Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




PERJUANGAN UNTUK KEKRISTENAN YANG HIDUP

SEBUAH PENGANTAR TENTANG DR. R. L. HYMERS, JR.

THE FIGHT FOR LIVING CHRISTIANITY!
AN INTRODUCTION OF DR. R. L. HYMERS, JR.
(Indonesian)

oleh Mr. John Samuel Cagan
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto


Pada masa krisis, sejarah dibuat oleh orang-orang yang percaya pada sesuatu yang lebih besar daripada diri mereka sendiri. Sejarah tidak dibuat oleh orang yang rata-rata. Ada beberapa orang yang akan menginginkan keamanan dan stabilitas yang biasa-biasa saja. Ada orang-orang yang takut gagal sehingga mereka tidak akan pernah mencoba. Ada orang-orang yang tidak akan pernah mencapai sesuatu yang besar karena mereka tidak bersedia membayar harga untuk sesuatu yang bersifat abadi. Ada orang-orang yang tidak bersedia mengubah apa pun, yang tidak mau memiliki dampak bagi dunia, dan orang-rang yang akan mati tetapi seolah-olah mereka tidak pernah hidup. Pada waktu yang penuh dengan orang-orang seperti ini, Allah telah membangkitkan Dr. Hymers.

Kebanyakan orang yang pernah memutuskan untuk masuk ke dalam pelayanan didukung hampir dalam setiap cara. Namun, Dr. Hymers, membiayai dirinya sendiri ketika kuliah perguruan tinggi sambil bekerja pada siang hari dan pergi kuliah pada malam hari. Meskipun seringkali didorong untuk meninggalkan pelayanan oleh keluarga dan teman-temannya, ia tetap menuju tujuannya, yaitu mimpinya untuk menjadi hamba Allah, dan tidak mau meninggalkannya tidak peduli betapa besarnya kesulitan yang ia hadapi. Dia bertahan dalam perjuangannya untuk menjadi seorang pemberita firman Allah meskipun serangan setan dan rasa sakit emosional terus menyerangnya. Dr. Hymers bertahan dalam menghadapi setiap percobaan dan kesusahan dengan tujuan memberitakan kebenaran Allah. Karena ia bertahan menghadapi api kehidupan, Dr. Hymers terbakar untuk kebenaran.

Dr. Hymers percaya dengan begitu kuatnya di dalam kebenaran Firman Allah sehingga dia bersedia berjuang untuk itu. Dia bukan orang yang akan puas menerima kebohongan demi kenyamanan. Ini telah terjadi di sepanjang hidupnya. Dia tidak duduk dan tidak melakukan apa-apa ketika Alkitab diserang di seminari yang tidak percaya Alkitab di mana ia pernah kuliah. Mengambil resiko atas statusnya sebagai mahasiswa dan kelulusannya, Dr. Hymers tetap berjuang melawan serangan liberal terhadap Alkitab. Dia terkunci di ruang kelas, menulis artikel di majalah kampus, mengadakan persekutuan doa di asramanya; ia menggunakan setiap sumber daya yang ia miliki untuk melawan kebohongan yang mengepung dan menyerang kebenaran Alkitab. Ketika ia dipanggil ke Kantor Rektor seminari dan diinstruksikan untuk menghentikan protes-protes dalam membela Alkitab, Dr. Hymers tidak menghiraukannya. Sebaliknya, dia menulis sebuah buku melawan liberalisme di seminari-seminari itu. Dia berdiri tegak dan kuat dalam Pertempuran demi Alkitab.

Beberapa orang telah mengkritik, yang lain mengeluh, dan yang lain telah menyerah, tetapi Dr. Hymers adalah orang yang bertindak. Betapa kuat keyakinannya terhadap kebenaran dan kepada Allah sehingga ia akan menarik pedangnya dan melawan kekuatan jahat bahkan sekalipun ia harus mati. Dr. Hymers tidak mencintai hidupnya jika harus memilikinya dengan rela menjadi budak. Dia adalah pejuang ketika orang lain akan membeli perdamaian dengan rela menjadi budak.

Ketika Hollywood, meludahi wajah Kristus, Dr. Hymers bergerak untuk menyeka wajah sang Juruselamat-nya. Untuk ini, ia diserang. Bahkan ketika banyak artikel yang ditulis untuk menyerang dirinya di surat kabar, ia tetap membela Kristus! Karena itu ia kehilangan teman-temannya. Namun, tugas untuk melakukan apa yang benar mendorong Dr. Hymers untuk bertindak, untuk memprotes, untuk melawan.

Ketika seluruh masyarakat tampaknya mendukung “hak wanita untuk melakukan aborsi,” Dr. Hymers menolak untuk membiarkan seorang bayi dibunuh tanpa perjuangan. Rata-rata orang akan berempati dan memberikan sumbangan amal untuk biaya aborsi, tetapi Dr. Hymers bukan seorang pria seperti orang-orang itu. Dia dan ayah saya duduk di depan sebuah klinik aborsi. Ketika orang lain pergi karena ancaman dari polisi berkuda dengan klub dan lencana, Dr. Hymers tetap terikat oleh keyakinannya. Dia tidak akan tercerabut dari apa yang dia tahu, yaitu garis antara hidup seorang anak dan hak perempuan. Dia memimpin gerejanya habis-habisan dalam upaya untuk menutup dua klinik aborsi. Dia berdiri tegak dan kuat dalam pertempuran melawan aborsi.

Dan kemudian ada pertempuran untuk gereja kita. Seorang “mantan pemimpin” gereja kita meninggalkan gereja kita. Diikuti oleh 400 anggota yang bersamanya meninggalkan gereja kita. Gereja kita hampir kehilangan gedung ini. Gereja ini hampir bangkrut. Seorang pengkhotbah yang terkenal menawarkan kepada Dr. Hymers pergi, dan menjadi seorang pendeta dari sebuah gereja di pinggiran kota besar. Dia menawarkan kepada Dr. Hymers kesempatan untuk melompat dari apa yang tampaknya telah menjadi seperti kapal yang sedang tenggelam! Ia berkata, “Ini adalah kesempatan terakhir Anda untuk keluar.” Banyak pendeta akan pergi. Tetapi dengan anggota yang masih tinggal dan gereja dalam bahaya keuangan - Dr. Hymers tetap tinggal! Dr. Hymers bersedia untuk memperjuangkan gereja lokal ini. Karena keberanian rohaninya dan orang-orang setia yang memberikan waktu dan uang mereka, kita masih memiliki sebuah gereja di pusat kota Los Angeles ini! Dia tinggal dan berhadapan dengan kemustahilan dari tantangan dengan tekad dan keberanian seperti Winston Churchill ketika berhadapan dengan Hitler dalam perang demi Peradaban Barat.

Dr. Hymers yakin akan pentingnya gereja lokal. Dr. Hymers sering mengatakan bahwa keberhasilan gereja ini adalah seluruh hidupnya. Dia memiliki cinta yang mendalam, tidak hanya untuk gereja ini, tetapi untuk gereja-gereja di seluruh dunia. Kekuatan gereja adalah semangatnya. Identitasnya sungguh terkait dengan kehidupan gereja ini. Dia memiliki pikiran yang tunggal yaitu Kristus dan gereja dari pada ingin menjadi bintang olah raga, tokoh politik, dan penakluk. Dia tahu bahwa gereja adalah mempelai Kristus, dan karena itu dia berdoa, berjuang, dan berkhotbah untuk kebaikan gereja.

Meskipun tidak disetujui dan diragukan oleh beberapa orang, banyak pemimpin Protestan yang setia kepada Allah telah mengagumi dan mendukung Dr. Hymers. Di antara mereka adalah penginjil yang dikenal secara nasional dan lama menjadi editor “The Biblical Evangelist,” Dr. Robert L. Sumner. Setelah dikelilingi oleh tokoh-tokoh Kristen terkemuka abad ke-20, Dr. Sumner mengetahui sesuatu tentang hamba-hamba Allah yang sejati. Dr. Sumner menulis mengenai Dr. Hymers,

“Dr. Hymers dengan sukarela, dengan sengaja menetapkan diri untuk membangun gereja yang memberitakan Injil, gereja yang menginjil, gereja yang mengajarkan Alkitab di jantung pusat kota Los Angeles yang jahat. Jika bukan untuk hal lain, saya memuji dia untuk itu dan karena ia tidak melarikan diri untuk bergabung dalam pelayanan di gereja injili lainnya di pinggiran kota itu... Saya menghargai dan mengagumi seorang pria yang bersedia mengambil sikap untuk Kebenaran menurut keyakinannya dan kemudian berdiri bersama dengan mereka, bahkan ketika semua melawan dia. Robert Leslie Hymers adalah seorang hamba Kristen dari Kristus! Selain pelayanan lokal di salah satu jantung kota paling jahat di Amerika, ia juga telah mempertahankan pelayanan internasional – bahkan pada tingkat lokal, pelayanannya diterjemahkan ‘secara langsung’ ke dalam bahasa Spanyol dan Cina.”

Setelah menjadi penginjil selama beberapa dekade, Dr. Sumner mengakui kekuatan besar yang mencirikan kehidupan dan pelayanan dari Dr. Hymers!

Dr. Hymers adalah orang yang memiliki visi. Ia percaya bahwa bahkan dalam masa-masa sulit ketika semua harapan lain gagal, Allah dapat melakukan hal-hal besar. Dia membayangkan sebuah situs yang akan memberikan naskah khotbah dan materi khotbah lainnya untuk para pendeta dan misionaris di seluruh dunia. Jenis usaha yang sebelumnya tidak pernah dicoba dan tidak pernah terdengar. Namun, dalam upaya untuk membuat perbedaan di negara-negara di seluruh dunia, ia bahkan mengubah gaya persiapan khotbah demi memfasilitasi tugas besar ini.

Untuk sebagian besar pelayanannya, Dr. Hymers berkhotbah dengan garis besar khotbahnya. Namun, ia ingin agar khotbah-khotbahnya dapat tersedia untuk orang-orang Kristen di negara-negara lain yang dinyatakan tidak memiliki akses ke Alkitab dan bahan khotbah lainnya. Oleh karena itu ia memutuskan untuk mulai menuliskan kata demi kata dari setiap khotbahnya dan berkhotbah dari naskah itu. Kebanyakan pengkhotbah tidak akan mengubah persiapan mereka setelah berada dalam pelayanan untuk suatu waktu yang panjang, tetapi Dr. Hymers adalah orang yang memiliki visi. Bertahun-tahun kemudian, naskah khotbah Dr. Hymers dibaca di hampir setiap negara di dunia dan website-nya memiliki lebih dari satu juta setengah orang yang mengunjunginya pada tahun 2016 saja.

Selalu menjadi tipe pendeta yang peduli dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, Dr. Hymers memulai pekerjaan spesifik agar khotbahnya diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa lain. Pada awalnya, naskah khotbah diterjemahkan ke dalam hanya beberapa bahasa. Namun, Dr. Hymers didorong oleh visinya untuk menjangkau seluruh dunia terlepas dari hambatan bahasa.

Saat ini, naskah khotbah Dr. Hymers diterjemahkan ke dalam 35 bahasa! Khotbah ini adalah berkat dan bantuan untuk para misionaris dan pendeta di dunia ketiga. Khotbah-khotbah itu telah dipakai sebagai sarana kasih karunia untuk membangunkan dan menginsafkan jiwa dari kebutuhan mereka akan Yesus, dan beberapa orang bahkan telah diselamatkan setelah membaca khotbah-khotbah itu. Memiliki khotbah diterjemahkan ke dalam 35 bahasa membawa visi dan dedikasi, tetapi itu telah dipakai oleh Allah untuk membuat dampak yang kuat pada dunia Kristen.

Tidak peduli intensitas perjuangan, Dr. Hymers telah berjuang untuk menjadi pemenang dalam pertandingan bagi Allah. Dia telah memberitakan Injil Kristus bahkan ketika banyak orang lain telah melupakannya. Dia telah berkhotbah dalam gaya kuno dengan cara berkhotbah yang bersemangat dan berapi-api ketika semua orang lainnya telah meninggalkannya. Dia percaya pada keselamatan sejati oleh kasih karunia dan kuasa Allah karena iman dalam Yesus Kristus dan tidak akan membiarkan siapa pun yang mendengarkan berada dalam bahaya Neraka karena ketidakseriusannya.

Pada waktu ketika doa telah menjadi formalitas belaka, Dr. Hymers percaya pada kekuatan Allah dalam menjawab doa. Pada waktu ketika orang lain mengejar harapan persembahan yang lebih besar dengan mencuri anggota dari gereja-gereja lain, Dr. Hymers percaya bahwa yang harus dilakukan adalah menginjili orang-orang muda dari dunia. Ketika orang lain menutup kebaktian demi kebaktian, Dr. Hymers percaya akan pentingnya dan vitalitas gereja. Ketika banyak orang lain puas dengan memberi makan mayat hidup yang telah lama kehilangan kehidupan dan kekuatan, Dr. Hymers percaya di dalam dan berjuang untuk Kekristenan yang hidup.

Beberapa saat lagi Dr. Hymers akan datang untuk berkhotbah. Tetapi pertama-tama Mr. Griffith akan datang untuk menyanyikan salah satu lagu rohani favorit Dr. Hymers, “Maju Laskar Kristen.”

PERTEMPURAN UNTUK KEBAKTIAN MINGGU MALAM

(NOMER SATU SERI SERUAN UNTUK BERTEMPUR)

THE BATTLE FOR SUNDAY NIGHT
(NUMBER ONE IN A SERIES OF BATTLE CRIES)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Pagi, 15 Januari 2017

“Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus” (Yudas 3).

Pagi ini kita akan memulai seri khotbah tentang seruan untuk bertempur. Di dalamnya kita akan “sungguh-sungguh berjuang untuk iman.” Kami akan berbicara menentang banyak doktrin dan praktek sesat di gereja-gereja kita.

Pada tahun 1963 Presiden John F. Kennedy memberikan kehormatan pertama kepada Churchill sebagai warga Amerika Serikat. Presiden mengatakan tentang pahlawan perang tua yang luar biasa itu, “Dia memobilisasi bahasa Inggris dan mengirimkannya ke dalam pertempuran.” Dalam salah satu pidato yang terkenal selama Perang Dunia II Churchill mengatakan, “Ketika penyebab besar berada pada gerakan di dunia, aduk semua jiwa manusia, tarik mereka dari hati dan rumah mereka, singkirkan kenyamanan, kekayaan dan pengejaran akan kebahagiaan untuk menanggapi panggilan hati yang mengerikan dan tak tertahankan, kita belajar bahwa kita bukan binatang, dan sesuatu yang terjadi di dalam ruang dan waktu, dan yang melampaui ruang dan waktu, entah kita suka atau tidak, panggilan tugas.”

Kami sendiri telah melalui banyak pertempuran. Kami telah membiayai sendiri, mendistribusikan, dan mengirimkan literatur kepada setiap gereja Southern Baptist di Amerika yang telah dipenuhi oleh ajaran-ajaran sesat yang mengerikan yang mereka ajarkan kepada para mahasiwa di seminari-seminari mereka. Istri saya yang adalah seorang Hispanik dan masih muda dan pada waktu itu sedang hamil enam bulan ketika ia membagikan literatur ini di Southern Baptist Convention di Pittsburgh, Pennsylvania. Meskipun mereka bisa melihat bahwa dia bertubuh kecil dan sangat berat dalam keadaan mengandung anak, para laki-laki dewasa meremas literatur itu dan benar-benar meludahi wajahnya. Ketika kami kembali ke kamar istri saya yang malang menanyakan pertanyaan yang tidak bisa saya jawab. Dia berkata, “Robert, apakah bisa orang-orang itu disebut orang Kristen sejati?” Kebanyakan dari antara mereka tampak lebih seperti setan dari Neraka daripada dari Southern Baptist. Mereka marah kepadanya karena dia membagikan kutipan-kutipan dari para profesor di seminari-seminari mereka yang mengatakan bahwa tubuh Yesus tidak bangkit dari antara orang mati - tetapi dimakan oleh serigala hutan, bahwa tidak ada tokoh yang bernama Musa, dan bahwa surat-surat Paulus adalah suatu pemalsuan, tidak ditulis oleh Rasul itu. Tetapi kami terus membiayai sendiri pembagian literatur tersebut dan mengirimkan serta menyebarkannya tahun demi tahun - sampai akhirnya kami menang dan guru-guru palsu yang kerasukan setan itu dipecat dari semua seminari Southern Baptist di Amerika. Dengan pertolongan Allah, kami memenangkan pertempuran itu!

Ketika kelompok lain mengumpulkan uang (yang mereka masukkan ke dalam kantong mereka sendiri) untuk menghentikan pembunuhan anak-anak dalam bencana aborsi - sementara mereka hanya mengumpulkan uang untuk diri mereka sendiri, gereja kami mengirim orang-orang kami dan benar-benar berhasil menutup dua klinik aborsi yang telah mandi darah itu! Pada satu kesempatan Dr. Cagan dan saya duduk di trotoar di depan salah satu klinik tersebut - dan kami tinggal di sana sementara polisi berkuda mengelilingi kami dan mengancam akan memborgol kami dan membawa kami ke penjara. Tetapi ketika mereka melihat kami tidak mau bergerak, mereka pun mundur. Sekali lagi, dengan pertolongan Allah, kami memenangkan pertempuran itu!

Ketika Lew Wasserman, kepala Universal Pictures, memproduksi film kotor, film yang menceritakan Kristus berhubungan seks dengan Maria Magdalena, kami pergi ke depan rumah Wasserman di Beverly Hills untuk memprotes. Protes kami dimuat dalam berita halaman depan di surat-surat kabar di seluruh dunia, di Inggris, Spanyol, Israel, dan Perancis, dan bahkan memicu kerusuhan menolak film tersebut di Yunani! Berbagai protes kami disiarkan di semua program berita TV selama lebih dari dua minggu - setiap malam. Universal Pictures menjadi begitu takut terhadap demonstrasi yang kami lakukan sehingga mereka tidak pernah lagi memproduksi film yang menista Kristus! Sekali lagi, dengan pertolongan Allah, kami memenangkan pertempuran itu!

Ketika seorang pria bernama Peter S. Ruckman mulai mengajar bahwa kata-kata dari terjemahan Alkitab King James tidak ada salah, dan bahkan lebih benar dari teks Alkitab bahasa Yunani dan Ibrani yang menjadi dasar penerjemahannya, ratusan gereja mengalami perpecahan karena ajaran sesat Ruckman ini. Saya menulis sebuah buku berjudul “Ruckmanism Exposed” - yang kami bagikan secara luas ke gereja-gereja. Ajaran tersebut hampir mati hari ini, sebagian besar adalah karena buku tersebut, yang dapat Anda baca di website kami di www.sermonsfortheworld.com. Dan, ya, dalam pertempuran melawan ajaran setan dari Ruckmanism, dengan pertolongan Allah, kita menang lagi!

Kemudian seorang pria bernama Richard Olivas meninggalkan kami dan membawa bersamanya 400 anggota gereja kami. Saya memimpin jemaat kita yang masih tinggal untuk mempertahankan dan membayar $ 16,000 setiap bulan yang kami kumpulkan dari persepuluhan dan persembahan mereka, untuk menyelamatkan bangunan gereja ini, dan rencana Olivas untuk menghancurkan gereja kita ini dihentikan. Namun lagi, dengan pertolongan Allah, kita memenangkan pertempuran itu!

Tetapi kita berada dalam pertempuran yang lebih berbahaya saat ini - perang berbahaya yang pada akhirnya bisa menghancurkan hampir semua gereja-gereja kita. Dan itu adalah tugas saya sebagai hamba Kristus untuk memperingatkan akan hal tersebut. Itu sedang merusak dan menghancurkan gereja-gereja kita. Ini adalah ajaran sesat Laodikianisme. Ini adalah gagasan bahwa gereja-gereja kita harus menutup kebaktian Minggu malam mereka. Melawan ajaran sesat dan berbahaya ini kita harus “sungguh-sungguh berjuang” (Yudas 3). Kita akan melawan dengan sekuat tenaga kita.

Di dalam Matius 25:5 Yesus memberikan gambaran sempurna tentang keadaan gereja-gereja kita. Jutaan orang injili dan fundamentalis sedang tertidur pulas. Kedatangan Kristus yang Kedua semakin mendekat, tetapi gereja-gereja kita tertidur! Kita sekarang melihat gereja demi gereja menutup kebaktian malam mereka. Saya yakin bahwa ini adalah salah satu tanda dari hari-hari terakhir – gereja sedang tertidur pulas dan menutup pintu mereka – ketika akhir zaman semakin mendekat - dan dunia seperti yang kita tahu akan segera berakhir. Yesus berkata,

“Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur” (Matius 25:5).

Bahkan jika nubuatan ini mungkin tampak melawan kita - kita akan tetap berjuang - dan beberapa mungkin akan mendengar dan diselamatkan.

Menutup Kebaktian Minggu malam adalah tren terbaru di kalangan gereja Baptis dan gereja-gereja lainnya. Gereja-gereja Southern Baptist dan Baptis independen, gereja-gereja “progresif” BBFI, dan bahkan beberapa gereja fundamentalis Bob Jones, sedang menutup pintu mereka setelah kebaktian Minggu pagi - dari ujung ke ujung Amerika. Kebaktian Minggu malam dengan cepat menjadi sesuatu dari masa lalu.

Ini menunjukkan penyakit kronis dari gereja-gereja kita. Ini tentu bukan tanda yang positif. Seperti halnya penyakit kronis, tidak ada obat yang dapat diresepkan oleh dokter sampai penyakit itu telah didiagnosa dengan benar. Dalam khotbah ini, seperti seorang dokter, kami akan memeriksa pasien itu (yaitu gereja-gereja yang menutup kebaktian Minggu malam mereka) dan mendiagnosa alasannya - dan kemudian menganjurkan cara penyembuhannya – dan obatnya. Penyakit dari gereja-gereja ini dapat didiagnosa dengan empat cara.

I. Pertama, penutupan kebaktian Minggu malam di gereja-gereja kita belakangan banyak terjadi dan menjadi tren Protestan.

Gereja-gereja Methodis mulai menutup kebaktian Minggu malam mereka sekitar tahun 1910. Presbiterian mulai menutup kebaktian Minggu malam mereka sekitar tahun 1925. Baptis Amerika (sebelumnya dikenal sebagai Northern Baptist) mulai menutup kebaktian malam mereka sekitar tahun 1945. Southern Baptist mulai melakukan hal ini sekitar tahun 1985. Harus diingat bahwa Methodis, Presbyterian dan Baptis Amerika adalah gereja-gereja yang percaya Alkitab seperti banyak gereja Baptis Fundamental ketika tren ini mulai di antara para pengkhotbah “progresif” dari denominasi mereka.

Lihatlah gereja-gereja Methodis, Presbyterian dan Baptis Amerika hari ini! Daftar keanggotaan gereja mereka telah menyusut dari tahun ke tahun. Tiga dari denominasi-denominasi ini telah kehilangan ratusan ribu anggota mereka sejak tahun 1900. Ribuan gereja-gereja mereka telah tutup sepenuhnya. Mengakhiri kebaktian Minggu malam tidak membantu mereka. Itu hanya langkah menuruni lereng licin kehancuran.

Namun saat ini banyak gereja Baptis independen berpikir bahwa mereka sekarang menjadi yang “paling hebat” dari beberapa pemikiran baru dan progresif ketika mereka mengikuti jalan yang sama yang menghancurkan gereja-gereja Methodis, Presbyterian dan Baptis Amerika. Salah satu pendeta Baptis independen bernama Jim Baize, dekat San Diego, California mengatakan, “Saya telah mengambil langkah radikal! Saya sudah menutup Kebaktian Minggu malam kami!” Dia pikir ini akan membantu gerejanya, tetapi saya pikir itu hanya akan membawa kerugian bagi jemaatnya. Saya menyebut seorang pendeta yang seperti orang itu adalah seorang pengkhianat - pengkhianat Kristus! Betapa yang dilakukan oleh orang-orang ini sama seperti apa yang telah dilakukan gereja-gereja “arus utama” seperti yang telah saya tekankan. Southern Baptist sekarang kehilangan 200.000 orang anggota setiap tahunnya. Salah satu alasannya adalah bahwa begitu banyak dari gereja-gereja mereka telah menutup kebaktian Minggu malam mereka.

Winston Churchill pernah berkata, “Belajarlah dari sejarah! Belajarlah dari sejarah!” Dia berkata, “Semakin jauh ke belakang Anda dapat melihat, semakin jauh ke depan Anda mungkin melihat.” Itulah sebabnya mengapa penting untuk mengetahui apa yang terjadi dengan gereja-gereja Protestan dan Baptis “arus utama” ketika mereka menyerah dan menutup kebaktian Minggu malam mereka di masa lalu. Sangat penting untuk melihat bagaimana ini membantu kita untuk melihat bagaimana hal itu membawa kematian mereka, disintegrasi, dan akhirnya kematian mereka.

Hari ini, gereja-gereja tradisional “arus utama” hanya tinggalah sisa kecil dari apa yang mereka miliki di masa lalu. Pertama mereka menyerah dan menutup kebaktian doa. Kemudian mereka menyerah dan menutup kebaktian malam mereka. Sekarang mereka menyerah dari semangat atau roh mereka! Ini juga akan menjadi hasil yang tak terelakkan di antara gereja Baptis dan gereja lainnya yang mengikuti jalan yang sama yang mereka lalui di zaman kita.

II. Kedua, penutupan kebaktian Minggu malam di gereja-gereja kita merupakan salah satu hasil dari “decisionisme.”

Seperti yang kami tunjukkan dalam buku kami, Today’s Apostasy, Charles G. Finney mempopulerkan ajaran “decisionisme” di gereja-gereja besar Protestan dan Baptist pada pertengahan abad ke-19. “Decisionisme” Finney telah menggantikan keselamatan Alkitabiah sebagai karya Allah dalam jiwa manusia dengan ide bahwa manusia dapat diselamatkan dengan membuat “keputusan menerima Kristus” yang dangkal. Sebuah doa belaka atau respon fisik telah menggantikan pengajaran tua tentang keselamatan Alkitabiah. Akibatnya, gereja-gereja Protestan dan Baptis dengan cepat penuh dengan jutaan orang-orang yang masih terhilang yang terdaftar menjadi anggota gereja mereka. Orang-orang yang belum bertobat tidak ingin pergi ke gereja dua kali pada hari Minggu - sehingga kebaktian Minggu malam menghilang di gereja-gereja ini beberapa dekade setelah metode Finney diadopsi. Orang-orang yang belum bertobat tidak mau datang pada hari Minggu malam! Pengulangan yang persis seperti ini sekarang sedang terjadi di gereja-gereja “konservatif” di seluruh Amerika.

Tak satu pun dari gereja-gereja Baptis yang pernah saya hadiri ketika saya masih muda memiliki setiap orang hadir pada kebaktian Minggu malam. Bukankah kita selalu memahami bahwa mereka adalah orang-orang yang kurang komitmen, atau tidak pernah benar-benar telah diselamatkan. Tetapi kita tetap mempertahankan kebaktian malam. Kebaktian Minggu malam pada masa muda saya selalu merupakan pelayanan terbaik. Bernyanyi lebih baik. Khotbah-khotbah yang lebih kuat. Itu karena anggota gereja yang masih terhilang tidak ada di sana untuk menurunkan semangat orang lain. Itulah yang saya pikirkan, ketika saya mengingat kembali enam puluh tahun terakhir ini.

Di gereja kita sendiri hari ini, setiap orang datang kembali pada hari Minggu malam. Saya percaya ini adalah karena mereka telah dilatih untuk melakukannya. Tetapi saya juga percaya bahwa itu adalah hasil dari perhatian sungguh-sungguh kita untuk memastikan bahwa setiap orang mengalami keselamatan sejati sebelum mereka diterima menjadi anggota gereja kami. Saya akan jauh lebih baik menunggu seseorang untuk benar-benar diselamatkan daripada dengan cepat membaptis orang-orang yang masih terhilang, orang yang tidak akan datang ke gereja pada hari Minggu malam!

“Decisionisme” telah memenuhi gulungan daftar anggota gereja kita dengan orang-orang yang masih terhilang - dan sekarang kita sedang membayar harga. Mereka tidak mau datang kebaktian pada Minggu malam karena mereka belum diselamatkan! Itulah salah satu alasan mengapa gereja Southern Baptist telah kehilangan hampir setengah juta anggota mereka dalam dua tahun terakhir ini!

III. Ketiga, penutupan kebaktian Minggu malam membawa beberapa hasil yang tidak diantisipasi sebelumnya.

Saya yakin ada banyak hasil yang lebih negatif daripada yang saya akan sebutkan ini. Tetapi di sini ada beberapa di antaranya yang muncul dalam pikiran saya.

1.  Gereja yang menutup kebaktian Minggu malam mereka membuka pintu bagi orang-orang mereka untuk mengunjungi gereja-gereja lain yang akan menyesatkan mereka. Salah satu pendeta yang baru-baru ini menutup kebaktian Minggu malam-nya mengatakan, “Ini membebaskan saya untuk pergi ke gereja-gereja lainnya.” Dia pikir itu bagus karena sekarang dia bisa pergi untuk mendengar pengkhotbah lainnya pada hari Minggu malam. Tetapi saya pikir, “Bagaimana dengan jemaat-Nya? Bukankah beberapa dari antara mereka akan memiliki ide yang sama?” Dan apa yang akan terjadi dengan orang-orang itu? Ingat, orang-orang terbaik masih akan ingin pergi kebaktian pada hari Minggu malam. Tetapi ke mana mereka akan pergi? Apakah mereka akan pergi ke gereja karismatik di jalan itu? Apakah mereka akan disesatkan oleh seorang pengajar Alkitab injili-baru dengan khotbah “pintar”, yang gerejanya tidak jauh dari situ? Saya mengatakan bahwa beberapa dari mereka akan - dan bahwa kita akan kehilangan beberapa orang terbaik kita jika kita menutup kebaktian Minggu malam kita.

2.  Gereja yang menutup kebaktian Minggu malam mereka kehilangan salah satu peluang penginjilan terbesar dalam seminggu. Salah satu pendeta bercerita tentang sebuah gereja yang telah menutup kebaktian Minggu malam mereka. Sebaliknya, mereka memberikan orang-orang sandwich setelah kebaktian pagi dan kemudian membawa mereka kembali ke auditorium untuk kebaktian lainnya. Dengan cara itu orang bisa pulang pukul 2:00 pada hari Minggu sore. “Mereka mendapatkan banyak pengetahuan Alkitab,” kata pendeta itu kepada saya. Tetapi apakah satu-satunya tujuan kebaktian Minggu malam adalah untuk “memberi mereka lebih banyak pengetahuan tentang Alkitab”? Tidak, bukan untuk itu! Selama bertahun-tahun gereja yang baik membuat kebaktian Minggu malam sebagai kebaktian penginjilan. Saya percaya bahwa ini adalah salah satu poin besar yang kuat dari gereja-gereja Baptis di masa lalu. Orang-orang didorong untuk membawa kerabat yang masih terhilang, teman, dan kenalan untuk mendengar Injil pada Minggu malam. Ini memberi orang-orang baik dari gereja sepanjang Minggu sore untuk “mengumpulkan” orang yang terhilang untuk datang kebaktian malam. Anda dapat memberikan orang-orang itu makan setelah kebaktian pagi, diikuti oleh pendalaman Alkitab, tetapi itu akan menghancurkan penginjilan yang membantu untuk membangun gereja-gereja Baptis kita pada hari Minggu malam! Seorang pendeta, teman saya, mengatakan kepada saya bagaimana salah satu orang-orang terkuat di gerejanya datang sebagai hasil dari mereka yang “menghadiri” kebaktian Minggu malam ketika ia dulunya masih terhilang. Berapa banyak orang seperti dia akan hilang jika Anda melewatkan kesempatan ini sebagai penginjilan besar dengan menutup kebaktian Anda pada hari Minggu malam?

3.  Gereja yang menutup kebaktian Minggu malam mereka kehilangan kesempatan yang luar biasa untuk menjangkau dan memuridkan orang-orang muda. Orang-orang muda ingin pergi keluar pada malam hari. Ingat, menutup kebaktian Minggu malam hanya akan menarik bagi orang-orang yang lebih tua, yang ingin tinggal rumah, menonton TV, dan pergi tidur lebih awal. Seringkali itu adalah orang-orang yang telah menikah dan orang-orang tua yang tidak ingin pergi ke kebaktian Minggu malam. Tetapi orang-orang muda tidak akan tahu apa yang harus dilakukan dengan diri mereka sendiri. Saya percaya bahwa gereja lokal harus menjadi “rumah kedua” untuk remaja dan pemuda. Saya percaya bahwa masa depan gereja kita ada di tangan mereka. Orang tua mungkin ingin pulang lebih awal. Tetapi masa depan gereja ada di tangan mereka yang masih muda. Saya percaya bahwa kebaktian Minggu malam harus didesain khusus untuk orang-orang muda. Kita bisa menarik perhatian mereka, memenangkan mereka bagi Kristus, dan melatih mereka untuk terlibat dalam pelayanan di gereja lokal, jika kita memiliki pelayanan yang berorientasi pemuda pada hari Minggu malam. Di sisi lain, jika kita menutup kebaktian Minggu malam, gereja-gereja kita akan segera memiliki hanya segelintir wanita tua dengan rambut beruban, berkumpul di sebuah bangunan gereja hampir kosong hanya untuk satu jam pada hari Minggu pagi - seperti gereja Methodist di sudut jalan itu - yang menutup kebaktian Minggu malam-nya lima puluh atau enam puluh tahun yang lalu. Saya percaya bahwa gereja-gereja yang menutup kebaktian malam mereka akan berada dalam kondisi yang sama beberapa tahun dari sekarang kecuali kita memfokuskan khotbah kita pada orang-orang muda setiap Minggu malam!

IV. Keempat, penutupan kebaktian Minggu malam menghentikan kita untuk memiliki kebangunan rohani yang nyata.

Saya hanya dapat menyentuh ini, tapi saya telah membaca cukup banyak tentang sejarah kebangunan rohani untuk mengetahui bahwa itu sering terjadi pada malam hari. Bahkan kebangunan rohani biasanya dikirim dari Allah pada hari Minggu malam!

Dr. A. W. Tozer menulis khotbah yang berjudul “Born After Midnight” [“Lahir Setelah Tengah Malam”]. Di dalamnya ia berkata:

Ada kebenaran yang cukup besar dalam gagasan bahwa kebangunan rohani lahir setelah tengah malam, untuk banyak kebangunan rohani... datang hanya untuk mereka yang sungguh-sungguh menginginkannya... Dan itu lebih dari mungkin bahwa jiwa tertekan di dalam pengalaman yang tidak biasa [dari kebangunan rohani] yang terjadi di sana setelah tengah malam (A. W. Tozer, “Born After Midnight,” in The Best of A. W. Tozer, compiled by Warren W. Wiersbe, Baker, 1978, hal. 37-39).

Jangan membuat pernyataan konyol seakan saya sedang mengatakan bahwa kebaktian malam kita harus selalu berlangsung sampai tengah malam.

Namun, saya telah memiliki pengalaman langka menyaksikan kebangunan rohani klasik di dua gereja Baptis, yang mengakibatkan ratusan orang diselamatkan. Keduanya memiliki kebaktian Minggu malam yang berlangsung sampai malam. Salah satu dari gereja-gereja ini menambahkan beberapa ribu orang hanya dalam sekitar tiga tahun dari kebangunan rohani yang Allah kirim. Banyak dari kebaktian-kebaktian itu berlangsung hingga larut malam. Gereja lainnya menambahkan lebih dari lima ratus orang dalam tiga bulan. Kedua dari kebangunan rohani yang Allah kirim ini mulai pada Kebaktian Minggu malam. Gereja pertama memiliki kebaktian Minggu malam dan kebaktian minggu hingga malam juga. Gereja itu mengalami kebangunan rohani yang dikirim dari Sorga!

Akankah dua gereja Baptis ini yang telah mengalami berkat kebangunan rohani seperti itu jika mereka telah menutup kebaktian Minggu malam mereka? Tidak, mereka tidak akan memilikinya! Seperti Dr. Tozer mengatakan, kebangunan rohani hanya datang “kepada mereka yang sungguh-sungguh menginginkannya.” Jika kita sungguh-sungguh menginginkan kebangunan rohani, kita tidak akan menutup satu kebaktian pun di mana Allah begitu sering mengirimkan kebangunan rohani yang nyata.

Di gereja kita sendiri Allah telah mengirim kebangunan rohani yang luar biasa pada tahun lalu. Dua puluh sembilan orang muda diselamatkan dalam beberapa malam - dan telah tinggal di gereja kita karena mereka benar-benar telah diselamatkan. Hampir semua kebaktian itu diadakan pada malam hari.

Sekarang saya akan berbicara singkat dengan orang-orang di sini pagi ini yang masih belum diselamatkan. Apakah Anda gelisah tentang diselamatkan? Apakah Anda telah diinsafkan akan dosa Anda? Apakah Anda ingin Yesus menyelamatkan Anda dari dosa dan Neraka? Maka saya mendorong Anda dengan segenap hati saya untuk datang kembali malam ini. John Cagan akan mengkhotbahkan “The Battle for Lost Souls” [“ Pertempuran demi Jiwa-Jiwa Terhilang”]. Ini adalah khotbah yang akan menantang Anda - khotbah yang akan membantu Anda menemukan Yesus dan diselamatkan dari dosa Anda dengan Darah Kudus-Nya! Pastikan untuk datang dan mendengar khotbah John yang dinamis pada malam ini!

Tetapi mengapa harus pulang sekarang tanpa diselamatkan? Berbalik dari dosa Anda dan percayalah kepada Yesus sekarang! Yesus akan menyucikan Anda dari dosa Anda sekarang ketika Anda percaya kepada-Nya dan Dia saja!

Mari kita berdiri dan menyanyikan lagu nomor 7, “Hanya oleh Darah Yesus.” Sementara kita bernyanyi, saya ingin Anda datang ke sini, maju ke depan dan berlutut di dalam doa. Dr. Cagan, John Cagan dan saya akan berada di sini untuk membimbing Anda dan berdoa bersama dengan Anda agar kiranya Allah menarik Anda kepada Yesus. Karena hanya Yesus yang dapat menyelamatkan Anda dari dosa Anda dengan menyucikan Anda di dalam Darah yang Ia telah curahkan untuk menyelamatkan Anda di kayu Salib. Silahkan Anda datang sementara kita bernyanyi. Mari kita berdiri dan menyanyikan lagu nomor 7 pada lembar lagu Anda. Ini adalah “Hanya oleh Darah Yesus” dan itu adalah nomor 7 pada lembar lagu Anda.

Dosa dapat dihapus, Hanya oleh darah Yesus;
   Jiwa dapat ditebus, Hanya oleh darah Yesus.
O darah yang kudus, O darah Penebus;
   Jiwaku ditebus, Hanya oleh darah Yesus.

Luput dari dosaku, Hanya oleh darah Yesus;
   S'lamat suci hidupku, Hanya oleh darah Yesus.
O darah yang kudus, O darah Penebus;
   Jiwaku ditebus, Hanya oleh darah Yesus.

Damai dianug'rahkan, hanya oleh darah Yesus;
   Bukan karna amalan, Hanya oleh darah Yesus.
O darah yang kudus, O darah Penebus;
   Jiwaku ditebus, Hanya oleh darah Yesus.
(“Nothing But the Blood” oleh Robert Lowry, 1826-1899).


Jika khotbah ini memberkati Anda Dr. Hymers akan senang mendengar dari Anda. KETIKA ANDA MENULIS KEPADA DR. HYMERS ANDA HARUS MEMBERITAHU BELIAU DARI NEGARA MANA ANDA MENULIS ATAU IA TIDAK DAPAT MENJAWAB EMAIL ANDA. Jika khotbah ini memberkati Anda silahkan mengirim email kepada Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya, tetapi selalu jelaskan pada beliau dari negara mana Anda mengirimnya. E-mail Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat. Jika anda ingin menulis surat kepada Dr. Hymers melalui pos, alamat beliau adalah P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Anda boleh menelepon beliau di (818)352-0452.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
www.sermonsfortheworld.com.
Klik pada “Khotbah Indonesia.”

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Yudas 1-4
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
      “Onward, Christian Soldiers” (oleh Sabine Baring-Gould, 1834-1924).


GARIS BESAR KHOTBAH

PERTEMPURAN UNTUK KEBAKTIAN MINGGU MALAM

(NOMER SATU SERI SERUAN UNTUK BERTEMPUR)

THE BATTLE FOR SUNDAY NIGHT
(NUMBER ONE IN A SERIES OF BATTLE CRIES)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus” (Yudas 3).

(Matius 25:5)

I.    Pertama, penutupan kebaktian Minggu malam di gereja-gereja kita
belakangan banyak terjadi dan menjadi tren Protestan.

II.   Kedua, penutupan kebaktian Minggu malam di gereja-gereja kita
merupakan salah satu hasil dari “decisionisme.”.”

III.  Ketiga, penutupan kebaktian Minggu malam membawa beberapa hasil
yang tidak diantisipasi sebelumnya.

IV.  Keempat, penutupan kebaktian Minggu malam menghentikan kita
untuk memiliki kebangunan rohani yang nyata.