KAIN DAN HABEL – DALAM SUATU KISAH!

(KHOTBAH #37 DARI KITAB KEJADIAN)

(CAIN AND ABEL – THE INSIDE STORY!)
(SERMON #37 ON THE BOOK OF GENESIS)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.
Diterjemahkan Dr. Eddy Purwanto

Khotbah ini dikhotbahkan di Baptist Tabernacle of Los Angeles
Sabtu Malam, 11 Maret 2008

“Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram. Firman TUHAN kepada Kain: ‘Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.’ Kata Kain kepada Habel, adiknya: ‘Marilah kita pergi ke padang.’ Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia. Firman TUHAN kepada Kain: ‘Di mana Habel, adikmu itu?’ Jawabnya: ‘Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?’ Firman-Nya: ‘Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah. Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu. Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi.’ Kata Kain kepada TUHAN: ‘Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung. Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku.’ Firman TUHAN kepadanya: ‘Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat.’ Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapapun yang bertemu dengan dia. Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden” (Kejadian 4:3-16).


Banyak tafsiran dituliskan tentang perikop Kitab Suci yang luar biasa ini. Beberapa tafsiran sangat membantu namun beberapa tidak. Saya pikir kita harus melihat lebih dekat pada Kitab Suci dan, jika kita melakukannya, saya percaya itu akan menyingkapkan kebenaran apa yang terkandung dalam kisah ini, motif-motif yang benar di balik perjuangan tragis dari dua bersaudara yang tertangkap dalam konflik sepanjang masa – dan apa artinya itu bagi kita hari ini! Saya berpikir bahwa cara terbaik untuk menjelaskan konflik ini adalah dengan melihatnya sebagai gambaran, tipe dua macam manusia – orang-orang yang telah bertobat dan orang-orang yang belum bertobat. Dengan pemahaman yang dalam akan Kitab Suci, saya akan mengkontraskan Kain dan Habel. Di sini ada tiga cara yang berbeda untuk mengkontraskan mereka.

I. Pertama, Habel memiliki iman dan Kain tidak.

Ayat empat dan lima menegaskan

“maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya” (Kejadian 4:4-5).

Mengapa Tuhan mengindahkan Habel, namun tidak mengindahkan Kain? Jawabannya diberikan dalam Ibrani 11:4,

“Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati” (Ibrani 11:4).

Kita harus hati-hati di sini. Ini tidak berarti bahwa Kain adalah seorang atheis, atau bahkan berarti bahwa dia adalah seorang agnostik. Alkitab menjadikan ini jelas bahwa Kain percaya akan keberadaan Tuhan. Tuhan berbicara kepada Kain dalam ayat enam dan tujuh. Kain bahkan telah bercakap-cakap dengan Tuhan dalam ayat sembilan sampai lima belas. Ayat-ayat ini menjadikan ini sangat jelas bahwa Kain percaya keberadaan Tuhan, dan berbicara dengan Tuhan dalam doa, dan menerima pengetahuan tentang hal-hal rohani dari Tuhan. Namun kita diberitahu,

“Karena iman Habel telah mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian kepadanya, bahwa ia benar, karena Allah berkenan akan persembahannya itu dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati” (Ibrani 11:4).

Kata Ibrani yang diterjemahkan “iman” di sini adalah “pistis.” Ini berarti “kepercayaan, keyakinan” kepada Tuhan (“credence, reliance onGod, Strong). Di satu sisi ini berarti percaya di dalam Tuhan, namun di sisi lain ini berarti bersandar pada Tuhan

“Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar” (Yakobus 2:19).

Dan bahkan mereka percaya masalah yang lebih besar dari itu. Dalam empat Injil, kita membaca kembali bahwa mereka percaya Yesus adalah Anak Allah. Namun di sinilah perbedaannya: percaya kepada Kristus tidak sama seperti percaya hal-hal tentang Dia. Anda berkata, “Namun saya percaya bahwa Kristus telah mati bagi dosa-dosa saya.” Itu sangat baik, namun iblis pun juga percaya itu. Namun sudahkah Anda datang kepada Kristus? Sudahkah Anda menyandarkan kepercayaan Anda pada Dia? Sudahkah Anda percaya kepada Dia?

Ya, Kain percaya tentang Tuhan. Namun ia tidak percaya Dia. Pada kenyataannya, ia berdebat dengan Tuhan! Jadi di sana Anda melihat kontras yang pertama – Habel bersandar pada Tuhan, namun Kain tidak. Ia bersandar pada dirinya sendiri. Selama seseorang bersandar pada dirinya sendiri ia tidak akan pernah dipertobatkan. Lagu klasik ini mengatakan dengan sangat baik:

Ku serahkan diriku, dan apapun yang ku tahu,
Sekarang ku disucikan seputih salju.
   (“Whiter Than Snow” by James Nicholson, 1828-1896).

Seseorang harus menyerahkan seluruh pikiran dan akalnya sendiri, dan bersandar pada Allah hanya di dalam Kristus saja. Itu adalah semboyan agung dari Reformasi: Pembenaran hanya oleh iman. Habel dibenarkan oleh iman. Kain tidak.

II. Kedua, Habel membawa korban yang mencurahkan darah dan Kain tidak.

Saya menemukan ini sulit untuk dipahami mengapa ini nampak tidak jelas hari ini. Bahkan Dr. Ryrie berkata,

Persembahan yang menumpahkan darah adalah persembahan yang sungguh sempurna, Im. 2:1, 4, 15, 16 (Charles C. Ryrie, Ph.D., The Ryrie Study Bible, catatan untuk Kejadian 4:3).

Yang nampak bagi saya di sini bahkan seorang dispensasionalis senior seperti Dr. Ryrie harus memahami bahwa “persembahan korban” Yahudi dalam Imamat tidak memiliki hubungan dengan korban persembahan dalam Kejadian! Anda semua harus membuka beberapa halaman Alkitab, dan Anda akan melihat bahwa,

“Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu” (Kejadian 8:20).

Apakah kita menduga bahwa Nuh lah yang memulai pemberian korban yang mencurahkan darah? Tentu tidak. Habel

“juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya” (Kejadian 4:4-5).

Apa yang dapat membuat menjadi lebih jelas dari itu? Tuhan mengindahkan korban persembahan yang menumpahkan darah dari Habel, namun korban persembahan Kain yang berupa sayur-sayuran tidak diindahkan-Nya. Walaupun saya tidak setuju dengan semua komentar dalam The Scofield Study Bible, ketika itu berbicara tentang korban persembahan yang menumpahkan darah dari Habel nampak Alkitabiah dan masuk akal bagi saya,

Tipe ini dibawa ke dalam keunggulan melalui kontras dengan persembahan hasil bumi sebagai hasil pekerjaan sendiri yang tidak mencurahkan darah yang dibawa oleh Kain, dan mengumumkan, pada masa permulaan kehidupan manusia, kebenaran penting bahwa “tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan,” Hebrews 9:22; 11:4 (The Scofield Study Bible, note on Genesis 4:4).

Semua ini telah didiskusikan dan disetujui pada masa konflik Modernis/Fundamentalis seratus tahun yang lalu! Mengapa kita harus membahasnya kembali? Saya tidak melihat kemungkinan alasan lain untuk melakukannya, kecuali ini untuk menunjukkan adanya usaha penyesatan di zaman kita ini. Dr. W. A. Criswell berkata bahwa ada

penyembahan yang tidak akan diterima, misalnya, dengan persembahan korban, namun Habel memberikan bukti imannya dengan mentaati kehendak Tuhan yang diwahyukan. Dalam catatan pertama ini tindakan penyembahan formal, persembahan Habel adalah salah satu “anak sulung dari kawanan dombanya.” Bisa jadi yang dipilih untuk dipersembahkan adalah “yang paling gemuk.” Persembahan Habel diterima, dan persembahan Kain tidak diterima (ay. 5). Fokus pasal ini bukan hanya pada orang-orangnya namun jupa pada perbedaan persembahan mereka. Persembahan Kain adalah (1) yang tidak menumpahkan darah (band. Ibrani 9:22), (2) pekerjaan tangannya sendiri (band. Titus 3:5), dan (3) hasil dari tanah yang telah terkutuk (band. 3:17). Di sisi lain, Habel, memberikan “persembahan yang lebih baik”…, band. Ibrani 11:4 (W. A. Criswell, Ph.D., The Criswell Study Bible, catatan Kejadian 4:4).

Saya ulangi lagi, Habel mempersembahkan korban yang menumpahkan darah dan Kain tidak! Tipe ini mengacu kepada Kristus Yesus,

“Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya” (Roma 3:25).

Habel memiliki dosa yang telah disucikan dalam Darah,

“Anak Domba, yang telah disembelih… sejak dunia dijadikan” (Wahyu 13:8)

dalam rencana dan ketetapan Tuhan yang Mahakuasa.

“Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah”
       (Roma 5:9).

Dosa Habel disucikan oleh Darah Kristus yang mahal, yaitu “korban persembahan yang lebih baik” (Ibrani 11:4) namun dalam bentuk bayangan dan tipe. Jadi, pertanyaan saya untuk Anda malam ini adalah sbb:

Sudahkah engkau datang kepada Yesus yang berkuasa menyucikan?
   Maukah engkau disucikan dalam darah Anak Domba?
Sudahkah engkau percaya sepenuhnya di dalam anugerah-Nya saat ini?
   Maukah engkau disucikan dalam darah Anak Domba?
Maukah engkau di sucikan dalam darah,
   Dalam darah Anak Domba yang menyucikan jiwa?
Apakah pakaianmu tak bernoda?
   Apakah pakaianmu seputih salju?
Maukah engkau disucikan dalam darah Anak Domba?
   (“Are You Washed in the Blood?” by Elisha A. Hoffman, 1839-1929).

Namun ada satu poin lagi yang saya ingin sampaikan dari Kejadian pasal empat ini.

III. Ketiga, Kain menolak Roh Allah yang menginsafkan, sementara Habel tidak.

Terimplikasi di sini bahwa Habel tidak menolak ketika Tuhan menghakimi dosanya. Adalah suatu kesalahan bila kita berpikir bahwa Habel diselamatkan oleh karena ia adalah orang baik. Tak seorangpun diselamatkan oleh karena kebaikannya. Kutuk dari Tuhan telah dijatuhkan atas Adam dan Hawa ketika mereka memberontak melawan Tuhan di Taman Eden. Rasul Paulus membuat itu jelas ketika ia berkata,

“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa”
        (Roma 5:12).

Menurut ayat di atas, racun dosa Adam telah diwariskan kepada kedua anaknya itu. Dan oleh sebab itu Habel mengakui dosanya, ketika ia membawa korban yang menumpahkan darah kepada Tuhan. Dan baru kemudian, setelah itu, Kristus dapat menyebut “Habel, orang benar itu” (Matius 23:35). Oleh karena dihakimi oleh dosa, Habel menghempaskan dirinya sendiri pada pra-inkarnasi Kristus, dan dosa-dosanya dibersihkan atau dihapuskan dari Kitab Tuhan di Sorga untuk selama-lamanya (Wahyu 20:12-13).

Namun tidak demikian halnya dengan Kain. Roh Allah menegur hatinya.

“tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya” (Kejadian 4:5).

Namun ketika Roh Allah menghakimi dosanya dalam hatinya, Kain memberontak dalam kemarahan.

“Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram” (Kejadian 4:5).

Matanya dipenuhi dengan kemarahan dan mukanya nampak muram.

“Firman TUHAN kepada Kain: "Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik?” (Kejadian 4:6-7).

Oh, Tuhan memberikan kesempatan kepadanya untuk bertobat dan datang, dan disucikan oleh Darah! Saya percaya bahwa Tuhan memberikan kepadanya sejumlah kesempatan untuk berpaling dari dosa dan memberi diri untuk disucikan oleh Darah kekal Yesus. Namun walaupun kesempatan diberikan berkali-kali, walaupun seperti Anda yang diberi kesempatan untuk masuk ke dalam ruang pemeriksaan setelah kebaktian, Kain menolak Firman Tuhan yang menghakimi hatinya. Berulang kali kesempatan diberikan, ia menolak Roh Kudus. Berulang kali kesempatan diberikan, namun ia tetap menolak untuk menerima konviksi dari Tuhan akan dosanya.

“Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa” (Yohanes 16:8).

Namun ketika Roh Allah datang kepada Kain, ia membela dirinya sendiri. Ia menolak untuk mendengar kata-kata peringatan ini,

“Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu” (Kejadian 4:7).

Seperti singa yang mengaum-ngaum, dosa sedang mencari kesempatan untuk menerkammu, Kain! Namun ia mengacuhkan peringatan itu. Semua perkataan yang menusuk dan menghakimi hatinya diabaikannya. Kain membela diri dengan caranya sendiri, berusaha menunjukkan kebenarannya sendiri, menolak pikiran-pikiran dan perkataan-perkataan Tuhan yang berbicara kepada Dia.

Mengapa Kain menolak keselamatan? Ini nampak begitu mudah.

Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik?” (Kejadian 4:6-7).

Yang seharusnya Kain lakukan adalah datang melalui iman di dalam Darah itu. Mengapa ia tidak melakukannya? Saya akan memberikan kesaksian diaken kita kepada Anda, yaitu Dr. Christopher Cagan. Saya pikir kesaksian Dr. Cagan mengiluminasi apa yang salah dengan Kain. Seperti halnya Kain, Dr. Cagan percaya tentang Tuhan, namun ia berkata, “Saya tidak siap untuk percaya di dalam Yesus Kristus… Saya tidak ingin Dia demi masa depanku… saya tidak mau menyerah kepada Dia. Saya bergumul di dalam hati saya tentang Kristus selama lebih dari dua tahun” (C. L. Cagan, Ph.D., From Darwin to Design, Whitaker House, 2006, p. 17). Akhirnya, Dr. Cagan menyerah, ia datang kepada Kristus, dan disucikan oleh Darah-Nya. Sungguh disayangkan, Kain menolak keselamatan sampai semuanya menjadi sangat terlambat.

Celaka! Pada hari dan jam Tuhan meninggalkan dia kepada kekuatannya sendiri. Dan pada hari ketika Tuhan tidak mempedulikannya lagi, kuasa Neraka sepenuhnya menguasai hati dan pikirannya.

Yudas dimain-mainkan dosa dengan cara itu. Ia mencuri uang dari kas. Ia menolak pengajaran Kristus, gurunya. Ia pergi keluar pada waktu perjamuan Paskah, “pada malam itu” (Yohanes 13:30). Setelah ia mendengar semua pengajaran, dan semua persekutuan yang ia miliki dengan Kristus dan para Murid, setelah semua kata peringatan didengarnya, dan teguran dalam hatinya telah ia rasakan, Yudas pergi keluar malam itu dan mengkhianati Anak Allah!

Bukankah pengalaman Kain ini adalah tipe dari apa yang Yudas lakukan kemudian? Bukankah tindakannya mengkhianati adalah fakta bahwa ia, seperti Yudas, selanjutnya secara literal berada dalam kendali Setan?

“Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas…. Lalu pergilah Yudas kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah dan berunding dengan mereka, bagaimana ia dapat menyerahkan Yesus kepada mereka” (Lukas 22:3-4).

Dan apa yang Kain lakukan terhadap Habel adalah sangat mirip dengan apa yang Yudas lakukan pada Kristus, sungguh parallel, dan saya pikir, ini adalah tipe darinya. Dr. Merrill F. Unger berbicara tentang Kain,

Iri hati, kemarahan, dan kebencian melukai perasaannya dan terus memuncak sehingga kuasa iblis mengambil alih dan mengendalikannya untuk menjadikan dia sebagai seorang pembunuh yang pertama (Merrill F. Unger, Ph.D., Th.D., Unger’s Commentary on the Old Testament, Moody Press, 1981, volume I, hal. 25).

“Kata Kain kepada Habel, adiknya: ‘Marilah kita pergi ke padang.’ Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia” (Kejadian 4:8).

Dan, dengan satu cara atau cara lain, pada suatu waktu atau waktu yang lain, setiap orang yang menolak keselamatan melalui Darah akan, pada saat itu ia mungkin tidak menyadarinya, jatuh ke bawah kendali iblis dan menghancurkan persekutuannya dengan umat Tuhan. Oleh sebab itu dikatakan di sini,

“Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita; sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita, niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita. Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata, bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita” (I Yohanes 2:19).

Oh, saya memperhatikan Anda yang telah menyepelekan Injil, Anda yang telah menolak konviksi dari Roh Allah, Anda yang telah menolak untuk datang kepada Yesus, hari itu akan datang dan segera datang. Maka inilah yang akan dikatakan tentang Anda, bahwa Anda sama seperti Kain,

“yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar. Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu”
       (I Yohanes 3:12-13).

Dan kemudian Kain begitu dikeraskan di dalam dosa sehingga ia dihalau dan menjadi “… seorang pelarian dan pengembara di bumi” (Kejadian 4:12). Dan kemudian Kain tidak mempedulikan apapun tentang Tuhan.

“Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden” (Kejadian 4:16).

Tanah “Nod” berarti tanah “pengembaraan.” Jika Tuhan sudah menyerah untuk menolong Anda, Anda akan mengembara ke seluruh dunia tanpa Dia. Terhukum selamanya, Anda akan mengembara di jalan-jalan, hidup Anda akan rusak, dan mati tanpa Kristus. Dan kemudian inilah yang akan dikatakan kepada Anda,

“Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain” (Yudas 11).

Dengar! Selagi masih ada waktu! Selagi Tuhan masih berbicara kepada hati dan pikiran Anda.

“Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu” (Yakobus 4:10).

Rendahkanlah diri Anda dan datanglah kepada Yesus. Datanglah kepada Dia dan berilah Anda disucikan oleh Darah-Nya selagi masih ada waktu, sebelum angin badai penghukuman menerbangkan Anda ke jalan-jalan gelap di Neraka, tanpa Kristus di Neraka untuk selama-lamanya. Rendahkanlah diri Anda dalam pemandangan Tuhan. Datanglah kepada Kristus sebelum kekekalan itu sudah menjadi sangat terlambat, dan Anda mengikuti jalan Kain. Amin.

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khotbah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Click on “Manuskrip-Manuskrip Khotbah.”

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @ www.sttip.com

GARIS BESAR KHOTBAH

KAIN DAN HABEL – DALAM SUATU KISAH!

(KHOTBAH #37 DARI KITAB KEJADIAN)

Oleh Dr. R. L. Hymers, Jr.

(Kejadian 4:3-16)

I.   Pertama, Habel memiliki iman dan Kain tidak, Kejadian 4:4-5;
Ibrani 11:4; Yakobus 2:19.

II.  Kedua, Habel membawa korban yang mencurahkan darah dan
Kain tidak, Kejadian 8:20; Kejadian 4:4-5; Roma 3:25;
Wahyu 13:8; Roma 5:9; Ibrani 11:4.

III. Ketiga, Kain menolak Roh Allah yang menginsafkan,
sementara Habel tidak, Roma 5:12; Matius 23:35;
Wahyu 20:12-13; Kejadian 4:5, 6-7; Yohanes 16:8;
Kejadian 4:7; Yohanes 13:30; Lukas 22:3-4; Kejadian 4:8;
I Yohanes 2:19; 3:12; Kejadian 4:14, 12, 16; Yudas 11;
Yakobus 4:10.