Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .

RINTANGAN-RINTANGAN KEPADA PERTOBATAN – BAGIAN III

(HINDRANCES TO CONVERSION – PART III)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles

Pada Kebaktian Minggu Malam, 29 Juli 2001

“Siapakah yang menghalang-halangi kamu, sehingga kamu tidak menuruti kebenaran lagi?” (Galatia 5:7).

Rintangan ketujuh kepada pertobatan adalah menjadikan dosa sebagai suatu kebiasaan. Ketika dosa menjadi suatu kebiasaan yang anda rasakan penting untuk terus anda lakukan, dosa menjadi penguasa atas pikiran anda. Natur yang telah jatuh menghasilkan dosa yang sangat kuat, tetapi kebiasaan membuat dosa makin kuat. Ketika seseorang sudah melakukan dosa untuk waktu yang panjang mereka menjadi semakin dikeraskan, sama seperti tangan seorang tukang kebun atau seorang tukang kayu yang menjadi keras. Jadi, dosa menjadi terbiasa bagi mereka; “perasaan mereka menjadi tumpul” dan mulai melakukan segala macam kecemaran (Efesus 4:19). Ketika orang sering mabuk atau melakukan dosa yang lainnya yang mengerikan, hal itu akan mengeraskan hati nurani mereka terhadap pencobaan berikutnya. Dengan keseringan melakukan dosa mereka kehilangan kemampuan mereka untuk membedakan yang benar dari yang salah, atau untuk merasa bersalah. Hati mereka menjadi keras sehingga mereka merasa bahwa mereka tidak dapat hidup tanpa dosa. Sama seperti seseorang yang kecanduan narkoba yang semakin haus akan narkoba, jadi mereka haus terhadap kesenangan dosa dan mereka telah kecanduan untuk melakukannya. Mereka merasa bahwa mereka harus memiliki dosa-dosa ini. Tidak heran kebiasaan di dalam agama yang palsu, kemabukan dan dosa-dosa lainnya memperbudak orang-orang dan mengutuk mereka ke dalam Neraka. Kebiasaan dosa merupakan sebuah halangan yang besar terhadap pertobatan.

Anda orang muda seharusnya berhati-hati untuk tidak mengembangkan kebiasaan-kebiasaan dosa. Anda yang sudah memiliki kebiasaan dosa ambillah posisi yang kuat melawan kebiasaan-kebiasaan itu dan tidak lagi beranjak lebih jauh ke dalamnya. Sangat menyedihkan bahwa anda sudah melangkah sedemikian jauh dalam dosa. Tetapi jika anda terus menerus hidup di dalam dosa walau hanya satu hari lagi, Allah akan membiarkan anda. Jika anda bahkan menambahkan satu lagi dosa ke dalam tumpukan itu, hal itu akan menenggelamkan anda ke dalam Neraka. Betapa bodohnya bagi anda untuk menolak pertobatan, ketika kebiasaan-kebiasaan dosa membuatnya semakin keras dan keras untuk bertobat.

Ingatlah bahwa kebiasan-kebiasaan dosa tidak dapat dimaafkan. Bagaimana jika anda memiliki kebiasaan meludah di wajah ayah anda, mungkinkah anda berpikir bahwa itu merupakan sebuah alasan yang baik untuk berkata bahwa merupakan kebiasaan anda untuk melakukan hal itu? Semakin sering anda berdosa, semakin sering anda memberontak terhadap Allah, dan semakin sering anda berdosa terhadap Dia, seharusnya anda semakin berduka atas hal itu dan berhenti melakukannya. Betapa merupakan sebuah kegilaan yang besar untuk dapat berada di sana selain dari pada berpikir bahwa anda dapat dimaafkan atas dosa karena itu merupakan kebiasaan anda.

Jika anda mencintai dosa karena anda terbiasa atas hal itu, anda akan segera melihat apakah anda dapat mengasihi Neraka karena anda terbiasa atas hal itu.

Rintangan nomor delapan adalah kebodohan dengan mencintai diri sendiri, yang menahan anda dari penghakiman terhadap diri anda yang cukup kasar, atau membuat anda berpikir bahwa anda dapat diselamatkan tanpa pertobatan, atau membuat anda berpikir bahwa anda telah bertobat padahal sesungguhnya anda belum bertobat. Jika anda berpikir bahwa anda tidak membutuhkan pertobatan, atau pengharapan palsu bahwa anda sudah bertobat, tidak heran jika anda tidak mencari pertobatan dengan serius. Seperti banyak orang yang mengidap kanker, mereka berharap bahwa tidak ada bahaya, atau mereka berharap bahwa hal itu akan lenyap, atau mereka berharap bahwa beberapa pengobatan atau terapi alternatif akan menyembuhkannya – hingga pada akhirnya mereka tidak memiliki pengharapan, hingga akhirnya menyerahkan segala harapan sekalipun mereka menginginkannya atau tidak. Ini juga cara bagaimana banyak orang memperlakukan jiwanya. Mereka tahu bahwa ada sesuatu yang salah dengan mereka, tetapi mereka berharap Allah tidak menghukum mereka, atau mereka berharap untuk bertobat kemudian, atau mereka berharap bahwa doa-doa dan kepercayaan mereka akan menyelamatkan jiwa mereka – dan mereka memegang pengharapan yang palsu ini hingga mereka melihatnya bahwa hal itu sudah terlambat – dan mereka mati tanpa suatu pengharapan sama sekali.

“Pengharapan orang fasik gagal pada kematiannya, dan harapan orang jahat menjadi sia-sia” (Amsal 11:7).

“Karena apakah harapan orang durhaka, kalau Allah menghabisinya, kalau Ia menuntut nyawanya? Apakah Allah akan mendengar teriaknya, jika kesesakan menimpa dia?”
     (Ayub 27:8-9).

“Tetapi mata orang fasik akan menjadi rabun, mereka tidak dapat melarikan diri lagi; yang masih diharapkan mereka hanyalah menghembuskan nafas” (Ayub 11:20).

Ada beberapa rintangan yang lebih besar kepada pertobatan dibandingkan dengan pengharapan palsu yang menipu dari orang-orang berdosa, yang berpikir bahwa mereka telah bertobat ketika mereka sesungguhnya belum bertobat, atau berharap untuk diselamatkan ketika mereka tidak miliki alasan untuk pengharapan tersebut.

Jika anda tidak memiliki pengharapan-pengharapan yang palsu ini, anda akan berada dalam keputus-asaan – dan semoga secepatnya menjadi bertobat.

Anda harus menyerah atas seluruh harapan menjadi selamat tanpa pertobatan. Anda tidak akan menemukan Sorga di atas jalan menuju Neraka. Hingga jenis keputus-asaan itu memenuhi hati anda, anda tidak dapat mengharapkan keselamatan yang mengubahkan dari pertobatan. Anda tidak mau menyerah atas kesenangan dosa anda, dan menyerah karena bagi Anda banyak kesulitan untuk bertobat, selama anda berpikir bahwa anda dapat diselamatkan tanpanya. Pengharapan-pengharapan yang palsu menahan hati anda dari kehancuran, sekalipun hal itu harus dipatahkan atas dosa-dosa anda. Jika anda mengetahui apakah anda harus diselamatkan atau dihukum, dan tidak memiliki harapan untuk diselamatkan kecuali anda harus bertobat, anda akan berdoa keras untuk pertobatan, mendengarkan dengan seksama terhadap setiap perkataan dari khotbah, mengikuti nasehat Pendeta anda, dan menyerahkan sahabat-sahabat anda yang terhilang. Tetapi anda memiliki pengharapan-pengharapan yang palsu bahwa anda mungkin diselamatkan dalam cara hidup anda sekarang – dan anda sangat lemah dan malas dan tidak berusaha mencari pertobatan dengan cukup kuat. Jangan menjadi puas dengan berkata, “Aku berharap aku akan diselamatkan.” Carilah Kristus dalam pertobatan yang sesunguhnya hingga anda menemukan Dia.

Rintangan selanjutnya kepada pertobatan adalah anugerah yang palsu, atau setengah pertobatan, yang bukan merupakan keselamatan jiwa yang sesungguhnya, tetapi hanya memperkuat pengharapan-pengharapan palsu yang telah saya sebutkan. Orang yang memiliki “pertobatan setengah-setengah” merasakan beberapa kesengsaraan atas dosanya, menyerahkan sahabat-sahabatnya yang terhilang, menyerahkan beberapa dosa-dosa awal, dan tampaknya telah bertobat. Dia mungkin bahkan berpikir bahwa dia mengetahui tanggal, waktu dan khotbah yang merupakan cara “pertobatannya.” Dia mungkin mengingat sebuah perubahan besar di dalam dirinya sendiri dan berpikir itu merupakan sebuah keselamatan yang mengubahkan, dan akan tetapi hanya mengalami keyakinan dan perasaan yang dangkal yang banyak dirasakan oleh orang yang terhilang. Ini merupakan sebuah keadaan yang menakutkan untuk berada didalamnya. Hal ini mendiamkan hati nurani anda hingga anda tersadar di dalam nyala api yang kekal. Oh, seandainya anda mengetahui betapa merupakan sebuah hal yang mengerikan bagi orang-orang untuk hidup dalam pemikiran bahwa mereka telah selamat, dan kemudian mati dan menemukan mereka berada di dalam kesengsaraan kekal. Jika hal ini terjadi pada anda, anda akan tidak memiliki pengharapan. “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tegak di dalam iman” (2 Korintus 13:5). Jika anda tidak menguji pertobatan anda yang palsu, anda akan memiliki abad-abad yang tidak terhitung untuk melakukannya demikian di dalam Neraka.

Rintangan lain adalah pengabaian menyangkut pendidikan anak-anak. Banyak orang yang tumbuh besar dengan ketidaktahuan tentang kebenaran Alkitab hingga mereka dewasa, dan sudah menjadi tegar dalam kebiasaan jahat. Beberapa bahkan telah dididik dari masa kanak-kanak untuk berpikir bahwa adalah salah untuk menjadi seorang Kristen yang tekun. Mereka tidak mendengar apa-apa tentang Kristen selain dari pada fitnah. Hal-hal yang dipelajari orang-orang ketika masih kanak-kanak secara umum akan diingat seumur hidup. Jika mereka menerima ide yang salah tentang menjadi selamat ketika mereka kanak-kanak, maka sukar untuk dapat mengubah mereka.

Ketika anda dilatih dalam ketidaktahuan ketika anda masih seorang anak-anak, carilah keselamtan anda ketika anda masih memiliki waktu. Jika orang tua anda telah menipu anda, jangan biarkan hal ini menghukum anda ke Neraka. Jika orang tua anda membiarkan anda dalam ketidaktahuan, jangan biarkan diri anda tetap dalam ketidaktahuan. Jika mereka telah melatih anda untuk menjadi seorang pribadi yang terhilang, jangan biarkan anda tetap terhilang. Anda memiliki seorang sahabat yang bernama Yesus, yang jauh lebih baik dari orang tua anda. Dia memanggil nama anda untuk datang kepadaNya dan menjadi selamat. Dengarkanlah Dia, bahkan jika setiap orang di dunia ini menentang anda. Jangan perlakukan jiwa anda sebagai sesuatu yang tidak penting, seperti yang telah dilakukan oleh orang tua anda. Biarkan kasih Yesus menarik anda ke Sorga, sebaliknya kasih orang tua anda menarik anda ke Neraka.

Rintangan lainnya kepada pertobatan adalah bertarung menentang Roh Kudus. Ketika Allah akan menerangi hati seorang pendosa, dia sering kali tidak berminat untuk melihat. Ketika Allah akan menarik seorang pendosa dari jalan hidup dan pemikirannya yang jahat, dia tidak mau merendahkan diri dan bertarung menentang Roh Kudus dan berpaling untuk memikirkan hal-hal lainnya. Yesus berkata kepada orang-orang yang menolak Dia:

“Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau” (Matius 23:37).

Dia mungkin berkata kepada seorang pendosa, “Berkali-kali Aku menunjukkan kepadamu sebuah jalan yang lebih baik, dan kamu tidak mau pergi ke jalan yang Ku tunjukkan kepadamu. Berkali-kali Aku menunjukkan kepadamu kesengsaraan dari jalan hidupmu, dan kamu tidak mau meninggalkannya.” Ketika anda bertarung menentang Kristus dan menutup mata anda karena anda membenci terang dan ketika anda menentang Roh Kudus yang akan mempertobatkan anda, adakah sesuatu yang heran jika anda tetap tidak bertobat?

Jika anda ingin bertobat berserahlah kepada Roh Kudus Allah yang ingin mempertobatkan anda. Jika anda menolak pertolonganNya ketika Dia menawarkannya, Dia mungkin benar meninggalkan anda tanpa pertobatan. Anda tidak dapat bertobat kecuali hal itu dilakukan oleh Roh Kudus. Tetapi anda sedang menentang Dia. Betapa mustahilnya pertobatan tanpa pertolonganNya! Orang yang ingin disembuhkan tidak akan menentang dokternya dan mengusir dia. Berhati-hatilah bagaimana anda memperlakukan Roh Kudus jika anda ingin bertobat.

Rintangan lainnya kepada pertobatan adalah kebimbangan, ketika orang ragu antara Allah dan dunia dosa. Alkitab berkata:

“Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya” (Yakobus 1:8).

Banyak orang yang terhilang karena mereka bimbang. Mereka telah yakin bahwa mereka harus bertobat atau binasa, akan tetapi mereka menunggu, mereka bimbang antara dua pandangan. Mereka tidak pernah memberikan diri mereka sendiri kepada Kristus, hingga Allah menyerah atas mereka, atau kematian menemukan mereka tetap bimbang dan tidak selamat.

Jika anda ingin diselamatkan, jangan tetap ragu. Berpalinglah kepada Kristus.

“Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau Tuhan itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal [Setan], ikutilah dia” (1 Raja-Raja 18:21).

Jika lebih baik terhilang di dalam kekekalan dari pada untuk meninggalkan dosa-dosa anda dan berpaling kepada Kristus, maka tetaplah berdosa dan tetap mengutuk Allah. Tetapi jika lebih baik menyangkal diri anda dari pada mengalami penderitaan dari murka Allah, maka lemparkanlah tiingkal laku anda yang berdosa dan berpalinglah kepada Kristus. Jika lebih baik untuk hidup dengan sahabat-sahabat yang berdosa untuk sementara dari pada pergi ke Sorga, maka tetaplah bersama dengan mereka. Tetapi jika lebih baik untuk pergi ke sorga, lalu mengapa tidak meninggalkan mereka dan datang kepada Kristus? Betapa merupakan seorang buta yang jahat yang merasa tetap perlu untuk tinggal dalam keraguan tentang hal-hal ini. Mengapa tetap tinggal dalam kebimbangan tentang apakah merupakan hal yang baik atau tidak untuk pergi ke sorga? Mengapa tetap bimbang tentang apakah merupakan yang terbaik untuk dihukum atau tidak? Mengapa tetap ragu karena anda mencintai kejahatan? Jika ini berhikmat maka apakah kebodohan?

Rintangan lainnya adalah penundaan. Banyak orang menyadari bahwa mereka harus bertobat atau dihukum, akan tetapi mereka menunda dan menangguhkan waktu. Mereka berkata, “Saya akan bertobat di masa depan, tetapi belum sekarang.” Mereka berpikir bahwa mereka memiliki banyak waktu di masa depan untuk bertobat. Mereka masih sehat, dan mereka berpikir bahwa mereka masih memiliki waktu untuk memikirkannya dan mempelajarinya lagi. Karena mereka percaya bahwa Kristus akan menerima mereka kapan saja mereka berpaling kepadaNya, mereka berpikir bahwa tidak masalah untuk menjauh dari Dia untuk sementara waktu. Tetapi mereka mungkin akan menjadi semakin tegar oleh kebiasaan dosa mereka. Dan banyak orang yang akan dipotong sebelum mereka memiliki waktu untuk berpaling kepada Kristus. Ribuan jiwa terhilang selamanya yang pernah berpikir bahwa mereka akan berpaling kepada Kristus. Dan hal ini terjadi kepada mereka karena mereka menunda pertobatan mereka. Seperti orang malas yang berkata, “Tidur sebentar lagi, mengatuk sebentar lagi” (Amsal 6:10; 24:33), demikianlah orang-orang berdosa berkata, “Saya dapat berdosa sebentar lagi,” hingga dia berdosa melampaui kemungkinan untuk bertobat dan telah menggusarkan Allah untuk meninggalkan dia. Dan dia harus pergi ke Neraka karena dia menunda terlalu lama.

Pikirkanlah, orang-orang berdosa, bahwa pertobatan bukan sesuatu untuk ditangguhkan. Akankah seseorang yang bijaksana akan tinggal di bawah murka Allah bahkan satu hari lagi? Apakah anda berharap untuk berhenti menjadi seorang budak bagi Setan? Fakta bahwa anda menangguhkan pertobatan anda hingga masa depan menunjukkan bahwa hati anda tertipu dan bahwa anda tidak sungguh-sungguh ingin bertobat. Orang-orang yang tidak mau untuk menyerahkan dosa-dosa mereka pada hari ini tidak akan pernah meninggalkannya, jika mereka dapat menggambarkannya keluar bagaimana cara menyimpannya. Orang-orang yang mengasihi Allah merasa lebih baik untuk berdamai dengan Allah pada hari ini dari pada esok hari. Jika anda telah mengetahui siapakah Allah, anda tidak akan menangguhkan pertobatan anda kepadaNya. Jika anda mengetahui betapa mulianya Sorga yang Dia tawarkan, anda tidak akan menangguhkan kepastian untuk pergi ke sana lebih lama lagi. Jika anda telah melihat apakah dosa itu, dan dampaknya yang sangat mengerikan, anda akan segera berpaling dari hal itu kepada Yesus Kristus. Jika anda memiliki ular-ular beracun di dalam baju anda, tidakkah anda akan merengut mereka dan membuangnya? Atau anda akan membiarkan mereka bergayut di dalam baju anda sampai besok? Anda tentu saja akan mengguncang mereka dari anda sekarang juga! Orang-orang berdosa, berapa lama anda akan menunda? Akankah anda menangguhkan pertobatan hingga kematian menjemput anda, dan memasukkannya ke dalam Neraka? Allah tidak akan berjanji bahwa Dia akan menawarkan keselamatan kepada anda lebih lama lagi, jika anda tetap terus menerus menentang Kristus. Betapa mengerikan bagi anda ketika Dia menolak anda selamanya dan terpisah dari anda. Allah berkata:

“Sungguh, celakalah juga mereka pada waktu Aku menjauh dari pada mereka” (Hosea 9:12).

“Terimalah penghajaran…, supaya Aku jangan menarik diri dari padamu, supaya Aku jangan membuat engkau sunyi sepi” (Yeremia 6:8).

Ketika umat Allah menolak Allah dan tidak mendengar suaraNya, Dia sering menyerahkan mereka kepada nafsu dari hati mereka sendiri untuk melakukan apa yang mereka inginkan di dalam sebuah kehidupan dosa yang meninggalkan Allah:

“Tetapi umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku, dan … tidak suka kepada-Ku. Sebab itu Aku membiarkan dia dalam kedegilan hatinya; biarlah mereka berjalan mengikuti rencananya sendiri!” (Mazmur 81:11-12).

Jika anda memiliki suatu perasaan Kristen di dalam anda, anda akan berkata, “Aku telah mengkhianati Kristus cukup lama. Aku sungguh-sungguh malu atas hal itu dan tidak akan mengkhianati dan memperlakukan Dia dengan salah tidak lama lagi. Aku telah menolak Kristus cukup lama dan telah mendengarkan musuhnya, yaitu Iblis sudah cukup lama.” Jika hati anda telah sadar untuk berpikir tentang kondisi anda, anda akan lari secepatnya dari dosa anda kepada Kristus sama seperti anda yang akan lari dari sebuah rumah yang terbakar di atas kepala anda, atau dari sebuah perahu yang menenggelamkan anda. Belum cukupkah anda menolak Kristus, dan melayani Setan serta berdosa? Belum cukupkah menolak anugerah yang mempertobatkan dari Allah? Belum cukupkah anda melakukan hal yang menghancurkan jiwa anda? Belum cukupkah anda meminum racun dosa yang mematikan? Belum cukupkah anda melukai diri anda dengan kesalahan anda? Apakah anda ingin merugikan diri anda lebih lama lagi? Maukah anda terus berlanjut dalam sebuah kondisi terhilang dalam malam kematian, dan terlambat bagi anda untuk berpaling kembali kepada Kristus?

“Pada hari ini, jika kamu mendengar suaraNya, jangan keraskan hatimu” (Ibrani 3:7-8).

“Anda mungkin tidak pernah lagi memiliki perasaan-perasaan dan kesan-kesan bahwa anda benar pada saat ini. Jangan tunda lagi pertobatan anda kepada Kristus.”

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khobah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on "Sermon Manuscripts."

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @
http://www.sttip.com

Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Am I Prepared?” by John Newton (1725-1807).

KEHIDUPAN RICHARD BAXTER

“Saya berkhotbah seperti tidak pernah yakin akan dapat berhotbah lagi, dan seperti seorang yang sekarat kepada orang-orang yang sekarat.” – Baxter

.

Yang paling terkenal di antara para penulis Puritan adalah Richard Baxter (1615-1691). Ia disebut sebagai pengkhotbah yang sangat sukses, pemenang jiwa, dan pemelihara jiwa-jiwa yang pernah Inggris miliki.” Edmund Calamy menyebut dia “penulis banyak volume teologi yang sangat terkenal dalam bahasa Inggris.” Baxter menulis 160 buku. George Whitefield, John Wesley, C. H. Spurgeon dan Martin Lloyd-Jones sangat menghormati dia.


Ia lahir di Shropshire dalam keluarga yang sangat miskin, ia tidak pernah kuliah di universitas dan selalu mengalami kelemahan fisik. Namun ia adalah seorang pembelajar, ia memperoleh pelajaran yang agung dari dirinya sendiri. Ia menjadi gembala di Kidderminster, dekat kota Birmingham, pada tahun 1647. Orang-orang di kota itu sangat jahat. Gembala sebelumnya yang ia gantikan adalah seorang peminum dan hanya berkhotbah tiga bulan sekali. Sepanjang tahun-tahunnya di Kidderminster, ia telah mengunjungi 800 keluarga di gerejanya itu setiap tahunnya, mengajar setiap pribadi secara individu. Metode pelayanan yang ia terapkan terdapat dalam bukunya yang sangat terkenal yaitu The Reformed Pastor, buku teragung tentang penggembalaan yang pernah ia tulis.


Ciri khas khotbah Baxter adalah semangatnya yang luar biasa. Dalam tulisan dan khotbahnya ia menunjukkankepercayaannya bahwa para gembala perlu “memiliki kemampuan untuk membuat jelas kebenaran, meyakinkan para pendengarnya, membawa masuk terang yang tidak dapat ditolak ke dalam nurani mereka, dan memeliharanya agar tetap di sana, dan memberkati setiap keluarga; tanamkan kebenaran dalam pikiran mereka dan pekerjaan Kristus ke dalam afeksi mereka.”


Ia “no Calvinistic axe to grind,” dan menengahi antara Armenianisme dan Calvinisme. Ia berusaha untuk lebih lembut untuk beberapa poin Calvinisme dengan membela “kehendak bebas.” Metode Baxter adalah penengah, yang ia sebut sebagai “Kekristenan semata-mata” (Mere Christianity) (C. S. Lewis menggunakan frase ini dari Baxter sebagai judul bukunya yang terkenal).


Kekuatannya yang luar biasa terletak dalam kemampuan pastoralnya dan khotbah penginjilannya. Tujuan utama dari khotbah-khotbahnya melihat orang terhilang bertobat. Bukunya, A Call to the Unconverted, adalah ajakan keras untuk orang yang terhilang untuk datang kepada Kristus.


Walaupun ia pernah berkhotbah di depan Raja, di Perlemen, dan di Westminster Abbey, mimbar favoritnya adalah di gerejanya sendiri, berbicara kepada masyarakat miskin di Kidderminster.


Setelah Act of Uniformity, ia dimasukkan ke dalam penjara di Tower of London selama delapan bulan karena ia tidak mau tinggal di Church of England. Ketika ada di penjara, ia sering dikunjungi oleh ahli tafsir terkemuka Matthew Henry.


Ditulis tahun 1657, Treatise on Conversion adalah buku yang luar biasa. Tetapi itu terlalu panjang, dan kata-katanya terlalu sulit untuk dimengerti, untuk kebanyakan orang pada zaman ini. Saya telah memadatkan dan menyusunnya kembali, dan mengubah kata-kata yang sulit menjadi lebih sederhana, untuk menjangkau pikiran manusia modern ini. Saya berharap khotbah-khotbah dari Baxter ini memberkati Anda. Khotbah-khotbah ini mengoreksi kedangkalan “decisionism” zaman kita ini – yang adalah kutuk bagi jutaan orang yang memimpin kepada api yang kekal.