Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




AKU MENCINTAI RUMAH-MU, OH TUHAN!

(I LOVE THY HOUSE, O LORD!)

Oleh: Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Kebaktian Malam, 19 November 2006
di Baptist Tabernacle of Los Angeles

“TUHAN, aku cinta pada rumah kediaman-Mu dan pada tempat kemuliaan-Mu bersemayam” (Mazmur 26:8).


Sekarang, saya ingin kita mengarahkan perhatian kita kepada kata-kata Raja Daud, sebagaimana saya memberi tema khotbah ini, “Aku Mencintai Rumah-Mu, Oh Tuhan!” Teks untuk khotbah kita ini adalah Mazmur 26:8.

“TUHAN, aku cinta pada rumah kediaman-Mu dan pada tempat kemuliaan-Mu bersemayam” (Mazmur 26:8).

Ketika Daud menulis kata-kata ini, ia menulisnya lama sebelum masa Kristus, belum ada bangunan-bangunan gereja, seperti yang kita miliki pada hari ini. Bait Suci di Yerusalem pun belum dibangun. Tempat penyembahan itu akan didirikan oleh Raja Salomo, anak Daud. Rumah Tuhan dikatakan oleh Daud dalam teks kita ini adalah Kemah Suci di Silo. Istri saya Ileana dan saya pernah ada di sana. Kami pernah melihat penggalian dan peta fondasi Kemah Suci itu, tempat di mana Daud menyembah Tuhan. Yang Daud bicarakan itu berhubungan dengan Kemah Suci di Silo, ketika ia berkata,

“aku cinta pada rumah kediaman-Mu,”

Aku mengasihi rumah di mana Engkau diam, Oh Tuhan,

“tempat kemuliaan-Mu bersemayam,”

tempat di mana kemuliaan-Mu bersemayam.

Pada hari ini, pada dispensasi ini, kita tidak lagi pergi menyembah Tuhan di Kemah Suci di Silo. Tidak ada lagi yang tertinggal pada bangunan itu selain hanya galian fondasinya. Hari ini, disepensasi ini, kita tidak lagi menyembah Tuhan di Bait Suci di Yerusalem. Tidak ada yang tertinggal pada bangunan itu selain dinding sekelilingnya yang disebut dengan “tembok ratapan.” Pada hari ini, pada dispensasi ini, rumah Tuhan adalah jemaat lokal Perjanjian Baru, yang Rasul Paulus jelaskan sebagai,

“keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran” (I Timotius 3:15).

Dan juga, ini secara sempurna dapat diterima atau secara hermeneutical dapat dibenarkan untuk mengaplikasikan kata-kata Daud ini untuk pemberitaan Injil di gereja seperti yang kita miliki, dan untuk menyampaikan dengan sepenuh hati kita,

“TUHAN, aku cinta pada rumah kediaman-Mu dan pada tempat kemuliaan-Mu bersemayam” (Mazmur 26:8).

Dan kami setuju dengan Timothy Dwight, presiden Yale University, dan cucu dari pengkhotbah besar Amerika, yaitu Jonathan Edwards,

[Aku mengasihi gereja-Mu, Oh Tuhan],
Kucinta, ya Tuhan, akan k’rajaan-Mu
Umat yang t’lah dis’lamatkan,
Tebusan darah-Mu
(“I Love Thy Kingdom, Lord” by Timothy Dwight, 1752-1817/
   Nyanyian Pujian 170).

“TUHAN, aku cinta pada rumah kediaman-Mu dan pada tempat kemuliaan-Mu bersemayam” (Mazmur 26:8).

Saya mau berkata jujur di depan Anda. Saya mengasihi gereja ini! Dan saya tahu Anda mengasihinya juga!

I. Pertama, mengapa kita mencintai jemaat ini.

Kita mencintai jemaat oleh karena jemaat adalah kediaman Tuhan, tempat di mana Tuhan bersemayam dalam hati umat-Nya. Bukan bangunan ini yang suci, dan kami tidak pernah berkata, atau juga tidak pernah percaya, bahwa Allah tinggal dalam gedung gereja ini. Namun Allah diam dalam hati umat-Nya, dan ketika kita berkumpul bersama di sini di tempat untuk menyembah Tuhan, kita benar bila berkata bahwa ini adalah tempat dimana Tuhan hadir, ini adalah kediaman-Nya! Ketika umat yang mengenal Allah ada di sini, maka Allah sendiri hadir, hidup di antara mereka, dimanifestasikan di dalam puji-pujian mereka dalam

“Keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup”
      (I Timotius 3:15).

Saya mengasihi gereja ini oleh karena Allah ada di sini. Di dalam hati kita, di dalam pujian-pujian penyembahan kita, di dalam doa-doa kita, ada kesucian dan sukacita yang anda tidak akan pernah temukan di mana pun juga di tempat lain.

Keluarlah sendirian, di kegelapan jalanan kota ini, dan anda akan melihat kebenaran tentang semua itu. Anda tidak akan menemukan sukacita yang sejati dan kehadiran Allah di lorong-lorong atau jalanan kota ini. Masuklah ke gedung-gedung besar dan gedung-gedung perkantoran di beberapa blok dari sini. Anda tidak akan merasakan kehadiran Allah. Masuklah ke Staples Center untuk main bola basket, dan anda akan mendengar banyak kebisingan, banyak teriakan – namun anda tidak akan merasakan bahwa Allah ada di sana. Masuklah ke bar atau tempat dansa dan anda akan melihat lampu-lampu yang bergemelapan dan mendengar musik yang bising – namun anda akan keluar dari sana dengan kekosongan, karena Allah yang Kudus yang disembah Musa dan Yesus yang dilayani Paulus tidak akan memanifestasikan Diri-Nya sendiri, atau menunjukkan Diri-Nya sendiri, atau menyatakan Diri-Nya sendiri dalam kegaduhan yang seperti itu. Anda harus datang ke gereja agar anda merasakan dan menemukan realitas Allah dan arti serta tujuan hidup anda.

Aku mencintai rumah-Mu, Oh Tuhan, karena Engkau bersemayam di sini! Engkau ada di sini dalam puji-pujian dan penyembahan kami! Engkau ada di sini di dalam hati kami – ketika kami berkumpul bersama untuk bersekutu! Itu lah sebabnya mengapa saya mencintai gereja kami!

“TUHAN, aku cinta pada rumah kediaman-Mu dan pada tempat kemuliaan-Mu bersemayam” (Mazmur 26:8).

II. Kedua, apa yang kita cintai dalam jemaat ini.

Kita mencintai orang-orang dalam jemaat ini. Kita tidak mencintai mereka karena mereka terlihat berbeda dari orang-orang di luar gereja. Mereka kelihatannya sama. Namun ada sesuatu yang kita semua cintai tentang orang-orang di jemaat ini. Seseorang yang pernah mengunjungi kita, orang yang sebelumnya belum pernah ada di sini, merasakan itu. Mereka sering berkata kepada saya, “Orang-orang di gereja anda sangat special. Mereka memiliki sesuatu. Ada sesuatu yang luar biasa pada diri mereka.” Mereka tidak tahu apa itu, namun saya tahu apa itu! Allah ada di dalam hati anda! Itu adalah apa yang membuat persekutuan kita ini begitu indah! Itu lah yang membuat saya senang di dalam jemaat ini!

Kita juga mengasihi khotbah yang dikhotbahkan di gereja kita, tema-tema khotbah kita, subyek yang kita beritakan,

“Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami”
      (II Korintus 5:19).

Kita berkata,

“Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa” (I Timotius 1:15).

Kita berkata,

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16).

Kita mengkhotbahkan Kristus yang telah disalibkan, mati di kayu Salib – menggantikan posisi kita – untuk membayar dosa-dosa kita. Kita mengkhotbahkan Injil Kristus, keselamatan bagi orang-orang berdosa melalui Darah penebusan-Nya! Kita memberitakan kabar baik – bahwa Kristus telah bangkit dari kematian, bahwa setiap orang baik laki-laki maupun perempuan boleh datang kepada Dia melalui iman dan diselamatkan dari penghukuman dosa, dan menerima kehidupan kekal di dalam Dia. Saya mencintai khotbah yang disampaikan di gereja ini!

“TUHAN, aku cinta pada rumah kediaman-Mu dan pada tempat kemuliaan-Mu bersemayam” (Mazmur 26:8).

III. Ketiga, bagaimana kita menunjukkan kasih kita untuk jemaat kita ini.

Jika anda adalah orang yang pertama kali hadir dalam kebaktian kami malam ini, anda mungkin tidak sepenuhnya bisa memahami hal berikut yang akan saya jelaskan ini. Namun perhatikan dan kiranya walaupun hanya sedikit apa yang saya akan jelaskan ini berlabuh ke dalam hati dan pikiran anda.

Kita tidak menunjukkan kasih kita hanya dalam kata-kata belaka. Kita dapat berkata ribuan kali bahwa kita mengasihi jemaat kita ini namun sesungguhnya itu tidak ada artinya. Rasul Yakobus menegaskan itu ketika ia berkata,

“Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri” (Yakobus 1:22).

Kita tidak menunjukkan kasih kita untuk jemaat ini dengan kata-kata saja, namun juga dengan tindakan-tindakan kita, dengan apa yang kita lakukan yang lahir dari ketaatan kita terhadap Kitab Suci.

Kita menunjukkan kasih kita bagi keluarga Allah dengan berdoa untuknya. Kita menunjukkan kasih kita kepada keluarga Allah dengan mau pergi memberitakan Injil, dan membawa orang-orang yang terhilang dan yang dalam kesendirian kita bawa ke dalam gereja ini untuk mendengar khotbah tentang kemuliaan Injil Kristus. Dan, ya, kita menunjukkan kasih kita kepada keluarga Allah dengan memberikan korban persembahan uang kita, sehingga gereja ini akan tetap ada di sini untuk memberitakan kasih Allah di dalam Kristus bagi orang yang terhilang dan kesepian di pusat kota Los Angeles selama bertahun-tahun yang akan datang. Dan sehingga kita dapat berkata, seperti Pemazmur yang terkasih ini, Raja Daud,

“TUHAN, aku cinta pada rumah kediaman-Mu dan pada tempat kemuliaan-Mu bersemayam” (Mazmur 26:8).

Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khobah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on "Sermon Manuscripts."

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @
http://www.sttip.com

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Mazmur 26:1-12.
Lagu Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“I Love Thy Kingdom, Lord” (by Timothy Dwight, 1752-1818).


GARIS BESAR KHOTBAH

AKU MENCINTAI RUMAH-MU, OH TUHAN!

Oleh: Dr. R. L. Hymers, Jr.


“TUHAN, aku cinta pada rumah kediaman-Mu dan pada tempat kemuliaan-Mu bersemayam” (Mazmur 26:8).

(I Timotius 3:15)

I.   Pertama, mengapa kita mencintai jemaat ini, I Timotius 3:15.

II.  Kedua, apa yang kita cintai dalam jemaat ini, II Korintus 5:19;
I Timotius 1:15; Yohanes 3:16.

III. Ketiga, bagaimana kita menunjukkan kasih kita untuk jemaat
kita ini, Yakobus 1:22.