GEREJA MENJADI PUSAT PENGINJILAN!

(CHURCH CENTERED EVANGELISM!)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan Dr. Eddy Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Kebaktian Minggu Pagi, 5 Januari 2009
di Baptist Tabernacle of Los Angeles

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Amin.” (Matius 28:19-20).


Banyak orang berpikir bahwa penginjilan harus dilakukan oleh beberapa orang di gereja, mungkin oleh pendeta atau para deaken, atau oleh beberapa orang khusus lainnya. Namun itu bukanlah apa yang Perjanjian Baru ajarkan. Amanat Agung dari Matius 28:19-20 ditujukan kepada setiap orang di gereja lokal Perjanjian Baru. Dr. W. A. Criswell dengan tepat berkata,

Amanat agung Yesus adalah perintah bagi jemaat secara keseluruhan di setiap zaman. Kata imperatif dalam amanat agung ini adalah “ajarlah segala bangsa,” atau secara harfiah “menjadikan murid” (W. A. Criswell, Ph.D., The Criswell Study Bible, Thomas Nelson, 1979, catatan untuk Matius 28:19-20).

“Amanat agung Yesus adalah perintah bagi jemaat secara keseluruhan.” Setiap orang dalam gereja diperintah oleh Kristus untuk melakukan pekerjaan pemberitaan Injil. Setiap orang dipanggil dan diberi amanat untuk menjadikan sekalian bangsa murid, menginjili mereka semua yang mereka jumpai. Itulah alasan kita percaya bahwa penginjilan adalah untuk setiap orang, kami percaya bahwa setiap orang, bahkan walaupun ia mungkin belum menjadi anggota jemaat, harus terlibat di dalam pekerjaan-pekerjaan penting bagi Kristus. Penginjilan harus menjadi pusat program gereja kita. Itulah sebabnya mengapa kita menempatkan penginjilan di atas segala yang kita lakukan bagi Kristus. Penginjilan adalah satu-satunya hal yang paling penting yang harus kita lakukan sebagai jemaat. Kita memiliki kebaktian doa, diikuti dengan penginjilan setiap Sabtu malam. Kita melakukan penginjilan setiap Minggu siang, setelah kebaktian pagi. Kita melakukan penginjilan setiap Rabu dan Jum’at malam. Seperti yang dikatakan oleh Dr. Criswell, “Amanat agung Kristus adalah perintah bagi gereja secara keseluruhan.”

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Matius 28:19).

Banyak orang lain berpikir tentang penginjilan dengan pergi membagi-bagikan “traktat” atau mendorong orang untuk mau memanjatkan “doa orang berdosa” (“doa menerima Kristus”). Namun kita harus ingat bahwa tujuannya bukanlah hanya untuk “mengambil sebuah keputusan,” namun menjadikan murid. Seperti yang dengan tepat dikatakan oleh Dr. Criswell, “’mengajar segala bangsa’ secara literal berarti ‘menjadikan murid.’” Ini menunjukkan bahwa Amanat Agung berpusat pada gereja lokal. Membagi-bagikan traktat dan mendorong orang untuk menaikan “doa orang berdosa” tidak membuat seorangpun serius ada dalam gereja lokal. Itulah sebabnya mengapa banyak gereja menyerah dengan metode ini, karena menurut mereka ini tidak efektif. Namun ada cara yang lebih baik! Kami menyebutnya dengan “penginjilan gereja lokal.” Pergilah keluar dan dapatkan nama-nama orang dan nomer telpon mereka, kemudian para pemimpin gereja kami menelepon mereka dan mengundang mereka untuk datang. Kemudian Anda pergi membawa mobil Anda untuk menjemput mereka. Ketika mereka sampai di gereja, kami mengkhotbahkan Injil dengan kuat kepada mereka. Itulah cara mereka memenangkan dan memuridkan para petobat baru. Inilah rencana kerjanya. Cara lain tidak dapat berhasil. Anda dapat email saya jika Anda ingin informasi lain tentang “penginjilan yang berpusat pada gereja lokal.” E-mail saya ada di front page website ini.

Dalam beberapa generasi terakhir ini, decisionisme telah memimpin kepada ide “pengambilan keputusan” dari pada memenangkan orang-orang ke dalam geraja lokal. Namun apalah artinya bila mendorong orang “mengambil” keputusan namun kita tidak dapat “memenangkan” orangnya? Agar gereja betumbuh mereka harus secara harfiah mentaati Amanat Agung dengan membawa orang-orang datang ke gereja. Itulah di mana mereka akan dipertobatkan dan dimuridkan. Dari pada melakukan “follow up” (pelayanan lebih lanjut) dengan orang-orang yang belum pernah benar-benar bertobat, sebaiknya kita pergi dan membawa mereka masuk ke dalam gereja lokal. Di gereja lokal mereka akan mendengar Injil diberitakan. Di gereja lokal mereka akan menjadi murid-murid Tuhan Yesus Kristus. Mari membuka Lukas 14:23, di mana ini akan membuat kebenaran ini dengan sangat jelas. Mari kita berdiri dan membaca ayat ini dengan lantang.

“Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh” (Lukas 14:23).

Anda dipersilahkan duduk kembali.

Metode ini adalah aplikasi praktis dari Amanat Agung dalam Matius 28:19-20. Ke mana saya harus pergi “menjadikan sekalian bangsa murid”? Jawabannya – “ke semua jalan dan lintasan” – ke setiap jalan dan gang – ke seluruh “dunia” (Markus 16:15). Apa yang harus saya lakukan ketika saya memberitakan Injil kepada orang-orang terhilang ini? Jawabannya – “paksalah orang-orang masuk karena rumahku harus penuh.” Sederhana! Penginjilan yang berpusat pada gereja lokal: membawa mereka ke dalam gereja untuk mendengar Injil, membawa mereka untuk dipertobatkan, dan kemudian menjadikan mereka murid-murid Kristus.

Sekarang, perhatikanlah kata pada permulaan ayat 23 dan kata menjelang bagian akhir:

“Pergilah.”
“Masuk.”

Sederhana! “Pergilah” dan bawa mereka “masuk.” Itulah caranya bagaimana Anda “menjadikan sekalian bangsa murid.” Itulah caranya bagaimana Anda membawa mereka untuk dipertobatkan dan dimuridkan – di dalam dan melalui gereja lokal.

“Pergilah.”
“Pasksalah mereka masuk.”

I. Pertama, gereja menjadi pusat penginjilan mulai dengan “pergilah.”

Kita tidak dapat menunggu dunia untuk datang dengan sendirinya. Ya, saya percaya bahwa Allah berdaulat. Namun Allah yang berdaulat menggunakan alat untuk memenuhi tujuan-Nya. Jika kita sebagai jemaat tidak mentaati perintah Kristus dalam Matius 28:19-20 dan Lukas 14:23, kita tidak seharusnya mengharapkan Allah memberkati kita. Ketaatan pada Amanat Agung adalah kunci sukses dalam banyak gereja. Kita mungkin berdoa – dan itu baik. Kita mungkin mempelajari Alkitab dan mengajar Alkitab – dan itu baik. Kita mungkin memuji Tuhan dengan sepenuh hati kita dalam setiap kebaktian – dan itu baik. Namun kita gagal mentaati perintah Kristus dalam Amanat Agung, jika kita tidak mau “pergi” dan “memaksa mereka masuk”! Jika kita tidak mau “pergi, dan memaksa mereka masuk,” kita telah gagal mentaati perintah Kristus yang diberikan kepada kita. Kita harus pergi dan membawa orang-orang terhilang itu ke dalam gereja atau kita harus gagal mentaati Tuhan kita, kita telah tidak serius memperhatikan perintah-Nya, kita telah tidak mentaati panggilan-Nya, kita belum melaksanakan tugas yang Ia berikan kepada kita. Dan oleh sebab itu, saya berkata dengan seluruh kekuatan yang ada pada diri saya,

“Pergilah… dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh” (Lukas 14:23).

Beberapa orang mungkin sudah lanjut usia dan lemah. Yang lain masih begitu kecil dan muda. Namun anggota yang lanjut usia dapat datang ke gereja dan menjaga anak-anak kecil – dan bekerja keras bersama dengan kami dan dengan demikian memberikan kesempatan bagi orang tua mereka untuk pergi keluar memberitakan Injil. Orang-orang yang sudah lanjut usia yang tidak lagi mampu untuk pergi pada setiap kesempatan penginjilan ini, dapat membantu tangan para orang tua, seperti Harun dan Hur yang menahan kedua tangan Musa. Anda dapat memainkan peran penting dengan membebaskan para orang tua dengan menjaga anak-anak mereka sehingga mereka dapat pergi untuk “memaksa mereka masuk, karena rumah [Tuhan] harus penuh.” Lakukanlah itu! Apapun harga yang harus kita bayar, apapun pengorbanan yang harus kita berikan, demi penginjilan untuk membawa orang-orang masuk ke dalam jemaat Kristus. Anda harus melakukan itu dengan seluruh kemampuan Anda. Semua orang di gereja harus melakukan apa yang mereka dapat lakukan, dengan cara mereka masing-masing, untuk mendukung gereja lokal ini mentaati perintah Kristus Yesus, dan “Pergi… dan memaksa mereka masuk.” Lakukanlah itu! Bekerja bersama sebagai jemaat untuk menolong setiap laki-laki atau pun perempuan, pemuda atau pemudi, untuk mentaati Kristus Yesus, dan “memaksa mereka masuk, karena rumah[Nya] harus penuh.”

Pergilah dengan kekuatan masa mudamu. Melangkah demi Kristus. Pergunakanlah kekuatan dan kesehatan masa mudamu, dan hidupmu yang masih kuat, untuk maju dengan semangat yang tinggi dalam pemberitaan Injil, dengan komitmen yang kuat, berapapun harga yang harus dibayar, untuk memenuhi Amanat Agung, dan “pergi – dan paksalah mereka masuk.” Itu adalah poin pertama yang kita perlu tekankan dalam gereja ini yang akan membuat setiap orang memenuhi tugas suci dan panggilan suci untuk memberitakan Injil ini. Itu mulai dengan pergi. Jika Anda tidak pergi, mereka tidak akan datang – dan rumah Allah tidak akan penuh. “Pergilah… dan paksalah mereka masuk”! ini mulai dengan Anda, berkata dalam hati Anda, “Saya akan pergi. Saya akan melakukannya tidak peduli harga yang harus saya bayar dan tidak peduli seberapapun beratnya beban yang harus saya tanggung. Bagaimanapun – saya harus pergi. Kristus memerintahkan saya untuk melakukan itu, dan saya akan mentaati Dia. Saya akan “pergi”!

Sekaranglah waktunya membawa hasil tuaian jiwa-jiwa. Namun – jika kita telah berhasil – kita akan melihat banyak wajah baru yang cerdas, para mahasiswa dari sekolah-sekolah yang kita injili, dan dari pusat-pusat perbelanjaan dan jalan-jalan ke mana kita membawa berita Injil, mengalir ke dalam gereja kita dengan wajah penuh kebahagiaan. Allah mau agar Anda mau membantu kami membuat suasana penuh sukacita ini menjadi sungguh nyata! Katakanlah di dalam hati Anda, “Pada setiap kesempatan, saya akan mentaati perintah Kristus. Saya akan ‘pergi’ dengan kerelaan dan hati yang dipenuhi Roh – Saya akan melakukannya demi Kristus Yesus, yang telah mati menebus jiwa saya dari dosa dan Neraka! Saya harus ‘pergi’!”

Itu mulai dengan pergi. Itu adalah cara kita memenuhi perintah Kristus. Dapatkan semua nama dan nomer telpon yang dapat Anda usahakan, dan bawalah itu kepada para pemimpin gereja, dan kami akan menelepon, membuat rencana penjemputan, dan membawa mereka ke setiap kebaktian Minggu.

II. Kedua, gereja menjadi pusat penginjilan secara terus menerus dengan membawa mereka “masuk.”

Tidak cukup memberikan traktat kepada mereka. Kita tahu melalui berbagai pengalaman bahwa sedikit orang yang akan datang ke gereja dengan cara itu. Kita juga tahu bahwa dengan mengajak mereka menaikkan “doa orang berdosa” (“berdoa menerima Yesus”) di rumah mereka atau di jalan – adalah cara yang tidak efektif dan tidak produktif untuk membawa mereka masuk gereja. Metode-metode seperti itu mungkin memberikan penghiburan kepada “orang yang mengambil keputusan,” namun kita telah memperoleh pengalaman bahwa metode ini hanya sedikit membawa orang masuk ke gereja lokal. Kita harus melakukan yang lebih, lebih banyak dari itu! Yesus berkata,

“Pergilah… dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh” (Lukas 14:23).

Mereka harus “dipaksa” masuk ke dalam rumah Tuhan. Mereka harus dipaksa masuk! Bujuklah mereka, tariklah mereka, kita harus bekerja membawa mereka masuk! Itulah apa yang diartikan kata Yunani untuk “paksa” di sini! Seperti Mr. Griffith tadi menyanyikan lagu ini,

Antarkan, masukan,
   Dari dunia yang penuh dosa;
Antarkan, masukkan,
   Bagi Yesus Tuhan kita.
(“Bring Them In” by Alexcenah Thomas, 19th century/
   Terjemahan Nyanyian Pujian No. 292).

Namun mereka tidak “di dalam” ketika mereka datang ke beberapa kebaktian. Mereka tidak “di dalam” sampai mereka ada “di dalam Kristus Yesus (I Korintus 1:30). Jadi kita tidak seharusnya berpikir bahwa tugas penginjilan kita telah selesai ketika seseorang datang beberapa minggu atau bulan ke gereja ini. Mereka belum “di dalam” sampai mereka dipersatukan dengan Kristus dalam pertobatan sejati. Kita harus terus “memaksa mereka masuk” sampai mereka mendengar khotbah yang cukup untuk menyadari bahwa mereka terhilang, sampai mereka mengalami konviksi (insaf) akan dosa, dan dipersatukan dengan Kristus seketika pada saat percaya. Bahkan setelah mereka bertobat kita harus bekerja bersama dengan mereka dan membantu mereka menjadi murid Kristus Yesus yang tangguh.

“Dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu” (Matius 28:20).

Ini bukan hanya pekerjaan pendeta. Alkitab berkata,

“Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati…” (Ibrani 10:24-25).

Dan kita tidak seharusnya melupakan tentang orang-orang yang lebih baru ketika mereka datang ke gereja untuk sementara. Kita harus terus “medorong [mereka] dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.” Dan kita harus melakukan ini bersama dengan orang Kristen dengan penuh kasih dan kesabaran.

Saya berpikir kita kadang-kadang membaca Amanat Agung terlalu cepat, tanpa benar-benar memikirkan setiap kata di dalamnya. Mari kita bangkit berdiri dan membacanya kembali, dengan lantang, dari Matius 28:19-20.

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Amin.”

Anda dipersilahkan duduk kembali. Pastikan membaca dengan hati-hati perintah Kristus dalam Amanat Agung ini termasuk apa yang telah saya katakan. Tentunya penginjilan yang riil tidak hanya terbatas pada sekedar pergi. Tentunya ini juga termasuk memaksa mereka “untuk masuk” (Lukas 14:23). Tentunya ini berarti mengasihi mereka dan melatih mereka untuk melakukan tugas penginjilan mereka juga – pada setiap kesempatan. Penginjilan yang tidak menambahkan jiwa bagi gereja lokal sulit untuk dikatakan bahwa ini mengikuti model Perjanjian Baru! Pengijilan Alkitabiah menambahkan jiwa bagi gereja lokal ada dalam Kisah Rasul. Kita melihat ini berhubungan dengan jemaat di Yerusalem.

“Pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa” (Kisah Rasul 2:41).

“Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan” (Kisah Rasul 2:47).

“Memenangkan jiwa” yang tidak menambahkan jiwa kepada gereja, sebagai mana mereka ditambahkan bagi jemaat lokal di Yerusalem, bukanlah penginjilan Perjanjian Baru!

III. Ketiga, gereja menjadi pusat menginjilan memenuhi rumah Allah.

Yesus berkata,

“Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh”
    
 (Lukas 14:23).

Saya percaya ini dimaksudkan untuk gereja lokal,

“Keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup”
      (I Timotius 3:15).

“Karena rumahku harus penuh.” Bagi saya, ini tidak memiliki arti jika ini tidak mengacu kepada gereja lokal, “Keluarga Allah, yakni jemaat Allah yang hidup” (I Timotius 3:15).

Ya, saya tahu, jika kita mentaati perintah Kristus akan ada banyak jiwa baru yang belum bertobat di dalam setiap kebaktian. Saya tahu bahwa ini akan menyebabkan berbagai masalah dan kesulitan. Namun bukankah persis seperti itu penginjilan dimana-mana? Yesus berkata,

“Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu” (Yohanes 20:21).

Banyak orang-orang egois di Amerika tidak menginginkan anak-anak mereka karena anak-anak itu akan banyak merepotkan mereka. Jadi mereka lebih baik nonton TV sampai mati sendiri. Memiliki anak dan membesarkan mereka akan mengganggu ketenangan mereka, kehidupan mereka yang egois. Dan bukankah persis itulah sebabnya beberapa anggota gereja tidak sungguh-sungguh ingin membawa jiwa baru ke gereja mereka dari dunia ini? “Mari kita hanya memperhatikan dan mendidik anak-anak dari anggota gereja kita sendiri, dan jangan membawa seorangpun dari luar yang akan mengganggu kita,” itulah nampaknya yang mereka katakan. Namun sikap yang demikian datang dari kegagalan mentaati Amanat Agung Tuhan! Ia berkata kepada kita,

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku”
      (Matius 28:19).

Bagaimana kita dapat berkata bahwa kita telah mentaati Kristus jika kita gagal melakukan apa yang Ia perintahkan?

“Ladang misi” kita adalah seluruh dunia di sekitar kita – di jalan-jalan, di kampus, di pusat-pusat perbelanjaan, dan di swalayan-swalayan. “Semua bangsa” ada di sini – di tujuh kampus yang mengelilingi pusat kota Los Angeles di mana gereja kita berada. Komandan kita adalah Yesus Kristus. Perintahnya jelas,

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus” (Matius 28:19).

“Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh”
      (Lukas 14:23).

Pergilah menginjil! Jangan biarkan apapun menghentikan Anda! Hempaskanlah diri Anda sendiri ke dalam pekerjaan Kristus! “Paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumah [Kristus] harus penuh”!

Beberapa dari Anda yang ada di sini pagi ini masih belum bertobat. Saya tidak dapat mengakhiri khotbah tanpa menantang Anda untuk datang kepada Yesus. Ia telah mati di kayu Salib untuk membayar dosa-dosa kita. Ia telah bangkit sacara fisikal dari antara orang mati untuk memberikan hidup kekal kepada Anda. Ia hidup di Sorga sedang berdoa demi keselamatan jiwa Anda. Datanglah kepada Dia. Hempaskanlah diri Anda sendiri ke atas Dia dengan iman. Darah-Nya akan menyucikan setiap dosa Anda, dan Anda akan mulai hidup baru di dalam Dia, dan di gereja lokal ini. Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on “Manuskrip-Manuskrip Khotbah.”

Pembacaan Alkitab Sebelum Khotbah oleh Dr. Kreighton L. Chan: Yohanes 20:19-21.
Pujian Solo Sebelum Khotbah oleh Mr. Benjamin Kincaid Griffith:
“Bring Them In” (by Alexcenah Thomas, 19th century).


GARIS BESAR KHOTBAH

GEREJA MENJADI PUSAT PENGINJILAN!

(CHURCH CENTERED EVANGELISM!)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman. Amin.” (Matius 28:19-20).

(Lukas 14:23; Markus 16:15)

I.   Pertama, gereja menjadi pusat penginjilan mulai dengan
“pergilah,” Lukas 14:23.

II.  Kedua, gereja menjadi pusat penginjilan secara terus menerus
dengan membawa mereka “masuk,” I Korintus 1:30; Ibrani
10:24-25; Kisah Rasul 2:41, 47.

III. Ketiga, gereja menjadi pusat menginjilan memenuhi rumah
Allah, I Timotius 3:15; Yohanes 20:21.