Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




ZAMAN NUH - BAGIAN II

(THE DAYS OF NOAH - PART II)

Oleh: Dr. R.L. Hymers, Jr., Th.D., Litt.D.
Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto, Ph.D.

Dikhotbahkan di Fundamentalist Baptist Tabernacle of Los Angeles
Kebaktian Pagi, 19 Mei 2002

"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia." (Matius 24:37)


Kristus mengatakan kepada para murid-Nya bahwa mereka dapat memperhatikan tanda kedatanganNya yang kedua kali dan akhir dari dunia ini. Ia memberikan beberapa tanda kepada mereka. Tetapi tanda yang paling penting adalah tanda yang diberikan pada teks ini:

"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia." (Matius 24:37)

Kristus menjelaskan kepada para muridNya bahwa akan ada pengulangan kondisi sebelum zaman Air Bah pada akhir zaman ini. Ia berkata, ketika kami melihat kondisi di dunia ini sudah seperti kondisi pada zaman Nuh, maka kamu akan mengetahui bahwa akhir dari dunia ini dan kedatangan-Ku yang kedua kali sudah dekat.

Waktu yang lalu saya telah berbicara tentang tiga kesamaan antara zaman kita ini dengan zaman Nuh. Saya telah menunjukkan bahwa telah terjadi


1. Masa penyesatan - dan jelas bahwa itu sama seperti kesesatan yang kita lihat zaman ini.

2. Masa pengembaraan - dan itulah yang kita saksikan dengan meningkatnya orang-orang melakukan perjalanan pada zaman ini.

3. Masa dimana kebanyakan orang melakukan dosa yang tidak dapat diampuni - dan itulah apa yang kita lihat hari ini yaitu banyak orang telah mengambil sikap untuk tetap hidup dalam dosa yang tak terampunkan.


Sekarang, Saya ingin Anda memikirkan tentang tiga poin lagi yang mana zaman Nuh sama dengan zaman kita sekarang ini.


(1) Kawin dan mengawinkan

(2) Penyebaran tingkat kejahatan.

(3) Kecenderungan hati yang membuahkan kejahatan semata-mata.

I. Pertama, terjadi kawin dan mengawinkan pada zaman Nuh

Ayat berikutnya berkata:

"Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera. " (Matius 24:38).

Matthew Henry menekankan ayat ini demikian,

Mereka melakukan sesuatu yang tidak seharusnya di dalamnya (makan, minum, kawin dan mengawinkan), banyak orang bahkan semuanya mengejar kesenangan dan kenikmatan dunia; mereka semua telah meraih semua itu. (Matthew Henry's Commentary, note on Matthew 24:38).

Sekarang marilah kita membuka kitab Kejadian pasal empat ayat sembilan belas:

"Lamekh mengambil isteri dua orang; yang satu namany Ada, yang lain Zila." (Kejadian 4:19).

Penekanan tentang kawin dan mengawinkan pada zaman Nuh, seperti yang dikatakan oleh Yesus, mereka telah melangkah begitu jauh dengan mulai menikah lebih dari satu istri. Lamekh adalah orang pertama kali dalam sejarah yang menghancurkan hukum Tuhan dan memiliki dua istri.

Yesus mengutip Kejadian 2:24 ketika berkata kepada orang-orang Farisi:

"Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? Dan FirmanNya: sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibinya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
     (Matius 19:4-6)

" Tetapi Aku berkata kepadamu: barang siapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah. " (Matius19:9).

Perceraian jarang sekali saya dengar pada waktu saya masih kanak-kanak. Itu adalah sesuatu yang sangat tidak umum. Itu adalah perbuatan yang sangat memalukan. Tetapi sekarang tingkat perceraian begitu tinggi sehingga nampaknya tidak ada orang yang dapat mencatat atau menghitungnya. Bahkan pada kenyataannya banyak anak muda bahkan tidak ingin menikah namun mereka tingal dan hidup bersama atau 'kumpul kebo'.

Anda harus mengerti bahwa semua ini adalah pengulangan kembali apa yang pernah terjadi pada zaman Nuh. Amerika sedang dilanda dengan semua generasi muda yang tidak pernah memiliki pengenalan tentang kebahagiaan rumah tangga. Hancurnya hubungan rumah tangga merupakan faktor terbesar yang menyebabkan kriminalitas, penggunaan obat-obatan terlarang, alkoholisme, dan seks yang tidak wajar. Tidak ada faktor lain yang memberikan kontribusi penghancuran budaya kita selain itu.

Dr. M. R. DeHaan berkata:

Tidak pernah ada sebelumnya dalam sejarah sebelum air bah, kondisi yang sedemikian ini, dan tidak dapat diragukan lagi sehingga Tuhan berkata, "Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia." (M. R. DeHaan, M.D., The Days of Noah, Zondervan, 1971, p. 44).

II. Kedua, ada peningkatan penyebaran tingkat kejahatan

Marilah kita membaca Kejadian pasal enam mulai ayat satu:

"Ketika manusia itu mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi, dan bagi mereka lahir anak-anak perempuan, maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka. Berfirmanlah TUHAN: "Roh Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusi, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja." Pada waktu itu orang-orang raksasa ada di bumi, dan juga pada waktu sesudahnya, ketika anak-anak Allah menghampiri anak-anak manusia, dan perempuan-perempuan itu melahirkan anak bagi mereka; inilah orang-orang yang gagah perkasa di zaman purba kala, orang-orang yang kenamaan." (Kejadian 6:1-4).

Pada umumnya penjelasan perikop ini adalah bahwa anak-anak Allah itu adalah garis keturunan yang baik dari Set, dan anak-anak perempuan manusia adalah keturunan Kain. Komentar Scofield tentang Kejadian 6:4 menunjukkan pandangan ini. Tetapi Dr. M.R. DeHaan menekankan empat alasan bahwa pandangan ini tidak benar. (The Days of Noah, p. 141). Berikut ini adalah dua di antaranya:

(1) Apakah semua keturunan Set adalah laki-laki dan keturunan Kain perempuan? Apakah semua keturunan Set adalah orang percaya dan semua keturunan Kain bukan orang percaya?

(2) Bagaimana kita dapat memahami kelahiran manusia-manusia raksasa, orang-orang perkasa dan kenamaan sebagai hasil dari perkawinan dari orang tidak percaya dan orang percaya?… Ketika orang Kristen menikah dengan orang yang belum diselamatkan, anak-anak mereka tidak berbeda dengan anak-anak yang lain (baik secara fisik, emosi, atau pun mental). Iman seseorang tidak memiliki efek terhadap penampakan fisik keturunannya. Bagaimana kita dapat memahami fakta bahwa kawin campur dalam Kejadian 6 ini dapat melahirkan orang-orang berperawakan raksasa?


Dr. DeHaan berkata, "Fakta-fakta ini sendiri secara umum membuat tafsiran pada umumnya tidak dapat dipertahankan. Oleh sebab itu kami mempertahankan bahwa ini adalah dosa… penyatuan supranatural antara malaikat yang jatuh (iblis) dan anak-anak manusia, sehingga menghasilkan keturunan manusia-manusia raksasa…" (The Days of Noah, p. 142).

Marilah kita membuka kitab Ayub, pasal satu dan kita akan menemukan siapakah "anak-anak Allah" itu:

" Pada suatu hai datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis. " (Ayub 1:6).

Sekarang marilah kita baca Ayub pasal dua, ayat satu, dimana kita dapat membaca penjelasan yang sama:

" Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datang juga Iblis untuk menghadap TUHAN." (Ayub 2:1)

Dalam ayat-ayat di atas malaikat-malaikat disebut "anak-anak Allah" dan Setan ada di antara mereka. Ini berarti bahwa Setan dan semua malaikat yang jatuh diciptakan oleh Allah, mereka adalah ciptaan-Nya, sebelum mereka berdosa. Itulah mengapa Setan dan para malaikat yang jatuh disebut "anak-anak Allah" dalam ayat-ayat di atas, yaitu dalam kitab Ayub.

Sekarang marilah kita kembali ke Kejadian 6:4. Kata yang diterjemahkan "manusia-manusia raksasa" (dalam bahasa Inggris "giants") berasal dari kata Ibrani "nephilim," yang berarti "pribadi yang telah jatuh" atau "fallen ones." Ini adalah indikasi lain yang berhubungan dengan kejatuhan malaikat di sini.

Dr. Merrill F. Unger, mantan professor Perjanjian Lama di Dallas Theological Seminary, juga mengambil posisi ini. Ia berkata:

Ini berarti bahwa ketika makluk malaikat kawin dengan anak-anak perempuan manusia ada nephilim di muka bumi… Para malaikat yang telah jatuh dapat menyerupai manusia dan melakukan hubungan seksual dengan wanita-wanita. Literatur okultisme penuh dengan gambaran fenomena suprahuman yang sudah menjadi sesuatu yang umum dalam okultisme… (Merrill F. Unger, Ph.D., Unger's Commentary on the Old Testament, Moody Press, 1981, volume I, p. 37).

Alkitab menceritakan kepada kita tentang malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi meninggalkan tempat kediaman mereka " (Yudas 6). Dalam ayat berikutnya kita dapat melihat bahwa mereka melakukan percabulan. Ini membuat jelas bahwa evaluasi Dr. Unger benar.

Yesus berkata:

"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak dengan kedatangan Anak Manusia." (Matius 24:37).

Jangan salah mengerti ini bukan berarti akan ada pengulangan Setan akan melakukan kembali aktivitas seperti yang telah ia lakukan pada zaman Nuh. Setan sedang memimpin manusia ke dalam kerusakan dan kecemaran, penyimpangan seksual. Ini memimpin banyak orang menjadi begitu jahat pada zaman ini. Melalui fornografi dan aktivitas seks immoral iblis telah mengontrol hidup mereka, sehingga mereka melakukan seperti yang dilakukan orang-orang pada zaman Nuh.

III. Ketiga, ada kecenderungan hati yang selalu membuahkan kejahatan pada zaman Nuh

Marilah kita membaca Kejadian pasal enam, ayat lima:

"Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata." (Kejadian 6:5).

Dr. Unger berkata:

Dalamnya kejahatan manusia dinyatakan oleh apa yang telah dijelaskan - invasi lingkungan natural oleh realm atau lingkungan kejahatan supranaturalisme, yang adalah okultisme…Setan dan kuasa-kuasa demonik pertama telah menaklukkan proses berpikir dan kemudian mendominasi kebiasaan hidup orang-orang pada zaman sebelum air bah (antediluvians)" (Unger, op. cit., p. 37).

Alkitab memberitahukan kepada kita bahwa Setan dan kuasa-kuasa demonik menaklukkan pikiran dan mendominasi kebiasaan hidup manusia pada zaman ini. Pada kenyataannya, Alkitab mengajarkan bahwa setiap orang yang belum bertobat adalah oleh karena pengaruh iblis. Setan disebut sebagai "roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka." (Efesus 2:2). Setan sedang bekerja dalam pikiranmu sekarang, memenuhi pikiranmu dengan kejahatan. Jika Tuhan membiarkanmu, engkau akan menjadi seperti orang-orang pada zaman sebelum air Bah. Jika Tuhan membiarkanmu, "segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata." (band. Kejadian 6:5).

Sudah, Setan telah membutakan pikiran Anda sehingga Anda tidak percaya kepada Injil dan kebenaran Kristus yang menyelamatkan.

"Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah." (II Korintus 4:3-4)

Jelas ada intervensi demonik yang membuat Anda menolak Injil. Anda hidup sebagai orang terhilang karena Anda telah menjadi boneka - yang mana Setan yang memainkan peranan. Ketika Setan sudah bosan memainkan Anda, ia akan membuang Anda, seperti seorang anak kecil yang membuang mainannya ke jalan oleh karena sudah bosan dengan mainan itu. Ketika iblis membuangmu, Anda tidak lagi menjadi bonekanya. Anda akan dilemparkan ke Neraka - api yang menyala-nyala untuk selamanya.

Saya berkata kepada Anda bahwa Anda sungguh bodoh jika membiarkan diri Anda menjadi boneka mainan Iblis. Lihatlah hatimu - penuh dengan kesombongan dan dosa. Lihatlah hidupmu - tiada tempat bagi Tuhan. Lihatlah masa depanmu - hidup tanpa pengharapan kecuali jika Anda mau diselamatkan.

Saya minta Anda menguji hati dan hidup Anda sendiri, dan memberikan diri Anda kepada pengharapan keselamatan bagi diri Anda sendiri. Dan kemudian tinggalkan dosamu dan datanglah kepada Yesus Kristus, Anak Allah. Ia hidup di Sorga. Datanglah kepada Kristus dan Ia akan menyucikan semua dosamu dengan DarahNya - dan Ia akan membuat kamu bebas dari dominasi Iblis dan kebohongan-kebohongannya. Kristus telah datang untuk menyelamatkan Anda dan mengubah Anda. Terimalah Kristus dan percayalah kepada Dia dengan sepenuh hatimu sekarang! Sehingga Anda dapat menyanyikan lagu,

Sangat Besar AnugerahNya!
Yang t'lah kualami!
Sesat aku dulu kala,
S'lamatlah kukini.
   ("Amazing Grace" by John Newton, 1725-1807).

(SELESAI)
Anda dapat membaca khobah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.rlhymersjr.com. Klik on "Sermon Manuscripts."

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @
http://www.sttip.com


Pembacaan Alkitab sebelum khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Lukas 17:26-36.
Nyanyian Solo sebelum khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
"Amazing Grace" (by John Newton, 1725-1807).


GARIS BESAR KHOTBAH

ZAMAN NUH - BAGIAN II

Oleh: Dr. R. L. Hymers, Jr.


"Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia." (Matius 24:37)

I.   Pertama, terjadi kawin dan mengawinkan pada zaman Nuh
(Matius 24:38; Kejadian 4:19; Matius 19:4-6; Matius 19:9).

II.  Kedua, ada peningkatan tau penyebaran tingkat kejahatan
(Kejadian 6:1-4; Ayub 1:6; Ayub 2:1; Judas 6-7)

III. Ketiga, ada kecenderungan hati yang selalu membuahkan kejahatan
pada zaman Nuh (Kejadian 6:5; Efesus 2:2; II Korinstus 4:3-4).