Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




BERPUASA DAN BERDOA DI ZAMAN PENYESATAN

FASTING AND PRAYER IN A TIME OF APOSTASY
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 26 Juli 2015


Sekarang saya ingin Anda beralih ke Lukas, pasal 4, ayat 18 sampai 21. Saya mengulangi ayat-ayat yang baru saja dibaca oleh Mr. Prudhomme beberapa menit yang lalu. Lukas 4:18-21 ada pada halaman 1077 dari Scofield Study Bible.

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang. Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya” (Lukas 4:18-21).

Anda dipersilahkan untuk duduk kembali.

Yesus membaca bagian ini dari Yesaya 61:1, 2. Ketika Dia telah membaca ayat-ayat tersebut, Dia mengatakan bahwa semua itu telah digenapi di dalam Dia. Dia adalah pribadi yang diurapi untuk memberitakan Kabar Baik. Dia adalah pribadi yang Allah telah utus untuk menyembuhkan orang-orang yang patah hati. Dia adalah pribadi yang Allah telah kirim untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang yang tertindas, dan penglihatan bagi orang buta. Dia adalah pribadi yang Allah telah utus untuk membebaskan orang-orang yang tertawan dan tertindas.

Mereka membenci Dia karena Dia mengatakan bahwa Dialah pribadi yang telah dinubuatkan tersebut. Mereka adalah para tetangga dan teman-teman-Nya sendiri, orang-orang di kota asal-Nya, Nazaret. Mereka berkata, “Bukankah Ia ini anak Yusuf?” (Lukas 4:22). “Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu” - penuh kemarahan (Lukas 4:28). Mereka bangkit dari tempat duduk mereka dan menghalau Dia keluar kota. Orang-orang banyak itu membawa Dia ke tebing gunung - untuk melemparkan Dia dari tebing itu hingga mati. “Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi” (Lukas 4:30). Matthew Henry mengatakan bahwa Dia membutakan mata mereka atau mengisinya dengan kebingungan, “Karena karya-Nya belum diselesaikan, tetapi baru saja dimulai.”

Ia meninggalkan Nazaret dan pergi ke Kapernaum. Di rumah ibadat itu ada setan yang sedang merasuki seseorang. Ileana istri saya dan saya pernah berada di sana. Kami melihat reruntuhan rumah ibadat atau sinagog kuno itu. Orang yang kerasukan setan itu berseru dengan suara nyaring,

“Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah” (Lukas 4:34).

Dan Yesus berkata, “Diam, keluarlah dari padanya!” Setan itu melemparkan orang itu ke tanah dan keluar dari padanya. Orang-orang yang melihat itu menjadi kagum. Mereka mengatakan, “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar!” “Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu” (Lukas 4:37).

Lalu Yesus meninggalkan rumah ibadat itu dan berjalan ke seberang jalan ke rumah Petrus. Ketika Ileana dan saya berada di sana saya terkejut melihat seberapa dekat rumah Petrus dengan sinagoge tersebut - hanya beberapa langkah lagi, di seberang jalan. Mereka telah menggali rumah Petrus dan Anda dapat melihat fondasinya hari ini. Ibu mertua Petrus ada di rumah itu dalam keadaan demam tinggi. Yesus menghardik demam itu dan demam itupun meninggalkan dia. Saat matahari akan turun sore itu orang-orang membawa orang-orang yang kerasukan setan, dan orang-orang sakit. Dia meletakkan tangan-Nya atas mereka. Setiap mereka disembuhkan. Setan-setan itu keluar berteriak, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah!” Dan kisah indah tersebut berlanjut! Saya suka membacanya!

Mari tuturkan kisah tentang Yesus,
   Tuliskan setiap kata dalam hatiku.
Mari tuturkan kisah yang sangat berharga itu,
   Yang manis sedap didengar.
(“Tell Me the Story of Jesus” oleh Fanny J. Crosby, 1820-1915).

Dan kisah tersebut berlanjut, setelah Kristus kembali ke Surga. Kita melihat kuasa Kristus yang sama, turun dari Allah. Dan itu terus berlangsung, pada gereja-gereja abad pertama, kedua, dan ketiga - dan itu sedang terjadi di banyak bagian dari “Dunia Ketiga” hari ini. Orang-orang Kristen baru berbondong-bondong ke gereja-gereja “tidak terdaftar” yang dipenuhi oleh puluhan ribu orang di Cina, dan bagian lain dari negara berkembang.

Tetapi sesuatu telah terjadi pada gereja-gereja kita di Amerika, di Eropa, dan di Barat. Sesuatu yang mengerikan mulai menuju pertengahan abad ke-19 di dunia Barat. Mulai sekitar 1830 banyak hal mulai berubah. Dr. Martyn Lloyd-Jones mengatakan bahwa hampir semua masalah dalam gereja saat ini dapat ditelusuri kembali ke pertengahan abad ke-19 - kritik Alkitab, penemuan manuskrip Sinaiticus dan Vaticanus yang telah dicemari ajaran Gnostik, kemudian “decisionisme” dari Finney, Mormon, Saksi Yehova, Campbellites, Advent Hari Ketujuh, pembaptisan instan, Darwinisme - semua hal ini masing-masing bermunculan dalam waktu sekitar 50 tahun tersebut! Itu adalah era yang sangat kacau dan demonis. Dan kemudian Anda harus menghadapi Perang Dunia I, yang meluluh-lantahkan Eropa. Dan gereja-gereja mereka sendiri sedang berada pada keputus-asaan. Kita tidak pernah mengatasi itu. Kaum liberal yang mengatakan kepada gereja-gereja bahwa manusia pada dasarnya adalah baik - bahwa manusia bergerak ke atas, berkembang membawa dunia menjadi yang indah. Perang Dunia I meniup ide membersihkan tanpa air! Orang tidak tahu bahwa Alkitab mengatakan pada dasarnya manusia adalah jahat. Masyarakat umumnya tidak tahu bahwa kaum liberal telah menyesatkan mereka. Mereka berpikir bahwa Kekristenan tidak masuk akal. Itu hanya sebuah dongeng. Kita jangan pernah melupakan itu. Lalu ada Perang Dunia II. Lihatlah berapa banyak dari generasi yang menolak Allah. Mereka berkata, “Aku tidak dapat percaya Tuhan karena Auschwitz - atau karena Hiroshima.” Mereka tidak pernah diajar apa yang Alkitab katakan tentang kerusakan total manusia. Para leluhur besar kita berpaling dari gereja-gereja. Mereka menjadi generasi agnostik dan ateis. Dan sekarang kami menghadapi Anda – anak-anak mereka.

Kaum fundamentalis berjuang untuk hidup mereka melawan liberalisme. Mereka adalah orang-orang baik. Saya mengagumi mereka. Tetapi mereka tidak menyadari bahwa “decisionisme” telah membawa puluhan ribu orang yang belum bertobat ke dalam gereja. Selanjutnya, itu menghasilkan neo-evangelikal, menghasilkan orang-orang dari Fuller Theological Seminary seperti Rob Bell (Love Wins – universalisme). Orang-orang menyukai hal-hal baru seperti itu. Walaupun sebenarnya itu bukan baru sama sekali. Orang-orang seperti Bell hanyalah tanaman baru Unitarian. Bell sebenarnya seorang Unitarian – demikian juga dengan Fuller Seminary, dalam segalanya kecuali nama. Jadi Anda memiliki orang-orang tidak percaya seperti Unitarian baru ini berkeliling dengan menyebut diri mereka “Injili.” Ini sebuah tragedi! Tahun lalu Southern Baptist Convention kehilangan 200.000 jemaat dalam dua belas bulan! Anggap saja - hampir seperempat juta orang pergi dari gereja-gereja Southern Baptist selama12 bulan! Itu luar biasa! Mereka takut revolusi seksual; mereka takut Obama; mereka takut segala sesuatu - sehingga mereka lari dari gereja untuk menyembunyikan diri! Ini mengherankan. 200.000 orang meninggalkan gereja hanya dalam 12 bulan!

Jadi, dari sanalah kita sampai di sini. Kita berada di pusat kota, di pusat kota Los Angeles, lima belas menit dari Hollywood - ketiak dunia Barat. Dan kita harus memiliki sebuah gereja untuk menyelamatkan orang-orang tidak percaya itu! Anda mungkin bertanya apakah Anda pikir sekelompok mahasiswa dari anak-anak keluarga non-Kristen dapat mendirikan gereja? Tidak mungkin! Tetapi, lebih dari itu, kita berdoa untuk kebangunan rohani! Ha! Ha! Ha! Itu adalah mimpi yang mustahil! Benarkah? Bagi manusia itu memang tidak mungkin. Tetapi bagi Allah itu mungkin. Yesus berkata,

“Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah” (Markus 10:27).

Tidak ada yang benar-benar penting telah berubah sejak abad pertama. Yesus mengutip Yesaya dan berkata, “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya” (Lukas 4:21). Mereka mengira Dia adalah orang gila. Mereka mencoba untuk membunuh-Nya pada saat itu. “Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi” (Lukas 4:30).

Dia pergi keluar dari rumah ibadat itu untuk melakukan satu demi satu mujizat. Dalam beberapa tahun para pengikut-Nya ada di mana-mana, di seluruh Kekaisaran Romawi. Ketika mereka tiba di kota Tesalonika penguasa kota itu berteriak, “Orang-orang yang mengubah seluruh dunia terbalik telah datang juga ke mari” (Kisah Para Rasul 17:6).

Tidak ada yang benar-benar penting telah berubah. Manusia masih sama - penuh pemberontakan dan ketidakpercayaan. Allah masih sama, masih di atas takhta-Nya, masih mahakuasa, masih mengendalikan. Kristus masih sama. Ia telah bangkit dari antara orang mati dan Dia adalah Tuhan!

Dialah Tuhan, Dialah Tuhan,
   Ia telah bangkit dari kematian,
Dan Dialah Tuhan.
   Setiap lutut bertelut,
Setiap lidah mengaku,
   Bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan!
(“He is Lord” oleh Marvin V. Frey, 1918-1992).

“Engkaulah Tuhan.” Nyanyikan ini kembali!

Dialah Tuhan, Dialah Tuhan,
   Ia telah bangkit dari kematian,
Dan Dialah Tuhan.
   Setiap lutut bertelut,
Setiap lidah mengaku,
   Bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan!

Allah dan Kristus dan Roh Kudus adalah kekuatan terbesar di alam semesta! Saya yakin bahwa Allah dapat menurunkan kuasa Roh Kudus-Nya hari ini – sama besarnya dengan ketika Ia melakukannya di masa lalu! Kita tidak bisa melakukannya. Kita tidak memiliki kuasa. Namun Alkitab Berkata, “Kuasa dari Allah asalnya” (Mazmur 62:11). Ketika Allah mencurahkan Roh-Nya hal-hal besar dan perkasa terjadi. John Knox, sang Reformis Skotlandia, mengatakan bahwa Skotlandia diselamatkan dari pedang Bloody Mary karena “Allah memberikan Roh Kudus kepada orang-orang sederhana dalam kelimpahan” (The Works of John Knox, volume 1, 1946 edition, hlm. 101).

Ketika Anda berdoa untuk gereja kita, berdoalah untuk pencurahan Roh Allah di tengah-tengah kita. Ketika Anda pergi penginjilan berdoalah untuk pencurahan Roh Allah atas pekerjaan kita. Ketika Anda mengemudi mobil Anda, berdoalah memohon Roh Kudus kiranya dicurahkan atas pekerjaan kami! Pengkhotbah besar Charles Simeon mengatakan, “Karya pertobatan akan berjalan lambat di antara Anda, kecuali Allah mencurahkan Roh-Nya dalam ukuran yang paling luar biasa atas Anda” (W. Carus, Memoirs of Charles Simeon, 2nd edition, 1847, hlm. 373).

Ingat, kita tidak bisa membuat Allah mencurahkan Roh-Nya. Saya telah berdoa selama empat puluh tahun agar Allah mencurahkan Roh-Nya atas gereja ini. Dia masih belum melakukannya. Sekarang, dengan melihat ke belakang, saya melihat, saya berpikir, alasan mengapa Dia belum menjawabnya. Tetapi sekarang kita memiliki sebuah gereja yang lebih baik. Sekarang para pemimpin telah bertobat. Sekarang sebagian besar orang muda kita telah diselamatkan. Kiranya sekarang Allah akan menjawab doa-doa kita - dan setidaknya mengirim Roh-Nya untuk menarik sepuluh atau dua belas orang muda baru ke gereja kita pada musim panas ini. Mari kita membuka ayat hafalan puasa kita. Itu adalah Yesaya 58:6. Itu ada pada halaman 763 Scofield Study Bible. Mari berdiri dan membacanya dengan keras.

“Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk” (Yesaya 58:6).

Anda dipersilahkan untuk duduk kembali. Silahkan menghafal ayat itu. Silahkan membukanya dan membacanya ketika Anda berpuasa dan berdoa Sabtu depan. Perhatikan betapa eratnya Yesaya 58:6 dengan Yesaya 61:1-2.

“Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung” (Yesaya 61:1-2).

Kita melihat dengan membandingkan dua bagian itu bahwa karya Kristus dapat terus di bumi sekarang, melalui jawaban Allah atas doa-doa dan puasa kita

Dr. John R. Rice (1895-1980) berkata, “Saya tahu bahwa puasa dan merendahkan diri yang sejati seperti kita menantikan Allah menyiapkan berkat yang Allah ingin curahkan atas kita!... berpuasa dan berdoalah sampai Allah menjumpai Anda di dalam berkat” (Prayer: Asking and Receiving, Sword of the Lord, 1997 edition, hlm. 230, 231).

Jonathan Edwards (1703-1758) berpuasa dan berdoa selama tiga hari saat ia mempersiapkan diri untuk mengkhotbahkan khotbah Sinners in the Hands of an Angry God [“Orang Berdosa di Tangan Allah yang Murka”]... Kebangunan Rohani Agung Pertama dimulai dengan khotbah tersebut (Elmer Towns, D.Min., The Beginner’s Guide to Fasting, Regal Publications, 2001, hlm. 123, 124).

Dr. Martyn Lloyd-Jones (1899-1981) berkata, “Saya ingin tahu apakah itu pernah terjadi kepada kita ketika kita mempertimbangkan pertanyaan tentang berpuasa? Faktanya adalah, itu tidak, bahwa semua ini tampaknya telah jatuh keluar dari... seluruh pemikiran Kristen kita” (Studies in the Sermon on the Mount, part 2, Eerdmans, hlm. 34).

Pendeta abad kedua, Polikarpus (80-167) berkata, “Mari kita kembali ke kata yang telah diteruskan kepada kita dari sejak permulaan; ‘Tetap berdoa’ dan ‘tekun dalam berpuasa’” (Epistle to the Philippians).

Spurgeon (1834-1892) berkata, “Kita telah... kehilangan berkat yang sangat besar dalam gereja Kristen dengan menyerah untuk berpuasa” (C. H. Spurgeon, “A Desperate Case – How to Meet It,” January 10, 1864).

Dr. R. A. Torrey (1856-1928) berkata, “Jika kita mau berdoa dengan kuasa, kita harus berdoa dengan berpuasa” (How to Pray, 2007 edition, hlm. 37).

John Wesley yang terhormat (1703-1791) berkata, “Apakah Anda memiliki hari untuk berpuasa dan berdoa? Badai takhta kasih karunia dan pemeliharaan di dalamnya, dan belas kasihan akan turun” (The Works of John Wesley, volume 10, 1827 edition, hlm. 340).

Penginjil Cina yang tersohor Dr. John Sung (1901-1944) berkata, “Banyak [dari orang-orang muda] yang melakukan sesi doa dan puasa. Kasih dari para mahasiswa untuk Tuhan menyentuh” (The Diary of John Sung, compiled by Levi, Genesis Books, 2012, hlm. 298).

Pelopor misionaris ke Cina, Dr. James Hudson Taylor (1832-1905) berkata, “Di Shansi saya menemukan orang Kristen China yang terbiasa menghabiskan waktu untuk berpuasa dan berdoa... sarana ilahi dari anugerah. Mungkin halangan terbesar untuk pekerjaan kita adalah karena kita mengandalkan kekuatan kita sendiri; dan dalam puasa kita belajar betapa kita adalah makhluk yang miskin, makhluk lemah - tergantung pada makanan dari daging untuk kekuatan kecil yang mana kita begitu cenderung untuk bersandar padanya” (The New Encyclopedia of Christian Quotations, Baker Books, 2000, hlm. 360).

Dr. Timothy Lin (1911-2009) berkata, “Kesadaran spiritual kita sering terbuka segera setelah kita mulai berpuasa dan berdoa... Ini berbicara dari pengalaman pribadi saya” (The Secret of Church Growth, First Chinese Baptist Church, 1992, hlm. 23).

Kita akan memiliki hari lain untuk berpuasa di gereja kita ini Sabtu mendatang. Saya ingin memberikan beberapa poin tentang cara untuk melakukannya.


1.   Rahasiakanlah puasa Anda (sebisa mungkin). Jangan pergi berkeliling memberitahu orang-orang (bahkan kerabat Anda) bahwa Anda sedang berpuasa.

2.   Luangkan waktu untuk membaca Alkitab. Baca beberapa bagian dari Kitab Kisah Para Rasul (sebaiknya mulai dari awal).

3.   Hafalkan Yesaya 58: 6 selama puasa Sabtu.

4.   Berdoalah kiranya Allah memberikan kepada kita 10 atau lebih orang baru yang akan bertahan bersama kita.

5.   Berdoalah untuk pertobatan anak-anak muda kita yang belum diselamatkan (dengan menyebut namanya). Berdoalah kiranya Allah melakukan untuk mereka apa yang Dia telah janjikan dalam Yesaya 58:6.

6.   Berdoalah agar orang-orang yang pertama kali datang ke gereja hari ini (Minggu ini) akan datang kembali Minggu depan. Berdoalah dengan menyebut nama mereka jika memungkinkan.

7.   Berdoalah kepada Allah untuk menunjukkan apa yang harus saya khotbahkan Minggu depan - di kebaktian pagi maupun kebaktian malam.

8.   Berdoalah untuk kelompok doa yang anak-anak muda kita miliki (hanya ada tiga orang dari antara mereka). Temui John Samuel Cagan jika Anda tertarik.

9.   Minumlah banyak air. Sekitar satu gelas setiap jamnya. Anda dapat minum satu cangkir besar kopi di awal jika Anda sebelumnya biasa minum kopi setiap hari. Jangan minum minuman ringan (soft drinks), minuman berat (power drinks), dll.

10. Temui dokter sebelum Anda berpuasa jika Anda memiliki pertanyaan tentang kesehatan Anda. (Anda dapat menemui Dr. Kreighton Chan atau Dr. Judith Cagan di gereja kami.) Jangan berpuasa jika Anda memiliki gangguan yang serius, seperti diabetes atau tekanan darah tinggi. Cukup gunakan hari Sabtu untuk berdoa untuk permintaan ini.

11. Mulailah puasa Anda setelah makan malam Anda pada hari Jumat. Jangan makan apapun setelah makan malam pada hari Jumat sampai kita makan bersama di gereja pada pukul 5:30 Sabtu malam.

12. Ingatlah bahwa hal yang paling penting untuk didoakan adalah untuk orang-orang muda yang masih terhilang di gereja kita agar bertobat atau diselamatkan - dan juga untuk orang-orang muda yang baru datang selama waktu ini, agar dapat tetap bertahan bersama kita secara permanen.


Sekarang, saya akan memberikan beberapa kata untuk Anda yang belum diselamatkan. Yesus telah mati di kayu salib untuk membayar hukuman tertinggi bagi dosa Anda, sehingga Anda tidak akan dihakimi lagi karena dosa Anda. Yesus telah bangkit secara fisik, dalam kebangkitan daging dan tulang tubuh-Nya. Dia melakukan itu agar Dia bisa memberikan kehidupan kekal. Yesus telah naik kembali ke sebelah kanan Allah di Sorga Ketiga. Anda bisa datang kepada-Nya dengan iman dan Dia akan menyelamatkan Anda dari dosa, dan penghakiman! Tuhan memberkati Anda. Amin. Dr Chan, silahkan memimpin kita dalam doa.

Jika khotbah ini memberkati Anda, silahkan mengirim email ke Dr. Hymers dan ceritakan kepadanya. Tolong juga jelaskan padanya dari negara mana Anda mengirimnya’ email Dr. Hymers ada di rlhymersjr@sbcglobal.net (klik di sini). Anda dapat menulis email kepada Dr. Hymers dalam bahasa apapun, namun tulislah dalam bahasa Inggris jika Anda dapat.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Lukas 4:16-21.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
     “Come, My Soul, Thy Suit Prepare” (oleh John Newton, 1725-1807).