Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




MEREKA HARUS MENJADI BERSUSAH HATI
SEBELUM MEREKA DAPAT MELIHAT

(THEY HAD TO BE MADE MISERABLE BEFORE THEY COULD SEE)

Oleh: Dr. Robert Hymers
Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto

Khotbah Kebaktian Malam Tahun Baru, 31 Desember, 2005
Di Baptist Tabernacle of Los Angeles

“Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya.”
     (Kejadian 21:10).

“Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.” (Kejadian 21:19).


Perikop Alkitab ini menunjukkan gambaran yang jelas kepada kita tentang hukum Taurat dan Injil yang terdapat dalam pelajaran tentang Hagar dan Ismail. Sungguh jelas dari pasal ini bahwa hukum Tuhan harus datang dengan kerasnya kepada orang berdosa sebelum matanya dibukakan dan ia melihat kebutuhannya akan Kristus, yang

“menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal” (Yohanes 4:14).

Khotbah pemberitaan Injil model lama selalu menunjukkan kepada manusia akan dosa mereka dan bahwa kegagalan mentaati hukum Taurat begitu jelas dan ditekankan, sebelum mempresentasikan Injil kepada mereka. Satu kesalahan terbesar dalam penginjilan modern, yang telah dipraktikkan seratus dua puluh lima tahun terakhir ini atau bahkan lebih, telah menjadi kebalikannya dari apa yang seharusnya, yaitu pertama-tama mempresentasikan kasih dan anugerah Kristus, dan kemudian hanya mempresentasikan teror hukum Taurat jika mereka menolak Kristus. Ini kebalikkan dari cara penyampaian Injil yang diajarkan dalam seluruh Alkitab, dan ini kebalikan dari cara yang telah dilakukan oleh para pengkhotbah penginjilan klasik di sepanjang abad. Luther, Wesly, Whitefield, Bunyan, dan semua pengkhotbah klasik dari tiga masa Kebangunan Rohani, yang selalu memulai khotbah mereka seperti yang diajarkan Alkitab, yaitu dengan mengkonfrontasi orang-orang berdosa yang terhilang dengan kondisi mereka yang sangat menyedihkan, keadaan mereka yang sangat mengerikan dan masa depan ajal mereka.

Orang-orang yang masih terhilang di dalam gereja-gereja saat ini tidak menyukai khotbah penginjilan klasik. Mereka ingin dikasihi dan diterima oleh Kristus yang dikhotbahkan, diikuti dengan altar call atau yang lain dengan memberikan panggilan pertobatan di akhir khotbah. Melalui pemutarbalikan cara yang diajarkan oleh Alkitab, banyak orang “mengambil keputusan” (decisions) menerima Kristus secara lahiriah saja [atau tidak sungguh-sungguh] dan sedikit yang benar-benar bertobat sesuai dengan Alkitab atau contoh masa lalu.

Mayoritas pendeta saat ini tenggelam dalam ketakutan untuk menyampaikan khotbah penginjilan ala metode klasik. Mereka ketakutan seperti gereja Roma Katolik takut akan khotbah Luther. Mereka ketakutan seperti gereja-gereja berbahasa Inggris takut terhadap khotbah-khotbah Whitefield dan Wesly, mengunci semua pintu gereja untuk menghindari khotbah-khotbah seperti ini dan akhirnya menyebabkan mereka khotbah di lapangan terbuka. Pada zaman ini Pendeta-Pendeta modern takut memberitakan “hukum Taurat sebelum Injil” seperti khotbah-khotbah abad ke delapan belas, ketika Whitefield dan Wesly secara berulang-ulang berkata dalam journal mereka, “ I must preach there no more.”

Dan banyak pengkhotbah hari ini yang ketakutan seperti para pendeta yang ketakutan pada zaman itu, karena alasan yang sama. Banyak dari mereka belum pernah mempertobatkan diri mereka sendiri, yang tidak melihat perlunya metode khotbah penginjilan klasik dan Alkitabiah. Yang lainnya, yang mungkin adalah orang-orang yang telah mengalami pertobatan, telah tersesat di dalam khotbah mereka yang mengikuti trend modern, seperti ecumenical “crusades,” dry-as-dust doctrinialistic Calvinism, the invitation system, charismatism, progresivisme, dan purpose-driven life. Trend-trend ini nampaknya telah menjadi “sukses”, dan banyak pendeta meniru mereka, dari pada kembali ke metode khotbah Alkitab yang mengkhotabahkan hukum Taurat sebelum Injil. Mereka kelihatannya tidak memerlukan itu.

Kelompok Pendeta ketiga yang menolak metode khotbah penginjilan cara lama atau Alkitabiah adalah orang-orang yang belum pernah mengalami panggilan supranatural dengan jelas untuk menjadi pemberita Injil. Mereka tidak menerima panggilan Tuhan, mereka tidak memahami mengapa orang harus terganggu dengan “khotbah yang begitu keras” dipermulaan khotbah. Mereka ingin orang bertobat dengan pelan-pelan dan mudah, tanpa mengalami ketidaksejahteraan, tanpa terhakimi dan tanpa terganggu. Mereka membayangkan bahwa orang terhilang dapat dengan sederhana dipimpin kepada fakta tentang kasih Tuhan dan pengorbanan Kristus, dan ketika mereka mendengar pengajaran yang menyenangkan ini, mereka secara alami akan “membuat keputusan” menerima Kristus.

Saya berkata bahwa khotbah seperti ini tidak menolong semua orang yang belum bertobat. Saya berkata bahwa gereja-gereja kita kacau dan kebingungan, dipenuhi dengan banyaknya orang-orang yang masih terhilang saat ini, karena orang-orang yang tak pernah dipanggil Tuhan berdiri di mimbar-mimbar mereka, memberikan perundingan yang lembek, omong kosong, ocehan bodoh, tafsiran ayat per ayat yang tidak menantang seorangpun, tidak menggangu seorangpun, tidak menuduh seorangpun, dan tidak mempertobatkan seorangpun

Tetapi saya kembali ke Kejadian pasal 21, malam ini, untuk menunjukkan kepada Anda cara yang lama dan Alkitabiah yang Tuhan gunakan untuk memenangkan orang. Dan inilah cara yang saya akan khotbahkan kepada Anda malam ini.

I. Pertama, Hagar dan Ismael diusir dan dibuat bersusah hati

Sara berkata dengan tajam,

“Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak." (Kejadian 21:10).

Luther melihat ini adalah gambaran jiwa yang terhilang di bawah hukum Taurat,

Orang-orang yang seperti Ismael dan ibunya, telah menjadi percaya diluar rumah dan ayahnya, yang mengalami kelaparan dan kehausan di gurun pasir, yang merintih dan berseru kepada Tuhan, dan berada di ujung keputusaan. Seperti para pendengar Injil pada umumnya (Commentary on Genesis).

Luther menekankan bahwa Hagar dan Ismael dibawa ke dalam kesengsaraan untuk menghancurkan kesombongannya. Manusia pada dasarnya adalah mahkluk yang sombong. Mereka berpikir bahwa mereka tidak cukup berdosa untuk dapat dikutuk. Dalam kebenaran mereka sendiri mereka berdiri tanpa malu di hadapan Tuhan. Kesombongan mereka harus dihancurkan. Luther berkata,

Saya tahu bahwa Ismael pertama harus diusir dan dibuat remuk hatinya sebelum ia dapat mendengar kata-kata yang menghibur dari para malaikat. Saya telah mengikuti cara ini dengan tidak memberikan pelayanan penghiburan kepada seseorang kecuali jika orang-orang ini telah menyelasi dosa-dosanya dan menderita kerena dosa-dosa mereka - orang-orang yang putus asa yang tidak dapat menolong dirinya sendiri, yang telah melihat hukum Taurat begitu menakutkan… Ismael belum merasakan kondisi ini sebelum ia terbuang dari rumah Abraham; ia sombong dan merasa nyaman… Karena ia telah dilahirkan sebelum Ishak, Ia ingin berkata: Aku adalah tuan dan ahli waris rumah ini; Ishak dan ibunya akan menyerah kepadaku. Sekarang, kebanggaannya itu dipuji dan ditolerir atau malah dikutuk oleh karena itu? Jika kemudian, ia justru dikutuk dan diusir dari rumah bersama dengan ibunya dan tidak diinjinkan mengambil atau membawa apapun dari rumah Abraham kecuali upah menurut Hukum, roti dan air?…Tetapi akhirnya ia kehabisan air dan tidak ada apapun untuk dilakukan selain kematian. Lebih dari ini Hukum Taurat tidak pernah menolong. Marilah kita belajar dari pelajaran ini, yaitu bahwa Tuhan membenci setiap orang yang sombong; tetapi orang-orang yang mau merendahkan diri dan menyerah terhadap Hukum Taurat Ia hiburkan…Karena Ia tidak mau setiap orang binasa. Di sisi lain, Ia tidak mengijinkan orang-orang yang merasa nyaman dan sombong tinggal di rumah Abraham (ibid.).

Ini harus menyadarkan Anda, dan membuat Anda menjadi rendah hati, bahwa Anda tidak diijinkan mengambil bagian dalam Perjamuan Tuhan. Ini harus menyadarkan Anda, dan membuat Anda menjadi rendah hati, bahwa Anda tidak diijinkan dibaptis dengan baptisan alkitabiah. Ini harus menyadarkan Anda, dan membuat Anda menjadi rendah hati, bahwa orang lain datang ke gereja dan bertobat, sementara Anda adalah sisa orang yang terbuang

“"Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya.”
     (Kejadian 21:10).

“Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak,… Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring.” (Kejadian 21:15-16).

Ia telah diusir keluar. Air minumnya telah habis. Ia menangis dengan suara nyaring.

Anda juga harus merenungkan ini seperti kondisi jiwamu - atau Injil tidak akan berarti apa-apa bagimu! Injil Kristus tidak akan nampak berarti apa-apa sampai Anda merasa terusir, sampai air minum Anda habis, dan Anda menangis dengan meraung-raung!

II. Kedua, Hagar dan Ismael Kemudian Dihiburkan

Mari kita berdiri dan membaca ayat 19 dengan suara keras.

“Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.” (Kejadian 21:19).

Silahkan duduk kembali.

Hal yang baik sebenarnya telah ada, namun Hagar tidak melihatnya. Ketika ia akhirnya remuk hatinya dan dalam kondisi tanpa pengharapan, kemudian “Tuhan membuka matanya, dan ia melihat air yang baik.” Hal yang baik ada di segala waktu, namun ia tidak dapat melihatnya sampai Tuhan membuka matanya. Spurgeon yang agung berkata,

Sekarang, ini adalah representasi grafik dari posisi banyak orang… berdosa…. Melihat Anak Allah dan hidup; apakah dapat sesederhana itu? Dan tak seorang pun dapat memahami pengajaran tentang “percaya dan hidup” sampai Tuhan membuka matanya. Ada hal yang baik di sana, namun jiwa yang haus tidak dapat melihatnya. Kristus ada di sana, tetapi orang berdosa tidak dapat melihat Dia. Ada sumber air yang penuh dengan darah, tetapi ia tidak tahu bagaimana membersihkan diri di dalamnya… sampai terang yang kekal bercahaya menyinari kegelapan bola mata orang berdosa, ia tidak dapat, dan ia tidak akan merasa bukti kebenaran dirinya sendiri…Ada banyak orang yang tidak dapat melihat karena kesombongannya sendiri. Ketika mencuci matanya sendiri dengan perbuatan baiknya dan ketaatan agamawinya, tentu ia tetap tidak dapat melihat jalan keselamatan hanya melalui Kristus. Tuhan mengambil timbangan dari matamu, orang-orang berdosa, karena engkau sendiri telah menciptakan kegelapan yang besar bagi dirimu sendiri. Tidak ada yang lebih menyedihkan bagi jiwa dari pada kesombongan akan kekuatannya sendiri…Saya telah menjadi sangat terkesan bahwa saya sedang berbicara kepada orang-orang muda di sini yang mana masa depan bergantung pada pertimbangan mereka yang berhati-hati sebelum ia melangkahkan kakinya kembali. Langkah demi langkah, dan Anda terjatuh. Saya meminta Anda, tetap berdiri dan mendengarkan apa yang Tuhan akan katakan kepada Anda sekarang. Keluarlah kamu, keluarlah dari dosa-dosamu dan carilah Juruselamatmu sekarang, dan ia akan menemukanmu sekali lagi… dan inilah yang mungkin akan katakan tentang kamu, “Tuhan telah membuka matanya” (C. H. Spurgeon, “Eyes Opened,” The Metropolitan Tabernacle Pulpit, volume 25, Pilgrim Publications, 1972 reprint, pp. 129-131).

(SELESAI)
Anda dapat membaca khobah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.rlhymersjr.com. Klik on "Sermon Manuscripts."

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @
http://www.sttip.com

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Kejadian 21:9-21
Persembahan Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Amazing Grace” (by John Newton, 1725-1807).


GARIS BESAR KHOTBAH

MEREKA HARUS MENJADI BERSUSAH HATI
SEBELUM MEREKA DAPAT MELIHAT

Oleh: Dr. Robert Hymers


“Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya.”
     (Kejadian 21:10).

“Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.” (Kejadian 21:19).

(Yohanes 4:14)

I.   Pertama, Hagar dan Ismael diusir dan dibuat bersusah,
Kejadian 21:10, 15-16.

II.  Kedua, Hagar dan Ismael Kemudian Dihiburkan, Kejadian 21:19.