Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




SEJARAH AIR BAH - ZAMAN NUH -BAGIAN VII

(Traditions of the Flood - The Days of Noah - Part VII)

Oleh: Dr. R.L. Hymers, Jr., Th.D., Litt.D.
Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto, Ph.D.

Kotbah ini dikotbahkan di Fundamentalist Baptist Tabernacle of Los Angeles
Minggu Pagi, 9 Juni 2002

"Sebab, sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan anak manusia" (Matius 24:37-39)


Banyak Kaum Injili menganggap sepele tentang Air Bah. Mereka menerbitkan buku cerita untuk anak-anak yang berisi gambar-gambar dari sebuah bahtera yang indah dengan binatang-binatang ceria serta burung-burung. Anak-anak yang membaca sampah ini dalam Sekolah Minggu bertumbuh dengan pikiran bahwa Air Bah hanyalah sebuah dongeng, seperti Hansel dan Gretel, Legenda Malam Di Arab, Petualangan Guliver atau cerita Harry Potter. Saya berpikir cerita yang konyol tentang Bahtera Nuh merupakan salah satu dari roman modern menurut anggapan anak-anak Kaum Injili yang berlawanan dengan Kekristenan yang sesungguhnya. Kita akan menjadi lebih baik tanpa kebodohan ini, buku-buku Disney.

Cerita tentang Air Bah dan Bahtera Nuh merupakan hal yang sangat serius dan sangat menyedihkan. Moral yang hancur memimpin kepada penghakiman dari air terlalu kotor bagi pikiran anak-anak untuk merenungkannya. Ketakutan yang tak terbayangkan yang menyertai Air Bah itu sendiri seharusnya tidak dibawa dalam gambaran yang hidup sebelum pikiran anak-anak itu mencapai dewasa.

Cerita tentang Air Bah merupakan materi bagi orang dewasa, yang hanya bisa diapresiasikan dan dimengerti oleh pikiran dewasa. Alkitab berbicara bahwa banyak subyek jauh yang terlalu sukar untuk dipahami oleh pikiran anak-anak. Bahtera dan Air Bah merupakan bagian dari subyek itu.

Ya, Saya percaya bahwa ada Bahtera yang literal. Hal itu nampak dalam setiap cabang ras manusia yang memiliki sebuah cerita tentang Air Bah. Kita percaya bahwa cerita kuno diturunkan secara turun-temurun dari zaman purbakala, dari zaman Nuh itu sendiri. Dr. John Warwick Montgomery berkata:

Kemusnahan dari hampir seluruh manusia…tampaknya telah diturunkan kepada, anak-anak mereka, dalam konsekuensinya, dengan sejumlah kengerian yang mengesankan sehingga keturunan mereka sampai hari ini bahkan belum dapat melupakan hal itu. Hal itu terlihat… dalam banyak negara, dan terutama dalam suku-suku barbar. (John Warwick Motgomery, Ph.D., The Quest for Noah's Ark, Bethany House, 1947, p. 25).

Dr. Henry H. Halley memberitahu kita bahwa sesungguhnya peradaban dari zaman purbakala memiliki ingatan tentang Air Bah dalam setiap tradisi-tradisi kuno. Diantaranya termasuk,

Babilonia, Asyur, Mesir, Persia, Hindu, Yunani, Cina, Phyrgia, Kepulauan Fiji, Eskimo, Aborigin Amerika, Barzil, Peruvia, Indian (dari India), dan hampir dalam setiap suku ras manusia, Semit, Arya, Turania -memiliki tradisi tentang Banjir Besar yang memusnahkan semua manusia [dalam air], kecuali satu keluarga, dan ditekankan secara mendalam pada memori leluhur dari seluruh ras ini sebelum mereka menyebar (Henry H. Halley, Halley's Bible Handbook, Regency, 1989 reprint, pp.75-76).

Dr. M.R. Dehaan memberikan sebuah daftar yang mudah untuk dibaca, dari tradisi-tradisi tentang Air Bah:

    Sebuah legenda Mesir menceritakan bahwa, pada waktu yang lampau dewa-dewa memurnikan dunia dengan sebuah banjir yang besar, dimana hanya sedikit gembala yang selamat dengan mendaki gunung yang tinggi.
    Tradisi India Barat menghubungkan bahwa, Manu, Guru yang Agung, diperingatkan oleh seekor ikan tentang kedatangan banjir dan memerintahkan untuk membangun sebuah perahu dan mencari tempat untuk selamat. Manu kemudian mengikatkan sebuah tali ketanduk yang ada diatas kepala ikan, dan kemudian menggandengnya ke sebuah gunung di India, dimana kebel itu kemudian diikatkan ke sebuah pohon.
    Tradisi dari Cina menggambarkan air bah sebagai berikut,"dan sekarang pilar-pilar dari langit telah hancur, bumi menjadi goncang ke seluruh fondasinya, matahari dan bintang-bintang lenyap, bumi terbelah dan airnya melanda daratan dan meluap. Semua kejahatan bangkit dari manusia dan memberontak melawan langit, memandang rendah penguasa dari seluruh alam semesta.
    Bangsa Yunani mengatakan bahwa dewa Zeus murka dan mengancam akan menghancurkan bumi. Prometheus, melalui nubuatan tentang masa depan, memperingatkankan anaknya Deucalion tentang kedatangan air bah. Deucalion kemudian membangun sebuah bahtera yang akhirnya terdampar di Thessally. Disana dia dan istrinya Pyrrah (yang hanya selamat), berkembang biak memenuhi bumi.
    Di Britania ada sebuah legenda Druid kuno, karena kejahatan manusia maka Penguasa Tertinggi mengirim air bah, ketika gelombang laut menimpa mereka semua yang ada di pulau Britania. Tetapi seorang leluhur dari rombongan yang mencari perlindungan menemukan sebuah kapal yang kuat, selamat dari banjir, dan memenuhi bumi.
    Diantara suku Indian Amerika, tradisi tentang air bah ditemukan hampir disetiap suku bangsa. Terdapat diantara 120 suku bangsa utara, tengah, dan selatan Amerika.. tidak ada suku yang tidak memiliki legenda tentang banjir besar, dan melalui pohon delapan orang selamat dan terdampar di pegunungan.
    Tradisi Babilonia, , yang tertanggal pada abad keempat S.M., menceritakan tentang sebuah banjir yang menutupi seluruh bumi. Raja Ardates telah diperingatkan oleh dewa Cronos dan memerintahkannya untuk membangun sebuah kapal dengan panjang 3000 kaki dan lebarnya 1200 kaki, dimana raja dan beberapa temannya beserta sejumlah besar binatang, dan makanan yang dibutuhkan, selamat dari air bah. Tradisi ini juga menceritakan tentang pelepasan burung yang kembali lagi kepadanya, tetapi untuk yang ketiga kalinya mereka tidak kembali. Perahu tersebut terdampar di pegunungan Armenia. Tetapi bagaimanapun mereka diperintahkan kembali ke Babilonia, tetapi bekas bahtera tersebut (menurut legenda tersebut) tetap berada di pegunungan Corcyrenian. Tradisi Babilonia menjadi cerita yang paling detail termasuk dimensinya., lantai, ruangan dan ceritanya, hal itu memberi kesanbahwa hal itu merupakan sebuah distorsi dan versi yang korupsi dari deskripsi Alkitab. (M.R. DeHaan, The Days of Noah, Zondervan, 1963, pp.152-154).

Tradisi-tradisi ini, bukan merupakan cara untuk membenarkan bahwa cerita dalam Alkitab itu benar. Tetapi mereka juga menunjukkan bahwa tradisi tentang Air Bah secara mendalam berakar di dalam cerita kuno.

Sekarang, pagi ini Saya ingin kita untuk memikirkan tentang bahtera - Bahtera Nuh. Hal itu bukan merupakan sebuah perahu. Dia adalah sebuah bahtera. Dalam Ibrani kata bahtera diterjemahkan dengan "tebah." Itu berarti peti atau kotak. Yang ditutupi dengan bubungan yang hitam legam. Bahtera sebuah kotak besar yang dicat hitam. Dia tidak dibuat untuk berlayar, tetapi hanya agar tetap mengapung.

Bahtera itu merupakan sebuah tipe, atau ilustrasi. Kita dapat belajar banyak tentang kebenaran Alkitab dengan mempelajari Bahtera Nuh.

I. Pertama, bahtera berbicara tentang memperoleh keselamatan

Silahkan buka Alkitab anda dalam I Petrus pasal tiga, ayat dua puluh. Saya ingin anda menandai bagian kedua dari ayat tersebut :

"…ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, dimana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu" (I Petrus 3:20)

Kita belajar dua kebenaran besar dari ayat ini.


(1) "Kesabaran Allah untuk menanti pada zaman Nuh." Allah dengan sabar terhadap Nuh ketika membangun bahtera sebelum penghukuman dijatuhkan ke atas bumi. Allah berkata kepada manusia "hari-harinya akan seratus dua puluh tahun saja." (Kej. 6:3). Itu berarti diperlukan waktu selama 120 tahun oleh Nuh untuk membangun bahtera. Selama waktu ini Nuh berkotbah kepada orang-orang yang tidak percaya di atas dunia (ref. II Petrus 2:5). Secara pasti orang datang ketika bahtera itu dibuat, dan Nuh berkotbah kepada mereka tentang air bah yang akan datang, dan mereka butuh untuk keselamatan. Tidak ada seorangpun, hanya keluarganya yang menaruh perhatian terhadap kotbahnya, tetapi Allah menanti dengan sabar sebelum menjatuhkan penghukuman. Yesus berkata,"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan anak manusia" (Matius 24:37). Kebanyakan orang tidak tertarik kepda pesan keselamatan hari ini sama seperti orang-orang pada zaman Nuh.


(2) "Dimana sedikit (hanya sedikit), yaitu, delapan orang yang diselamatkan oleh air bah itu." Hanya sedikit orang yang diselamatkan. Yesus memberitahu kita dalam Matius 24:37 bahwa akhir zaman sangat mirip dengan zaman Nuh. Hanya sedikit orang yang akan diselamatkan, dan hanya sedikit orang yang benar-benar diselamatkan pada saat ini. Apa artinya diselamatkan? Dengan kata lain, ini berarti diselamatkan melalui air penghukuman. Sekalipun dunia tidak akan dimusnahkan oleh air pada masa yang akan datang, ia akan tetap dimusnahkan, dan hanya sedikit yang akan dari penghukuman yang akan datang, sama seperti zaman Nuh hanya sedikit yang diselamatkan.. pastikanlah bahwa anda adalah salah satu diantaranya ketika Allah mengadili dunia ini.


Ya, bahtera berbicara tentang keselamatan. Setiap orang yang berada dalam bahtera akan diselamatkan. Dan setiap orang yang tidak berada dalam bahtera akan terhilang. Kembali ke II Petrus pasal dua ayat lima"

"Dan jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik" (II Petrus 2:5).

Bahtera merupakan gambaran Tuhan Yesus. Hanya ssatu jalan bagi orang-orang untuk diselamatkan. Mereka harus masuk ke dalam bahtera. Yesus berkata, "Tidak seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yoh. 14:6). Hanya ada satu jalan untuk beroleh selamat hari ini - dan itu hanya melalui Yesus Kristus, Anak Allah.

Manusia secara pasti berpikir bahwa ada banyak jalan untuk beroleh selamat pada zaman Nuh, tetapi mereka salah. Hanya ada satu jalan untuk beroleh selamat, dan itu hanya bisa diperoleh melalui bahtera. Ini adalah gambaran dari kedatangan Kristus untuk keselamatan.

Kembali ke Alkitab Anda ke Kejadian pasal enam ayat enam belas:

"Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya…" (Kej. 6:16)

Allah berkata,"pasanglah pintu pada lambungnya." Hanya ada satu pintu pada bahtera itu.

"Maka kata Yesus sekali lagi: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu …" (Yohanes 10:7).

Yesus Kristus adalah pintu untuk keselamatan. Yesus berkata lagi:

"Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput." (Yohanes 10:9).

Jika Anda ingin diselamatkan, pintu keselamatan satu-satunya adalah Yesus Kristus. Anda harus masuk kedalam pintu keselamatan melalui Yesus. Hanya ada satu pintu masuk ke bahtera. Mereka harus datang melalui pintu itu atau binasa dalam penghukuman. Dan Anda harus datang kedalam keselamatan melalui Yesus, anak Allah atau Anda akan binasa. Ya, bahtera berbicara mengenai keselamatan - mmelalui Yesus Kristus.

II. Kedua, bahtera berbicara tentang rasa takut yang baik

Silahkan kembali ke Alkitab Anda di Ibrani pasal sebelas ayat tujuh:

"Karena iman, maka Nuh - dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan - dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya …" (Ibrani 11:7).

Dalam bahasa Inggris yang lebih jelas, Nuh sangat takut ketika dia mempersiapkan bahtera. Dan ketakutan itu menggerakkan dia untuk membangun bahtera itu dengan hati-hati. Dia sangat takut untuk membuat kesalahan, dan tidak beroleh selamat, dan tidak mendapatkan bahwa orang-orang yang dicintainya selamat. Penghukuman atas dosa dan keinginan untuk selamat membebani pikirannya setiap malam. Setiap pagi dia bangun dan kemudian "bergerak dengan rasa takut." Bahtera, pesan tentang penghukuman yang akan datang, adalah sebuah tanggung jawab untuk memastikan keluarganya diselamatkan, kotbah yang dia lakukan dipenuhi oleh rasa takut ketika dia melihat keluar dari bahtera yang sedang dia bangun.

Sekarang, ada sebuah pesan didalamnya untuk Anda. Alkitab berkata,

1. Mengenai Adam,

"Ia menjawab:'Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut" (Kejadian 3:10)

2. Mengenai Abraham,

"Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak. Lalu turunlah meliputinya gelap gulita yang mengerikan" (Kejadian 15:12)

3. Mengenai Sarah,

"lalu Sarah menyangkal, katanya: 'Aku tidak tertawa,' sebab ia takut" (Kejadian 18:15)

4. Melalui Musa,

"Lagi Ia berfirman:'Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub.' Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah" (Keluaran 3:6).

5. Melalui Daud,

"Pada waktu itu Daud menjadi takut kepada TUHAN" (II Samuel 6:9)

6. Melalui Cornelius,

"Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata , Ada apa Tuhan?" (Kisah Rasul 10:4)

7. Melalui Paulus,

"Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan, karena itu kami berusaha meyakinkan orang" ( II Korintus 5:11).

Alkitab berkata bahwa Adam takut,. Alkitab berkata bahwa Abraham "diliputi gelap gulita yang mengerikan." Sara, Musa, Daud, dan Cornelius sangat takut menghadapi kehadiran Tuhan. Dan Paulus berbicara tentang "takut akan Tuhan."

Dalam lagunya yang sangat terkenal, " Amazing Grace" John Newton menulis:

"Melalui anugrah, mengajar hatiku untuk takut, dan oleh anugrah rasa takutku hilang" ("Amazing Grace" oleh John Newton, 1725-1807).

Orang yang tidak memiliki rasa takut terhadap penghukuman dan tidak memiliki rasa takut vterhadap Allah tidak akan pernah masuk kedalam Kristus - bahtera keselamatan kita. Manusia pada zaman Nuh tidak mau masuk ke dalam bahtera karena mereka tidak memiliki rasa takut. Nuh masuk ke dalam bahtera karena dia memiliki rasa takut (ref. Ibrani 11:7)

Apakah Anda memiliki rasa takut terhadap penghukuman yang akan datang? Apakah Anda memiliki rasa takut terhadap Allah? Bahtera berbicara tentang rasa takut yang baik.

III. Tetapi, ketiga, bahtera berbicara tentang penghukuman.

Silahkan buka Alkitab Anda di dua Petrus pasal tiga ayat tiga:

"Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. Kata mereka:'Dimanakah janji tentang kedatanganNya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan.' Mereka sengaja tidak mau tahu, bahwa oleh firman Allah langit telah ada sejak dahulu oleh air, dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah" (II Petrus 3:3-6)

Bagian Kitab Suci ini memberitahu kita bahwa orang-orang dunia yang tidak percaya pada zaman kita "sangat mengabaikan" dari malapetaka yang terjadi ketika dunia diliputi oleh air bah pada zaman Nuh.. "dan bahwa oleh air itu, bumi yang dahulu telah binasa, dimusnahkan oleh air bah" (II Petrus 3:3-6)

Dr. J. Vernom McGee berkata, " Ada bukti yang berlimpah-limpah bahwa beberapa bencana alam telah terjadi dan semua itu tidak berlanjut seperti pada saat penciptaan" (J. Vernom McGee, Thru The Bible, Thomas Nelson Publisher, 1983, Volume V, p. 747).

Kemudian, bagian lanjutan Kitab Suci pada ayat ketujuh memberitahu kita:

"Tetapi oleh firman itu juga langit dan bumi yang sekarang terpelihara dari api dan disimpan untuk hari penghakiman dan kebinasaan orang-orang fasik" (II Petrus 3:7)

Sama seperti dunia dimusnahkan oleh air pada zaman Nuh, ia juga akan dihancurkan oleh api pada hari penghakiman Allah di masa depan.

"The Sum of All Fears" merupakan film nomor satu dalam urutan box office di seluruh bioskop Amerika pada musim ini. Ini adalah sebuah cerita tentang perang nuklir, yang diambil berdasarkan novel yang ditulis oleh Tom Clancy. Banyak orang-orang muda yang melihat film ini memiliki ketakutan yang dalam, bahwa teroris muslim mungkin saat ini sudah mempersiapkan serangan ke Amerika dengan senjata nuklir. Kita mungkin tidak memiliki cukup waktu sebelum satu atau lebih pada saat kota kita penuh dengan nyala pai yang disebabkan oleh bom nuklir. Dan banyak orang gemetar ketakutan dalam pikiran tentang dunia yang terbakar.

Sepanjang menyangkut diri kita, tentang sebuah kemungkinan, kita seharusnya lebih memberi perhatian atas api pada hari penghakiman Allah , yang diramalkan oleh Alkitab dalam II Petrus pasal 3.

Manusia pada zaman Nuh hidup berpergian , menghidupi kehidupan mereka dengan pemikiran bahwa tidak akan ada penghakiman yang akan menimpa mereka. Dan Yesus berkata:

"Sebab, sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan anak manusia" (Matius 24:37

Hari ini, keluarga Anda, teman Anda, yang bukan Kristen yang sungguh-sungguh, menjalani hidup seolah-olah dengan pikiran bahwa penghakiman tidak akan pernah datang. Juga, kota kita, hanya dengan sebuah gempa bumi akan dapat menjadi penghakiman yang terakhir! Dunia kita hanya dengan sebuah ledakan nuklir yang berapi-api akan menjadi seperti tinggal di neraka. Perdaban hanya satu langkah atau dua langkah menuju penghakiman yang menyala-nyala seperti yang dinyatakan dalam Alkitab.

Saya berkata, bersama nabi Amos, "Bersiaplah untuk bertemu Tuhanmu" (Amos 4:12). Jika kamu tidak berada dalam bahtera keselamatan, didalam tangan Yesus Kristus, Anda tidak mempersiapkan diri terhadap apa yang berada didepan dalam dunia kita yang sukar!

Kristus mati disalib untuk membayar dosa-dosa anda. Dia mencurahkan darahnya yang suci sehingga dosa-dosa Anda dihapuskan. Dia naik ketas langit yang ketiga, dimana Dia duduk "di sebelah kanan Allah Bapa di surga" (Ibrani 1:3; 8:1). Datanglah kepada Kristus! Datanglah kedalam bahtera keselamatan. Datanglah kepada Kristus dan akan beroleh selamat terhadap penghakiman dari murka Allah yang Besar! Dan pastikan untuk datang kembali ke gereja minggu berikutnya!

(SELESAI)
Anda dapat membaca khobah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.rlhymersjr.com. Klik on "Sermon Manuscripts."

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @
http://www.sttip.com

Pembacaan Alkitab sebelum Kotbah oleh Dr. C. L. Cagan: Kejadian 6:13-18.
Nyanyi Solo Sebelum Kotbah oleh Tuan Benjamin Kincaid Griffith:
"Rock of Ages" (oleh Augustus M. Toplady, 1740-1778).


GARIS BESAR KHOTBAH

ZAMAN NUH - BAGIAN VII

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.


"Sebab, sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan anak manusia" (Matius 24:37-39)

I.   Bahtera berbicara tentang memperoleh keselamatan, II Petrus 3:20;
Kejadian 6:3; II Petrus 2:5; Matius 24:37; Yohanes 14:6; 
Kejadian 6:16; Yohanes 10:7, 9.

II.  Bahtera berbicara tentang rasa takut yang baik, Ibrani 11:7; Kejadian 3:10;
Kejadian 15:12; Kejadian 18:15; Keluaran 3:6; II Samuel 6:9; 
Kisah Rasul 10:4; II Korintus 5:11.

III. Bahtera berbicara tentang penghukuman, II Petrus 3:3-7; Amos 4:12;
Ibrani 1:3; Ibrani 8:1.