dibenarkan, diperhitungkan benar di dalam pemandangan Allah. Kebenaran Kristus diimputasikan kepada orang berdosa. Orang yang meletakkan imannya di dalam Dia akan dipakaikan kebenaran-Nya dan telah dilepaskan dari penghakiman dan Neraka karena Yesus, ?hamba kebenaran,? telah membenarkan dia.

Namun catat bahwa bagian ini menjelaskan, ?Sebagai orang yang benar, akan membenarkan banyak orang oleh hikmatnya?? Ia tidak akan membenarkan setiap orang. Ia akan membenarkan dan menyelamatkan ?banyak orang,? namun bukan semua orang. Pada kenyataannya, mayoritas orang tidak akan pernah dibenarkan dan diselamatkan oleh Kristus. Mengapa? Karena mereka tidak mau bertobat. Hanya orang yang telah bertobat dengan sungguh-sungguh yang memiliki ?pengetahuan? yang benar tentang Yesus Kristus. Dan hanya ?oleh hikmatnya? itu keselamatan datang kepada orang yang masih terhilang. Yesus berkata:

?Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat? kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga? (Matius 18:3).

Anda tidak dapat memiliki ?pengetahuan? yang benar tentang Kristus tanpa terlebih dahulu bertobat. Anda tidak dapat ?diselamatkan? tanpa bertobat. Anda tidak dapat dibenarkan tanpa bertobat, dan kemudian Anda juga tidak akan diangkat pada hari pengangkatan.

Catatan terakhir dari Yesaya 53:11, ??dan kejahatan mereka dia pikul.? Arti kata Ibrani untuk ?kejahatan? di sini adalah ?sikap suka menentang, kejahatan, dosa? (perversities, mischief, sin) (Strong's Concordance #5771). Kejahatan yang keluar dari dalam hati Anda yang telah rusak, tabiat Anda yang telah rusak dapat diampuni oleh Yesus. ?Dia memikul kejahatan mereka? (Yesaya 53:11). Itulah sebabnya mengapa Yesus harus disalibkan. Ia menyerahkan diri-Nya Sendiri untuk dipakukan di atas kayu Salib, sehingga Ia dapat menggantikan penghukuman atas segala dosa Anda. Secara literal Ia menanggung kejahatan-kejahatan Anda (dosa-dosa Anda) di atas kayu Salib. Satu-satunya jalan ke Sorga adalah dengan membiarkan dosa-dosa Anda ditanggung oleh Yesus Kristus.

Namun Anda harus bertobat untuk dapat memperoleh berkat dari kematian Kristus ini. Oleh sebab itu, yang sangat penting bagi Anda adalah mengetahui tentang hal ini, yaitu bahwa:

?Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat? kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga? (Matius 18:3).

Seseorang melewati tiga kondisi, atau status, ketika mengalami pertobatan.


1.  Manusia duniawi

2.  Kondisi sedang bangun

3.  Kondisi orang yang telah bertobat


Untuk banyak orang, melewati kondisi-kondisi ini dengan memerlukan waktu yang lama. Namun bagi beberapa orang, setiap kondisi dilewatinya dalam waktu yang relatif singkat. Beberapa orang berpindah dari satu kondisi ke kondisi lain dalam beberapa menit saja. Marilah kita menguji semua itu secara detail.

Manusia dalam Status Duniawinya

Dalam I Korintus 2:14 kita membaca:

?Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani? (I Korintus 2:14).

Itulah kondisi Anda jika Anda belum mengalami pertobatan secara batiniah (inward). Anda disebut ?manusia duniawi? karena itu adalah kondisi alami dari setiap orang. Kita dilahirkan dalam situasi ini. Kita pada dasarnya adalah ?orang-orang yang harus dimurkai? (Efesus 2:3). Setiap orang yang tidak pernah mengalami pertobatan batiniah ada dalam ?status duniawi.?

Sekarang, dalam status duniawi ini, Anda meremehkan, menolak dan menyembunyikan wajah Anda dari hadapan Yesus Kristus, Anak Allah. Lihatlah Yesaya 53:3,

?Ia dihina dan dihindari orang?. ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.? (Yesaya 53:3).

"Setiap orang yang belum bertobat dideskripsikan dalam Yesaya 53:3 ini. Setiap orang yang belum bertobat menutup mukanya dari Yesus, walaupun banyak orang tidak menyadarinya. Oleh sebab itu, dalam kondisi manusia duniawi ini, Anda mengikuti jalan Anda sendiri:

?Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian? (Yesaya 53:6).

Seperti domba, Anda mengikuti ?jalan Anda sendiri.? Anda ?tersesat? dari Kristus.

Pertimbangkanlah enam cara yang berbeda dari orang yang ?tersesat? dalam kondisi manusia duniawi ini.


1.  Orang-orang yang berpikir seperti atheis telah tersesat. Alkitab menjelaskan kepada kita bahwa ?orang bodoh berkata dalam hatinya, ?Tidak ada Allah?? (Mazmur 53:1). Jadi, Alkitab menjelaskan kepada kita bahwa para atheis itu adalah orang-orang ?bodoh.? Mengapa Anda yang adalah atheis dikatakan bodoh? Ayat ini melanjutkan demikian, ?Busuk dan jijik kecurangan mereka, tidak ada yang berbuat baik? (Mazmur 53:1). Atheis tidak percaya di dalam Tuhan karena ia penuh dengan dosa, dan menghasihi hidup yang penuh dengan dosa. Ia mengasihi dosa sehingga menolak ide tentang Tuhan. Para psikiatris menyebutnya sebagai respon emosional, ?pengingkaran.? Jika Anda adalah seorang atheis, itu karena anda berada dalam status ?pengingkaran? (state of denial). Anda mengingkari eksistensi Allah karena Anda mengasihi dosa, Anda sangat menikmati kehidupan yang penuh dosa dari pada secara serius mempertimbangkan Yesus Kristus. Anda tersesat dalam hidup yang penuh dosa dan pengingkaran psikologis.

2.  Orang yang menolak keilahian Kristus juga sedang tersesat. ?Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian? (Yesaya 53:6). Banyak orang yang menolak fakta bahwa Allah menjadi manusia dalam pribadi Yesus Kristus. Itulah sebabnya mengapa mereka mengingkari penebusan, pengorbanan Darah Kristus sebagai pembayaran atas segala dosa kita. Jika Anda tidak percaya keilahian Kristus, penyaliban nampak seperti kematian yang tidak mengandung makna apa-apa bagi Anda, dari pada sebagai penebusan dosa yang disediakan oleh Allah Putera. Walaupun Kristus menanggung ?kesalahan-kesalahan? mereka? (Yesaya 53:11), orang-orang yang menolak keillahian Kristus tidak akan melihat kebutuhan mereka akan Darah-Nya yang dapat menyucikan dosa-dosa mereka (1 Yohanes1:7). Jika Anda tidak berpikir bahwa Anda memerlukan penyucian dosa-dosa Anda di dalam Darah-Nya, Anda telah ?tersesat.?

3.  Orang-orang yang berpikir seperti kebanyakan orang-orang Timur juga telah tersesat. Orang-orang ini adalah mereka yang berpikir bahwa perbuatan baik dapat mendatangkan ?kesuksesan? dan ?berkat.? Mereka tidak pernah memikirkan istilah-istilah tentang dosa dan pengampunan. Mereka hanya tertarik tentang kehidupan yang bahagia dan makmur. Mereka tidak pernah berpikir tentang bagaimana agar dosa-dosa mereka diampuni. Mereka seperti orang bodoh yang hanya berpikir tentang berkat-berkat materi saja. Allah berkata kepada manusia yang memiliki pikiran seperti ini, ?Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?? (Lukas 12:20). Orang yang hanya tertarik untuk memperoleh ?kesuksesan? dan berbagai ?berkat? fisikal adalah orang bodoh karena dosa-dosanya tidak memperoleh pengampunan, dan ia akan masuk ke Neraka ketika ia mati. Orang-orang yang berpikir dengan cara demikian adalah telah tersesat. Mereka mengikuti ?jalan mereka masing-masing? (Yesaya 53:60.

4.  Orang yang percaya bahwa keselamatan dapat diperoleh dengan perbuatan baik juga sedang tersesat. Mereka merasa bahwa mereka akan diselamatkan dengan mengakui dosa-dosa mereka, mengikuti komuni, memanjatkan doa-doa mereka, dan berusaha berbuat baik. ?Oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah? (Roma 10:3). Orang-orang yang berpikir demikian merasa bahwa mereka dapat memperoleh keselamatan dengan berbuat sebaik mungkin. Mereka menolak ?pemberian kebenaran? yang Kristus impartasikan kepada orang-orang yang bertobat (band. Roma 5:17). Dari pada melihat keselamatan sebagai kasih karunia, mereka lebih berpikir bahwa mereka dapat memperolehnya dengan usahanya sendiri. Baru-baru ini ada seorang muda berbicara kepada saya bahwa ia berpikir ia telah diselamatkan oleh karena ia telah mengubah cara hidupnya. Pandangan ini tidak dapat diperhitungkan sebagai sesuatu yang dalam, karena dosa pikiran dan hati bersifat batiniah. Pemikiran seperti ini tidak akan menyelamatkan Anda dari dosa-dosa batiniah (inward sins) atau dosa-dosa masa lalu. Anda harus memberikan dosa-dosa Anda disucikan oleh darah Kristus (1 Yohanes 1:7). ?karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa? (Imamat 17:11). Orang-orang yang percaya bahwa keselamatan dicapai dengan usaha sendiri adalah sudah tersesat. Mereka ?masing-masing mengambil jalannya sendiri? (Yesaya 53:6).

5.  Orang-orang yang mengutamakan emosi sesat dan mengambil jalannya sendiri-sendiri. ?tanda-tanda ajaib? telah ?menipu? mereka? (Matius 24:24). Mereka berpikir bahwa pekerjaan Roh Kudus memberikan mereka ?perasaan tenang,? ketika berbalik kepada kebenaran! ?Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa? (Yohanes16:8). Tujuan yang benar dari Roh Kudus adalah membuat Anda menyadari dosa-dosa Anda. Orang-orang yang mengutamakan emosional biasanya berpikir bahwa perkerjaan Roh Kudus membuat mereka merasa tenang! Mereka tersandung dan tersesat ?dalam jalannya sendiri? (Yesaya 53:6), karena mereka menolak menginsafi dosa-dosa mereka, dan oleh sebab itu tidak dapat bertobat. Dalam penolakan mereka untuk masuk ke dalam keinsafan, membuat mereka ?berjalan menurut jalan mereka masing-masing? (Yesaya 53:6).

6.  Banyak orang Injili yang juga tersesat. Mereka melupakan bahwa keselamatan adalah pemberian cuma-cuma (Efesus 2:8-9). Mereka berpikir bahwa mereka diselamatkan karena mereka telah belajar dan memahami bagaimana cara memperoleh keselamatan atau bahkan telah memanjatkan doa seorang berdosa, atau membuat suatu ?keputusan? (decision). Mereka kaget ketika ternyata mereka dikirim ke Neraka pada hari Pengakiman akhir (band. Matius 7:22-23). Orang-orang ini berpikir bahwa mereka telah diselamatkan hanya sekedar dengan ?keputusan? atau ?decision? manusia telah tersesat. Mereka ?masing-masing kita mengambil jalannya sendiri? (Yesaya 53:6).


Seseorang mungkin berkata, ?Tetapi Dr. Hymers, Anda pernah berkata bahwa setiap orang di muka bumi ini salah! Ya, Anda berarti telah mengerti maksud saya! Bacalah lagi Yesaya 53:6:

?Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri? (Yesaya 53:6).

Perjanjian Baru juga mengajarkan demikian:

?Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah.? (Roman 3:10-11).

Dan catatlah bagaimana setiap orang telah tersesat: mereka semua melakukan hal yang sama; setiap orang menutup mukanya dari Yesus Kristus. Mereka melakukan itu dengan cara yang berbeda-beda, namun mereka semua sebenarnya melakukan hal yang sama!

?Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan? (Yesaya 53:3).

Manusia dalam kondisi duniawinya dan ketidakbertobatannya menolak yesus Kristus. Anda mungkin berkata bahwa Anda percaya di dalam Dia, namun dari hati yang paling dalam (inner heart) Anda sesungguhnya menolak Dia.

?Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, dan meninggikan aku dengan bibirnya; padahal hatinya jauh dari pada-Ku? ? KJV (Matius 15:8)

Manusia dalam Status Terbangun

Status kedua adalah kondisi sedang bangun. Anda bangun dari ide-ide yang salah yang Anda pernah miliki ketika Anda masih dalam status duniawi. Alkitab berkata:

?Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu." (Efesus 5:14).

Anda bangun dari pikiran-pikiran yang sia-sia tanpa Kristus. Orang-orang ini menyadari fakta bahwa mereka akan mati. Mereka bangun dan menyadari bahwa mereka belum siap untuk mati. Apakah Anda telah siap untuk mati? Apakah Anda telah memandang Allah yang Maha tinggi? Sudahkah Anda bangun akan fakta bahwa kematian itu akan segera datang? Pikiran yang serius tentang kekekalan akan memenuhi pikiran Anda ketika Anda telah bangun.

Anda juga akan bangun untuk melihat dosa yang begitu kejam yang telah Anda perbuat. Anda akan memikirkan dosa-dosa besar yang pernah Anda lakukan. Anda akan menjadi ngeri menyadari itu. Anda akan berpikir tentang fakta bahwa Allah tahu tentang semua dosa itu, dan itu semua telah dicatat dalam buku-buku-Nya di Sorga (band. Wahyu 20:12-15). Anda akan merasa jijik dan malu terhadap dosa-dosa Anda sendiri ketika Anda telah bangun.

Anda juga akan berpikir tentang hati Anda yang penuh dengan dosa ketika Anda bangun. Pikiran ini juga akan masuk ke dalam pikiran Anda: ?Hatiku penuh dengan dosa dan sangat jauh dari Tuhan.? Anda akan merasa mengeri ketika memikirkan diri Anda yang penuh dengan dosa, hati Anda yang tidak ada kasih kepada Tuhan, dan doa-doa Anda yang kering. Hati Anda yang mati di hadapan Tuhan akan sangat menderita ketika Anda bangun. Anda akan menyadari bahwa orang dengan hati yang penuh dosa seperti Anda itu tidak memiliki pengharapan. Anda akan melihat betapa jahat dan bersalahnya Anda dalam pemandangan Allah yang mahakudus. Anda akan melihat bahwa tidak ada jalan keluar untuk lari dari murka Allah dan penghakiman-Nya. Anda akan memahami bahwa Anda layak untuk dihukum oleh Tuhan ketika Anda mulai bangun! Anda akan berkata seperti John Newton, penulis lagu ?Amazing Grace.?

Oh Tuhan, betapa hinanya aku ini
   Kotor dan najis!
Betapa beraninya aku bermain-main
   Dengan banyak dosa seperti ini?

Apakah hati yang kotor ini
   Layak menjadi tempat Engkau berdiam?
Yang dalam setiap bagiannya,
   Hanya kejahatan yang aku lihat!
("O Lord, How Vile am I" by John Newton, 1725-1807)

Tidak ada kebangunan tanpa sungguh-sungguh menginsafi dosa dan mengutuki diri sendiri. Tidak dapat ada pertobatan yang sungguh-sungguh tanpa rasa bersalah yang teramat dalam.

Manusia dalam Status Pertobatan

Ketika seorang laki-laki atau wanita mengalami pertobatan, mereka berada pada status ketiga ini. Pertama, dulunya mereka adalah manusia duniawi. Mereka telah menolak Kristus, atau mereka mereka mengatakan menerima Dia namun pada kenyataannya tidaklah demikian. Mereka menghidupi kehidupan mereka dengan aman, tanpa takut akan Neraka atau penghukuman atas dosa-dosa mereka. Mereka masih tertidur dalam dosa. Mereka menghibur diri mereka sendiri dengan berpikir bahwa mereka tidak lebih jelek dari pada orang lain. Mereka dulunya berpikir bahwa mereka telah diselamatkan. Pada kenyataannya mereka ?mati dalam kesalahan-kesalahan dan dosa? (Efesus 2:1). Namun mereka tidak mengetahui itu. Mereka telah bahagia dengan diri mereka sendiri.

Itulah cara Anda bukan? Anda berpikir bahwa Anda telah diselamatkan. Anda menipu diri Anda sendiri. Anda menipu diri Anda sendiri dengan berpikir bahwa Anda baik-baik saja, karena Anda ada dalam status duniawi.

Ketika Anda bangun, Anda akan dilanda oleh kengerian setelah menyadari betapa butanya Anda selama ini! Anda akan menyadari betapa jahatnya dosa-dosa Anda. Anda tidak mau tahu bagaimana agar luput dari hukuman terhadap dosa-dosa Anda. Anda akan menjadi putus-asa.

Kemudian, akhirnya, Anda akan menyerah kepada Yesus Kristus, dan menyerahkan hidup Anda di dalam Dia. Pikiran Anda akan dipenuhi dengan pikiran tentang Yesus yang mati untuk membayar dosa-dosa Anda di kayu Salib. Anda akan dipenuhi dengan pikiran tentang Dia yang telah bangkit dari kematian dan naik ke Sorga, duduk di sebelah kanan Allah. Pikiran Anda akan tertuju kepada Kristus di Sorga. Anda akan disucikan dari dosa-dosa Anda oleh Darah-Nya. Dan kemudian Anda akan bertobat. Turn to Isaiah 31:6, which says:

Orang yang penuh d?rita;
   Julukan Anak Allah
Penebus manusia,
   Haleluya, Jurus?lamat!
("Hallelujah, What a Saviour!" by Philip P. Bliss, 1838-1876).

Anda dapat membaca khobah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on "Sermon Manuscripts."

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @
http://www.sttip.com