Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 1,500,000 komputer di lebih dari 221 negara setiap tahunnya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube, tetapi mereka akan segera meninggalkan YouTube dan mengunjungi langsung ke website kami. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 40 bahasa kepada sekitar 120,000 komputer setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net .




YESUS – DUDUK DI SEBELAH KANAN ALLAH

(JESUS -- SEATED AT GOD’S RIGHT HAND)

Oleh: Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Kebaktian Malam, 28 Januari 2001

"Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga, dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia” (Ibrani 8:1-2).


Ketika Yesus pergi ke Yerusalem pada masa yang lalu, orang-orang Yahudi mencari Dia. Mereka berkata, “Di manakah Dia?” (Yohanes 7:11). Ribuan orang pada saat ini yang terhilang dan bingung seperti mereka. “Di manakah Dia?” Mereka tidak memiliki ide tentang di mana Yesus berada. Mereka menyebut diri mereka sendiri sebagai orang Kristen, sebelum mereka memiliki pengenalan yang dalam tentang di mana Yesus berada bahkan walaupun mereka ada di Yerusalem waktu itu.

Dalam Ibrani 8:1 kita diberitahukan dengan pasti di manakah Kristus saat ini berada. Ayat satu berkata, “Inti segala yang kita bicarakan (poin utama) ialah: kita mempunyai Imam Besar besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan tahta Yang Mahabesar di sorga. Dr. J. Vernon McGee memberikan komentar ini:

Kristus telah melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh Imam Besar Perjanjian Lama. Tidak ada Imam Besar dari keturunan Harun yang pernah melayani di kemah suci yang dikatakan duduk. Ia telah melintasi segala waktu. Mengapa? Karena Ia telah mengerjakan semua. Semua hal ini diakhiri dengan pengorbanan diriNya. Sekarang Kristus telah mati, semuanya telah digenapi…Ia duduk karena Ia telah menyelesaikan karya penebusan bagi kita. (J. Vernon McGee, Thru the Bible, Volume V, hal. 557)

Dan Ibrani 8:1 menceritakan kepada kita tempat yang pasti di mana Kristus duduk atau berada setelah Ia naik ke sorga: “Duduk di sebelah kanan tahta Yang Mahabesar di sorga” (Ibrani 8:1b).

Sekarang lihat Ibrani 10:12. Ayat ini berkata:

“Tetapi ia, setelah hanya mempersembahkan satu korban saja hanya karena dosa, ia duduk untuk selama-lamanya disebelah kanan Allah.” (Ibrani 10:12).

Ayat ini mengoreksi klaim salah dari Gereja Katolik bahwa Kristus dipersembahkan sebagi korban dalam setiap pelayanan komuni. Ayat ini berkata, “Setelah hanya mempersembahkan satu korban saja hanya karena dosa untuk selama-lamanya.” Pengorbanan Kristus di atas kayu Salib dilakukan sekali “untuk selama-lamanya.” Ketika Yesus mati Ia berkata, “Sudah selesai” (Yohanes 19:30). Ia membayar lunas hukuman atas semua dosa Anda sekali saja, di atas kayu salib. Tidak perlu lagi korban yang baru. Pada saat Anda benar-benar percaya di dalam Yesus, pembayaran-Nya untuk dosa-dosa di atas kayu Salib teraplikasi untuk Anda, dan semua dosa Anda dibayar lunas untuk selama-lamanya dan dihapus dari buku catatan Allah. “Sudah selesai.”

Kemudian Ibrani 10:12 melanjutkan:

“Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah” (Ibrani 10:12).

Yesus telah duduk di sebelah kanan Allah, di Sorga, di demensi yang lain. Itulah tempat di mana Dia sekarang ini!

Marilah kita mempertimbangkan tiga hal tentang doktrin yang agung ini:


1.  Di mana Yesus duduk

2.  Kapan Yesus duduk

3.  Mengapa Yesus duduk


I. Di mana Yesus Duduk

Kita telah melihat bahwa Dia duduk di sebelah kanan Allah di Sorga. Yesus menjelaskan kepada kita bahwa Dia akan melakukan itu bahkan sebelum Dia di salibkan:

“Mulai sekarang Anak Manusia sudah duduk di sebelah kanan Allah Yang Mahakuasa." Kata mereka semua: "Kalau begitu, Engkau ini Anak Allah?" Jawab Yesus: "Kamu sendiri mengatakan, bahwa Akulah Anak Allah." Lalu kata mereka: "Untuk apa kita perlu kesaksian lagi? Kita ini telah mendengarnya dari mulut-Nya sendiri" (Lukas 22:69-71)

Matius mencatat kata-kata kelanjutannya:

“Jawab Yesus: "Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit." Maka Imam Besar itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata: "Ia menghujat Allah. Untuk apa kita perlu saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat-Nya. Bagaimana pendapat kamu?" Mereka menjawab dan berkata: "Ia harus dihukum mati!" Lalu mereka meludahi muka-Nya dan meninju-Nya; orang-orang lain memukul Dia, dan berkata: "Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?" (Matius 26:64-68)

Mereka meludahi Yesus dan menyesah Dia karena perkataan-Nya ini, yaitu bahwa Dia akan “duduk di sebelah kanan Allah yang Mahakuasa” (Matius 26:64).

Oh, betapa jelasnya kata-kata yang Yesus ucapkan pada malam sebelum Ia disalibkan ini! Betapa jelasnya Dia berkata bahwa Dia akan “duduk di sebelah kanan Allah yang Mahakuasa!” (Lukas 22:69).

Kemudian, Perjanjian Baru berulang kali menjelaskan kepada kita hal yang sama . Dalam Markus 16:19, kita membaca:

“Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah” (Markus 16:19)

Dalam khotbahnya di hari Pentakosta, Petrus berkata:

“Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini. Sebab bukan Daud yang naik ke sorga, malahan Daud sendiri berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu” (Kisah Rasul 2:32-35).

Dalam khotbah yang sama, Petrus mengutip dari Mazmur 110:1,

“Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu” (Mazmur 110:1).

Ayat nubuatan ini dalam Perjanjian Lama menunjukkan sebelumnya bahwa Yesus akan duduk di sebelah kanan Allah di Sorga.

Dalam khotbah Petrus yang lain, ia berkata:

“Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Juruselamat…” (Kisah Rasul 5:30-31).

Khotbah yang agung dari Stefanus sebelum Sanhedrin menghentikannya dengan merajamnya dengan batu sampai mati, itu ia berseru:

“Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah” (Kisah Rasul 7:56).

Dr. J. Vernon McGee memberikan komentar yang menyentuh tentang ini:

Stefanus masuk dalam hadirat Kristus yang sedang berdiri menguatkan dia. Stefanus adalah martyr pertama dari gereja yang pergi untuk bersama dengan Tuhan-nya. (J. Vernon McGee, Thru the Bible, volume IV, p. 541)

Kata-kata Stefanus membuat kesan yang mendalam bagi Paulus yang waktu itu belum bertobat, yang mendengar dia berkata, “Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah” (Kisah Rasul 7:56). Paulus berada di dekatnya dan mendengar dia mengucapkan perkataan ini (band. Kisah Rasul 7:58). Kata-kata dari orang yang sekarat ini memiliki dampak besar terhadap Paulus. Dr. McGee berkata:

Stefanus adalah saksi yang luar biasa bagi Saulus (yang kemudian disebut Paulus). Stefanus adalah satu-satunya orang, saya percaya, yang mempersiapkan Saulus untuk penampakan Tuhan Yesus di perjalanan menuju Damsyk. (J. Vernon McGee, Thru the Bible, ibid.)

Khotbah Stefanus ini yang telah membakar jiwa Paulus untuk selama-lamanya. Kemudian, setelah ia bertobat, Paulus menulis:

“Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?” (Roma 8:34)

Lagi, Paulus menulis,

”Dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga” (Efesus 1:19-20).

Lagi, dalam Surat Kolose, Paulus berkata:

“Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi” (Kolose 3:1-2).

Dalam Ibrani 12:2, ia menulis:

“Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah” (Ibrani 12:2).

Di permulaan Surat ini, ia berkata bahwa Kristus “duduk di sebelah kanan yang Mahatinggi” (Ibrani 1:3). Ia juga berkata, “Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga” (Ibrani 8:1). Lagi, ia berkata, “Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah” (Ibrani 10:12).

Petrus juga telah menulis tentang subyek ini dalam suratnya yang pertama:

“Yesus Kristus: yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya”(1 Petrus 3:22).

Saya telah memberikan banyak pernyataan dari Alkitab kepada Anda, baik dalam Perjanjian Lama maupun Baru, yang menunjukkan beberapa bayangan bahwa Yesus Kristus sekarang duduk di sebelah kanan Allah yang Mahatinggi di Sorga.

Namun, ketika seorang Gembala bertanya tentang orang-orang yang datang konseling setelah khotbah-khotbahnya, ia akan sering menjumpai bahwa jemaatnya tidak tahu di mana Yesus sekarang. Dapatkah kita menyalahkan orang-orang terhilang yang datang menghadiri gereja banyak kali yang masih tidak tahu di mana sang Juruselamat berada walaupun mereka tidak mengatakannya?

Suatu kali ada guru Sekolah Minggu berkata kepada saya, “Kristus ada di dalam udara di sekeliling kita.” Itu adalah miskonsepsi yang umum hari ini. Saya berpikir pemikiran seperti ini secara tidak langsung menyusup ke dalam gereja-gereja kita dari gerajan Zaman Baru (New Age movement). Namun ini adalah kesalahan yang fatal. Seseorang mungkin tahu bagaimana cara diselamatkan, dan ada di gereja setiap Minggu, namun jika ia tidak tahu di mana Yesus berada sama seperti guru Sekolah Minggu itu, ia masih terhilang. Bagaimana dengan Anda? Jika Anda berpikir bahwa Yesus ada di udara di sekitar Anda, saya percaya Anda masih terhilang. Saya tidak perduli siapa Anda, atau apa posisi yang Anda jabat di gereja Anda. Tidak seorangpun dapat diselamatkan kecuali ia mengetahui di mana Yesus sekarang berada. Itulah sebabnya mengapa Alkitab berulangkali, ayat demi ayat, pasal demi pasal, dalam Mazmur, dalam Matius, dalam Markus, dalam Lukas, dalam Kisah Rasul, dalam Roma, dalam Efesus, dalam Kolose, dalam Ibrani, dalam I Petrus, dan dalam beberapa kitab yang lain dalam Alkitab, menjelaskan kepada kita di mana Yesus berada saat ini. Allah tidak akan meletakkan begitu banyak ayat dalam Alkitab jika Ia tidak berpikir ini adalah hal yang sangat-sangat penting bagi Anda untuk mengetahui di mana Kristus sekarang ini berada.

Jika Anda tidak tahu di mana Ia berada, Anda masih terhilang sama dengan orang-orang Yahudi yang berkata, “Dimanakah Ia?” (Yohanes 7:11). Orang-orang tidak dapat datang kepada Kristus kecuali mereka tahu di mana Dia, karena Dia berkata:

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius 11:28).

Dan tidak ada seorangpun yang dapat dating kepada Kristus tanpa ia mengetahui bahwa Kristus ada di Sorga, di sebelah kanan Allah.

Saya dengan tegas menekankan poin ini karena banyak Gembala akan membaca buku ini. Kepada mereka saya berkata, “Wahai para pengkhotbah, jika anda tidak bertanya kepada orang-orang yang masih terhilang tentang di mana menurut mereka Yesus sekarang ini berada, Anda tidak akan dapat mengoreksi mereka! Anda harus memberikan kepada mereka jawaban Alkitabiah. Banyak orang yang terhilang berkata bahwa Yesus ada di hati mereka. Namun Ia tidak demikian. Jika orang yang terhilang ini percaya bahwa Yesus ada dalam hati mereka sendiri yang licik, mereka akan pergi ke Neraka, karena Ia tidak ada di sana!

Saya bertanya kepada seorang gadis, “Di mana Yesus sekarang ini?” Ia memberi jawaban yang salah, “Ia ada di dalam hati saya.” Saya bertanya, “Seberapa besarkah Dia?” Ia menjawab, “Ia tingginya sekitar setengah inci, dan Ia masuk melalui pintu kecil yang telah dibuat dengan susah payah di sisi hatiku.” Ia telah belajar omong kosong yang tidak masuk akal ini di Sekolah Minggu. Ia seharusnya diberitahu di manakah sebenarnya Yesus berada saat ini – di Sorga, di sebelah kanan Allah.

Anda tidak dapat dating kepada Yesus jika Anda tidak tahu di mana Dia sekarang ini. Dan ini bukanlah isu yang tidak penting, atau semata-mata hanya isu tambahan! Ini adalah pusat Injil, yang terus diulang berulang kali, di seluruh Alkitab. Jika kebangkitan dan kenaikan Kristus bukan bagian sentral dari Injil, lalu apa?

Wahai pengkhotbah, Anda harus bertanya kepada jemaat Anda, menurut mereka di manakah Yesus sekarang ini, atau mereka akan masuk Neraka. Mereka tidak dapat percaya kepada Dia, mempercayai Dia, dan datang kepada Dia jika mereka tidak tahu di mana Ia berada! Ribuan orang dalam gereja-gereja kita masih terhilang oleh karena mereka telah berkata datang kepada Kristus dan percaya di dalam Dia tanpa diberitahu di mana Dia saat ini! Ini terjadi oleh karena para pengkhorbah tidak menjelaskan kebangkitan dan kenaikan Kristus dengan gambling. Saya menemukan bahwa saya harus menekankan doktrin-doktrin Alkitabiah ini hampir setiap khotbah! Roma 10:9 dan I Korintus 15:17 menunjukkan kebangkitan Kristus sebagai pusat. Ini harus diberitakan di semua khotbah penginjilan kita, begitu juga kenaikan-Nya dan pekerjaan-Nya sebagai perantara di Sorga. Alasan utama begitu banyak orang bingung tentang subyek penting inikarena para pengkhotbah tidak memberikan pertanyaan sederhana seperti ini: “Di manakah Yesus sekarang ini berada?” Wahai pengkhotbah, Anda harus tahu apa yang mereka pikirkan! Anda hanya dapat menemukan jawabannya dengan memberikan pertanyaan! Bahkan jika Anda berkhotbah tentan subyek ini dan menjelaskannya, banyak yang akan mendengar apa yang sedang Anda bicarakan. Hanya dengan tanya jawab kepada mereka yang meresponi setelah khotbah, Anda akan mengetahui apakah mereka “mengerti”.

II. Tetapi, yang kedua, marilah kita memikirkan tentang kapan Yesus duduk di Sorga di sebelah kanan Allah. Kapan itu terjadi?

Pertama, Kristus duduk di sebelah kanan Allah setalah Ia menyucikan dosa-dosa kita di kayu Salib. Itu berarti bahwa Ia duduk di sana setelah Ia disalibkan dan dibangkitkan.

“Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi” (Ibrani 1:3b).

Kedua, Ia duduk di sebelah kanan Allah setelah mempersembahkan Darah-Nya di Sorga:

“Sebab setiap Imam Besar ditetapkan untuk mempersembahkan korban dan persembahan dan karena itu Yesus perlu mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan” (Ibrani 8:3)

“Tetapi ke dalam kemah yang kedua (ruang Mahakudus di Kemah Suci) hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun, dan harus dengan darah yang ia persembahkan karena…. pelanggaran-pelanggaran, yang dibuat oleh umatnya dengan tidak sadar” (Ibrani 9:7).

“Dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus (ruang Mahakudus di Sorga) bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal untuk kita” (Ibrani 9:12).

Dr. J. Vernon McGee berkomentar:

Saya percaya ayat ini membuktikan bahwa Kristus membawa darah-Nya secara literal ke Sorga. Jika itu bukan apa yang penulis di sini bicarakan, saya tidak tahu apa yang sebenarnya ia maksudkan. (J. Vernon McGee, Thru the Bible, volume V, p. 566).

III. Ini memimpin kita ke poin terakhir dari khotbah ini -- Mengapa Yesus Duduk.

Kristus duduk setelah Ia membawa Darah-Nya yang berharga dalam ruang Mahakudus di Sorga. “Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus” (Ibrani 9:12) dan meletakkan Darah-Nya di atas Tabut Perjanjian sorgawi. Alkitab berkata bahwa imam besar kita masuk “bukan tanpa membawa darah” (Ibrani 9:7; band. 9:11, 24). Dr. McGee berkata:

Saya berkata kepada Anda dengan pasti dan dogmatis bahwa saya percaya Darah-Nya bahkan sekarang ada di Sorga, dan di sepanjang masa yang tiada akhirnya akan tetap ada di sana untuk mengingatkan kita harga yang telah Kristus bayarkan untuk menebus kita. (J. Vernon McGee, Thru the Bible, volume V, hal. 560).

Pada abad ke-19 C.H. Spurgeon berkata:

Saya tahu bahwa darah-Nya yang mahal di sorga berlaku bersama Allah atas nama mereka yang datang kepada Dia: Dan sejak saya datang kepada Dia, saya tahu dengan iman bahwa saya secara terus-menerus selalu ada dalam safaat-Nya. (C.H. Spurgeon, “The Warrant of Faith,” Metropolitan Tabernacle Pulpit, volume 9, hal. 530).

Darah-Nya menebus bagi semua orang
   Dan sekarang memerciki tahta kasih karunia
Dan sekarang memerciki tahta kasih karunia
   (“Arise! My Sould, Arise!” by Charles Wesley, 1707-1799)

Kristus duduk di sebelah kanan Allah setelah Ia mempersembahkan Darah-Nya yang tidak dapat rusak di tutup pendamaian, di ruang Mahakudus, di Sorga. “Darah pemercikan” didaftar dalam Alkitab sebagai salah satu dari hal-hal di Sorga (Ibrani 12:22-24).

Namun Kristus duduk untuk alasan yang sangat penting – untuk berdoa bagi Anda. Dalam Ibrani 7:25 kita diberitahu:

“Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka” (Ibrani 7:25).

Seringkali saya hampir-hampir meninggalkan kehidupan Kristen, atau hampir-hampir tersandung. Saya sangat heran menemukan diri saya sendiri dalam pelayanan setelah empat puluh tiga tahun. Ada begitu banyak perangkap, ada begitu banyak peperangan, ada begitu banyak kekecewaab, ada begitu banyak kelemahan pribadi, ada begitu banyak keraguan, ketakutan, kekecewaan, dan begitu sedikit iman dalam diri saya. Saya sering menemukan diri saya sendiri berkata seperti Paulus, “Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?” (II Korintus 2:16), Saya sungguh-sungguh dikejutkan bila saya masih dalam pelayanan setelah empat puluh tiga tahun! Bagaimana saya tetap dapat melewati waktu ini? Bukan dengan kekuatan atau kemampuan saya sendiri, saya dapat menjamin itu!

Namun saya memiliki Juruselamat yang selalu berdoa untuk saya di Sorga. Dan doa-doa-Nya mendatangkan berkat. Ketika Yesus berdoa untuk pengkhotbah yang lemah, berkepala botak, yang melayani di pusat kota kecil ini, lagi dan lahi Allah menjawab doa-doa Anak-Nya untuk saya. Saya diselamatkan oleh karena “Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara (saya)” (Ibrani 7:25).

Saya telah mendengar orang-orang baik berkata, “Kunci untuk kehidupan Kristen adalah doa-doa Anda.” Ada banyak yang menganggap itu kebenaran. Namun saya lebih baik berkata, “Kunci utama untuk kehidupan Kristen adalah doa-doa Yesus untuk Anda!”

Dia hidup di atas sana, untuk menjadi perantara bagiku
Kasih penebusan-Nya bagi semua, darah-Nya yang mahal untuk membela…
Bapa mendengarkan doa-Nya, Pribadi yang diurapi-Nya
Dia tidak dapat menolak kedatangan Anak-Nya
   (“Arise! My Soul, Arise!” by Charles Wesley, 1707-1788)

Jangan pernah lupa di mana Yesus sekarang berada – Dia ada di sebelah kanan Allah di Sorga. Jangan pernah lupa mengapa Dia ada di sana. Ia mempersembahkan Darah-Nya kepada Allah untuk menyucikan dosa-dosa Anda. Jangan pernah lupa bahwa Ia duduk jam demi jam berdoa untuk Anda. Bila Yesus berdoa untuk Anda, bagaimana Anda dapat gagal? Seluruh rahasia kehidupan Kristen adalah ini: Darah-Nya menyucikan Anda dari dosa, dan Dia sedang berdoa untuk kita. Dan Dia sedang berdoa untuk Anda juga, hai orang-orang berdosa. Ia sedang berdoa agar Anda percaya kepada Dia, bercaya di dalam Dia, dan membiarkan Dia menyelamatkan Anda. Yesus Kristus sedang berdoa agar Anda beroleh selamat melalui percaya di dalam Dia.

Ku punya Juruselamat yang setia,
Kau dibimbing-Nya dalam kasih mesra;
Kaupun dikasihi-Nya, t’rimalah Dia
Jadikanlah Juruselamatmu juga!
Engkau Dia doakan, Engkau Dia doakan
Engkau Dia doakan, Dia doakan kau
   (“I Am Praying For You” by S. O’Malley Clough,
      1837-1910, chorus diubah oleh R.L. Hymers, Jr.)

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khobah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on "Sermon Manuscripts."

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @
http://www.sttip.com

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah: Ibrani 7:23-37.
Lagu Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
"I Am Praying For You" by S. O’Malley Clough, 1837-1910.


GARIS BESAR KHOTBAH

YESUS – DUDUK DI SEBELAH KANAN ALLAH

Oleh: Dr. R. L. Hymers, Jr.


"Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga, dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia” (Ibrani 8:1-2).

(Yohanes 7:11; Ibrani 10:12; Yohanes 19:30)

I.   Di mana Yesus duduk, Lukas 22:69-71; Matius 26:64-48;
Markus 16:19; Kisah Rasul 2:32-35; Mazmur 110:1;
Kisah Rasul 5:30-31; Kisah Rasul 7:56; Roma 8:34;
Efesus 1:19-20; Kolose 3:1-2; Ibrani 12:2; Ibrani 1:3;
Ibrani 8:1; Ibrani 10:12; I Petrus 3:22; Yohanes 7:11;
Yohanes 20:13; Yohanes 20:22; Matius 11:28.

II.  Kapan Yesus duduk di Sorga, Ibrani 1:3b; Ibrani 8:3;
Ibrani 9:7; Ibrani 9:12.

III. Mengapa Yesus Duduk, Ibrani 7:25; II Korintus 2:16.