Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




UJILAH DIRIMU SENDIRI SEKARANG!

EXAMINE YOURSELVES NOW!
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktiab Minggu Pagi, 5 Februari 2017
A sermon preached at the Baptist Tabernacle of Los Angeles
Lord’s Day Morning, February 5, 2017

“Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji?” (II Korintus 13:5).


Sekelompok orang di jemaat Korintus melancarkan serangan terhadap Rasul Paulus. Mereka adalah orang-orang yang sama yang belum bertobat yang Paulus pernah bicarakan sebelumnya. Mereka mengatakan bahwa Paulus lemah dan bukan seorang Rasul yang benar. Mereka seperti beberapa orang yang kita miliki di gereja kita ini - orang-orang yang menyerang saya dalam perpecahan gereja. Kami harus berjuang Iblis untuk memiliki gereja yang besar ini di pusat kota Los Angeles. Beberapa dari orang-orang jahat ini berkata bahwa Paulus adalah Rasul palsu. Sehingga Paulus meminta mereka untuk “menguji diri mereka sendiri, apakah mereka tetap tegak di dalam iman.” Ayat ini dapat diterjemahkan, “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman.” Paulus meminta mereka untuk melihat hati mereka sendiri dan kehidupan mereka sendiri untuk melihat apakah mereka benar-benar telah diselamatkan. “Tetap tegak di dalam iman” berarti menjadi seorang Kristen yang sejati. Orang-orang menyerang Paulus, sama seperti sekelompok orang yang meninggalkan gereja kita ini menyerang saya. Sekarang sebagian besar dari mereka tidak pergi ke gereja sama sekali. Sisanya pergi ke gereja-gereja injili baru yang lemah. Saya pribadi berpikir sangat sedikit jika ada dari antara mereka yang adalah orang Kristen sejati.

“Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu!”

Rasul Paulus meminta Anda untuk menguji diri Anda sendiri. Dia meminta Anda untuk menguji diri Anda sendiri untuk melihat apakah Anda telah memiliki iman yang menyelamatkan di dalam Kristus. Jika Anda tidak memeriksa diri Anda sendiri sekarang, maka Allah akan memeriksa Anda di Penghakiman Terakhir. Allah melihat setiap dosa yang telah Anda lakukan. Ia telah menuliskan setiap dosa di dalam hati Anda dan setiap dosa yang telah Anda lakukan. Dia akan membacakan dosa-dosa Anda dari kitab-kitab-Nya. Ketika Anda mati, jiwa Anda akan berdiri di hadapan Allah dan dihakimi. Anda harus memeriksa dosa-dosa Anda sekarang, atau Allah akan memeriksa mereka dan menghakimi Anda untuk dosa-dosa Anda itu, dan Anda akan “dilemparkan ke dalam lautan api” (Wahyu 20:15). Anda harus memeriksa pikiran Anda, dan juga kata-kata dan dosa Anda yang terlihat sekarang, sebelum Anda mati. Karena akan menjadi terlambat untuk diselamatkan dari api neraka setelah Anda mati. “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman” sekarang. Karena akan menjadi terlambat untuk diselamatkan setelah Anda mati. Jika Anda tidak bertobat dan percaya Kristus sekarang Anda “akan disiksa dengan api dan belerang... Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa” (Wahyu 14:10, 11). Itulah sebabnya mengapa Anda harus memeriksa diri Anda sekarang – karena itu akan terlalu terlambat setelah Anda mati untuk diselamatkan.

Anda tidak bisa masuk ke gereja kita tanpa langsung merasakan bahwa kita sedang mengikuti jalur lama. Hal pertama yang Anda lihat ketika Anda masuk adalah serangkaian lukisan. Semua lukisan itu adalah lukisan dari para pengkhotbah masa lalu - Jonathan Edwards, John Bunyan, George Whitefield, John Wesley, Martin Luther, Spurgeon, James Hudson Taylor, Dr. John Sung, dan para pengkhotbah lainnya dari masa lalu. Hal berikutnya yang Anda akan lihat adalah bahwa setiap orang di gereja kita ini mengenakan jas dan dasi. Ini diperlukan. Jika mereka tidak memiliki dasi dan kemeja putih kami meminjamkan untuk mereka. Jika mereka menolak, mereka tidak masuk. Keras? Mungkin, tetapi itu adalah cara lama dan kita tidak akan berubah. Para wanita harus mengenakan gaun sederhana. Itu adalah cara lama, dan itu adalah cara yang benar. Seperti Dr. Tozer berkata, “Cara lama adalah cara yang benar.” Ketika Anda masuk ke dalam auditorium piano dan organ memainkan himne kuno. Tidak ada gitar atau drum untuk dilihat atau didengar di sepanjang kebaktian ini. Semua himne yang kita nyanyikan adalah kuno. Tidak ada lagu kontemporer. Satu-satunya “musik khusus” adalah solo, yang dinyanyikan oleh diakon senior kita, seorang laki-laki berusia enam puluhan - yang menyanyikan satu himne kuno sebelum khotbah. Dan kami selalu mendasarkan khotbah dari Alkitab terjemahan lama King James Bible.

Seseorang mungkin berkata, “Anda tentunya memiliki gereja yang penuh dengan orang tua!” Tidak, ternyata tidak! Mayoritas orang-orang di gereja kita usia di bawah tiga puluh tahun! Dan sekitar dua puluh lima persen dari mereka adalah usia kuliah atau usia SMU. Sangat sedikit dari antara mereka yang dibesarkan di gereja. Sebagian besar dari mereka telah dibawa ke gereja melalui penginjilan yang kuat dari kampus-kampus dan sekolah-sekolah terdekat.

Segala sesuatu yang kami lakukan, kami percaya menantang
      gereja modernis. Kita percaya dalam pemikiran yang
      berbeda.
Jalan kami menantang gereja mereka adalah dengan
      membuat orang-orang Kristen yang lebih baik daripada
      yang mereka lakukan.
Dan kami benar-benar membuat orang Kristen yang lebih
      baik daripada yang mereka lakukan!
Apakah Anda ingin menjadi salah satu dari antara kami?
(Disadur dari Start With Why, oleh Simon Sinek, hal. 41).

Datanglah ke sini untuk beberapa bulan, dan alami pertobatan sejati, dan Anda akan menjadi seorang Kristen yang lebih baik daripada salah satu yang dihasilkan olej gereja-gereja yang “dimodernisasi”! Anda akan menjadi orang-orang Kristen terbaik!

Ada sangat sedikit gereja hari ini yang berjalan di jalur lama. Mereka tidak mengikuti cara lama diajarkan oleh Kristus dan para rasul. Mereka tidak memberitakan cara lama para Reformis, atau kaum Puritan, atau penginjil dari permulaan abad 18 dan 19. Mereka berjalan dengan cara baru, cara-cara palsu yang mulai dengan Pelagian sesat Charles Finney - cara-cara yang telah dihasilkan di zaman kita oleh para decisionis, termasuk injili-baru, karismatik, para siswa Alkitab yang antinomian dan neo-Calvinis (yang berbicara tentang doktrin Calvinis, tetapi tidak menjangkau hati para pendengar mereka seperti yang dilakukan oleh Jonathan Edwards, George Whitefield, Spurgeon dan Dr. Lloyd-Jones lakukan). Saya tidak akan membuang-buang waktu Anda menjelaskan semua buah-buah dari Finney. Saya hanya akan mengatakan bahwa kita dapat mengelompokkan mereka semua bersama-sama seperti kaum injili-baru. Mereka menyebut diri mereka “injili-baru”! Dan mereka benar, karena apa yang mereka semua ajarkan adalah baru. Saya tidak percaya bahwa setiap orang di gereja-gereja ini masih terhilang. Tetapi mereka yang diselamatkan hanya sisa (remnant) di zaman kami. Jika Anda ingin membaca tentang kaum “Injili lama” belilah buku “The Old Evangelicalism” oleh Iain H. Murray. Anda bisa mendapatkannya di toko buku kami atau membeli secara online dari Amazon.com. Pada cover belakang ada kutipan Dr. A. W. Tozer, “Cara lama adalah cara yang benar dan tidak ada cara baru” - tidak ada cara baru yang dapat membantu Anda menjadi orang Kristen sejati. Seperti dikatakan oleh nabi Yeremia,

“Tanyakanlah jalan-jalan yang dahulu kala, di manakah jalan yang baik, tempuhlah itu, dengan demikian jiwamu mendapat ketenangan” (Yeremia 6:16).

Saya sekarang akan membandingkan jalan lama yang membawa Anda kepada keselamatan - dan jalan baru yang akan membawa Anda kepada penghukuman kekal.

1. Pertama, jalan lama mulai dengan Allah dan kemuliaan-Nya; jalan baru mulai dengan manusia dan kebutuhan-kebutuhan sertan perasaannya.

Oh, dalam “jalan baru” mereka menekankan Allah. Tetapi Dia bukanlah Allah dari Kitab Suci. Dia bukan Allah yang berdaulat dari Alkitab. Dia bukanlah Allah yang memilih siapa yang Dia akan selamatkan dan siapa yang Dia akan tinggalkan di dalam dosa mereka. Allah dari “jalan baru” bukanlah Allah dalam Alkitab, Allah yang Rasul Paulus katakan,

“Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya” (Roma 9:18).

Jalan baru tidak pernah berbicara tentang fakta bahwa Allah memilih siapa yang Dia akan selamatkan, dan meninggalkan yang lain untuk pergi ke neraka. Kapan terakhir kali Anda mendengar seorang pengkhotbah mengatakan itu tentang Allah? Anda mungkin tidak pernah mendengar tentang Allah yang nyata dari Alkitab. Alkitab menyebut Dia “Allah yang besar dan dahsyat” (Ulangan 7:21). Alkitab menyebut Dia adalah “Allah yang maha besar dan dahsyat” (Nehemia 1: 5) dan lagi Allah disebut “Allah yang maha besar, kuat dan dahsyat” (Nehemia 9:32). Dan kita diperingatkan, “Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup” (Ibrani 10:31). “Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan” (Ibrani 12:29).

Apakah Anda pernah mendengar seorang pendeta atau imam berbicara tentang Allah itu - yang Alkitab sebut “Allah yang hidup”? (Ibrani 10:31). Pernahkah Anda mendengar seorang pengkhotbah yang mengatakan bahwa Allah memilih beberapa orang untuk diselamatkan dan meninggalkan yang lain di bumi untuk pergi ke neraka? Kristus berkata, “Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih” (Matius 22:14). Atau apakah Anda pernah mendengar mereka berbicara tentang Allah yang akan menyelamatkan semua orang - Allah yang melayani Anda dan kebutuhan Anda - bukan Allah yang mengerikan, yang adalah “Allah yang hidup”? Anda berkata, “Saya tidak ingin mendengar tentang Allah Anda yang mengerikan! Saya tidak akan datang kembali ke gereja ini!” OK, jangan datang kembali! Teruslah percaya pada “Allah milik Anda sendiri.” Tetapi ingat, Allah milik Anda sendiri bukanlah Allah yang sebenarnya. Dan Anda tidak akan pernah diselamatkan dan menjadi seorang Kristen sejati kecuali Anda pertama kali percaya pada “Allah yang hidup” dari Alkitab.

2. Kedua, jalan lama membuat Anda berpikir tentang dosa Anda, tentang Allah yang nyata yang akan menghukum di neraka; sedangkan jalan baru membuat Anda berpikir tentang kebutuhan-kebutuhan dan perasaan Anda.

Apakah anda pernah mendengar seorang pendeta atau imam memberitahu Anda bahwa Anda sangat berdosa? Bahwa hati Anda telah bengkok dan kotor? Bahwa “betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu”? (Yeremia 17: 9). Bahwa kecuali jika Anda benar-benar bertobat Anda akan “masuk ke tempat siksaan yang kekal”? (Matius 25:46). Atau apakah pendeta yang Anda dengar seperti pengkhotbah Rob Bell dari Fuller Seminary, yang mengatakan bahwa semua orang akan masuk surga, bahkan Hitler. Ya, ia mengatakan itu! (Love Wins)? Jika Fuller Theological Seminary adalah seminari yang baik, mereka akan mencabut gelarnya, dan mengembalikan uangnya.

Anda berkata, “Saya ingin kebutuhan-kebutuhan saya dipenuhi dengan manis, pengkhotbah yang lembut. Saya tidak akan kembali ke gereja kuno ini yang berkhotbah melawan dosa saya dan memberitahu saya bahwa saya akan pergi ke neraka!” OK, pergilah dan tinggalkan kami. Pergilah dan percayalah “doa orang berdosa” yang manis dari Joel Osteen - setelah itu ia mengatakan di acara TV-nya, “Kami percaya bahwa jika Anda mengucapkan doa itu, Anda baru saja dilahirkan kembali.” Silahkan percaya padanya. Tetapi saya menyebut para pengkhotbah seperti dia sebagai nabi palsu, para pengkhotbah pembohong yang akan pergi ke neraka mereka sendiri! Beritahukan kepada mereka bahwa saya mengatakan itu, dan jangan dihapus kata-kata ini dari dalam naskah khotbah maupun video ini!

3. Ketiga, jalan lama membuat Anda berpikir tentang dosa-dosa Anda, terutama dosa-dosa rahasia dan dosa dalam hati Anda; jalan baru membuat Anda merasa diri Anda adalah baik.

Jonathan Edwards (1703-1758) berkata, “Manusia duniawi hanya mencintai dirinya sendiri” (“Man is a Very Evil and Hurtful Creature”). Mencintai diri sendiri, tetapi tidak mengasihi Allah. Tidak mengasihi siapa pun kecuali dirinya sendiri - karena Anda adalah, seperti yang dikatakan Jonathan Edwards, “Mahkluk yang sangat jahat dan bejat.” Mengapa Anda seperti itu? Karena Anda mewarisi sifat dosa (dosa asal) dari Adam, ayah dari seluruh umat manusia! Itulah sebabnya mengapa Anda mencintai hanya pada diri sendiri. “Tidak, tidak!” Seseorang berkata, “Saya mencintai suami saya.” Apakah benar? Lalu mengapa Anda memberontak melawan dia dan mengeluh terhadap dirinya siang dan malam? Yang benar adalah bahwa Anda mencintai hanya pada diri sendiri!

Jangan membuat kesalahan tentang itu, Anda tidak mencintai Allah. Anda hanya datang ke gereja untuk bertemu dengan teman-teman Anda. Jika salah satu dari teman Anda meninggalkan gereja ini, Anda akan meninggalkan gereja ini juga. Ini akan membuktikan apakan Anda seorang munafik! Ini akan membuktikan bahwa tidak peduli apa yang Anda katakan bahwa Anda mengasihi Kristus dan percaya kepada-Nya, Anda hanya menipu diri sendiri. Anda adalah seorang Kristen palsu selama ini. Anda menyamar diri sebagai seorang Kristen. Anda mengenakan senyum dan tampilan yang ramah palsu, tetapi Anda bukan orang Kristen. Anda hanya mengenakan penyamaran seorang Kristen, karena banyak orang mengenakan penyamaran palsu di hari Halloween! Tidak, yang sebenarnya adalah bahwa Anda tidak mengasihi Kristus. Anda hanya mencintai diri sendiri. Hanya diri Anda sendiri! Hanya diri Anda sendiri! Hanya diri Anda sendiri! Alkitab berkata, “Pada hari-hari terakhir… Manusia akan mencintai dirinya sendiri” (II Timotius 3:1,2). Itulah sebabnya Anda tidak punya waktu untuk membaca Alkitab. Tidak ada waktu untuk berdoa. Tidak ada waktu untuk pergi penginjilan - tetapi Anda memiliki banyak waktu, banyak jam, untuk bermain video game dan menonton TV dan pornografi kotor. Tidak ada waktu untuk datang ke gereja pada Sabtu malam dan Minggu malam - tetapi banyak waktu untuk pergi ke bioskop! Mengapa seperti itu? Karena Anda hanya mengasihi diri sendiri! Tidak ada kasih untuk Allah. Tidak ada kasih untuk Yesus. Hanya kasih untuk diri sendiri. Akuilah! Akuilah sekarang - atau Anda tidak akan pernah bertobat dan menjadi seorang Kristen sejati dengan percaya kepada Kristus

Jalan “baru” adalah kebalikan dari jalan lama - yang kita percaya. Jalan “baru” memungkinkan Anda maju ke depan di gereja dan menaikkan doa singkat doa terima Yesus. Kemudian mereka membaptis Anda segera! Banyak orang Baptis akan membenci saya karena mengatakan itu, tetapi saya harus mengatakan yang sebenarnya. Mereka membaptis Anda secepat mereka bisa, tepat setelah Anda membuat apa yang disebut “keputusan.” Mengapa mereka membaptis Anda segera, sering pada saat kebaktian itu juga? Mereka tidak melakukannya karena mereka mengasihi Yesus! Mereka tidak melakukannya karena mereka percaya Alkitab! Mereka melakukannya karena mereka hanya mengasihi diri sendiri! Mereka tidak peduli tentang Anda sama sekali. Mereka hanya peduli tentang berapa baptisan yang mereka dapat laporkan. Saya pikir pendeta yang dengan sengaja melakukan itu mereka sendiri tidak diselamatkan! Beritahu mereka bahwa saya mengatakan ini, dan apa yang saya katakana ini jangan dihapus dari naskah khotbah dan video ini.

Anda berkata, “Saya tidak suka itu. Saya tidak suka Anda mengatakan bahwa saya tidak memiliki kasih kepada Allah. Saya tidak suka Anda mengatakan bahwa saya hanya mencintai diri saya sendiri. Saya tidak akan kembali ke gereja ini lagi!” OK, jangan datang kembali. Tetapi ingat, pengkhotbah tua ini sedang mengatakan kebenaran, hanya kebenaran, dan tidak ada yang lain selain kebenaran - tentang diri Anda! Dan saya tidak akan berhenti melakukannya tidak peduli apa yang Anda katakan atau lakukan. Beberapa orang muda berkata, “Saya tidak bisa membawa teman-teman saya ke sini karena Anda berkhotbah terlalu keras.” Tidak, saudaraku, itu bukan alasannya - dan Anda tahu itu! Anda tidak membawa teman ke sini karena Anda tidak peduli tentang jiwa mereka! Anda tidak peduli tentang jiwa mereka sama sekali - karena Anda hanya mencintai diri Anda sendiri! Hapus ekspresi jelek dari wajah Anda dan pikirkan tentang apa yang saya katakan! Ini adalah persis di mana Anda harus membawa anak-anak yang masih terhilang yang Anda kenal! Mengapa? Karena ini adalah satu-satunya tempat yang saya tahu di mana mereka mungkin akan diselamatkan! Itulah alasannya! Jika Anda mencintai mereka sebesar Anda mencintai diri Anda sendiri, Anda akan memberitahu mereka, “Datanglah ke gereja bersama dengan saya! Gereja ini memang! Gereja ini aliran tua! Tetapi itu adalah gereja terbaik di pusat kota L.A., dan gereja itu dipenuhi oleh orang-orang muda seperti Anda dan saya.” Itulah apa yang Anda harus beritahukan kepada mereka jika Anda adalah seorang Kristen sejati. Tetapi Anda bukan. Anda hanyalah orang Kristen palsu! Hanya orang yang mencintai diri sendiri. Hanya sama seperti anak-anak yang terhilang lainnya.

Rabu malam yang lalu seorang gadis yang belum diselamatkan berkata bahwa dia tidak mau mendengarkan saya karena saya berteriak terlalu banyak. Saya bilang, “Anda telah berada di sini selama bertahun-tahun, dan Anda masih terhilang dan memberontak. Saya rasa saya perlu berteriak lebih keras lagi.” Ya, lebih keras - dan lebih keras - dan lebih keras lagi. Jika Anda melihat beberapa orang buta yang berjalan di jalan bebas hambatan, tidakkah Anda akan berteriak? “Keluarlah dari jalan bebas hambatan itu atau Anda akan mati!” Itu sebabnya saya berteriak - karena saya mengasihi jiwa Anda. Pengkhotbah yang tidak pernah berteriak tidak mengasihi Anda sama sekali. Mereka hanya menginginkan uang Anda! Dan Anda tidak akan pernah mengalami pertobatan sejati sampai Anda mengaku di hadapan Allah dan kepada diri sendiri betapa Anda adalah seorang berdosa dan egois. Anda harus diinsafkan karena dosa-dosa tersembunyi dan dosa di dalam hati Anda. Anda harus merasakan apa yang dirasakan oleh Daud, “Aku senantiasa bergumul dengan dosaku” (Mazmur 51:3). Itu adalah cara lama dari pertobatan. Anda harus mengalami keinsafan akan dosa, atau Anda tidak akan pernah melihat kebutuhan Anda akan Kristus yang telah mati untuk membayar dosa Anda, dan menumpahkan darah-Nya di kayu salib untuk menyucikan Anda dari segala dosa.

4. Keempat, jalan lama adalah untuk menguji diri sendiri; jalan baru hanya untuk bermain-main di gereja sampai Anda meninggalkan gereja dan kembali ke kehidupan dosa.

Teks kita berkata, “Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu!” (II Korintus 13:5). Itu adalah jalan lama. Periksalah diri Anda untuk melihat apakah Anda benar-benar telah diselamatkan. Jonathan Edwards berkata, “Pastikan bahwa [Anda] tidak hanya berpura-pura mengalami keinsafan akan dosa; tetapi benar-benar meratapi dosa. Dan juga, dosa itu membebani [Anda] dan sehingga hati [Anda] menjadi remuk dan sadar.”

Ini adalah apa yang harus Anda rasakan atau Anda akan memiliki pertobatan palsu. Beberapa dari Anda telah mendengar atau membaca kesaksian keselamatan orang lain. Kesaksian-kesaksian keselamatan yang Anda dengar atau baca akan Anda ingat. Saya dapat memberitahu ketika kami membaca beberapa kesaksian kesalamatan, mereka hanya mengikuti kata-kata, setelah membaca kesaksian Sheila Ngann, atau mendengar kesaksian John yang kuat. Anda hanya mengalami sedikit keinsafan dan kemudian meniru pokok utama dari yang mereka katakan! Anda belum memiliki pertobatan sejati, hanya menghafal salah satu dari merea yang telah memiliki pertobatan sejati. Saya akan membaca sebagian kesaksian John Cagan. Ketika saya membacakan ini, periksalah diri Anda sendiri. Ketika saya membacakan kesaksian John Cagan ini, bertanyalah pada diri Anda sendiri, “Apakah itu benar-benar terjadi pada saya? Atau saya hanya meniru apa yang dia katakan?” Dengarkan baik-baik setiap kata yang saya bacakan dan bertanyalah pada diri Anda sendiri apakah itu benar-benar terjadi pada Anda. Jika tidak Anda memiliki pertobatan palsu. Dan cepat atau lambat Anda akan meninggalkan gereja kami, seperti yang telah dilakukan oleh banyak orang lainnya. Anda harus memiliki pertobatan sejati atau Anda akan meninggalkan gereja kami ketika Iblis datang untuk Anda.

KESAKSIANKU
21 Juni 2009
oleh John Samuel Cagan

Saya ingat saat saya diselamatkan dengan begitu jelas dan dekat sehingga kata-kata tampak begitu kecil dibandingkan dengan betapa besar perbedaan yang Kristus telah buat. Sebelum saya diselamatkan saya penuh dengan kemarahan dan kebencian. Saya bangga dengan dosa-dosa saya dan saya menikmati membuat orang lain merasa terluka, dan saya berteman dengan orang-orang yang membenci Allah; bagi saya dosa bukanlah “kesalahan” yang perlu disesali. Saya telah dengan sengaja menetapkan diri saya di jalan ini. Allah mulai bekerja di dalam diri saya dengan cara yang tidak pernah bisa saya pikirkan ketika dunia saya mulai runtuh dengan cepat di sekitar saya. Minggu-minggu sebelum saya diselamatkan, saya merasa seperti sekarat: Saya tidak bisa tidur, saya tidak bisa tersenyum, saya tidak bisa menemukan bentuk damai apapun. Gereja kita mengadakan kebaktian penginjilan dan saya bisa dengan jelas mengingat ketika saya mengejek mereka karena saya benar-benar tidak mau menghormati pendeta saya dan ayah saya. (John dalam keadaan yang belum diselamatkan hanya merasa marah pada saya karena berkhotbah dengan keras seperti yang dikatakan seorang gadis kepada saya).

Roh Kudus mulai mengakimi saya akan dosa saya pada waktu itu dengan sangat, tetapi dengan seluruh kekuatan saya, saya mau menolak semua pikiran saya tentang Allah dan pertobatan. Saya menolak untuk berpikir tentang hal itu, namun saya tidak bisa berhenti merasa begitu tersiksa. (Jika Anda tidak pernah merasa tersiksa oleh dosa Anda, Anda tidak pernah diselamatkan!)

Sementara Dr. Hymers berkhotbah, kesombongan saya berusaha mati-matian untuk menolaknya, tidak mendengarkannya, tetapi sementara ia berkhotbah saya benar-benar bisa merasakan semua dosa saya di dalam jiwa saya. Saya menghitung mundur detik-detik sampai khotbah itu akan berakhir, tetapi pendeta ini terus berkhotbah, dan dosa-dosa saya menjadi nampak semakin buruk dan buruk sekali. Saya tidak bisa lagi menendang galah rangsang, saya harus diselamatkan! Bahkan ketika undangan diberikan saya masih menolak, tetapi saya tidak bisa tahan lagi. Saya tahu bahwa saya adalah orang berdosa yang paling buruk dan bahwa Allah adalah benar untuk menghukum saya ke neraka. (Itulah satu-satunya perasaan yang Anda butuhkan. Jonathan Edwards mengatakan bahwa Anda harus merasakan itu atau Anda tidak akan pernah diselamatkan). Saya sangat lelah berjuang, saya sangat lelah sekali. Pendeta menasehati saya, dan mengatakan kepada saya untuk datang kepada Kristus, tetapi saya tidak mau. Bahkan ketika semua dosa saya diinsafkan, saya masih tidak mau menerima Yesus. Saat itu adalah saat yang terburuk ketika saya merasa seolah-olah saya tidak bisa diselamatkan dan saya pasti pergi ke Neraka. Saya “mencoba” untuk diselamatkan, saya “mencoba” untuk percaya Kristus dan saya tidak bisa, saya hanya tidak bisa mendorong diri saya sendiri untuk datang kepada Kristus, dan itu membuat saya merasa begitu putus asa. Saya bisa merasakan dosa saya mendorong saya ke dalam neraka namun saya bisa merasakan keras kepala saya menekan airmata saya. Saya terjebak dalam konflik ini. (Para pengkhotbah zaman dulu menyebutnya “jepitan Injil”). Saya merasa dosa saya mendorong saya ke neraka. Namun sikap keras kepala saya memaksa untuk tidak menitikkan air mata. (Pria tangguh tidak menangis. Dia adalah pria yang tangguh. Tetapi Allah mendorongnya dan meremukan dia di jepitan Injil sampai dia menangis.)

Tiba-tiba kata-kata dari kotbah yang pernah dikhotbahkan pada tahun sebelumnya memasuki pikiran saya: “Menyerahlah kepada Kristus! Menyerahlah kepada Kristus!” Pikiran bahwa saya harus menyerah kepada Yesus begitu menekan saya. Yesus telah memberikan hidup-Nya bagi saya. Yesus benar-benar telah disalibkan bagi saya ketika saya adalah musuh-Nya dan saya tidak mau menyerah kepada-Nya. Pikiran ini menghancurkan saya; Saya harus membiarkan semua itu berlangsung. Saya hanya tidak dapat mempertahankan diri sendiri lagi, saya harus memiliki Yesus! Pada saat itu saya menyerah kepada-Nya dan datang kepada Yesus dengan iman. Pada saat itu rasanya saya membiarkan diri saya, mati, dan kemudian Kristus memberikan saya hidup! Tidak ada tindakan atau kehendak pikiran saya tetapi dengan hati saya, hanya dengan beristirahat di dalam Kristus, Dia menyelamatkan saya! Ia membasuh dosa saya di dalam Darah-Nya! Pada saat itu juga, saya berhenti menolak Kristus. Sangat jelas bahwa semua yang harus saya lakukan hanyalah percaya kepada-Nya; Seketika itu juga saya diselamatkan dan itu hanya oleh Kristus. Saya harus menyerah! Pada saat itu tidak ada perasaan apapun atau melihat cahaya yang menyilaukan, saya tidak membutuhkan perasaan, saya membutuhkan Kristus! Namun ketika saya percaya Kristus, saya merasa seolah-olah dosa saya telah diangkat dari jiwa saya. Saya berbalik dari dosa saya, dan saya melihat Yesus sendiri! Yesus menyelamatkan saya.


Setelah mendengar kesaksian John, apakah itu yang pernah benar-benar terjadi pada Anda? Jika tidak Anda harus benar-benar bertobat. Anda memerlukan pertobatan sejati, bukan yang menyalin kesaksian orang. Apa yang harus Anda lakukan untuk memiliki pertobatan sejati? Pertama, pikirkan tentang betapa berdosanya hati Anda, sehingga dosa yang Anda tidak benar-benar bertobat dan percaya Yesus. Begitu berdosanya sehingga Anda mencoba menipu kami dengan hanya belajar mengucapkan kata-kata. Apakah saya benar? Maka Anda harus benar-benar berbalik dari dosa dalam hati dan hidup Anda. Dan Anda harus benar-benar datang kepada Yesus dan memberi diri disucikan dalam Darah-Nya yang Ia curahkan untuk Anda di kayu Salib. Mari maju ke sini ke altar, dan kami akan berdoa untuk Anda dan dan akan memberikan bimbingan kepada Anda sementara yang lain pergi ke lantai atas untuk makan siang. Datanglah sekarang. Datanglahke sini sekarang! Amin.


Jika khotbah ini memberkati Anda Dr. Hymers akan senang mendengar dari Anda. KETIKA ANDA MENULIS KEPADA DR. HYMERS ANDA HARUS MEMBERITAHU BELIAU DARI NEGARA MANA ANDA MENULIS ATAU IA TIDAK DAPAT MENJAWAB EMAIL ANDA. Jika khotbah ini memberkati Anda silahkan mengirim email kepada Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya, tetapi selalu jelaskan pada beliau dari negara mana Anda mengirimnya. E-mail Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat. Jika anda ingin menulis surat kepada Dr. Hymers melalui pos, alamat beliau adalah P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Anda boleh menelepon beliau di (818)352-0452.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
www.sermonsfortheworld.com.
Klik pada “Khotbah Indonesia.”

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Mazmur 51:1-3.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“The Old-Fashioned Way” (oleh Civilla D. Martin, 1866-1948).


GARIS BESAR KHOTBAH

UJILAH DIRIMU SENDIRI SEKARANG!

EXAMINE YOURSELVES NOW!

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji?” (II Korintus 13:5).

(Wahyu 20:15; 14:10, 11; Yeremia 6:16)

1.  Pertama, jalan lama mulai dengan Allah dan kemuliaan-Nya; jalan baru mulai dengan manusia dan kebutuhan-kebutuhan sertan perasaannya, Roma 9:18; Ulangan 7:21; Nehemia 1:5; 9:32; Ibrani 10:31; 12:29; Matius 22:14.

2.  Kedua, jalan lama membuat Anda berpikir tentang dosa Anda, tentang Allah yang nyata yang akan menghukum di neraka; sedangkan jalan baru membuat Anda berpikir tentang kebutuhan-kebutuhan dan perasaan Anda, Yeremia 17:9; Matius 25:46.

3.  Ketiga, jalan lama membuat Anda berpikir tentang dosa-dosa Anda, terutama dosa-dosa rahasia dan dosa dalam hati Anda; jalan baru membuat Anda merasa diri Anda adalah baik, II Timotius 3:1, 2; Mazmur 51:3.

4.  Keempat, jalan lama adalah untuk menguji diri sendiri; jalan baru hanya untuk bermain-main di gereja sampai Anda meninggalkan gereja dan kembali ke kehidupan dosa, II Korintus 13:5.