Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




MENGAPA BEGITU SEDIKIT KHOTBAH TENTANG
GETSEMANI PADA HARI INI?

(WHY SO LITTLE PREACHING ON GETHSEMANE TODAY?)

Oleh: Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Kebaktian Malam, 2 April 2006
di Baptist Tabernacle of Los Angeles

“Maka sampailah Yesus bersama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada muruid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.” (Matius 26:36).


Saya belum pernah mendengar khotbah tentang Getsemani. Saya telah mendengar ratusan khotbah sejak saya mulai pergi ke gereja Baptis 52 tahun yang lalu. Namun saya belum pernah mendengar satu khotbah tentang Getsemani. Saya telah mendengar khotbah tentang Sorga, khotbah tentang Neraka, khotbah tentang memenangkan jiwa, khotbah tentang mujizat-mujizat yang dilakukan oleh Yesus, khotbah-khotbah ekspositoris dari Surat-Surat dalam Alkitab, banyak khotbah dari Kitab Wahyu, khotbah dari Kitab Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, Ulangan, Yosua, Hakim-Hakim, kitab-kitab Sejarah, Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Nabi-Nabi Besar dan Nabi-Nabi Kecil, khotbah-khotbah teologi, karunia-karunia roh, penginjilan, pertumbuhan gereja, motivasi, Natal, Paskah, dan banyak subyek yang lainnya - namun saya belum pernah mendengar seseorang berkhotbah tentang Getsemani.

Bagi saya itu seperti sesuatu yang aneh ketika saya berpikir tentang itu di malam-malam yang lalu. Walaupun Alkitab telah dengan tegas berbicara tentang Getsemani. Ini ditekankan dalam empat Injil. Dua puluh satu ayat telah menekankan ini dalam Injil Matius. Dua puluh satu ayat lain yang menceritakan kisah ini ada dalam Injil Markus. Lima belas ayat yang menjelaskan ini ada dalam Injil Lukas. Dan bahkan Yohanes, yang mempunyai catatan yang paling sedikit tentang ini, menuliskannya dalam sebelas ayat. Jadi kalau begitu bukanlah kurang bahan dari Alkitab yang membuat begitu sedikit orang yang mengkhotbahkan tentang Getsemani. Atau juga bukan karena kurangnya bahan khotbah dari khotbah-khotbah para pendahulu kita tentang ini. Spurgeon. Yang dijuluki pangeran dari para pengkhotbah (prince of preachers), paling sedikit memberikan lima khotbah lengkap tentang subyek ini, dan menghubungkan dengan khotbah-khotbahnya yang lain secara berulang-ulang. Khotbah-khotbah Spurgeon tentang pokok ini adalah khotbah-khotbahnya yang bertema, “ Christ in Gethsemane,” “Gethsemane,” “The Garden of the Soul,” “The Agony in the Garden, ” dan “ The Betrayal,” namun ia sering kali berbicara tentang ini dalam banyak khotbahnya yang luar biasa. Sesering Spurgeon berbicara tentang subyek ini dan referensinya kepada khotbah-khotbahnya yang lain, jika dikumpulkan secara lengkap dapat menjadi sebuah buku. Mungkin saya akan melakukan itu suatu hari nanti. Buku ini dapat diberi judul “Spurgeon Speaks on Gethsemane.” Saya pikir kita memerlukan buku seperti itu.

Namun mengapa ada begitu sedikit khotbah hari ini tentang subyek ini, yang mana ini memiliki tempat yang terkemuka dalam Alkitab, dan banyak dibahas dalam khotbah-khotbah di masa lalu? Mengapa begitu sedikit itu dikhotbahkan pada hari ini? Saya mau memberikan tiga alasan.

I. Pertama, khotbah-khotbah hari ini cenderung dangkal, sementara Getsemani memiliki arti yang sangat dalam.

Khotbah dari satu atau dua ayat Alkitab, sekumpulan kisah, pada hari ini tidak ada yang menyentuh jiwa, tidak ada yang mengganggu seseorang atau perasaan orang. “Domba-domba itu harus diberi makan,” kata mereka, tetapi terlalu sering mereka memberi makan dengan cerita-cerita yang hambar. Apakah Anda ingat cerita pabel apa yang Anda sukai ketika masih kanak-kanak? Mengapa, itu tidak ada rasa apa-apa? Sama dengan banyak khotbah hari ini - tidak ada rasa, dangkal, tidak ada yang menegangkan pikiran - atau pun hati.

Namun Getsemani adalah khotbah yang dalam - dan tidak mudah difahami. Setelah Tuhan kita makan Pasakah di ruang atas bersama dengan murid-murid-Nya, Ia mengadakan Perjamuan Tuhan bersama dengan mereka. Kemudian Yudas keluar dan mengkhianati Dia, “pada waktu itu hari sudah malam” (Yohanes 13:30). Yesus membawa sebelas murid lainnya keluar dari ruangan itu, turun menyusuri pegunungan sebelah timur Yesusalem, menyeberang sungai Kedron, naik ke Bukit Zaitun, dan masuk ke kebun zaitun di Taman Getsemani. Ia meninggalkan delapan murid di dekat pintu masuk Taman, dan membawa Petrus, Yakobus, dan Yohanes saja, menjaga tempat di mana Ia mau berdoa. Ia pergi sendirian, masuk ke dalam Taman yang gelap itu. Ia begitu sedih dan gentar sementara Ia menderita dan bergumul dalam doa.

Barangkali itu memberikan kepada kita dua alasan untuk khotbah tentang Getsemani - yaitu masalah penderitaan dan doa. Banyak orang tidak ingin mendengar tentang penderitaan - entah penderitaan mereka sendiri atau orang lain. Dan mereka pasti tidak ingin mendengar tentang doa. Ini adalah hal penting namun menjadi subyek yang telah dilupakan. Sedikit orang menghadiri kebaktian doa - bahkan jika ada karena ada sesuatu - di kebanyakan gereja kita hari ini. Jika ada seribu orang pagi ini, kita akan terkejut jika melihat lebih dari tiga puluh atau empat puluh orang yang menghadiri kebaktian doa. Banyak gereja bahkan tidak memiliki acara kebaktian doa. Mereka semua mungkin memiliki kelas Alkitab di pertengahan minggu, namun tidak ada kebaktian doa.

Penderitaan? Mereka tidak ingin mendengar tentang itu. Beberapa dari banyak hal yang terjadi di dunia hari ini yang patut kita pikirkan adalah penderitaan di antara orang-orang Kristen di negara-negara Dunia Ketiga. Anda dapat membaca tentang itu di www.persecution.com . Namun siapa yang akan tertarik akan hal ini? Kebanyakan orang tidak akan tertarik. Khotbah-khotbah cenderung dangkal pada hari ini. Getsemani adalah khotbah yang sulit dipahami - dan dalam. Itu adalah alasan pertama kita mendengar begitu sedikit khotbah tentang itu. Seperti Rasul Paulus mengatakan sebelumnya,

“Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya” (II Timotius 4:3).

Saya percaya kita telah memasuki kondisi seperti itu baik di Amerika, dan dunia Barat.

II. Kedua, khotbah-khotbah hari ini cenderung bersifat motivasional, namun Getsemani bersifat teologikal.

Anda mungkin dapat memotivasi orang dengan khotbah yang dangkal tentang Kristus yang memberi makan kepada lima ribu orang atau Ia berjalan di atas air - namun bagaimana Anda dapat memberikan motivasi kepada orang dengan khotbah tentang Getsemani? Banyak orang bahkan tidak ingin berpikir tentang penderitaan, sehingga Anda tidak dapat menggunakan itu untuk memotivasi orang. Anda tidak ingin mereka tertidur seperti yang dilakukan oleh murid-murid-Nya, sehingga Anda tidak dapat mengkhotbahkan itu. Tidak ada yang dapat diadaptasi dari sini untuk khotbah yang menyenangkan diri sendiri. Sehingga, khotbah tentang itu telah dilupakan hari ini.

Khotbah tentang Getsemani bukan berita manusia. Ini tidak memiliki hubungan dengan kemanusiaan. Ini bersifat teologis, bukan motivasionl. Ini tentang Allah dan Kristus, bukan tentang Anda dan saya. Lihatlah Matius 26:37-38. Ia

“mulailah merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya”
     (Matius 26:37-38).

“Sangat sedih” - Spurgeon berkata, “Jiwa Kristus begitu sakit dan menderita .. diliputi dengan dukacita.” Bukalah Markus 14:33. Di sini kita membaca bahwa Dia

“sangat takut dan gentar” (Markus 14:33).

“Sangat takut” menurut Spurgeon, berarti “bahwa Ia sangat terkejut dan tersentak yang luar biasa ketika menghadapi kengerian yang luar biasa, sama seperti orang yang mengalami ketakutan sampai rambutnya berdiri dan tubuhnya gemetaran.

Kemudian bacalah Markus 14:34.

“Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya” (Markus 14:34).

Ia sangat sedih - seperti mau mati rasanya. Spurgeon berkata, “Rasa sakit-Nya yang tiba-tiba datang dan penderitaan yang begitu berat… hanya berhenti jika kematian tiba.”

Sekarang bukalah Lukas 22:44. Mari kita berdiri dan membaca ayat ini dengan bersuara.

“Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah” (Lukas 22:44).

Silahkan Anda duduk kembali. Spurgeon berkata, “Ungkapan dari Kitab Suci ini menyampaikan, bahwa sama sekali tidak ada hal yang sama dengan ini, namun itulah dia. Kami percaya bahwa Kristus benar-benar berpeluhkan darah… Jika Anda perhatikan, Ia tidak hanya mengeluarkan peluh darah, tetapi itu adalah tetesan-tetesan gumpalan darah; darah yang membeku, dan membentuk tetesan yang deras. Saya tidak dapat mengekspresikan lebih jelas lagi apa yang dimaksud dengan kata “titik-titik” - gumpalan-gumpalan darah … ketika itu “bertetesan ke tanah” - ini menunjukkan derasnya, sehingga itu bukan hanya nampak seperti keringat di kulit saja dan kemudian menyerap ke dalam bajunya, sehingga Ia menjadi seperti orang yang baru dianiaya, namun bahkan gumpalan-gumpalan darah itu bertetesan ke tanah. Di sini Ia berdiri tiada taranya. Ia adalah manusia dalam keadaan baik, hanya sekitar tiga puluh tahun… namun tekanan mental… begitu menekan-Nya dengan luar biasa, bahkan sampai pori-pori-Nya mengeluarkan gumpalan-gumpalan darah yang bertetesan jatuh ke tanah. (The Metropolitan Tabernacle Pulpit, number 493).

Sekarang kita harus mengingat bahwa semua ini terjadi atas Kristus sebelum Dia ditangkap. Belum ada tangan orang yang menyentuhnya. Oleh sebab itu, Kita tidak dapat melihat alasan fisikal yang menyebabkan penderitaan-Nya di Getsemani. Ini juga bukan konflik dengan Setan. Sungguh menarik, Setan tidak disebutkan dalam sejumlah catatan Injil di Getsemani. Bukan, penderitaan itu, peluh darah itu, dan pengalaman seperti mau mati itu tidak nampak sebagai serangan Satanik.

Saya berpikir bahwa salah satu alasan kita mendengar terlalu sedikit khotbah tentang Getsemani adalah bahwa pengalaman Kristus tidak dapat sepenuhnya dipahami dengan pikiran manusia. Seperti hyme Puritan yang ditulis oleh Joseph Hart mengatkan,

Seringkali kita bicara tentang darah Yesus,
Namun, betapa sedikit yang memahaminya!
Tentang penderitaan-Nya yang begitu besar
Para malaikatpun tak sepenuhnya memahaminya
   (“Thine Unknown Sufferings” by Joseph Hart, 1712-1768).

Kita mendengar sedikit tentang Getsemani di mimbar-mimbar gereja kita karena begitu sedikit yang memperhatikan penderitaan-Nya hari ini. Kita tidak mengambil waktu untuk bertanya kepada diri kita sendiri mengapa Kristus mengalami pengalaman yang sangat mengerikan ini, kelihatannya tanpa disebabkan oleh Setan, dan sebelum Ia ditangkap dan disiksa oleh tangan-tangan manusia. Hanya Alkitab yang dapat menjawab kepada kita mengapa Anak Manusia harus menderita, begitu luar biasa, begitu sedikit orang yang dapat memahaminya, akal manusia sulit memahaminya.

III. Ketiga, khotbah hari ini cenderung terfokus pada pekerjaan manusia, namun Getsemani terfokus pada perkerjaan Kristus

Saya berpikir salah satu alasan kita mendengar begitu sedikit khotbah tentang Getsemani (atau bahkan tentang penyaliban itu sendiri) adalah karena khotbah-khotbah hari ini telah sangat dipengaruhi oleh “decisionisme.” Para pengkhotbah masa lalu berfokus kepada pekerjaan Kristus untuk menyelamatkan kita. Sedangkan, sejak permulaan pelayanan Finney, focus khotbah berpaling dari pekerjaan Kristus kepada pekerjaan manusia. Sehingga sekarang, dari pada berbicara tentang apa yang Yesus lakukan untuk menyelamatkan kita, lebih baik berbicara tentang apa yang kita perlu lakukan untuk “beroleh selamat.” Jadi, seluruh focus khotbah telah berubah - dari apa yang Kristus telah lakukan untuk menyelamatkan kita, menjadi apa yang kita perlu lakukan untuk menyelamatkan diri kita sendiri!

Sejak banyak khotbah hari ini berbicara tentang pekerjaan manusia, dari pada pekerjaan Kristus, maka sedikit pikiran yang diberikan untuk memikirkan doktrin yang agung tentang penebusan. Dan dengan begitu sedikit pikiran tentang penebusan, penderitaan Yesus di Taman Getsemani menjadi lebih sedikit diperhatikan dari pada di pandang sebagai kisah yang menarik. Mengapa harus terganggu dengan khotbah tentang itu? Itu hanyalah sebagian dari kisah kehidupan Kristus. Itulah pemikiran banyak orang.

Namun pada malam ini saya menjelaskan kepada Anda bahwa penderitaan Kristus di Getsemani harus menjadi khotbah yang menempai hati orang Kristen. Tanpa beberapa pemahaman tentang Getsemani Anda tidak dapat memahami Injil. Penyaliban dan kebakitan menjadi tidak begitu penting bagi hidup Anda kecuali dilengkapi dengan arti penderitaan Kristus dan peluh darah Kristus di Getsemani.

Saya pikir ini bukan semata-mata sebagai kebetulan bahwa manusia pertama kali jatuh di sebuah taman - dan bahwa permulaan keselamatan manusia di mulai dari sebuah taman juga. Penderitaan Kristus di Taman Getsemani adalah jawaban dari kejatuhan Adam di Taman Eden. Dan dalam pernyataan itu terletak pusat berita dari Getsemani

Mengapa Kristus mengalami penderitaan yang sangat mengerikan di taman itu? Penderitaan itu tidak ditimbulkan oleh Setan. Penderitaan itu tidak disebabkan oleh tentara Romawi dan para imam Yahudi. Mengapa, sebelum itu semua Ia telah menderita? Biarkan Spurgeon memberikan jawabannya. Spurgeon berkata,

Saya tidak berpikir bahwa konflik besar ini [di Getsemani] muncul oleh karena ketakutan akan kematian Tuhan kita, juga bukan karena ketakutan-Nya mengalami penderitaan fisik dan semua aib yang akan diterima dan rasa malu yang akan segera ditanggung-Nya. Namun, yang pasti, penderitaan di Getsemani adalah bagian dari beban berat yang siap ditimpakan kepada-Nya demi menggantikan umat-Nya; itulah yang menekan roh-Nya. Ia telah siap untuk membawa seluruh beban itu ke atas kayu Salib, namun saya merasa bahwa penderitaan itu telah dimulai di Getsemani. Anda tahu bahwa Petrus menulis, “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib,” namun… Ia menuju ke kayu salib membawa beban yang luar biasa itu, dan masih terus membawanya ke kayu salib itu. Anda ingat bahwa Petrus juga menulis, di ayat yang sama, “Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” Bilur-bilur itu telah jatuh bukan pada waktu Yesus di atas kayu salib, namun sudah menetes ketika Ia dicambuki dengan kejam pada saat pengadilan Pilatus. Saya percaya bahwa Ia telah menanggung dosa-dosa kita .. beban-beban itu mulai menimpa Dia ketika ia datang ke bukit zaitun [Getsemani] itu, dan secara keseluruhan menimpa Dia dengan intensitas yang tiada batas ketika Ia dipakukan di kayu salib, dan begitu menekan Dia sampai berseru dalam penderitaan-Nya, “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” (C. H. Spurgeon, “Christ in Gethsemane,” The Metropolitan Tabernacle Pulpit, Pilgrim Publications, 1979 reprint, volume 56, p. 145).

Dr. Gill, dalam commentary -nya yang monumental dan sangat membantu untuk memahami Alkitab, juga berkata dengan jelas bahwa penderitaan Kristus di Taman itu adalah berkaitan dengan beban dosa manusia yang ditimpakan kepada-Nya di sana. Tafsiran tentang kata-kata dalam Matius di mana Kristus “mulailah merasa sedih dan gentar” (Matius 26:37), Dr. Gill berkata,

Penderitaan-Nya telah dimulai, karena penderitaan itu tidak berakhir di sini, namun di kayu salib; bukan itu, ini hanyalah permulaan dari penderitaan-Nya, atau ini lebih ringan dibandingkan dengan penderitaan yang akan dihadapi kemudian; karena penderitaan itu begitu berat, dan sungguh nampak paling berat dari semua penderitaan yang ada… “dan ini menjadi begitu berat”; dengan beban dosa umat-Nya (John Gill, D.D., An Exposition of the New Testament, The Baptist Standard Bearer, 1989 reprint, volume 1, p. 334).

Lagi, tulisan dalam Lukas 22:44, berhubungan dengan peluh darah Kristus, Dr. Gill berkata,

Ini bukan semata-mata karena takut akan kematian, dan pikiran yang begitu menderita, berhubungan dengan itu, yang membebani Tuhan kita, namun perasaan yang Ia miliki karena dosa-dosa umat-Nya, yang ditimpakan kepada Dia, dan kutuk dari kebenaran hukum Allah, yang Ia pikul, dan terlebih murka Allah, yang dibiarkan masuk ke dalam jiwa-Nya (John Gill, D.D., ibid., pp. 711-712).

Para pengkhotbah Baptis masa lalu ini, Spurgeon dan Dr. Gill, memberikan kepada kita gambaran yang jauh lebih jelas tentang apa yang terjadi di Getsemani dari pada para penulis modern lainnya, yang mundur dan ragu untuk menjelaskan kepada kita bahwa dosa kita telah ditimpakan kepada Yesus di Taman itu, dan bahwa Ia menjadi terbebani oleh dosa-dosa kita, membawa dosa-dosa kita di dalam tubuh-Nya, hari berikutnya, ke kayu Salib. Saya sependapat dengan Spurgeon dan Gill. Itu adalah apa yang terjadi menimpa Juruselamat dalam detik-detik penderitaan-Nya yang kelam di Getsemani. Sungguh, apakah ada yang lain selain dosa-dosa kita yang dapat membuat Yesus sampai seperti putus asa, dan begitu menderita, sampai meneteskan peluh darah? Di sini, di Taman Getsemani ini,

“tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian” (Yesaya 53:6).

Beberapa jam kemudian Ia akan membawa dosa-dosa itu dari Getsemani ke kayu Salib.

“Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya” (Yesaya 53:4),

dari Getsemani, melalui hukuman cambuk oleh Pilatus, dan kemudian menuju salib.

Tidak pernah ada penjelasan tentang “Penderitaan yang Takterpahami” dari Kristus di Getsemani yang lebih jelas dari penebusan orang berdosa dengan Darah yang dituangkan dalam syair lagu, karya Joseph Hart (1712-1768).

Seringkali kita bicara tentang darah Yesus,
Namun, betapa sedikit yang memahaminya!
Tentang penderitaan-Nya yang begitu besar
Para malaikatpun tak sepenuhnya memahaminya

Siapa yang dapat memahaminya dengan benar
Dari awal sampai akhirnya?
Hanya Tuhan dan Tuhan sendiri
Yang sepenuhnya memahami beban itu

Pandanglah penderitaan Anak Allah
Rintihan, erangan, peluh darah!
Kasih Allah yang tak terhingga
Yesus, kasih yang engkau miliki!
   (“Thine Unknown Sufferings” by Joseph Hart, 1712-1768).

Sekarang, saudara yang terkasih, apakah Anda melihat seberapa jauh Getsemani menggeser kita dari kedangkalan pikiran Anda yang dihasilkan oleh “decision” yang Anda buat, yang akan membantu Anda menemukan kebenaran bersama dengan Tuhan? “decisions” dan “dedikasi” Anda tidak lain dari usaha manusia yang sia-sia dan tidak berharga. Lupakan bentuk-bentuk buatan manusia modern ini, dan lemparkan dirimu sendiri ke bawah kaki Yesus. Ia telah mengalami semua penderitaan yang diperlukan untuk menebus jiwa Anda. Ia telah membayar lunas dosa Anda. Datanglah kepada-Nya dan semua dosamu langsung dihapuskan oleh “Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yohanes1:29). Datanglah kepada Dia malam ini dalam iman yang sederhana dan semuanya akan menjadi baik antara Anda dan Tuhan, karena Yesus telah membayar lunas untuk keselamatan Anda dari dosa. Maukah Anda datang kepada Dia malam ini? Saya minta Anda melakukan itu sebelum kita meninggalkan gedung ini. Datanglah kepada Yesus, “Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.”

(SELESAI)
Anda dapat membaca khobah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on "Sermon Manuscripts."

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @
http://www.sttip.com

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Matthew 26:36-39.
Lagu Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Thine Unknown Sufferings” (by Joseph Hart, 1712-1768).


GARIS BESAR KHOTBAH

MENGAPA BEGITU SEDIKIT KHOTBAH TENTANG
GETSEMANI PADA HARI INI?

Oleh: Dr. R. L. Hymers, Jr.


“Maka sampailah Yesus bersama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Ia berkata kepada muruid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.” (Matius 26:36).

I.   Pertama, khotbah-khotbah hari ini cenderung dangkal, 
sementara Getsemani memiliki arti yang sangat dalam. 
Yohanes 13:30; II Timotius 4:3.

II.  Kedua, khotbah-khotbah hari ini cenderung bersifat motivasional, 
namun Getsemani bersifat teologikal. Matius 26:37-38; 
Markus 14:33-34; Lukas 22:44.

III. Ketiga, khotbah hari ini cenderung terfokus pada pekerjaan 
manusia, namun Getsemani terfokus pada perjeaan Kristus, 
Matius 26:37; Yesaya 53:6; Yohanes 1:29.