Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




TANDA-TANDA PERTOBATAN

(SIGNS OF CONVERSION)

Oleh: Dr. Robert Hymers
Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Kebaktian Pagi, 5 Februari 2006
di Baptist Tabernacle of Los Angeles

“Ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah” (1 Yohanes 4:1)


Bagaimana kita dapat mengetahui apakah seseorang telah benar-benar datang kepada Kristus? Jonathan Edwards berbicara tentang ini panjang lebar, ia memberikan detail-detail deskripsinya dalam khotbahnya yang berjudul “What are Distinguishing Scripture Evidences of a Work of the Spirit of God” (The Works of Jonathan Edwards, Banner of Truth Trust, 1992 reprint, volume 2, pp. 266-269). Saya mengambil empat dari tanda-tanda yang diberikan oleh Edward, yang bisa kita gunakan untuk “menguji roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah.” Dalam bahasa sederhana, di sini ada empat pengujian Edwards yang memberikan tanda-tanda pertobatan sejati.

I. Pertama, ketika penghargaan mereka akan Kristus meninggi.

Perhatikan ayat dua dan tiga ini,

“Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang dalam daging manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus datang dalam daging, tidak berasal dari Allah…” 
     - KJV (I Yohanes 4:2-3).

Edwards berkata,

Ini penting untuk diobservasi bahwa kata mengaku [confess], seperti ini sering digunakan di dalam Perjanjian baru, lebih dari sekedar berarti mengijinkan [allowing/admitting]… Sehingga jika Roh yang sedang bekerja di antara orang-orang itu kelihatannya menyadarkan mereka akan Kristus, dan memimpin mereka kepada Dia - untuk mengkonfirmasi pikiran mereka… bahwa Ia adalah satu-satunya Juruselamat, dan bahwa mereka menyadari begitu sangat membutuhkan Dia.. menyebabkan pikiran yang meninggikan dan mengagungkan Dia lebih dari yang mereka miliki sebelumnya, dan lebih menunjukkan kasih mereka kepada Dia; itu adalah tanda yang pasti bahwa itu adalah kebenaran dan Roh yang benar…. Tetapi kata-kata Rasul ini begitu luar biasa: seseorang kepada siapa Roh itu memberikan kesaksian… harus menjadi bahwa Yesus yang menyatakan diri dalam daging, dan bukan Kristus yang lain dalam posisi-Nya; atau juga bukan Kristus yang mistik dan fantastic; seperti sesuatu yang bercahaya. Ini akan mengurangi penghargaan terhadap penampilan luar Kristus - atau Yesus sebagaimana Ia datang dalam daging - dan memimpin mereka meninggalkan Dia; Tetapi roh yang memberikan kesaksian untuk Yesus yang riil, dan memimpin kepada Dia, tidak lain adalah Roh Allah (ibid).

Selanjutnya, seseorang yang benar-benar telah bertobat berpikir sangat meninggikan Kristus dari Alkitab, yang secara fisik telah disalibkan untuk membayar dosa-dosanya, dan secara fisik telah bangkit dari kematian, dan sekarang duduk di sebelah kanan Allah dalam tubuh kebangkitan-Nya. Seseorang yang telah menyadari akan kebenaran Kristus ini, dan yang telah datang kepada Dia dengan iman, “adalah dari Allah (1 Yohanes 4:2). Ia tidak hanya bersandar pada “Kristus yang adalah roh semata.” Tidak! Ia percaya akan kebangkitan, keadaan fisik Kristus di Sorga. Ia tidak percaya pada perasaan atau emosi. Tidak! Ia datang kepada Yesus, yang telah naik ke Sorga di sebelah kanan Allah Bapa. Itu adalah Kristus yang ia akui. Itu adalah Kristus yang ia percaya. Itu adalah Kristus yang menyelamatkan dia. Orang ini adalah pribadi yang telah diselamatkan!

II. Kedua, ketika hati mereka berbalik dari memikirkan hal-hal duniawi menjadi memikirkan hal-hal tentang Allah.

Lihat ayat empat sampai ayat enam.

“Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia. Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka. Kami berasal dari Allah.…” (I Yohanes 4:4-6a).

Edwards berkata ini menunjukkan perbedaan,

Roh yang berasal dari Allah mengalahkan roh yang berasal dari dunia ini; sedangkan roh yang lain yang berasal dari dunia, berbicara tentang hal-hal duniawi [yang menyenangkan]. (ibid).

Orang-orang yang berpikir tentang Allah, dan bersukacita tentang hal-hal tentang Allah; orang-orang yang memiliki hati berbalik dari keduniawian kepada hal-hal tentang Allah; mereka ada di antara orang-orang yang berasal “dari Allah.”

III. Ketiga, ketika penghormatan mereka terhadap Alkitab lebih besar dari pada penghargaan mereka terhadap logika manusia.

Edwards berkata,

Roh yang bekerja seperti misalnya menyebabkan orang-orang lebih menghargai Kitab Suci, dan pendirian mereka [untuk mempercayai Alkitab] adalah pasti dari Roh Allah (ibid).

Lihat ayat enam. Mari kita berdiri dan membaca dengan membuka suara bersama-sama.

“Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan.” (I Yohanes 4:6).

Silahkan saudara duduk kembali.

Rasul Yohanes berbicara tentang “mendengar kami.” Melalui ini ia memaksudkan Rasul-Rasul, dan mereka semua yang menulis Alkitab. Orang yang telah diselamatkan mendengarkan Alkitab dan percaya apa yang Alkitab katakan. Orang yang tidak diselamatkan tidak mendengarkan dan mempercayai Alkitab. “Untuk mengetahui roh kebenaran, dan roh yang menyesatkan”, Edwards berkata,

Iblis menunjukkan kefanaan … membenci Alkitab sebagai buku yang suci: ia melakukan semuanya dalam kuasanya untuk memadamkan terang itu: dan mendorong orang-orang untuk meninggalkannya; ia tahu ini akan menjadi terang yang mengalahkan kerajaan kegelapannya… ini adalah pedang Roh, yang menembusnya dan menaklukkannya… oleh sebab itu ia… menentang Alkitab, dan membenci setiap kata dari dalamnya; dan kita [dapat] memastikan bahwa ia tidak akan pernah berusaha untuk [membuat kita percaya kepada Alkitab, atau mengasihinya]. [Oleh sebab itu] kita pada umumnya melihatnya [fantastic] bahwa mereka [tidak menghargainya], dan menempatkan [perasaan atau beberapa buku lainnya] di atas Alkitab (ibid).

Tetapi orang Kristen sejati lebih menghargai Alkitab dari pada semua buku lainnya, dan mempercayai Alkitab adalah benar-benar Firman Tuhan yang “dinafaskan Allah.” Orang Kristen sejati membaca Alkitab dan mempercayai serta melakukan apa yang ia baca. Orang Kristen sejati lebih respek terhadap Alkitab dari pada logika manusia, akal manusia, dan filsafat manusia, karena ia tahu bahwa buku ini adalah satu-satunya yang diinspirasikan, Firman Allah yang tiada salah. Oleh sebab itu, penjelasan ketiga tentang orang Kristen sejati adalah apakah ia mempercayai Alkitab - keseluruhan Alkitab.

“Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, ia mendengarkan kami [para penulis Alkitab]; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan.” (I Yohanes 4:6).

Kita juga mengetahu perbedaan antara orang yang telah diselamatkan dan yang masih hilang dengan tanda selanjutnya.

IV. Keempat, ketika mereka mengasihi gereja mereka.

Mari kita berdiri dan membaca ayat tujuh dan delapan dengan suara keras.

“Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.”
      (I Yohanes 4:7-8).

Silahkan duduk kembali. Baik laki-laki maupun perempuan yang mengasihi jemaat lokalnya dengan sepenuh kasih agafe adalah orang Kristen sejati. Ia yang tidak mengasihi saudara atau saudarinya di dalam jemaat “tidak mengenal Allah; karena Allah adalah kasih” (1 Yohanes 4:8).

Ia boleh berkata bahwa ia mengasihi Allah. Tetapi pernyataan ini terbukti palsu jika ia tidak mengasihi saudara atau saudarinya di dalam gerejanya, yang untuknya Kristus telah mati. Jadi, kasih agafe yang sejati untuk jemaat lokalnya adalah tanda yang kuat bahwa orang ini telah diselamatkan.

“Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi…Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” (I Yohanes 4:7-8).

“Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.” (I Yohanes 2:19).

Lihatlah komentar yang baik dari John MacArthue tentang ayat ini dalam The MacArthur Study Bible, tafsiran ayat 1 Yohanes 2:19. Dr. MacArthur, walaupun salah dalam pengajarannya tentang Darah, namun saya percaya bahwa ia benar dengan apa yang ia katakan dalam tafsiran ini. Laki-laki maupun perempuan yang meninggalkan gerejanya karena ia kurang mengasihi gerejanya, ini menunjukkan bahwa bisa jadi ia belum bertobat, seperti observasi Dr. MacArthur di dalam tafsiran ini.

Berikut ini adalah ringkasan khotbah Edwards menurut abjadnya,


1. Orang yang telah diselamatkan memiliki respek dan kasih yang tinggi bagi Yesus Kristus.

2. Orang yang telah diselamatkan berbalik dari hal-hal duniawi kepada Yesus Kristus.

3. Orang yang telah diselamatkan mengasihi Alkitab dengan segenap hatinya dan membacanya serta mentaatinya.

4. Orang yang telah diselamatkan mengasihi saudara dan saudarinya di dalam gereja lokal, dan tidak ingin meninggalkan persekutuan mereka.


Bukti keselamatan bukan bergantung pada perasaan dan pikiran subyektif, tetapi apakah orang itu mengasihi Kristus, berbalik dari keduniawian yang penuh dosa kepada Kristus, mengasihi Alkitab dan gereja lokalnya. Ini adalah bukti-bukti pertobatan!

Apakah Anda memiliki penghormatan yang tinggi terhadap Kristus? Sudahkah Anda berbalik dari hal-hal duniawi kepada Kristus dan gereja? Apakah Anda mengasihi Alkitab dengan sepenuh hati Anda? Apakah Anda mengasihi jemaat lokal dimana Anda menjadi anggotanya? Jika empat hal ini benar-benar Anda miliki, ini sangat mungkin bahwa Anda telah bertobat, bahwa Anda telah menjadi anak Allah yang sejati, sudah pasti telah diselamatkan untuk selama-lamanya.

Di sisi lain, jika Anda gagal memenuhi standard sederhana ini, ini sangat mungkin bahwa Anda masih terhilang. Jika itu benar, saya sarankan Anda untuk bertobat dan sepenuhnya berbalik kepada Yesus sang Juruselamat. Ia masih mengasihi Anda. Ia akan mengampuni dosa Anda dan memberikan hidup kekal kepada Anda jika Anda mau datang kepada Dia dengan iman yang sederhana. Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khobah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on "Sermon Manuscripts."

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @
http://www.sttip.com

Pembacaan Alkitab sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: I John 4:1-8.
Persembahan Lagu Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“I am Amazed” (by A. H. Ackley, 1887-1960).


GARIS BESAR KHOTBAH

TANDA-TANDA PERTOBATAN

Oleh: Dr. Robert Hymers


“Ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah” (I Yohanes 4:1).

I.   Ketika penghargaan mereka akan Kristus meninggi, I Yoh. 4:2-3.

II.  Ketika hati mereka berbalik dari memikirkan hal-hal duniawi 
menjadi memikirkan hal-hal tentang Allah, I Yoh. 4:4-6a.

III. Ketika penghormatan mereka terhadap Alkitab lebih besar dari
pada penghargaan mereka terhadap logika manusia, I Yoh. 4:6.

IV. Ketika mereka mengasihi gereja mereka, I Yoh. 4:7-8; I Yoh. 2:19.