Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




ZAMAN NUH N- BAGIAN VI

(The Days of Noah - Part VI)

Oleh: Dr. R.L. Hymers, Jr., Th.D., Litt.D.
Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto, Ph.D.

Dikhotbahkan di Fundamentalist Baptist Tabernacle of Los Angeles
Kebaktian Malam, 2 Juni 2002

"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia." (Matius 24:37)


Sekali lagi saya harus katakan bahwa zaman ini, di zaman kita hidup saat ini memiliki banyak paralel dengan zaman Nuh. Kita telah melihat kemiripan-kemiripan ini dalam khotbah-khotbah yang telah saya khotbahkan tentang tema-tema berikut ini:


(1) Ini adalah saat penyesatan, ketika banyak orang hidup tanpa pertobatan.

(2) Ini adalah saat pengembaraan yang ekstensif, ketika orang-orang berpindah dari satu tempat ke tempat lain di seluruh dunia.

(3) Ini adalah saat sejumlah orang mengambil keputusan untuk hidup dalam dosa yang tak terampunkan.

(4) Ini adalah saat peningkatan perkawinan, ketika orang-orang menikah lebih dari satu kali.

(5) Ini adalah saat penyebaran kejahatan dalam skala besar.

(6) Ini adalah saat ketika pikiran jahat menguasai di dunia.

(7) Ini saat ketika musik duniawi mendominasi.

(8) Ini saatnya kejahatan besar dan para pembunuh.

(9) Ini adalah saat ketika khotbah yang keras ditolak.


Tetapi malam ini saya ingin kita melihat paralel yang lain. Zaman Nuh adalah zaman penipuan rohani yang sangat dahsyat. Yesus berkata:

"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia." (Matius 24:37).

Dan Kristus mengatakan itu kepada para murid bahwa zaman kita, begitu dekat dengan akhir zaman, yang mana akan ada masa yang dipenuhi dengan penipuan rohani yang luar biasa.

Dalam Matius 24:3, para murid bertanya, "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?" (Matius 24:3). Mereka menginginkan "tanda" akhir zaman. Yesus memberikan kepada mereka beberapa tanda! Ia mulai dengan memberikan peringatan ini kepada mereka:

"Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! " (Matius 24:4).

Lagi, dalam Matius 24:24, Yesus berkata:

"Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu." (Matius 24:24-25).

Kristus membuat hal ini dengan sangat sederhana yaitu bahwa zaman ini akan berakhir dengan penipuan dan kesombongan rohani yang luar biasa.

Apakah zaman ini sama seperti zaman Nuh? Silahkan bertaruh! Zaman Nuh dipenuhi dengan kejahatan, kemunafikan dan penipuan rohani! Dan Yesus berkata:

"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia." (Matius 24:37).

Ada beberapa kemiripan antara penipuan rohani pada zaman kita sekarang ini dengan zaman Nuh.

I. Ini adalah masa kebangunan rohani yang palsu

Marilah kita membuka Kitab Kejadian, pasal empat, ayat dua puluh enam:

"Lahirlah seorang anak laki-laki bagi Set juga dan anak itu dinamainya Enos. Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN." (Kejadian 4:26).

Alkitab menjelaskan kepada kita bahwa Enos hidup sembilan ratus lima tahun:

"Jadi Enos mencapai umur sembilan ratus lima tahun, lalu ia mati. " (Kejadian 5:11).

Ini maksudnya bahwa Nuh diperkirakan berumur 90 tahun ketika Enos mati. Mengapa ini menjadi penting? Karena ini menunjukkan bahwa orang-orang memanggil nama Tuhan paling sedikit sembilan puluh tahun sampai masa hidup Nuh, dan mungkin lebih dari itu. "Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN." (Kejadian 4:26).

Tetapi meskipun dalam aktivitas keagamaan dan "memanggil nama Tuhan," zaman Nuh dipenuhi dengan penipuan rohani yang luar biasa. Dr. M. R. DeHaan said:

Tentu zaman Nuh sebelum peristiwa Air Bah harus menjadi zaman penipuan yang luar biasa. Kendatipun kuasa pemberitaan dari Henokh dan kesaksian Nuh begitu kuat, dunia tidak percaya kepada para pemberita kebenaran ini; dan ketika air bah datang, hanya ada delapan orang yang diselamatkan (M. R. DeHaan, M.D., The Days of Noah, Zondervan, 1963, p. 56).

Fakta yang ditunjukkan kepada kita dalam Alkitab ini memimpin kita kepada kesimpulan yang tak dapat dielakkan bahwa manusia pada waktu itu "sok rohani" atau menunjukkan kerohanian yang palsu walaupun khotbah Henokh dan Nuh begitu kuat. Bahkan walaupun mereka mendengar berita kebenaran, dan bahkan walaupun mereka telah memanggil nama Tuhan, mereka masih menipu dan tidak siap untuk menghadapi penghakiman yang datang kepada mereka yaitu Air Bah.

Kejadian 4:26 mengatakan kepada kita bahwa, "Waktu itulah orang mulai memanggil nama TUHAN." Tetapi apakah mereka siap untuk menghadapi penghakiman? Pelajaran yang jelas dari Alkitab adalah bahwa mereka tidak siap! Ada aktivitas keagamaan yang luar biasa, namun bukan kebangunan rohani yang sebenarnya. Saya melihat dengan pasti kita tidak dapat mengambil kesimpulan lain ketika kita melihat catatan sejarah dalam Kitab Kejadian, pasal empat sampai enam secara serius dan literal. Dan Yesus berkata:

"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. " (Matius 24:37).

Kesimpulan yang kita ambil kelihatannya ekstrim bagi banyak orang Injili dan membuat mereka terganggu. Ketika saya memberi deskripsi saksi mata dari "Brownsville Awakening" hari minggu malam yang lalu, dua orang Injili mulai risau dan terganggu dan mereka berdiri di tengah-tengah khotbah saya dan buru-buru keluar dari ruang kebaktian dengan marah sekali. Tetapi saya harus mengulangi lagi apa yang saya katakan kemudian. "Brownsville Awakening", "Laughing Revival," pelayanan-pelayanan "kesembuhan" di acara televisi TBN, dan banyak peristiwa-peristiwa lain yang terjadi dalam penginjilan adalah kebangunan rohani yang benar-benar suatu tipuan. Hank Hanegraaff menulis buku tentang ini, dengan judul Counterfeit Revival (Word, 1997). Dalam cover buku tersebut tertulis kalimat seperti berikut ini:

Para pemimpin Kristen yang menjangkau spectrum rohani menyatakan bahwa kita sekarang berada di tengah kebangunan rohani yang terbesar di sepanjang sejarah. Dalam ketergesa-gesaan mereka mengatakan itu sebagai Kebangunan Rohani (Great Awakening), walaupun lebih tepat disebut Kesesatan Besar (Great Apostasy)… Kebangunan Rohani yang palsu merupakan pencarian Allah di tempat yang salah. Seperti para pemimpin Kebangunan Rohani Palsu banyak menerapkan taktik manipulasi sosio-psikologikal, tema-tema mereka terjebak dalam bahaya subyektivisme. Tidak seorangpun kebal terhadap kekuatan sugesti massa. Sekali epidemik ini mengkontaminasi suatu gerakan, itu dapat membuat hitam tampak menjadi putih, mengaburkan realita, dan mengabadikan kemustahilan-kemustahilan. Dengan kekuatan penuh hal ini mendobrak para intelektual untuk menjadi seperti ragu, kaya, dan miskin. Agama-agama kafir dan bidat-bidat Kristen telah lama menyulap dan mempengaruhi pikiran untuk mempromosikan praktek-praktek mereka. Para pemimpin Kebanguan Rohani Palsu saat ini sedang mengikuti langkah-langkah mereka. (Hank Hanegraaff, Counterfeit Revival, Word, 1997, jacket statement).

Zaman kita ini adalah zaman penipuan rohani yang luar biasa, seperti yang Anda dapat lihat di banyak kesempatan, siang malam, di chanel televisi TBN, dan yang kita lihat di dalam gereja-gereja di seluruh dunia. Yesus berkata:

"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia." (Matius 24:37).

"Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga. Camkanlah, Aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu." (Matius 24:24-25).

Zaman Nuh dikarakteristik oleh kebangunan rohani yang palsu, seperti yang kita lihat dalam Kejadian 4:26.

II. Ini adalah masa ketika banyak orang memiliki pengharapan 
keselamatan yang palsu

Saya tidak dapat mengambil kesimpulan lain ketika membaca Kitab Kejadian pasal empat sampai enam. Dr. M. R. DeHaan berkata:

Peringatan yang paling keras - jangan menipu! Dan pertanyaan yang paling keras - "Apakah Anda siap menyambut kedatangan Tuhan?" Ingat, "seperti pada zanan Nuh", orang-orang yang menolak untuk percaya, binasa untuk selama-lamanya. (M. R. DeHaan, M.D., The Days of Noah, Zondervan, 1963, p. 57).

Alkitab berkata:

"Sebab jikalau Allah… tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik." (II Petrus 2:4-5).

Orang-orang pada zaman Nuh telah memanggil nama Tuhan (Kejadian 4:26), tetapi hampir semua dari mereka masih terhilang. Situasi mereka dengan sempurna dijelaskan dalam II Timotius pasal tiga:

"Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. 2Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,… Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!" (II Timotius 3:1,2,5).

Dan Yesus berkata:

"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia." (Matius 24:37).

Zaman Nuh adalah waktu di mana ketika banyak orang memiliki pengharapan keselamatan yang palsu. Ada kesamaan yang jelas dengan zaman kita sekarang ini.

Tumbuhnya kegelapan di zaman kita ini adalah turun atas kita pada saat banyak orang berkata bahwa mereka telah diselamatkan. Alkitab berkata:

"Seandainya TUHAN semesta alam tidak meninggalkan pada kita sedikit orang yang terlepas, kita sudah menjadi seperti Sodom, dan sama seperti Gomora " (Yesaya 1:9).

Dr. Monroe "Monk" Parker yang sering dijuluki sebagai "The Dean of American Evangelists." Dr. Parker berkata:

Jika kita dapat membuat separuh dari anggota gereja kita diselamatkan, kita akan melihat kebangunan rohani yang agung. Pada kenyataannya, saya berpikir jika kita dapat membuat separuh dari penghkotbah Amerika bertobat saja, kita akan melihat kebangunan rohani yang mulia. (Monroe Parker, Through Sunshine and Shadows: My First Seventy-Seven Years, Sword of the Lord, 1987, pp. 61-62).

Dale Burden berkata:

Banyak orang dengan kedewasaan dan kecerdasan rohani, yang tahu suasana keagamaan di Amerika hari ini, mengetahui bahwa banyak anggota gereja belum diselamatkan. Dr. W. A. Criswell, seorang gembala SBC yang terkenal di First Baptist Church, Dallas, berkata bahwa banyak gembala setelah ia khotbah di mimbar (termasuk saya) akan memperoleh surprise jika ia mendapatkan 25 % dari anggota gerejanya masuk sorga. Bob Gray, yang telah lama menjadi gembala di Trinity Baptist Church, sebuah gereja besar di Jacksonville, Florida, berkata beberapa tahun yang lalu bahwa kemungkinan 75 % dari orang-orang yang dibaptisnya belum sungguh-sungguh diselamatkan. (Dale Burden, The Gist, Spring, 1977, p. 5).

Dr. B. R. Lakin berkata bahwa tujuh lima persen dari orang-orang yang aktif di gereja alkitabiah masih terhilang. Dr. A.W. Tozer berkata, "Kemungkinan di antara gereja-gereja Injili tidak lebih dari satu dari sepuluh anggotanya yang dapat menjelaskan pengalaman lahir baru." (Paris Reidhead, Getting Evangelicals Saved, Bethany, 1989, p. 46).

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda benar-benar sudah diselamatkan - atau apakah Anda tercebur dalam pengharapan keselamatan yang palsu - seperti kebanyakan orang pada zaman Nuh, yang ditenggelamkan ke dalam Air Bah, dan pergi ke Neraka? Orang-orang ini memiliki pengharapan yang palsu. Banyak orang dari mereka yang yakin bahwa mereka pikir mereka telah diselamatkan karena mereka telah berdoa, memanggil nama Tuhan (band. Kejadian 4:26). Akhirnya sejumlah besar orang yang telah berdoa ini dihadapkan kepada penghakiman dan penghukuman. Sekedar doa tidak pernah menyelamatkan seseorang! Orang Farisi itu berdoa, namun Yesus katakan bahwa ia masih terhilang!

Apakah Anda berpikir bahwa Anda benar-benar diselamatkan karena Anda percaya kepada Allah secara pengetahuan? Iblispun percaya Yesus secara pengetahuan - tetapi mereka tidak diselamatkan. Tidak, percaya tentang hal-hal yang berhubungan dengan Yesus dan Allah tidak akan menyelamatkan Anda. Sekedar doa tidak akan menyelamatkan Anda. Sekedar maju ke depan, angkat tangan, dibaptis, tidak akan menyelamatkan Anda. Sekedar pergi ke gereja tidak akan menyelamatkan Anda. Sekedar mengaku dosa saja tidak akan menyelamatkan Anda.

Kami memiliki alasan untuk percaya bahwa orang-orang pada zaman Nuh melakukan hal-hal ini, sebelum mereka akhirnya ditenggelamkan ke dalam Air Bah, dan pergi ke Neraka.

"Sebab jikalau Allah… tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh orang lain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik." (II Petrus 2:4-5).

"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. As the days of Noe [Noah] were, so shall." (Matius 24:37).

III. Tetapi, ketiga, ini adalah masa ketika beberapa orang beroleh selamat

Sejumlah kecil orang, Nuh dan keluarganya, beroleh keselamatan. Kami mengatakan bahwa dalam II Petrus 2:5, ayat yang baru saja saya kutip. Di sini dikatakan bahwa Tuhan "menyelamatkan Nuh. Ya, kata "diselamatkan" digunakan dalam ayat ini. Nuh memperoleh keselamatan, menurut II Petrus 2:5. Dalam Ibrani pasal sebelas kita diberitahu bahwa istrinya, ketiga anaknya, dan ketiga menantunya. Marilah kita membuka Kitab Ibrani, pasal sebelas, ayat tujuh:

"Karena iman, maka Nuh -- dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan -- dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya;…" (Ibrani 11:7).

Arti leteral dari "menyelamatkan keluarganya." Istrinya dan setiap anggota keluarganya telah sungguh-sungguh memperoleh keselamatan dan terlepas dari hukuman "ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik" (II Peter 2:5).

Satu-satunya cara agar Nuh dan keluarganya selamat dari penghukuman Allah adalah dengan sungguh-sungguh diselamatkan. Mereka sungguh-sungguh telah bertobat. Bagaimana dengan Anda?

Bagaimana mereka beroleh selamat? Dalam Ibrani 11:7 kita tahu mereka diselamatkan "oleh iman." Anda harus dengan sepenuh hati dan total percaya kepada Tuhan Yesus Kristus (band. Kisah Rasul 16:31).

Banyak orang saat ini sama seperti pada zaman Nuh berkata bahwa mereka telah memiliki iman. Setelah semuanya, mereka memanggil nama Tuhan, mereka berdoa (Kejadian 4:26). Mereka telah mengatakan kepada Anda bahwa mereka memiliki iman. Tetapi mereka tidak memiliki iman yang sesungguhnya, iman yang menyelamatkan di dalam Kristus. Bagaimana kita tahu? Bukalah Kitab Kejadian pasal tujuh, ayat satu:

"Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: "Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini. " (Kejadian 7:1).

Allah berkata, "engkaulah yang Kulihat benar." Ini merupakan imputasi kebenaran. Nuh "dilihat sebagai orang benar" oleh Allah melalui iman di dalam Kristus. Nuh memiliki iman di dalam prainkarnasi Kristus. Allah menyatakan bahwa Nuh menjadi orang benar sejak ia memiliki iman di dalam Kristus. Roma 4:5 berkata:

"Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran." (Roma 4:5).

Ketika Anda percaya dengan sepenuh hati di dalam Yesus Kristus, Allah memperhitungkan Anda sebagai orang benar, melalui imputasi kebenaran Kristus.

Nuh tidak diselamatkan karena ia adalah orang baik. Tidak! Tidak! Allah berkata,

"engkaulah yang Kulihat benar." (Kejadian 7:1).

Allah melihat dia sebagai orang benar karena ia memiliki iman di dalam Yesus (band. Ibrani 11:7). "Dengan iman!" "Dengan iman!" Ibrani 11:7 menjelaskan kepada kita bahwa Nuh diselamatkan oleh Iman! Allah melihat dia sebagai orang benar karena ia memiliki iman di dalam prainkarnasi Anak Allah.

Dan Nuh serta keluarganya masuk ke dalam bahtera. Allah berkata kepadanya, "Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu" (Kejadian 7:1). Ini adalah gambaran ke dalam Yesus Kristus yang akan datang. Yesus berkata:

"Marilah kepada-Ku,… Aku akan memberi kelegaan kepadamu." (Matius 11:28).

Itulah apa yang saya ingin Anda lakukan. Saya ingin Anda datang kepada Yesus Kristus, sama seperti Nuh masuk ke dalam Bahtera. Kristus mati di kayu salib untuk menyucikan dosa-dosamu. Tetapi Kristus telah naik ke Sorga setelah ia bangkit dari kematian.

Sekarang, Anda harus datang langsung kepada Kristus. Sama seperti Nuh yang langsung masuk ke dalam Bahtera, Anda harus datang langsung kepada Kristus. Saya berdoa agar Anda mau melakukan itu. Tanpa melakukan itu, Anda akan dibinasakan dalam penghakiman masa mendatang.

"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia." (Matius 24:37).

(SELESAI)
Anda dapat membaca khobah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.rlhymersjr.com. Klik on "Sermon Manuscripts."

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @
http://www.sttip.com

Pembacaan Alkitab sebelum khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Genesis 6:5-13.
Lagu Pujian Solo sebelum khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
"What If It Were Today?" (by Lelia N. Morris, 1862-1929).


GARIS BESAR KHOTBAH

ZAMAN NUH - BAGIAN VI

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.


"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia." (Matius 24:37).

(Matius 24:3-4, 24-25).

I.   Ini adalah masa kebangunan rohani yang palsu. Kejadian 4:26; 5:11.

II.  Ini adalah masa ketika banyak orang memiliki pengharapan keselamatan
 yang palsu. II Petrus 2:4-5; II Timotius 3:1,2,5; Yesaya 1:9.

III. Tetapi, ketiga, ini adalah masa ketika beberapa orang beroleh selamat.
Ibrani 11:7; II Petrus 2:5; Kisah Rasul 16:31; Kejadian 7:1; 
Roma 4:5; Matius 11:28.