Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




BAGAIMANA MEMPERSIAPKAN KHOTBAH PENGINJILAN –
KEBENARAN-KEBENARAN TERLUPAKAN YANG DIPERLUKAN UNTUK PERTOBATAN SEJATI

HOW TO PREPARE AN EVANGELISTIC SERMON –
FORGOTTEN TRUTHS NEEDED FOR REAL CONVERSIONS
(Indonesian)

oleh Dr. C. L. Cagan and Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Sabtu Malam, 14 Oktober 2017

“Lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!”
(II Timotius 4:5).


Rasul memberikan kata-kata ini kepada Timotius beberapa saat sebelum Paulus dieksekusi mati di bawah penganiayaan Kaisar Nero. Timotius adalah murid Paulus. Paulus melatihnya dalam pekerjaan pelayanan. Timotius menjadi pendeta gereja di kota Efesus. Tugas utama Timotius adalah menjadi seorang pendeta.

Timotius tidak memiliki pelayanan yang sama dengan “Filipus sang penginjil” (Kisah Para Rasul 21:8). Filipus pergi dari satu tempat ke tempat lain. Filipus pergi ke Samaria dan memberitakan Kristus di sana (Kis 8: 5). Kemudian Filipus pergi ke padang gurun dan membawa Sida-sida Etiopia kepada Kristus (Kis. 8: 26-39). Kemudian Filipus berkhotbah di kota-kota lain (Kis. 8:40). Filipus adalah seorang penginjil keliling. Timotius adalah pendeta dari sebuah gereja lokal.

Mengapa Paulus memberitahu Timotius untuk “melakukan pekerjaan pemberita Injil”? Karena setiap pendeta dipanggil untuk melakukan pekerjaan pemberita Injil! Paulus meminta Timotius untuk “menunaikan tugas pelayanannya” (II Timotius 4: 5). Apa yang dimaksud dengan menunaikan tugas pelayanan? Melakukan pekerjaan seorang penginjil! Setiap pendeta dipanggil untuk melakukan pekerjaan seorang penginjil. Jika Anda tidak melakukannya, Anda tidak melakukan semua yang diperintahkan Tuhan untuk Anda lakukan!

Setiap pendeta berkhotbah di gerejanya. Itu adalah panggilannya. Dan setiap pendeta harus mengkhotbahkan khotbah penginjilan di gerejanya - dan berkhotbahlah tentang itu sesering mungkin! Jika Anda meninggalkan Injil pada kelas Sekolah Minggu beberapa kali dalam setahun, Anda bukanlah seorang pengkhotbah yang setia. Jika semua yang Anda lakukan adalah sekedar mengajar jemaat, Anda bukanlah seorang pengkhotbah yang setia. Pelayanan Anda tidak hanya mengajarkan Alkitab. Anda harus melakukan pekerjaan pemberita Injil. Anda harus mengkhotbahkan khotbah penginjilan, dan melakukannya secara teratur.

Apakah khotbah penginjilan itu? Khotbah penginjilan ditujukan langsung kepada orang-orang yang terhilang di dalam jemaat, yang selalu ada di setiap kebaktian, walaupun beberapa di antaranya datang ke gereja setiap minggu. Seluruh khotbah penginjilan memproklamirkan kebenaran tentang dosa dan keselamatan di dalam Kristus - sehingga orang-orang yang terhilang yang mendengarnya mau percaya Yesus dan diselamatkan. Khotbah penginjilan bukanlah khotbah ekspositori yang didasarkan pada beberapa ayat Kitab Suci. Pilih satu atau dua ayat untuk dikhotbahkan. Khotbah penginjilan berfokus pada kebenaran satu atau paling banyak dua ayat. Eksposisi yang didasarkan pada satu perikop bukanlah khotbah penginjilan. Pelajari khotbah penginjilan Spurgeon. Tak satu pun dari khotbah-khotbahnya adalah apa yang kita sebut khotbah “ekspositori” hari ini. Dalam Kitab Kisah Para Rasul setiap khotbah, kecuali satu, adalah khotbah-khotbah penginjilan. Hanya ada satu khotbah “ekspositori” dalam keseluruhan Kitab Kisah Para Rasul! Kita harus mengikuti teladan para Rasul dan Spurgeon saat kita mengkhotbahkan khotbah penginjilan!

Sangat sedikit pendeta saat ini yang mengkhotbahkan khotbah penginjilan. Banyak yang tidak mengkhotbahkannya sama sekali. Di Amerika kita jarang mendengar khotbah penginjilan hari ini. Dan di negara-negara lain tidak jauh berbeda. Para pendeta mengajar Alkitab kepada jemaat mereka - atau mereka berkhotbah tentang penyembuhan, kemakmuran, dan bagaimana merasa baik - apapun kecuali Injil Kristus! Mereka tidak menaati Alkitab, yang mengatakan, “Lakukanlah pekerjaan pemberita Injil.”

Anda mungkin berkata, “Tetapi bagaimana saya bisa mempersiapkan sebuah khotbah penginjilan? Apa yang harus saya lakukan?” Itulah khotbah kita hari ini. Saya akan memberitahu Anda bagaimana cara mengkhotbahkan sebuah khotbah penginjilan.

Khotbah penginjilan adalah khotbah yang berpusat pada Injil. Apakah khotbah Injil itu? Untuk mengkhotbahkan Injil Anda harus tahu apa itu Injil. Rasul Paulus berkata,

“Aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu… bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci” (I Korintus 15:1, 3, 4).

Lagi, Rasul Paulus berkata,

“Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa” (I Timotius 1:15).

Ada dua bagian dalam khotbah penginjilan. Pertama, masalah dosa manusia; dan kedua, apa yang Kristus lakukan untuk menyelamatkan manusia dari dosa mereka.

I. Pertama, Anda harus mengkhotbahkan Taurat – yang menjelaskan kepada orang-orang tentang hati mereka yang penuh dosa.

Pada bagian pertama khotbah penginjilan, Anda harus memberitakan hukum Taurat. Mengapa seseorang harus percaya Yesus? Apa alasannya? Mengapa Yesus mati di kayu Salib? Banyak khotbah yang mengatakan kepada orang-orang untuk percaya Yesus agar mereka dapat memiliki kehidupan yang lebih baik, atau bahagia, atau menemukan kasih dan persahabatan. Tetapi bukan itu sebabnya Yesus mati di kayu Salib! Beberapa khotbah memberi tahu orang untuk percaya kepada Yesus agar mereka bisa pergi ke Sorga. Tetapi itu bukan pesan Injil jika tidak mengatakan mengapa mereka membutuhkan Yesus untuk pergi ke Sorga. Alkitab mengatakan, “Kristus telah mati karena dosa-dosa kita.” Alkitab mengatakan, “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang-orang berdosa.”

Jika orang tidak merasa bahwa mereka adalah orang berdosa, mengapa mereka harus datang kepada Kristus? Mereka tidak akan mau datang! Mereka mungkin berdoa terima Yesus. Mereka mungkin mengangkat tangan mereka. Mereka mungkin maju ke depan setelah khotbah selesai. Tetapi mereka tidak akan diselamatkan! Mengapa? Karena mereka tidak memiliki alasan untuk diselamatkan dari apa!

Bagaimana Anda bisa menunjukkan kepada orang-orang bahwa mereka adalah orang berdosa? Dengan memberitakan hukum Tuhan kepada mereka. Alkitab mengatakan,

“Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang” (Galatia 3:24).

Hukum Taurat menunjukkan orang-orang bahwa mereka adalah orang berdosa. Setelah mereka diinsafkan akan dosa dari hati mereka, mereka mungkin akan datang kepada Kristus.

Banyak pendeta takut memberitakan hukum Taurat. Mereka takut membuat orang marah. Iain H. Murray mengatakan bahwa ini adalah “Masalah Utama dalam Penginjilan.” Dalam bukunya, Old Evangelicalism (Banner of Truth, 2005; bacalah hal. 3 sampai 37), Murray dengan benar mengatakan bahwa takut menyinggung orang yang masih terhilang adalah alasan utama khotbah penginjilan begitu tidak efektif hari ini.

Apa pun yang Anda lakukan, jangan berkhotbah melawan dosa-dosa individual. “Lakukan ini. Jangan lakukan itu.” Ini berbicara tentang dosa aktual, atau spesifik seseorang. Tetapi dosa bekerja jauh lebih dalam. Mereka adalah orang berdosa di dalam hati mereka. Mereka memiliki hati yang penuh dosa, yang mereka warisi dari Adam. Itulah sebabnya Daud berkata, “Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku” (Mazmur 51: 5). Itulah sebabnya Alkitab berkata, “Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu” (Yeremia 17: 9). Dan Alkitab berkata, “Sebab keinginan daging [yang belum dipertobatkan] adalah perseteruan terhadap Allah” (Roma 8: 7). Itulah mengapa orang melakukan hal-hal buruk. Apa yang mereka lakukan keluar dari apa adanya mereka. Kristus berkata, “Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan… Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang” (Markus 7:21, 23). Jauh lebih dalam dari apa yang orang lakukan adalah apa adanya mereka. Bahkan jika seseorang mencoba menjadi lebih baik, dia tidak akan pernah bisa mengubah hatinya, lebih dari sekedar seekor kambing bisa mengubah dirinya menjadi seekor domba. Orang tidak bisa diajar untuk menjadi orang Kristen. Hati mereka harus dikhotbahi, seperti yang saya jelaskan dalam khotbah ini. Allah menghakimi hati manusia dan juga tindakan manusia. Alkitab mengatakan, “Mereka semua ada di bawah kuasa dosa” (Roma 3:9). Setiap orang berada di bawah kuasa dan hukuman dosa sebelum bertobat.

Anda harus mengkhotbahkan hukum Taurat sehingga orang akan melihat dan merasa bahwa hati mereka penuh dosa. Sekarang, semua orang mengakui bahwa mereka orang berdosa dengan cara tertentu. Saya tidak pernah bertemu orang yang mengaku dengan sempurna. Seorang pria berkata kepada seorang pengkhotbah, “Saya kira saya [orang berdosa], tetapi saya bukan orang yang bisa Anda sebut sebagai orang berdosa yang jahat. Saya, saya pikir, agak baik. Saya selalu berusaha melakukan yang terbaik yang saya tahu.” Orang itu belum siap untuk diselamatkan! Sebelum dia bisa diselamatkan, dia perlu melihat bahwa dia adalah orang berdosa yang “jahat”. Itulah mengapa Anda harus berkhotbah tentang hati mereka yang penuh dosa.

Tanpa hukum Allah, orang tidak akan mengerti mengapa mereka membutuhkan Injil Kristus. Itulah mengapa Anda harus mengkhotbahkan hukum Taurat sebelum Anda mengkhotbahkan Injil. Alkitab berkata, “Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang” (Galatia 3:24). Seperti seorang guru di sekolah, hukum Taurat menunjukkan mengapa mereka membutuhkan Kristus. Pertama hukum Taurat. Kemudian Injil. Apa yang Luther katakan benar. Anda harus mempelajari dengan saksama apa yang dia katakan jika Anda ingin belajar bagaimana mengkhotbahkan khotbah penginjilan. Luther mengatakan,

Hal ini diperlukan, jika Anda mau bertobat, yaitu Anda dibuat menjadi [tersiksa], yaitu bahwa Anda memiliki hati nurani yang ketakutan dan gemetar. Kemudian, setelah kondisi ini tercipta, Anda harus memahami penghiburan yang datang bukan dari pekerjaan Anda sendiri tetapi dari pekerjaan Allah. Dia telah mengutus Anak-Nya, Yesus ke dalam dunia ini untuk memberitakan kepada orang-orang berdosa yang berduka tentang belas kasihan Allah. Inilah cara pertobatan itu. Semua cara lain adalah cara yang salah (Martin Luther, Th.D., What Luther Says, Concordia Publishing House, 1994 reprint, Nomer 1014, hal. 343).

Saya berkata, “Anda harus memberitakan hukum Taurat agar orang-orang akan melihat dan merasakan dosa di dalam hati mereka.” Saya tidak mengatakan, “Anda harus berkhotbah tentang Neraka.” Ya, Kristus berbicara tentang Neraka. Neraka itu nyata. Tetapi Anda harus berhati-hati saat berkhotbah tentang Neraka. Tidak ada yang bisa diselamatkan dengan takut pada Neraka. Mereka mungkin mencoba menjadi orang yang lebih baik. Mereka mungkin berusaha menjadi sangat religius. Tetapi takut Neraka tidak pernah menyelamatkan seseorang. Kristus telah mati untuk dosa-dosa kita. Neraka hanyalah hasil dari dosa. Masalah sebenarnya adalah dosa, bukan Neraka. Kami telah menemukan bahwa keseluruhan khotbah di Neraka tidak mempertobatkan orang. Bagian pertama dari sebuah khotbah penginjilan harus mengungkapkan dosa mereka - bukan hanya dosa-dosa individual, melainkan dosa dari hati mereka.

Untuk menunjukkan kepada orang-orang tentang dosa mereka, Anda harus berkhotbah melawan hati mereka yang berdosa dan memberontak. Tetapi Anda tidak harus berakhir di sana. Hukum Taurat tidak bisa menyelamatkan siapapun. Hukum Taurat hanya menunjukkan kepada orang-orang tentang dosa dari hati mereka. Alkitab mengatakan, “Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa” (Roma 3:20). Alkitab mengatakan bahwa menyelamatkan orang adalah “apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat” (Roma 8: 3). Hanya Kristus sendiri yang bisa mengubah hati orang berdosa. Hanya Darah Kristus yang dapat menghapus dosa. Dan itu membawa saya ke poin kedua.

II. Kedua, Anda harus mengkhotbahkan Injil – yang menjelaskan kepada orang-orang tentang apa yang Kristus telah lakukan untuk menyelamatkan mereka dari dosa.

Di bagian kedua dari khotbah penginjilan Anda, Anda harus memberitakan Injil. Injil bukanlah ajaran tentang bagaimana menjadi lebih baik. Injil bukanlah pesan tentang gereja, atau bahkan tentang Sorga. Injil adalah bahwa “Kristus telah mati karena dosa-dosa kita sesuai dengan Kitab Suci” (I Korintus 15: 3). Injil adalah bahwa “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa” (I Timotius 1:15).

Injil bukanlah seperangkat aturan. Injil menunjukkan bahwa Allah sangat mengasihi orang berdosa sehingga Kristus datang untuk mati baginya. Injil tidak dibuat dari hukum Taurat. Injil adalah kasih dan anugerah yang murni. Seperti kata Luther,

Injil... tidak memberitakan apa yang harus kita lakukan atau yang harus dihindari. Ini tidak menetapkan persyaratan tetapi membalikkan pendekatan hukum Taurat, yang sangat berlawanan, dan mengatakan, ‘Beginilah yang Allah telah lakukan untuk Anda; dia telah membiarkan Anak-Nya menjadi manusi bagi Anda, telah membiarkan Dia dihukum mati untuk kepentingan Anda’... Injil mengajarkan... apa yang telah diberikan kepada kita oleh Allah, dan bukan... apa yang harus kita lakukan dan berikan kepada Allah (“How Christians Should Regard Moses,” 1525).

Injil menawarkan kepada orang berdosa sebuah hati yang baru, dan pengampunan dosa melalui apa yang Kristus telah lakukan di kayu Salib dan dalam kubur yang kosong! Orang yang percaya Yesus

“oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya” (Roma 3:24, 25).

Alkitab mengatakan bahwa “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa… kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya” (Roma 5:8, 9). Kristus telah mati menggantikan tempat orang berdosa untuk membayar dosanya. Seperti yang Yesaya katakan, “tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian” (Yesaya 53: 6). Injil adalah anugerah pengampunan dosa cuma-cuma oleh Yesus Kristus.

Saat Anda mengkhotbahkan Injil, jangan hanya memberitakan kematian Kristus. Berkhotbahlah juga tentang kebangkitan Kristus! Ini adalah bagian dari Injil bahwa Kristus “telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci” (I Korintus 15: 4). Kebangkitan Kristus sangat penting. Alkitab mengatakan, “jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu” (I Korintus 15:17). Kristus tidak tinggal mati dalam kubur-Nya. Ia telah bangkit dari antara orang mati untuk memberi hati yang baru kepada orang berdosa (lihat Yehezkiel 11:19; 36:26, 27).

Jangan hanya berkhotbah tentang kematian Kristus. Berkhotbah juga tentang Darah Kristus! Ingatlah bahwa orang diselamatkan “karena iman, dalam darah-Nya” (Roma 3:25). Kita “dibenarkan oleh darah-Nya” (Roma 5: 9). Dan Alkitab berkata, “Tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan” (Ibrani 9:22). Sungguh saya heran mengapa begitu banyak pengkhotbah mengikuti Dr. John MacArthur saat dia mengatakan bahwa Darah Kristus tidak diperlukan untuk keselamatan, dan bahwa tidak ada Darah Kristus saat ini. Tetapi pendeta yang setia dan baik akan terus mengkhotbahkan Darah Kristus! Dr. Martyn Lloyd-Jones benar saat dia berkata, “Pada masa kebangunan rohani... [gereja] bermegah di dalam darah itu... hanya ada satu cara di mana kita bisa masuk dengan keberanian ke [tempat] yang mahasuci, dan itu adalah oleh darah Yesus” (Revival, Crossway Books, 1992 edition, hal. 48). Khotbahkanlah Darah itu! Khotbahkanlah Darah itu! “Darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa” (I Yohanes 1: 7).

Injil adalah anugerah cuma-cuma dari kasih karunia Allah di dalam Kristus. Orang berdosa tidak bisa membuat dirinya sendiri menjadi baik. Hanya ada satu hal yang harus dilakukan oleh orang berdosa. Dia harus percaya kepada Yesus. Hanya dengan percaya fakta tentang Kristus tidak akan menyelamatkannya. Dia harus percaya kepada Yesus sendiri. Rasul Paulus berkata kepada kepala penjara Filipi, “Percayalah kepada [kata Yunani Epi = pada, ke dalam] Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat” (Kisah Para Rasul 16:31). Jika orang berdosa percaya kepada Yesus, dia akan diselamatkan. Dan yang semua orang berdosa harus lakukan hanyalah percaya kepada Kristus. Semua yang lainnya Yesus yang melakukannya. Dia memberi orang berdosa hati yang baru pada saat kelahiran baru (Efesus 2: 5; Yohanes 3: 6, 7) dan Dia menyucikan orang berdosa dari segala dosa dengan Darah-Nya (Ibrani 9:14; Wahyu 1: 5b; 5: 9b) . “Hanya percayalah kepada Dia, Hanya percayalah kepada Dia, Hanya percayalah kepada Dia sekarang. Dia akan menyelamatkan Anda, Dia akan menyelamatkan Anda, Dia akan menyelamatkan Anda sekarang” (“Only Trust Him” oleh John H. Stockton, 1813-1877).

Di akhir khotbah Anda, mintalah orang-orang berdosa untuk percaya kepada Yesus. Mintalah mereka untuk pergi ke ruangan terpisah di mana Anda dapat berbicara dengan mereka secara pribadi. Pekerjaan Anda belum dilakukan sebelum mereka datang untuk berbicara dengan Anda. “Maju ke depan” tidak sama dengan percaya Yesus. “Mengangkat tangan” atau menaikkan “doa terima Yesus” tidak sama dengan percaya Yesus. Percaya Yesus adalah percaya Yesus - tidak ada yang lain. Itulah mengapa Anda harus berbicara dengan orang-orang yang menanggapi undangan Anda setelah khotbah. Dan itu juga mengapa Anda harus mendengarkan mereka dengan hati-hati juga. Dengan mendengarkan Anda akan mempelajari gagasan-gagasan palsu yang mereka yakini, sehingga Anda bisa memperbaikinya. Bicaralah dengan masing-masing mereka secara pribadi dan lakukan yang terbaik untuk menuntunnya kepada Kristus. Tetapi itu adalah topik pesan lain. Kiranya Allah memberkati Anda saat Anda berkhotbah tentang dosa-dosa dari hati dan pengampunan melalui Darah Kristus.

Klik di sini untuk membaca khotbah penginjilan yang ditulis oleh Dr. R. L. Hymers, Jr. Dr. Hymers telah mengkhotbahkan khotbah penginjilan selama enam puluh tahun. Anda bisa belajar banyak dengan membaca khotbah penginjilannya, “Mandi dan Menjadi Tahir! Tipologi Pertobatan.” Klik judul itu untuk membacanya. Ini akan menunjukkan kepada Anda bagaimana cara mengkhotbahkan hukum Taurat dan Injil dalam khotbah penginjilan


Jika khotbah ini memberkati Anda Dr. Hymers akan senang mendengar dari Anda. KETIKA ANDA MENULIS KEPADA DR. HYMERS ANDA HARUS MEMBERITAHU BELIAU DARI NEGARA MANA ANDA MENULIS ATAU IA TIDAK DAPAT MENJAWAB EMAIL ANDA. Jika khotbah ini memberkati Anda silahkan mengirim email kepada Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya, tetapi selalu jelaskan pada beliau dari negara mana Anda mengirimnya. E-mail Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat. Jika anda ingin menulis surat kepada Dr. Hymers melalui pos, alamat beliau adalah P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Anda boleh menelepon beliau di (818)352-0452.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
www.sermonsfortheworld.com.
Klik pada “Khotbah Indonesia.”

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

GARIS BESAR KHOTBAH

BAGAIMANA MEMPERSIAPKAN KHOTBAH PENGINJILAN –
KEBENARAN-KEBENARAN TERLUPAKAN YANG DIPERLUKAN UNTUK PERTOBATAN SEJATI

HOW TO PREPARE AN EVANGELISTIC SERMON –
FORGOTTEN TRUTHS NEEDED FOR REAL CONVERSIONS

oleh Dr. C. L. Cagan and Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!”
(II Timotius 4:5).

(Kisah Rasul 21:8; 8:5, 26-39, 40; I Korintus 15:1, 3, 4;
I Timotius 1:15)

I.    Pertama, Anda harus mengkhotbahkan Taurat – yang menjelaskan kepada orang-orang tentang hati mereka yang penuh dosa, Galatia 3:24;
Mazmur 51:5; Yeremia 17:9; Roma 8:7; Markus 7:21, 23;
Roma 3:9, 20; 8:3.

II.   Kedua, Anda harus mengkhotbahkan Injil – yang menjelaskan kepada orang-orang tentang apa yang Kristus telah lakukan untuk menyelamatkan mereka dari dosa., I Korintus 15:3; I Timotius 1:15; Roma 3:24, 25; 5:8, 9; Yesaya 53:6; I Korintus 15:4, 17; Yehezkiel 11:19; 36:26, 27;
Ibrani 9:22; I Yohanes 1:7; Kisah Rasul 16:31; Efesus 2:5;
Yohanes 3:6, 7; Ibrani 9:14; Wahyu 1:5b; 5:9b.