Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




UNIFORMITARIANISME DAN AIR BAH ZAMAN NUH - BAGIAN X

(UNIFORMITARIANISM AND THE FLOOD - THE DAYS OF NOAH - PART X)

Oleh: Dr. Robert Hymers
Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto

Dikhotbahkan di Fundamentalist Baptist Tabernacle of Los Angeles
Kebaktian Pagi, 7 Juli 2002

“Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.” Matius 24:38-39.


CNN membahas tema ini dalam website mereka pada tanggal 21 Juni:

"Flood Carved Instant Grand Canyon on Mars "
   (cnn.com, June 21, 2002).

Berita ini melaporkan seperti berikut ini:

    Washington (AP) - Air… telah mengikis Grand Canyon dengan cepat, lembah yang dalamnya lebih dari satu mil, di permukaan planet Mars… menurut analisis baru dari gambar-gambar yang diambil oleh kendaraan angkasa (spacecraft).
    "Bayangkan lebih dari 5 kali volume air di Great Lakes disebabkan oleh banjir tunggal dan Anda akan mempunyai suatu pertimbangan terhadap peristiwa ini," kata [Ross] Irwin, seorang penulis pertama yang nampak di journal Science. Kekuatan dan Volume air ini cukup untuk mengikis suatu jurang 6,900 kaki dalamnya dan 550 mil jauhnya hanya untuk beberapa bulan saja. katanya. Irwin berkata studi ini menunjukkan banyak bukti bahwa di Mars, sekarang ini begitu dingin, tempat berdebu itu kini penuh dengan air, seperti terkubur oleh es, kadang-kadang lembab kadang panas …air itu diperkirakan datang dari hujan salju, hujan atau salju, dari panasnya atmospir. Mars sekarang ini hanya mempunyai atmospir yang sangat tipis.
    Jika Mars kadang-kadang menjadi berair, lalu ke mana perginya semua air itu? Irwin berkata tidak ada orang yang mengetahui dengan pasti, tetapi teori menyatakan bahwa sebagian dari air secara kimiawi berpecah menjadi bagian-bagian utamanya, hidrogen dan oksigen. Hidrogen bisa menguap ke luar.. Oksigen terus tinggal di Mars… (Associated Press, cnn.com, June 21, 2002).

Pertanyaan saya adalah: Mengapa para ilmuwan ini berbicara tentang apa yang terjadi di planet Mars, tetapi tidak dapat berbicara tentang apa yang terjadi di planet bumi ini - tentang Air Bah yang tercatat dalam Alkitab? Artikel terebut menjelaskan,

Tidak seperti Arizona's Grand Canyon, yang dikikis jutaan tahun oleh sungai Colorado, Ma’adim Vallis [jurang di planet Mars] terjadi “hanya dapam beberapa bulan saja, yang pasti kurang dari satu tahun,” kata Irwin (ibid).

Apa? Ketika mereka mempresentasikan bukti-bukti yang sama dengan Grand Canyon, mereka berkata bahwa air bah terjadi di planet Mars dengan waktu yang begitu cepat, namun berkata memerlukan “jutaan tahun” untuk peristiwa yang sama yang terjadi di planet bumi ini. Mereka berkata, “Air bah mengikis Grand Canyon di planet Mars dengan begitu cepat,” tetapi mereka percaya bahwa ini tidak bisa terjadi dalam waktu yang sangat singkat di bumi! Ini hanya dapat menjadi semacam prasangka untuk menentang catatan tentang Air Bah dalam Alkitab. Mereka menolak untuk membuat kesimpulan yang sama bahwa hal ini dapat dan telah terjadi di bumi - ketika mereka memberikan bukti-bukti ini. Jelas sekali orang-orang ini membuat pra-anggapan untuk menentang Akitab!

Mereka berkata bahwa jurang yang besar di planet Mars dikikis oleh air bah dalam waktu beberapa minggu, tetapi pengikisan Grand Canyon di Arizona memerlukan “jutaan tahun”. Mereka memberikan hipotesis yang tak teruji. Tidak ada pengujian yang dapat dibenarkan, karena dalam pengujian jurang ini tidak dilakukan secara berualang-ulang.

Saya memberikan metode ilmiah dari University of Maryland:

    Berdasarkan dari informasi belakangan ini para ilmuwan mengembangkan beberapa hipotesis. Hipotesis-hipotesis ini diuji berulang kali untuk memperoleh kepercayaan hasil uji tertinggi dalam generalisasi hipotesis…
    Jadi, marilah menyimpulkan beberapa langkah yang memimpin kepada poin ini. Anda mulai dengan observasi, sebagaimana yang harus dilakukan oleh semua ilmuwan yang jujur. Anda menggunakan observasi-observasi ini untuk memformulasi generalisasi. Ketika ketidaksesuaian ditemukan antara generalisasi dengan observasi, generalisasi harus diubah.
    Bahkan setelah generalisasi (misalnya, hipotesis) diuji, direvisi, diuji ulang (dan di revisi ulang), kemudian TEORI dikembangkan. Teori ini harus menjadi subyek perdebatan dengan semua pertanyaan dan dapat menghasilkan bukti untuk menjawab berbagai keberatan.
    Ini harus diingat bahwa semua ilmuwan yang jujur harus dapat melepaskan generalisasinya ketika bukti baru menunjukkan bertenganan dengan generalizasinya. Oleh sebab itu, hipotesis harus dapat teruji, atau itu tidak akan ada nilainya. Dan pengujian harus dilakukan secara terus menerus, dan diubah jika perlu, untuk disesuaikan dengan bukti yang ada. Pertanyaan seorang ilmuwan harus selalu demikian, “Apa ada bukti?”
    (www.aquaticpath.umd.edu/fishhealth/koch.html).

Uniformitarianisme adalah dasar dari geologi modern. Ini adalah “kepercayaan bahwa adanya proses fisika, yang secara esensial terjadi seperti saat ini, adalah cukup untuk mempetimbangkan semua perubahan masa lalu dan untuk membuat pernyataan saat ini tentang… geologic… alam semesta.” (John C. Whitcomb, Th.D., and Henry M. Morris, Ph.D., The Genesis Flood, Presbyterian and Reformed, 1961, p. xx). Charles Lyell (1797-1875) yang telah dijuluki sebagai “imam besar dari unifirmitarianisme.” Lyell mengajarkan bahwa “hari ini adalah kunci dari masa lalu.” Ia percaya bahwa “hari ini semata-mata disebabkan oleh apa yang terjadi di masa lalu, dan itu terus berlangsung pada kecepatan yang sama. (O. D. von Engeln and Kenneth E. Caster, Geology, New York: McGraw-Hill, 1952, p. 25). Jadi, uniformitarianisme tidak memiliki ruang untuk Air Bah dalam teorinya.

Ini adalah kesalahan dari uniformitarianisme. Ini tidak dapat teruji. Anda tidak dapat menguji teori ini. Seperti yang dikatakan oleh University of Maryland:

Ini harus diingat bahwa semua ilmuwan yang jujur harus dapat melepaskan generalisasinya ketika bukti baru menunjukkan bertenganan dengan generalizasinya. Oleh sebab itu, hipotesis harus dapat teruji, atau itu tidak akan ada nilainya. Dan pengujian harus dilakukan secara terus menerus, dan diubah jika perlu, (Scientific Method, ibid.).

"Hipotesis harus dapat teruji, atau itu tidak akan ada nilainya,” kata laporan ini. Tetapi teori pengikisan air bah yang “begitu cepat” terhadap jurang yang besar di planet Mars tidak dapat teruji. Teori yang mengatakan terjadinya erosi “yang begitu lamban” yang menyebabkan Grand Canyon di bumi juga tidak dapat teruji. Sejak peristiwa-peristiwa geological ini tidak dapat diduplikasikan hari ini, teori ini juga tidak dapat teruji. Fakta yang para ilmuwan modern ajukan tentan air bah yang tejadi begitu cepat di planet Mars dan erosi yang begitu lamban yang menyebabkan Grand Canyon di bumi secara sederhana menunjukkan bahwa mereka menggunakan dua teori yang tidak dapat teruji untuk membuktikan hasil-hasil yang sama. Dua jurang besar adalah teori yang datang kira-kira, mereka katakan, melalui air bah, sama dengan yang tercatat dalam Kitab Kejadian. Tetapi, mereka berkata, type jurang yang sama tidak dapat menjadi sama seperti air bah yang terjadi di bumi. Saya berkata bahwa ini secara sederhana menunjukkan bahwa mereka memiliki prasangka menentang Alkitab!

I. Mereka menolak Air Bah karena mereka mempertahankan teoti uniformitarianisme.

Charles Lyell adalah seorang geologis yang hidup pada abad ke-19. Ia percaya bahwa penyebab dari perubahan geologikal saat ini selalu memiliki tingkatan yang sama, cara yang sama, seperti yang terjadi pada masa lalu. Ini disebut unformitarianisme. Lyell menentang ide bahwa bencana alam dapat disebabkan oleh formasi geologi yang kita lihat di dunia saat ini. Tetapi kaum geologis yang mengikuti teori uniformitarianisme ini tidak konsisten ketika mereka berkata bahwa bencana alam (air bah) di planet Mars disebabkan oleh formasi geologi.

Ini sangat menarik karena Alkitab telah memprediksi “uniformitarianisme” dengan sangat jelas. Mari kita buka II Petrus, pasal tiga, ayat tiga. Di sini kita diberitahu bahwa para pengejek akan menolak bencana alam dari air bah dan menganut faham uniformitarianisme:

"Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan." (II Petrus 3:3-4).

Ini sangat jelas, prediksi yang sangat jelas bahwa banyak orang akan mempercayai apa yang diajarkan oleh Charles Lyell di abad ke-19 tentang uniformitarianisme: “Segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan.”

Sekarang mari kita lihat ayat lima:

"Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu, dan juga bumi yang berasal dari air dan oleh air, dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah.” (II Petrus 3:5-6).

Semua itu adalah “kebodohan” karena ada banyak bukti geological untuk bencana Air Bah. Grand Canyon adalah salah satu bukti geological. Dan ada banyak lagi yang lain. Dr. John C. Whitcomb dan Dr. Henry M. Morris memberikan daftar bukti geologikal secara detail dalam buku mereka, The Genesis Flood (John C. Whitcomb, Th.D., and Henry M. Morris, Ph.D., Presbyterian and Reformed Publishing Co., 1961). Orang yang tertarik untuk subyek ini dapat membeli buku tersebut dan mempelajarinya dengan hati-hati. Banyak bukti geologis untuk Air Bah yang memberikan atau menunjukkan bahwa uniformitarianism adalah teori yang salah.

II. Mereka menolak Air Bah karena mereka menolak evaluasi secara obyektif terhadap bukti geologis.

Seperti yang ditekankan oleh Dr. Whitcomb and Dr. Morris, para ilmuwan modern yang menerima teori uniformitarianisme ini melakukan evaluasi yang tidak benar terhadap data atau bukti geologis. Mereka juga tidak mempertimbangkan atau tidak mengakui catatan Alkitab yang berbicara tentang Air Bah.

Mari kita buka Kejadian, pasal dua, ayat lima. Sebelum zaman Air Bah tidak ada air hujan yang turun,

"Belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu; tetapi ada kabut naik ke atas dari bumi dan membasahi seluruh permukaan bumi itu.” (Kejadian 2:5-6).

Dr. Morris menekankan bahwa air di atas cakrawala melingkupi bumi sebelum zaman Air Bah

…dalam wujud seperti selimut uap air yang luas, memanjang jauh ke luar batas, tak kelihatan namun sangat mempengaruhi kondisi kehidupan dan iklim terestrial. Seperti "canopy" pasti telah menyebabkan panas yang meliputi seluruh dunia, hanya dengan perbedaan kecil latitudinal dan musimnya … Tidak akan ada hujan seperti yang sudah umum kita tahu, dan ini persis sama dengan kesaksian Alkitab (Kejadian 2:5-6). (Henry M. Morris, Ph.D., The Twilight of Evolution, Grand Rapids, Michigan: Baker Book House, 1963, p. 68).

Sekarang marilah kita membuka Kejadian, pasal tujuh, ayat sebelas:

"Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit. Dan turunlah hujan lebat meliputi bumi empat puluh hari empat puluh malam lamanya.” (Kejadian 7:11-12).

Perhatikan ayat ketujuh belas:

"Empat puluh hari lamanya air bah itu meliputi bumi; air itu naik dan mengangkat bahtera itu, sehingga melampung tinggi dari bumi." (Kejadian 7:17).

Lihat ayat dua puluh:

"Sampai lima belas hasta di atasnya bertambah-tambah air itu, sehingga gunung-gunung ditutupinya. Lalu mati binasalah segala yang hidup, yang bergerak di bumi, burung-burung, ternak dan binatang liar dan segala binatang merayap, yang berkeriapan di bumi,… " (Kejadian 7:20-21).

Dan sekrang lihat ayat dua puluh empat:

"Dan berkuasalah air itu di atas bumi seratus lima puluh hari lamanya." (Kejadian 7:24).

Dalam Kejadian 7:11 kita diberitahu bahwa “terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit.” Ini berarti bahwa air dalam jumlah yang sangat besar menenggelamkan dan menutupi seluruh bumi, sebagaimana yang dikatakan oleh Dr. Whitcomb dan Dr. Morris yang menjelaskan kepada kita bahwa, “bencana yang begitu dahsyat, membuat bom hidrogin terbesar, atau ratusan bom sejenisnya, menjadi tidak penting! (The Genesis Flood, pp. 242-243).

Selanjutnya Kejadian 7:11 melanjutkan, “dan terbukalah tingkap-tingkap di langit.” Ini mengindikasikan bahwa sejumlah air yang sangat besar jumlahnya di atas cakrawala yang melingkupi atmosfer bumi turun menjadi hujan yang sangat deras. Dr. Whitcomb dan Dr. Morris berkata:

Gambaran proporsi yang mengagumkan. "Air di atas cakrawala" yang begitu luas atau begitu besar jumlahnya dicurahkan ke bumi seperti yang ditunjukkan oleh Alkitab "tingkap-tingkap air di langit," dan turunlah hujan lebat meliputi bumi dan menyebabkan erosi serta menyebabkan terjadinya kepulauan. Pada waktu yang sama, terbelah segala mata air dan mungkin juga magma meluap keluar dari lapisan bumi yang paling dalam. (The Genesis Flood, p. 265).

Ledakan volkanik dan air bah telah menerjang seluruh muka bumi, ikan-ikan besar tersapu oleh air bah dan bahkan organisme-organisme yang di gunung tertinggi sekalipun, ini juga menyebabkan pengikisan yang membentuk Grand Canyon, dan menerjang rangkaian penggunungan yang tinggi.

Apakah penyebab natural yang memicu terjadinya Air Bah? Dr. Whitcomb dan Dr. Morris berkata ini “kemungkinan ini menimpa bumi melalui sekumpulan meteor atau sejumlah tekanan dari debu volkanik di udara yang sangat besar jumlahnya yang secara tiba-tiba " (The Genesis Flood, p. 258). Binatang-binatang besar yang berbulu di Siberia dan Alaska. Dinosaurus-dinosaurus tersapu keluar.

Dr. Whitcomb dan Dr. Morris menunjuk bahwa kumpulan fosil yang begitu banyak adalah bukti Air Bah ini:

Ini sungguh tidak dapat dipercaya bahwa kumpulan jenis [fosil] ini bisa sungguh terjadi secara normal, atau berasal dari suatu proses yang lambat. Suatu transportasi yang tidak biasa dan penguburan yang cepat diindikasikan …tempat-tempat kuda nil Sicilian, fosil-fosil yang begitu ekstensif yang mereka miliki sungguh menjadi seperti sumber arang yang dapat dikomersilkan; Binatang mamalia raksasa yang telah membatu [Rockies]; dinosaurus yang telah menjadi Bukit Arang [Black Hills] dan Bebatuan [Rockies], seperti padang gurun Gobi; ikan-ikan yang luar biasa dari Scottish Devonian, dan masih banyak yang lainnya. Jika mencoba untuk menjumlah penemuan yang sangat banyak ini dengan term-term saat ini - proses-proses dan peristiwa-peristiwa saat ini...tentulah ini sangat mustahil! Dan sebelumnya kumpulan fosil yang sangat banyak ini yang ditemukan ini menjadi dasar dari generalisasi yang harus diterima oleh skema historical geologi uniformitarian. (The Genesis Flood, pp. 160-161).

Maka, kita dapat menyimpulkan bahwa uniformitarianism dari geolog abad yang 19th Charles Lyell adalah salah, dan bahwa Air Bah yang tercatat dalam Kitab Kejadian adalah benar sebagaimana itu di catat dalam Alkitab!

Mengapa orang-orang ini menolak Air Bah sebagai mana diungkapkan oleh Alkitab dan yang ditegaskan oleh ilmu geologi? Jawabannya diberikan dalam teks kita. Mari kita kembali ke Matius, pasal dua puluh empat, ayat tiga puluh delapan:

"Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. " (Matius 24:38-39).

Yang membawa kita kepada poin ke tiga.

III. Mereka menolak catatan Air Bah karena mereka hanya memikirkan 
hal-hal materi saja.

Kristus berkata bahwa orang-orang di zaman Nuh hanya memikirkan "makan dan minum, kawin dan mengawinkan" ( Matius 24:38). Dengan kata lain, mereka hanya memikirkan hal-hal materi dari kehidupan ini saja. Mereka tidak siap ketika penghukuman Tuhan diturunkan.

Bukankah itu adalah cara kebanyakan orang hidup pada hari ini? Kristus berkata, "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia." ( Matius 24:37). Bukankah ini adalah cara hidup kebanyakan orang pada hari ini- semuanya di sekitar kita? Mereka tidak tertarik untuk pergi gereja. Mereka tidak tertarik untuk memperoleh keselamatan. Mereka hanya tertarik akan pesta, sex, minuman keras, obat-obatan, dan musik-musik liar. Mereka semua hanya memikirkan bagaimana mencari uang dan menikmati kesenangan. Mereka tidak memikirkan sama sekali perlunya keselamatan kekal jiwa mereka.

Alkitab menjelaskan tentang mereka dengan sangat sempurna.

"Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu." (II Timotius 3:1-5).

Ketika anak-anak saya masih sangat kecil mereka telah diberi buku tentang Nuh dan Air Bah. Ada gambar tentang banyak orang yang berdiri di dekat perahu, sebelum terjadinya Air Bah. Orang-orang itu tertawa pada waktu Nuh berkhotbah - ia memperingatkan mereka bahwa Air Bah akan datang dan mereka membutuhkan keselamatan. Beberapa hari setelah mereka membaca buku itu isteri saya mengajak anak lelaki saya, yang kira-kira masih berumur lima tahun itu, ke bank. Di sana, di bank itu ada antrian banyak orang, mereka tertawa dan berbincang-bincang. Mereka terlihat seperti halnya barisan orang-orang yang terdapat dalam gambar buku itu. Si kecil Wesley ini mengangkat tangannya, dan ia mulai berkhotbah seperti Nuh! Ia berkata, " Tidak! Tidak! Saudara sekalian - Air Bah akan segera datang!"

Mereka tertawa - tetapi ia benar! Penghukuman sedang datang! Apakah Anda sudah siap? Kristus mati di kayu Salib untuk membayar hukuman bagi dosa-dosamu. Kristus bangkit dari kematian, dan telah naik ke Surga. Ia ada di sana sekarang, duduk di sebelah kanan Allah. Anda harus datang kepada Kristus. Dosa-dosa Anda harus dicuci oleh Darah-Nya. Jika Anda tidak datang kepada Kristus, Anda tidak akan siap ketika penghukuman di jatuhkan!

(SELESAI)
Anda dapat membaca khobah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.rlhymersjr.com. Klik on "Sermon Manuscripts."

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @
http://www.sttip.com

Pembacaan Alkitab sebelum khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: II Timotius 3:1-5
Persembahan Nyanyian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
"In Times Like These" (by Ruth Caye Jones, 1944).


GARIS BESAR KHOTBAH

UNIFORMITARIANISME DAN AIR BAH ZAMAN NUH - BAGIAN X

Oleh: Dr. Robert Hymers


"Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.” (Matius 24:38-39)

I.   Mereka menolak Air Bah karena mereka mempertahankan teoti 
uniformitarianisme. II Petrus 3:3-6

II.  Mereka menolak Air Bah karena mereka menolak evaluasi secara 
obyektif terhadap bukti geologis. Kejadian 2:5-6; 
7:11-12; Kejadian 7:17,20-21,24

III. Mereka menolak catatan Air Bah karena mereka hanya menghubungkan 
dengan hal-hal yang materi saja. Matius 24:38,37; II Timotius 3:1-5.