Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




HERODES DAN YOHANES

HEROD AND JOHN
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 12 November 2017
A sermon preached at the Baptist Tabernacle of Los Angeles
Lord’s Day Evening, November 12, 2017

“Sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia” (Markus 6:20).


Kisah Raja Herodes dan Yohanes Pembaptis adalah salah satu tragedi besar dalam Alkitab dan sejarah. Yohanes Pembaptis adalah seorang penginjil muda yang memiliki pengaruh besar. Dia diadu melawan Raja Herodes - seorang raja yang lemah dan berkemauan lemah. Dia ingin menuruti nasehat Yohanes. Dia ingin memiliki kedamaian dengan Allah. Tetapi kelemahan dan keresahannya menyebabkan kehancurannya - dan menyebabkan pembunuhan terhadap Yohanes Pembaptis, karena pada akhirnya Herodes memenggal kepala Yohanes!

Ketika saya membaca tentang Raja Herodes, saya selalu merasa kasihan padanya. Tetapi kemudian saya marah padanya. Dia sangat bodoh. Dia sudah begitu dekat untuk diselamatkan. Namun dia tidak pernah melakukannya. Dia begitu dekat untuk bertobat. Namun dia pergi ke neraka. Ketika saya memikirkan Herodes, nyanyian rohani yang Mr. Griffith nyanyikan tadi selalu membuat jiwa saya merinding,

Hampir diyakinan untuk percaya;
Hampir diyakinan untuk menerima Kristus;
Hampir belum berhasil, Hampir namun gagal!
Menyedihkan, sungguh menyedihkan, Hampir namun terhilang!
      (“Almost Persuaded” oleh Philip P. Bliss, 1838-1876).

Hampir diyakinan! Menyedihkan, sungguh menyedihkan –
Hampir namun terhilang!

Kisah Herodes dan Yohanes Pembaptis menunjukkan kepada kita beberapa kebenaran Kristen yang luar biasa.

Pertama, pesan keselamatan selalu memanggil Anda untuk mengambil sebuah keputusan. Bagi kita kata “keputusan” nampak buruk - seperti dalam istilah “decisionisme.” Tetapi “decisionisme” hanya buruk karena kebanyakan orang membuat keputusan yang salah! Herodes bisa membuat keputusan yang tepat. Tetapi dia justru terombang-ambing - dan tidak pernah berpegang pada kebenaran yang Yohanes Pembaptis khotbahkan kepadanya. Hal yang paling menonjol tentang khotbah Yohanes adalah tantangannya untuk membuat keputusan. Dia mengkhotbahkan pertobatan dan menuntut keputusan dari orang-orang yang mendengarnya berkhotbah. Dia berkhotbah dengan sangat kuat sehingga orang-orang berseru, “Apa yang harus kami lakukan?” (Lukas 3:10). Saat Kristus datang Dia berkhotbah dengan cara yang sama. Dia hanya memberi dua pilihan kepada manusia. Itu adalah Sorga atau Neraka, jalan yang lebar menuju kebinasaan atau jalan sempit menuju kepada kehidupan. Rumah yang dibangun di atas pasir atau rumah yang dibangun di atas batu karang. Allah atau Mamon. Orang-orang harus berpihak, bersama dengan Kristus atau melawan Dia. Khotbah Kristus menuntut agar mereka membuat keputusan untuk bersama atau melawan Dia. Demikian juga yang dikhotbahkan oleh Petrus pada hari Pentakosta. Petrus menuntut agar mereka mengambil keputusan. Dan orang-orang itu bertanya, “Apa yang harus kami lakukan?” (Kisah Para Rasul 2:37). Dalam pasal terakhir dari Kisah Para Rasul khotbah Rasul Paulus membagi orang-orang menjadi dua kelompok. “Ada yang dapat diyakinkan oleh perkataannya, ada yang tetap tidak percaya” (Kisah Para Rasul 28:24). Mereka harus mengambil keputusan! Dan dalam setiap kebangunan rohani di sepanjang sejarah Kristen, orang-orang saleh berkhotbah seperti itu. Mereka yang mendengarnya harus mengambil keputusan!

Hari ini kita mendengar khotbah yang berbeda. Tidak ada permintaan yang dibuat. Beberapa pengkhotbah dengan manis memanggil orang untuk disembuhkan. Beberapa pengkhotbah memberi mereka cerita yang lembut dan menghibur. Dan pengkhotbah lainnya memberi mereka eksposisi Alkitab yang kering seperti debu tanpa penebusan darah. Dimana api itu? Dimana tantangannya? Tidak heran anak-anak muda ramai-ramai meninggalkan gereja kita! Sebagian besar khotbah hari ini tidak ada bedanya dengan ember air kotor - mengutip Wakil Presiden John Nance Garner (1933-1941) dalam konteks lain. Kisah Herodes dan Yohanes Pembaptis menunjukkan kepada kita ketidakberpihakan khotbah seperti itu. Ini mengingatkan kita bahwa Kristus memanggil untuk membuat sebuah keputusan. Ngmong-ngomong, sudahkah anda membuat keputusan? Apakah itu mempengaruhi hidup Anda? Apakah itu telah mengubah Anda?

Herodes “mendengarnya dengan senang hati.” Herodes menyukai pengkhotbah itu. Dia bahkan senang mendengarnya berkhotbah. Tetapi itu tidak berpengaruh padanya. Saya tidak pernah suka mendengar orang meminta kepada saya apa khotbah yang saya harus khotbahkan. Saya sama sekali tidak menyukai hal itu. Saya hanya bersukacita saat melihat seseorang memutuskan untuk bertobat dari dosa mereka dan melemparkan diri mereka pada belas kasihan Yesus. Satu-satunya hal yang menyenangkan hati saya adalah ketika seseorang membuat keputusan yang pasti untuk percaya Yesus dalam pertobatan dan perubahan hidup yang nyata. Itulah ujian apakah khotbah saya telah diberkati oleh Allah! Bukan khobah yang hanya ingin membuat Anda senang. Bahkan bukan khotbah yang hanya untuk membuat Anda terganggu olehnya, atau tidak peduli apakah Anda menyukai saya dan senang dengan khotbah saya. Ujiannya adalah begini - apakah ini membawa Anda kepada keputusan, tindakan pasti untuk percaya Kristus dengan segenap hati dan seluruh hidup Anda? Seseorang berkata, “Apa lagi yang mereka inginkan?” Kristus menginginkan seluruh hidup Anda – seluruh hidup Anda!

Tetapi ada yang menyedihkan dengan orang seperti Herodes ini. Dia hampir memutuskan. Dia hampir diyakinkan untuk percaya Kristus dan menjadi seorang Kristen sejati. Betapa menyedihkan dan disayangkan orang seperti Herodes ini. Anda datang ke gereja. Anda mendengar kami berkhotbah. Dan Anda tergerak secara emosional. Anda merasa bahwa Anda harus percaya kepada Yesus. Anda mengatakan bahwa Anda ingin percaya kepada-Nya. Tetapi Anda tidak pernah melakukannya. Alih-alih percaya Yesus, Anda justru mencari perasaan untuk membuktikan apakah Anda percaya Dia. Itu tidak akan pernah terjadi! Tidak akan pernah! Tidak akan pernah! Kenapa tidak? Bagaimana mungkin Anda memiliki “perasaan” bahwa Anda percaya Dia sebelum Anda benar-benar percaya Dia? Ini omong kosong! Satu-satunya cara untuk percaya Yesus adalah dengan percaya Dia dan bukan percaya pada perasaan. Anda satu langkah menjauh dari percaya kepada Yesus. Tetapi Anda tidak pernah melakukannya. Betapa anehnya diri Anda. Anda datang ke gereja minggu demi Minggu. Tetapi Anda menolak untuk percaya kepada sang Juruselamat. Anda bahkan datang menemui kami setelah kebaktian - tetapi Anda tidak sungguh-sungguh berniat percaya kepada Dia. Saya bertanya kepada Anda, “Sudahkah Anda percaya kepada Dia?” Anda berkata, “Belum.” Anda mengatakan “belum” dengan cukup kuat - seolah Anda sangat yakin bahwa Anda benar-benar belum melakukannya. Kenapa Anda begitu yakin? Itu karena Anda mencari perasaan atau yang lainnya! Itu yang menjadi alasannya! Tetapi ijinkan saya berkata sejujur-jujurnya kepada Anda. “Perasaan” yang Anda inginkan adalah roh jahat! Iblis menggantung roh jahat itu di depan pikiran Anda. “Aku harus memiliki perasaan itu! Aku sangat menginginkannya! Aku tidak akan pernah puas tanpa perasaan roh jahat itu!” Ketika Iblis telah menguasaiAnda di bawah mantranya, dan Anda terpikat olehnya - dia akan memberi Anda perasaan! Anda kemudian akan begitu terpesona dan terpesona karenanya dan Anda tidak akan pernah diselamatkan! Roh jahat dari “perasaan” itu akan menjadi kekasih hati Anda, kekasih hati Anda, idola Anda. Bila itu terjadi, Anda akan berada di bawah mantra hipnotis yang begitu kuat sehingga Anda tidak akan pernah bisa percaya Yesus dengan sungguh-sungguh, yaitu Dia yang telah mati di kayu Salib untuk menyelamatkan Anda! Dan roh jahat dari “perasaan” itu akan menyeret Anda ke bawah, takluk, diperbudak, ke dalam jurang Neraka. Saya hampir bisa mendengar roh jahat dari “perasaan” itu sedang menertawakan Anda! “Kena kamu sekarang! Kena kamu sekarang! Kamu adalah budak ku di neraka selamanya sekarang!” Jangan tersenyum. Jutaan orang mengira mereka memiliki Roh Kudus - padahal yang sebenarnya yang mereka miliki adalah roh jahat. Alih-alih dipenuhi Roh, sebaliknya mereka justru sedang kerasukan setan! Saya mengingatkan setiap orang dari Anda yang sedang mencari perasaan untuk membuktikan bahwa Anda diselamatkan - saya mengingatkan Anda! Anda bermain dengan okultisme! Anda bermain dengan api! Singkirkan roh jahat dari “perasaan” itu dan lemparkan diri Anda pada Yesus, Anak Allah, Dia yang telah mencurahkan darah-Nya dan mati di kayu Salib untuk menyelamatkan Anda!

Ada beberapa pengkhotbah tertentu yang menjadi sumber perbudakan. Saya telah mengenal pengkhotbah yang menarik orang ke mereka, dan menjanjikan keselamatan kepada mereka, sementara apa yang mereka lakukan itu sebenarnya adalah penyesatan. Mereka mengikat pengikut mereka kepada diri mereka sendiri daripada kepada Kristus. Dalam keadaan apapun, saya tidak menempatkan Yohanes Pembaptis dalam kategori itu.

Herodes telah memasukkan Yohanes ke dalam penjara, karena istrinya Herodias membenci Yohanes karena telah menyebutnya sebagai seorang pezina. Alkitab mengatakan bahwa “Herodes takut kepada Yohanes, mengetahui bahwa dia adalah orang yang benar dan suci.” Dia melihat Yohanes sebagai orang suci. Jadi Herodes pergi menemui Yohanes berkali-kali di penjara. Teks itu mengatakan bahwa dia “memperhatikannya.” Itu berarti Herodes “menjaganya dengan aman.” Herodes tahu ada sesuatu yang kudus dan berbeda dalam diri Yohanes. Dia “mendengar [Yohanes] dengan senang hati.” Dia seperti banyak orang yang memuja orang suci. Mereka tahu bahwa orang suci itu orang yang saleh, seperti St. Agustinus. Mereka mungkin membaca dan merenungkan kata-kata orang suci, tapi mereka tidak pernah percaya Kristus, meskipun orang-orang seperti Agustinus memberi tahu mereka untuk melakukannya. Saya pikir Herodes memandang Yohanes seperti saat orang Katolik memandang orang suci. “Dia mendengarnya dengan senang hati.” Tetapi itu tidak membantu dia!

Herodes akan turun ke penjara untuk mengunjungi Yohanes. Dia tahu ini tidak menyenangkan istrinya. Namun dia terus pergi. Dia merasa tertarik ke sana. Dia merasakan sesuatu menariknya ke sana, sesuatu yang tak tertahankan. Ketika dia pergi untuk mendengarkan Yohanes, “dia mendengarkannya dengan senang hati.” Roh Kudus menarik dia untuk mendengarkan nabi itu. Ada banyak orang yang datang ke gereja untuk alasan yang sama. Mereka suka berada di gereja, meskipun khotbahnya menghakimi mereka. Tetapi mereka tidak menyerah kepada Kristus. Herodes hampir sampai pada titik pertobatan. Tetapi dia tidak pernah bertobat. Dan mengapa Herodes kemudian memenggal kepala Yohanes Pembaptis? Bagaimana kita bisa memahami orang ini, Herodes ini?

Di bawah pemberitaan Yohanes Herodes merasakan kehadiran dan kuasa Allah. Dia tahu Yohanes orang benar. Namun dia tidak mau menyerah kepada Kristus. Dia mengerti apa yang Yohanes khotbahkan kepadanya. Tetapi dia tidak mau percaya Kristus. Dia terus belajar dan belajar, tetapi dia tidak pernah memutuskan untuk percaya Yesus. Dia tidak ingin mengubah hidupnya. Dia harus memisahkan diri dari wanita jahat yang bernama Herodias itu. Dia harus mengubah keadaan dalam hidupnya. Banyak orang muda Oriental seperti itu. Orang tua mereka membiarkan mereka datang ke gereja kami, tetapi mereka tidak sepenuhnya setuju dengan apa yang kami beritakan. Mereka pikir kita terlalu ketat. Anak-anak mereka datang ke gereja kita - tetapi mereka ditarik. Apakah itu benar tentang Anda? Apakah orang tua Anda menganggap kita terlalu ketat? Mereka membiarkan Anda datang, tapi mereka mengkritik kami saat mereka berbicara dengan Anda. Mereka menyuruh Anda untuk tidak menghabiskan begitu banyak waktu di gereja. Mereka mengatakan hal-hal seperti, “Apakah kamu harus berada di sini begitu banyak waktu?” Jadi Anda terbagi antara orang tua dan gereja ini. Anda tahu kami benar, tetapi Anda ingin menyenangkan orang tua Anda. Anda takut berdiri bersama kami, melawan orang tua non-Kristen Anda. Mereka melupakan apa yang Yesus katakan, “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku” (Matius 10:37). Herodes ingin menjadi seorang Kristen, tetapi dia juga ingin menyenangkan Herodias. Alkitab berkata, “Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya” (Yakobus 1:8). Dr. Charles C. Ryrie berkata, “Orang yang mendua hati adalah orang yang memiliki kesetiaan terbagi” (Ryrie Study Bible). Bukankah itu yang salah dengan Herodes? Dia ingin menjadi seorang Kristen, namun dia ingin menyenangkan Herodias. Dia mendua hati. Karena itu dia tidak bisa menjadi orang Kristen sejati

Baru-baru ini kami memiliki seorang gadis Oriental. Dia ingin menyenangkan orang tua non-Kristennya. Tetapi dia juga ingin menjadi seorang Kristen. Dia terbagi sampai akhirnya dia memandang bahwa dia harus segera datang kepada Yesus. Dia memutuskan untuk melawan orang tuanya dan datang sepenuhnya kepada Yesus. Begitu dia melakukannya, dia bias benar-benar bertobat. Dia memutuskan untuk menjadikan Yesus sebagai Tuhan dalam hidupnya. Semua kebingungan telah hilang dan sekarang dia adalah seorang Kristen yang terkasih. Tetapi Herodes tidak mau memutuskan antara Yohanes Pembaptis dan Herodias. Karena itu dia tidak pernah menjadi orang Kristen sejati. Dia mati dan pergi ke Neraka. Alkitab berkata, “Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah” (Yosua 24:15). Anda harus memilih antara orang tua Anda yang masih terhilang atau Kristus. Anda harus memilih antara teman-teman Anda yang masih terhilang atau Kristus. Tidak ada jalan lain untuk diselamatkan dan memiliki kesaksian yang jelas bagi Kristus. Jangan terombang-ambing seperti Herodes. Pilihlah Kristus dan gereja-Nya. Buatlah keputusan yang jelas. “Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah.” “Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya” (Yakobus 1: 8). Yesus berkata, “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku” (Matius 10:37).

Herodes pergi untuk mendengarkan Yohanes berkhotbah dan “apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.” Ya, dia melakukan banyak hal. Ya, segalanya tetapi satu hal yang paling penting tidak ia lakukan. Tidak diragukan lagi dia menyerah kepada dosa-dosanya. Ya, “dia melakukan banyak hal,” tetapi dia tidak pernah melakukan satu hal yang diminta Yohanes untuk ia lakukan. Dia tidak pernah percaya Kristus! Bukankah itu alasan Anda hampir menjadi orang Kristen? Hampir, tapi masih terhilang! “Banyak hal” tidak cukup. Seorang wanita muda berkata, “Apa lagi yang mereka inginkan?” Seharusnya dia berkata, “Apa lagi yang Allah inginkan?’ Dr. Martyn Lloyd-Jones aslinya yang mengotbahkan khotbah ini, yang telah saya adaptasi. Dr. Lloyd-Jones berkata, “Apa yang menahan Anda? Ujilah dirimu sendiri. Jadilah bijak dan lepaskan itu! ‘Banyak hal’ tidak [cukup]. Allah ingin penyerahan seluruh diri Anda, bukan hanya sekedar melepaskan dosa-dosa tertentu tapi juga seluruh kehendak Anda,” seluruh hidup Anda harus diberikan kepada Kristus! (D. Martyn Lloyd-Jones, M.D., “Missing the Mark”).

Ada satu hal lain yang ingin saya katakan. Dalam ayat 24, Herodias menyuruh putrinya untuk meminta kepala Yohanes Pembaptis. Herodes sangat menyesal, tapi “karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya” (Markus 6:26). Oh, itu dia - perhatian pada reputasinya sendiri dan pendapat orang lain. Di dalam hatinya dia tahu orang-orang ini salah. Di sisi lain, dia mengagumi Yohanes dan tahu dia adalah orang benar. Namun dia menyerah kepada orang-orang berdosa dan menolak pemberitaan Yohanes. Dia melepaskan keselamatan kekal dan pergi ke neraka hanya karena dia takut dengan apa yang orang-orang ini pikirkan tentang dia. Oh, semua itu sungguh gila! Meskipun seluruh dunia dapat menertawakan dan mengolok-olok Anda, meskipun seluruh keluarga Anda setuju bahwa Anda telah menjadi seorang agamawis yang fanatik, meskipun semua orang menyebut Anda bodoh, apa bedanya - asalkan Anda diterima oleh Allah? Karena Dia sendiri adalah hakim!

Lakukan apa yang Allah perintahkan kepada Anda. Percayalah kepada Yesus Anak-Nya. Dan tunjukkan kepada keluarga dan teman-teman Anda, dan seluruh dunia, bahwa Anda telah berpaling dari dunia yang keji ini - dan bahwa Anda benar-benar telah memberikan hidup Anda kepada Yesus Kristus!

Begitu Anda tahu bahwa Kristus itu adil dan benar, Anda tidak akan pernah memiliki kedamaian sebelum Anda menyerahkan diri sepenuhnya kepada-Nya. Herodes yang malang! Betapa mengerikan hidupnya setelah dia memenggal kepala Yohanes! Yohanes menghantui dan menyiksa hidupnya. Ketika Herodes mendengar tentang Yesus, dia mengira Yohanes adalah orang yang telah bangkit dari kematian. Yohanes talah menghantui dan menyiksa mimpinya di malam hari! Dia memimpikan nampan yang datang ke arahnya dengan kepala Yohanes terletak di atasnya. Meskipun Anda menolak kebenaran, Anda tidak melakukannya. Ini akan menghantui Anda dan menyiksa Anda selamanya. Ini tidak memberi Anda istirahat atau kedamaian. Herodes mengenang mimpi buruk tentang Yohanes – “Oh, Yohanes, mengapa aku tidak mendengarkan engkau? Oh, Yohanes, kenapa aku melepaskan jiwaku? Oh, Yohanes, mengapa aku begitu takut dengan apa yang akan mereka pikirkan tentanku? Oh, Yohanes, betapa bodohnya aku.”

Bayangkan kehidupan Herodes setelah dia memenggal kepala Yohanes. Itu akan menjadi hidup Anda, dan bahkan lebih buruk lagi jika Anda tidak memutuskan untuk meninggalkan dunia dan percaya Yesus Kristus, dan memberikan diri Anda kepada-Nya. Saya tidak takut dituntut atas dasar menakut-nakuti Anda. Saya pasti berusaha menakut-nakuti Anda. Jika kasih yang menakjubkan dari Yesus Kristus tidak menarik Anda, saya akan melakukan yang terbaik untuk menakut-nakuti Anda dengan kengerian kekekalan tanpa Kristus. Rasa bersalah kekal, kesengsaraan abadi, siksaan yang tak terkatakan. Itulah yang menanti kalian semua yang gagal untuk meninggalkan segala sesuatu dan memeluk Kristus dengan sepenuh hati. Kiranya Kristus menyelamatkan Anda dari dosa Anda, karena Dia sedang menunggu untuk melakukannya. Datanglah kepada Kristus dengan iman dan percayalah kepada-Nya - dan Anda akan diselamatkan. Tidak ada jalan lain. Amin. John Cagan, silahkan maju ke depan dan memimpin kita dalam doa agar kiranya ada orang yang memberikan seluruh hidup mereka kepada Yesus


Jika khotbah ini memberkati Anda Dr. Hymers akan senang mendengar dari Anda. KETIKA ANDA MENULIS KEPADA DR. HYMERS ANDA HARUS MEMBERITAHU BELIAU DARI NEGARA MANA ANDA MENULIS ATAU IA TIDAK DAPAT MENJAWAB EMAIL ANDA. Jika khotbah ini memberkati Anda silahkan mengirim email kepada Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya, tetapi selalu jelaskan pada beliau dari negara mana Anda mengirimnya. E-mail Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat. Jika anda ingin menulis surat kepada Dr. Hymers melalui pos, alamat beliau adalah P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Anda boleh menelepon beliau di (818)352-0452.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
www.sermonsfortheworld.com.
Klik pada “Khotbah Indonesia.”

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Almost Persuaded” (oleh Philip P. Bliss, 1838-1876).