Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




PENGABAIAN YANG SENGAJA TERHADAP CARA YANG
TELAH DIBERIKAN ALLAH

(DELIBERATE NEGLECT OF THE MEANS GOD HAS GIVEN)

(HINDRANCES TO CONVERSION #1)

(RICHARD BAXTER ON CONVERSION #8)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 22 Juli 2001

“Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepadaKu; dengarkanlah, maka kamu akan hidup!” (Yesaya 55:3).


Saat ini saya berharap anda akan bertobat, dan siap untuk bertanya tentang apa yang dapat anda lakukan untuk memberikan dukungan terhadap pertobatan anda. Karena itu saya akan menunjukkan kepada anda rintangan yang umum kepada pertobatan, yang harus anda pindahkan atau taklukkan. Saya juga akan memberikan kepada anda arah yang sesuai untuk mengikuti pokok-pokok ini.

Rintangan Nomor Satu: Rintangan yang pertama terhadap pertobatan adalah pengabaian yang sengaja terhadap cara yang telah Allah berikan untuk membawa kepada pertobatan.

1.  Cara pertobatan yang pertama adalah mendengarkan khotbah di gereja.

“Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus” (Roma 10:14, 17).

Allah telah mengutus Paulus untuk membuka mata manusia dan mempertobatkan mereka (Kisah Rasul 26:17-18). Allah telah mengutus seorang malaikat kepada Kornelius, bukan untuk memberitakan Injil, tetapi untuk mengarahkan dia kepada seorang pengkhotbah manusia, karena Allah ingin untuk melakukan hal-hal ini dalam cara yang biasa, dan memiliki seorang pengkhotbah untuk berbicara kepada manusia yang terhilang (Kisah Rasul 10:3-5). Itulah sebabnya mengapa Kristus menghentikan Paulus dalam sebuah penglihatan dan kemudian mengutus dia kepada Ananias untuk memperoleh petunjuk-petunjuk yang harus dia lakukan (Kisah Rasul 9:6-10). Oleh karena mendengarkan khotbah Petrus maka orang-orang Yahudi itu bertobat, dan tiga ribu orang ditambahkan ke dalam jemaat pada hari itu (Kisah Rasul 2:37-41). Allah yang telah membuka hati Lydia, tetapi mengapa Dia membukanya? Allah membuka hatinya untuk mendengarkan secara cermat terhadap hal-hal yang disampaikan oleh Paulus, sehingga dia dapat bertobat (Kisah Rasul 16:14). Allah mengirimkan sebuah gempa bumi untuk mempersiapkan hati kepala penjara, tetapi Dia tidak akan mempertobatkan kepala penjara itu tanpa pemberitaan Paulus dan Silas (Kisah Rasul 16:32). Jika orang-orang tidak mendengarkan pemberitaan para pengkhotbah, mereka harus mengibaskan debu di kaki mereka (Matius 10:14). Dan Kristus berkata bahwa tanggungan Sodom dan Gomora akan lebih ringan dari pada orang-orang seperti itu. Oleh para pengkhotbah Kristus mengajar jemaat-jemaatNya (Efesus 4:11). Setiap orang yang menolak untuk mendengarnya akan dibasmi dari umatNya (Kisah Rasul 3:23).

Jika anda tinggal di rumah ketika khotbah disampaikan kepada jemaat, anda tidak akan ditolong oleh hal itu. Jika anda menemukan sesuatu untuk dilakukan ketika anda seharusnya mendengarkan khotbah, Allah juga akan menemukan sesuatu yang lain untuk dilakukan ketika anda membutuhkan Dia.

Jika anda berpikir bahwa anda dapat membaca Alkitab dan diselamatkan tanpa pergi ke gereja untuk mendengarkan pengkhotbah, bukankah itu merupakan kesombongan yang mengerikan di dalam diri anda – karena berpikir bahwa anda mampu untuk memahami Firman Allah dengan sama baiknya tanpa bimbingan seorang pengkhotbah? Ketika Filipus bertanya kepada sida-sida Etopia apakah dia mengerti apa yang dia baca, orang itu berkata kepada Filipus, “Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?” (Kisah Rasul 8:30-31), dan kemudian anda berpikir bahwa anda dapat membaca Alkitab dan menjadi selamat tanpa seorang pembimbing.

Mungkinkah anak-anak anda benar bila mereka berkata, “Kami memiliki buku-buku yang sama di rumah, karena itu kami tidak akan pergi ke sekolah. Guru kami hanya mengajarkan kami tentang yang ada di dalam buku-buku ini. Kami dapat membacanya sendiri di rumah.” Apakah anda lebih berhikmat dari pada Allah yang telah mengutus para pengkhotbah-Nya? (Efesus 4:11-16). Jika anda berkata bahwa anda tidak memerlukan para pengkhotbah, anda berpikir bahwa anda lebih pintar dari Allah yang telah mengutus para pengkhotbah untuk membimbing anda.

Lihat keseluruhan Alkitab dan lihat apakah cara yang biasanya digunakan sebagai sarana untuk memimpin kepada pertobatan adalah melalui pendengaran terhadap Firman Allah.

Dengan mengabaikan Gereja anda mengucilkan diri anda sendiri! Anda memotong diri anda sendiri dari persekutuan, persekutuan orang kudus, tubuh Kristus yang kelihatan.

Kredo konsili yang keenam di Konstantinopel (680 M), menyebutkan bahwa barangsiapa yang tidak menghadiri perkumpulan jemaat tiga kali berturut-turut tanpa alasan yang baik, jika dia seorang pelayan maka dia akan dikeluarkan dari pelayanan, dan jika dia adalah orang awam, dia akan dikeluarkan dari persekutuan jemaat dan dikeluarkan dari keanggotaan dan keistimewaannya.

Catatan Dr. Hymers: Betapa kuatnya gereja-gereja kita pada hari ini jika mereka mengikuti contoh dari orang Kristen mula-mula itu? Mereka mungkin lebih kecil—tetapi memiliki sebuah perjanjian yang lebih kuat dan alkitabiah.

2.  Cara lain dari pertobatan adalah membaca Alkitab.

Meskipun cara ini tidak seharusnya menggantikan tempat untuk menghadiri Gereja untuk mendengarkan pemberitaan Firman, namun ini merupakan sebuah cara yang sempurna dari anugerah, atau Allah tidak akan memberitahukan kita untuk membaca ayat ini. “Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa” (Mazmur 19:8). Merupakan sebuah keistimewaan untuk memiliki ayat-ayat ini di hadapan mata kita, sehingga kita dapat membacanya hingga semua itu terikat dengan kuat di dalam hati kita.

3.  Cara lain yang telah ditetapkan Allah adalah secara serius mendengarkan orang-orang yang dapat membimbing kita.

Nikodemus menemui Yesus pada waktu malam untuk meminta nasehat, karena dia tahu bahwa Yesus adalah seorang guru yang diutus dari Allah. Dan Kristus memberikan dia nasehat tentang materi kelahiran kembali. Yang lain bertanya apa yang harus dia lakukan untuk memiliki hidup yang kekal (Matius 19:16). Sida-sida dari Etopia meminta Filipus untuk membimbing dia (Kisah Rasul 8:31). Paulus bertanya kepada Ananias, dan Kornelius bertanya kepada Petrus, seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya. Orang-orang Yahudi yang tertembus hatinya bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul lainnya tentang apa yang harus mereka lakukan (Kisah Rasul 3:37). Kepala penjara bertanya kepada Paulus dan Silas tentang apa yang harus dia lakukan supaya selamat (Kisah Rasul 16:30).

Jika para pendosa yang belum bertobat mengikuti contoh-contoh ini, dan pergi ke para Pendeta mereka untuk meminta bimbingan berkenaan dengan keselamatan mereka dan memutuskan untuk melakukan secara tepat apa yang disampaikan oleh Pendeta mereka, pertobatan tidak akan begitu sangat jarang atau pun tidak akan begitu banyak kesalahan yang dibuat. Tetapi kebanyakan orang tidak begitu peduli sehingga mereka merasa tidak perlu untuk pergi kepada Pendeta atau pengkhotbah. Yang lainnya sangat angkuh sehingga mereka tidak mau merendahkan diri mereka dan melakukannya. Yang lainnya sudah merasa tahu apa yang akan disampaikan oleh Pendeta sehingga mereka tidak mau meminta nasehatnya. Sehingga Setan tetap menahan orang-orang dari keselamatan dengan menahan mereka dari para Pendeta mereka, dari cara anugerah ini.

4.  Cara lain dari pertobataan adalah selalu hidup dalam persekutuan dengan orang-orang Kristen yang baik.

Persahabatan yang anda buat memiliki sebuah kuasa yang mengubahkan dan pertobatan serta teladan dari orang-orang Kristen memiliki sebuah pengaruh yang besar untuk membuat anda mempertimbangkan jiwa anda. Secara umum orang-orang menyukai sahabat-sahabat mereka. Pribadi-pribadi yang belum bertobat seharusnya berada di dalam gereja dalam setiap ibadah.

5.  Cara lain dari pertobatan adalah terus-menerus hidup dalam doa yang sungguh-sungguh kepada Allah.

Ketika anda mengetahui bahwa anda membutuhkan anugerah, dan hanya Allah satu-satunya yang dapat memberikannya, apa yang harus anda lakukan? Anda harus meminta anugerah dan hikmat keselamatan kepada Allah (Yakobus 1:5). Saya mengetahui beberapa orang yang mengajarkan bahwa orang-orang yang tidak bertobat seharusnya tidak berdoa, karena tanpa iman mereka tidak berkenan kepada Allah. Tetapi Alkitab memerintahkan orang-orang yang belum bertobat untuk berdoa: “Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada Tuhan, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.” (Yesaya 55:6-7; Hosea 10:12; Amos 5:6). Petrus memberitahukan Simon Magus yang belum bertobat untuk berdoa (Kisah Rasul 8:22-23).


Jadi rintangan nomor satu adalah pengabaian yang sengaja terhadap cara Allah yang telah diberikan untuk pekerjaan pertobatan. Sekarang, saya akan memberikan kepada anda arahan yang pertama, yang bertujuan untuk menyingkirkan rintangan ini, yaitu: Anda harus menggunakan cara yang telah ditetapkan Allah untuk pertobatan anda.

1.  Pastikan bahwa anda berada dalam setiap ibadah gereja untuk mendengarkan khotbah.

Jangan biarkan segala sesuatu kecuali kepentingan yang sangat ekstrim yang menghindarkan anda bahkan dalam satu ibadah. Jika anda tidak hadir tanpa sebuah kepentingan yang ekstrim meskipun dari satu ibadah, Allah mungkin dengan tepat meniadakan sisa berkat untuk anda. Setan akan menyadari tentang apa yang telah dipelajari oleh pengkhotbah sepanjang minggu, dan ketika Setan melihat apa yang akan dia khotbahkan adalah apa yang anda butuhkan untuk didengar, dia mungkin melakukan dengan segala kemampuannya untuk menghindarkan anda pergi ke Gereja pada hari itu. Dia mungkin memberikan kepada anda beberapa alasan, atau mencobai anda untuk mengabaikannya, karena dia takut, jika anda datang anda akan bertobat. Karena itu jangan pernah meninggalkan satu khotbah, atau anda mungkin akan kehilangan sesuatu yang mempertobatkan anda.

Dan ketika anda mendengarkan, perhatikanlah bagaimana anda mendengarkan. Kristus seringkali berkata, “Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar.” Seseorang yang tidak mendengarkan khotbah dengan sungguh tidak layak untuk memiliki telinga.

2.  Jika anda berharap untuk bertobat oleh pemberitaan Firman Allah, jangan biarkan khotbah luput dari pikiran anda secepat anda mendengarnya.

Pikirkan tentang apa yang anda dengar, dan berbicara tentang hal itu kepada orang-orang di sekitar anda. Jika pikiran anda terlalu lemah untuk mengingatnya, mintalah seseorang untuk mengulangi ide-ide utama bagi anda.

3.  Habiskan banyak waktu membaca Alkitab. Pikirkan secara serius tentang apa yang anda baca.

4.  Secara khusus lakukan semua hal ini pada hari Minggu. Ketika ibadah gereja selesai, pada hari Minggu, ambillah waktu bersama keluarga anda atau anda sendiri, untuk merenungkan khotbah yang telah anda dengar, untuk membaca Alkitab serta berdoa. Cari pengetahuan tentang Allah pada hari Minggu, jika anda ingin bertobat oleh anugerahNya. Jangan biarkan pekerjaan menahan anda pada ibadah hari Minggu. Sebelum anda menerima sebuah pekerjaan, beritahukan kepada mereka bahwa anda tidak akan bekerja pada hari Minggu. Larilah dari pekerjaan pada hari Minggu, seperti Lot yang lari dari Sodom. Tidak ada jumlah uang yang layak dengan kehilangan jiwa anda.

5.  Pergilah ke Pendeta anda jika anda membutuhkan pertolongan berkaitan dengan pertobatan. Jawablah pertanyaan-pertanyaan Pendeta dan putuskan terlebih dahulu bahwa anda akan melakukan apa yang dia sampaikan. Ikutilah nasehatnya secara hati-hati.

6.  Berdoa setiap hari. Mohon kepada Allah untuk memberikan pertobatan kepada anda. Mohon kepadaNya untuk membuka mata anda dan menunjukkan kepada anda kesengsaraan dan dosa anda hingga anda merendahkan diri. Mintalah kepada Allah untuk membuat anda lapar dan haus akan Kristus dan kebenaranNya. Mohon kepada Allah dengan segenap hati anda, sehingga Dia tidak lagi membiarkan anda hidup tanpa pertobatan, atau kematian yang mungkin menemukan anda dalam sebuah keadaan yang terhilang. Mohon kepada Allah untuk mengampuni pemberontakan anda yang terdahulu dan penolakan terhadap RohNya, dan sekarang memberikan anugerah kepada anda yang sudah lama anda lalaikan. Minta kepadaNya untuk membawa anda ke tempat untuk membenci kesenangan yang penuh dosa yang anda cintai sebelumnya.


Ini merupakan cara-cara yang telah Allah berikan kepada anda untuk membawa anda ke dalam keselamatan? Kecuali anda adalah seseorang yang sangat bodoh sehingga anda menyerahkan kesenangan Sorga dan mau menerima penderitaan di neraka yang tidak tertahankan – dengan serius ikutilah cara-cara ini tanpa menunggu lebih lama lagi!

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on “Khotbah Indonesia.”

Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Seek Ye First the Kingdom of God.”

KEHIDUPAN RICHARD BAXTER

“Saya berkhotbah seperti tidak pernah yakin akan dapat berhotbah lagi, dan seperti seorang yang sekarat kepada orang-orang yang sekarat” – Baxter.

Yang paling terkenal di antara para penulis Puritan adalah Richard Baxter (1615-1691). Ia disebut sebagai pengkhotbah yang sangat sukses, pemenang jiwa, dan pemelihara jiwa-jiwa yang pernah Inggris miliki.” Edmund Calamy menyebut dia “penulis banyak volume teologi yang sangat terkenal dalam bahasa Inggris.” Baxter menulis 160 buku. George Whitefield, John Wesley, C.H. Spurgeon dan Martin Lloyd-Jones sangat menghormati dia.

Ia lahir di Shropshire dalam keluarga yang sangat miskin, ia tidak pernah kuliah di universitas dan selalu mengalami kelemahan fisik. Namun ia adalah seorang pembelajar, ia memperoleh pelajaran yang agung dari dirinya sendiri. Ia menjadi gembala di Kidderminster, dekat kota Birmingham, pada tahun 1647. Orang-orang di kota itu sangat jahat. Gembala sebelumnya yang ia gantikan adalah seorang peminum dan hanya berkhotbah tiga bulan sekali. Sepanjang tahun-tahunnya di Kidderminster, ia telah mengunjungi 800 keluarga di gerejanya itu setiap tahunnya, mengajar setiap pribadi secara individu. Metode pelayanan yang ia terapkan terdapat dalam bukunya yang sangat terkenal yaitu The Reformed Pastor, buku teragung tentang penggembalaan yang pernah ia tulis.

Ciri khas khotbah Baxter adalah semangatnya yang luar biasa. Dalam tulisan dan khotbahnya ia menunjukkankepercayaannya bahwa para gembala perlu “memiliki kemampuan untuk membuat jelas kebenaran, meyakinkan para pendengarnya, membawa masuk terang yang tidak dapat ditolak ke dalam nurani mereka, dan memeliharanya agar tetap di sana, dan memberkati setiap keluarga; tanamkan kebenaran dalam pikiran mereka dan pekerjaan Kristus ke dalam afeksi mereka.”

Ia “no Calvinistic axe to grind,” dan menengahi antara Armenianisme dan Calvinisme. Ia berusaha untuk lebih lembut untuk beberapa poin Calvinisme dengan membela “kehendak bebas.” Metode Baxter adalah penengah, yang ia sebut sebagai “Kekristenan semata-mata” (Mere Christianity) (C. S. Lewis menggunakan frase ini dari Baxter sebagai judul bukunya yang terkenal)

Kekuatannya yang luar biasa terletak dalam kemampuan pastoralnya dan khotbah penginjilannya. Tujuan utama dari khotbah-khotbahnya melihat orang terhilang bertobat. Bukunya, A Call to the Unconverted, adalah ajakan keras untuk orang yang terhilang untuk datang kepada Kristus.

Walaupun ia pernah berkhotbah di depan Raja, di Perlemen, dan di Westminster Abbey, mimbar favoritnya adalah di gerejanya sendiri, berbicara kepada masyarakat miskin di Kidderminster.

Setelah Act of Uniformity, ia dimasukkan ke dalam penjara di Tower of London selama delapan bulan karena ia tidak mau tinggal di Church of England. Ketika ada di penjara, ia sering dikunjungi oleh ahli tafsir terkemuka Matthew Henry.

Ditulis tahun 1657, Treatise on Conversion adalah buku yang luar biasa. Tetapi itu terlalu panjang, dan kata-katanya terlalu sulit untuk dimengerti, untuk kebanyakan orang pada zaman ini. Saya telah memadatkan dan menyusunnya kembali, dan mengubah kata-kata yang sulit menjadi lebih sederhana, untuk menjangkau pikiran manusia modern ini. Saya berharap khotbah-khotbah dari Baxter ini memberkati Anda. Khotbah-khotbah ini mengoreksi kedangkalan “decisionism” zaman kita ini – yang adalah kutuk bagi jutaan orang yang memimpin kepada api yang kekal.