APAKAH CALVINISME BERBAHAYA?

(IS CALVINISM DANGEROUS?)

Oleh R. L. Hymers, Jr.,
M.Div., D.Min., Th.D., Litt.D.
Diterjemahkan Dr. Eddy Peter Purwanto

Dikhotbahkan di Kebaktian Sabtu Malam, 22 Juli 2006
di Baptist Tabernacle of Los Angeles

“Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?" Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.” (Markus 10:26-27).


Beberapa orang yang membaca khotbah-khotbah saya di Internet berkata bahwa saya adalah seorang Calvinis. Mereka melihat, di dalam khotbah-khotbah saya, bahwa saya sering mengutip para tokoh Calvinis terkenal di masa lalu, seperti misalnya Dr. John Gill, seorang ahli tafsir Alkitab Baptis yang tersohor di abad delapan belas, John Bunyan, penulis novel Perjalanan Seorang Musyafir, dan khususnya C.H. Spurgeon, “pangerannya para pengkhotbah.” Ketiga orang tersebut adalah orang Baptis dan ketiganya benar-benar Calvinistik dalam teologi mereka.

Ketika orang membaca khotbah-khotbah saya mereka sadar bahwa saya memiliki perhatian/respek yang besar terhadap ketiga orang di atas. Mereka juga melihat bahwa saya juga sangat menghormati George Whitefield, yang saya akui sebagai penginjil terbesar dari segala masa di dunia berbahasa Inggris. Whitefield adalah orang yang mempertahankan lima pokok Calvinis. Demikian juga, saya sering mengacu kepada para misionaris pionir besar, seperti misalnya William Carey, Adoniram Judson, dan David Livingstone, yang mana mereka semua adalah orang-orang yang mempertahankan pandangan lima pokok Calvinisme.

Namun, walaupun saya sangat menghormati orang-orang ini, dan kaum Puritan (yang juga adalah orang-orang Calvinis), saya tidak mengakui bahwa saya menjadi pembela lima pokok Calvinis. Saya mempertahankan poin pertama dan poin terakhir dari lima pokok Calvinisme itu, namun saya tidak mempertahankan poin kedua, ketiga dan keempat. Oleh sebab itu, kadang-kadang saya disebut sebagai “Calvinis moderat.”

Berbicara dari posisi ini, saya akan mendaftarkan lima pokok Calvinisme dan memberikan deskripsi singkat tentang mengapa saya tidak sepenuhnya setuju dengan tiga poin dari lima poin itu. Lima pokok Calvinisme itu disingkat menjadi TULIP. Saya sadar bahwa penjelasan saya ini mungkin tidak dapat memuaskan setiap orang. Pada kenyataannya, ini mungkin tidak dapat memuaskan seorangpun! Namun demikian, saya berpikir bahwa saya harus memberikan pandangan saya tentang TULIP sebelum saya mempertahankan inti dasar dari Calvinisme.

1.  Total depravity (rusak total). Poin ini, saya percaya, bahwa ini sepenuhnya Alkitabiah. Ini mengajarkan bahwa orang-orang yang tidak bertobat adalah “mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosanya” (Efesus 2:1), bahwa orang-orang yang belum bertobat “mati dalam dosa” (Efesus 2:5), bahwa mereka memiliki “pengertian yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka” (Efesus 4:18). Ayat-ayat Alkitab tersebut, dan masih banyak yang lainnya, menunjukkan bahwa manusia secara total telah rusak (total depravity), mati di dalam dosa, dengan tidak ada apapun di dalam naturnya yang sudah rusak itu untuk dapat meresponi Allah. Ketika para murid bertanya kepada Yesus, “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah." (Markus 10:27). Oleh sebab itu, saya setuju sepenuhnya dengan poin pertama dari lima pokok Calvinisme ini – yaitu kerusakan total (total depravity). Saya percaya ini adalah kondisi yang sesungguhnya dari manusia seperti yang dipresentasikan oleh Alkitab.

2.  Unconditional election (pemilihan tak bersyarat). Doktrin dari Calvinisme ini tidak saya percaya. Saya percaya bahwa pemilihan didasarkan pada kemampuan Allah melihat masa depan (foreknowledge) terhadap orang yang akan bertobat. Benar atau salah, saya percaya bahwa orang-orang berdosa “dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita [the foreknowledge of God the Father – KJV]” (1 Petrus 1:2). Saya percaya bahwa Allah memilih sebelumnya (memilih untuk menyelamatkan) orang-orang yang telah Dia ketahui sebelumnya bahwa nantinya orang itu akan berhenti untuk menentang Injil, datang kepada Kristus, dan diselamatkan. Pandangan saya terhadap poin kedua ini mungkin bisa menyababkan orang-orang Calvinis keras untuk menyebut saya sebagai “Armenian.” Namun saya tidak setuju dengan pandangan Armenian tentang kerusakan total (depravity). Manusia itu bukan sakit. Tetapi ia mati. Saya tidak berpikir bahwa manusia memiliki pengharapan keselamatan di luar anugerah Allah yang sebenarnya manusia tidak layak untuk menerimanya. “Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya” (Titus 3:5). Jadi walaupun saya tidak mempertahan doktrin pemilihan tak bersyarat (unconditional election), namun saya juga tidak menerima pandangan Armenian, bahwa manusia dipilih berdasarkan kondisi ketaatan kepada Kristus. Itu akan menjadi kesalahan “synergisme.” Fakta bahwa Allah sendiri adalah agen aktif di dalam pertobatan dan manusia adalah pasif dan bisa atau menjadi bertobat oleh karena Allah sendiri dikenal sebagai monergisme. Teori yang mengatakan bahwa manusia berkontribusi [untuk keselamatan], walau sekecil apapun, itu disebut synergisme. Meresponi Injil berarti berhenti untuk menentang anugerah Allah, tetapi bukan berarti manambahkan ketaatan untuk anugerah itu. Manusia dapat menolak, namun tidak dapat meresponi Injil dalam kondisinya yang telah rusak. Bagaimana mungkin manusia dapat mentaati Kristus, atau melakukan sesuatu untuk menambahkan keselamatan, sementara ia “sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosanya” (Efesus 2:1)?

3.  Limited atonement (penebusan terbatas). Bagi saya ini adalah poin paling lemah dari semua poin Calvinisme. Alkitab dengan jelas mengatakan, “Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia” (1 Yohanes 2:2). “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia [bukan hanya orang pilihan] ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16). Saya tahu bahwa orang-orang Calvisnis memiliki jawaban untuk ayat-ayat ini dan ayat-ayat lain yang serupa, namun saya belum diyakinkan oleh mereka. John Goodwin (1593-1665), seorang pengkhotbah dan penulis Puritan Calvinistik, menulis sebuah buku yang menentang pengajaran penebusan terbatas (limited atonement) yang berjudul, Redemption Redeemed: A Puritan Defence of Unlimited Atonement (Wipf and Stock Publishers, 2004 reprint). Ini adalah bacaan berharga yang merupakan penolakannya terhadap pengajaran penebusan terbatas. Saya percaya bahwa Kristus, “oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia” (Ibrani 2:9).

4.  Irresistible grace (anugerah yang tidak dapat ditolak). Luther memiliki kepercayaan yang kuat tentang perbudakan kehendak. Pada kenyataannya, bukunya yang paling penting berjudul, The Bondage of the Will. Ia mempertahankan bahwa tidak seorang pun dalam kondisinya yang tanpa pertobatan akan memiliki kemampuan untuk memutuskan, menerima, atau meresponi anugerah yang menyelamatkan. Namun Luther juga percaya bahwa manusia memiliki kemampuan untuk menolak nya. Ini poin utama perbedaan antara Luther dan Calvinisme. Saya pikir Luther benar, dan Calvinisme salah dalam poin ini. Tolong jangan berpikir bahwa saya mengakui segala sesuatu yang dikatakan oleh Luther! Tentu saja saya tidak demikian! Tetapi saya berpikir bahwa ia benar berhubungan dengan ini. Untuk pertanyaan tentang mengapa beberapa orang menerima anugerah sementara yang lain tidak, Luther dengan sederhana berkata bahwa itu adalah misteri, tidak dinyatakan oleh Alkitab. Luther harus berkata bahwa beberapa orang menolak Injil sementara yang lain menerimanya, dan membiarkan itu berlalu tanpa penjelasan mengapa beberapa menerima dan yang lain tidak. Saya cenderung setuju dengannya bahwa Alkitab tidak menjelaskan mengapa bisa terjadi demikian. Oleh sebab itu saya tidak percaya dengan pengajaran anugerah yang tidak dapat ditolak (irresistible grace). Anugerah dapat ditolak, namun itu tidak dapat “diterima” dengan kehendak dari manusia yang belum dilahirbarukan, karena keselamatan semata-mata hanya oleh karena anugerah Allah. “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” (Markus 10:26). “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.” (Markus 10:27). Manusia dapat menolak keselamatan, namun hanya Allah yang dapat memberikannya. Luther berkata, “Orang-orang yang tidak percaya menolak kehendak Allah.” Alkitab berkata, “kamu selalu menentang Roh Kudus” (Kisah Rasul 7:51). Oleh sebab itu, anugerah bukan tidak dapat ditolak.

5.  Perseverance of the saints (pemeliharaan orang-orang kudus). Ini adalah poin terakhir dari lima pokok Calvinisme. Saya percaya di dalamnya dengan segenap hati saya, karena itu dengan jelas dikatakan di dalam Alkitab, “Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:36). Yesus berkata, “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Yohanes 10:27-28). Sekali manusia memiliki hidup yang kekal, itu tidak dapat direbut darinya, atau kehilangan keselamatannya. Sekali manusia benar-benar bertobat, ia tidak dapat menjadi “tidak bertobat.” Oleh sebab itu, saya sepenuhnya percaya di dalam doktrin Calvinistik tentang “jaminan kekal” dari orang-orang yang benar-benar telah bertobat.


Saya pikir ini adalah apa yang Richard Baxter (1615-1691), orang yang dijuluki sebagai “Mister Puritan,” maksudkan dengan istilahnya “mere Christianity.” “Ini menempatkan dia pada posisi tengah antara… Calvinisme dan Armenianisme” (Elgin S. Moyer, Ph.D., Who Was Who in Church History, Moody Press, 1974, p. 33). “Apa yang Richard Baxter rindukan adalah menjadi perantara antara para ekstrimis dalam kehidupan agamawi orang-orang berbahasa Inggris” (J. D. Douglas and Philip W. Comfort, Who’s Who in Christian History, Tyndale House Publishers, 1992, p. 69). Saya menemukan diri saya sendiri setuju dengan Luther, tokoh Puritan John Goodwin, dan Richard Baxter berhubungan dengan beberapa doktrin mereka tentang poin kedua, ketiga dan keempat dari lima pokok Calvinisme.

Apakah ini menjadikan saya Armenian? Tidak dalam penggunaan modern untuk kata ini. Armenian modern tidak menekankan kerusakan total (total depravity), keselamatan hanya oleh anugerah, tanpa bantuan manusia, dan Armenian biasanya menolak pengajaran Alkitab tentang jaminan kekal bagi orang yang benar-benar telah bertobat.

Beberapa orang mengatakan kepada saya bahwa saya adalah “Calvinis moderat.” Saya tentu bukan hyper-Calvinis, karena saya percaya khotbah keselamatan ditawarkan secara cuma-cuma kepada semua orang. Sehingga saya kira, karena tidak ada term yang lebih baik, saya sungguh seorang “Calvinis moderat,” karena saya sepenuhnya setuju dengan jawaban Yesus atas pertanyaan ini, “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memberikan jawaban yang benar, “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.” (Markus 10:26-27).

Seperti yang saya telah katakan, saya tahu bahwa posisi saya sebagai “Calvinis moderat” tidak akan memuaskan semua orang. Ini mungkin bahkan tidak memuaskan seorangpun! Namun saya berpikir bahwa itulah yang diajarkan oleh Alkitab. Saya percaya bahwa Firman Allah memberikan kita dasar-dasar kebenaran yang menjadi dasar pandangan “Calvinisme moderat” ini. Selanjutnya, saya akan menjelaskan tentang (1) atraksi Calvinisme hari ini; (2) kebenaran-kebenaran inti dalam Calvinisme; dan (3) perlunya mengaplikasikan kebenaran-kebenaran Alkitab ini.

I. Pertama, atraksi Calvinisme hari ini.

Tidak perlu diragukan lagi bahwa telah ada kebangkitan Calvinisme dalam kehidupan orang Baptis hari ini. Dr. Ergun Caner, rektor Liberty Theological Seminary, berkata,

Dalam tulisan seorang Baptis belakangan ini, saya membaca: “Gereja lain terpecah belah oleh Calvinisme.” Para wartawan Baptis mulai menginvestigasi isu yang mengganjal ini. Para calon pejabat presiden Southern Baptist Convention secara tajam ditanya, “Apakah Anda memandang isu Calvinisme sebagai ancaman?” Ketika saya pulang dari acara pertunangan bulan lalu saya berjumpa dengan seorang direktor dari badan misi. Ketika kami berbincang-bincang, ia mendekat dan berbisik, “Gerakan Reformed [Calvinistik] tidak akan berlalu. Mereka secara pelan-pelan mengambil alih beberapa gereja utama” (National Liberty Journal, June/July 2006, p. 1).

Mengapa gerakan Calvinisme menjadi sangat popular di antara banyak gereja Baptis? Saya percaya ini disebabkan oleh dua alasan utama.

Pertama, banyak dari gereja kita tidak lagi memiliki arah teologi yang pasti. Banyak orang Baptis tidak tahu apakah yang mereka percayai tentang subyek keselamatan. Dan kita hidup di zaman ketika teologi “decisionis” yang dihasilkan oleh Charles G. Finney membingungkan semua orang di sekitar kita. Kita memberikan undangan, orang-orang maju ke depan, kita membaptiskan mereka, dan kemudian kita tidak pernah melihat mereka lagi. Para gembala dikecewakan oleh teologi dan metode ini, dan menginginkan sesuatu yang lebih solid. Sehingga, banyak dari mereka kemudian berbalik sepenuhnya kepada Calvinisme untuk menemukan jawaban, sebagaiman system “decisionis” lama dari Finney membingungkan seluruh negeri kami, dan seluruh dunia.

Kedua, banyak gembala yang rajin belajar mulai menyadari bahwa hampir semua orang Baptis sampai pada zaman Spurgeon adalah Calvinis. Anda tidak dapat menyembunyikan fakta ini dari seseorang yang mempelajari hal ini dalam sejarah dan teologi Kekristenan. Ketika para gembala yang rajin belajar membaca sejarah Baptis, dan buku-buku tua tentang teologi Baptis, mereka menyadari bahwa, “Mereka semua adalah Calvinis!” Anda tidak dapat menyembunyikan itu lebih lama dari orang-orang yang rajin belajar.

Pada suatu malam saya membaca pernyataan iman dari salah satu sekolah Baptis kita. Berikut ini adalah pernyataan iman tersebut, yang tertulis dalam catalog sekolah tersebut mengenai “Oleh Anugreah dalam Ciptaan Baru”:

“Kami percaya bahwa agar supaya diselamatkan, orang-orang berdosa harus dilahirbarukan; kelahiran baru itu adalah ciptaan baru di dalam Yesus Kristus; bahwa itu terjadi seketika bukan suatu tahapan; bahwa di dalam kelahiran baru orang itu telah mati di dalam pelanggaran-pelanggaran dan dosa mengambil bagian dalam natur illahi dan menerima hidup kekal, pemberian cuma-cuma dari Allah; bahwa ciptaan baru itu disempurnakan dengan cara yang melampau pengertian kita, bukan oleh kultur, bukan oleh karakter, juga bukan oleh kehendak manusia, namun sepenuhnya dan hanya oleh kuasa Roh Kudus dalam hubungan dengan kebenaran illahi; agar supaya menjamin ketaatan sukarela kita terhadap Injil; bahwa bukti utamanya nampak dalam buah-buah kekudusan dari pertobatan, iman, dan kehidupan baru.”

Pernyataan itu murni Calvinisme. Dan pernyataan doctrinal seperti itu nampak di banyak catalog sekolah-sekolah Baptis.

Bagaimana kita dapat mengharapkan para mahasiswa yang rajin meneliti untuk respek terhadap kita sementara mereka membaca pernyataan-pernyataan doctrinal Calvinistik ini dan kemudian mendengar pengajaran yang menentang itu yang diajarkan oleh para professor di kelas dari sekolah-sekolah yang sama yang memuat doktrin-doktrin ini dalam catalog mereka di halaman pertama?

Jadi, alasan pertama bahwa Calvinisme sedang bertumbuh dalam berbagai gerakan Baptis kita disebabkan oleh banyak pengkhotbah kita sedang mencari standard doctrinal, mulai menolak “decisionisme” dari Finney, dan menemukan yang lebih dekat dengan semua pemimpin Baptis di masa lalu yang adalah Calvinis, dan bahwa banyak kepercayaan Calvinistik di masa lalu yang dipindahkan ke dalam banyak pernyataan iman yang mereka baca di dalam catalog-catalog Sekolah Alkitab dan Seminari kita! Saya pikir pemikiran-pemikiran ini membantu untuk menjelaskan atraksi Calvinisme dan kebangkitannya hari ini.

II. Kedua, kebenaran-kebenaran inti dalam Calvinisme.

Alasan utama untuk kebangkitan Calvinisme adalah benar bahwa dalam penekanan utamanya adalah Alkitabiah. Kita mungkin tidak sepenuhnya setuju dengan poin kedua, ketiga, dan keempat dari lima pokok Calvinisme, namun kita tidak dapat menghindari kebenaran bahwa manusia pada kenyataannya terhilang dan tidak dapat melakukan apapun untuk menyelamatkan dirinya sendiri terlepas dari intervensi anugerah Allah. Saya pikir itulah sebabnya mengapa lagu “Sangat Besar Anugerah-Nya’ oleh John Newton masih sangat popular di semua buku nyanyian yang beredar di gereja-gereja Baptis. Siapakah yang tidak akan setuju dengan bait pertama ini?

Sangat besar anugerah-Nya!
Yang menyelamatkan orang celaka seperti aku!
Dulu aku sesat, namun sekarang ditemukan
Dulu buta namun sekarang melihat.
   (“Amazing Grace,” by John Newton, 1725-1807).

Namun, bait pertama itu memberikan jantung dari Calvinisme, bahwa manusia tersesat, dalam kondisi rusak total, bahwa ia harus “ditemukan” oleh Allah, dan bahwa kondisi “kebutaan” rohaninya hanya dapat dicelikkan oleh anugerah. Anugerah itu “sangatlah besar” karena itu tidak semestinya diberikan, dan sebenarnya kita tidak layak untuk menerimanya. Seperti dalam katalog sekolah Baptis itu menuliskan pengakuam doctrinal mereka seperti berikut ini,

Di dalam kelahiran baru orang itu telah mati di dalam pelanggaran-pelanggaran dan dosa mengambil bagian dalam natur illahi dan menerima hidup kekal, pemberian cuma-cuma dari Allah; bahwa ciptaan baru itu disempurnakan dengan cara yang melampau pengertian kita, bukan oleh kultur, bukan oleh karakter, juga bukan oleh kehendak manusia, namun sepenuhnya dan hanya oleh kuasa Roh Kudus dalam hubungan dengan kebenaran illahi; agar supaya menjamin ketaatan sukarela kita terhadap Injil…

Di sana Anda memiliki inti dari Calvinisme, yang saya percaya benar sesuai Alkitab. Manusia “mati dalam pelanggaran-pelanggaran dan dosa.” Kemudian manusia memperoleh “bagian dalam natur illahi dan menerima hidup kekal, pemberian cuma-cuma dari Allah.” “Ciptaan baru [kelahiran kembali] itu disempurnakan dengan cara yang melampaui pengertian kita, bukan oleh kultur, bukan oleh karakter, juga bukan oleh kehendak manusia, namun sepenuhnya dan hanya oleh kuasa Roh Kudus.” Roh Kudus yang membuat orang berdosa yang telah mati itu untuk “mentaati Injil.”

Ini adalah keselamatan oleh anugerah Allah, bukan keselamatan oleh “decision” manusia. Orang berdosa itu dilahirkan kembali,

“bukan dari darah [bukan oleh kultur, bukan oleh karakter] atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki [bukan oleh kehendak manusia], melainkan dari Allah” (Yohanes 1:13).

Allah di dalam Kristus adalah “yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan” (Ibrani 12:2). Seperti nabi Yunus menekankan ini, “Keselamatan adalah dari TUHAN” (Yunus 2:9).

Dalam teologi, ini disebut sebagai “monergism.” Itu berarti Allah adalah satu-satunya yang memimpin kepada iman dan membawa kepada kesempurnaan iman yang menyelamatkan itu. Itu berarti bahwa keselamatan adalah

“pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Efesus 2:8-9).

Charles G. Finney merobek inti dari keselamatan oleh anugerah ketika ia mulai mengajar bahwa manusia dapat berkontribusi untuk keselamatannya (synergisme) dengan “decision” (pengambilan keputusan) lahiriah, mengangkat tangan, atau mengucapkan kata-kata “doa orang berdosa.” Selanjutnya, bait pertama dari lagu ‘Sangat Besar Anugerah-Nya” tidak berada di bawah pengaruh teologi Finney. Dan bait kedua juga tidak mengandung arti yang dipengaruhi oleh pengajaran palsu Finney.

‘Oleh anugerah hilanglah
segala takutku;
Betapa indah anugerah
Memberi berkat restu!

Hanya anugerah Allah yang menghasilkan ketakutan penghakiman akan dosa. Hanya anugerah Allah yang membebaskan ketakutan-ketakutan itu ketika orang berdosa ditarik kepada Yesus Kristus saja untuk keselamatannya. Ini adalah inti pengajaran dari semua pemimpin Baptis di masa lalu. Kita tidak berkontribusi apapun untuk keselamatan kita sendiri. Keselamatan sepenuhnya hanya oleh anugerah Allah di dalam Kristus.

Pekerjaan Roh Kudus yang pertama adalah menghakimi dan menginsafkan orang terhilang akan dosanya.

“Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa,… akan dosa, karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku” (Yohanes 16:8-9).

Hanya ketika orang yang belum bertobat diinsafkan akan keadaannya yang penuh dosa, kondisinya yang terhilang, Roh Kudus memuliakan Kristus dalam pikiran dan hatinya.

“Ia [Roh Kudus] akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku.” (Yohanes 16:14).

III. Ketiga, perlunya menerapkan kebenaran-kebenaran Alkitab ini.

Kebanaran inti dari Calvinisme adalah bahwa manusia telah mati di dalam dosa (Efesus 2:1, 5), dan hanya dapat dihidupkan oleh Allah di dalam Kristus. Kebangkitan Lazarus adalah gambaran sempurna dari keselamatan hanya oleh anugerah, melalui Kristus saja.

Lazarus telah mati. Ia benar-benar telah mati! Saudarinya berkata,

“Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati” (Yohanes 11:39).

Itu menggambarkan orang berdosa. Bukan hanya ia telah mati, namun ia telah berbau busuk dalam pemandangan Allah di dalam kondisinya yang telah mati. Pikiran terhilangnya

“…adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya” (Roma 8:7).

Namun Yesus datang ke kubur Lazarus dan

“berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!" Orang yang telah mati itu datang ke luar… Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi” (Yohanes 11:43-44).

Itu adalah gambaran sempurna dari monergisme – keselamatan hanya oleh anugerah, hanya melalui Kristus. Ini adalah jantung dari Calvinisme, itu adalah bagian dari Calvinisme yang benar sesuai dengan Alkitab, itu adalah yang dipercayai oleh para pemimpin Baptis masa lalu, dan yang harus dikhotbahkan kembali di gereja-gereja kita.

Apakah Calvinisme berbahaya? Hanya ketika bagian-bagian kecil dari ajaran ini ditekankan sebagai dogma yang absolut. Hanya ketika semua dari lima pokok dijejelkan ke dalam pikiran jemaat, seolah-olah “doktrin anugerah” ini dapat menyelamatkan mereka. Saya berkata bahwa “doktrin anugerah” dalam Calvinisme tidak pernah dapat menyelamatkan siapapun. Semua doktrin ini, demi pengajaran doktrin ini, menyebabkan gereja terpecah belah.

Dalam permulaan khotbah ini saya mengutip Dr. Ergun Caner, yang berkata bahwa Calvinisme adalah “isu yang mengganjal” di antara gereja Baptis. Saya yakin bahwa dia benar. Ini merepresentasikan “mode” yang lain, ketika banyak orang Baptis dan Injili lainnya terombang-ambingkan angin, mencoba menunjukkan bagaimana menumbuhkan gereja-gereja yang solid. Penekanan karismatik datang dan pergi. Gerakan “purpose driven” datang dan sekarang dengan cepat menjadi “ketinggalan jaman.” Sebelumnya itu membuat “berbis-bis orang yang datang ke gereja dan memenuhi Sekolah Minggu.” Sebelumnya itu adalah menjadi kebangunan “penginjilan” yang besar. Kita berpindah dari trend satu ke trend lain – mengharapkan bagaimana kita dapat menambahkan para petobat yang solid untuk gereja-gereja kita. Sekarang kita sedang mencoba menggunakan lima pokok Calvinisme. Namun saya memprediksi bahwa itu akan terlihat di masa depan sebagai trend yang sudah ketinggalan zaman. Tidak ada sesuatupun yang benar-benar akan menambahkan orang-orang Kristen yang solid bagi gereja-gereja kita kecuali pertobatan-pertobatan sejati! Dan kita tidak akan memiliki banyak pertobatan sejati kecuali kita mengubah khotbah kita dari memutar-mutar ayat per ayat dan kembali ke model khotbah masa lalu, menyampaikan khotbah tentang tuntutan hukum Taurat dan Injil – dan kecuali para pengkhotbah sendiri (bukan mendelegasikan!) membuat appointment atau memberikan konseling untuk menyelidiki jiwa-jiwa yang mengaku sudah bertobat beberapa kali sebelum membaptiskan mereka. Kemudian, dan baru setelah itu, kita akan menemukan jawaban dari dilema kita ini

Penekanan lima pokok Calvinistik tidak akan menambahkan petobat-petobat sejati. Itu secara sederhana akan menambahkan lebih banyak orang yang belum bertobat yang memiliki pengetahuan yang kuat tentang teologi Calvinistik. Dr. Martyn Lloyd-Jones menulis bab yang bagus dalam bukunya The Puritans: Their Origins and Successors (Banner of Truth Trust, 1996 reprint, pp. 170-190). Bab itu diberi judul “Sandemanianism.” Robert Sandeman adalah pembela lima pokok Calvinis yang mengajar bahwa kepercayaan mentalitas dalam doktrin anugerah menyelamatkan manusia. Itu adalah kebohongan dari “Sandemanianism.” Dan saya takut bahwa kesalahan ini diletakkan dalam jantung kebangkitan Calvinisme hari ini.

Ketika George Whitefield sedang berkhotbah di Boston, seorang hamba Tuhan yang sudah lanjut usia datang kepadanya dan berkata, “Tuan Whitefield, saya telah mengkhotbahkan doktrin anugerah untuk waktu yang lama, namun saya percaya bahwa saya belum pernah merasakan kuasa darinya di dalam jiwa saya sendiri.” Air mata berderai dari wajah hamba Tuhan tua itu. Whitefield membimbing dia beberapa saat untuk memastikan ia sekarang telah bertobat.

Saya harus berkata lagi bahwa pengajaran tentang doktrin Calvinisme semata-mata hanya memimpin kepada seperti apa yang disebut Dr. Lloyd-Jones sebagai “penyesatan Sandemanianisme.” Semua doktrin Calvinistik ini, pengajaran untuk mempertahankannya, tidak akan memimpin kepada apapun selain kebingungan. Itu tidak akan menambahkan para petobat baru yang solid dari dunia ke dalam gereja-gereja kita. Sandemanian Calvinisme, begitu merajalela hari ini, hanya akan memimpin kepada banyak gereja terpecah belah.

Namun jantung dari Calvinisme – kerusakan manusia dan keselamatan hanya oleh anugerah hanya melalui Kristus – membawa kepada kehidupan! Dan itu adalah khotbah yang harus dikhotbahkan (bukan sekedar diajarkan) – namun dikhotbahkan, di puncak paru-paru kita – untuk mempresentasikan “angkatan yang jahat ini” (Kisah Rasul 2:40).

Dan ketika kita telah mengkhotbahkan dosa dan api Neraka kepada manusia berdosa yang telah rusak, dan ketika kita telah mengkhotbahkan keselamatan hanya oleh anugerah melalui Kristus saja kepada orang-orang berdosa yang pada hakekatnya mati – kemudian kita harus, seperti yang dilakukan oleh semua pemimpin Baptis di masa lalu – membimbing mereka sampai kita mendengar mereka memberikan kesaksian yang riil tentang keselamatan oleh anugerah melalui penebusan Darah Kristus.

Setiap gembala harus membimbing secara individu orang-orang yang terhilang di kantor pribadinya sampai ia memastikan bahwa setiap jemaat telah diselamatkan hanya oleh anugerah hanya melalui Kristus – dan sampai orang berdosa itu menunjukkan secara jelas kesaksiannya bahwa “darah Yesus Kristus Anak-Nya” menyucikan dia dari “segala dosa” (1 Yohanes 1:7).

“Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan? Yesus memandang mereka dan berkata: Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.” (Markus 10:26-27).

(Untuk informasi lebih lanjut tentang kesalahan “synergisme” dan “decisionisme” baca buku Today’s Apostasy: How Decisionism is Destroying Our Churches, oleh Dr. R. L. Hymers, Jr. and Dr. C. L. Cagan. Anda dapat memesannya dengan menghubungi telepon (818)352-0452).

(AKHIR KHOTBAH)
Anda dapat membaca khobah-khotbah Dr. Hymers setiap minggu di Internet
di www.realconversion.com. Klik on "Sermon Manuscripts."

Diterjemahkan oleh: Dr. Eddy Peter Purwanto @
http://www.sttip.com


GARIS BESAR KHOTBAH

APAKAH CALVINISME BERBAHAYA?

Oleh: Dr. R. L. Hymers, Jr.


“Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan? Yesus memandang mereka dan berkata: Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.” (Markus 10:26-27).

(Efesus 2:1, 5; 4:18; I Petrus 1:2; Titus 3:5; I Yohanes 2:2;
Yohanes 3:16; Ibrani 2:9; Markus 10:26-27; Kisah Rasul 7:51;
Yohanes 3:36; Yohanes 10:27-28)

I.    Pertama, atraksi Calvinisme hari ini.

II.   Kedua, kebenaran-kebenaran inti dalam Calvinisme,
Yohanes 1:13; Ibrani 12:2; Yunus 2:9; Efesus 2:8-9;
Yohanes 16:8-9, 14.

III.  Ketiga, perlunya mengaplikasikan kebenaran-kebenaran
Alkitab ini, Yohanes 11:39; Roma 8:7; Yohanes 11:43-44;
Kisah Rasul 2:40; I Yohanes 1:7.