Print Sermon

Naskah-naskah khotbah dan video ini diakses oleh sekitar 116,000 komputer di lebih dari 215 negara setiap bulannya di www.sermonsfortheworld.com. Ratusan orang lainnya menyaksikan video di YouTube. Naskah-naskah khotbah ini disajikan dalam 34 bahasa untuk ribuan orang setiap bulannya. Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Jadi para pengkhotbah boleh menggunakannya tanpa seijin kami. Silahkan klik di sini untuk mengetahui bagaimana Anda dapat memberikan donasi setiap bulan untuk membantu kami dalam pekerjaan besar pemberitaan Injil ke seluruh dunia ini.

Kapanpun Anda menulis pesan untuk Dr. Hymers, selalu sebutkan kepada beliau negara di mana Anda tinggal. Surel Dr. Hymers adalah rlhymersjr@sbcglobal.net.




KARUNIA YANG TAK TERKATAKAN

THE UNSPEAKABLE GIFT
(Indonesian)

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
diterjemahkan oleh Dr. Edi Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Pada Kebaktian Minggu Malam, 25 Januari 2015

“Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!”
(II Korintus 9:15).


Pada tahun 1994 gempa bumi mengguncang rumah kami di tengah malam. Itu membuat saya berpikir tentang semua hal yang bernilai yang ada di dalam rumah kami. Saya berpikir jika rumah itu terbakar. Bagaimana jika rumah itu terbakar? Bagaimana jika saya hanya memiliki tiga atau empat menit untuk menyelamatkan diri? Apa yang akan saya selamatkan? Kemudian saya berpikir, saya akan buru-buru ke kamar tidur kami dan membuka laci, dan mengambil potongan rambut anak-anak saya yang tersimpan di sana, yaitu potongan rambut yang disimpan ketika rambut mereka dipotongan untuk pertama kalinya, dan saya akan ambil sepatu bayi saya dari atas lemari. Jika saya punya satu menit, saya akan ambil foto dari ibu dan anak-anak saya. Beberapa detik kemudian saya menyelamatkan gaun pengantin istri saya, yang dikemas dan disegel di dalam sebuah kotak, dan saya akan mengambil beberapa potongan tembikar dari era Depresi yang menjadi hadiah pernikahan untuk ibu saya pada tahun 1934.

Apakah semua itu berharga? Hampir tidak ada harganya. Anda mungkin hanya perlu $25 untuk mendapatkan gaun pengantin tua. Sisanya tidak akan ada harganya jika dinilai dengan uang. Tetapi semua itu tak ternilai bagi saya! Seperti itulah karunia yang tak terkatakan yang terikat di dalam hati kita, dan dalam jiwa kita.

Setelah nenek saya meninggal mereka memberitahu saya bahwa rumahnya akan dikosongkan keesokan harinya. Saya mengalami kesulitan mendapatkan sesuatu di sana. Saya berlari masuk ke dalam rumah itu dan mengambil hanya satu hal - pot tua dengan pohon anggur yang tumbuh di dalamnya. Itu adalah sesuatu yang dia suka, dan itulah yang saya ambil. Ketika saya menulis khotbah ini saya melihat pohon anggur itu di meja saya. Saya telah menyimpan tanaman itu bersama dengan saya ke mana pun saya pergi selama hampir enam puluh tahun. Barang itu tidak layak dihargai dua dolar, tetapi hanya itu yang saya ambil dari rumahnya sebagai anak berusia lima belas tahun. Itu tidak layak dihargai $2, tetapi itu tak ternilai bagi saya! Seperti itulah karunia yang tak terkatakan yang terikat di dalam hati kita, dan dalam jiwa kita.

Ketika sepupu saya Johnny dan istrinya meninggal, saya pergi ke rumahnya. Rumah itu telah dijual dan segala sesuatu di dalam rumah itu akan lenyap pada hari berikutnya. Semuanya ditumpuk menumpuk di lantai ruang depan. Seseorang bertanya kepada saya, “Apakah Anda menginginkan sesuatu?” Saya berkata, “Ya, saya akan senang mengambil sepotong kayu lapis dengan beberapa ukiran bebek di atasnya itu.” Mereka memberikannya kepada saya dan saya melaju pergi dalam kesedihan. Kayu ukir itu kini tergantung di dinding kamar tidur anak saya sampai hari ini. Itu saya ambil dari rumah tempat di mana saya pernah tinggal ketika saya masih bocah usia tiga belas tahun. Kayu ukir itu tidak layak dihargai $25, tetapi itu tak ternilai bagi saya! Seperti itulah karunia yang tak terkatakan yang terikat di dalam hati kita, dan dalam jiwa kita.

Ketika rumah ibu saya dijual, mereka menelepon dan berkata, “Jika Anda ingin mengambil sesuatu, Anda harus mengambil hari ini, ini adalah hari terakhir.” Itu sudah lewat tengah hari. Saya tidak tahu mengapa mereka tidak menelepon saya satu atau dua hari sebelumnya! Saya bergegas dan menyewa sebuah truk. Saya mengambil piano tuanya, sepasang plester bebek, dan dua patung plester tua - salah satunya adalah patung orang Indian Amerika dan yang satunya patung seorang koboi Spanyol. Dari semua barang itu banyak dari antaranya yang bernilai kurang dari $200. Tetapi Anda tidak bisa membelinya dari saya dengan $10.000. Karena semua itu tak ternilai bagi saya. Ya, seperti itulah karunia yang tak terkatakan yang terikat di dalam hati kita, dan dalam jiwa kita.

Gaun pengantin tua, dua ikat rambut, pohon anggur yang tumbuh dalam pot, beberapa patung tua, piano rusak, dua patung ukir yang sudah lusuh – semua itu mungkin dianggap sampah di seluruh dunia - tetapi bagiku semua itu patut dihargai lebih dari keberuntungan! Saya tidak bisa mendeskripsikan kepada Anda, atau menjelaskan kepada Anda, betapa bernilainya semua itu. Anda tahu, seperti itulah karunia yang tak terkatakan yang terikat di dalam hati kita, dan dalam jiwa kita.

Saya pernah memiliki seorang teman di SMA yang bernama Mike. Setelah saya meninggalkan sekolah itu ia menjadi sedih dan bunuh diri. Saya pergi untuk mengunjungi ibunya. Saya bilang padanya bahwa dia adalah teman saya. Dia mencoba untuk memberikan mesin tiknya yang mahal, ia mencoba untuk memberikan pakaiannya. Dia sangat terguncang dan menderita oleh karena kehilang anak satu-satunya secara tragis. Jika dia sudah kaya, saya yakin dia akan berkata, “Saya memiliki sebuah rumah mewah di Beverly Hills. Saya memiliki uang 10 juta dolar di bank. Saya memiliki sebuah kalung berlian yang tak ternilai harganya. Tetapi saya akan memberikan semuanya jika saya bisa mendapatkan kembali putra saya.” Anda lihat, Seperti itulah karunia yang tak terkatakan yang terikat di dalam hati kita, dan dalam jiwa kita.

Ketika saya membaca teks kita, yang ditulis oleh Rasul Paulus, saya pikir saya tahu apa maksudnya,

“Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!” (II Korintus 9:15).

Kata Yunani yang diterjemahkan “tak terkatakan” di sini adalah anĕkdiēgētōs. Ini berarti “yang tidak dapat dijelaskan sepenuhnya, yang tak terlukiskan” (James Strong). Ini berarti yang “tak terkatakan” (George Ricker Berry). Hal ini mengacu pada hadiah yang tidak dapat sepenuhnya Anda jelaskan, atau lukiskan, atau ungkapkan dengan kata-kata. Ini berbicara tentang Tuhan Yesus Kristus - karunia kasih Allah untuk orang berdosa, dunia yang terhilang! Ini adalah Yesus, Anak Allah! Pikirkan itu dalam kebenaran-kebenaran berikut ini.

I. Pertama, karunia Allah dengan mengutus Kristus menjadikan dunia ini tempat yang istimewa.

Ketika Allah mengutus Yesus kepada kita, itu membuat dunia kita yang kecil ini menjadi tempat yang sangat unik. Tidak ada tempat dari alam semesta yang luas ini yang lebih istimewa dari bumi ini. Bumi ini menjadi benar-benar unik. Di antara bintang-bintang dan planet-planet yang tak terhitung jumlahnya, tidak ada yang seistimewa bumi kita ini. Tetapi mengapa bumi berbeda dengan planet lain dalam tata surya?

Jika Anda berkata, “Bumi ini menjadi istimewa karena kehidupan ada di sini,” orang-orang tidak percaya akan berkata, “tidak.” Dia akan berkata bahwa ada kehidupan di dunia lain dan planet-planet lain juga dihuni oleh kehidupan. Anda tidak harus berdebat dengan itu. Anda bisa mengatakan itu tidak benar, tetapi Anda tidak bisa membuktikannya. Mungkin ada kehidupan di planet lain. Itu bukan apa yang membuat planet kita ini menjadi berbeda. Dalam analisis akhir, apa yang membuat planet kita ini unik dan istimewa adalah karena fakta bahwa Yesus pernah datang ke sini. Dari dunia yang tak terlihat di mana Allah tinggal, dari dimensi lain, dari Surga Ketiga, Yesus turun dan tinggal di antara kita. Alkitab berkata,

“Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat” (Galatia 4:4).

Ketika saatnya tiba, “Allah mengutus Anak-Nya.” Dia mengutus Yesus. Kata Yunani ĕxapŏstellō (mengirim pergi, mengutus, mengirim). Dari mana Yesus dikirim pergi Dari mana Dia diutus? Dari mana Dia dikirim? Ia dikirim pergi, diutus, dikirim dari Sorga! Ia dikirim ke dalam rahim seorang wanita, Perawan Maria. Ia dikirim dari Sorga Ketiga ke dunia kita ini. Itulah yang membuat dunia kita menjadi berbeda! Itulah yang membuat dunia kita menjadi istimewa! Yesus datang ke sini, ke planet kecil ini, ke bumi kecil kita ini. Putra dari Penguasa Agung alam semesta, bintang-bintang dan alam semesta, Putra itu dikirim ke planet ini dan bukan ke planet lainnya! “Allah mengutus Anak-Nya” ke pulau kecil ini, planet bumi ini - dan bukan ke planet lainnya! Allah mengutus Anak-Nya ke dunia ini, dan itulah yang membuat planet kita ini menjadi berbeda dari yang lainnya di seluruh alam semesta Allah yang tak terduga dan tak berujung ini! Kristus datang ke sini! Dan itulah yang membuat kita berbeda! “Allah mengutus Anak-Nya,” dan Dia “telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, (dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, kemuliaan sebagai Anak Tunggal Bapa,) penuh kasih karunia dan kebenaran” (Yohanes 1:14 ). William Booth adalah pendiri Bala Keselamatan. Cucunya menulis himne yang indah ini,

Turun dari kemuliaan-Nya,
   Meninggalkan kisah,
Tuhan dan Juruselamatku datang,
   Dan Yesus adalah nama-Nya.
Lahir di palungan,
   Untuk umat-Nya yang terhilang,
Seorang yang penuh kesengsaraan, air mata dan penderitaan.
   (“Down From His Glory” oleh William E. Booth-Clibborn, 1893-1969;
      cucu William Booth, Pendiri Bala Keselamatan).

Jauh di Orange County, California, di kota Yorba Linda, ada sebuah rumah putih kecil. Hanya memiliki dua kamar kecil dan dapur kecil di lantai pertama, dan ruang yang sangat kecil di loteng. Namun ribuan orang telah keluar masuk ruang depan dan dapur rumah kecil itu beberapa tahun terakhir. Saya sendiri telah memasuki rumah kecil itu setidaknya 40 kali, membawa para pengunjung untuk melihat dalamnya. Mengapa begitu banyak orang datang ke sana? Apa yang membuat rumah mungil memiliki daya tarik? Itu karena pernah ada seseorang yang lahir di sana. Dia adalah Presiden ke-37 Amerika Serikat, lahir di kamar tidur yang kecil di lantai pertama. Itulah yang membuat rumah itu menjadi istimewa! Itu karena seseorang yang lahir di sana. Ketika dia meninggal, lima presiden yang masih hidup duduk bersama dengan lebih dari empat ribu orang, sementara Billy Graham menyampaikan khotbah pemakamannya, di depan rumah kecil itu, karena dia lahir di sana. Seorang presiden pernah lahir di sana. Dan bumi ini ditetapkan sebagai tempat yang unik, tempat khusus di alam semesta, karena Yesus Kristus turun dan lahir di sini! di tempat ini! di planet ini!

“Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!” (II Korintus 9:15).

II. Kedua, karunia Allah dengan mengutus Kristus membuat kehidupan manusia menjadi suci.

Setalah Air Bah, Allah berfirman kepada Nuh sang patriakh itu,

“Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambar-Nya sendiri” (Genesis 9:6).

Manusia diciptakan menurut gambar Allah. Manusia membawa rupa Allah. Oleh karena itu Allah sendiri menetapkan hukuman mati bagi mereka yang mengambil kehidupan manusia lain dengan pembunuhan. Kehidupan manusia disucikan selamanya oleh karunia dari Kristus, Anak Allah. Dan itulah sebabnya kita menyisihkan satu hari Minggu pada bulan Januari setiap tahunnya sebagai “Minggu Hak untuk Hidup.” Kami memperingati itu hari Minggu yang lalu, yang merupakan ulang tahun ke empat puluh dua dari Roe v. Wade, ketika beberapa orang tua berjubah hitam mengatakan adalah sah bagi seorang wanita untuk membunuh bayinya. Sejak itu 57 juta bayi telah dibunuh oleh aborsi. Kiranya Allah menolong kita!

Saya mengatakan semua itu dalam khotbah saya hari Minggu pagi yang lalu. Ketika saya melakukannya, seorang wanita dan putrinya langsung berdiri dan berjalan keluar meninggalkan gereja kami. Saya kira itulah sebabnya mengapa kebanyakan pengkhotbah tidak pernah berbicara tentang aborsi. Tetapi itu memalukan, karena setiap wanita yang telah melakukan aborsi perlu disucikan oleh Darah Yesus. Saya berharap kiranya wanita muda yang telah banyak mendengar tentang kasih Yesus memiliki kasih kepada bayinya! Tanpa disucikan oleh Darah Yesus, hati nurani seorang wanita akan menyiksanya selama sisa hidupnya. Dan dia akan dihantui oleh rasa bersalah selama-lamanya. “Saya telah membunuh bayi saya! Saya telah membunuh bayi saya! Oh Tuhan, saya telah membunuh bayi saya!” Pikiran itu akan menghantui wanita seperti itu untuk selama-lamanya. Profesor sekuler aliran kiri Anda di perguruan tinggi tidak akan memberitahu Anda demikian! Seorang psikiater sekuler yang pikirannya telah mati tidak akan memberitahu Anda seperti itu. Tetapi hati Anda sendiri dan hati nurani Anda sendiri yang akan memberitahu Anda selamanya jika Anda melakukan aborsi! “Ya Tuhan! Aku telah membunuh bayiku!” Orang-orang sekuler yang menolak Allah berbicara tentang “hak seorang wanita untuk memilih.” Tetapi mereka tidak pernah memberitahukan kepada seorang gadis tentang mimpi buruk tak berujung yang akan dia alami selama sisa hidupnya! Mengapa? Karena hidup manusia adalah suci, itulah sebabnya mengapa! Manusia diciptakan menurut gambar Allah, itulah sebabnya mengapa!

Suatu hari saya baru tahu bahwa bait kedua dari lagu yang sangat saya sukai ini, “Kasih Allah,” ditulis oleh seorang yang sungguh kasihan dan dianggap gila di sebuah rumah sakit jiwa. Setelah orang itu mati, mereka menemukan kata-kata yang ditulis di dinding selnya,

Yang bercacat dikasihani, diampuni disembuhkan    Kasih allah tak terbatas, kau pun dapat menikmati
Walau dunia ini berakhir, dan kuasanya lenyap    Kasih Allah tetaplah teguh, kekal s'lama-lamanya.
KasihNya Hu tak terduga, betapa kayanya    Tetap dinyanyikan malak, dan saleh-salehNya.
(“The Love of God” oleh Frederick M. Lehman, 1868-1953;
      bait kedua anonim [diambil dari Puji-Pujian Kristen No. 21]).

Karunia Allah dalam Kristus Yesus menyucikan dan menguduskan kehidupan manusia selamanya, bahkan kehidupan orang yang malang yang meninggal dalam sel di sebuah rumah sakit jiwa itu. Sebagai manusia ia berharga di mata Allah. Allah mengasihi dia dan mengutus Yesus untuk mati bagi dia dan menyelamatkan jiwanya! “Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!” (II Korintus 9:15).

III. Ketiga, karunia Allah dengan mengutus Kristus memungkinkan pengampunan dosa-dosa kita dan keselamatan jiwa kita.

Dengarkan lagi dengan perikop Kitab Suci yang Mr. Prudhomme bacakan sebelum khotbah ini,

“Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar--tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati--. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah” (Roma 5:6-9).

Ketika Yesus mati di kayu Salib, Dia membayar lunas hukuman atas dosa-dosa kita. “Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka” (Roma 5:6). Kita semua tanpa kekuatan yang cukup untuk menyenangkan Allah dan menyelamatkan diri kita sendiri. Kita semua orang-orang durhaka. Tetapi “Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka.” Itu adalah karunia yang tak terkatakan dari Allah! Kita semua berdosa. Tetapi “karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8). Itu adalah karunia Allah yang tak terkatakan!

“Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah” (Roma 5:9). Kematian-Nya menggantikan tempat kita - itu adalah karunia Allah yang tak terkatakan! Pembenaran, dan penyucian terhadap semua dosa kita dengan darah-Nya – itu adalah karunia Allah yang tak terkatakan!

Dan semua yang Allah minta untuk kita lakukan hanyalah berbalik dari dosa-dosa kita dan percaya kepada Putra-Nya, Tuhan Yesus. Saat Anda percaya kepada Yesus Anda diselamatkan! Itu adalah karunia Allah yang tak terkatakan kepada setiap orang yang percaya kepada Yesus!

Diselamatkan! Diselamatkan! Semua dosaku diampuni, semua kesalahanku diampuni!
Diselamatkan! Diselamatkan! Aku diselamatkan oleh darah Dia yang t’lah disalibkan!
   (“Saved by the Blood” oleh S. J. Henderson, abad ke-19).

Cucuran darah Almasih, Memb’ri berkat penuh,
   Membasuh hati yang keji; Jiwa jadi sembuh.
Pada Yesus, pada Yesus, Taruh harapmu’
   Pada Yesus, Sumber s’lamat, S’rahkan hidupmu.
   (“Only Trust Him” oleh John H. Stockton, 1813-1877/
      Terjemahan Nyanyian Pujian No. 135).

Apa artinya “percaya” Yesus? Ini berarti menyerahkan diri ke dalam tangan-Nya, seperti Anda akan percaya dokter yang baik. Ketika saya berusia tujuh tahun, Dr. Pratt memberitahu ibu saya bahwa amandel saya harus disingkirkan. Saya takut ketika Ibu mengatakan bahwa saya akan “dibius.” Saya takut itu. Saya takut menjadi “tak sadarkan diri.” Itu karena saya baru berusia tujuh tahun. Pada saat kami sampai di rumah sakit, jantung saya berdetak cepat dan saya gemetar. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada saya ketika mereka “membius saya.” Sungguh menakutkan melihat perawat, semua berpakaian putih, datang dan membuat saya siap. Saya sangat takut hingga saya hampir melompat dan melarikan diri! Tetapi kemudian Dr. Pratt datang. Saya mengenalnya sepanjang masa muda saya. Dia telah menyelamatkan saya ketika saya lahir, dan telah menjadi dokter saya sejak saat itu. Dia adalah seorang pria tua yang baik. Saya mengasihinya. Dan saya percaya padanya. Dia mengatakan, “Jangan khawatir, Robert. Itu semua akan berakhir dalam beberapa menit saja.” Jantung saya berhenti berdebar karena saya percaya Dr. Pratt. Dalam beberapa saat kemudian saya “tidak sadarkan diri.” Ketika saya sadar, saya terbangun dan melihat wajahnya yang sedang tersenyum. Dr. Pratt berkata, “Semua berakhir, Robert. Kamu bisa pulang sebentar lagi.” Saya percaya kepada dokter tua dan baik itu. Itulah yang saya ingin Anda lakukan dengan Yesus.

Pada Yesus, pada Yesus, Taruh harapmu’
Pada Yesus, Sumber s’lamat, S’rahkan hidupmu.

Dr. Chan, silahkan memimpin kita di dalam doa. Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah Dr Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik di “Khotbah Indonesia.”

Anda dapat mengirim email kepada Dr. Hymers dalam bahasa Inggris ke
rlhymersjr@sbcglobal.net (Click Here) – atau Anda juga boleh mengirim surat kepadanya
ke P.O. Box 15308, Los Angeles, CA 90015. Atau telepon beliau di (818)352-0452.

Naskah-naskah khotbah tidak dilindungi hak cipta. Anda dapat menggunakannya tanpa
meminta izin kepada Dr. Hymers. Namun, semua video khotbah Dr. Hymers dilindungi
hak cipta dan hanya dapat digunakan dengan izin.

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Mr. Abel Prudhomme: Roma 5:6-9.
Persembahan Pujian Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“The Love of God” (oleh Frederick M. Lehman, 1868-1953).


GARIS BESAR KHOTBAH

KARUNIA YANG TAK TERKATAKAN

THE UNSPEAKABLE GIFT

oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!”
(II Korintus 9:15).

I.   Pertama, karunia Allah dengan mengutus Kristus menjadikan dunia ini tempat yang istimewa, Galatia 4:4; Yohanes 1:14.

II.  Kedua, karunia Allah dengan mengutus Kristus membuat kehidupan manusia menjadi suci, Kejadian 9:6.

III. Ketiga, karunia Allah dengan mengutus Kristus memungkinkan pengampunan dosa-dosa kita dan keselamatan jiwa kita, Roma 5:6-9.