Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




KEBANGUNAN ROHANI MENYEMBUHKAN PENOLAKAN

REVIVAL CURES REJECTION
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Kebaktian Rabu Malam, 9 Agustus 2017
A sermon preached at the Baptist Tabernacle of Los Angeles
Wednesday Evening, August 9, 2017

“Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih” (I Yohanes 4:18).


Seorang psikolog terkemuka telah menulis sebuah buku yang berisi - 288 daftar ketakutan, ketakutan yang dialami orang-orang dalam kehidupan - 288 di antaranya! Enam ketakutan yang paling umum adalah ketakutan akan penolakan, ketakutan akan kematian, ketakutan akan usia menua, ketakutan akan kemiskinan, ketakutan akan penyakit, dan ketakutan akan kritik. Psikolog itu kemudian berkata, “Rasa takut ditolak adalah hal yang terbesar dari semua ketakutan. Rasa takut akan penolakan lebih kuat daripada rasa takut akan kematian!” Pikirkanlah! Orang lebih baik mati daripada ditolak!

Dr. Christopher Cagan mungkin lebih mengenal saya lebih dari siapapun. Dia berkata, “Dr. Hymers tidak tumbuh dalam keluarga normal. Jika dia memilikinya pasti akan lebih bersikap ramah dan sosial. Tetapi semua gerakan dan penolakan mengubahnya menjadi lebih dari seorang introvert - orang yang berorientasi ke dalam diri sendiri. Anda mungkin tidak menganggapnya sebagai introvert karena dia berkhotbah dengan baik. Tetapi di dalam dirinya ia adalah orang yang sensitif, sadar akan kelemahannya sendiri.” Dr. Cagan benar. Saya bisa berada di keramaian orang yang bahagia, menikmati persekutuan mereka, ketika tiba-tiba suasana hati saya berubah dan saya merasakan kecemasan eksistensial dan rasa sakit karena kesepian, penolakan dan depresi. Satu-satunya waktu ketika saya tidak merasa ditolak adalah saat saya sedang sendirian atau saat merasakan kehadiran Tuhan.

Saat-saat yang benar-benar saya merasa di rumah dalam gereja adalah saat-saat kebangunan rohani - ketika Tuhan begitu nyata sehingga Dia memenuhi perasaan akan penolakan dan kesepian saya.

Itulah sebabnya saya mengerti betul bagaimana perasaan orang muda saat mereka datang ke gereja. Kami menawarkan mereka penerimaan dan kasih. Tetapi setelah mereka datang beberapa kali kami berpikir mereka “masuk.” Kami pikir mereka baik-baik saja sekarang. Segera mereka merasa terpinggirkan dan tertolak seperti sebelum mereka datang. Hanya mereka yang bisa bergaul yang merasa diterima untuk tetap tinggal. Mereka tetap seperti saya. Meskipun saya merasa ditolak, saya tinggal di gereja karena tidak ada tempat lain untuk dikunjungi. Saya adalah seorang penyendiri, tetapi setidaknya ada banyak orang di gereja ini. Jadi saya pura-pura merasa diterima meski hati saya sakit dan merasa ditolak. Pada hari Minggu malam, ketika saya pulang ke rumah, perasaan penolakan hampir menyengat. Kata-kata sebuah lagu populer masuk ke dalam pikiran saya saat saya pulang ke rumah, “Sendirian lagi, tentu saja.”

Seorang muda di gereja mencari penerimaan dan kasih, tetapi mereka hanya menemukan perasaan dingin dan penolakan. Hampir semua orang muda yang meninggalkan gereja melakukannya karena gereja tersebut gagal memberikan apa yang dijanjikannya. Mari kita menyanyikan ini

Pulanglah ke gereja ini dan makanlah,
Bersama dalam pesekutuan yang indah,
Itu akan cukup mengobati
Ketika kita duduk makan.

Mereka mendengar kita menyanyikannya dan mereka merasa sinis. Mereka mengembangkan sikap mengejek gereja. Mereka memiliki senyum sinis di wajah mereka karena mereka tahu kita berbohong tentang “persahabatan yang manis.” Mereka tidak merasa “persahabatan manis saat kita duduk untuk makan.” Mereka berpikir, “orang-orang ini berbicara tentang ‘persahabatan yang manis’ tetapi mereka tidak merasakannya. Bahkan Dr. Hymers tidak merasakannya.” Jadi, mereka pergi ke dunia. Mereka kembali ke dunia karena tidak terasa lebih buruk dari pada gereja. Dan setidaknya dunia tidak berbohong tentang “persekutuan yang manis.” Setidaknya di dunia ini Anda mungkin menemukan seorang teman yang menerima Anda. Sesuatu yang tidak pernah Anda temukan di gereja. Di sini semua yang Anda temukan adalah kemunafikan dan dingin, dan penolakan.

Apa yang menghalangi kita untuk memiliki kasih Kristen di gereja? Ini adalah ketakutan yang merampas kita dari kasih sejati orang Kristen. Apa yang akan mereka pikirkan tentang saya? Apa yang akan mereka katakan tentang saya? Bagaimana jika mereka benar-benar mengenal saya? Bagaimana jika mereka benar-benar tahu apa yang saya pikirkan atau yang saya rasakan? Mereka akan menolak saya - itulah yang akan mereka lakukan! Dan ketakutan akan penolakan adalah ketakutan terbesar dari semua ketakutan- lebih besar daripada rasa takut akan kematian! Lebih besar dari pada rasa takut akan sakit. Lebih besar dari rasa takut lainnya di seluruh dunia!

Penyair Robert Frost mengungkapkannya dengan sempurna. Puisinya berjudul “Revelation.”

Kita menempatkan diri kita sendiri terpisah
Dibalik kata-kata ringan yang menggoda dan mencemooh,
Tapi oh, hati yang gelisah
Sampai seseorang benar-benar menemukan kita.

Sayang kalau diperlukan
(Atau begitulah yang kita katakan) pada akhirnya
Kami berbicara secara harfiah untuk menginspirasi
Pemahaman seorang teman.

Tapi begitu dengan semua, mulai bayi-bayi yang bermain
Saat bersembunyi dan mencari Tuhan yang jauh,
Sehingga semua yang bersembunyi terlalu jauh
Harus berbicara dan memberitahu kita di mana mereka berada.
   (“Revelation” oleh Robert Frost, 1874-1963).

Dan yang membawa kita kepada teks kita.

“Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih” (I Yohanes 4:18).

Bagaimana kita mengatasi rasa takut akan penolakan? Dengan kasih yang sempurna! Tetapi bagaimana kita mendapatkan kasih yang “sempurna”? Bukan dengan mengatakan “Aku mengasihi kamu! Aku mengasihi kamu!” Lihatlah I Yohanes 3:18, “Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.” Bagaimana kita melakukan itu? Itu tidak mudah. Kita takut melakukannya. Kita mungkin ditolak!!! Tetapi kita harus melakukannya jika kita benar-benar menginginkan kebangunan rohani. Kita harus memaksakan diri untuk melakukannya. “Kami berbicara secara harfiah untuk menginspirasi Pemahaman seorang teman.” “Jadi semua orang yang menyembunyikan [diri mereka sendiri] juga harus berbicara dan memberi tahu kita di mana mereka berada.” Itulah wahyu yang harus kita miliki jika kita benar-benar menginginkan kebangunan rohani! Silahkan baca I Yohanes 1:9 dan 10. Mari kita berdiri saat membacanya.

“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita” (I Yohanes 1:9, 10).

Anda dipersilahkan untuk duduk kembali. Mengakui dosa-dosa kita adalah kunci kebangunan rohani. Jika kita telah berdosa terhadap Tuhan, sudah cukup untuk mengakui dosa-dosa kita kepadaNya dengan air mata. Bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan menangis, seperti yang terjadi di China, seperti yang mereka lakukan di semua kebangunan rohani sejati. Brian Edwards dengan tepat mengatakan, “Tidak ada yang namanya kebangunan rohanin tanpa air mata akan keinsafan” (Revival, hal. 115). Sekali lagi, dia berkata, “Tidak ada kebangunan rohani tanpa keinsafan akan dosa yang mendalam, tersiksa dan merendahkan hati” (hal 116). “Alasan untuk keinsafan yang mendalam adalah agar orang-orang akan merasakan dosa mereka dan membencinya” (halaman 122). Keinsafan akan dosa adalah kunci kebangunan rohani! Jika kita telah berdosa terhadap Tuhan, kita dapat mengakuinya kepada Tuhan dengan air mata, dan Dia akan “membersihkan kita dari segala ketidakbenaran.” Mari kita berdiri dan menyanyikan, “Selidiki Aku, ya Allah.”

“Selidikilah aku, ya Allah,
dan kenallah hatiku,
ujilah aku
dan kenallah pikiran-pikiranku;
lihatlah, apakah jalanku serong,
dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!”
   (Mazmur 139:23, 24).

Anda dipersilahkan duduk kembali. Kita tidak pernah memiliki kebangunan rohani penuh karena kita selalu membuat “tempat kita sendiri terpisah Dibalik kata-kata ringan yang menggoda dan mencemooh (mencemooh, mengejek, mengejek, bercanda).”

Tetapi, kedua, kita harus melangkah lebih dalam. Lanjutkan ke Yakobus 5:16. Silakan berdiri saat membacanya.

“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya” (Yakobus 5:16).

Anda dipersilahkan untuk duduk kembali. Matthew Henry berkata,

Pengakuan di sini adalah bahwa orang-orang Kristen harus saling mengakui kesalahan satu sama lain... Pengakuan diperlukan demi rekonsiliasi kita sejak masing-masing kita berbeda di mana mereka dapat saling membantu melalui doa-doa mereka untuk mendapatkan pengampunan atas dosa-dosa mereka dan kuasa terhadap mereka. Mereka yang membuat pengakuan kesalahan mereka satu sama lain harus berdoa bersama dan untuk satu sama lain.

The Applied New Testament Commentary memberikan pemikiran ini untuk Yakobus 5:16,

Memiliki persekutuan yang benar berarti kita mengakui dosa-dosa kita satu sama lain. Bila kita melakukan ini, kita akan menerima penyembuhan rohani. Kita tidak boleh saling menyembunyikan sesuatu satu sama lain.

Setiap orang Kristen memiliki kesalahan terhadap orang lain. Karena keegoisan yang melekat pada kita, kita semua secara pelan-pelan mulai kehilangan kasih kita satu sama lain. Seseorang di gereja ini mengatakan sesuatu yang tidak baik kepada Anda atau tentang Anda. Seseorang sepertinya tidak peduli dengan Anda. Seseorang tidak menghargai pekerjaan yang Anda lakukan untuk Tuhan. Seseorang melakukan sesuatu untuk membuat Anda kesal. Seseorang menyakiti perasaan Anda. Kita tidak boleh menyembunyikan kesalahan kita satu sama lain. Memiliki kehadiran Tuhan adalah hal yang sangat berharga. Menyimpan luka dan kekecewaan kita membuat kita berhenti untuk saling mengasihi. “Seringkali pengakuan dosa yang mendalam ini mengarah pada pengakuan secara terbuka dan kepada publik... di mana hubungan yang salah diletakkan dengan benar... sebelum kemuliaan dan sukacita, ada keinsafan, dan itu mulai dengan umat Allah. Ada air mata dan dukacita suci. Semua kesalahan ditangani dengan benar, semua rahasia, yang tak terlihat oleh mata orang lain, dibuang, dan hubungan yang buruk harus diperbaiki secara terbuka. Jika kita tidak siap untuk melakukan ini, sebaiknya kita tidak berdoa untuk kebangunan rohani. Kebangunan rohani tidak dimaksudkan untuk kenikmatan gereja, namun untuk penyucian gereja. Kita memiliki gereja yang tidak kudus hari ini karena orang Kristen tidak merasakan dosa dan [tidak saling mengakuinya satu sama lain dengan air mata]”(Edwards, Revival, hlm. 119, 120).

Kita tidak bisa bersukacita di dalam hati kita sampai kita saling mengakui dosa-dosa kita. Hal ini terjadi berulang kali di China. Mengapa tidak terjadi di gereja kita? Kita terlalu sombong untuk mengakui kesalahan kita. Kita takut dengan apa yang dipikirkan orang lain. Iblis menggunakan ketakutan ini untuk menghentikan kita dari mengakui dosa. Iblis tahu bahwa dia dapat menahan kita dari menikmati sukacita kebangunan rohani dengan membuat kita takut dengan apa yang orang lain katakan tentang kita. Iblis tahu bahwa membuat kita takut akan mempertahankan gereja kita dalam kelemahan dan kerugian. Takut pada apa yang orang lain pikirkan akan menghentikan kita dari mengaku dosa dan mengalami penyembuhan jiwa kita. Yesaya berkata, “Siapakah engkau maka engkau takut terhadap manusia yang memang akan mati... sehingga engkau melupakan TUHAN yang menjadikan engkau” (Yesaya 51:12, 13). Alkitab berkata, “Takut kepada orang mendatangkan jerat” (Amsal 29:25). Silakan berdiri dan membaca Amsal 28:13. Ada di halaman 692 dari Scofield Study Bible. Mari semua membacanya dengan keras!

“Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi” (Amsal 28:13).

“Selidikilah Aku, ya Allah” – nyanyikan ini.

“Selidikilah aku, ya Allah,
dan kenallah hatiku,
ujilah aku
dan kenallah pikiran-pikiranku;
lihatlah, apakah jalanku serong,
dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!”
   (Mazmur 139:23, 24).

“O Curahkan KuasaMu, Rohulkudus”! Nyanyikan ini!

O curahkan kuasaMu,
   Rohulkudus, kami berdoa;
O curahkan kuasaMu,
   Rohulkudus, kami berdoa
Ubah dan isilah aku;
   O curahkan kuasaMu,
Rohulkudus, kami berdoa.
   (“Spirit of the Living God” oleh Daniel Iverson, 1899-1977/
      Nyanyian Pujian No. 94; diubah oleh Dr. Hymers).

Anda dipersilahkan untuk duduk kembali.

Kristus berkata “Berbahagialah orang yang berdukacita.” Itu menunjuk pada orang-orang yang mengakui dosa-dosa mereka dan menangis karenanya. Dosa adalah masalah besar bagi mereka yang merindukan kebangunan rohani. Kebangunan rohani selalu membuat kita memikirkan dosa-dosa dalam hati yang tidak dilihat oleh dunia. Kebangunan rohani menyoroti dosa-dosa dalam hati kita. Ketika dia mendorong jemaatnya untuk mempersiapkan kebangunan rohani, Evan Roberts mengatakan kepada mereka bahwa Roh Kudus tidak akan turun sampai orang-orang dipersiapkan. Dia berkata “Kita harus menyingkirkan semua perasaan buruk” - semua kepahitan, semua perselisihan, semua kemarahan. Jika Anda merasa tidak dapat memaafkan seseorang, sujudlah dan mintalah semangat pengampunan - bersedia untuk pergi ke orang lain dan meminta maaf - baru kemudian Anda akan merasakan kehadiran Tuhan yang indah. Hanya orang Kristen yang bersih yang bisa merasakan kasih dan kehadiran Tuhan yang kudus. Sukacita akan kebangunan rohani tidak akan bisa sampai ke gereja yang tidak kudus seperti kita sebelum kita mengakui dosa kita dan mengakuinya dengan air mata. Hanya dengan begitu kita akan merasakan sukacita hadirat Tuhan. Saudari kita akan memainkan musik untuk lagu “Penuhi Semua Visiku” ketika kami memberikan Anda kesempatan untuk berdoa untuk pengakuan dosa pada hari Minggu malam. Berdoalah agar kiranya Roh Kudus menunjukkan kepada Anda dan orang lain apa dosa yang perlu diakui pada hari Minggu malam. Saling temuilah satu sama lain, dua per dua atau tiga dan berdoa dengan keras untuk pengakuan dosa Minggu malam. Sekarang mari kita berdiri dan bernyanyi “Penuhi Semua Visiku.” Ini nomor 17.

Penuhi semua visiku, Juruselamat, aku berdoa,
   Kiranya aku hanya melihat Yesus hari ini;
Meskipun melalui lembah Engkau memimpinku,
   Kemuliaan-Mu yang tak surut meliputiku.
Penuhi semua visiku, Juruselamat ilahi,
   Sampai bersama kemuliaan-Mu rohku akan bersinar.
Penuhi semua visiku, kiranya semua orang melihat
   Gambar Kudus-Mu terpancar di dalamku.

Penuhi semua visiku, setiap kerinduan
   Untuk menjaga kemuliaan-Mu; jiwaku menginspirasi
Dengan kesempurnaan-Mu, kasih suci-Mu
   Membanjiri langkahku dengan cahaya dari atas.
Penuhi semua visiku, Juruselamat ilahi,
   Sampai bersama kemuliaan-Mu rohku akan bersinar.
Penuhi semua visiku, kiranya semua orang melihat
   Gambar Kudus-Mu terpancar di dalamku.

Penuhi semua visiku, bersihkan sia-sia dosa
   Bayangan cahaya bersinar di dalam diriku.
Kiranya ku hanya melihat wajah agung-Mu,
   Melahap jiwaku dalam kasih karunia-Mu yang tak terbatas.
Penuhi semua visiku, Juruselamat ilahi,
   Sampai bersama kemuliaan-Mu rohku akan bersinar.
Penuhi semua visiku, kiranya semua orang melihat
   Gambar Kudus-Mu terpancar di dalamku.
(“Fill All My Vision” oleh Avis Burgeson Christiansen, 1895-1985).

Sekarang nyanyikan lagu “I Want To Pass It On.” Itu lagu nomer 18 pada lembar lagu Anda.

Hanya butuh percikan Untuk membuat api menyala,
Dan segera semua orang yang mengelilinginya Dapat menghangat diri dengan cahayanya,
Begitulah dengan kasih Tuhan, Sekali engkau mengalaminya,
Engkau menyebarkan kasih-Nya kepada semua orang, Engkau ingin menyebarkannya.

Betapa menakjubkannya musim semi, Saat semua pohon tumbuh,
Burung mulai bernyanyi, Bunga mulai bermekaran,
Begitulah dengan kasih Tuhan, Sekali engkau mengalaminya,
Engkau ingin bernyanyi, sesegar musim semi, engkau ingin menyebarkannya.

Ku harapkan engkau, sahabatku, Kebahagiaan ini yang telah ku temukan,
Engkau dapat bergantung kepada-Nya, itu penting untuk mu,
Aku akan meneriakkannya dari puncak gunung, Aku ingin dunia tahu,
Kasih Kristus telah ku miliki, Aku ingin menyebarkannya.
   (“Pass It On” oleh Kurt Kaiser, 1969; diubah oleh Pastor).


Jika khotbah ini memberkati Anda Dr. Hymers akan senang mendengar dari Anda. KETIKA ANDA MENULIS KEPADA DR. HYMERS ANDA HARUS MEMBERITAHU BELIAU DARI NEGARA MANA ANDA MENULIS ATAU IA TIDAK DAPAT MENJAWAB EMAIL ANDA. Jika khotbah ini memberkati Anda silahkan mengirim email kepada Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya, tetapi selalu jelaskan pada beliau dari negara mana Anda mengirimnya. E-mail Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat. Jika anda ingin menulis surat kepada Dr. Hymers melalui pos, alamat beliau adalah P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Anda boleh menelepon beliau di (818)352-0452.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
www.sermonsfortheworld.com.
Klik pada “Khotbah Indonesia.”

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Revive Us Again” (oleh William P. Mackay, 1839-1885).