Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




SADAR DAN BERTOBATLAH SEKARANG -
ATAU TERSIKSA UNTUK SELAMA-LAMANYA

(CONVICTION AND CONVERSION NOW -
OR A TORMENTED CONSCIENCE FOREVER)

Oleh: Dr. Robert Hymers
Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto

Khotbah ini Dikhotbahkan di Kebaktian Malam, 15 Januari 2006
di Baptist Tabernacle of Los Angeles

?Aku senantiasa bergumul dengan dosaku.?
(Mazmur 51:3).


Ketika Daud mengaku dirinya, ia senantiasa bergumul dengan dosanya. Tetapi masih ada cara baginya untuk memperoleh pengampunan selama ia masih hidup di dunia ini. Ini masih mungkin baginya untuk memperoleh pengampunan. Dalam Mazmur ini tertulis bahwa Daud mengakui dua aspek dosanya.


1. Pertama, ia mengaku dosa yang benar-benar talah ia buat. Ia berkata pada ayat 4, ?Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat,? (Mazmur 52:4). Ia menunjukkan bahwa ia merasa bersalah karena dosa-dosa yang telah ia lakukan.

2. Kedua, ia masuk ke akar permasalahannya di ayat 5: ?Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.? (Mazmur 51:5). Dalam pengakuannya yang kedua ini, ia menunjukkan bahwa ia merasa bersalah atas warisan dosa, yang telah menjalar ke dalam dirinya dari nenek moyangnya yang pertama, yaitu Adam. Ia merasa berdosa dan kotor karena warisan dosa yang ada bersama dengan dia pada waktu ia dilahirkan.


Para pengkhotbah Kebangunan Rohani Pertama, khususnya George Whitefield, menyelidiki hati orang-orang berdosa sampai mereka sendiri mengakui kenyataan dosa-dosa mereka. Whitefield, penginjil terbesar pada zaman itu, menekankan hal itu. Ia kemudian menunjukkan nurani mereka sendiri berhubungan dengan natur dosa warisan mereka, natur mereka yang berdosa, ketika mereka lahir, dan ketika mereka menjalani kehidupan mereka. Whitefield sering berkata bahwa manusia yang tidak merasakan kengerian oleh karena warisan natur dosanya, tidak dapat benar-benar bertobat di dalam Kristus. Ia menekankan hal ini dengan kuatnya, sampai banyak orang dalam pelayanannya datang dengan kesadaran yang penuh bahwa mereka ada dalam kondisi menyedihkan di dalam Adam, sadar akan natur dosa mereka, warisan dari Adam, melanggar dan menentang Tuhan. Melanggar dan menentang adalah natur mereka, bahkan sekalipun mereka tidak melakukan satu dosa pun, secara fisik, mereka tetap harus dihukum ke Neraka, karena natur mereka yang berdosa.

Sudahkah Anda merasakan hal itu? Sudahkah Anda merasa bahwa kecenderungan hati Anda adalah merusak, memberontak dan penuh dosa sebelum sepenunya mata Anda melihat Allah? Sudahkah Anda merasa bahwa Anda cenderung berbuat jahat, dan bahwa Anda lahir dalam dosa?

Hasil dari kesadaran oleh Roh Kudus membuat Anda begitu malu dan merasa bersalah oleh karena dosa-dosa yang secara nyata Anda telah lakukan. Oleh sebab itu, pekerjaan Roh Kudus untuk menyadarkan harus membuat Anda benar-benar sadar bahwa Anda adalah orang berdosa dalam natur Anda, sejak dari lahir, warisan dosa ini terus membuat Anda menentang Tuhan di sepanjang hidup Anda, membuatnya tidak mungkin bagi Dia untuk masuk ke dalam daging ini, oleh karena Anda adalah orang berdosa oleh karena natur warisan Anda,

?Sebab keinginan daging [belum bertobat] adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.? (Roma 8:7).

Ketika seseorang melihat dirinya sendiri dengan cara ini, seperti diperbudak oleh dosa, natur kebaikannya telah rusak oleh dosanya sendiri - keberadaannya yang terkutuk, ia akan berseru kepada Tuhan,

?Aku senantiasa bergumul dengan dosaku.? (Mazmur 51:3).

Dosa pribadi yang ia telah lakukan juga akan membebaninya bersama dengan perasaan bersalah yang teramat dalam oleh karena dosa-dosanya, dan ia juga akan mengalami tekanan, dan bergumul oleh karena natur dosa warisannya, yang telah begitu mengikatnya dan meruntuhkannya sehingga ia tidak dapat lari dari dosa di dalam hati dan pikiranya. Kemudian ia berkata,

?Aku senantiasa bergumul dengan dosaku.? (Mazmur 51:3).

Pekerjaan pertama dari Roh Kudus adalah menginsafkan dan menyadarkan Anda seperti itu. Berhubungan dengan perkerjaaan Roh Kudus, Yesus berkata,

?Ia akan menginsafkan dunia akan dosa? (Yohanes 16:8).

Untuk bertobat dengan sungguh-sungguh tentu harus ada pekerjaan Roh ini dalam hatimu. Hati Anda harus diinsafkan, disadarkan oleh Tuhan bahwa Anda adalah orang berdosa baik oleh karena sifat dasar Anda maupun perbuatan Anda. Di bawah perkerjaan Roh Kudus ini, Anda akan mulai merasa apa yang Daud rasakan ketika ia berkata,

?Aku senantiasa bergumul dengan dosaku.? (Mazmur 51:3).

Jika Anda mau benar-benar bertobat, Anda harus tinggal dalam frame pikiran seperti ini, tidak lebih dan tidak kurang, sampai Anda menemukan pertolongan di dalam Kristus Yesus. Anda harus hati-hati untuk tidak memadamkan Roh (1 Tesalonika 5:19). Kata ?memadamkan? berhubungan dengan memadamkan api. Jika Roh Kudus seperti api yang menginsafkan hati Anda, Anda harus benar-benar menjaga agar tidak memadamkannya

?Janganlah padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat.? (I Tesalonika 5:19-20).

Jangan padamkan api yang menginsafkan. Jangan anggap rendah, perkataan nubuat, yang Anda dengar dari mimbar.

Anda dapat memadamkan Roh dengan memaapkan diri Anda sendiri akan dosa Anda. Anda dapat mempersalahkan orang lain. Anda dapat membandingkan diri Anda dengan orang lain, dan berpikir ?Saya tidak seburuk dia.? Ini memadamkan api, dan memadamkan api yang menginsafkan di dalam hati Anda. Anda dapat menolak untuk mengaplikasikan firman Tuhan yang disampaikan bagi diri Anda sendiri, dan berpikir, ?Itu baik untuk mereka dengar, tetapi saya tidak perlu memperhaikannya.? Ini juga adalah memadamkan api yang menginsafkan dan mengeluarkan Anda dari keselamatan sejati di dalam Kristus. Anda dapat memiliki persaan terhakimi, tetapi dengan mengusirnya keluar dari pikiran Anda dengan berpikir tentang sesuatu yang lebih menyenangkan setelah kebaktian selesai. Maka selanjtnya, Anda tidak akan memperoleh apa-apa dari khotbah berikutnya. Perasaan bersalah yang Anda miliki oleh karena khotbah yang lalu telah menjadi padam, api itu telah keluar dari dalam hati Anda.

?kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan? (Lukas 8:12).

Anda harus benar-benar peduli atau hal ini akan terjadi pada diri Anda. Iblis selalu siap untuk mengambil kata-kata yang dapat menginsafkan dari khotbah yang lalu dari dalam hati Anda. Jika setiap khotbah diperlakukan sebagai suatu unit yang terpisah, akan menjadi gampang bagi Setan untuk "mengambil perkataan itu" ke luar dari dalam hati Anda. Setiap khotbah harus menginsafkan Anda lagi dan lagi bahwa Anda adalah keturunan Adam yang telah rusak, dan bahwa Anda berada "di bawah dosa" (Roma 3:9), dan bahwa Anda juga telah melakukan banyak dosa yang nyata dalam pemandangan dan pengetahuan Tuhan. Setiap khotbah harus membawa Anda semakin dalam di bawah kesadaran akan dosa-dosa Anda sampai, pada akhirnya, Anda dapat berkata seperti Daud,

?Aku senantiasa bergumul dengan dosaku.? (Mazmur 51:3).

Setiap petobat berbeda satu dengan yang lain karena stiap manusia memiliki personalitas yang berbeda. Kita semua tidak persis sama. Ada yang seperti istri saya, yang bertobat dalam waktu yang singkat setelah pengalami priode pergumulan hati yang tidak lama, bahkan mungkin hanya beberapa menit saja. Yang lain, seperti deacon kita Dr. Cagan, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk insaf. Nenek moyang Baptis kita John Bunyan bergumul dalam beban berat dan rasa bersalahnya selama 18 bulan sebelum akhirnya ia menemukan pembebasan di dalam Yesus.

Juga, tingkat kesadaran itu dapat bervariasi. Ada orang seperti satu pribadi yang saya kenal, dalam periode waktu yang sangat lama masuk ke dalam apa yang orang modern sebut dengan ?depresi.? Tentu ini bukan benar-benar ?depresi? dalam pengertian sesungguhnya. Ini adalah kesadaran atau pergumulan akan dosa oleh kerena Roh Allah. Orang ini tidak dapat membuang perasaan terhakimi itu sampai ia datang kepada Kristus untuk disucikan dan mengalami pembenaran.

Siapa yang dapat meragukan bahwa Nikodemus telah mengalami pergumulan dalam hatinya untuk beberapa bulan? Ia datang berbicara dengan Kristus pada waktu malam, mungkin karena ia takut dilihat oleh orang lain bahwa ia ada di sana. Ia mengakui bahwa Kristus adalah ?guru agung yang datang dari Allah? (Yohanes 3:2). Tetapi Yesus menegaskan,

?Kamu harus dilahirkan kembali? (Yohanes 3:7).

Tidak ada satu bukti pun yang menunjukkan bahwa ia telah bertobat pada malam itu. Tetapi jelas sekali bahwa perkataan-perkataan Kristus terus berbicara kepada dia dalam hatinya. Menurut penanggalan Ussher, di margin tengah atas dari halaman Alkitab Scofield Study Bible, Nikodemus masih bergumul akan pertanyaan tentang keselamatannya kira-kira dua tahun kemudian. Pada tahun 30 M Kristus berkata kepada dia, "Kamu harus dilahirkan kembali." Tetapi ia pergi dengan masih memikirkan hal itu. Dua tahun kemudian, pada tahun 32 M, untuk pertama kali ia membela Kristus secara terbuka. Ia berkata kepada orang-orang Farisi pada waktu itu.

?Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka: "Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?"
     (Yohanes 7:50-51).

Orang-orang Farisi itu kemudian mengkritiknya sebagai salah satu pengikut Yesus. Tetapi Nikodemus terdiam ketika mereka berkata demikian. Ia masih belum terbuka, masih berdiri di luar Kristus. Ia masih terhilang, bergumul akan dosanya dan pikiran-pikiran tentang Kristus. Ini sangat jelas dari pembacaan Yohanes 3 dan Yohanes 7:40-53. Kemudian kita menemukan bahwa Nikodemus setahun kemudian (33 M) datang membawa minyak mur dan minyak gaharu untuk membalsem tubuh Yesus (Yohanes 19:39). Ini sangat jelas bahwa ia masih belum diselamatkan karena tindakan ini menunjukkan bahwa ia belum memiliki iman di dalam janji Kristus bahwa Ia akan bangkit dari antara orang mati. Ia masih menunjukkan kekagumannya yang besar akan Kristus, dan telah berpikir tentang Kristus dan kebutuhannya akan keselamatan selama tiga tahun. Tindakan ini juga mengimplikasikan bahwa akhirnya ia sungguh-sungguh bertobat beberapa waktu setelah itu. Dalam setiap tradisi kekristenan mula-mula menempatkan Nikodemus bersama dengan orang-orang Kristen pertama, dan saya berpikir bahwa ini benar, dan terimplikasi dalam Alkitab, atau begitu juga Rasul Yohanes belum mencatat tindakannya di kubur Kristus itu sebagai hal baik.

Apakah ada seseorang di sini pada malam ini yang masih bergumul kembali atau ragu berhubungan dengan keselamatannya selama ini? Sudahkah Anda insaf akan kebutuhan Anda untuk bertobat? Sudahkah Anda menolak pekerjaan penuh Roh Allah untuk membangunkan Anda dari dosa-dosa Anda? Akankah Anda membiarkan Roh Allah menarik Anda ke bawah pada malam ini dan menunjukkan kepada Anda kebenaran yang sesungguhnya bahwa Anda belum diselamatkan, bahwa Anda telah menolak Yesus, bahwa Anda adalah orang yang sungguh-sungguh berdosa dan memerlukan Juruselamat? Dapatkah Anda berkata pada malam ini,

?Aku senantiasa bergumul dengan dosaku.? (Mazmur 51:3).

Atau, mungkin ada orang yang ada di sini pada malam ini yang akan bertobat dalam waktu yang lebih singkat dari pada Nikodemus. Kepala Penjara Filipi hanya mendengar nyanian pujian beberapa saat dan doa Paulus dan Silas, ketika mereka terbelenggu dalam penjara. Tetapi melalui nyanyian pujian dan doa ini membuat hatinya terhakimi, dan kemudian ketika gempa bumi terjadi ia lari masuk ke dalam penjara

?Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas. Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?"
     (Kisah Rasul 16:29-30).

Walaupun dalam kasus kepala penjara ini ia merasa bergumul hanya dalam beberapa menit saja, ini begitu dalam dan intens. Dalam beberapa menit ini ia tidak diragukan lagi berkata seperti Daud berkata,

?Aku senantiasa bergumul dengan dosaku.? (Mazmur 51:3).

Entah Anda bergumul dalam waktu yang lama atau singkat, entah itu sangat dalam atau pun dangkal dalam hati, seperti apa yang dirasakan orang-orang pada hari Pentakosta (Kisan 2:37), namun yang sangat penting bagi Anda adalah benar-benar insaf akan dosa atau Anda tidak akan melihat betapa berharganya Darah Kristus untuk membayar dosa-dosa Anda di atas kayu salib, dan Anda tidak akan melihat betapa berharganya Darah-Nya untuk menyucikan Anda dari dosa. Injil Kristus akan nampak seperti kata-kata yang kosong sampai Anda merasa, seperti yang Daud rasakan,

?Aku senantiasa bergumul dengan dosaku.? (Mazmur 51:3).

Dan sekarang, satu lagi pemikiran akhir. Jika Anda tidak masuk ke dalam perasaan bersalah dan insaf dalam hidup saat ini, Anda pasti akan menyesal di kehidupan yang akan datang. Di Neraka, saya dapat jamin Anda, Anda akan berkata,

?Aku senantiasa bergumul dengan dosaku.? (Mazmur 51:3).

Di Neraka Anda akan diliputi dengan perasaan bersalah sampai selama-lamanya. Sepanjang masa, pikiran Anda akan menjadi,

?Aku senantiasa bergumul dengan dosaku.?
?Aku senantiasa bergumul dengan dosaku.?
?Aku senantiasa bergumul dengan dosaku.?

Tetapi pergumulan ini akan menjadi murni hanya bersifat legalisme saja dan tidak akan memimpin kepada keselamatan. Untuk pengampunan melalui pengorbanan dan Darah Kristus tidak akan dapat Anda peroleh lagi di Neraka

?Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi.? (Ibrani 9:27).

Anda akan masuk dan berada di bawah perasaan bersalah yang tiada akhir, bergumul dalam dosa Anda - tetapi selamanya tidak dapat memperoleh pengampunan akan dosa-dosa Anda ini dan tidak akan memperoleh penyucian oleh Kristus Yesus. Karena Anda akan dihakimi seperti halnya Setan dan malaikat-malaikatnya.

Orang kaya dalam Lukas 16 tidak akan pernah minta pengampunan atau penyucian. Ia minta setetes air untuk

?menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.? (Lukas 16:24).

Ia tidak meminta pengampunan di dalam Kristus, karena ia tahu bahwa ia telah menunggu begitu lama dan bahwa keselamatan tidak pernah datang kepadanya.

Jika Anda merasakan ini pada malam ini,

?Aku senantiasa bergumul dengan dosaku.? (Mazmur 51:3).

Maka buatlah keputusan terpenting dalam hidup Anda untuk datang kepada Kristus sekarang, dan biarlah Dia menyucikan Anda dari dosa-dosa Anda dengan Darah-Nya yang berharga. Jangan tunggu. Masuklah ke dalam kerajaan. Alkitab berkata,

?Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.
     (II Korintus 6:2).

Sekarang adalah waktu perkenanan bagi orang berdosa dengan pergumulan hatinya untuk datang kepada Yesus Kristus untuk pengampunan dan penyucian dosa. Anda harus mengalami pergumulan akan dosa dan bertobat sekarang, atau Anda akan tersiksa untuk selama-lamanya.

(SELESAI)
Anda dapat membaca khobah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on "Sermon Manuscripts."

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @
http://www.sttip.com

Pembacaan Alkitab sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Mazmur 51:1-7.
Persembahan Nyanyian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
?The Wounds of Christ? (by Evangeline Booth, 1865-1950).


GARIS BESAR KHOTBAH

SADAR DAN BERTOBATLAH SEKARANG -
ATAU TERSIKSA UNTUK SELAMA-LAMANYA

Oleh: Dr. Robert Hymers


?Aku senantiasa bergumul dengan dosaku.?
(Mazmur 51:3).

(Mazmur 51:4-5; Roma 8:7; Yohanes 16:8; I Tesalonika 5:19-20;
Lukas 8:12; Roma 3:9; Yohanes 3:2, 7; Yohanes 7:50-51; 19:39;
Kisah Rasul 16:29-30; 2:37; Ibrani 9:27; Lukas 16:24; II Korintus 6:2)