Print Sermon

Tujuan dari situs ini adalah untuk menyediakan manuskrip dan video khotbah gratis kepada para pendeta dan misionaris di seluruh dunia, terutama Dunia Ketiga, di mana hanya ada sedikit sekolah seminari teologi atau sekolah Alkitab.

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 46 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net. .




KRISTUS MEMBERIKAN KEKUATAN KEPADA UMAT-NYA

(CHRIST STRENGTHENING HIS PEOPLE)

Oleh: Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Kebaktian Malam, 11 Juni 2006
di Baptist Tabernacle of Los Angeles

“Aku dapat melakukan segala sesuatu oleh karena Kristus yang memberi kekuatan kepadaku.” – KJV (Filipi 4:13).


Ini adalah “ayat hidup” saya. Saya bukan yang memilihnya. Yang lebih tepat adalah bahwa ayat ini yang telah memilih saya. Ijinkan saya menjelaskan kepada Anda bagaimana itu bisa terjadi.

Ayah saya adalah seorang sales peralatan rumah tangga yang putus sekolah ketika di SMU. Ibu saya juga putus sekolah. Hal ini sangat umum pada sekitar tahun 1920-an dan permulaan tahun 1930-an, karena Great Depression (tekanan yang luar biasa) memaksa anak-anak muda untuk bekerja lebih awal dari umur mereka pada zaman itu.

Saya suka sakit-sakitan pada waktu masih kanak-kanak sehingga banyak kali tidak masuk sekolah. Saya belajar membaca dan menulis dan menghabiskan waktu untuk membaca, namun saya tidak pernah diajar matematika, dan sampai hari ini saya tidak tahu times tables di luar kepala. Saya belajar sedikit tentang matematika selain penjumlahan dan perkalian, dan sedikit pembagian. Saya tidak lulus mata pelajaran aljabar pada waktu SMU. Saya tidak lulus mata pelajaran kimia. Saya tidak lulus pelajaran bahasa Latin, yang kemudian mata pelajaran ini menjadi persyaratan wajib. Saya dapat nilai “D” untuk bahasa Spanyol. Satu-satunya mata pelajaran yang mendapat nilai paling tinggi adalah ilmu pidato (speech) dan seni drama. Kebanyakan saya gagal dengan sangat menyedihkan di bidang mata pelajaran yang lain. Saya putus sekolah (dropped out) pada waktu di SMU kelas dua, dan bekerja selama setahun.

Namun saya telah mengalami panggilan illahi untuk melayani Tuhan. Saya tahu bahwa saya dipanggil untuk melayani Tuhan. Namun mereka menjelaskan kepada saya bahwa saya harus masuk perguruan tinggi untuk menjadi pengkhotbah Southern Baptist. Ini menempatkan saya pada suatu dilema yang sangat mengerikan, keadaan sulit yang membingungkan. Saya harus melakukan sesuatu yang melampaui kemampuan saya sendiri. Saya mengalami kesulitan ketika memikirkan untuk masuk perguruan tinggi yang membuat saya tidak bisa tidur bermalam-malam dan telapak tangan saya terus berkeringat.

Akhirnya, saya masuk kembali ke SMU dan melalui perjuangan yang berat selama satu tahun akhirnya saya lulus. Ini bagi saya adalah sebuah mujizat, dan bahkan sampai hari ini saya masih melihat itu sebagai mujizat. Namun kemudian saya harus masuk perguruan tinggi! Kata “perguruan tinggi” mengisi pikiran saya dan itu bagi saya mengerikan, karena saya tahu, dari hati yang paling dalam saya, saya tidak mungkin mampu belajar di perguruan tinggi. Saya telah gagal dengan sangat menyedihkan dalam akademik saya, dan saya tahu itu. Masih, perguruan tinggi berdiri di depan saya seperti rintangan Kafkaesque, suatu dinding yang tak dapat dilompati, di mana saya tidak mempunyai kemampuan untuk memanjat, tidak mempunyai kekuatan untuk menembusnya.

Ketika saya mulai masuk perguruan tinggi, saya sangat takut bahwa saya akan gagal. Dan seperti Ayub berkata,

“Karena yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku.” (Ayub 3:25).

Saya takut gagal pada tahun pertama saya di perguruan tinggi, seperti itulah ketakutan saya.

Saya bekerja pertama kali di bagian pembuatan peta (mapmaking department) di Departemen Kepolisian Los Angeles, dan kemudian bekerja sebagai penjaga area parkir di State Building di 107 South Broadway. Namun panggilan Tuhan untuk menjadi hamba Tuhan membuat saya tidak damai sejahtera. Seperti Yeremia menekankan,

“Tetapi apabila aku berpikir: "Aku tidak mau mengingat Dia dan tidak mau mengucapkan firman lagi demi nama-Nya", maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku” (Yeremia 20:9).

Pokoknya saya harus memberitakan firman Tuhan tidak peduli rintangan apa yang menghalangi jalan itu.

Pada saat saya memperoleh pekerjaan di State Building yang bertugas untuk mengantar surat (kurir) antar kantor untuk Division of Corporations itu, saya bekerja dari jam delapan pagi sampai jam lima sore. Tidak lama setelah mengambil pekerjaan empat puluh jam per minggu ini, saya dengan agak ragu-ragu dan kawatir mengambil dua kelas malam di Los Angeles City College: Psychology 1 dan English 21. Pada saat itulah Tuhan memberikan Filipi 4:13 ini kepada saya. Saya membaca buku kecil yang ditulis oleh penulis liberal. Satu dari bab-bab dalam buku ini didasarkan pada ayat ini. Namun bukan kata-kata orang liberal itu yang mengubah saya. Tidak, tetapi ayat itu sendiri yang telah mengubah saya.

“Aku dapat melakukan segala sesuatu oleh karena Kristus yang memberi kekuatan kepadaku.” – KJV (Filipi 4:13).

Kebenaran di dalam ayat itu memasuki pikiran saya seperti sambaran kilat. Saya diberikan energi tambahan olehnya. Saya dengan serius mengikuti dua kelas malam ini, belajar dengan seluruh kemampuan dan konsentrasi saya, dan akhirnya saya memperoleh nilai “B” untuk psikologi dan “A” untuk Bahasa Inggris. Saya tidak pernah mengambil satu mata kuliah pun sebelum jam 5:00 sore, karena saya bekerja empat puluh jam per minggu di pekerjaan sekuler saya itu, dan saya harus mengatur jadwal saya, dan semata-mata hanya oleh anugerah Tuhan sajalah akhirnya saya tamat dari Los Angeles City College dan California State University of Los Angeles setelah mengikuti kuliam malam selama enam tahun. Dan walaupun kuliah sambil bekerja, dua tahun terakhir saya memperoleh rata-rata nilai “B+” dan bahkan dalam Dean’s List di satu triwulan, menyebutkan bahwa ini bukan prestasi kecil untuk anak yang tidak tahu cara membuat table dan yang pernah gagal di SMU dan perguruan tinggi.

Perguruan tinggi bagi saya adalah pengalaman yang begitu lama dan membosankan. Saya tidak memiliki teman di luar gereja saya. Saya tidak pernah mengambil liburan, tidak pernah pergi ke pesta, tidak pernah relaks, tidak pernah “hura-hura.” Tidak ada yang lain selain bekerja yang sangat melelahkan dari jam 6:30 pagi sampai tengah malam – lima hari per minggu, setara dengan sekedul belajar keras dua belas jam setiap Sabtu dan bekerja di gereja untuk beberapa jam setiap Minggu. Saya merasa seperti anak-anak miskin dari Dickens. Namun saya telah melakukannya dan dinyatakan lulus dalam Dean’s List. Senator George Murphy menjadi pembicara pada saat acara wisuda saya di California State University of Los Angeles dan secara pribadi menyerahkan ijazah kepada saya sama seperti ia menyerahkan kepada saya diploma kemenangan dari perjuangan yang berat. Malam itu, setelah saya tamat, hati saya dipenuhi dengan sukacita. Saya tahu Alkitab adalah benar. Ini terbukti dari kemenangan saya di perguruan tinggi pada saat wisuda. Saya melanjutkan lagi dan memperoleh gelar master dan kemudian menyelesaian tiga gelar doctor. Saya juga dianugerahi gelar doctor kehormatan di bidang literature -- ini bukan prestasi kecil untuk anak yang tidak tahu cara membuat table dan yang pernah gagal di SMU dan perguruan tinggi!

“Aku dapat melakukan segala sesuatu oleh karena Kristus yang memberi kekuatan kepadaku.” – KJV (Filipi 4:13).

Namun saya akan memberikan nasehat kepada orang yang mengambil janji dari ayat ini secara sembarangan. Saya mengingatkan Anda untuk tidak mengutip ayat ini dengan sembarangan, atau mengaplikasikan janji itu untuk Anda sendiri, kecuali Tuhan sendiri yang mengiluminasikan itu dan mentransformasi Anda melalui ayat itu, karena

“Aku dapat melakukan segala sesuatu oleh karena Kristus yang memberi kekuatan kepadaku”

bukan sekedar frase motivasional. Oh tidak! Ini menyatakan satu kebenaran yang paling dalam dari Alkitab. Ada pelajaran yang agung dalam teks ini.

“Aku dapat melakukan segala sesuatu oleh karena Kristus yang memberi kekuatan kepadaku.” – KJV (Filipi 4:13).

Rasul Paulus telah mengalami ini dalam hidupnya sendiri. Ini bukan berarti ia dapat melakukan segala sesuatu. Sesungguhnya ada beberapa hal yang tidak dapat ia lakukan. Namun ini berarti bahwa ia dapat melakukan segala sesuatu yang Allah kehendaki darinya. Albert Barnes berkata,

Pengalamanannya sendiri dalam berbagai perubahan hidup telah menjamin hidupnya sampai pada kesimpulan ini; dan ia sekarang menyatakan kepercayaannya yang pasti bahwa tidak ada sesuatu yang harus dilakukannya yang tidak dapat dilaksanakannya. Dalam diri Paulus, deklarasi ini bukan suatu kepercayaan pada diri sendiri, atau semata-mata merupakan hasil dari pengalamannya sebelumnya. Ia tahu dengan baik di mana kekuatan yang diperoleh dengan melakukan segala sesuatu dan bahwa ada tangan yang menegakkan dia sehingga ia yakin dapat melakukannya (Albert Barnes, Notes on the New Testament, Baker Book House, 1983 reprint, note on Philippians 4:13).

Ini tidak berarti bahwa Paulus adalah manusia super. Ia memiliki “suatu duri di dalam daging” (II Korintus 12:7). Apapun yang dimaksudkan dengan itu, Allah menjelaskan kepadanya,

“Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna” (II Korintus 12:9).

Spurgeon berkata,

Tidak perlu diragukan bahwa Yesus Kristus membuat umat-Nya kuat oleh karena kekuatan iman mereka. Ini sungguh tidak dapat dijelaskan bahwa begitu banyak orang Kristen yang miskin dan lemah di sepanjang masa penganiayaan berdarah oleh Ratu Mary [ratu Skotlandia] ketakutan ketika mereka ditankap karena mereka tidak akan pernah dapat tahan terhadap siksaan api; namun ada orang yang menunjukkan tindakan yang paling berani…Ketika John Ardley dibawa ke hadapan Uskup Bonner, Bonner mengejek dia dengan berkata, “Kamu tidak akan dapat tahan terhadap api itu”… Jawab Aedley, “Saya tidak takut untuk mencobanya; dan saya katakan kepada Anda, Uskup, seandainya saya memiliki banyak nyawa seperti banyaknya rambut di kepala saya ini, saya akan menyerahkan semuanya itu dari pada saya harus menyerahkan Kristus.” Salah seorang [Uskup] yang sama kejamnya memegang tangan John Tomkins dan membakarnya jari demi jarinya pada lilin yang sedang menyala, dan berkata kepadanya, “Saya akan memberikan kamu rasanya api itu sebelum kamu masuk ke sana;” dan ketika jari itu melepuh dan pecah, Tomkins tersenyum, dan bahkan tertawa di depan wajah penyiksanya itu, ia siap menderita ketika setiap jari dari semua jarinya dibakar… Ingatlah Ignatius. Ia dibawa ke tempat sirkus Roma, dan setelah menerima ejekan dari kaisar Roma dan cemoohan orang banyak, singa-singa dilepaskan untuk menerkamnya, namun dengan berani ia memasukkan tangannya sendiri ke dalam mulut singa itu, seperti itulah orang itu ketika tulang-tulang itu mulai retak, ia berkata, “Sekarang saya mulai menjadi orang Kristen.” … Dan [John] Rogers, orang pertama yang mati di Inggris demi Kristus, yang juga mati sambil memuji Tuhan – seperti prajurit para martir yang mulia berbaris untuk berjuang dengan musik di depannya… Apakah argumentasi yang menggentarkan untuk membuktikan teks kita! Sesungguhnya, setiap orang Kristen dapat melakukan segala perkara oleh karena Kristus memberikan kekuatan kepada mereka (C. H. Spurgeon, “All-Sufficiency Magnified,” The New Park Street Pulpit, Pilgrim Publications, 1981 reprint, volume VI, p. 481).

Untuk memperoleh kekuatan ini Anda harus datang kepada Kristus dengan iman. Ia membayar hukuman dosa-dosa kita di kayu Salib. Ia telah mencurahkan Darah-Nya yang mahal untuk menebus jiwa Anda dari penghukuman. Ia bangkit mengalahkan kuasa maut. Ia ada di tempat tinggi, di sebelah kanan Allah. Datanglah kepada Kristus dengan iman. Serahkan hati dan jiwa Anda kepada Dia. Dia tidak hanya mau menyelamatkan Anda – Ia akan memimpin Anda untuk diselamatkan. Dan, ketika tahun-tahun berlalu, Anda akan melihat, berulang kali, bahwa kekuatan-Nya cukup untuk Anda, baik sekarang sampai selama-lamanya. Dan akhirnya, ketika Anda berdiri di jalan emas di Sorga, Anda akan dengan sepenuhnya memahami maksud kata-kata ini,

“Aku dapat melakukan segala sesuatu oleh karena Kristus yang memberi kekuatan kepadaku.” – KJV (Filipi 4:13).

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khobah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on "Sermon Manuscripts."

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @
http://www.sttip.com

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan:
II Korintus 11:24-30; 12:7-10.
Lagu Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Great is Thy Faithfulness” (by Thomas O. Chisholm, 1866-1960).


GARIS BESAR KHOTBAH

KRISTUS MEMBERIKAN KEKUATAN KEPADA UMAT-NYA

Oleh: Dr. R. L. Hymers, Jr.


“Aku dapat melakukan segala sesuatu oleh karena Kristus yang memberi kekuatan kepadaku.” – KJV (Filipi 4:13).

(Ayub 3:25; Yeremia 20:9; II Korintus 12:7, 9)