Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




ALLAH MENUNJUKKAN KASIH-NYA KEPADA ORANG BERDOSA!

(GOD SHOWS HIS LOVE TO SINFUL MAN!)

Oleh: Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Kebaktian Pagi, 15 Oktober 2006
di Baptist Tabernacle of Los Angeles

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8).


Kata “menunjukkan” [atau “commendeth” dalam KJV] di sini jarang digunakan untuk percakapan sehari-hari seperti pada umumnya. Anda akan tersandung ketika mencoba untuk memahami ayat yang penting ini kecuali Anda mengetahui apa arti dari kara “menunjukkan” di sini. Kata Yunani ini berarti “memperkenalkan” atau “memamerkan” (“introduces” or “exhibits”) (Strong #4921). Bahkan mungkin kata-kata dalam bahasa Inggris ini terlalu sulit untuk kebanyakan anak muda pada zaman ini. Kita memiliki perbendaharaan kata yang sangat terbatas saat ini dan yang saya takutkan hanya cara Anda akan memahami ayat ini dengan menggunakan kata “menunjukkan” [atau “shows”] dalam pengertian yang sederhana. Kata itu bukanlah kata yang tepat, namun paling tidak Anda memahaminya. Allah “menunjukkan” kasihnya kepada kita,

“oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8).

Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita melalui dua cara.

I. Pertama, Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita di dalam kematian Kristus.

Dr. J. Vernon McGee menceritakan tentang pertemuannya dengan seorang anak muda, sepanjang masa Hipi [orang-orang yang menolak standard-standard sosial pada umumnya, Oxford Learner’s Pocket Dictionary, p. 198], yang menuliskan kata “kasih” di peci atau topinya, di mantelnya, di pantalonnya dan bahkan di sepatunya. Dr. McGee bertanya kepadanya, “Mengapa kamu melakukan itu?” Ia menjawab, “Mengapa, itu adalah karena Allah adalah kasih.” Dr. McGee setuju dengan itu. Namun kemudian anak muda itu berkata, “Allah telah menyelamatkan saya dengan kasih-Nya.” Dr. McGee menjawab, “Saya tidak setuju dengan itu. Allah tidak menyelamatkan Anda oleh kasih-Nya.” Kemudian Dr. McGee berkata,

Ketika saya sedang berbicara dengan anak muda itu berhubungan dengan kata “kasih” yang tertulis di mantelnya, saya meminta dia untuk menunjukkan kepada saya ayat Alkitab yang berkata bahwa Allah menyelamatkan kita dengan kasih-Nya. Tentu ia tidak tahu atau tidak bisa menunjukkannya… Allah menyelamatkan kita oleh anugerah-Nya bukan oleh kasih-Nya… Allah telah mendemonstrasikan kasih-Nya bagi Anda, sahabatku, di dalam tindakan-Nya yang telah memberikan Anak-Nya untuk mati bagi Anda. Ia telah membayar lunas penghukuman atas dosa-dosa Anda (J. Vernon McGee, Th.D., Thru the Bible, Thomas Nelson Publishers, 1983, volume IV, p. 676).

Alkitab berkata,

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16).

Allah telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal untuk mati di kayu salib, untuk membayar lunas penghukuman dosa-dosa Anda dan memperdamaikan Anda dengan diri-Nya Sendiri. Anda tidak diselamatkan oleh kasih Allah itu sendiri. Namun Anda diselamatkan oleh Anak Allah – melalui kematian-Nya di kayu Salib dan kebangkitan-Nya dari antara orang mati!

Alkitab mengajarkan bahwa seluruh umat manusia meninggalkan Tuhan, dan sekarang berada dalam statusnya yang telah rusak.

“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa” (Roma 5:12).

Dan dalam status manusia yang telah rusak dan tidak mempedulikan Allah inilah maka Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita melalui Kristus untuk mati di kayu Salib.

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8).

Alkitab mengajarkan tentang kematian Kristus sebagai pengganti. Kata “vicarious” [dalam bahasa Inggris] berarti “substitusi – menggantikan orang lain – seseorang yang menanggung atau menggantikan penderitaan orang lain.” Dan persis seperti itulah yang Kristus telah lakukan untuk Anda. Anak tunggal Allah turun dari Sorga, lahir dalam suatu palungan, dan menuju Salib untuk menggantikan kita membayar hutang penebusan bagi dosa-dosa kita. Ia telah mati untuk dosa-dosa Anda, menggantikan Anda, sebagai substitusi atau pengganti Anda, sehingga Anda tidak akan lagi dihukum oleh karena dosa jika Anda mau datang kepada Kristus dan percaya kepada Dia. Spurgeon berkata,

‘Kritus telah mati bagi kita.’ Itu dapat berarti bahwa kematian Kristus adalah untuk menggantikan semua orang; Ia menyerahkan [Roh-Nya], nafas-Nya berhenti; Ia menjadi mayat yang tak bernyawa, dan tubuh-Nya [dikuburkan]. ‘Kristus telah mati bagi kita.” Pertimbangkan cara kematian-Nya. Kematian-Nya bukanlah kematian seperti pada umumnya; kematian-Nya adalah kematian yang memalukan, karena Ia mati oleh karena dijatuhi hukuman mati menurut undang-undang; itu adalah kematian yang paling menyedihkan yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata; dan adakah yang lebih menyedihkan dari pada kematian terpaku di kayu salib? Itu adalah kematian secara pelan-pelan, karena Ia tergantung [di kayu salib] selama berjam-jam… dengan tangan dan kaki-Nya yang terpaku… Ia menderita sampai mati dan penderitaan ini tiada bandingnya. Itu bukanlah pukulan yang dengan cepat mencabut nyawa-Nya dari dalam tubuh-Nya, tetapi Ia mati secara pelan-pelan [dalam penderitaan yang penuh] dengan tanpa dukungan dan tanpa simpati dari orang lain, namun dikelilingi dengan caci maki dan penghinaan. Banyangkan Dia! Mereka mencambuki punggung-Nya, memakukan kedua tangan dan kaki-Nya di kayu salib dan mengangkat salib itu. Lihatlah! Mereka telah menancapkan salib itu pada tempatnya. Itu sudah pasti. Sekarang lihatlah Dia! [Lihatlah] mata-Nya, yang penuh dengan air mata; lihatlah kepala-Nya… lihatlah Dia ketika Ia kelihatannya…. mau berkata, “Aku seperti disiram air; tulang-tulang-Ku remuk; dan Aku akan segera mati.” Dengarkan Dia ketika Ia mengerang, “Aku haus.” Selain semua itu, dengarkan Dia, ketika Ia berseru, [“Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau tinggalkan Aku?”] Kata-kata saya tidak dapat menggambarkan penderitaan-Nya; pemikiran-pemikiran saya gagal untuk mengekspresikannya. Tidak ada seorang pelukis pun yang mampu untuk melukiskannya dan tak ada seorang pembicara pun yang dapat menjelaskannya dengan kata-kata… Pandanglah Dia dengan mata iman Anda, Dia yang tergantung di kayu salib yang berlumuran darah. Dengarkanlah seruan-Nya sebelum Ia mati, “Sudah selesai!” (C. H. Spurgeon, The New Park Street Pulpit, Pilgrim Publications, 1981 reprint, volume II, pp. 404-405).

Bila kuingat salib-Nya, di mana Yesus dipaku
Harta yang dulu ku sembah, tidak mengikat hidupku
Lihatlah pada dahi-Nya, duka dan kasih tercurah
Dahsyat mahkota duri-Nya: yang hina jadi yang mulia
   (“When I Survey the Wondrous Cross” by Dr. Isaac Watts,
      1674-1748/Nyanyian Pujian No. 189).

Saya rindu hati Anda digerakkan oleh pikiran tentang Kristus yang telah disalibkan. Jika saya menceritakan sebuah kisah fiksi kepada Anda tentang seseorang yang menderita dalam siksaan, itu akan menggerakkan atau menyentuh emosi Anda. Namun ketika saya menceritakan kisah yang benar-benar terjadi tentang penyaliban Anak Allah, Anda tidak merasakan apa-apa. Anda telah mendengar kisah ini banyak kali, sehingga hati Anda telah tertutup dan menjadi dingin. Namun di China, Asia Tenggara, berbagai belahan India dan Amerika Latin, banyak hati yang terbuka, banyak orang menangis karena dosa-dosa mereka dan karena kasih Allah di dalam Kristus yang telah disalibkan. Oh, betapa saya rindu hati orang-orang Amerika akan terbuka bagi Kristus, yang telah mati menggantikan manusia yang penuh dosa! Darah itu mengalir dari tangan dan kaki-Nya yang terluka bagi Anda! Tubuh-Nya yang tersayat-sayat di kayu salib, adalah tersayat-sayat bagi Anda! Pandanglah Dia yang telah menanggung beban dan kesalahan dari semua dosa Anda melalui iman! Pandanglah Dia yang memegang kunci Sorga dan kehidupan kekal dengan iman! Pada saat engkau percaya kepada-Nya, pada saat itu juga rasa bersalah Anda sirna, semua catatan dosa Anda dihapuskan, dan Anda diperdamaikan dengan Allah kembali.

Dia terluka bagiku, Dia terluka bagiku,
   Di kayu salib Ia terluka bagiku,
Semua dosaku sirna, penebusan-Nya membebaskanku
   Semuanya karena Yesus yang terluka bagiku
(“Wounded for Me” by W. G. Ovens, 1870-1945
      and Gladys W. Roberts, born 1888).

Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita dengan mengutus Kristus Yesus untuk mati menggantikan kita dan menerima penghukuman yang seharusnya dijatuhkan kepada kita.

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita” (Roma 5:8).

Namun saya akan mengajak Anda untuk memperhatikan satu frase dari ayat kita ini, dan frase itu akan menjadi poin berikutnya.

II. Kedua, Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita dalam kematian Kristus “ketika kita masih berdosa.”

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8).

Anda seharusnya tidak berbipikir bahwa Allah akan menerima Anda ketika Anda mencoba untuk menjadi orang baik.

Bukan bentuk-bentuk lahiriah yang membuat engkau suci,
Lepra itu berada jauh di dalam

Natur Anda yang penuh dosa diwariskan dari manusia pertama yang telah jatuh ke dalam dosa, yaitu Adam, kepala dari ras kita.

“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa” (Roma 5:12).

Setiap orang ada, lahir dan “mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa” (Efesus 2:1). Dosa telah mematikan pengertian Anda tentang Allah. Dosa telah ditanamkan di hati Anda sehingga Anda memberontak kepada Allah. Dosa telah menjauhkan Anda dari Allah sehingga Anda melihat Dia seperti tidak nyata. Namun, puji Tuhan, Ia sendiri telah menyediakan cara bagi Anda untuk dapat melarikan diri dari penghukuman dosa yang sudah bergayut di atas Anda!

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Roma 5:8).

Dalam ayat lain di dalam Kitab Suci, Rasul Paulus berkata,

“Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa” (I Timotius 1:15).

Kristus telah mati bagi kita ketika kita masih terus-menerus berdosa. Kita tidak hanya berdosa sekali, atau dua kali, namun ribuan kali. Betapun Anda kehilatannya secara lahiriah suci dan baik, Anda telah ternoda oleh dosa-dosa yang tak terhitung jumlahnya.

Camkanlah juga bahwa Ia mati bagi Anda bahkan walaupun Anda telah menjadi buruk dari waktu ke waktu. Saya tahu bahwa ada beberapa dari Anda di sini pada pagi ini yang menjadi orang yang sangat berdosa. Bukankah ini menunjukkan kasih Kristus bagi Anda, bahwa Ia harus mati untuk menyelamatkan orang-orang berdosa yang penuh dengan dosa dan secara terus menerus hidup dalam dosa?

Pikirkan lagi. Anda sedang berdosa menentang Pribadi yang telah mati bagi Anda! Ini sungguh aneh karena Kristus telah mati bagi Anda, namun Anda sangat menentang-Nya. Sudahkah Anda mencemooh Kristus? Pernahkah Anda menolak datang kepada Kristus? Pernahkah Anda mempertimbangkan Dia sebagai pribadi yang tidak penting dalam hidup Anda? Jika Anda pernah melakukan semua itu, Anda telah berdosa menentang Pribadi yang telah mati untuk menyelamatkan Anda!

Sekali lagi, ingat bahwa beberapa dari Anda telah berdosa menentang Kristus dengan meremehkan Dia. Tidak pernahkah Anda berpikir bahwa Anda dapat diselamatkan dengan cara lain, dan bahwa Anda tidak memerlukan Kritus untuk menyelamatkan Anda sama sekali? Apakah maksudnya meremehkan Anak Allah yang telah mati agar Anda dapat hidup dan beroleh pengampunan, dan masuk ke dalam firdaus melalui Dia? Saya tahu Anda tidak ingin mengakui bahwa Anda meremehkan Dia, namun bukankah pada kenyataannya adalah demikian, dengan menolak Dia, Anda sungguh sedang meremehkan Dia, memandang rendah Dia, dan berpikir bahwa kematian-Nya di kayu Salib tidaklah penting bagi Anda?

Saya telah mengenal banyak orang yang dengan berusaha keras untuk menghentikan orang Kristen bersaksi kepada sanak keluarganya yang sedang sekarat. Saya telah mengetahui banyak orang yang berteriak menghentikan orang Kristen yang sedang bersaksi. Itu adalah apa yang kita maksudkan dengan meremehkan Kristus.

“Oh,” mungkin Anda berkata, “Saya tidak pernah melakukan itu!” Namun dengan cara yang lebih lembut, bukankah Anda melakukan hal yang sama setiap saat ketika Anda diminta untuk datang kepada Kristus? Bukankah Anda menolak Kristus sama seperti orang yang menghentikan orang Kristen yang sedang bersaksi kepada sanak keluarganya yang sedang sekarat? Oh, saya tahu Anda terlalu sopan untuk berteriak, atau berkata secara terbuka bahwa Anda menolak Kristus. Namun bukankah benar bahwa Anda sama dengan orang yang mencoba untuk menghentikan orang-orang Kristen bersaksi kepada para sanak saudara yang sedang sekarat? Ketika berulang kali Anda menolak untuk datang kepada Kristus dalam iman yang sederhana, bukankah Anda sedang memberontak menentang kasih Allah di dalam Kristus? Namun Yesus telah mati bagi pemberontakan orang-orang berdosa yang meremehkan Dia – orang-orang berdosa seperti Anda! Ia telah mati bagi Anda bahkan walaupun Anda telah meremehkan dan menolak Dia!

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Roma 5:8).

“Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa” (I Timotius 1:15).

Apa yang telah saya khotbahkan kepada Anda pagi ini? Saya telah mengkhotbahkan berita murni dari Kekristenan, yang diajarkan di setiap halaman dalam Alkitab, yang telah dikhotbahkan oleh para hamba Tuhan yang setia di sepanjang masa. Saya telah mengkhotbahkan Injil kekekalan,

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Roma 5:8).

Maukah pada pagi ini Anda menyerah dari prasangka-prasangka dan opini-opini agamawi picik Anda – dan datang kepada Kristus, Pribadi yang telah mengasihi Anda yang telah menyerahkan hidup-Nya untuk disalibkan demi menyelamatkan Anda dari penghukuman dosa-dosa Anda? Khotbah yang pernah Yesus berikan dalam Injil Markus berisi kata-kata berikut ini,

“Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.” (Markus 16:16).

Jika Anda menolak dan sinis kepada Yesus, pengaharapan apa yang Anda miliki yang dapat memperdamaikan Anda dengan Allah? Pengharapan apa yang Anda miliki untuk masuk ke dalam Sorga? Pengharapan apa yang Anda miliki untuk dapat melepaskan diri dari api yang kekal?

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Roma 5:8).

Maukah Anda datang kepada Yesus? Maukah Anda percaya kepada Dia dengan sepenuh hati Anda? Maukah Anda menerima kasih Allah yang telah ditunjukkan kepada Anda dengan mengutus Dia ke kayu Salib untuk menebus dosa-dosa Anda? Maukah Anda percaya kepada Kristus Yesus, dan menjadikan Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi Anda? Kiranya Allah menolong Anda untuk menerima Dia dan diselamatkan pada hari ini juga!

Marilah kita berdiri dan menyanyikan lagu nomer 7 dalam lembaran pujian ini. Bukalah lembaran pujian Anda dan mari kita menyanyikan lagu ini sambil meresapinya dan dengan segenap kekuatan kita.

Hai orang yang penuh dosa,
   Inginkah kau lepas
T’rimalah sabda rahmat-Nya
   Hidupmu ‘kan bebas
Pada Yesus, pada Yesus
   Taruh harapmu;
Pada Yesus, sumber s’lamat
   S’rahkan hidupmu

Cucuran darah Almasih
   Memb’ri berkat penuh
Membasuh hati yang keji
   Jiwa jadi sembuh
Pada Yesus, pada Yesus
   Taruh harapmu;
Pada Yesus, sumber s’lamat
   S’rahkan hidupmu
(“Only Trust Him” by John H. Stockton, 1813-1877/
    Nyanyian Pujian No. 135).

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khobah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on "Sermon Manuscripts."

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @
http://www.sttip.com

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Roma 5:1-10.
Lagu Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Saved by the Blood of the Crucified One” (by S. J. Henderson, 19th century).


GARIS BESAR KHOTBAH

ALLAH MENUNJUKKAN KASIH-NYA KEPADA ORANG BERDOSA!

Oleh: Dr. R. L. Hymers, Jr.


“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8).

I.   Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita di dalam
kematian Kristus, Yohanes 3:16; Roma 5:12, 8a.

II.  Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita dalam
kematian Kristus “ketika kita masih berdosa,” Roma 5:8b,
12; Efesus 2:1; I Timotius 1:15;  Markus 16:16.